<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429</id><updated>2012-01-15T07:52:00.084-08:00</updated><category term='DOA'/><category term='Doktrin Allah'/><category term='REFORMASI'/><category term='KARISMATIK'/><category term='EKONOMI'/><category term='CINTA'/><category term='KHOTBAH'/><category term='Doktrin Gereja'/><category term='INJIL'/><category term='ALIRAN GEREJA'/><category term='SOTERIOLOGI'/><category term='KESELAMATAN'/><category term='ANGELOLOGI'/><category term='FUNDAMENTAL'/><category term='SATANOLOGI'/><category term='RENUNGAN'/><category term='TEKNOLOGI'/><category term='AKHIR ZAMAN'/><category term='ISU POPULER'/><category term='BIDAT/SEKTE'/><category term='ALKITAB'/><category term='HARI RAYA'/><category term='INDONESIA'/><category term='PNEUMATOLOGI'/><category term='ENGLISH CORNER'/><category term='TOKOH'/><category term='BAPTIS'/><category term='Leadership'/><category term='PENGAKUAN IMAN'/><category term='INJILI'/><category term='CALVINISME'/><category term='INDO NESIA'/><category term='KELUARGA'/><category term='KATOLIK'/><category term='TOP TEN'/><category term='GRAPHE'/><category term='BERITA'/><category term='RESENSI'/><category term='PRAISE WORSHIP'/><category term='YESUS KRISTUS'/><category term='NATAL'/><category term='BUKU'/><category term='FILM'/><title type='text'>kristenfundamental</title><subtitle type='html'>Fundamental Baptist Independent Alkitabiah 
Dispensational in theology 
Pre-Tribulational Rapture Pre-millennial 

Textus Receptus and Masoretic Text (traditional-text based)
Baptism by immersion (Baptis Selam)

Six-day literal creation
Literal &amp;amp; Grammatical &amp;amp; Historical in hermeneutics (Menafsir Alkitab secara Literal-Grammatikal-Historikal, Penafsiran Normal/biasa/sewajarnya).</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>338</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-3721979528908750273</id><published>2012-01-15T07:52:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T07:52:00.088-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FUNDAMENTAL'/><title type='text'>Berita Bulan DESEMBER 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;VATIKAN MENYERUKAN SATU PEMERINTAHAN DUNIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(Berita Mingguan GITS 24 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berikut ini disadur dari "The Vatican and the New World Order," Herescope, 17 Nov. 2011: "Alkitab memberikan gambaran yang jelas tentang peristiwa-peristiwa besar yang akan terjadi menjelang kedatangan kembali Tuhan Yesus Kristus ke bumi. Walaupun ada banyak detil-detil yang bisa jadi sulit ditafsirkan, peristiwa-peristiwa besar ekonomi, politik, dan agamawi cukup jelas dalam Wahyu pasal 13, 17, dan 18. ...Orang-orang yang mengikuti hal-hal yang terjadi di dunia ini sadar bahwa ada semakin banyak pemimpin yang mendukung ide tentang suatu ekonomi global. Yang paling signifikan adalah G20, yang dalam tahun-tahun belakangan ini membuat beberapa pernyataan untuk mendukung ekonomi seperti itu. Tetapi pernyataan yang paling mengagetkan adalah yang dibuat dalam sebuah 'laporan' setebal 41 halaman oleh Vatican's Pontifical Council for Justice and Peace, yang dipublikasikan dalam beberapa bahasa pada tanggal 24 Oktober 2011. Berbicara atas nama Paus Ratzinger, dokumen yang ditulis oleh Konsil tersebut penuh dengan bahasa hukum yang sulit dimengerti, tetapi ini adalah dokumen yang sangat luar biasa. Dokumen ini luar biasa karena hampir kata-per-kata membenarkan nubuat dalam Wahyu 13, 17, dan 18, dan menempatkan Roma di tengah panggung nubuat! ...pertengahan kedua dari dokumen ini menyerukan adanya sebuah pemerintahan yang mendunia (poin 3) dan suatu sistem finansial yang mendunia (poin 4)! Kalau kami tidak membaca dan mempelajari sendiri dokumen ini, kami tentunya tidak akan percaya apa yang tertulis di dalamnya. ...Dokumen ini mengutip beberapa Paus yang belum lama meninggal untuk memperlihatkan bahwa dukungan bagi seorang penguasa dunia tunggal sudah menjadi bagian dan filosofi Roma sejak dulu. Misalnya, Yohanes XXIII (1881-1963) '...juga menyatakan harapan bahwa suatu hari seorang otoritas politik dunia yang sejati akan muncul.' ...Dokumen ini melanjutkan dengan berkata bahwa hari ini, pengajaran tersebut (tentang pemerintahan dunia yang tunggal) 'bahkan lebih penting lagi dan harus diimplementasi secara urgen.' ...Dokumen ini membicarakan perlunya semua negara menjadi bagian dari sistem tersebut dan bahwa tidak boleh ada yang terkecuali: '...Otoritas dunia harus secara konsisten melingkupi semua manusia...' Wahyu 13:7 berbunyi, "dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa." Dokumen mengatakan bahwa kebijaksanaan yand dibuat harus mengikat bagi semua orang dan bahwa sang Otoritas harus memiliki 'yurisdiksi yang universal.' ...Dalam bagian yang keempat yang berbicara tentang sebuah ekonomi global, mereka mengatakan bahwa diperlukan '...komitmen untuk menciptakan semacam manajemen moneter global' dan 'dapat terlihat munculnya keharusan adanya suatu badan yang akan berfungsi seperti suatu bank sentral dunia yang mengatur aliran dan sistem pertukaran uang...' Mereka lalu berbicara tentang perlunya suatu ekonomi dunia berada di bawah kendali suatu pemerintahan dunia. ...Dalam dokumen ini, Vatikan menjanjikan komitmen mereka terhadap kontrol finansial yang global, dan ini menggenapi Wahyu 13 sampai ke huruf-hurufnya!"&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;PENYEMBUH, SEMBUHKAN DIRIMU SENDIRI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 24 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Berikut ini disadur dari "An Unhealthy Update on Peter and Doris Wagner," Slaughter of the Sheep, 30 Oktober 2011. Artikel ini menggambarkan kondisi C. Peter Wagner, yang menyebut diri seorang "rasul" dan juga pendiri National Apostolic Reformation: "Menurut surat edaran National Apostolic Reformation (NAR), yang berisikan berita terbaru dan permintaan doa, suami istri Wagner sudah berada di bawah perawatan medis yang ekstensif untuk waktu yang lama. Doris Wagner menderita suatu penyakit menular, diberikan hiper-antibiotik, didiagnosa memiliki tumor jantung, dan menjalani operasi atas lututnya. Saat ini, dia sedang dijadwalkan akan menjalani operasi lutut yang besar. C. Peter Wagner memiliki batuk yang tidak kunjung sembuh, pembengkakan di kaki dan perut, masalah jantung, dan saat ini mengkonsumsi obat pengencer darah. Dia dijadwalkan menjalani operasi katarak di kedua belah mata. Seperti manusia normal yang memasuki usia lanjut, Peter dan Doris Wagner menderita berbagai penyakit dan kerusakan tubuh. Hal ini lumrah. Tetapi, tidak seperti manusia pada umumnya, orang-orang dari National Apostolic Reformation ini merasa bahwa mereka spesial, suatu sikap yang terlihat dari mentalitas mereka yang eksklusif dan elitis. Toh, bukankah mereka yang mendorong gerakan "tanda dan mujizat," dan bahkan dikatakan bahwa di kalangan mereka, semua orang memiliki hampir semua karunia rohani, termasuk karunia untuk menyembuhkan. Penderitaan manusia bukanlah hal yang lucu atau patut menjadi lelucon, tetapi ketika sedang tertimpa masalah, di manakah para penyembuh dari NAR? Mengapa mereka tidak berbondong-bondong datang ke sisi Peter dan Doris dan mendemonstrasikan karunia menyembuhkan mereka agar disaksikan dunia? Atau jangan-jangan gerakan "tanda dan mujizat" ini hanya berisi "tanda" tanpa "mujizat"? Jangan sampai! Bagaimana mungkin ada yang berani berkata demikian! Yang berani mengritik bisa dituduh "menyerang orang yang diurapi" dan "menghakimi" dan "bersikap seperti Farisi." Akal sehat mendeduksi bahwa jika satu saja dari anggota NAR memiliki karunia menyembuhkan yang alkitabiah, dia pasti sudah kegirangan memiliki kesempatan menumpangkan tangan atas Doris dan Peter, dan menyembuhkan mereka dari ujung rambut hingga ujung kaki.&amp;nbsp;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Dan karena "teleportasi" dari satu tempat ke tempat lain adalah salah satu bagian dari gerakan "tanda dan mujizat," maka tidak perlu takut ongkos pesawat. Tetapi ini tidak akan terjadi! … Sederhananya, mereka tidak memiliki karunia menyembuhkan yang alkitabiah. ...Orang-orang yang sakit dan sekarat berdatangan untuk disembuhkan, dan mereka pulang tanpa kesembuhan. Para penyembuh tidak dapat menyembuhkan Peter dan Doris, dan Peter dan Doris pun tidak dapat menyembuhkan satu sama lain. Jadi Peter dan Doris terpaksa berpaling kepada ilmu kedokteran untuk kesembuhan mereka. ...C. Peter Wagner memberi pelajaran tentang kesembuhan ilahi, tetapi dia tidak memiliki karunia menyembuhkan."&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;ROBOT LEBAH BERKOMUNIKASI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Berikut ini disadur dari Creation Moments, 23 November 2011: "Para ilmuwan telah, untuk pertama kalinya, sukses berkomunikasi dengan lebah madu dalam bahasa mereka sendiri! Para ilmuwan sudah cukup lama tahu bagaimana menerjemahkan banyak elemen dari apa yang disebut "dansa lebah." Gerakan dansa ini digunakan oleh para lebah pemandu untuk mengkomunikasikan lokasi sumber makanan kepada lebah pengumpul makanan di sarang. Beberapa puluh tahun yang lalu, para peneliti memutuskan untuk menguji apakah pemahaman mereka tentang komunikasi lebah itu benar. Tetapi bagaimanakah dapat berbicara kepada lebah dan mendapat konfirmasi bahwa mereka mengerti yang kamu katakan? Para ilmuwan memutuskan bahwa satu-satunya cara untuk melakukan ini adalah membuat sebuah robot lebah yang dapat berkomunikasi bagi mereka. Percobaan-percobaan awal untuk membuat robot lebah yang dapat diterima oleh lebah sejati ternyata tidak berhasil. Robot-robot awal diserang dengan ganas. Para ilmuwan akhirnya berhasil membuat sebuah robot lebah yang dikendalikan komputer yang dapat diterima oleh lebah sejati. Para ilmuwan ini menggambarkan bahasa lebah sebagai bahasa yang elegan dan mendetil. Namun mereka sudah tahu cukup banyak bahasa lebah untuk mengkomunikasikan dengan sukses tentang sebuah sumber makanan dan lokasinya kepada lebah-lebah sejati. Mereka juga menemukan bahwa masih banyak yang harus dipelajari tentang bahasa lebah. Sebagai hasil, suatu hari mungkin para petani dapat menuntun lebah ke tanaman yang memerlukan penyerbukan."&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;TEMPLE INSTITUTE MEMBUAT CETAK BIRU UNTUK BAIT KETIGA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 17 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Temple Institute telah mengumumkan selesainya cetak biru pertama untuk pembangunan Bait Ketiga di Yerusalem. Desain yang dibuat adalah untuk ruangan yang disebut Chamber of Hewn Stone, ruangan yang diproyeksikan akan dipakai untuk tempat pertemuan Dewan Sanhedrin Agung yang dbentuk kembali, yaitu 70 penatua Israel yang memerintah. Tujuan dari Institute ini, sejak pendiriannya tahun 1986, adalah pembangunan kembali Bait Suci. Mereka telah membuat pakaian imam, mahkota imam besar yang menghabiskan dana $30.000, tutup dada imam besar dengan 12 batu berharga dengan nama suku-suku Israel, tempat pencucian tembaga, sebuah mezbah ukupan, sangkakala-sangkakala perak, shofar-shofar (semacam terompet khusus) yang dilapisi emas dan perak, kecapi-kecapi, dan banyak benda-benda lain. Yang sangat menarik perhatian adalah menorah besar (kandil) yang dibuat dari 95 pon emas murni, senilai $2,4 juta. Pada bulan Desember 2007, menorah tersebut dipindahkan ke sebuah lokasi di luar Plaza Tembok Barat, yaitu seberang Bukit Bait. Sebelum itu, menorah tersebut berada di Roman Cardo kuno. Rencananya menorah akan dipindahkan terus semakin lama semakin dekat ke Bukit Bait hingga akhirnya ditempatkan di dalam Bait Ketiga itu sendiri. Institute ini sedang membangun sebuah model Bait Suci dengan ukuran sebenarnya (269.000 kaki persegi) dekat Laut Mati untuk dijadikan tempat latihan para imam. Pendiri dari Institute ini, Rabbi Yisrael Ariel, adalah bekas anggota tentara unit terjun payung yang membebaskan Bukit Bait di Yerusalem pada tahun 1967. Menurut nubuat Alkitab, Bait Ketiga akan berasosiasi dengan Antikristus. Sanhedrin telah menolak Yesus sebagai Kristus 2000 tahun yang lalu, walaupun Ia memenuhi semua nubuat tentang Mesias, dan mereka tidak pernah bertobat dari dosa mereka yang besar tersebut. Dalam kebutaan rohani mereka, mereka akan menerima "manusia durhaka" yang akan menduduki Bait Ketiga (2 Tes. 2:3-12). Antikristus, yang akan muncul sebagai seorang pembawa damai, mungkin akan menciptakan kondisi yang diperlukan agar pembangunan Bait dapat terjadi, karena saat ini hal itu nampak mustahil.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;ILAH HOLLYWOOD MENGEJEK YESUS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 17 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Ilah Hollywood, Johnny Depp, telah menyumbangkan suaranya untuk ikut serta dalam lagu yang penuh hujat "Jesus Stag Night Club," yang mengejek Yesus sebagai binatang pesta yang mabuk-mabukkan. Lagu tersebut, yang digubah oleh Stephen Jones dari rock band Babybird, "sedang bersaing untuk menjadi lagu nomor stau di radio Inggris pada hari Natal" ("Johnny Depp Aids in Blasphemous Christmas Song," Breathecast, 6 Des. 2011). Jones mengatakan, "Depp memiliki sisi jahat yang sama seperti saya. ...Alkitab adalah buku fiksi terhebat sepanjang zaman. Kisah-kisah magic dan kekacauan yang luar biasa." Sebenarnya, pengejekan yang konyol dan tak terpelajar ini hanyalah membuktikan bahwa Alkitab itu benar, karena semua cemoohan dari industri entertainment melawan Allah dan hukumNya justru menggenapi nubuat-nubuat kuno dalam Alkitab, seperti Mazmur 2:1-3. Bangsa-bangsa sungguh mereka-reka perkara yang sia-sia, yaitu usaha menyingkirkan Allah dan melepaskan diri dari hukumNya, dan rock &amp;amp; roll menyediakan lagu untuk itu sambil Hollywood/Bollywood menyediakan pemerannya yang narsistik. Yesus mengatakan, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?" (Mat. 16:26).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;BAGAIMANA SUAMI DAPAT MENGASIHI ISTRI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 17 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;"Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya" (Ef. 5:25). Perhatikan berbagai cara seorang suami dapat mengasihi istrinya: (1) Dengan mengucapkan kasihnya dan mengekspresikan kasih kepadanya dalam cara-cara yang dapat dirasakan (Ef. 5:25). (2) Dengan tidak bersikap pahit atau penuh kritikan kepadanya (Kol. 3:19; Ef. 5:28-29). (3) Dengan setia kepadanya dalam hal moral (Ibr. 13:4). (4) Dengan menyediakan kebutuhannya dan keluarga (1 Tim. 5:8). (5) Dengan membantunya belajar Alkitab dan bertumbuh secara rohani (Ef. 5:25-26) (memimpin keluarga setia bergereja, membaca Alkitab bersama, membantunya dalam hal renungan pribadi, membagi pikiran-pikiran tentang Tuhan). (6) Dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan jasmaninya (Ef. 5:28) (makanan yang baik, kebutuhan kesehatan, vitamin, olahraga). (7) Dengan memimpin dan mengawasi pendisiplinan dan pendidikan anak-anak (Ef. 6:4). (8) Dengan mengerti dan bersimpati dengan kelemahan-kelemahannya (1 Pet. 3:7). (9) Dengan menjaga kesaksian Kristiani yang baik sebagai contoh baginya sehingga dia tidak pernah perlu malu (Ams. 12:4 benar bagi suami selain untuk istri).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;PASUKAN BERSAYAP&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 17 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Berikut ini disadur dari Creation Moments, 22 November 2011: "Kita telah sejak lama mengetahui bahwa komunitas dalam sebuah sarang lebah madu membagi tugas kerja di antara mereka sesuai dengan spesialiasi masing-masing pekerja. Ada yang menjadi pandu yang mencari makanan. Yang menjadi perawat bertugas mengurusi lebah-lebah muda. Ada lebah yang berspesialiasi dalam hal membersihkan. Bahkan ada lebah yang spesial mengurusi yang mati, memindahkan dan membuang anggota-anggota yang mati. Para ilmuwan kini telah menemukan bahwa koloni-koloni lebah madu juga memiliki brigade-brigade "tentara" yang terspesialisasi. Lebah-lebah ini sering terlihat hanya duduk-duduk saja, tidak melakukan apa-apa. Sebenarnya, mereka memiliki hanya satu tugas – menyerang pengacau-pengacau yang besar. Sepertinya lebah-lebah ini diberi makan dan dipelihara oleh anggota sarang sambil mereka menunggu adanya alarm. Jika seekor rakun, beruang, atau manusia, mengancam sarang, ribuan lebah tentara akan mengerumuni penyerang dan menyengatnya. Kita sudah sangat tahu adanya anggota tentara dalam koloni semut dan rayap. Tetapi, hingga kini, belum pernah dipastikan ada dalam sarang lebah. Bahwa di kalangan serangga yang bersifat sosial, ada keperluan universal akan tentara untuk perlindungan, mengingatkan kita bahwa ada hal-hal yang universal di dunia ini. Tentara-tentara ini bukanlah penyebab seekor beruang menyerang sarang lebah. Demikian juga tentara manusia yang sekedar mengikuti prinsip-prinsip perang tidak bertanggung jawab atas terjadinya perang manusia. Ketamakan manusia, dan kurangnya kasih kepada orang lain tidak dapat dihilangkan dengan menghilangkan tentara. Sebaliknya, ketamakan, pencurian, dan perlunya perlindungan mengingatkan kita bahwa kita saat ini bukanlah dalam kondisi yang dimaksudkan Allah pada mulanya. Solusinya bukanlah pada penyangkalan realita, tetapi kembali kepada Pencipta kita melalui pengampunan dosa-dosa kita yang dimungkinkan oleh Yesus Kristus."&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;MACARTHUR MEMPROMOSIKAN LIBERALISME BUDAYA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 10 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Tokoh berpengaruh, John MacArthur, dari Gereja Grace Community di California selatan, mendua hati dalam hal kesesatan "liberalisme budaya." Di satu sisi dia menegur para "Kalvinis baru" yang sedang emerging karena keduniawian mereka, tetapi pada saat yang sama ikut melakukan hal-hal itu. Dalam sebuah wawancara dengan Alex Crain dari Christianity.com, yang dimasukkan ke dalam YouTube, 18 Agus. 2011, MacArthur mengatakan, "Yang ditakutkan adalah kuasa atraksi dunia akan menarik orang-orang ini dan generasi setelah mereka, lebih dan lebih lagi ke dalam budaya, dan kita akan melihat kebalikan dari kebangkitan rohani Reformed. ….Ketakutan saya adalah bahwa semakin jauh mereka berusaha mengakomodasi budaya, maka semakin sulit bagi mereka untuk mempertahankan doktrin-doktrin utama" ("MacArthur Predicts Reversal of the Reformed Revival – Bagian 1, "http://youtu.be/xYhmo5gabQU). MacArthur, yang benar dalam memperingatkan bahwa kesesatan liberalisme budaya membahayakan generasi berikut, sedang membicarakan filosofi populer yang dicetuskan oleh Mark Driscoll sebagai kombinasi "konservatisme theologis dengan liberalisme budaya," yang bukanlah barang baru tetapi telah sejak dulu menjadi bagian penting dari Injili. Filosofi ini melibatkan hal-hal seperti Christian rock, minum-minum, pesta dansa champagne, pelajaran membuat bir, malam judi, "penyembahan" hula, menganalisis film-film rating-R untuk "pembangunan karakter," dan memainkan rock sekuler dalam konteks "penyembahan." Apa yang MacArthur katakan mengenai bahaya liberalisme budaya adalah benar, tetapi teguran dia sama sekali tidak efektif dan munafik karena dia sendiri melakukannya. Camp Regenerasi, sebuah kamp anak muda yang dibuat oleh MacArthur untuk "gereja-gereja di seluruh negeri setiap bulan Juli," penuh dengan liberalisme budaya. Anak-anak lelaki dan perempuan tingkat SMA berpakaian tidak sopan, melakukan aktivitas yang patut dipertanyakan (seperti anak-anak perempuan bermain lumpur basah hingga menutupi seluruh tubuh di hadapan anak-anak lelaki ), dan nge-rock terhadap musik rap yang dimainkan oleh artis-artis dengan anting dan bertato dalam auditorium yang digelapkan, lampu-lampu yang kedap-kedip, dan berasap. Master's College, yang dipimpin oleh MacArthur, mengadakan sebuah konser hip-hop pada bulan Desember. Para murid Master's College membuat video pop/rap/country/rock dengan gerakan dansa penuh dan tampilan depan lagu-lagu rock sekuler. Mereka mengadakan event Fall Thing yang sangat duniawi. Tahun ini, temanya adalah "Realita yang Tidak Terkekang," dan para murid memakai kostum karakter-karakter dari Star-Wars, fantasi fiksi ilmiah, super-heroes, dan budaya pop pada umumnya. Ini menguatkan ketertarikan kepada budaya fantasi dan Iblis menggunakan hal ini untuk mengkorupkan pikiran orang. Orang-orang muda tidak akan mau memakai kostum ini jika hati dan pikiran mereka belum jatuh cinta pada Hollywood. Welcome Week yang adalah acara tahunan di Master's College mengandung acara-acara aktivitas pantai dan pesta kolam renang, lengkap dengan wanita-wanita dalam busana renang yang ketat dan sangat minim. (Semua ini jelas dari foto-foto yang ditaruh di halaman Flickr oleh sekolah ini dan juga dari rekaman YouTube. Sebagai bukti lihat http://www.pccmonroe.org/2011/10.htm.) Dapatkah MacArthur dianggap sebagai seseorang yang memimpin gerakan untuk melawan adaptasi budaya pop sensual, dan dapatkah dia dianggap seorang "konservatif" yang aman untuk diikuti? Dia benar dalam observasinya bahwa liberalisme budaya akan menghancurkan anak muda dan ujungnya menghancurkan doktrin yang benar, dan jemaatnya sendiri akan menjadi bukti, sama seperti jemaat setiap gembala sidang yang cukup bodoh untuk ikut jejaknya. Banyak gereja Baptis fundamental sedang dalam jalan menuju kehancuran yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;SEMAKIN SEDIKITNYA TEMPAT AMAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 10 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;"Semakin Sedikitnya Tempat Aman" adalah judul sebuah laporan Reuters tentang ekonomi global yang diterbitkan tanggal 26 November. Laporan itu mengatakan, "tempat untuk aset-aset yang aman semakin menyusut." Benar sekali, ekonomi global modern yang begitu dielu-elukan sedang bergetar hingga ke dasar-dasarnya, dan nubuat Alkitab mengindikasikan bahwa situasinya akan semakin parah. Sebenarnya, tidak ada tempat aman di dunia ini, dan tidak pernah ada, baik untuk uangmu ataupun untuk jiwamu. Dan bahkan jika ada tempat investasi finansial yang aman, maka sangatlah temporer, karena kehidupan itu pendek. Tuhan Yesus menyinggung masalah finansial beberapa kali. Dia menceritakan tentang orang kaya yang bodoh yang menumpuk hartanya untuk "bertahun-tahun lamanya" agar dia bisa bersantai, makan, minum, dan bersenang-senang. "Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?" (Luk. 12:20). Itulah pertanyaan yang harus direnungkan setiap manusia. Ketika kehidupan duniawi-mu yang lemah ini selesai dan Allah menuntut pertanggungan jawab, di manakah kamu akan berdiri? Ke manakah kamu akan pergi? Kita tidak bisa membawa barang-barang fisik apa pun bersama kita. Nabi kuno, Ayub, dengan bijak berkata, "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya" (Ay. 1:21). Individu yang bijak merencanakan masa depan, bukan hanya untuk tahun depan atau sepuluh tahun ke depan, tetapi untuk kekekalan. Dia melakukan itu melalui keselamatan dan menabung. Dengan memperhatikan Wahyu yang Allah telah anugerahkan kepada kita dalam Alkitab, kita belajar bahwa Allah adalah Hakim yang kudus, bahwa semua manusia adalah pendosa yang telah melanggar hukum Allah, dan bahwa satu-satunya jalan keselamatan adalah melalui pendamaian yang telah Allah sendiri lakukan bagi dosa manusia melalui pengorbanan AnakNya di kayu salib. Seorang individu menerima keselamatan ini melalui pertobatan atas dosa-dosanya dan iman dalam Kristus. Setelah kita diselamatkan, maka kita bisa mulai menabung di bank kekal Allah. Yesus berkata: "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada" (Mat. 6:19-21). Orang percaya tidak perlu beriman penuh kepada sistem dan cara-cara investasi dunia ini yang tidak mapan. Ia dapat menyimpan harta kekal di Surga melalui melayani Juruselamatnya yang penuh rahmat. Dan dia dapat percaya kepada janji-janji Allah, seperti dalam Mazmur 37:25, "Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti" (Maz. 37:25).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;RAJA SAUDI MEMBANGUN INTERFAITH CENTER UNTUK PERDAMAIAN DUNIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 10 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Raja Abdullah dari Saudi telah membangun sebuah Interfaith Center di Vienna untuk mengembangkan perdamaian dunia. Organisasi ini, yang bernama penuh "Pusat Internasional Raja Abdullah Bin Abdulaziz untuk Dialog Antara Agama dan Antar Budaya" akan sebagian besarnya dibiayai pemerintah Saudi yang Islam. Badan yang akan memimpin pusat antar-agama tersebut akan terdiri dari wakil dari Islam (Sunni dan Syiah), Roma Katolik, Anglikan, Ortodoks Yunani, Buddha, Hindu, dan Yahudi. Pada saat peresmian di Vienna, Menteri Luar Negeri Saudi Arabia mengatakan bahwa "perdamaian dunia tidak dapat terjadi tanpa perdamaian antara agama-agama di dunia" ("King Abdullah's Interfaith Center," Christian Post, 17 Okt. 2011). Abdullah mengatakan bahwa dia mendapatkan ide ini setelah pertemuan dengan Paus Benediktus di Vatikan pada tahun 2007. Karena anggaran dasar pendirian pusat tersebut menyerukan "kebebasan berpikir, hati nurani, dan beragama," kami mengusulkan agar hal itu dimulai di Saudi Arabia sendiri. Pemerintah Saudi adalah salah satu yang paling mengekang di dunia. Mereka memberikan kebebasan beragama sebesar nol; dan tidak ada rumah ibadah non-Muslim; kekristenan dilarang; Yudaisme dilarang; orang-orang Muslim yang meninggalkan Islam terancam dihukum mati karena murtad. Saudi Arabia adalah tempat lahirnya Al Qaeda yang adalah pembunuh. "Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin mereka pasti tidak akan luput. Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri" (1 Tes. 5:3-4)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;JATUH CINTA KEPADA ROCK &amp;amp; ROLL&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 3 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kelompok Contemporary Christian Music mencintai rock &amp;amp; roll. Titik. Intinya mereka mencintai rock &amp;amp; roll dan tidak ada prinsip Alkitab atau argumen saleh yang akan mencabut musik tersebut dari telinga mereka. Para artis CCM mendengarkan musik rock sekuler dalam kehidupan pribadi mereka; mereka memainkannya dalam konser-konser mereka dan merekamnya untuk album-album mereka. Mereka tidak peduli siapa yang tersandung. Pada kenyataannya, mereka bahkan sepertinya sama senangnya mengejek "orang Kristen kuno" seperti dulu saya waktu belum diselamatkan sebagai seorang hippie-pemberontak. Mereka sedemikian mabuk rock dan bodoh secara rohani sehingga mereka bahkan memakai rock sekuler untuk "menyembah Allah." Perhatikan beberapa contoh dari beberapa tahun belakangan. Gereja Granger Community di Granger, Indiana, menampilkan Musik Beatles sebagai tema Natal 2007 mereka. Gembala sidang Tim Stevens mengatakan: "Dengan pertunjukan Across the Universe sekarang sedang diputar di bioskop-bioskop dan pertunjukan sirkus Cirque du Soleil yang baru bertemakan-Beatles di Vegas dengan judul Love, Beatles sekarang sedang panas. Menggunakan musik Beatles kita akan menceritakan kisah Natal sepanjang Desember. Dan kita telah mendapatkan umpan balik yang hebat dari para pencinta musik dari semua generasi" (http://www.leadingsmart.com/leadingsmart/2007/11/let-it-bechrist.html/). Mereka mengiklankannya sebagai berikut: "Biarlah ….Natal – Suatu Kisah oleh Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Paul, George, dan Ringo." Gereja NewSpring di Florence, South Carolina, memainkan "Highway to Hell" oleh band rock yang jahat, AC/DC, untuk kebaktian Paskah tahun 2009. NewSpring memainkan lagu "Crazy Train" oleh Ozzy Osbourne pada bulan November 2011. Gereja Northpoint di Springfield, Missouri, memainkan "Sympathy for the Devil" oleh Rolling Stones untuk kebaktian Paskah 2011, dan "Thriller"nya Michael Jackson bulan November 2011. Gereja by the Glades di Miramar, Florida, memainkan "Calling All the Monsters" bulan Oktober 2011. Tema lagu tersebut adalah "magic dan fantasi" dan gerakan-gerakan dansanya yang immoral terinspirasi oleh "Thriller"nya Michael Jackson.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;APAKAH PERINGATAN ROHANI SUATU SERANGAN?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 3 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Sepertinya orang-orang yang berkompromi selalu salah menanggapi peringatan rohani. Mereka menyebutnya suatu serangan. Mereka menyebutnya "menembaki teman yang terluka" dan "saling melempar batu." Mereka menggambarkannya sebagai kebencian. Ed Stetzer dan David Putman dari Southern Baptist, dalam buku Breaking the Missional Code (Broadmand and Holman Publishers, 2006), mengeluh bahwa "ada pelayanan-pelayanan yang eksis khusus untuk menyerang pengaruh budaya apapun terhadap gereja" (hal. 183). Perhatikan istilah emosional yang dipakai – "menyerang." Yang mereka maksud adalah pengkhotbah-pengkhotbah yang memperingatkan akan hal-hal seperti kekotoran rock and roll, dan industri fashion modern yang tidak senonoh. Saya akan menjawab, pertama, bahwa pernyataan ini salah dalam dua hal. Pertama, pelayanan-pelayanan yang memberikan peringatan alkitabiah, tidaklah memperingatkan tentang pengaruh budaya "APAPUN," tetapi hanyalah pengaruh-pengaruh budaya yang duniawi menurut definisi Alkitab, jadi pernyataan ini dilebih-lebihkan. Kedua, sebuah peringatan rohani yang diberikan oleh seorang anak Allah, yang didasarkan pada Kitab Suci dan termotivasi oleh kemuliaan Kristus, bukanlah suatu serangan; ia tidak destruktif; ia tidak bersifat jahat; ia adalah tindakan ketaatan kepada Allah dan belas kasihan kepada orang yang bersalah. Jika sebuah jembatan runtuh di suatu malam badai yang gelap dan saya berdiri di tengah jalan dan melambaikan tangan saya dan berseru kepada para pengemudi untuk berhenti, saya bukan menyerang orang-orang itu. Firman Allah memerintahkan, "Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu" (Ef. 5:11), dan "Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu" (Tit. 2:15). Ketaatan kepada semua perintah ini dan banyak lagi yang serupa, tidaklah salah, dan segala cemoohan para pengkompromi tidak akan membuatnya salah. Salah satu keponakan perempuan saya bertobat dari jalan dosanya dan membenarkan hubungannya dengan Tuhan tiga tahun yang lalu. Ketika hal itu terjadi, pemikirannya tentang peringatan rohani dan khotbah-khotbah Alkitabiah berubah drastis. Dalam kesaksiannya, dia menulis: "Tuhan telah memberikanku kecintaan terhadap kekudusan dan suatu rasa hormat yang besar terhadap orang-orang yang serius terhadap Alkitab. Gereja yang dulu saya serang karena saya pikir mereka orang Kristen yang berlebihan yang terlalu serius terhadap Alkitab, kini nomor satu bagi saya karena keberanian mereka bagi Kristus. Hal yang sama berlaku bagi paman saya David dan keluarganya yang luar biasa. Dia sepertinya tidak pernah berhenti berdoa bagi saya, sementara sebenarnya dalam pikiran saya dulu, dia hanyalah salah satu orang Kristen yang suka menghakimi, yang mencoba mencekoki Alkitab kepada orang-orang. Sekarang saya malah berharap saya bisa seperti dia!" Hikmat rohani hanya datang melalui keselamatan dan hati yang taat dan mencintai kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;DOKTER MEMBUNUH BAYI YANG SALAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 3 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Seorang bayi salah dibunuh di sebuah rumah sakit di Melbourne minggu lalu ketika para dokter mencoba untuk melakukan "terminasi" terhadap salah satu bayi kembar dalam kandungan yang ditenggarai memiliki cacat jantung bawaan ("Twins Die in Tragic Hospital Bungle," Sydney Morning Herald, 24 Nov. 2011). Setelah diberitahu oleh para dokter bahwa anak tersebut akan memerlukan "bertahun-tahun operasi, jika dia bahkan bisa hidup," ibu yang mengandung kedua lelaki kembar itu setuju untuk mengaborsi yang "cacat." Namun, ternyata bayi yang salah yang kena suntik. Kejadian ini lalu dilanjutkan dengan kelahiran cesar untuk mengakhiri hidup bayi yang satunya lagi. Sepertinya mereka sudah bertekad untuk membunuh lelaki kecil yang "cacat" itu. Inilah yang dilakukan oleh masyarakat modern yang "diterangi" terhadap "anak-anak yang sakit" karena anggota-anggota masyarakat telah meninggalkan Tuhan Pencipta dan percaya evolusi. Sydney Morning Herald menyebut peristiwa itu suatu "kasus ketukaran yang tragis," tetapi sebenarnya ini adalah pembunuhan ganda dan semua individu yang terlibat akan menjawab kepada Allah, pencipta kehidupan dan Pribadi yang membentuk bayi-bayi tersebut dalam kandungan, sesuai dengan Mazmur 139.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Editor: Dr. Steven E. Liauw&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;a href="http://www.graphe-ministry.org/" style="color: #7d181e; text-decoration: none;"&gt;Graphe International Theological Seminary&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(www.graphe-ministry.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fefdfa; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Untuk berlangganan, pilih opsi "Join Group" di: http://groups.yahoo.com/group/gits_buletin/ dan ikuti petunjuk selanjutnya di layar komputer&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-3721979528908750273?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/3721979528908750273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=3721979528908750273' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/3721979528908750273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/3721979528908750273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2012/01/berita-bulan-desember-2011.html' title='Berita Bulan DESEMBER 2011'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-104319262908548022</id><published>2012-01-12T07:54:00.001-08:00</published><updated>2012-01-12T07:54:41.280-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>Berita Bulan NOVEMBER 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;JOEL OSTEEN MERAYAKAN KARYA ALLAH DALAM HIDUP OPRAH WINFREY&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Berita Mingguan GITS 26 November 2011, sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.wayoflife.org/" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;www.wayoflife.org&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Oprah Winfrey dan produser televisinya mengunjungi Gereja Lakewood di Houston pada tanggal 6 November, Gembala sidang Joel Osteen sangat bersemangat berkata, “Luar biasa menyambut kalian. Kami begitu terhormat kalian ada di sini, dan kami merayakan dan mendoakan kalian atas apa yang Allah lakukan dalam hidup kalian” (“Joel Osteen Welcomes Oprah,” Christian Post, 7 Nov. 2011). Tidak ada hal yang lebih baik lagi mengilustrasikan kesesatan dan kebutaan rohani Osteen. Dia adalah salah satu dari segunung guru-guru palsu yang digambarkan dalam 2 Timotius 4:3-4, yang mengajarkan apa yang ingin didengar oleh orang ramai, yaitu suatu kekristenan yang baru, dan merayakan keinginan mereka untuk hidup sesuai dengan hawa nafsu meeka sambil tetap berpikir bahwa mereka adalah orang Kristen. Buku Oprah pada tahun 2005, Live Your Best Life, menggambarkan filosofinya bahwa segala sesuatu itu satu dan manusia bersifat ilahi dan manusia dapat menciptakan realitanya sendiri. “Injil”-nya adalah bahwa manusia bukan pendosa, Allah bukan hakim, segala sesuatu baik-baik saja dalam alam semesta ini, dan saya hanya perlu mengikuti aliran. Ringkasnya, injil Oprah adalah injil AKU.&amp;nbsp;&lt;span id="more-3657" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;Dia berkata, “Allah ingin kamu mengasihi dirimu sendiri. Dimulai dengan kamu.” Pada tahun 1998, Oprah menampilkan salah satu panel New Age-nya, yang terdiri dari Betty Eadie, Sophy Burnham, dan Dannion Brinkley. Oprah mengatakan: “…salah satu kesalahan terbesar yang manusia lakukan adalah percaya bahwa hanya ada satu jalan. Sebenarnya, ada banyak jalan yang berbeda menuju kepada apa yang disebut Allah.” Ketika seorang penonton tidak setuju, dan bersaksi bahwa dia percaya Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan menuju Allah, Winfrey menjadi marah dan berkata bahwa dia tidak percaya ada orang yang akan masuk neraka karena tidak percaya Yesus. Dia mengatakan dengan tegas, “TIDAK MUNGKIN HANYA ADA SATU JALAN.” Dalam program yang sama, Oprah mengatakan: “Saya dibesarkan sebagai seorang Baptis dan kami terlalu kaku mengenal hal-hal yang tradisional. Saya suatu ketika duduk di gereja dan mendengar bahwa Allah adalah Allah yang cemburu. Saya bertanya ‘Mengapa? Yang benar saja!’ …Saya percaya pada KUASA – saya menyebutnya Allah” (“The Gospel according to Oprah,” Vantage Point, Juli 1998). Oprah menyembah ilah yang disembah oleh kebanyakan manusia hari ini, yaitu ilah yang tidak menghakimi gaya The Shack.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;ROH SEGAR KETERBUKAAN EKUMENE DIPUJI OLEH WCC DAN KATOLIK&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perwakilan-perwakilan dari World Council of Churches (WCC) dan Gereja Roma Katolik, baru-baru ini memuji “roh segar keterbukaan ekumene” (“Fresh Spirit,” Oikoumene.org, 5 Nov. 2011). Bertemu di Malta, Joint Working Group tersebut sangat senang dengan kerjasama ekumenis yang mereka rasakan dalam pertemuan dengan perwakilan dari Gereja Roma Katolik, Gereja Skotlandia, dan Gereja Inggris. Presiden Malta, Georga Abela, juga menyambut grup tersebut dan memuji ekumenisma baru yang dapat mengajar “masyarakat bahwa persatuan dalam keragaman adalah hal yang mungkin.” Objektif dari Joint Working Group adalah “menuju persatuan yang kelihatan,” yang pada akhirnya akan membawa semua denominasi dan agama ke bawah semacam payung ekumene. Tanpa diketahui oleh orang-orang ini, persatuan yang mereka cari sudah digambarkan dalam Wahyu 17. WCC dan Roma Katolik bekerja bergandengan tangan dengan PBB untuk menciptakan suatu globalisme new age. Pada tahun 1955, Alice Bailey, seorang praktikus okult, menulis: “Di dalam PBB ada benih suatu kelompok hebat yang bersifat internasional, meditatif, dan reflektif – suatu kelompok orang-orang yang berpikir dan terpelajar, yang memegang takdir manusia dalam tangan mereka” (Discipleship in the New Age, hal 220). Dia menubuatkan lebih lanjut lagi bahwa “tujuan dan usaha PBB yang tertera pada akhirnya akan tercapai dan suatu gereja Allah yang baru, terkumpul dari semua agama dan kelompok spiritual, akan bersatu untuk mengakhiri kesesatan besar keterpisahan” (The Destiny of the Nations, hal. 152). Organisasi Lucis Trust dan World Goodwill milik Bailey memiliki status NGO di PBB. Dalam buku The New Age Tower of Babel, kami telah mendokumentasikan fakta bahwa PBB adalah sarangnya mistikisme New Age sekaligus peran yang dimainkan oleh WCC dan Roma Katolik.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;YESUS KRISTUS DILARANG DARI SMS DI PAKISTAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini disadur dari The Christian Post, 18 Nov. 2011: “Otoritas Telekomunikasi Pakistan (OTP / Pakistan Telecommunication Authority: PTA) sedang menghadapi kritikan besar setelah mengirim sebuah surat kepada perusahaan-perusahaan telepon genggam yang mengatakan bahwa mereka harus memblokir pesan-pesan yang mengandung kata-kata dan frase-frase tertentu, dan termasuk dalam frase-frase terlarang tersebut adalah ‘Yesus Kristus’ dan ‘mendapat Yesus.’ Menurut surat tersebut, orang-orang Pakistan memiliki hak kebebasan bicara dan kebebasan pers, tetapi kebebasan ini “tunduk kepada restriksi-restriksi yang wajar yang dibebankan oleh hukum untuk kepentingan kemuliaan Islam,” antara lain. Surat tersebut dan dua daftar yang mengandung kata-kata yang terlarang dipostingkan di website Bytes For All (BFA). BFA, sebuah organisasi hak asasi manusia di Pakistan yang terdiri dari profesional maupun pengguna teknologi informasi dan teknologi, sangat marah atas larangan tersebut. …’Kami juga mengutuk fakta bahwa sambil bersenang-senang dalam melakukan aksi kejam menjadi polisi moral ini, PTA (OTP) juga menyakiti perasaan keagamaan banyak orang Kristen Pakistan dengan menambahkan Yesus Kristus ke daftar kata-kata yang dilarang. Kalau hal yang serupa terjadi di negara lain, pasti akan ada amarah yang luar biasa, dan jika (sengaja atau tidak sengaja) yang menjadi target adalah Muslim, maka amarahnya pasti sudah tidak dapat terkendali,’ kata artikel tersebut.”&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;EKSPERIMEN PANSPERMIA MATI BERSAMA DENGAN JATUHNYA SATELIT RUSIA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegagalan satelit Rusia, Phobos-Grunt, untuk meninggalkan orbit Bumi, berarti matinya eksperimen untuk menguji hipotesis evolusi tentang panspermia: bahwa kehidupan bisa jadi ditanam ke Bumi dari luar angkasa. Eksperimen ini, yang disebut LIFE (Living Interplanetary Flight Experiment) dan dibiayai oleh Planetary Society, menaruh sebuah kapsul kecil pipih yang mengandung bakteri di dalam satelit Phobos-Grunt. Maksudnya adalah agar kapsul ini menyertai perjalanan satelit itu selama tiga tahun, terbang ke bulan Mars, Phobos, mendarat di sana untuk mengumpulkan tanah dan batu, lalu kembali ke bumi. Jika mikroba-mikroba tersebut masih hidup, maka ini memberikan bukti bahwa bentuk-bentuk kehidupan bisa bertahan hidup dalam suatu perjalanan di luar angkasa jika terlindung di dalam sebuah batu. Panspermia pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh Benoit de Maillet, yang percaya bahwa kuman-kuman dari luar angkasa jatuh ke lautan bumi dan bertumbuh menjadi ikan, yang lalu menjadi amfibi, reptil, dan mamalia. Dia yakin bahwa ada banyak sekali kuman yang berevolusi seperti itu di luar angkasa. William Thomson (Lord Kelvin) mengajukan ide yang sama di abad ke-19, berhipotesis bahwa kehidupan dibawa ke bumi pada “tak terhitung banyaknya batu-batu meteor yang mengandung benih.” Pada tahun 1907, Svante Arrhenius dari Jerman, mengklaim dalam bukunya World in the Making, bahwa kehidupan jatuh dari luar angkasa melalui “spora-spora” yang mengkolonisasi planet manapun yang baik yang mereka temui. Sir Fred Hoyle (mati tahun 2001), astronomer Inggris terkemuka, juga memegang pendapat bahwa kehidupan alien memasuki Bumi dari luar angkasa. Dia percaya bahwa Bumi telah berulang kali kejatuhan benih kehidupan alien, dan bahwa pembenihan ini adalah produk desain intelijen suatu kekuasaan yang lebih tinggi yang tidak dikenal yang memiliki “rencana rahasia penyerangan planet” (Evolution from Space, hal. 126). Francis Crick (mati tahun 2004), pemenang hadiah Nobel atas penemuan konstruksi untai pilin ganda DNA, dan Lesli Orgel (mati tahun 2007), seorang ahli kimia Inggris, mengajukan “teori panspermia langsung” pada tahun 1970an, yang mengusulkan bahwa benih-benih kehidupan ditanam di bumi oleh makhluk luar bumi. Atheis dari Oxford University, Richard Dawkins, mengatakan dalam wawancara dengan Ben Stein bahwa dia juga mencurigai kehidupan ditanam di bumi oleh alien. Hal ini dipublikasikan dalam dokumentari Expelled: No Intelligence Allowed. Orang-orang ini mengklaim bahwa kisah penciptaan dalam Alkitab tidak dapat dipercaya dan tidak ilmiah, tetapi mereka dengan mudah menerima pandangan gila-gilaan tentang kehidupan alien dan panspermia yang tidak memiliki bukti ilmiah satu titik pun.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;ALKITAB HARRY POTTER&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan diluncurkannya film kedelapan dan terakhir seri Harry Potter, gembala sidang Southern Baptist, Jared Moore, telah menulis sebuah tuntunan studi Alkitab bertemakan Potter, dengan keyakinan bahwa film-film ini adalah “suatu cara orang Kristen dapat menikmati Allah” (“Pastor Writes Bible Study,” Associated Baptist Press, 11 Nov. 2011). Moore, lulusan dari Liberty University dan Southern Baptist Theological Seminary, “berargumen bahwa orang tua janganlah mencoba untuk membatasi anak-anak mereka dari pengaruh-pengaruh duniawi, melainkan mengajarkan kepada mereka cara membedakan kebenaran dan ketidakbenaran.” Ini adalah setengah-kebenaran yang sangat berbahaya. Memang orang tua harus mengajarkan anak-anak mereka mata rohani untuk mendeteksi ketidakbenaran melalui penerapan prinsip-prinsip Alkitab dan bukan sekedar membuat aturan, tetapi mereka juga harus melindungi mereka dari pengaruh-pengaruh duniawi karena Alkitab memerintahkan hal ini. Salah satu kesalahan mendasar dalam denominasi Southern Baptist adalah penolakannya terhadap separasi alkitabiah, dan banyak gereja baptis independen fundamental yang mengikuti jejak mereka yang tidak bijak ini. Perhatikan perintah berikut yang sangat jelas, yang hanyalah satu dari sekian banyak: ” Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11). Jelas bahwa buku-buku dan film-film Harry Potter mewakili “perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa,” dan “jangan turut mengambil bagian” tidak berarti “ikut ambil bagian dalam beberapa hal.” Berbicara mengenai pekerjaan-pekerjaan kegelapan, berarti membicarakan “ilah dunia ini,” yang telah menipu Hawa, yang “berjalan keliling mencari orang yang dapat ditelannya,” dan yang membidik setiap anak dalam gereja-gereja yang percaya Alkitab. Dia licik dan tidak ada yang lebih dia suka selain setiap orang tua membiarkan anak-anak mereka mencicipi barang dagangannya. Persekutuan dengan kegelapan memiliki pengaruh yang merusakkan, dan penuntun belajar Alkitab yang ditulis oleh Moore (didasarkan pada Harry Potter) tidak dapat seimbang dengan kerusakan yang akan timbul karena mendorong keluarga menonton sampah Hollywood. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33). Moore mengatakan, “Jawaban terhadap masalah dosamu bukanlah terletak pada usaha meminimalisir pengaruh-pengaruh dari luar.” Ini juga adalah setengah-kebenaran yang berbahaya. Ini adalah filosofi “liberal dalam hal budaya” yang sesat milik gerakan emerging. Menurut Kitab Suci, jawaban terhadap masalah dosa bukan HANYA meminimalisir pengaruh-pengaruh dari luar. Ada banyak aspek dalam pengudusan dan kemenangan atas dosa, tetapi separasi dari dunia jelas adalah salah satunya, dan aspek yang penting! “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (Yak. 1:27).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;KEMATIAN ANAK-ANAK DIKATAKAN BERKAITAN DENGAN BUKU MICHAEL PEARL TENTANG MENDIDIK ANAK&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Berita Mingguan GITS 12 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu kontroversi baru saja muncul berkaitan dengan pengajaran Michael Pearl tentang mendidik anak dalam bukunya “To Train Up a Child” yang ditemukan di rumah orang-orang tua yang sedang dituntut atas pembunuhan melalui penganiayaan (“Preaching Virtue of Spanking, New York Times, 6 Nov. 2011). Dalam kasus yang paling terakhir, Larry dan Carri Williams dari Sedro-Woolley, Washington, dituntut melakukan pembunuhan dalam kematian seorang anak putri yang mereka adopsi dari Etiopia. Anak itu ditemukan dalam keadaan telungkup, telanjang, tubuh kurus kering, di halaman belakang Williams dan kematiannya dinyatakan karena hipotermia (kedinginan) dan malnutrisi. Dia telah tidak mendapat makanan selama berhari-hari dan dipaksa tidur di gudang yang dingin atau di kloset. Keluarga Williams memuji bukunya Pearl dan memberikan salinan kepada teman-teman mereka. Dalam kasus lain, Lydia Schatz yang berusia 7 tahun, yang diadopsi sejak umur 4 tahun dari Liberia, mati tahun lalu karena kerusakan jaringan akibat pemukulan selama berjam-jam. Kevin Schatz mengaku bersalah atas pembunuhan tingkat dua dan penganiayaan dan istrinya mengaku melakukan pembunuhan dan hukuman badan yang tidak legal. Keluarga Schatz mendidik 9 anak-anak mereka di rumah (homeschool, tiga anaknya hasil adopsi) dan menggunakan bukunya Pearl. Dalam kasus ketiga, Sean Paddock berusia 4 tahun meninggal tahun 2006 karena tidak bisa bernafas setelah dia dibungkus rapat-rapat dalam selimut. Dia dipukuli setiap hari dengan pipa air yang direkomendasikan oleh Pearl sebagai alat pendisiplinan. Walaupun kami tidak setuju dengan Pearl dalam isu doktrin tertentu, pengajarannya tentang disiplin anak jelas tidak bersifat menganiaya (abusif). Dia menekankan bahwa disiplin harus dilakukan dalam kasih dan hikmat, dan kalau tidak maka akan gagal. Bahwa ada orang yang memiliki bukunya Pearl yang lalu menganiaya anak mereka bukanlah salahnya Pearl, sama seperti ada juga pembunuh yang membaca Alkitab, tetapi bukanlah salah Alkitab bahwa dia menjadi pembunuh. Charles Guiteau, yang membunuh Presiden Amerika James Garfield, adalah seorang yang membaca Alkitab, dan bahkan menulis sebuah buku berjudul “The Truth: A Companion to the Bible.” Tetapi dosa dan kegilaannya tidak dapat dipersalahkan kepada Alkitab. Suatu “tongkat disiplin” yang alkitabiah adalah pendidikan yang penuh kasih, tetapi tidak pernah suatu tongkat amarah atau kebencian, atau penganiayaan yang kejam. New York Times melaporkan, “Orang-orang tua di gerejanya Mr. Pearl mengatakan bahwa mereka secara umum mengikuti pendekatan Pearl dan bingung dengan semua kontroversi yang muncul. Anak-anak Pearl juga mengatakan bahwa serangan terhadap orang tua mereka sangat salah sasaran. ‘Saya memiliki masa kecil yang sangat bahagia,’ kata putri merek Shoshanna Easling, 28 tahun, yang sedang mendidik dua anaknya dengan cara yang sama. ‘Orang tua saya tidak pernah berbicara kepada saya dalam amarah, dan saya hanya ingat dipukul dua kali.’” Alkitab mengatakan, “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya” (Amsal 13:24) dan juga “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Ef. 6:4)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;SATU AGAMA MATI BERSAMA IMAMNYA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah agama yang menyembah gunung tertinggi ketiga di dunia, mati bersama dengan matinya imam terakhir agama tersebut. Samdup Taso, yang mati tanggal 31 Oktober, pada usia 83 tahun, adalah imam terakhir yang dapat memimpin umat Lepcha dalam penyembahan Gunung Kanchenjunga di Himalaya. Times of India melaporkan, “Tradisi ini telah berakhir selamanya. Tidak mungkin lagi bagi orang lain untuk belajar ritual-ritual ini dan menggantikan Taso.” Kita mengucap syukur bahwa agama yang sejati dalam Yesus Kristus tidak mungkin mati karena Dia tidak mungkin mati! Setelah melakukan pengorbanan yang diperlukan untuk mendamaikan manusia dengan Allah, Yesus bangkit dari antara orang mati dan hidup selamanya. “Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain. Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Ibr. 7:24-25)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;KATA-KATA TERAKHIR STEVE JOBS&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai seorang penemu komputer pribadi, iPod, iPhone, dan iPad, sebagai seorang yang berpengaruh di bisnis fantasi Hollywood (sebagai pemilik Pixar dan juga bekerja sama dengan Disney), dan sebagai seorang pionir di bidang buku digital, Steve Jobs memiliki pengaruh yang sangat besar pada masyarakat modern. Menurut saudarinya, kata-kata terakhir Jobs adalah “Oh wow; oh wow; oh wow.” Banyak komentator yang berusaha mencari tahu arti dibalik kata-kata yang aneh ini. Bisa saja kata-kata ini muncul karena dia sedang dalam pengaruh obat-obat penenang, atau bahwa dia sedang mendapatkan penglihatan akan kehidupan setelah kematian yang indah, atau bahwa dia menyadari bahwa pada akhirnya dia harus memberikan pertanggungan jawab kepada Allah yang kudus tanpa seorang Juruselamat. Alkitab adalah satu-satunya kitab yang memungkinkan kita melihat ke kehidupan selanjutnya, dan jelas dinyatakan ahwa kematian adalah suatu perjalanan dan hanya ada dua tujuan, Surga atau Neraka. Tujuan akhir seseorang ditentukan oleh hubungannya dengan satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, Yesus Kristus. Yesus dengan berani bersaksi, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6). Alkitab mengatakan tentang Dia, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis. 4:12). Menurut biografi resmi yang ditulis oleh Walter Isaacson, yang memiliki akses penuh terhadap Jobs, dia menolak Alkitab pada masa mudanya. Orang tuanya membawa dia ke sebuah gereja Lutheran, tetapi sebagai seorang pemuda dia memberitahu gembala sidang bahwa dia tidak mau ada urusan dengan Allah yang membiarkan orang-orang tidak bersalah menderita, dan dia tidak pernah kembali ke gereja (Walaupun mayoritas manusia menolak Allah dalam Alkitab, mereka punya kepongahan untuk menuntut bahwa Allah mengintervensi dalam urusan manusia dan bertindak sesuai dengan pola pikir manusia). Jobs mempelajari agama-agama Timur selama sisa hidupnya, membaca bukunya Paramahansa Yogananda, The Autobiography of a Yogi, sekali setahu hingga waktu kematiannya (Isaacson, Steve Jobs, hal. 527). Jobs juga dipengaruhi secara mendalam oleh obat-obat halusinogenik. Dia berkata, “mengkonsumsi LSD adalah pengamalan yang sangat mendalam, salah satu hal terpenting dalam hidup saya” (hal. 41) dan bahwa orang-orang yang tidak pernah minum acid tidak dapat mengerti dia sepenuhnya (hal. 384). Lahir enam tahun sebelum Joba, saya [Daivd Cloud] tersapu oleh kekuatan sosial/rohani yang kuat yang sama pada tahun 60 dan 70an. Saya mengikuti agama-agama Timur, sangat senang dengan The Autobiography of a Yogi, dan mengikuti Masyarakat Perkumpulan Realisasi-Diri Yogananda, mengonsumsi acid dan obat-obat halusinogenik lainnya, dan membenamkan diri dalam gaya hidup rock. Saya mengerti Steve Jobs dan zaman dia, dan saya mengucap syukur kepada Tuhan karena belas kasihanNya dalam menyingkapkan kebutaan rohani dari mata saya dan membebaskan saya dari perbudakan kepada ilah dunia ini dan memberikan saya kebebasan kekal dalam Kristus Yesus.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;PENGKHOTBAH YANG BERKELAKAR&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Berita Mingguan GITS 05 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini disadur dari Heads Up! 19 Agus. 2011: “Pengkhotbah-pengkhotbah yang membuat lelucon sekedar untuk ‘menghangatkan jemaat’ adalah salah satu hal yang paling menjengkelkan dalam gereja-gereja. Saya pernah mendengar seorang pengkhotbah Amerika yang memulai khotbahnya dengan membuat lelucon selama 15 menit. Saya memberitahu dia setelah itu bahwa karena ada 30 orang yang hadir pada waktu itu, ia telah menghabiskan 15 menit dari waktu 30 orang pada hari itu. Itu berarti 450 menit dari waktu kita dan waktu Tuhan yang telah dia sia-siakan. Tujuh setengah jam dia habiskan menceritakan lelucon yang konyol dan bukan menggunakan menit-menit yang berharga itu untuk menyampaikan Firman Allah kepada orang-orang yang membutuhkan di zaman yang kacau ini.” CATATAN SDR. CLOUD: Tidak ada sedikitpun petunjuk dalam Alkitab bahwa adalah baik untuk menjadikan mimbar sebagai forum menceritakan lelucon. Kita tidak bisa membayangkan Yohanes Pembaptis atau Tuhan Yesus atau Rasul Paulus melakukan hal seperti itu. Perintah yang serius kepada para pengkhotbah adalah “nyatakanlah apa yang salah, tegorlah, nasihatilah.”&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;JOEL OSTEEN MENGATAKAN BAHWA ORANG MORMON ADALAH KRISTEN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Joel Osteen, gembala sidang dari gereja terbesar di Amerika, mengatakan bahwa orang Mormon adalah Kristen. Dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post, Osteen mengatakan: “Saya tidak tahu apakah ia [mormon] bentuk kekristenan yang paling murni, seperti yang saya tahu sejak kecil. Tetapi anda tahu, saya mengenal orang-orang Mormon. Saya mendengar Mitt Romney – dan saya belum pernah bertemu dia – tetapi saya mendengar dia berkata, ‘Saya percaya Yesus adalah anak Allah, saya percaya Dia juruselamatku,’ dan itu adalah salah satu isu inti” (Washington Post, 26 Okt. 2011). Osteen sama sekali tidak mengenal Alkitab dan naif rohani sampai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Alkitab memperingatkan akan kristus-kristus palsu dan injil-injil palsu (2 Kor. 11:1-4). Guru-guru palsu memakai bahasa yang sama dengan guru-guru Alkitabiah tetapi mereka memiliki kamus (maksud) yang berbeda. Yesus memperingatkan tentang banyak orang yang akan memanggil Dia Tuhan dan bahkan melakukan banyak pekerjaan yang luar biasa, tetapi mereka tidak diselamatkan (Mat. 7:21-23). Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Kudus Akhir Zaman, yaitu Mormon, meninggikan tulisan mereka sendiri sebagai otoritas di samping Kitab Suci, dan mengajarkan bahwa keselamatan itu adalah oleh iman plus usaha, menyangkal doktrin Tritunggal, mengklaim bahwa Allah suatu ketika adalah manusia [sebelum menjadi Allah], bahwa Yesus Kristus adalah makhluk yang diciptakan, bahwa Ia memiliki banyak istri, bahwa Ia adalah saudaranya Iblis, bahwa manusia memiliki jiwa yang sudah eksis jauh sebelumnya, bahwa orang-orang hidup dapat dibaptis untuk keselamatan orang yang telah meninggal, bahwa mereka yang dengan tekun beriman di hidup ini akan menjadi allah di kehidupan berikutnya. Faktanya, Mormonisme menyangkal atau mengkorupkan semua doktrin-doktrin penting iman Perjanjian Baru. Pada tahun 1997, Jimmy Carter berkata bahaw Mormon adalah Kristen dan tidak boleh dijadikan target “penginjilan” (Carrie Moore, “Are Mormons Christians,” Deseret News, 15 Nov. 1997). Dalam wawancara tersebut, Carter menyamakan orang-orang yang menolak Mormon sebagai “Farisi.” Carter mendefinisikan filosofi pribadinya sebagai “kerohanian yang tidak menghakimi, dan rekonsiliatif.” Dia bersaksi bahwa “orang-orang di gereja lokal saya sendiri tidak tertarik mempersalahkan Mormon atau mencoba menobatkan Mormon menjadi Baptis seperti saya.” Betapa sesat!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;LUTHERAN MENYEMBAH DEWI ISIS&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gereja Lutheran Ebenezer di San Francisco sedang mengadakan “Konferensi Iman dan Feminisme” bulan ini yang akan menampilkan penyembahan dewi kuno Isis. Para pembicara yang dicanangkan termasuk Loreon Vigne, imam besar dari Isis Oasis, dan Katie Kethcum, seorang imam wanita Isis lainnya. Vigne mengatakan, “saya pribadi melihat Isis sebagai Ibu Bumi, dan bahwa dia meliputi segala sesuatu dalam sayapnya. Dia adalah dewi bersayap. Dia meliputi semua dewi lain dari budaya manapun” (“Christian Church Teams up with High Priestess of Isis,” WorldNetDaily, 29 Okt. 2011). Konferensi Iman dan Feminisme akan menampilkan sesi drum kudus, dansa, yoga kundalini, dan meditasi yang dibimbing dengan tujuan mengunjungi “kehidupan lampau.” Penyembahan Isis sudah dimulai sejak Babel kuno. Isis dan bayi dewa Horus adalah bagian dari zodiak Babilonia kuno, dan gambar-gambar mereka menjadi model bagi Madonna-nya Roma beserta anaknya. Salah satu gelar favorit dari ibu-dewi ini adalah “Mother of the Gods” dan “Queen of Heaven.” Para Lutheran yang sesat ini tidak puas menyembah versi Isis yang sudah dikristenkan; mereka mau menyembah Isis yang sebenarnya! Gereja Lutheran Ebenezer adalah bagian dari Evangelical Lutheran Church in America.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;VATIKAN MENYERUKAN ADANYA SISTEM EKONOMI DUNIA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini disadur dari “Vatican wants reform of world financial system,” AP, 24 Okt. 2011: “Vatikan pada hari Senin menyerukan reformasi radikal atas sistem finansial dunia, termasuk menciptakan suatu otoritas politik global untuk me-manage ekonomi. Sebuah proposal oleh Konsil Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian menyerukan suatu ordo ekonomi dunia baru yang didasarkan pada etika dan ‘pencapaian kebaikan umum yang universal.’ Hal ini melanjutkan pernyataan ekonomi Paus Benedictus XVI pada tahun 2009 yang menyerang mentalitas keuntungan-dengan-segala-cara sebagai hal yang menyebabkan krisis keuangan global. Namun, proposal ini mengakui bahwa suatu ‘jalan yang panjang masih perlu dilewati sebelum tiba pada terciptanya otoritas publik yang memiliki yurisdiksi universal’ dan menyarankan agar proses reformasi dimulai dengan PBB sebagai titik referensi.”&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;MENGAPA MUSIK DARLENE ZSCHECH TIDAK BAIK DIPAKAI OLEH GEREJA-GEREJA ALKITABIAH&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Darlene Zschech (dibaca “cek”), adalah salah satu suara prominen dalam gerakan pujian kontemporer. Dia adalah seorang Pantekosta-Kharismatik yang radikal. Selama 25 tahun, dia adalah “gembala sidang bagian penyembahan” di Hills Christian Life Centre di Sydney dan saat ini dia adalah gembala sidang senior (bersama suaminya) atas Gereja Unlimited. Salah satu tema Zschech adalah pentingnya persatuan ekumenis. Dia mengatakan bahwa CCM adalah “suara suatu gereja yang bersatu, yang berkumpul bersama” (dari cover album “You Shine”). Dia benar mengenai bahwa CCM adalah bagian inti dari persatuan ekumenis hari ini, tetapi orang-orang yang percaya Alkitab menyadari bahwa “gereja yang bersatu” ini adalah Pelacur yang dinubuatkan dalam Kitab Suci seperti dalam 2 Tim. 3-4 dan Wahyu 17. Dalam sebuah wawancara dengan Christianity Today tahun 2004, Zschech mengindikasikan bahwa dia merasa nyaman berada “dalam gereja Katolik, dalam gereja United, gereja Anglikan, dan di banyak gereja-gereja lain” (“Zschech, Please,” 4 Juni 2004). Zschech dan Hillsong tampil untuk acara World Youth Day Roma Katolik di Sydney tanggal 18 Juli 2008. Paus Benedict XVI hadir saat itu dan melangsungkan misa kepausan pada hari terakhir extravaganza tersebut. Zschech ikut serta dalam acara Harvest ’03 di Newcastle, NSW, sebuah konser rock ekumenis yang menyatukan sekumpulan gado-gado gereja, termasuk Presbyterian, Sidang Jemaat Allah, Anglikan, Advent hari ketujuh, Church of Christ, dan Roma Katolik (“Hunter Harvest — Rock Evangelism,” http://members.ozemail.com.au/~rseaborn/rock_evangelism.html). Seorang gembala sidang dari gereja Sidang Jemaat Allah yang hadir saat itu berkomentar, “pembangunan jembatan yang terjadi antar gereja sungguh mengesankan.” Pada kenyataannya, yang terjadi adalah kebingungan rohani dan ketidaktaatan yang mencolok terhadap Kitab Suci (contoh: Mat. 7:15; Rom. 16:17; 2 Kor. 6:14-18; 1 Tim. 4:1-6; 2 Tim. 2:16-17; 3:5; 4:3-4; dll.) Firman Allah memerintahkan kita untuk berjuang mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus (Yudas 3), namun denominasi-denominasi yang baru disebut itu memegang lusinan doktrin-doktrin yang sesat yang berlawanan dengan iman tersebut. Musiknya Zschech juga menyampaikan theologi hujan akhir (latter rain) yang salah. Sebagai contoh adalah lagu “I Believe the Presence” dari album Shout to the Lord dan lagu “Holy Spirit Rain Down.” Yang terakhir ini dimulai dengan kata-kata: “Holy Spirit, rain down, rain down/ Oh, Comforter and Friend/ How we need Your touch again/ Holy Spirit, rain down, rain down.” Di manakah di Alkitab kita diinstruksikan agar berdoa kepada Roh Kudus? Sebaliknya, Tuhan Yesus Kristus mengajarkan kita untuk berdoa kepada Bapa (Mat. 6:9). Gerakan Kharismatik tidaklah tunduk kepada Firman Allah dan tidak peduli ada atau tidak ada dukungan Alkitab terhadap jenis doa seperti ini. Sobat, musik pujian kontemporer tidaklah muncul dalam suatu kekosongan rohani. Hari-hari ini adalah hari-hari penipuan rohani dan kesesatan, dan berada di pusat kesesatan itu adalah gerakan Kharismatik. Penglihatan-penglihatanny adalah palsu; doktrinnya korup; prakteknya adalah kebingungan dan kekacauan. Gerakan Kharismatik adalah salah satu elemen yang paling kuat dalam gerakan ekumene. Ia menyatukan Roma Katolik, Protestan, Baptis, Pantekosta, dan Emergent dalam suatu persatuan tidak kudus antara kebenaran dan ketidakbenaran. Gereja-gereja Baptis Fundamental, dan yang Alkitabiah, yang memakai musik pujian kontemporer, akan menemukan bahwa musik ini membawa filosofi yang akan segera mengubah karakter gereja fundamentalis manapun. Kita perlu menyembah Tuhan Allah dalah roh dan kebenaran, tetapi kita tidak memerlukan gerakan penyembahan kontemporer yang tidak alkitabiah ini sebagai pembimbing. Saya tidak meragukan bahwa Darlene Zschech bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya, tetapi dia dan para pemimpin pujian kharismatik lainnya, tidak tahu kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Editor: Dr. Steven E. Liauw&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.graphe-ministry.org/" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;Graphe International Theological Seminary&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(www.graphe-ministry.org)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi di atas)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk berlangganan, pilih opsi “Join Group” di: http://groups.yahoo.com/group/gits_buletin/ dan ikuti petunjuk selanjutnya di layar komputer&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-104319262908548022?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/104319262908548022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=104319262908548022' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/104319262908548022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/104319262908548022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2012/01/berita-bulan-november-2011.html' title='Berita Bulan NOVEMBER 2011'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-1033875098950817711</id><published>2012-01-09T07:49:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T07:55:04.996-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>Berita Bulan OKTOBER 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;WANITA YANG MEMAKAI ROK DINILAI LEBIH TINGGI DARIPADA YANG MEMAKAI CELANA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 01 Oktober 2011, sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.wayoflife.org/" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;www.wayoflife.org&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dalam sebuah studi baru tentang lingkungan kerja, wanita-wanita yang memakai rok diberi nilai lebih tinggi daripada yang memakai celana. Ketika lebih dari tiga ratus orang diminta untuk memberikan “kesan sesaat” atas gambar-gambar wanita, baik itu yang memakai celana panjang ataupun rok, mereka lebih condong positif terhadap yang memakai rok (“Wear a Skirt to Make a Good Impression,” Daily Telegraph, 21 Sept. 2011). Mereka diminta untuk memberikan rating atas wanita-wanita tersebut dalam beberapa kriteria, termasuk rasa percaya diri, sukses, dan keandalan dapat dipercaya. Profesor Karen Pine dari Universitas Hertfordshire, yang memimpin studi ini, mengobservasi bahwa, “wanita-wanita dapat berpakaian secara feminim namun tetap dipandang konfiden dan sukses.” Perhatikan bahwa profesor yang sekuler ini mengakui bahwa rok dan gaun wanita lebih “feminim” daripada celana. Jelas sekali bahwa pakaian adalah suatu bentuk komunikasi, dan jika bagaimana seseorang berpakaian untuk bisnis adalah hal yang penting, betapa lebih penting lagi memperhatikan cara berpakaian untuk kesalehan seseorang! Celana panjang wanita diciptakan oleh fashion designer yang homoseksual, Yves Saint Laurent pada tahun 1966. Partner homoseksual jangka panjangnya Laurent, Pierre Berge, mengatakan bahwa Laurent “memainkan peran” dalam pembebasan wanita. Pada kenyataannya, dia membantu memperbudak wanita kepada fashion yang sensual dan menggoda mereka untuk menolak feminimitas yang Allah berikan. Celana panjang wanita adalah bagian dari budaya rock &amp;amp; roll yang bersifat memberontak. Linda Grant mengatakan bahwa celana panjang wanita “menempatkan wanita sejajar dengan lak-laki dalam hal pakaian” dan “adalah sumbangsih fashion kepada feminisme” (“Feminism Was Built on the Trouser Suit,” The Guardian, 3 Juni 2008). Ini seharusnya menjadi peringatan yang cukup bagi wanita-wanita yang mengasihi Tuhan untuk mengetahui bahwa mereka seharusnya sama sekali tidak terlibat dalam gerakan celana wanita modern. Jenis pakaian ini seiring dengan gerakan unisex dan pemberontakannya yang tidak malu-malu melawan Allah yang telah menciptakan laki-laki dan perempuan. “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kej. 1:27).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;NIETZSCHE YANG MENGHUJAT&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 29 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Filsuf Jerman, Friedrich Nietzsche, sangatlah berpengaruh dalam masyarakat modern, walaupun dia adalah orang yang gila selama sebelas tahun terakhir hidupnya, sampai-sampai dia mengklaim dokter-dokter Jerman menyalibkan dia dan memerintahkan kaisar Jerman untuk pergi ke Roma agar dapat ditembak. Tulisan-tulisan Nietzsche aneh, bodoh, dan kontradiktif, dan ada banyak penafsirannya, dan tiap-tiap ahli Nietzsche mengklaim memiliki yang paling benar tetapi saling bertentangan satu sama lain. Satu hal yang pasti. Orang ini membenci Allah Alkitab dan moralitas Alkitab. Dia mengejek darah Kristus, kebenaran absolut, hukum-hukum Tuhan, dan hidup yang kekal. Dia meninggikan berbohong, kebencian, keegoisan, pembalasan dendam. Dia adalah bapa dari filosofi “Allah sudah mati” (God is dead) dan gerakan self-esteem. Dia mengajar bahwa manusia bisa mengevolusikan dirinya menuju ruang lingkup yang lebih tinggi sebagai overman atau superman, tuan atas takdirnya sendiri. Walaupun Nietzsche menolak rasisme biologis, Hitler sangat suka dengan konsep filsuf ini tentang superman dan menyimpang patungnya yang dipertunjukkan dengan mentereng. Nietzsche juga disukai oleh antara lain Herman Hesse, Sigmund Freud, Carl Jung, George Bernard Shaw, Paul Tillich, Jean Paul Sartre, dan Clarence Darrow (pengacara yang membela evolusi dalam persidangan Scopes). Baru-baru ini saya dengan susah payah membaca tulisannya yang sangat berlebih-lebihan, Thus Spoke Zarathustra, yang diselesaikan tahun 1885, tetapi diterbitkan setelah Nietzsche menjadi gila tiga tahun kemudian. Berikut ini adalah beberapa kutipan: “Pernah suatu ketika dosa melawan Allah adalah dosa terbesar; tetapi Allah mati, dan orang-orang berdosa ini mati bersama dia. Berdosa melawan bumi kini adalah hal yang paling menakutkan. …tidak ada Iblis dan tidak ada neraka. Jiwamu akan mati bahkan sebelum tubuhmu; jangan takut apa-apa lagi. …Ego-ku mengajarkan suatu kesombongan baru, dan hal ini saya ajarkan kepada orang-orang: jangan lagi membenamkan kepala di dalam pasir hal-hal surgawi, tetapi biarkanlah bebas, suatu kepala yang duniawi, yang menciptakan suatu arti bagi bumi. …Kini saya adalah terang, kini saya terbang, kini saya melihat diri sendiri di bawah diri sendiri, kini suatu dewa menari melalui saya. ….Sungguh, Yesus Ibrani itu mati terlalu cepat. …Kiranya dia tetap di padang gurun dan jauh dari yang baik dan yang saleh! Mungkin dia bisa belajar hidup dan mencintai bumi – dan tertawa juga. Percayalah, saudara-saudara! Dia mati terlalu cepat; dia sendiri pasti menyangkali pengajarannya sendiri kalau dia sudah sampai umur saya” (The Portable Nietzsche, diedit dan diterjemahkan oleh Walter Kaufman).&lt;span id="more-3702" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;ISLAMIS MEMENGGAL SEORANG KRISTEN 17 TAHUN DI SOMALIA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 29 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Berikut ini disadur dari “Islamic Extremists in Somalia Behead 17-year-old Somali Christian,” Compass Direct News, 19 Okt. 2011: “Militan dari ekstrimis Islam al Shabaab memenggal seorang Kristen Somali berusia 17 tahun dekat Mogadishu bulan lalu, demikian diberitahukan kepada Compass oleh seorang jurnalis di ibukota Somali itu. Para militan itu, yang telah bersumpah untuk membersihkan Somalia dari kekristenan, membunuh Guled Jama Muktar pada tanggal 25 September di rumahnya dekat Deynile, sekitar 20 km dari Mogadishu. Kelompok ekstrimis Islam itu telah memantau keluarganya sejak orang-orang Kristen tersebut tiba di Somalia dari Kenya pada tahun 2008, kata sumber di Mogadishu, yang meminta untuk tidak dicantumkan namanya. Para militan Islam, yang sedang melawan pemerintah sementara untuk mendapatkan kontrol atas negara itu, tahu dari pemantauan mereka terhadap keluarga itu bahwa mereka orang Kristen, demikian kata sumber tersebut. ‘Saya pribadi mengenal keluarga ini sebagai orang-orang Kristen yang biasanya mengadakan pertemuan Alkitab rahasia di rumah mereka,’ ia mengatakan.”&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;HATI-HATI TERHADAP QUICK PRAYERISM&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 29 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Quick Prayerism&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;adalah suatu metode penginjilan yang cepat sekali membuat orang mengucapkan doa orang berdosa setelah penjelasan Injil yang dangkal yang biasanya sama sekali tidak menyinggung pentingnya pertobatan. Metode ini cepat juga menyatakan seseorang sudah diselamatan dan memberikan mereka “jaminan” dan mencoba membaptis dia bahkan jika orang itu sama sekali tidak menunjukkan bukti alkitabiah bahwa dia telah lahir baru. Seringkali, Quick Prayerism menggunakan manipulasi-manipulasi penjualan (sales) psikologis. Dalam Quick Prayerism, suatu “doa orang berdosa” yang kosong seringkali menggantikan kerja Roh Kudus dan kelahiran kembali yang ajaib.&amp;nbsp;Quick Prayerism memiliki ciri adanya laporan memenangkan jiwa yang angkanya berlebihan, karena ternyata jumlah pertobatan sejati sangatlah kecil dibandingkan statistik yang dilaporkan. Kita menyebutnya “prayerism” karena metode ini berfokus pada suatu doa. Kita menyebutnya “quick prayerism” karena metode ini spesialis dalam menggunakan presentasi yang cepat dan mendorong untuk keputusan yang cepat disertai suatu kedangkalan umum dan tidak adanya kedalaman alkitabiah. Sebuah contoh metode ini disampaikan kepada saya oleh seorang teman yang merasakan pengalaman berikut di sebuah gereja dengan sekolah tinggi alkitab yang besar. Si penginjil yang dimaksud adalah misionari veteran ke Jepang, seorang yang memiliki pengaruh besar dalam lingkup Baptis Independen. “Kami pergi keluar bersama staf mereka pada Sabtu pagi untuk penginjilan. Segera kami dipasangkan dengan para veteran. Pintu pertama yang kami kunjungi, kami bertemu dengan seorang Katolik yang ramah, dan saya kaget melihat orang itu ‘diselamatkan’ di depan mata saya sambil si … [penginjil veteran] menuntun dia dari beberapa perikop Alkitab hingga mengucapkan doa orang berdosa dengan sedemikian mulus sehingga saya sendiri tidak menyangkanya. Saya menyadarkan diri dan sementara si … sedang mencatat detil kontak orang tersebut, saya bertanya kepada orang itu apakah (1) dia percaya dia adalah orang yang baik dan (2) apakah mungkin untuk masuk Surga dengan cara menjadi orang yang baik. Orang yang baru saja ‘diselamatkan’ ini menjawab kedua pertanyaan dengan “YA.” Saya memandang sekeliling dan dua orang di samping saya itu tidak mengatakan atau melakukan apa-apa. Kami pergi lagi ke beberapa tempat, dan akhirnya sampai ke sebuah rumah yang dihuni seorang wanita muda Roma Katolik yang menjawab ketukan pintu. Dia mengaku dia adalah seorang Kristen. Walaupun dia mengatakan bahwa semua gereja itu sama, si … memberikan dia jaminan masuk surga dengan mengutip 1 Yoh. 5:13.” Banyak gereja yang telah mengadopsi metode penginjilan yang tidak alkitabiah ini dan telah menghasilkan jutaan pengakuan palsu di seluruh dunia dan telah memberikan harapan palsu kepada orang-orang ini. Ada banyak gereja yang hanya dapat memperlihatkan segelintir orang yang benar-benar telah menjadi ciptaan baru dibandingkan dengan ratusan petobat yang mereka klaim. Pertobatan dan metodologi penginjilan bukanlah isu kecil yang dapat dianggap “tidak esensial.” Quick Prayerism adalah maut dalam belanga bagi gereja manapun yang mempraktekkannya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;TIDAK ADA GEREJA TERSISA DI AFGHANISTAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Berikut ini disadur dari “Not a Single Christian Church Left,” CNSNews.com, 10 Okt. 2011: “Tidak ada satupun lagi gereja Kristen yang diketahui publik di Afghanistan, menurut Kementerian Luar Negeri AS. Ini merefleksikan kondisi kebebasan beragama di negara tersebut sepuluh tahun setelah Amerika Serikat pertama kali menyerangnya dan menggulingkan rezim Islam Taliban di sana. Dalam dekade yang berlangsung setelah itu, pembayar pajak di AS telah menghabiskan $440 milyar untuk mendukung pemerintah baru Afghanistan dan lebih dari 1700 personel militer AS telah mati melayani di negara itu. Gereja Kristen yang diketahui publik yang terakhir di Afghanistan dihancurkan pada bulan Maret 2010, menurut Laporan Kebebasan Beragama Internasional oleh Kementerian Luar Negeri. …Belakangan ini, kebebasan beragama di Afghanistan telah memburuk, menurut Kementerian Luar Negeri. ‘Rasa hormat pemerintah terhadap kebebasan beragama dalam hukum dan praktek telah menurun dalam periode waktu ini, terutama untuk kelompok atau individu Kristen,’ demikian bunyi laporan tersebut. ‘Pendapat masyarakat yang negatif dan kecurigaan terhadap aktivitas-aktivitas Kristen menyebabkan kelompok-kelompok dan individu-individu Kristen dibidik, termasuk orang-orang Muslim yang menjadi Kristen,’ laporan menjelaskan. ‘Kurangnya respons dan proteksi pemerintah untuk kelompok-kelompok dan individu-individu ini menyebabkan rusaknya kebebasan beragama.’ Kebanyakan orang Kristen di negara itu menolak untuk ‘menyatakan iman mereka atau berkumpul bersama secara terbuka untuk kebaktian,’ kata Kementerian Luar Negeri.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;MEMBERSIHKAN LALANG ATAU MENANAM BENIH&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pada tahun 2009 saya mendengar sebuah khotbah oleh seorang pengkhotbah (di Amerika) yang terkenal, yang berbicara sangat negatif mengenai pelayanan “memberi peringatan.” Dia mengatakan: “Saya pernah mendengar cerita tentang seorang petani tua yang memutuskan bahwa dia tidak ingin ada satu pun lalang di ladangnya. Dia mempekerjakan lebih banyak lagi orang dan akhirnya mencapai tujuannya, tidak ada satu pun lalang di ladangnya. Sekarang masalahnya adalah dia tidak menanam satu pun tumbuhan. Dan kebanyakan pemimpin yang memecah belah, yang berkhotbah tentang isu-isu doktrinal, hidup seperti itu dan membahayakan pelayanannya.” Jika ada waktu yang tepat untuk memberi peringatan yang saleh, saat inilah waktunya, namun ada penolakan yang semakin kuat di banyak kalangan terhadap peringatan-peringatan Firman Tuhan. Semakin banyak orang mengabaikan peringatan tentang isu-isu yang jelas. Ada yang berkata bahwa boleh memperingatkan tentang liberalisme, dan Saksi Yehovah, dan bidat-bidat, dan hal-hal yang jelas “sesat,” – tetapi bahwa kita jangan mengritik gereja lain. Tetapi di manakah dalam Alkitab dikatakan bahwa orang Kristen tidak boleh ditegur? Banyak orang berpikir bahwa isu-isu seperti bahasa lidah, musik, standar berpakaian, Kalvinisme, Injili, perjamuan “kudus,” dan banyak kesalahan lain, adalah hal-hal yang tidak perlu disinggung. Faktanya adalah, kita perlu membersihkan lalang sekaligus menanam benih, bukan memilih salah satu. Kita membersihkan lalang melalui peringatan dan teguran dan menanam benih melalui penginjilan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;OTAK BAKTERI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 22 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Berikut ini dari Creation Moments, 14 Oktober 2011: “Para peneliti kini mendapatkan bahwa bakteri memiliki indera yang mirip dengan pendengaran dan penglihatan kita. Bakteri bahkan memiliki otak yang menerima informasi dari indera mereka itu. Mereka dapat membuat keputusan. Namun, semua ini belum dapat menjelaskan bagaimana bakteri dapat membuat keputusan untuk berenang menuju makanan. Ketika anda ingin makan coklat, anda tahu ke mana harus pergi, bahkan jika harus ke toko terdekat. Anda juga bisa mengambil jalan lain agar tidak terlihat oleh dokter gigimu. Semua ini melibatkan memori, yang telah sejak dulu dianggap bagian dari pikiran. Para peneliti, dengan menggunakan berbagai bahan percobaan yang dapat menarik atau menyengat bakteri, kini tahu bahwa bakteri memang memiliki memori jangka panjang maupun jangka pendek. Mereka ingat di mana ada makanan yang enak. Sekali sebuah bakteri mengembangkan strategi untuk menghadapi sesuatu yang tidak dikenal, ia akan ingat apa yang harus dilakukan kali berikutnya. Penemuan ini mengejutkan para ilmuwan. Mereka tahu bahwa ketika anda atau saya memutuskan untuk maju atau mundur, setidaknya ratusan dan mungkin ribuan sel otak terlibat. Bakteri yang hanya satu sel dapat membuat keputusan yang sama berdasarkan memori akan masa lalu.”&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;RICK WARREN MEREKOMENDASIKAN PERENUNGAN TANPA KATA-KATA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Gereja Saddleback merekomendasikan banyak sekali buku-buku mengenai mistikisme kontemplatif di website-nya. Spiritual Disciplines Handbook oleh Adele Calhoun, misalnya, dimasukkan di bawah kategori “Spiritual Growth” selama dua tahun terakhir. Rick Warren, gembala sidang senior di Saddleback, berpura-pura bahwa doa kontemplatif hanyalah mencari tempat sunyi untuk bermeditasi atas Firman Allah, tetapi sebenarnya lebih dari itu. Warren mengatakan bahwa doa kontemplatif tidaklah seperti yoga, tetapi sebagai mantan anggota klub meditasi Hindu, saya dapat bersaksi bahwa praktek-praktek seperti centering prayer jelas sangat mirip dengan yoga. Adele Calhoun merekomendasikan praktek-praktek kebiaraan Roma Katolik, yang dulunya dipinjam dari agama-agama kafir, seperti yang sudah kami dokumentasikan dalam buku Contemplative Mysticism. Calhoun mendaftarkan tokoh-tokoh Katolik sebagai “tutor rohani,” termasuk M. Basil Pennington, Henri Nouwen, Peter Kreeft, William Meninger, Francis de Sales, Richard Rohr, William Johnson, Teresa of Avila, Thomas Keating, John of the Cross, Brother Lawrence, Tilden Edwards, Ignatius Loyola, St. Benedict, Thomas Merton, John Henry Newman, Julian of Norwich. Orang-orang ini bukan hanya adalah individu-individu yang tersesat sangat jauh di dalam kesesatan Katolik, tetapi banyak yang telah dipimpin oleh praktek-praktek mistik mereka menuju universalisme, panentheisme, dan bahkan penyembahan berhala yang vulgar. (Sebagai contoh, Thomas Merton menyembah patung-patung Budha) Calhoun merekomendasikan untuk mengikuti kalender Roma Katolik, mencari arah rohani dari ordo-ordo Katolik, dan mengunjungi pusat-pusat retreat Katolik. Dia menggambarkan sebuah ziarah yang dia lakukan bersama 30 wanita di “kelompok perjanjian”nya untuk mengunjungi situs-situs para mistik Katolik untuk mempelajari praktek-praktek mereka. Dia merekomendasikan serombongan praktek-praktek kontemplatif yang tidak alkitabiah, termasuk Jesus prayer (berisi pengulangan berkali-kali yang sia-sia), palms up palms down (telapak ke atas, telapak ke bawah, suatu visualisasi psikologis), lectio divina, imagination prayer, centering prayer, breath prayer, practicing the presence (melatih hadirat), silence (keheningan), and spiritual direction. Dia merekomendasikan menggunakan satu kata sebagai mantra untuk mengusir pikiran yang sadar. “Pilih sebuah kata yang sederhana …Biarkan kata ini menjaga perhatianmu. …Ketika pikiranmu mulai berkelana, jatuhkan ke dasar pikiranmu. Jangan mengejar mereka. …Bayangkan pikiran-pikiranmu yang mengganggu sebagai bagian dari kotoran yang terapung di atas aliran sungai. Jangan mencoba untuk menangkap pikiran-pikiran ini; lepaskan mereka dan biarkan sungai kehidupan Allah membawa mereka pergi.” Dalam menggambarkan mistikismenya, dia mengutip Richard Rohr, “Doa secara utama bukanlah mengatakan kata-kata atau memikirkan pikiran-pikiran. Sebaliknya, doa adalah suatu sikap. Doa adalah suatu cara hidup di hadapan sang Hadirat.” Ini bukanlah perenungan Alkitabiah; ini adalah mistikisme buta. Bahkan mengenai renungan pembacaan Alkitab, Calhoun merendahkan “secara mental mengkritisi atau mengeksegesis teks.” Sebaliknya, Alkitab katanya harus dipakai sebagai papan loncat untuk mistikisme sambil orang itu menolak untuk menganalisa teks, tetapi hanya “mendengar dan menunggu.” Sulit untuk melebih-lebihkan betapa besarnya bahaya yang terkandung dalam mistikisme kontemplatif, dan tidaklah mungkin untuk memberi peringatan yang terlalu keras dan jelas mengenai kebutaan rohani para “injili” yang mempromosikan hal-hal seperti ini.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;MEREKA MEMBAYAR HUTANG MEREKA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Saya tidak kenal dengan keluarga Bailey yang merupakan topik laporan berikut, tetapi saya senang dengan cara mereka bertanggungjawab atas tindakan mereka dan membayar hutang-hutang mereka. Saya kenal dengan anggota-anggota gereja yang telah mengajukan klaim kebangkrutan dan lalu pergi meninggalkan hutang. Ini memang sah secara hukum tetapi ini bukan tindakan yang benar. Ada saat-saat anda tidak dapat membayar hutang tertentu pada waktu yang ditentukan dan anda harus memperpanjang masa pembayaran dan tidak ada yang salah dengan usaha renegosiasi syarat-syarat suatu pinjaman dalam situasi yang terpaksa, tetapi anda tetap harus membayar hutang itu karena anda telah memberikan janji anda ketika anda meminjamnya dan seorang Kristen haruslah menepati janji. “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota” (Ef. 4:25). Berikut ini disadur dari “Michigan Couple Honored for Paying Off $92,000 Credit Card Debt,” (Pasangan di Michigan Mendapat Penghargaan Karena Membayar Lunas Hutang Kartu Kredit Mereka Sebesar $92.000) Yahoo Finance, 22 Sept. 2011: “Pemerintah AS bisa belajar banyak tentang mengurangi hutang dari Jerry dan Sue Bailey. Pasangan yang tinggal di kota Jackson, Michigan itu, melunasi $92.000 hutang kartu kredit dalam lima setengah tahun. Pelunasan hutang mereka yang sedemikian besar itu membuat mereka meraih penghargaan Clients of the Year dari National Foundation for Credit Counseling …Bagaimanakah keluarga Bailey bisa sampai kepada kondisi demikian? Dari tahun 1992 hingga 2005, mereka menumpuk tagihan di 17 kartu kredit yang berbeda. Semasa itu, mereka membayar dua pernikahan dua putri mereka (masing-masing $5000), mengganti transmisi mobil mereka yang rusak, melakukan banyak perbaikan di rumah mereka dan mengganti atap rumah ketika bocor. Semuanya masuk ke kartu kredit. …Jerry [seorang gembala sidang] mengurus keuangan keluarga tetapi tidak membiarkan istrinya, seorang perawat, tahu berapa banyak hutang mereka menumpuk. ‘Petunjuk pertama bagi saya adalah ketika orang-orang mulai menelpon rumah,’ kata Sue Bailey, menggambarkan telpon-telpon dari debt-collector tentang tagihan-tagihan yang tidak dibayar. …Pasangan itu mencari pertolongan pada bulan Mei 2005 dari credit union lokal mereka. Seorang representatif mengusulkan agar mereka mengajukan klaim kebangkrutan, tetapi pasangan tersebut menolak opsi itu. ‘Kami tidak percaya hal seperti itu,’ kata Sue Bailey. ‘Kami percaya membayar hutang kami.’ Credit union itu lalu mengusulkan agar mereka mengontak GreenPath Debt Solutions, suatu agensi konseling hutang yang nonprofit. …Greenpath dan agensi konseling hutang nonprofit lainnya memasukkan orang-orang yang dalam masalah finansial ke dalam program-program manajemen hutang untuk membayar hutang-hutang yang besar. …Agensi-agensi tersebut memiliki sejarah yang panjang bernegosiasi dengan para kreditur untuk menurunkan tingkat bunga dan membuat cicilan bulanan yang dapat dibayar. Perjalanan keluarga Bailey menuju bebas hutang tidaklah mudah. .. Melalui perencanaan keuangan yang ketat, pengorbanan, dan melakukan pekerjaan tambahan untuk mendapatkan penghasilan lebih, keluarga Bailey akhirnya membayar lunas hutang mereka pada bulan Oktober 2010. …Nasihat Sue Bailey kepada pasangan lain: ‘Bicaralah satu sama lain; jangan saling menyalahkan. Saya tidak menyalahkan dia. Kami melakukannya bersama.’”&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;AMERIKA DALAM NUBUATAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 01 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Berikut ini sedikit refleksi dari seorang Amerika tentang negaranya. Karena Amerika memainkan peran internasional yang begitu penting, dan juga adalah negara pengirim misi terbanyak, hal ini baik untuk kita simak, sekaligus merangsang kita untuk merenung tentang Indonesia juga.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Banyak orang bertanya-tanya apakah Amerika disinggung dalam nubuatan Alkitab. Pada kenyataannya, dia memang disebut banyak kali, tetapi tidak disebut namanya persis, melainkan disebut sebagai salah satu negara non-Yahudi dengan sebutan “bangsa-bangsa lain.” Amerika memiliki warisan yang unik. Dia telah sejak lama menjadi benteng kebebasan beragama dan suatu kekuatan dinamis dalam penginjilan dunia. Dia telah mendukung Israel lebih dari bangsa non-Yahudi manapun dan telah mengalami berkat-berkat Allah dalam banyak cara, tetapi Amerika tidak pernah lebih dari bangsa-bangsa non-Yahudi lainnya dan kebanyakan warga negaranya tidak pernah lahir baru. Ini adalah fakta yang benar di abad 18, 19, dan 20. Dengan rusaknya sebagian besar gereja-gerejanya, Amerika yang dulunya adalah teman, kini dengan cepat menjadi musuh kebenaran dan kesalehan. Ketika orang-orang kudus yang lahir baru nanti diangkat dalam Rapture, tidak akan ada yang tersisa selain suatu bangsa kafir yang sombong yang siap melayani Antikristus. Berikut ini adalah beberapa nubuat yang menggambarkan masa depan semua bangsa selain Israel. Dalam Mazmur 2:1-3 kita melihat semua bangsa rusuh dan berperkara melawan Allah dan Kristus dan menolak hukum-hukum Allah. Ini adalah gambaran yang sempurna akan Amerika sebagai suatu bangsa bahkan hari ini, dan pemberontakan ini akan terus meningkat intensitasnya setelah Pengangkatan (Rapture). Amerika akan menyerah kepada otoritas Antikristus. “Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih….Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya” (Wah. 13:8, 16). Amerika akan termasuk bangsa-bangsa yang bersukacita dan saling mengirim hadiah ketika Kedua Saksi dibunuh oleh Antikristus (Wah. 11:10). Amerika akan menjadi salah satu bangsa yang mabuk oleh anggur milik Babilon zaman akhir. ” Lalu ia berkata kepadaku: “Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa” (Wah. 17:15). Amerika akan menjadi salah satu bangsa yang berkumpul menuju Harmagedon. “Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa….Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya” (Wah. 16:14; 19:19). Amerika akan dihakimi oleh Kristus pada saat kedatanganNya kembali ketika Ia memisahkan domba dari kambing menurut bagaimana mereka memperlakukan Israel dan 144.000 penginjil Yahudi selama masa Kesusahan Besar (Mat. 25:31-46).”&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;CHARLES STANLEY MEMPROMOSIKAN MISTIKISME KONTEMPLATIF&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Berita Mingguan GITS 01 Oktober 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Di dalam isu Oktober 2011 dari majalah In Touch, Charles Stanley dengan mentereng mempromosikan mistikisme kontemplatif. Perhatikan kutipan berikut: “…kesendirian adalah pilihan yang disengaja untuk menghabiskan waktu bersama Allah dan memberikan Dia perhatianmu yang sepenuhnya…..Saran pertama saya adalah untuk menemukan tempat yang sunyi yang bebas dari gangguan. Ketika anda di tempat itu, langkah berikutnya adalah JANGAN MELAKUKAN APA-APA, tetapi buatlah dirimu terbuka bagi Tuhan. Pada saat itu, Allah tidak harus sedang mengharapkan engkau membaca suatu daftar doa atau mempelajari suatu renungan. Dengan sederhana undanglah Dia untuk bertemu denganmu dalam kesunyian dan berbicara kepadamu melalui FirmanNya, dengan cara apapun yang Dia pilih. Bergantung pada keperluanmu, Dia bisa mengucapkan kata-kata penguatan atau instruksi, atau hanya mengelilingi engkau dengan kasihNya. Jangan putus asa jika MERASAKAN HADIRATNYA tidak terjadi seketika. Dengan waktu, anda AKAN MERASAKANNYA dengan suatu cara yang mengubahmu dan tak dapat terlupakan….melalui kesendirian kita menjadi intim dengan Allah, dan tidak ada di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan mengenal Dia secara mendalam” (“Ask Dr. Stanley,” In Touch, Okt. 2011). Yang sedang direkomendasikan oleh Stanley bukanlah meditasi alkitabiah; ini adalah mistikisme buta yang dipinjam dari masa lalu monastik Roma yang gelap. Stanley tidak menjelaskan tentang bagaimana mencari waktu sendiri bersama Allah tanpa gangguan dan mempelajari dan merenungkan Firman Tuhan dan berdoa. Dia menjelaskan bagaimana duduk dalam keheningan dan TIDAK MELAKUKAN APA-APA dan berharap Allah akan menemui saya dalam konteks seperti itu. Ketika dia menyinggung Allah berbicara melalui “FirmanNya,” dia bukan memaksudkan Alkitab tetapi kepada suatu pengalaman, suatu perasaan, suatu intuisi. Mencari suatu “pengalaman” dengan Allah adalah lawan dari berjalan dengan iman (yang hanya datang melalui Firman Allah, Alkitab, lihat Roma 10:17), dan adalah resep manjur menuju penipuan rohani. Jika saya mengikuti rekomendasi Charles Stanley untuk mencari Allah dalam “keheningan” dan berharap Dia menyatakan DiriNya kepada saya dalam suatu pengalaman tertentu di luar Alkitab, bagaimana saya bisa tahu bahwa yang berbicara adalah Allah? Alkitab berulang kali memperingatkan tentang bahaya ditipu oleh Iblis, yang menjelma menjadi malaikat terang (mis. 2 Kor. 11; 1 Pet. 5:8). Firman Allah menginstruksikan orang percaya untuk tetap sadar dan berjaga-jaga secara rohani terhadap penipuan rohani di segala waktu. Setiap pikiran dan pengalaman harus dengan hati-hati diuji dengan Kitab Suci Kudus. Mistikisme kontemplatif juga dipromosikan pada isu bulan Januari 2011 dan Januari 2010 dari majalah In Touch. Charles Stanley adalah satu lagi contoh “Injili konservatif” yang menjadi jembatan ke lautan yang berbahaya dan kesesatan akhir zaman.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Editor: Dr. Steven E. Liauw&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Graphe International Theological Seminary (&lt;a href="http://www.graphe-ministry.org/" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;www.graphe-ministry.org&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi di atas)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Untuk berlangganan, pilih opsi “Join Group” di: http://groups.yahoo.com/group/gits_buletin/ dan ikuti petunjuk selanjutnya di layar komputer&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-1033875098950817711?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/1033875098950817711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=1033875098950817711' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/1033875098950817711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/1033875098950817711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2012/01/berita-bulan-oktober-2011.html' title='Berita Bulan OKTOBER 2011'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-1037186054680298354</id><published>2011-11-17T02:12:00.001-08:00</published><updated>2011-11-17T02:13:23.140-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FUNDAMENTAL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doktrin Gereja'/><title type='text'>Daftar Alamat Gereja Alkitabiah di Indonesia</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Daftar Alamat Gereja Alkitabiah di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;Gereja Baptis Independen Alkitabiah (GBIA) di Indonesia:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;1. GBIA Graphe (Gbl. Suhento Liauw, Th.D, Wakil Gembala Steven Einstain Liauw, Th.D)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;Jl. Danau Agung 2, No. 5-7, Sunter, Jakarta 14350,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;INDONESIA | (021) 6471-4156&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;a href="http://www.graphe-ministry.org/" style="color: #0b5eb4; text-decoration: none;"&gt;http://www.graphe-ministry.org&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;08:00 - 08:45&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sekolah Minggu Dewasa &amp;amp; Anak-anak&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;09:00 - 11:00&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kebaktian Umum Pagi&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;17:00 - 18:30&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kebaktian Bahasa Inggris Malam&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Rabu 19:00 - 20:30&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kebaktian Doa&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jumat 19:30 - 20:30&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Persekutuan Kaum Wanita&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Sabtu&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;19:00 - 20:30&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Persekutuan Pemuda&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;19:00 - 20:30&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Persekutuan Remaja&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;2. GBIA Kebenaran (Gbl. Kurnia Kristanto, S.Th.)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Ruko &amp;nbsp;PLAZA CUT MUTIA Blok A5 No.1&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Bekasi Timur 17113&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Hp. 0812-1406 5868&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp; : &amp;nbsp; Minggu, jam 10.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;3. GBIA Depok (Gbl. Alki F. Tombuku, BBS)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Kamboja No. 27&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Depok Lama – Jawa Barat &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Telp. 6874 0965 (Flexi)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp; &amp;nbsp; : &amp;nbsp; Minggu, jam 10.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;4. GBIA Eben Haezer (Gbl. Silwanus T., BBS)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Y. C. Oevang Oeray, Baning Kota&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Sintang-Kalimantan Barat&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Hp. 0813-3947 1549&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp;: &amp;nbsp; Minggu, jam 09.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;5. GBIA Filadelfia (Gbl. Firman Legowo, S.Th.)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Maleo Blok H No.7, Perum. Taman Gading Jaya 2&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kota Baru, Tanjung Karang – Bandar Lampung &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Telp. 0721-266225; 0813-8651 5583&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp;: Minggu, jam 09.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;6. GBIA Petra (Gbl. Hansen H., MBS)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Kapuk Raya No. 52a&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kapuk - Jakarta Barat Hp. 0812-1393 8445&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;e-mail: knight_hansen@yahoo.co.id&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum : &amp;nbsp; Minggu, jam 09.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;7. GBIA Candipuro (Gbl. Joko R., S.Th.)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Majapahit No. 240 Rt. 06 Rw. 03&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Bumi Jaya Candipuro - Lampung Selatan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Hp. 0856-93548443; e-mail: joko_akien@yahoo.co.id&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp;: &amp;nbsp; Minggu, jam 09.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;8. GBIA Anugerah (Gbl. Irwanto, MBS)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Raya Kulor No. 27 (depan batalyon 641)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Singkawang Timur 79112&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Hp. 0813 - 4526 5994&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp;: &amp;nbsp; Minggu, jam 09.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;9. GBIA John the Baptist (Gbl. John Sung, S. Th.)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Prudential Office Agency&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Nusa Indah 1 Lantai 3 Kalimantan Barat&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;email: johnbaptistsung@yahoo.com Hp. 0856-5000 777&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;a href="http://gbiapontianak.blogspot.com/" style="color: #0b5eb4; text-decoration: none;"&gt;http://gbiapontianak.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum : &amp;nbsp; Minggu, jam 10.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Tunas GBIA Yang Sudah Ada Kebaktian Rutin&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;10. GBIA Grammata (Ev. Arifan K., S. Th.)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Boulevard Raya AA3 No. 56&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Gading Serpong Tangerang &amp;nbsp; Hp. 0818 - 0882 8502&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;e-mail: tigras_00@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp;: &amp;nbsp; Minggu, jam 09.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;11. GBIA Maranatha (Gbl. Kurnia K., S.Th.)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Raya Pasar Kecapi, Keluharan Jati Rahayu&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kecamatan Pondok Melati Rt.09 Rw.16&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Hp. 0813-85392281&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp;: &amp;nbsp; Minggu, jam 09.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;12. GBIA Logos (Ev. Aji Sastro, B. Th.)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Belitung, Gang Heppy No. 51&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Singkawang Barat - Kalbar Hp. 0856-97153-477&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;e-mail: Sastro_ng@yahoo.co.id&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp;: &amp;nbsp; Minggu, jam 09.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;13. GBIA ABEPURA (Ev. Tumbur L., MBS)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Pasar Youtefa, Gg. Kebenaran &amp;nbsp;No.1 &amp;nbsp;ABEPURA&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;(belakang SMK 5 Jayapura) &amp;nbsp; Hp. 0813-11222-767&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;e-mail: tumburlumbanraja@yahoo.com&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp;: &amp;nbsp; Minggu, jam 09.00 WIT&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;14. GBIA Kanaan (Sdr. Simson)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Kyai Mas Mansyur No. 154D&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Ruko Praktek Dokter Meyanti (Jembatan Lima - Jakbar)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Telp. (021) 94896656, &amp;nbsp;081315952862&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;: &amp;nbsp; Minggu, jam 08.15&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;15. GBIA Semarang (Ev. Rian Basuki, S.Th.)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Dargo, Ruko Plaza Dargo Blok D1 Semarang &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Telp. (024) 7088 9777; 0813 - 8463 3040&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;gbia.semarang@gmail.com&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;a href="http://gbiasemarang.blogspot.com/" style="color: #0b5eb4; text-decoration: none;"&gt;http://gbiasemarang.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp;: &amp;nbsp; Minggu, jam 09.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;16. GBIA Bethel (Ev. Suandi Rangking, S.Th.)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Sungai Ayak, Kabupaten Sintang&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kalimantan Barat&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Hp. 0813-4576 4698&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp; : &amp;nbsp; Minggu, jam 07.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;17. GBIA Aletheia (Ev. Supriadi, S. Th.)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kompleks Ruko Mall Fantasi Blok Ab9 No. 10&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Balikpapan Baru Hp. 0856-91222 436; 0542-56 300 76&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;e-mail: Congsusana@ymail.com&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp;: &amp;nbsp; Minggu, jam 09.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;18. GBIA Metanoia (Ev. Are Ely Laia, M.Div.)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Nias No. 49&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Pematang Siantar &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Hp. 0813 - 1942 2492&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp;: &amp;nbsp; Minggu, jam 10.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;19. GBIA &amp;nbsp;Remnant (Ev. Suwandi)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jl. Transkalimantan Km.45&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Pontianak, Kalimantan Barat&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;HP 0813-83737386&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum &amp;nbsp;: &amp;nbsp; Minggu, jam 09.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;20. GBIA Batukarang (Ev. Teguh Sujarwo)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Ruko Patukan no 1 Jl. Patukan, Gamping Lor&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jogjakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;a href="http://gbia.wordpress.com/" style="color: #0b5eb4; text-decoration: none;"&gt;http://gbia.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;HP 0888.2740.986&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kebaktian Umum : Minggu, jam 10.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Pemahaman Alkitab: Kamis, jam 19.00&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;b&gt;Penginjil Yang Sedang Menginjil Untuk Mendirikan Jemaat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;21. Ev. Andarsono &amp;nbsp; (Bengkayang - Kalbar) &amp;nbsp; Hp. 0852 - 5255 9250 &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;22. Ev. Elisa (Balikpapan Kalimantan Timur) Hp. 0856 - 9256 4668&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;23. Ev. Anyut (Metro Lampung) Hp. 0813 - 8363 3414&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;24. Ev. Mulyono (Singkawang, Kalimantan Barat) Hp. 0815 - 1109 7377&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;25. Ev. Timotius (Jaya Pura, Papua) Hp. 0813 - 4454 6041&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;26. Ev. Mitorya (Sintang, &amp;nbsp;Kalimantan Barat) Hp. 0857 - 820 6554&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;27. Ev. Wesli (Sintang, &amp;nbsp;Kalimantan Barat) Hp. 0852 - 8470 8076&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;28. Ev. Hermanto (Pekan Baru, Riau) Hp. 0881 - 8088 575&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;29. Ev. Filipus (Surabaya) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Hp. 0852 - 3639 1340&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;30. Ev. Ration (Nanga Pinoh - Kalbar) &amp;nbsp; Hp. 0852 - 1558 7717&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;31. Ev. Johnny T. (Manado-Bitung - Sulut) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Hp. 0852 - 4516 3668&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;32. Ev. Yos Pagirik (Makassar - Sulsel) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Hp. 0813 - 1617 2534&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;33. Ev. Teguh Sriyono (Salatiga - Jawa Tengah) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Hp. 0813 - 90902082&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Situs Pelayanan Tentmaker:&amp;nbsp;&lt;a href="http://air-hidup.com/" style="color: #0b5eb4; text-decoration: none;"&gt;http://air-hidup.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jika saudara-saudari berada di daerah atau kota-kota yang terdekat, hubungi dan carilah alamat gereja yang sudah ada di atas. Mari bergabung dalam sebuah jemaat Alkitabiah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-1037186054680298354?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/1037186054680298354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=1037186054680298354' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/1037186054680298354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/1037186054680298354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2011/11/daftar-alamat-gereja-alkitabiah-di.html' title='Daftar Alamat Gereja Alkitabiah di Indonesia'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-1315459613036821230</id><published>2011-11-14T09:39:00.001-08:00</published><updated>2011-11-14T09:43:23.665-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KESELAMATAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AKHIR ZAMAN'/><title type='text'>Kitab Kehidupan dan Dampaknya pada Doktrin Keselamatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://graphe-ministry.org/downloads/Kitab_kehidupan.pdf" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;Kitab Kehidupan&amp;nbsp;Dan Dampaknya Pada Doktrin Keselamatan&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center;"&gt;Dr. Steven E. Liauw,&amp;nbsp;Graphe International Theological Seminary&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab Kehidupan adalah salah satu misteri di dalam&amp;nbsp;&lt;a href="http://dedewijaya.blogspot.com/search/label/doktrin%20alkitab" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;Alkitab&lt;/a&gt;. Tuhan memberitahu manusia melalui FirmanNya tentang eksistensi sebuah kitab yang disebut “book of life” atau “Kitab Kehidupan.” Nama dari kitab ini saja sudah cukup untuk membangkitkan rasa ingin tahu kita, apalagi ketika perikop-perikop Firman Tuhan menyingkapkan bahwa apa yang tertulis dalam Kitab Kehidupan ini akan membawa dampak yang sangat besar bagi setiap individu.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://dedewijaya.files.wordpress.com/2011/11/namewritten_textmedium.jpeg" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="" class="alignright size-full wp-image-3621" height="246" src="http://dedewijaya.files.wordpress.com/2011/11/namewritten_textmedium.jpeg?w=311&amp;amp;h=246" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; float: right; margin-bottom: 0px; margin-left: 10px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; max-width: 600px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;" title="namewritten_textmedium" width="311" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada banyak teori mengenai Kitab Kehidupan ini. Sama seperti banyak topik menarik lainnya dalam Alkitab (misalnya Melkisedek), kita seringkali berharap seandainya Tuhan memberikan lebih banyak informasi lagi. Bagaimana bentuk kitab ini? Seberapa panjangkah ia? Kapankah persisnya nama seseorang muncul dalam Kitab ini? Masih banyak informasi yang orang percaya rindukan tentang topik ini. Namun, Tuhan memberitahukan orang percaya, apa yang perlu untuk kita ketahui, dan semua yang tercatat dalam Firman Tuhan berguna bagi kita (2 Tim. 3:15-17). Hal-hal yang Tuhan tidak singkapkan berarti adalah hal-hal yang tidak penting bagi kehidupan kita sebagai orang percaya.&amp;nbsp;Kita tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berspekulasi dalam hal-hal tersebut. Sebaliknya, kita harus berfokus pada apa yang Tuhan singkapkan, menerimanya dengan iman, dan menerapkannya dalam doktrin dan praktek kita, apapun resikonya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span id="more-3620" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah “Kitab Kehidupan” muncul 8 kali dalam Perjanjian Baru dan 1 kali dalam Perjanjian Lama. Di dalam Perjanjian Baru, istilah Yunani yang dipakai adalah to. bibli,on th/j zwh/j (to biblion tes zoes) atau variasinya. Di dalam Perjanjian Lama, istilah Ibrani yang dipakai adalah ~yYIx; rp,se (sefer hayyim). Selain sembilan ayat ini, masih ada beberapa ayat lain yang tidak mengandung istilah “Kitab Kehidupan” secara persis, namun secara cukup jelas mengacu kepada kitab ini. Berikut adalah daftar ayat-ayat Alkitab yang bertalian dengan Kitab Kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;I. Ayat-Ayat yang Berbicara Mengenai Kitab Kehidupan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mazmur 69:29 – Biarlah mereka dihapuskan dari&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;kitab kehidupan&lt;/strong&gt;, janganlah mereka tercatat bersama-sama dengan orang-orang yang benar!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Filipi 4:3 – Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;kitab kehidupan&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahyu 3:5 – Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;kitab kehidupan&lt;/strong&gt;, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahyu 13:8 – Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;kitab kehidupan&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dari Anak Domba, yang telah disembelih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahyu 17:8 – Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;kitab kehidupan&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahyu 20:12 – Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;kitab kehidupan&lt;/strong&gt;. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahyu 20:15 – Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;kitab kehidupan&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahyu 21:27 – Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;kitab kehidupan&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Anak Domba itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahyu 22:19 – Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;pohon&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;kehidupan [dalam TR:&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;kitab kehidupan&lt;/strong&gt;] dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;II. Ayat-Ayat yang Berkaitan dengan Kitab Kehidupan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keluaran 32:32-33 -&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu–dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;kitab yang telah Kautulis&lt;/strong&gt;.”&amp;nbsp;Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: “Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;kitab-Ku&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daniel 12: 1 – Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;namanya tertulis dalam Kitab itu.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lukas 10:20 – Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;namamu ada terdaftar di sorga.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;III. Barangsiapa Tercatat Dalam Kitab Kehidupan Memiliki Hidup yang Kekal&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu hal yang jelas mengenai Kitab Kehidupan adalah fungsi dari kitab tersebut. Wahyu pasal 20, ayat 12 hingga 15 memberikan pengajaran yang tegas, bahwa Kitab Kehidupan berisikan nama orang-orang yang diselamatkan. Keselamatan yang dimaksudkan adalah keselamatan jiwa, jadi bukan sekedar hidup jasmani, melainkan hidup yang kekal. Oleh sebab itulah, orang yang namanya tidak ditemukan dalam Kitab Kehidupan dilemparkan ke dalam lautan api.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan penyingkapan dalam Firman Tuhan tersebut, berarti Kitab Kehidupan adalah kitab yang sangat penting, bahkan kitab yang terpenting di seluruh alam semesta ini berkaitan dengan keselamatan manusia. Tidak peduli apakah nama anda tercatat di&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Guiness Book of Record&lt;/em&gt;, ataukah menjadi nomor satu di&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Hall of Fame&lt;/em&gt;&amp;nbsp;apapun, atau kekayaan anda membuat nama anda tercantum dalam&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Forbes’ List of 100 Richest Persons&lt;/em&gt;, atau ketenaran anda memastikan nama anda muncul di koran dan tabloid setiap minggu; namun jika nama anda tidak tercatat dalam&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kitab Kehidupan Anak Domba&amp;nbsp;Allah&lt;/strong&gt;,&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;maka alangkah malangnya anda karena pada hari penghakiman anda pasti masuk ke dalam lautan api. Sebaliknya, jika nama anda tercatat dalam Kitab Kehidupan, maka apapun yang terjadi dalam hidup ini, kesengsaraan atau kesulitan apapun yang menimpa, berbahagialah anda karena anda mempunyai hidup yang kekal di Surga. Pendek kata, memastikan bahwa namamu tertulis dalam Kitab Kehidupan adalah prioritas paling utama; dan ketika hal itu terjadi adalah momen yang paling membahagiakan. Itulah yang Yesus katakan kepada murid-muridNya: “janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;namamu ada terdaftar di sorga.&lt;/strong&gt;” Lalu, bagaimanakah caranya nama seseorang dapat tercatat dalam Kitab Kehidupan?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;IV. Kitab Kehidupan Berarti Bahwa Keselamatan Dapat Menjadi Milik&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pribadi, Bukanlah Suatu Proses&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkitab tentunya tidak bertentangan satu sama lainnya. Seseorang yang tercatat namanya dalam Kitab Kehidupan memiliki hidup yang kekal. Kesaksian Alkitab secara keseluruhan dengan tegas memberitahu kita bahwa untuk mendapatkan hidup yang kekal, syaratnya haruslah percaya atau beriman kepada pribadi Yesus Kristus. Rasul Yohanes menulis dengan sangat terang: “kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal” (1 Yoh. 5:13). Rasul Paulus membawa kabar baik ini juga dalam penginjilannya di mana-mana: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Jawab mereka: Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus” (Kis.&amp;nbsp;16:30-31). Jadi kesimpulannya adalah, jika seseorang percaya beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, maka Tuhan menuliskan namanya di dalam Kitab Kehidupan.&amp;nbsp;Ini bukanlah suatu pengajaran yang baru. Namun bahwa nama orang yang percaya ditulis di dalam Kitab Kehidupan membuktikan suatu hal yang sering tidak diperhatikan orang. Keselamatan&amp;nbsp;menjadi milik seseorang saat ia percaya, dan bukanlah suatu proses yang harus ditempuh untuk menilai&amp;nbsp;kelayakan orang tersebut pada akhir proses tersebut.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun banyak sekali gereja dan orang Kristen di dunia ini, sayangnya sangat sedikit yang mengerti jalan keselamatan dengan baik. Boleh dibilang semua orang Kristen akan berkata bahwa dia percaya kepada Yesus. Namun “percaya” yang dimaksud oleh satu orang berbeda pula dengan “percaya” yang dimaksud oleh orang lain. Banyak sekali “orang Kristen” yang “percaya Yesus,” namun tidak memiliki kepastian masuk Surga. Mereka berkata bahwa masalah masuk Surga masih harus ditentukan lagi nanti saat menghadap Tuhan, yaitu tergantung apakah dia telah hidup benar atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gereja Katolik, dan bahkan banyak denominasi Protestan, menganut ajaran ini. Jadi, keselamatan dianggap sebagai suatu proses yang mulai saat orang itu percaya. Jika orang itu menjalani proses dengan baik (hidup benar, beramal, setia pada gereja, dll), maka ia akan selamat pada akhirnya. Seseorang tidak bisa memastikan dirinya masuk Surga saat ini, karena ia masih dalam proses. Konsep seperti ini sangat bertentangan dengan Alkitab.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuhan telah menegaskan bahwa tidak ada orang yang dapat masuk Surga atas dasar kemampuannya untuk hidup kudus, atau atas amal ibadahnya, atau atas apapun juga yang dia mampu lakukan. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Ef. 2:8-9).&amp;nbsp;Masalah utama manusia, sehingga ia tidak dapat masuk Surga, adalah dosa-dosanya. Alkitab&amp;nbsp;menegaskan bahwa semua manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23), dan&amp;nbsp;lebih lanjut lagi bahwa upah dosa ialah maut (Roma 6:23). Amal ibadah dan perbuatan baik kita tidak&amp;nbsp;dapat menyelesaikan dosa, karena dilakukan oleh manusia yang memang sudah berdosa. Sebaliknya,&amp;nbsp;kesalehan kita yang terbaik pun adalah kain kotor di hadapan Allah yang maha suci (Yes. 64:6). Satu-satunya jalan yang dapat memuaskan keadilan Allah adalah jika hukuman yang telah Tuhan tetapkan&amp;nbsp;(maut), dijalankan. Namun, karena kasih karunia, Allah rela untuk mengirim Tuhan Yesus Kristus&amp;nbsp;untuk mati di atas kayu salib, menggantikan semua manusia menanggung hukuman dosa (1 Yoh. 2:2).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di atas kayu salib itulah Kristus mendamaikan dosa seisi dunia, yang bermanfaat bagi barangsiapa&amp;nbsp;yang percaya kepadaNya. Pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib adalah hal yang mendasari&amp;nbsp;keselamatan manusia. Syarat untuk mendapatkan keselamatan itu adalah melalui bertobat dan percaya&amp;nbsp;(ini satu paket) kepada Yesus Kristus (Roma 10:9-10; Kis. 16:30-31).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkitab menjelaskan bahwa ketika seseorang percaya kepada Kristus, terjadi suatu transaksi rohani. Kristus menggantikan orang tersebut menerima hukuman atas dosa-dosanya (ini sudah terjadi saat Yesus mati di Kalvari, tetapi baru diterapkan saat orang itu percaya), dan orang tersebut kini hidup menggantikan Yesus (Gal. 2:19-20). Dan pada saat ia percaya itulah, ia memiliki hidup yang kekal (1 Yoh. 5:13). Ia bukan dimasukkan ke dalam sebuah proses penilaian, apakah akan dapat hidup cukup baik untuk masuk Surga. Jika demikian, maka keselamatan bukan lagi melalui percaya/iman,&amp;nbsp;melainkan karena usaha dan keberhasilan untuk hidup cukup baik.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, karena keselamatan menjadi milik pribadi saat seseorang percaya, maka namanya dapat segera dituliskan di dalam Kitab Kehidupan. Jika orang tersebut masuk ke dalam suatu “proses” saat ia percaya, untuk kemudian dievaluasi pada akhirnya, maka untuk apakah namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan? Konsep keselamatan sebagai suatu proses tidak cocok dengan&amp;nbsp;&lt;a href="http://dedewijaya.blogspot.com/p/pengajaran-alkitab.html" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;pengajaran Alkitab&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mengenai Kitab Kehidupan, melainkan akan lebih cocok dengan konsep Kitab Perbuatan (karena masuk surga atau tidak ditentukan oleh perbuatannya). Namun Tuhan tidak mengajarkan bahwa keselamatan seseorang ditentukan berdasarkan “Kitab Perbuatan,” melainkan Kitab Kehidupan. Jadi pengertian yang benar tentang Kitab Kehidupan menguatkan&amp;nbsp;&lt;a href="http://dedewijaya.blogspot.com/p/pengajaran-alkitab.html" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;pengajaran Alkitab&lt;/a&gt;&amp;nbsp;tentang keselamatan berdasarkan kasih karunia yang diperoleh melalui&amp;nbsp;&lt;a href="http://dedewijaya.blogspot.com/p/pengakuan-iman.html" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;iman&lt;/a&gt;&amp;nbsp;kepada Yesus Kristus sebagai milik pribadi saat seseorang percaya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;V. Orang Percaya Harus Tetap Percaya Agar Tidak Terhapus Dari Kitab&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kehidupan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang akan setuju dengan penguraian di atas. Banyak orang akan sepakat bahwa ketika seseorang percaya kepada Yesus Kristus, maka namanya Tuhan tuliskan ke dalam Kitab Kehidupan. Namun banyak orang tidak setuju bahwa nama seseorang yang sudah dituliskan dalam Kitab Kehidupan, dapat dihapuskan dari Kitab tersebut. Namun otoritas kita bukanlah pendapat orang atau suara terbanyak, otoritas kita adalah Firman Tuhan. Sebagaimana Alkitab sangat jelas bahwa orang yang percaya kepada Yesus Kristus dituliskan namanya dalam Kitab Kehidupan, demikian juga Alkitab jelas bahwa nama yang tertera dalam Kitab Kehidupan dapat dihapus oleh Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengingatkan lagi, berikut ini adalah beberapa ayat yang berbicara mengenai penghapusan nama seseorang dari Kitab Kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahyu 3:5 – Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahyu 22:19 – Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;pohon&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;kehidupan [dalam TR:&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;kitab kehidupan&lt;/strong&gt;] dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keluaran 32:32-33 – Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu–dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.”&amp;nbsp;Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: “Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada dua kelompok yang bermasalah dengan pengajaran Alkitab bahwa nama seseorang dapat dihapuskan dari Kitab Kehidupan. Yang pertama adalah kelompok Kalvinis.&amp;nbsp;&lt;a href="http://dedewijaya.blogspot.com/search/label/CALVINISME" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;Kalvinis percaya&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bahwa manusia sama sekali tidak memiliki suara dalam hal apakah mereka selamat atau binasa. Keselamatan atau kebinasaan seseorang sudah ditentukan sejak kekekalan lampau, yaitu ketika Allah, tanpa mempertimbangkan apapun mengenai manusia yang bersangkutan (unconditional/tanpa syarat), memilih sebagian untuk diselamatkan dan sebagian untuk dibinasakan.&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;2&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Lebih lanjut lagi, Kalvinis percaya bahwa Yesus Kristus hanya mati untuk orang-orang pilihan, dan karena mereka sudah dipilih sejak dahulu kala, maka nama mereka juga sudah sejak dahulu kala tercatat dalam Kitab Kehidupan.&amp;nbsp;Bagi seorang Kalvinis, pengajaran Alkitab tentang Kitab Kehidupan sangatlah bertentangan dengan keyakinannya. Jika konsep Kalvinis benar, maka seharusnya tidak ada kemungkinan seseorang yang tercatat dalam Kitab itu dapat terhapus lagi namanya. Jika konsep Kalvinis benar, maka tidak perlu ada janji bahwa nama orang yang menang “tidak akan dihapuskan,” atau peringatan bahwa orang yang berdosa akan dihapuskan namanya dari “Kitab-Ku.” Namun demikianlah pengajaran yang&amp;nbsp;gamblang dalam Alkitab.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada orang yang berargumen bahwa Keluaran 32 tidak secara spesifik menyebutkan “kitab kehidupan,” sehingga mereka berandai-andai bahwa kitab yang dimaksud bukanlah Kitab Kehidupan melainkan kitab orang-orang yang hidup. Maksudnya, bahwa nama yang tertulis dalam kitab itu adalah nama orang yang masih hidup secara jasmani. Jadi, ancaman Tuhan di Keluaran 32:33 untuk menghapuskan nama orang yang berdosa dari “kitab” tersebut sama saja dengan memberikan hukuman mati baginya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permasalahan dengan teori ini adalah minimnya dukungan dari bagian Alkitab lain. Kita tidak membaca adanya suatu “kitab orang-orang yang sedang hidup.” Ini adalah suatu hipotesis liar yang diciptakan untuk menghindari adanya nama orang yang dihapuskan dari Kitab Kehidupan. Pembaca Alkitab harus selalu mengingat bahwa Alkitab secara keseluruhan sebenarnya adalah satu kitab, dengan satu penulis, yaitu Tuhan sendiri. Jadi, seluruh bagian Alkitab terhubung dalam konteks yang luas. Jadi,&amp;nbsp;walaupun Keluaran 32 tidak spesifik menyebutkan Kitab apa yang dimaksud, Kitab yang paling penting disebut dalam seluruh Alkitab adalah Kitab Kehidupan. Lagipula, masih ada 2 perikop dalam Wahyu yang menegaskan bahwa nama-nama dalam Kitab Kehidupan masih bisa dihapus.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada juga argumen bahwa Wahyu 3:5 sama sekali tidak mengatakan akan ada nama yang dihapus. Ayat ini ditenggarai justru menegaskan bahwa nama orang-orang percaya tidak akan dihapus dari Kitab Kehidupan. Benarkah kesimpulan ini?&amp;nbsp;Alkitab mengatakan bahwa bagi barangsiapa yang menang, Tuhan tidak akan menghapus namanya dari Kitab Kehidupan. Kalimat ini sendiri sudah memberitahu kita, bahwa ada kemungkinan nama seseorang dapat dihapus dari Kitab Kehidupan. Kalau berbicara mengenai hapus menghapus, berarti orang-orang yang dimaksud sudah tercantum namanya dalam Kitab Kehidupan. Ini cocok dengan perikop Wahyu 3:1-5 yang ditujukan, bukan kepada orang-orang dunia, tetapi kepada Jemaat di Sardis, yang minimal sebagiannya adalah orang percaya (ay. 4). Jadi, sebagai orang percaya, anggota-anggota jemaat Sardis ini sudah tertulis namanya dalam Kitab Kehidupan. Dengan kondisi tertentu&amp;nbsp;(yaitu mereka yang menang), nama mereka tidak akan dihapuskan dari Kitab Kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada orang tua yang serius dan bijak yang akan berkata kepada anak-anaknya: “Barangsiapa yang manis tidak akan saya kirim ke bulan.” Ini adalah janji dan ancaman yang kosong, karena anak-anak itu memang tidak mungkin dikirim ke bulan. Saya yakin dan percaya bahwa Tuhan kita adalah mahabijak, mahabaik, dan tidak mungkin menipu kita dengan peringatan-peringatan dan janji-janji kosong. Bahwa Dia berkata, “barangsiapa menang…Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan,” berarti penghapusan nama itu adalah sesuatu yang dapat terjadi. Ayat ini memang adalah suatu janji untuk TIDAK MENGHAPUS, tetapi terkandung juga di dalamnya suatu peringatan bahwa yang “tidak menang” AKAN DIHAPUS. Penafsir Alkitab yang memilih untuk tidak mau mengakui adanya peringatan, tetapi hanya mau melihat janji untuk “tidak menghapus” sama saja seperti burung unta yang membenamkan kepalanya ke dalam pasir theologinya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau demikian, pertanyaan yang penting adalah, siapakah yang menang itu? Rasul Yohanes menjelaskan bahwa yang menang adalah mereka yang&amp;nbsp;&lt;a href="http://dedewijaya.blogspot.com/p/pengakuan-iman.html" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;beriman&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(1 Yoh. 5:4-5). Jadi, kemenangan di sini bukanlah suatu kehebatan atau kemampuan seseorang, karena jika demikian, maka keselamatan pada akhirnya adalah karena pencapaian atau perbuatan manusia. Tidak, keselamatan bagaimanapun juga adalah karena&amp;nbsp;&lt;a href="http://dedewijaya.blogspot.com/p/pengakuan-iman.html" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;kasih karunia melalui iman&lt;/a&gt;. Imanlah yang membuat seseorang menang atas dunia (1 Yoh. 5:5).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, di bagian sebelumnya kita telah melihat bahwa nama seseorang dicatatkan kepada Kitab Kehidupan pada saat ia mulai beriman. Lalu mengapakah dalam kitab Wahyu, orang yang menang (yaitu orang yang beriman), tidak akan dihapus namanya dari Kitab Kehidupan? Jawabannya adalah karena iman yang menyelamatkan bukanlah iman yang sesaat, melainkan iman yang bertahan hingga akhirnya. Jadi, imanlah syarat seseorang mendapatkan hidup yang kekal, dan imanlah yang membuat seseorang menang, yaitu jika ia tetap beriman hingga akhir hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kondisi bagaimanakah nama seseorang dapat terhapus dari Kitab Kehidupan? Jawaban yang cocok dan konsisten dengan keseluruhan Alkitab adalah: jika ia menjadi tidak beriman lagi. Di bagian sebelumnya kita sudah membahas, bahwa ketika seseorang beriman, ia mendapat hidup yang kekal, dan namanya Tuhan tulis dalam Kitab Kehidupan. Maka, agar namanya terhapus, ia haruslah berubah dari seorang yang beriman menjadi seorang yang tidak beriman. Ini cocok dengan banyak ayat Firman Tuhan lainnya, misalnya: “Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang&amp;nbsp;padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya” (1 Kor. 15:2); “Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya” (Ibr. 10:38); dan “Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah.&amp;nbsp;Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak” (2 Yoh. 1:9). Apakah pengajaran bahwa seseorang dapat kehilangan imannya sama dengan mengajarkan&amp;nbsp;keselamatan karena usaha? Ini adalah salah satu batu sandungan yang membuat banyak orang tidak&amp;nbsp;menerima pengajaran Alkitab yang sedemikian jelas. Ada banyak sekali ayat yang memperingatkan&amp;nbsp;orang percaya untuk tidak meninggalkan iman. Namun, karena mengira bahwa pengajaran demikian&amp;nbsp;sama dengan keselamatan karena usaha, mereka tidak mau mempercayai ayat-ayat Alkitab yang&amp;nbsp;gamblang. Padahal, mengajarkan bahwa orang percaya harus tetap beriman, sama sekali tidak&amp;nbsp;menentang keselamatan karena kasih karunia, malahan adalah pengajaran yang sangat Alkitabiah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adakah sesuatu yang harus seseorang lakukan agar ia selamat? Ya dan tidak. Tidak ada apapun yang dapat ia lakukan untuk membayar harga keselamatan itu. Seluruhnya sudah dilakukan dan dibayar penuh oleh Yesus Kristus. Namun tidak berarti bahwa semua manusia otomatis selamat. Mereka tetap harus melakukan sesuatu: yaitu percaya atau beriman! Oleh sebab itulah ketika kepada penjara Filipi bertanya, “Apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat,” Paulus menjawab: “percayalah kepada Yesus Kristus.” Percaya adalah sesuatu yang harus dilakukan sebagai syarat keselamatan. Dan “percaya” bukanlah suatu “usaha.” Tidak diperlukan usaha apa-apa untuk percaya. Bahkan, dalam Roma 4:1-5, Paulus membedakan antara “percaya” dengan “usaha.” Iman adalah sesuatu yang manusia dapat lakukan tanpa mengeluarkan usaha apapun. Oleh sebab itulah Paulus juga menulis kepada orang-orang Efesus, bahwa mereka diselamatkan karena kasih karunia oleh iman. Iman dan kasih karunia tidaklah bertentangan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian juga dengan orang yang telah diselamatkan, dan namanya telah tertulis dalam Kitab Kehidupan. Ia telah diselamatkan karena kasih karunia melalui iman. Iman adalah syarat namanya tercantum dalam Kitab Kehidupan. Oleh karena itu, jika ia menang (beriman hingga akhir), namanya tidak akan dihapus dari kitab tersebut. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan “usaha.” Sama seperti keselamatannya sejak awal bersyaratkan iman, dan ini tidak ada hubungannya dengan usaha manusia, demikian juga keselamatannya untuk seterusnya bersyaratkan iman, dan ini juga tidak ada hubungannya dengan usaha manusia. Harus dipahami bahwa ketika Alkitab mengajarkan bahwa orang yang sudah percaya harus tetap percaya (tetap beriman, atau tidak keluar dari iman, atau tinggal dalam iman) agar tidak terhapus namanya dari Kitab Kehidupan, Alkitab sama sekali tidak bertentangan dengan dirinya sendiri yang juga mengajarkan keselamatan karena kasih karunia melalui iman (Ef. 2:8-9).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;VI. Teori Bahwa Nama Semua Manusia Tercantum Dalam Kitab Kehidupan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelompok kedua yang tidak suka dengan pengajaran Alkitab bahwa nama seseorang dapat terhapus dari Kitab Kehidupan adalah kelompok non-Kalvinis yang mempercayai&amp;nbsp;&lt;a href="http://bereans.com/bible_studies/the_book_of_life_one_book_o.html" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;OSAS (Once Saved Always Saved)&lt;/a&gt;. Kelompok ini berbeda dengan kaum Kalvinis dalam beberapa hal penting. Untuk pembahasan topik ini, saya hanya akan menggarisbawahi bahwa Kalvinis percaya bahwa Yesus Kristus mati hanya untuk orang pilihan, sedangkan orang non-Kalvinis yang memegang OSAS percaya bahwa Yesus Kristus mati bagi dosa seluruh dunia. Persamaan mereka, berkaitan dengan topik Kitab Kehidupan, adalah bahwa mereka sama-sama percaya bahwa orang beriman yang&amp;nbsp;&lt;a href="http://canaanbiblechapel.org/articles/im-sorry-but-your-name-is-not-here.php" style="color: #2970a6; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;namanya tertulis di Kitab Kehidupan&lt;/a&gt;, tidak dapat terhapus lagi namanya dari Kitab itu. Kaum OSAS percaya bahwa sejak seseorang menerima Yesus Kristus, maka apapun yang terjadi ia pasti masuk Surga, termasuk jika ia meninggalkan iman.&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;3&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Oleh karena itu, seorang yang sudah beriman (satu kali pada awalnya), tidak dapat lagi terhapus dari Kitab Kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, bagaimanakah kaum OSAS ini menjelaskan ayat-ayat seperti Wahyu 3:5 dan Wahyu 22:19 agar sesuai dengan kepercayaan OSAS mereka? Mereka membuat suatu asumsi yang mengubah segala sesuatu: mereka berasumsi bahwa semua manusia tertulis namanya dalam Kitab Kehidupan. Jadi menurut teori mereka ini, ketika seseorang lahir, namanya sudah ada dalam Kitab Kehidupan. Barulah ketika seseorang mati, jika dia mati tanpa Kristus, namanya dihapuskan dari Kitab Kehidupan. Ini berbeda dengan pendekatan yang kita pakai di bagian awal, yaitu bahwa seseorang dicantumkan&amp;nbsp;namanya dalam Kitab Kehidupan saat ia percaya. Jika, benar demikian, maka ayat-ayat yang mengajarkan tentang penghapusan nama dari Kitab Kehidupan, mengajarkan juga bahwa orang yang sudah percaya dapat melepaskan kepercayaannya dan binasa. Sebaliknya, jika semua orang sudah tertulis namanya sejak awal, dan barulah terhapus dari Kitab Kehidupan saat ia meninggal tanpa Kristus, maka ancaman untuk menghapus nama seseorang dari Kitab Kehidupan sama sekali tidak berkaitan dengan apakah seseorang dapat meninggalkan iman yang benar kepada Kristus atau tidak.&amp;nbsp;Perbedaan pendekatan ini akan menimbulkan perbedaan doktrin yang serius.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi manakah yang benar? Sekilas tampak sepertinya kaum OSAS telah berhasil membuat suatu teori tentang Kitab Kehidupan yang dapat menyelamatkan OSAS. Namun, teori ini sama sekali tidak&amp;nbsp;berdasarkan Alkitab. Ada banyak alasan mengapa teori bahwa nama semua orang sudah dari awalnya ada dalam Kitab Kehidupan sama sekali tidak Alkitabiah. Pertama, teori ini membuat adanya nama seseorang dalam Kitab Kehidupan menjadi sesuatu yang tidak penting. Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya: “janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga” (Luk. 10:20). Perkataan ini tidak masuk akal jika kita mengikuti teori OSAS tentang Kitab Kehidupan. Mengapa harus bersukacita jika toh nama semua orang ada dalam Kitab Kehidupan, dan barulah akan dihapus atau dipertahankan pada saat seseorang mati? Ini sangat tidak masuk akal. Sebaliknya, perkataan Yesus ini mengindikasikan bahwa hanya orang-orang tertentu yang namanya ada dalam Kitab Kehidupan, yaitu mereka yang beriman, dan mereka ini patut berbahagia. Paulus juga menulis tentang “Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan” (Fil. 4:3). Sekali lagi, cara Paulus berbicara mengindikasikan bahwa hanya kelompok yang terbataslah yang namanya tertulis dalam Kitab&amp;nbsp;Kehidupan, bukan semua manusia. Kalau semua manusia tertulis namanya, maka tidak ada yang spesial mengenai nama Klemens yang juga ada dalam Kitab itu. Intinya, sesuai dengan teori OSAS, kata-kata Paulus menjadi mubazir dan tidak berarti. Saya tidak percaya demikian, saya percaya teori OSAS-lah yang salah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, teori ini tidak cocok dengan gambaran Paulus bahwa sebelum kita percaya kepada Yesus, kita “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa” (Ef. 2:1). Bagaimanakah seseorang yang mati dalam dosa dapat tercatat dalam Kitab Kehidupan?? Tentunya ini adalah pertanyaan yang sulit dijawab. Oleh karena itulah teori OSAS mengenai Kitab Kehidupan terkesan sangat dipaksakan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teori ini adalah contoh bagaimana doktrin OSAS (suatu sistematika theologi) mempengaruhi&amp;nbsp;penafsiran bagian Alkitab tertentu (biblika theologi). Tidak seharusnya demikian. Justru seharusnya,&amp;nbsp;kita menyimpulkan apa yang Alkitab ajarkan tentang Kitab Kehidupan, tanpa bias, lalu mengambil&amp;nbsp;kesimpulan itu untuk menilai apakah OSAS itu benar atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, teori ini bertentangan dengan penjelasan Alkitab lainnya mengenai Kitab Kehidupan. Rasul Yohanes, dalam Wahyu 13:8, mengajarkan bahwa ada orang yang namanya tidak tertulis dalam Kitab Kehidupan sejak dunia dijadikan. Wahyu 17:8 juga menegaskan hal yang sama.&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;4&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Dengan dua ayat yang cukup jelas ini, bagaimana mungkinkah ada orang yang tetap berpegang pada konsep bahwa nama semua manusia pada awalnya ada dalam Kitab Kehidupan? Alkitab sudah dengan tegas&amp;nbsp;mengatakan bahwa tidak demikian. Adalah bagi kita untuk percaya dan menerima pengajaran Alkitab. Biarlah theologi kita cocok dengan Alkitab, sehingga kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk menyocokkan Alkitab kepada theologi kita.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;VII. Hal-Hal Lain Mengenai Kitab Kehidupan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan berarti kita telah memahami semua rahasia dan seluk beluk mengenai Kitab Kehidupan. Sama sekali tidak, justru sebaliknya, masih banyak hal yang tidak kita ketahui. Salah satunya adalah mengenai anak-anak yang meninggal sebelum mencapai umur dapat memahami Injil. Ada banyak sekali bayi yang mati sebelum mereka mengerti apa-apa. Mereka ini tentunya tidak dapat beriman atau percaya kepada Yesus Kristus, karena mereka bahkan belum bisa menggunakan logika untuk memahami konsep-konsep keselamatan. Apa yang akan terjadi kepada mereka?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa pengajaran utama mengenai hal ini. Ada gereja yang mengajarkan bahwa bayi orang percaya akan masuk Surga, sedangkan bayi orang yang tidak percaya akan masuk neraka. Sekilas pengajaran ini sepertinya masuk akal, tetapi pada kenyataannya tidak masuk akal dan juga tidak cocok dengan penyataan Alkitab mengenai sifat Allah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengajaran ini membuat keselamatan seseorang (bayi) tergantung kepada orang lain (orang tuanya). Tidak pernah dalam Alkitab diajarkan konsep bahwa keselamatan seseorang ditentukan oleh orang lain. Konsep seperti ini sangat tidak fair bagi bayi-bayi orang-orang fasik. Tidak ada seorangpun yang dapat memilih kelahirannya. Kita tidak dapat memilih lahir di keluarga seperti apa. Tidaklah cocok dengan konsep keadilan hati nurani kita (yang diberikan Tuhan), bahwa ada bayi yang masuk neraka semata-mata karena orang tuanya tidak percaya. Bayi itu sendiri toh belum punya kesempatan untuk memilih apakah dia mau percaya atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagipula, Tuhan pernah berfirman bahwa “Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya” (Yehezkiel 18:20). Pernyataan ini menegaskan bahwa tidak ada bayi yang akan masuk neraka karena ketidakberimanan ayah atau ibunya.&amp;nbsp;Selain itu, ada pula gereja yang mengajarkan bahwa bayi pilihan akan masuk Surga, sedangkan bayi non-pilihan masuk neraka. Pengajaran ini cocok dengan konsep Kalvinisme, dan dalam sistem theologi Kalvinis, ini diterapkan bukan hanya pada bayi, tetapi kepada semua manusia. Tetapi doktrin ini juga sangat tidak memuaskan, karena jika demikian, betapa jahatnya Allah yang menciptakan sebagian bayi, hanya untuk masuk neraka.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, alternatif yang paling Alkitabiah adalah bahwa bayi yang mati sebelum usia akil balig (dapat mengerti, membedakan baik dan jahat), akan masuk Surga. Atas dasar apa? Bukankah bayi ini juga berada dalam dosa? Benar! Bayi sekalipun berstatus orang berdosa (Maz. 51:7), tetapi Yesus Kristus telah mendamaikan dosa seluruh umat manusia (1 Yoh. 2:2). Untuk manusia yang sudah sadar akan dosanya (sudah berdosa secara sadar), Tuhan mensyaratkan pertobatan dan iman agar karya penebusan Kristus di kayu salib dapat teraplikasikan pada dirinya. Jadi, walaupun Yesus telah mati bagi anda dan saya, tetapi penebusanNya itu baru berlaku bagi kita saat kita percaya. Tetapi, jika ada orang yang mati saat masih bayi (belum dapat mengerti tentang percaya Yesus), maka sebenarnya dosanya telah ditanggung oleh Tuhan Yesus.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan yang muncul secara alami adalah: kapankah bayi tersebut dicatat dalam Kitab Kehidupan? Alkitab tidak menjawab secara eksplisit. Namun bukanlah suatu hal yang mustahil jika Allah mencatatkan nama mereka pada saat mereka meninggal. Ketika seorang bayi meninggal, Tuhan melihat bahwa ia telah ditebus oleh Yesus Kristus, dan belum memiliki kesempatan untuk beriman (karena belum mengerti), sehingga Tuhan mengaplikasikan penebusan Yesus Kristus kepadanya secara langsung. Pada saat itu pulalah namanya tercatat dalam kitab kehidupan. Walaupun Alkitab tidak&amp;nbsp;mengajarkan ini secara langsung, tetapi rangkaian pengajaran Alkitab yang lain mendukungnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;VIII. Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk merangkumkan semuanya, kita akan melihat lagi pengajaran-pengajaran Firman Tuhan mengenai Kitab Kehidupan. Kitab Kehidupan adalah suatu Kitab milik Allah (disebut Kitab-Ku dalam Keluaran 32:33, Kitab Kehidupan dari Anak Domba dalam Wahyu 13:8), yang berisikan nama-nama manusia. Orang yang namanya terdapat dalam Kitab Kehidupan tidak akan binasa (Wahyu. 20:15), melainkan mendapat hidup yang kekal (Lukas 10:20, Daniel 12:1). Hal ini merupakan suatu kebahagiaan yang besar (Lukas 10:20, Fil. 4:3), dan didapatkan melalui iman percaya kepada Yesus Kristus yang bertahan hingga akhirnya (Wah. 3:5). Jika seseorang yang tadinya beriman, lalu meninggalkan imannya, maka namanya dihapuskan dari Kitab Kehidupan (Kel. 32:32-33; Wah. 3:5; Maz. 69:29; Wah. 22:19).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah syaratnya nama seseorang terhapus dari Kitab Kehidupan? Sesuai dengan pengajaran Alkitab lainnya, syaratnya adalah ia meninggalkan iman. Sebagaimana seseorang diselamatkan melalui iman, maka jika ia tidak beriman lagi, maka ia tidak lagi memiliki keselamatan itu. Dosa yang dimaksud dalam Keluaran 32:33 tidak dapat dilihat sebagai dosa-dosa perbuatan pada umumnya. Kita tidak percaya bahwa nama seseorang ditulis dalam Kitab Kehidupan, lalu dihapus, lalu ditulis lagi, lalu dihapus lagi, dan berulang kali demikian. Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan menjadi milik&amp;nbsp;pribadi saat seseorang percaya, dan jika ia murtad, maka ia tidak memiliki kesempatan kedua kalinya (Ibr. 6:4-6). Jadi, dosa yang dimaksud dalam Keluaran 32:33, yang menyebabkan nama seseorang terhapus, bukanlah dosa berbohong atau mencuri atau membunuh atau yang seperti itu, melainkan dosa meninggalkan iman percaya kepada Yesus Kristus. Demikian juga Mazmur 69:29 menggambarkan orang yang meninggalkan iman. Dalam Wahyu 22:19, seseorang yang sampai mampu sengaja menghilangkan bagian-bagian tertentu dari Alkitab, yang berarti ia sama sekali tidak takut kepada Tuhan, pastilah orang yang tidak lagi memiliki iman. Dan dengan demikian bagiannya juga dihapuskan dari Kitab Kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai kesimpulan akhir, kita yang sudah sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus, dapat mengucap syukur dan berbahagia karena nama kita tercatat dalam Kitab Kehidupan (tidak demikian orang yang percaya bahwa nama semua manusia tercatat). Namun kita perlu tetap berada dalam iman, sebagaimana Alkitab ajarkan, dan Tuhan akan memelihara kita dengan kekuatanNya (1 Pet. 1:5).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Catatan Kaki / Footnotes&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Tidak ada alasan untuk membedakan antara “kitab kehidupan” dengan “kitab kehidupan Anak Domba.” Anak Domba&amp;nbsp;adalah Yesus Kristus, yang adalah pribadi kedua Allah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;2&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Ada Kalvinis yang mengatakan bahwa Tuhan tidak menentukan siapapun untuk binasa, melainkan hanya “tidak memilih&amp;nbsp;mereka untuk selamat.” Pada kenyataannya ini sama saja. Ketika hanya ada dua alternatif, selamat atau binasa, maka jika seseorang tidak dipilih untuk selamat, sama saja ia dipilih untuk binasa.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;3&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Sebagian pemegang OSAS berkata bahwa seorang yang sungguh sudah beiman tidak bisa meninggalkan iman.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, 'BitStream vera Sans', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin-bottom: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;4&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Ada yang berpendapat bahwa frase “sejak dunia dijadikan” dalam Wahyu 13:8 bukanlah menjelaskan “tertulis” melainkan menjelaskan “Anak Domba yang telah disembelih.” Jadi penerjemahan Wahyu 13:8 adalah: “setiap orang&amp;nbsp;yang namanya tidak tertulis di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih sejak dunia dijadikan.”&amp;nbsp;Kalaupun penafsiran ini benar, dalam Wahyu 17:8 frase “sejak dunia dijadikan” jelas mengacu kepada tertulisnya nama.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-1315459613036821230?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/1315459613036821230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=1315459613036821230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/1315459613036821230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/1315459613036821230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2011/11/kitab-kehidupan-dan-dampaknya-pada.html' title='Kitab Kehidupan dan Dampaknya pada Doktrin Keselamatan'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-422574921087487119</id><published>2011-11-10T02:46:00.000-08:00</published><updated>2011-11-10T02:46:00.800-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FUNDAMENTAL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INDO NESIA'/><title type='text'>Negara Agama atau Negara Sekuler</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-bDrVz-r9ujk/Tpv7Qz1U5uI/AAAAAAAAADY/JXvkE6D07pY/s1600/250px-aksi_fpi3.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 201px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bDrVz-r9ujk/Tpv7Qz1U5uI/AAAAAAAAADY/JXvkE6D07pY/s320/250px-aksi_fpi3.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664397222558885602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;PENGERTIAN NEGARA AGAMA DAN NEGARA SEKULER&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika  Allah Jehovah membawa keturunan Yakub  keluar  dari Mesir, memang dari  awal tujuannya adalah mendirikan Negara Agama (Theo-cracy). Jehovah  sedang mendirikan  sebuah  negara  yang  ditugaskanNya  untuk  menjaga   ibadah  simbolik yang dipusatkan di Bait Allah Yerusalem. Seluruh umat  Jehovah adalah warga negara Israel dan seluruh warga Israel adalah umat  Jehovah.  Keberlangsungan  negara-agama ini sesungguhnya hanya sampai  kedatangan Yesus sebagai hakekat ibadah simbolik yang  dijaga  oleh   negara-agama  Israel-Yudaisme  itu.  Kepentingan  mendirikan negara  agama adalah untuk menjaga  ibadah simbolik  sampai  yang  disimbolkan   tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,  setelah  kedatangan  Yesus  Kristus, hakekat dari   seluruh  ibadah  simbolik PL, maka  tidak  ada  keperluan  untuk  tetap  mempertahankan  negara  agama.  Oleh sebab  itu  Yesus  Kristus   mengumumkan keterpisahan  antara  agama  dan  negara (Matius 22:21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-agama   adalah  negara  yang pendiriannya  memiliki  misi  keagamaan. Jadi  negara-agama itu bertujuan untuk menyebarkan  agama,  atau  setidaknya   untuk memelihara keberlangsungan agama. Yesus Kristus mengumumkan  keterpisahan  negara  dari  agama  karena  tujuan negara-agama  yang   dimaksudkan  oleh Allah Jehovah  telah selesai. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan manusia memasuki era  menyembah secara hakekat, secara  rohani  dan  dalam  kebenaran. Dengan  kata  lain, manusia memasuki  era mempercayai sesuatu yang dirinya  sendiri yakini benar dan akan menyembah dengan hatinya bukan dengan  badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;INDONESIA BUKAN NEGARA AGAMA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika   Bung  Karno  dan  sejumlah pendahulu  kita  mendirikan  Republik  Indonesia,  memang  sempat  terjadi  tarik-ulur  segala  kepentinggan.   Sejumlah  elemen  ingin  memasukkan  agenda  agama melalui  Piagam   Jakarta.  Tetapi  akhirnya para pendiri negara yang arif menyepakati  bahwa  Indonesia  bukan  negara  agama, melainkan  negara  sekuler,   yang  di dalamnya  hidup  berbagai  agama  yang menjunjung  tinggi   Tuhan.  Hal  tersebut diwujudkan  melalui  sila  pertama  yaitu&lt;br /&gt;Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan   kesepakatan  saat  pendirian Republik  Indonesia bukan negara  agama,  maka  selanjutnya  negara  tidak mengurus urusan agama, melainkan hanya  mengurus urusan kemanusiaan. Artinya, negara tidak mengurus  urusan   antara manusia  dengan Allah,  atau  apa  saja  yang  disembahnya  melainkan hanya mengurus urusan antara manusia  dengan  manusia  saja.   Karena Republik Indonesia bukan negara agama, maka  seharusnya  tidak  boleh  ada Departemen Agama. Sayang sekali Presiden Abdurahman Wahid  gagal meliquidasi Departemen  Agama.  Presiden  Gusdur  adalah satu dari  seglintir orang yang sangat paham tentang  perbedaan  negara-agama   dengan negara-sekuler  serta  paham  akan  tujuan awal Republik  Indonesia ini didirikan. Setelah  beliau  meninggal.  kini  belum  kita  dapatkan tokoh seperti beliau yang sangat jenius  dan  paham  akan  hal   yang  sangat esensial ini. Bahkan banyak yang sengaja tidak  mau   paham  dan  pura-pura  tidak paham. Dan kita merasa  sangat  sedih  karena ternyata  banyak  orang  Kristen,  bahkan pemimpin kekristenan,   tidak paham akan hal ini. Pemimpin-pemimpin Kristen tidak berkata kepada  pemerintah bahwa hakekat kekristenan yang kami  imani adalah agama  terpisah  dari  negara.  Kami  memahami bahwa  negara  tidak  boleh   mencampuri urusan  iman  warga  negaranya.  Jika pemimpin-pemimpin   Kristen  paham, maka  kita  akan membiarkan  agama  lain memiliki  Direktorat Jendralnya di Depag, namun  khusus Krisen  tidak  perlu   karena menjunjung  tinggi  prinsip  kekristenan  yaitu  keterpisahan   antara  agama  dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerena  hanya Gusdur  dan  segelintir orang  saja yang mengerti, maka keadaan semakin kusut. Pemerintah pusat maupun daerah  menganggarkan uang negara untuk urusan agama. Bahkan pejabat keagamaan  mendapatkan gaji maupun  tunjangan dari uang negara. Pembangunan  berbagai fasilitas agama, berbagai “center” juga memakai uang negara. Di  Amerika, yang  lebih dari delapan puluh persen warganya adalah  Kristen,  tidak  ada  satu  gereja  pun  yang dibangun  dengan  uang   negara.  Mereka sangat paham bahwa USA bukan negara agama  sehingga   ada  keterpisahan  antara agama dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya  umat  agama   lain  paham tentang  keterpisahan  antara  agama  dan negara, tentu  orang Kristen harus menjadi pioneer untuk penanaman konsep. Orang  Kristen di DEPAG harus paham akan hakekat pengajaran kekristenan tentang  hubungan agama dan negara. Para Gembala  jemaat harus sangat paham akan  topik ini. Demikian  juga  para  rektor  Sekolah  Theologi harus   sangat  paham,  bukannya  malah tenggelam dalam menda-patkan akreditas  dari pemerintah. Karena  Sekolah Theologi  itu  bagian  dari  agama,   kalau agama terpisah dari negara maka demikian juga dengan Sekolah  Theologinya.***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.graphe-ministry.org/bahasa/pedang_roh.html"&gt;Pedang Roh Edisi 69 Edisi LXIX Tahun XVI Editor: Dr. Suhento Liauw, Oktober - November Desember 2011&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-422574921087487119?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/422574921087487119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=422574921087487119' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/422574921087487119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/422574921087487119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2011/11/negara-agama-atau-negara-sekuler.html' title='Negara Agama atau Negara Sekuler'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bDrVz-r9ujk/Tpv7Qz1U5uI/AAAAAAAAADY/JXvkE6D07pY/s72-c/250px-aksi_fpi3.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-7821564367726085142</id><published>2011-11-07T02:00:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T02:00:02.598-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INDONESIA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FUNDAMENTAL'/><title type='text'>Hidup Di Dalam Negara Korup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-dk23Wz_0AE0/Tpv4Ry18muI/AAAAAAAAADM/Pr_kIw62zZ4/s1600/korupsi.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-dk23Wz_0AE0/Tpv4Ry18muI/AAAAAAAAADM/Pr_kIw62zZ4/s320/korupsi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664393940938037986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;DARIPADA TIDAK ADA PEMERINTAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;  Di muka  bumi,  orang Kristen  adalah kelompok manusia yang paling  menghargai  dan  mentaati  pemerintah.  Orang Kristen  sangat   menyadari  bahwa  tanpa pemerintah sulit bagi orang Kristen untuk hidup  kudus, terhormat, dan melaksanakan segala perintah Tuhan. Sebab kalau   tidak ada pemerintah, maka semua manusia akan seperti hidup dalam hutan  belantara tanpa hukum.  Jika  situasi  demikian  maka  kita semua   tentu  tidak  bersekolah  seperti sekarang melainkan belajar bela diri.  Orang  Kristen  diperintahkan  untuk tunduk  kepada  pemerintah,   “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja  sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang  diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat  jahat  dan   menghormati  orang-orang yang berbuat baik”  (1 Pet. 2:13-14  ).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang  Kristen  bahkan  diperintahkan tunduk  bukan  hanya  kepada  pemimpin yang baik melainkan juga yang jahat, “Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan  kepada  tuanmu,  bukan  saja  kepada yang  baik  dan  peramah,  tetapi  juga  kepada yang  bengis. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang  karena  sadar  akan   kehendak  Allah menanggung  penderitaan  yang  tidak  harus  ia  tanggung”  (1 Pet.2:18-19).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah   sebabnya  saya  katakan  di  atas bahwa  orang  Kristen  adalah   kelompok masyarakat  yang  terbaik  di  muka  bumi. Orang  Kristen   adalah  masyarakat  yang paling berhikmat yang paling sadar bahwa jika   tidak  ada  pemerintah  di muka  bumi, keadaannya  bukan  lebih  baik   melainkan akan  sangat buruk. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Orang  Kristen  sangat  percaya  bahwa siapapun  yang  diberi  kesempatan   untuk memerintah,  orang  tersebut  pasti  akan dimintai   pertanggungjawabannya  di  hadapan Allah  kelak.  Orang  Kristen  yakin  segala  sesuatu  yang  tidak  teradili  dengan adil di muka bumi,  misalnya karena hakimnya  korup,  jaksanya  korup  dan  polisinya  korup,  nanti  akan  diadili  Allah.  Orang Kristen percaya bahwa   akhirnya keadilan pasti  ditegakkan  Allah.  Orang  Kristen adalah orang  yang paling percaya kepada Allah dan paling menghormati Allah. Umat  agama lain yang membalas kejahatan dengan kejahatan, tindakan demikian  sesungguhnya  mencerminkan  bahwa  mereka tidak  percaya  kepada  Allah   dan  tidak menghormati Allah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;PENERIMA  KEKUASAAN HARUS BERTANGGUNG JAWAB&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Tuhan memerintah bumi  ini pada masa Kerajaan Seribu Tahun  kelak, Ia kini memberi kesempatan kepada manusia untuk membuat  hukum,   dan menerapkan hukum.  Dan  sesungguhnya  tidak  ada persoalan  yang   tidak  bisa  diatasi  jika manusia yang diberi wewenang betul-betul  berkeinginan menciptakan  sebuah  negara atau pemerintah yang baik.   Jika orang Kristen yang sungguh lahir baru  memerintah  sebuah  negara,   maka pasti negara tersebut akan menjadi negara yang  semakin  baik.   Sebenarnya  sudah terbukti, yaitu pemerintah Amerika Serikat yang   didirikan  oleh  orang-orang  Kristen lahir baru dengan presiden pertama  George Washington,  yang  adalah  orang  Kristen lahir baru, bahkan  seorang anggota Gereja Baptis.  Terlalu  memungkiri  fakta  jika orang  mencoba menyangkal  bahwa USA adalah negara  ideal selama berabad-abad.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Manusia   dari  berbagai  penjuru  dunia berbondong-bondong pergi menuntut ilmu  ke USA. Mereka memiliki  kualitas  jalan yang  terbaik,  sistem  hukum   terbaik, pengobatan  terbaik,  pendidikan  terbaik. Dan  sesungguhnya   Eropa  adalah  tukang contoh  yang  baik  sehingga  ikut  menjadi  demokratis  dan  akhirnya  segala  sesuatu yang  lain  ikut menjadi  baik  juga. Tetapi, kini karena kaum atheis berhasil  mendominasi   berbagai  bidang, dan mereka semakin bertambah banyak, baik di  pemerintahan,  pendidikan  dan  lain  sebagainya, maka kita bisa  menyaksikan mulainya arah penurunan dalam segala hal. Hal pertama yang  sekarang sedang terjadi dan sangat menyolok adalah penurunan ekonomi.  Dan  jika  rakyat  semakin  tidak menghargai Alkitab, mereka memilih  pemimpin yang  tidak beriman, serta orang-orang yang menentang  Tuhan   semakin  mendominasi berbagai bidang, maka segala aspek yang lain pun  akan  ikut menurun.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;SAMA SEKALI TIDAK SULIT MENGATASI KORUPSI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita di Indonesia sedang menyaksikan adegan  korupsi  di  segala  bidang.  Bapak Prof. Dr. Mahfud MD, menulis di Seputar&lt;br /&gt;Indonesia hari Sabtu, 1 Okt 2011  tentang kesukaan  pejabat  untuk   disogok,  telah mengungkapkan  kebenaran  yang  sangat esensi dari   lingkaran korupsi di  Indonesia. Sungguh aneh sekali, jika ratusan juta  manusia di Indonesia  tidak bisa menemukan cara untuk mengatasi korupsi,  seolah-olah korupsi adalah penyakit yang memang tidak ada obatnya.  Pertanyaannya, apakah memang  begitu  bodohnya  hingga  ratusan juta  orang tidak berhasil menemukan cara untuk mengatasi korupsi, atau  sebenarnya ada keengganan untuk mengatasinya. Menurut penulis, Indonesia  pasti akan menjadi negara terbersih di dunia jika tiga hal berikut  ini  dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pertama,  beri   pengampunan  kepada semua  koruptor  dengan membayar  pajak korupsi   50%  dari  hasil  korupsinya. Diberikan  tenggang waktu  (grace-period)  selama  enam  bulan  untuk  membereskan dosa masa lalu. Dekrit presiden  pertama ini untuk  menghadapi  korupsi  yang  sudah terjadi.  Sedangkan   untuk  mengatasi koruptor yang akan datang?Kedua,  barang  siapa  yang   berhasil menangkap  bawahannya  melakukan korupsi, maka pangkatnya akan  dinaikkan satu  jenjang, dan  ia akan mendapatkan 10% dari nilai uang  yang diselamatkannya dari tindakan korupsi. Sedangkan barang siapa yang  berhasil menangkap atasannya melakukan korupsi, pangkatnya akan dinaikan  dua jenjang, dan ia akan mendapatkan 10% dari nilai uang yang  diselamatkannya dari tindakan korupsi. Tentu masalah kenaikan pangkat   tidak berlaku bagi yang  jabatannya sudah  mentok  atau  jabatan   publik  yang melalui  pemilihan.  Ini  adalah  cara  untuk mengatasi   tindakan  korupsi  berjemaah, dimana  sebagaimana  diketahui  umum bahwa  atasan meminta  setoran dari bawah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketiga,  orang  swasta  yang  merasa diperas dan melapor setelah menyerahkan uang,  maka  akan  mendapatkan  kembali&lt;br /&gt;uang  yang  telah  diserahkannya  dan ia bebas. Sedangkan aparat  pemerintah yang merasa disogok, bukan memeras, melapor maka ia akan  mendapatkan 10% dari uang sogokan dan ia bebas. Aturan satu ini untuk  mengatasi  sogok-menyogok  dalam memperoleh proyek. Dan whistle-blower   tidak bisa dituntut atas kasus yang diungkapnya. Undang-undang   pembuktian  terbalik diusulkan,  pihak  yang  keberatan  atas  undang-undang pembasmi korupsi  segera diperiksa karena patut dicurigai   telah korup atau berkeinginan untuk korup.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dengan   tiga  dekrit  tersebut,  maka setelah enam bulan Indonesia pasti  menjadi negara  terbersih  di  dunia  dari  tindakan korupsi. Indonesia  pasti akan  lebih bersih dari Swiss, Singapura dan dari negara manapun.  Melalui  setoran  50%  pajak  pembersihan  nama  baik  koruptor,   negara  akan mengalami  surplus besar  sehingga  semua aparatur  pemerintah enam bulan kemudian akan mendapat kenaikan gaji di atas 100%.  Kinerja  pengawai  pemerintah  diawasi ketat,  dan  masyarakat   diberikan  patokan yang  jelas,  misalnya  mengurus  KTP patokannya   sekian  hari,  surat  tertentu sekian  hari.  Di  loket-loket  pelayanan  publik  dipasangi  cctv  sehingga  atasan dapat mengawasi kinerja  bawahannya dan&lt;br /&gt;pelayanannya kepada publik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah  membangun penjara khusus koruptor di salah satu kepulauan Seribu yang   sanggup  menampung  sepuluh ribu penghuni   sehingga  cukup  untuk  menampung  koruptor   yang  tidak memanfaatkan  grace-period  dan  yang  masih  berani  korupsi  sesudah  masa  itu. Presiden  beserta   pemimpin-pemimpin Lembaga Tinggi Negara  bersumpah untuk memenjarakan   koruptor  tanpa  ampun sesudah masa pengampunan berakhir.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pembaca   yang  berhikmat,  sulitkah mengatasi  korupsi?  Sama  sekali  tidak!  Persoalannya hanyalah mau atau tidak kita memberantas korupsi.Orang  Kristen,  dan mayoritas  rakyat yang masih memiliki  pikiran  yang waras  serta  yang  ingin  hidup  dalam  keadaan damai  dan  tentram  sudah   pasti  akan mendukung usaha pemberantasan korupsi. Orang Kristen adalah  kelompok masyarakat yang sangat menghendaki pemerintahan  yang  bersih.  Kepada  pemerintah  yang jahat saja kita diperintahkan untuk patuh,  apalagi  terhadap  pemerintahan  yang  baik dan bersih, kita lebih  bahagia lagi. Dengan hadirnya  pemerintah  yang  bersih  akan tercipta  bagi orang Kristen keadaan yang baik untuk hidup kudus.Kehadiran  orang   Kristen  di  sebuah negara  seharusnya  mendatangkan  berkat bagi  negara  tersebut. Orang Kristen seharusnya bisa menjadi faktor peredam  korupsi di sebuah negara. Namun sering kali kita dapatkan  bahwa  di   dalam  negara  yang totally-corupt  sulit  bagi  orang  Kristen untuk   hidup  kudus  dan  menjadi  faktor positif. Sebab dengan pemimpin yang   tidak komit memberantas korupsi, dan tidak ada undang-undang yang  tepat  untuk memberantas  korupsi,  siapapun  yang  mencoba menjadi pahlawan,  akan berakhir menjadi korban.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya,  karena kita berada di zaman demokrasi, bukan zaman kerajaan, dimana  orang  Kristen memiliki  hak  suara, maka orang  Kristen  HARUS   memakai  hak suaranya  dengan  baik.  Jangan  sekali-kali memilih  pemimpin atas dasar sogokan atau iming-iming  materi.  Tetapi  pilihlah   pemimpin yang bersih dan yang berjanji mau membasmi  korupsi. Orang  Kristen  harus cerdas  menilai  keadaan,  harus  cerdas dalam  bertindak.  Kalau punya kesempatan untuk  menjabat,  jadilah  pejabat   teladan, untuk  membuktikan  sifat  orang  Kristen yang baik, dan  membawa kemuliaan bagi Tuhan kita Yesus Kristus. ***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.graphe-ministry.org/bahasa/pedang_roh.html"&gt;Pedang Roh Edisi 69 Edisi LXIX Tahun XVI Editor: Dr. Suhento Liauw, Oktober - November Desember 2011&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-7821564367726085142?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/7821564367726085142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=7821564367726085142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/7821564367726085142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/7821564367726085142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2011/11/hidup-di-dalam-negara-korup.html' title='Hidup Di Dalam Negara Korup'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dk23Wz_0AE0/Tpv4Ry18muI/AAAAAAAAADM/Pr_kIw62zZ4/s72-c/korupsi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-9020346219214401753</id><published>2011-10-31T01:44:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T01:44:00.574-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FUNDAMENTAL'/><title type='text'>Kerajaan Tuhan Yesus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p style="text-align: justify;" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;NUBUATAN AWAL KERAJAAN YESUS KRISTUS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejak Zaman Daud, sekitar seribu tahun sebelum Masehi,  yang  berarti  sekitar  tiga ribu  tahun  dari  sekarang,  Allah  &lt;strong&gt;Jehovah&lt;/strong&gt;  telah memberi tahu Daud bahwa salah satu keturunannya  akan   memerintah  sebagai raja, bukan sepanjang puluhan atau ratusan tahun  melainkan selama-lamanya. Penafsiran  ini muncul dari pernyataan Tuhan   tentang Daud, "&lt;strong&gt;Keluarga  dan  kerajaanmu  akan kokoh  untuk  selama-lamanya  di  hadapan-Ku,  takhtamu  akan  kokoh  untuk  selama-lamanya&lt;/strong&gt;."  (2 Sa 7:16)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak  saat itu maka seluruh masyarakat Yahudi sepanjang masa yakin bahwa  negeri mereka akan dipimpin salah satu keturunan Daud menuju   kemakmuran  dan  akan  berlangsung  sangat  lama.  Sedangkan   sebelumnya, Allah Jehovah pernah berjanji kepada  Abraham  bahwa  oleh   keturunannya penduduk  bumi  akan  mendapat  berkat, "...dan olehmu   semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."  (Kej. 12:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena  dua janji inilah maka Rasul Matius menulis  silsilah Yesus Kristus   dengan merujuk  bahwa  Yesus adalah  keturunan Abraham  dan  keturunan   Daud,  "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Inilah silsilah  Yesus  Kristus,  anak  Daud,  anak Abraham&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;"  (Mat  1:1).  Kalau  Yesus  bukan keturunan Abraham dan Daud, maka  ia  tidak mungkin pribadi Mesias yang dijanjikan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat   Yahudi  mengingat  terus bahwa  keturunan  Daud  akan  memerintah  dengan  damai, makmur,  dan  dalam waktu yang sangat panjang. Bahkan  Nabi Yesaya menubuatkan suatu keadaan yang luar biasa dengan  berkata   bahwa  saat  itu  bayi  bisa bermain dengan ular dan singa akan makan  rumput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  sejarah  pemerintahan manusia, Allah   memperlihatkan  kepada  raja  Babel, Nebukadnezar tentang programNya  melalui sebuah  patung  yang  terdiri  dari  berbagai logam.  Terakhir   patung  yang  dilihat  oleh Nebukadnezar  akan  dilindas  oleh  sebuah  batu besar yang  turun dari gunung  tanpa oleh tangan  manusia.  Batu   ini  sesungguhnya melambangkan  Kerajaan  Kristus  yang datang  tanpa  oleh  tangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEMAHAMAN PARA RASUL &amp;amp; ORANG YAHUDI KONTEMPORER MEREKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Permbaca  Alkitab yang kurang paham kadang  dibingungkan  dengan  pernyataan  Tuhan terhadap orang yang berseru kepada-Nya, “ya Anak Daud” bahwa iman  mereka telah  menyelamatkan  mereka.  Mengapa dengan berseru kepadaNya  Anak Daud bisa mendatangkan keselamatan? Konsep masyarakat saat itu yang  telah dijajah ratusan tahun dan sedang dalam keadaan terjajah, sangat  merindukan kedatangan raja yang dijanjikan dari keturunan Daud yang akan  membawa masa keemasan bagi bangsa Yahudi. Mereka tahu bahwa pribadi  raja  yang  akan  datang  itu  adalah  Sang Juruselamat  dan  sebagai   pribadi  yang diurapi  (mesias),  dan  akan  datang  dari keturunan  Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan seseorang yang berseru kepada Yesus  dengan   seruan  “ya Anak  Daud’ sesungguhnya  adalah  sebuah  pengakuan iman  bahwa Dia adalah Mesias yang dijanjikan sejak Adam, Abraham, dan Daud.  Seruan seorang Yahudi yang membaca kitab PL dengan suasana hati  menantikan kedatangan Sang Mesias, tentu berbeda dengan bangsa lain   yang  tidak  mengerti  apa-apa  tentang keturunan Daud. Orang  yang   bisa  berseru kepada  Kristus  dengan  seruan,  “ya  Anak Daud,”   sesungguhnya  adalah  orang  yang mengerti  tentang  janji Allah  bahwa   Sang Penyelamat akan  lahir dari keturunan Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan   murid-murid  dan  orang Yahudi sekontemporer mereka ialah bahwa mereka  tidak mengerti karya penyelamatan Kristus  (Anak Daud) yang bersifat   rohani. Mereka hanya memahami karya Anak Daud yang bersifat jasmaniah,  yaitu menjadi raja secara  fisik. Memang  jika  bangsa Yahudi menerima  Dia  sebagai  raja mereka, maka mereka  akan  segera  menghadapi  masa  penganiayaan  selama  tujuh  tahun,  namun sesudah  itu akan segera   terwujud Kerajaan Kristus yang dijanjikan. Namun karena ternyata   mereka  sendiri  yang  menyalibkan-Nya,  maka  perwujudan  Kerajaan   Kristus yang dijanjikan ditunda. Dan masa penundaan  ini  diuntukkan   kepada  bangsa  non-Yahudi masuk hingga penuh  (Rom.11:25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;THEOLOG-THEOLOG YANG SALAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Theolog-theolog  yang hidup pada abad sembilan  belas  menyangka  bahwa  orang  Kristenlah yang akan mewujudkan Kerajaan Kristus yang damai sejahtera  dan kemudian baru Kristus  datang.  Jadi, mereka  berpikir bahwa  Kerajaan Seribu Tahun yang penuh damai  terwujud dulu oleh orang  Kristen, dan sesudahnya baru Kristus datang. Konsep ini disebut  konsep   Post-Millennium,  yaitu kedatangan Kristus yang sesudah Millennium.   Salah  satu  theolog  yang  berpikir demikian  ialah  Louis  Berkhof,   seorang theolog  Belanda  yang  sangat  dijunjung tinggi oleh gereja  Reformed. Selain Louis Berkhof  tentu masih  ada banyak  theolog  lain   yang  sepandangan dengan  dia  karena  pada  masa  itu,  abad sembilan   belas,  suasananya  seolah-olah mendukung ke arah  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi   setelah  terjadi  Perang  Dunia  I yang meletus awal abad 20, yaitu  1917, yang memberantakkan dunia, telah mengagetkan banyak  orang   terutama  para  theolog  Post-Millennium.  Mereka  tersentak  oleh   fakta bahwa manusia mustahil bisa mewujudkan sebuah kerajaan yang damai.  Terlebih  lagi setelah  Perang Dunia  II  yang mendahsyat pada  tahun  1943,  theolog Post-Millennium menjadi  frustasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat  fakta   situasi  bahwa  manusia mustahil mewujudkan Kerajaan Damai yang  dinubuatkan, mereka  tidak  bisa  yakin  lagi pada konsep  Post-Millennium, namun malu mengaku  dan  mempercayai  konsep   Pre-Millennium  yaitu  konsep  yang  percaya bahwa Kristus datang dahulu  dan kemudian mendirikan  Kerajaan  Seribu  Tahun  yang penuh  damai.   Orang-orang  Post-Millennium  yang  frustasi  inilah  yang  kemudian  beralih  ke  konsep  A-Millennium  yaitu konsep yang mengajarkan bahwa  tidak ada Kerajaan Seribu Tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TELAH DITETAPKAN BAPAKU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mereka   mengajarkan  A-Millennium, bahwa Kerajaan Seribu Tahun itu tidak ada,  itu hanya sebuah kiasan saja. Mereka menafsirkan Wahyu 20 secara  alegoris bahwa itu hanya kiasan  saja. Tetapi Yesus Kristus ketika  ditanya oleh murid-muridNya tentang rencana pendirian kerajaan yang akan  dipimpinNya, ia berkata bahwa mereka  tidak perlu  tahu waktu dan masa  yang telah ditetapkan oleh Bapa-Nya. Dari jawaban Yesus Kristus terlihat  mantap bahwa  Kerajaan  Anak  Daud  yang  akan berlangsung   selama-lamanya  sama  sekali tidak dibatalkan melainkan hanya ditunda.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berapa   lamakah penundaan  itu? Kita  tidak perlu mengetahuinya, kata Tuhan  kita. Yang penting masa dan waktunya telah ditetapkan oleh Bapa. Kalau  sudah ditetapkan, maka  itu pasti jadi. Kita tidak perlu terpengaruh  oleh theolog yang frustasi, yang sebelumnya percaya bahwa orang Kristen   akan mewujudkan Kerajaan Seribu Tahun baru kemudian Kristus datang   (Post-Millennium).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahkan  Rasul   Paulus  dalam  suratnya kepada  jemaat  kota Roma  telah mengulas  panjang  lebar bahwa sekarang keadaannya adalah  seperti pohon zaitun,  bangsa  Israel  itu cabang asli, dipenggal dan kita bangsa non-Yahudi   sebagai cabang zaitun  liar, dicangkokkan.  Ini  adalah  masa  dimana   karena penolakan  bangsa  Yahudi,  Allah membuka pintu sorga bagi bangsa  non-Yahudi  masuk  hingga  penuh.  Dan sesudah penuh,  tentu kesempatan  akan dialihkan  lagi  kepada  bangsa  Yahudi. Bangsa Yahudi  tetap   akan  mengalami tujuh  tahun masa  “Kesusahan Yakub” sesuai dengan  nubuatan Daniel 9:27.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KERAJAAN KRISTUS SUDAH HAMPIR TIBA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan  Kristus, Raja Damai, yang akan berlangsung damai selama seribu tahun   kelihatannya  sudah  hampir  tiba. Sesuai dengan Eschatology of Judaism  bahwa Kerajaan Kristus  tersebut  akan didahului  tujuh  tahun masa  Kesusahan  Yakub. Di akhir masa Kesusahan Yakub itu, bangsa Yahudi akan  sangat  terhimpit oleh  bangsa-bangsa  seluruh  dunia.  Bahkan di dalam  Wahyu 16:16 dinubuatkan di akhir masa tujuh tahun seluruh bangsa  akan   mengerahkan  pasukan  mereka  untuk  memerangi  bangsa Yahudi yang belum  mau percaya bahwa Yesus adalah Anak Daud yang dinubuatkan  dalam   seluruh  kitab  Perjanjian Lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  mereka  dalam  himpitan  yang  amat  sangat,  yaitu  ketika  tentara multinasional  berkumpul   untuk menghabisi mereka, dan mereka tidak memiliki jalan keluar, saat  itu secara nasional mereka  semua  akan  bertobat,  dan menyesali  perbuatan nenek moyang mereka yang telah menyalibkan Mesias mereka,  Anak  Daud  yang  dijanjikan  itu. Pada  saat mereka bertobat  itulah  Sang Mesias  akan  datang  bersama  para malaikatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,  pembaca yang berhikmat, tujuh tahun sebelum kedatangan Anak Daud yang  Paulus  katakan  dinantikan  oleh  segala makhluk  itu,  akan  terjadi   pengangkatan (rapture)  atas  bangsa-bangsa  non-Yahudi yang  telah   terlebih  dahulu  menyambutNya sebagai  Juruselamat  mereka,  yaitu   mereka yang telah bertobat dan mengaminkan bahwa Yesus  dihukumkan  di   kayu  salib  menggantikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika anda membaca surat  kabar dan mendengarkan  berita  di  televisi,  anda  pasti tahu bahwa  segala kemelut di Timur Tengah semakin hari semakin menambah kebencian  dunia  kepada  bangsa  Yahudi.  Tanggal  23 September 2011, Abbas,  pemimpin Palestina, telah mengajukan ke PBB untuk pengakuan Palestina   sebagai  sebuah  negara  dengan Yerusalem sebagai ibu kota. Lalu duta  besar Israel untuk PBB berkomentar bahwa  Israel tidak mungkin  melepaskan Yerusalem karena Yerusalem tiga ribu tahun lalu telah menjadi  ibu kota orang Yahudi ketika London masih rawa-rawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  pergolakan Timur Tengah yang sedang  hangat  dimana  satu  persatu   negara tetangga  Israel menjadi  negara militan,  dan semakin banyak  negera di PBB yang memihak Palestina, maka jika pembaca berhikmat,  pasti  dapat menghitung  bahwa  suasana  &lt;strong&gt;Perang  Harmageddon&lt;/strong&gt;   sudah  mulai  terasa.  Dan jika perang Harmageddon sudah sangat dekat,  bukankah  hari  pengangkatan  yang  akan terjadi  tujuh  tahun sebelum   itu menjadi sangat dekat?  Bahkan  itu  bisa  terjadi  setiap  saat.  Camkanlah!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.graphe-ministry.org/bahasa/pedang_roh.html" href="http://www.graphe-ministry.org/bahasa/pedang_roh.html"&gt;Pedang Roh Edisi 69 Edisi LXIX Tahun XVI Editor: Dr. Suhento Liauw, Oktober - November Desember 2011&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-9020346219214401753?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/9020346219214401753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=9020346219214401753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/9020346219214401753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/9020346219214401753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2011/10/kerajaan-tuhan-yesus.html' title='Kerajaan Tuhan Yesus'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-7713848985204752172</id><published>2011-10-25T01:31:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T01:31:00.790-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FUNDAMENTAL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INDO NESIA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISU POPULER'/><title type='text'>Kristen Tak Perlu IMB Tempat Ibadah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="mceTemp"&gt;&lt;dl id="" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"&gt;&lt;dt class="wp-caption-dt"&gt;&lt;img style="width: 642px; height: 427px;" title="GKI Taman Yasmin, Bogor" src="http://files.buktidansaksi.com/ibadah.jpg" src="http://files.buktidansaksi.com/ibadah.jpg" /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd class="wp-caption-dd"&gt;GKI Taman Yasmin, Bogor&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;BEDA KONSEP  ISLAM DENGAN KRISTEN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kekristenan  di  Indonesia, dan mungkin di seluruh negara Islam, terkontaminasi  konsep  Islam. Semua  ini  akibat dari para pemimpin  Kristen  yang   tidak  paham tentang  hakekat  kekristenan  itu  sendiri. Bahkan Lembaga  Alkitab Indonesia (LAI) menerjemahkan  Ibrani  10:25,  dengan  menambahkan  kata  "ibadah"  ke  dalam kalimat yang sesungguhnya tidak  ada kata itu di dalam bahasa aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Kristen harus  tahu bahwa kita sekarang  sudah  berada  di  &lt;strong&gt;Zaman  Ibadah Hakekat  (ZIH)&lt;/strong&gt;  bukan  berada  di  &lt;strong&gt;Zaman Ibadah  Simbolik  (ZIS)&lt;/strong&gt;   lagi.  Bahwa  kita berada di zaman menyembah dengan hati, bukan di  zaman menyembah dengan  tubuh. Bahwa kita sudah berada di dalam zaman  beribadah  secara  rohaniah  dan  bersifat kebenaran,  bukan  beribadah   secara  ritual dengan berbagai upacara  lahiriah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibadah   simbolik  diperintahkan  sejak manusia jatuh ke dalam dosa. Orang  berdosa  tidak  bisa masuk  Sorga  karena  Sorga adalah  tempat  yang   maha  kudus.  Orang berdosa juga tidak bisa menghampiri Allah yang maha  kudus. Karena Allah maha adil, dosa  tidak  dapat  dihilangkan  begitu   saja melainkan  harus  dihukumkan.  Selanjutnya agar masalah dosa Adam  dan Hawa selesai, mereka harus mengaku  salah dan menyesal  serta  menerima penghukuman. Sifat  Allah  yang  maha  suci  tidak  bisa  dihampiri  dosa,  dan  sifatNya  yang maha adil menuntut penghukuman.  Dan sifatNya yang maha kasih mendorongNya menjadi Juruselamat untuk  menyelamatkan manusia.  Tentu  keselamatan  yang  datang  dari Allah   tidak  akan  bahkan  tidak  boleh bertentangan  dengan  sifat  Allah.   Kalau bertentangan, maka  itu  pasti  bukan  jalan keselamatan dari  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam harus bertobat (mengaku salah dan menyesal), dan dosa  Adam harus dihukumkan. Karena kasihNya, Allah menjanjikan Juselamat  yang akan dapat meremukkan kepala ular sekalipun  tumitnya  terpatuk.  Selanjutnya penyelamat ini digambarkan melalui sebuah prosesi simbolik  sederhana, yaitu menyembelih binatang korban di atas mezbah. Intinya,  Juruselamat akan diutus  untuk  dihukumkan  menanggung dosa  seisi  dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah simbolik sederhana, yaitu menyembelih binatang  korban di atas mezbah, sesungguhnya adalah sebuah upacara simbolik yang  Allah perintahkan kepada manusia  untuk mengingatkan manusia  pada  janjiNya untuk mengirim Juruselamat yang akan  dihukumkan  bagaikan   binatang korban yang disembelihkan. Sayang sekali banyak  kelompok   tidak  memahaminya. Sebagian besar orang Yahudi tidak memahaminya,  dan   orang  Muslim  juga  tidak memahami makna  kambing  korban  yang  mereka  sembelih pada hari  Idul Adha. Akhirnya baik kelompok Yahudi  maupun kelompok Muslim, mereka sama-sama masih terjebak dalam ibadah  simbolik jasmaniah yang penuh dengan ritual upacara. Mereka  gagal   melihat  bahwa  hakekat ibadah  simbolik  yang  Allah  perintahkan  sesungguhnya  sudah  tiba. Ketika Yohanes Pembaptis menunjuk kepada   Yesus  sambil  berseru,  "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa  dunia” (Yoh.1:29), maka  tercapailah  tujuan seluruh  ibadah  simbolik   yang  Tuhan perintahkan  sejak  Adam.  Yesus  Kristus, Sang Hakekat,  telah tiba menggenapi janji Allah. Dialah domba Allah yang disimbolkan  oleh ribuan bahkan jutaan domba yang telah disembelih  sejak Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam,   Abraham,  Musa,  dan  semua orang PL akan dihitung selesai dosa mereka  apabila mereka bertobat dan percaya kepada  Juruselamat  yang  AKAN   DATANG untuk dihukumkan menggantikan mereka. Dan setiap orang yang hidup  sesudah penyalibanNya akan dihitung selesai dosanya apabila  ia   bertobat  dan  percaya  kepada Juruselamat  yang  SUDAH  DATANG  dihukumkan menggantikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, konsep Islam dan Yudaisme  masih  terperangkap dalam konsep  ibadah simbolik,  ritual,  jasmaniah.   Sedangkan konsep Kristen adalah ibadah Hakekat, rohaniah.   Islam dan  Yudaisme karena tidak menerima  Yesus  sebagai  Sang  Hakekat masih   terperangkap  dalam  ibadah  badaniah,  sedangkan Kristen  sudah   beribadah secara  rohaniah dengan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IBADAH TERIKAT TEMPAT  vs IBADAH DALAM ROH &amp;amp;  KEBENARAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya   terdapat  perbedaan  yang sangat besar antara ibadah jasmaniah Islam  dan Yudaisme dengan ibadah kekristenan. Ibadah  Islam  adalah  ibadah   simbolik, jasmaniah,  ritual,  sedangkan  ibadah Kristen  adalah dengan  hati dan  rohaniah. Ibadah  dengan  hati  dan  rohaniah  tidak terikat   pada  ruang  dan  waktu  maupun postur tubuh. Sikap hati yang menjunjung  tinggi dan memuja Allah sepanjang waktu itulah  ibadah hakekat  kekristenan.  Ibadah hakekat  tidak  membutuhkan  waktu  yang khusus,   tidak membutuhkan  tempat  yang khusus dan juga tidak membutuhkan sikap  postur  tubuh  yang  khusus  pula.  Orang Kristen maupun umat agama  harus paham bahwa acara yang misalnya diadakan pada hari Minggu pagi itu  sesungguhnya adalah acara BERJEMAAT, bukan acara ibadah. Ibadah Kristen  sesungguhnya terjadi setiap waktu  bukan  hanya  terjadi  pada Minggu  pagi  saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga  Alkitab  Indonesia  (LAI), menerjemahkan  kata  Ibrani  &lt;strong&gt;ה ד ב ע&lt;/strong&gt;  (abodah) dalam kitab-kitab PL dengan kata ibadah.  Kita  tahu  bahwa   zaman  PL memang  ibadahnya  masih  simbolik  dan lahiriah. Tetapi  kemudian menerjemahkan&lt;br /&gt;kata Yunani &lt;strong&gt; εὐσέβεια&lt;/strong&gt;, yang  dalam bahasa Inggris  diterjemahkan  godliness  dengan kata  ibadah   adalah  kurang  tepat.  Dan banyak  kata  lain  seperti  &lt;strong&gt;λυθείσης  δὲ  τῆς συναγωγῆς  &lt;/strong&gt;  (Kis. 13:43), mestinya diterjemahkan  "setelah  selesai  acara   sinagoge". Namun  karena  LAI  sangat  terpengaruh konsep  Islam  maka   menerjemahkannya menjadi,  "Setelah selesai ibadah," padahal sama   sekali  tidak  ada  kata  sembah-menyembah di situ.   Selain contoh di  atas kata  λειτουργίᾳ  (Fil  2:17),  juga  biasa diterjemahkan dengan  kata  ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang  adalah  hal  sangat  sulit, bahkan bagi  Allah sendiri, untuk mengubah kebiasaan  manusia  yang  ribuan  tahun  menyembah  secara  ritual  jasmaniah menjadi  menyembah  secara  hati   dan rohaniah.  Tuhan  pernah  berkata  bahwa anggur baru tidak boleh  disimpan di kirbat yang  lama,  adalah  salah  satu  cara Tuhan  mengajarkan bahwa Injil Kebenaran yang baru tidak boleh disimpan di  dalam sistem ibadah  lama yang  jasmaniah dan  ritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena  sistem  ibadah  kekristenan yang bersifat hakekat dan dengan hati serta berlangsung di seluruh waktu, maka orang&lt;br /&gt;Kristen  tidak membutuhkan tempat khusus untuk  ibadah. Orang Kristen hanya  membutuhkan tempat berkumpul, sebagaimana orang berkumpul untuk acara  pernikahan, berkumpul  untuk  olah  raga  dan  lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,  izin membangun gedung (IMB) khusus untuk  rumah  ibadah  tidak  dibutuhkan oleh  orang Kristen sebagaimana dibutuhkan  oleh  umat   Islam,  umat  Hindu,  atau umat  Budha  yang  sifat  ibadah  mereka  secara  ritual dan  lahiriah. Kekisruhan  bahkan  kekacauan  sehubungan   dengan  IMB  rumah  ibadah  ini sepenuhnya  disebabkan  karena  aparat  pemerintah  yang  tidak  mengerti  kekristenan ditambah dengan pemimpin  Kristen yang  tidak  memahami  kebenaran, telah menerapkan  konsep   agama  Islam  pada kekristenan. Orang Kristen cukup membangun gedung  dengan IMB untuk pertemuan,  karena  memang  sesungguhnya  tidak ada  acara  sembah-menyembah melainkan hanya bertemu untuk bernyanyi dan  belajar Alkitab. ***&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.graphe-ministry.org/bahasa/pedang_roh.html" href="http://www.graphe-ministry.org/bahasa/pedang_roh.html"&gt;Pedang Roh Edisi 69 Edisi LXIX Tahun XVI Editor: Dr. Suhento Liauw, Oktober - November Desember 2011&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-7713848985204752172?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/7713848985204752172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=7713848985204752172' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/7713848985204752172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/7713848985204752172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2011/10/kristen-tak-perlu-imb-tempat-ibadah.html' title='Kristen Tak Perlu IMB Tempat Ibadah'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-3516248376061923651</id><published>2011-10-16T01:20:00.000-07:00</published><updated>2011-10-17T01:30:29.997-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FUNDAMENTAL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INDO NESIA'/><title type='text'>Negara Itu Hamba Allah?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Plnj1YzxcuU/TpvmwJuUcPI/AAAAAAAAADA/g295nu-kkrU/s1600/dascov%2Bbuku%2BBTP4.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 242px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Plnj1YzxcuU/TpvmwJuUcPI/AAAAAAAAADA/g295nu-kkrU/s320/dascov%2Bbuku%2BBTP4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664374671266836722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nimrod  adalah orang pertama yang membentuk pemerintahan di muka bumi (Kej  10:8) dan sudah jelas bahwa pemerintahan Nimrod tidak berkenan kepada  Allah. Buktinya ketika ia memimpin rakyatnya membangun menara Babel,  Tuhan mengacaukan bahasa mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu dalam pengertian apakah  ketika Rasul Paulus mengatakan, "Tiap-tiap orang harus takluk kepada  pemerintah yang di atasnya, sebab &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak ada pemerintah, yang tidak  berasal dari Allah;&lt;/span&gt; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh  Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan  Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas  dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada  pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut  terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh  pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk  kebaikanmu. Tetapi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena  tidak percuma pemerintah menyandang pedang.&lt;/span&gt; Pemerintah adalah hamba  Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.  Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan  Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. Itulah juga sebabnya  maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah  pelayan-pelayan Allah" (Rom.13:1-6)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemerintahan yang Ideal di Mata Tuhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari  tulisan Paulus di atas tergambarkan dengan jelas tentang pemerintah  yang diinginkan dan diharapkan Tuhan. Ayat-ayat tersebut memberitahukan  bahwa Allah mengadakan pemerintah demi ketertiban hidup manusia.  Memberitahukan bahwa tugas pemerintah ialah memberi hadiah kepada yang  berbuat baik dan menghukum yang berbuat jahat. Tugas utama pemerintah  ialah menjaga ketertiban antarmanusia, bukan mengurusi sikap seseorang  atau iman seseorang kepada Tuhan yang diyakininya. Jadi setelah manusia  semakin banyak, dan persoalan antar manusia juga semakin banyak, maka  Allah sangat menghendaki adanya pemerintah yang mengatur antar manusia.  Tiap-tiap kejahatan harus dihukum dan tiap-tiap kebaikan harus mendapat  apresiasi dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang Kristen bahkan setiap  manusia yang ingin hidup damai, setuju bahwa harus ada pemerintah.  Seandainya di antara manusia yang berjumlah ratusan juta tanpa ada  pemerintah, maka pasti akan terjadi kekacauan yang luar biasa. Dalam  situasi demikian yang paling galak dan paling bengis itu akan menguasai  yang lemah. Pada situasi itu tentu orang bukan belajar bahasa atau  belajar berhitung melainkan akan belajar bela diri (Kung Fu), atau  masing-masing akan beli pistol dan menggantungkannya di pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,  betapa benarnya pernyataan Rasul Paulus bahwa pemerintah adalah "hamba  Allah" karena tanpa pemerintah maka dunia ini akan kacau dan orang-orang  baik yang mengasihi Allah tidak akan dapat melaksanakan kebaikan yang  Tuhan inginkan. Dengan kehadiran pemerintah yang baik, maka orang baik  dapat hidup baik, sehingga ketika dijahati dia tidak perlu membalas  karena negara ada polisi yang akan menangkap orang jahat tersebut dan  pengadilan akan menghukumnya. Kalau tetangganya tidak tahu diri,  misalnya membangun pagar di tengah malam dengan mesin las yang ribut,  orang baik tidak perlu menegurnya langsung yang mungkin bisa menimbulkan  pertengkaran, melainkan yang bersangkutan akan ditegur oleh RT atau RW  atau polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam negara yang berstatus hamba Allah  masyarakat tidak memerlukan izin untuk melakukan hal yang baik.  Pengaturan perizinan sifatnya untuk keteraturan dan untuk pemungutan  pajak. Sebaliknya di negara yang berstatus hamba iblis, untuk melakukan  kebajikan pun memerlukan ijin. Biasanya perizinan ditambah-tambahkan  oleh aparat yang korup. Dalam situasi demikian semakin banyak perizinan  dibutuhkan akan semakin memberi peluang bagi aparat-aparat korup untuk  mendapatkan peluang memeras orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Roma pasal 13 Rasul  Paulus menuliskan bahwa pemerintah adalah hamba Allah, dan ia tidak  berhenti pada kalimat itu. Ia memberi gambaran hal-hal yang dilakukan  oleh pemerintah yang berstatus sebagai hamba Allah itu. Seharusnya tidak  ada orang yang berkesimpulan bahwa pemerintahan Nimrod itu hamba Allah,  atau negara Korea yang di bawah pemerintah Kim Jong Il itu hamba Allah,  atau negara China ketika di bawah pemerintahan Mao Tje Tung itu hamba  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NEGARA BISA JADI HAMBA IBLIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika  sebuah pedang berada di  tangan pahlawan yang baik hati, pedang  itu  akan berfungsi sebagai alat yang sangat berguna untuk  membela   kebenaran.  Tetapi  ketika pedang  itu  jatuh ke  tangan penjahat,  pedang itu bukan lagi sebagai alat untuk membela kebenaran  melainkan   alat  yang  sangat mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  sebuah  negara  dikuasai   iblis, negara itu tidak memberi kebebasan kepada rakyatnya untuk mencari  kebenaran, bahkan menghalang-halangi rakyatnya mendapatkan kebenaran,  maka negara  itu bukan  lagi sebagai hamba Allah, melainkan telah  menjadi hamba  iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara  yang  dikuasai  iblis  biasanya  tidak  mengijinkan  rakyatnya  untuk memilih obyek imannya karena iblis  sesuai dengan  karakternya  adalah  menjajah. Biasanya negara yang  dikuasai  iblis  tidak akan  menghasilkan  aturan  hukum  yang baik  karena sifat iblis yang pada dasarnya tidak  menghendaki  keteraturan.   Dengan produk hukum yang  tidak bagus otomatis juga akan berpasangan  dengan aparat yang tidak baik pula. Di dalam negara demikian korupsi  akan merajarela, dan  tidak akan ada keadilan karena pengadilan bahkan  aparat hukumnya korup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya di negara yang dikuasai iblis  rakyat yang baik justru takut kepada pemerintah  dan  yang  jahat   menjadi  sahabat pemerintah. Biasanya di negera demikian rakyatnya   sangat  dibatasi  berbagai  perizinan  bahkan  untuk melakukan  kebaikan  pun memerlukan  izin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TUJUAN  IBLIS MENCIPTAKAN  AGAMA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apakah  tujuan iblis menguasai sebuah negara? Sudah pasti bahwa bukan karena  iblis ingin memperoleh keuntungan materi Iblis telah berlimpahan materi  sehingga ia bahkan pernah menawarkan materi kepada Tuhan  Yesus  untuk   menukarkan  sembah sujud kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama pembangkangan  Lucifer ialah menempatkan dirinya sejajar bahkan lebih  dari  Allah   Pencipta.  Ia  tidak  puas menjadi nomor dua melainkan menginginkan  posisi nomor  satu.  Ia  ingin disembah sebagai yang maha  tinggi.  Sesungguhnya  atas  keinginan  inilah iblis melakukan  segala  hal.  Apapun  juga yang bisa dipakainya  sebagai alat,  termasuk  negara,   akan  dipakainya  untuk mencapai  keinginannya.  Bahkan  negara akan   berfungsi  sebagai  alat  yang  paling efektif untuk mencapai   tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sebuah negara berada di bawah kuasa Tuhan dan  berfungsi sebagai hamba Allah, maka  hal  utama  yang  terjadi  di  negara tersebut ialah kebebasan beragama. Bahkan ciri utama agama yang  berasal dari Allah Pencipta langit dan bumi ialah yang memberi kebebasan  kepada umatnya untuk memilih. Kalau  setelah  seseorang masuk agama   tersebut  lantas  kemudian  tidak boleh bahkan tidak bisa keluar lagi,  maka itu  pasti  bukan  agama  dari  Allah, melainkan perangkap  iblis.  Allah Pencipta yang maha kuasa dan maha  adil  ketika  menciptakan   manusia telah memberikan manusia akal-budi, hati nurani  dan  kehendak   bebas.  Allah  yang memberikan kehendak bebas  tidak mungkin melarang   penerimanya mempergunakan  kehendak  bebas  yang  diberikanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas   ketetapan  ini  Allah  tidak  pernah menyesal  sekalipun  ada  resiko   manusia akan menolakNya. Karena Allah menghendaki  manusia  bukan   terpaksa  bersikap positif  kepadaNya,  melainkan  karena menyadari akan  kasih dan kemurahanNya. Allah  merindukan  kasih  sayang  manusia yang  diciptakanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya  iblis  tahu  persis  bahwa manusia  tidak mungkin bisa mengasihinya karena memang  tidak  ada  kebaikan   iblis yang  patut  mendapatkan  kasih  sayang manusia. Oleh sebab itu  yang iblis lakukan ialah  memasang  perangkap  dengan berbagai agama dan  ajaran-ajaran agama, kalau tidak cukup ratusan maka dibuatkan ribuan,   sehingga  kalau  bisa melalui  alat-alat itu ia dapat menjebak sebanyak  mungkin manusia.  Oleh  sebab  itu  agama  atau ajaran  agama  yang   diadakan  oleh  iblis berciri-khas kalau sudah masuk tidak akan  dibiarkan keluar lagi. Ia akan menetapkan bahwa  yang  coba-coba   keluar  perlu dibunuh  untuk menakuti  siapa  saja  yang sudah masuk  agar  tidak coba-coba keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sejauh ini pembaca yang  bijak dan  pintar  pasti  dapat  melihat  betapa efektifnya iblis   dalam  melaksanakan programnya jika ia bisa menguasai sebuah negara.  Bahkan dalam Wahyu pasal 13:11-18  telah  dinubuatkan  bahwa  pada   akhir zaman  iblis akan menguasai bukan hanya sebagian negara melainkan   semua negara sehingga  ia  akan  dengan  efektif memaksakan  kehendaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TUJUAN  IBLIS MENGUASAI NEGARA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan  menguasai sebuah negara  iblis akan  menciptakan  kondisi  kacau  dalam  negara  tersebut. Caranya? Ia akan membuat undang-undang yang  bertentangan dengan akal  sehat.  Kini  baik  di  Eropa  maupun Amerika,  wanita yang hamil di luar nikah diberi tunjangan,  sedangkan  yang   kawin baik-baik harus  membayar  pajak, yang tentu dipakai untuk  menunjang yang hamil tanpa  suami. Lama-kelamaan  pasti  akan semakin  sulit ditemukan wanita yang akan menikah secara baik-baik melainkan  lebih memilih melahirkan anak  tanpa  suami. Undang-undang  anti   korupsi  dipikirkan  oleh  para  koruptor,  yang  tentu  hasilnya   adalah  undang-undang  anti  korupsi yang  kepalang  tanggung  yang  menyisakan  banyak  lubang  untuk  korupsi  karena dibuat  oleh  para   koruptor.  Iblis  akan menciptakan  kekacauan  demi  kekacauan karena di  dalam kekacauan  itulah  ia akan mendapatkan keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi  ini semua bukan tujuan utamanya. Tujuan  utama  yang  sesungguhnya  adalah  yang  bersifat  keagamaan  karena yang  iblis  paling  peduli   adalah  urusan sembah-menyembah. Setelah iblis menguasai sebuah negara,  selain menghancurkan sistem  sosial yang masuk akal, iblis akan bergerak  ke pelarangan orang untuk mencari kebenaran. Ibis pasti akan bergerak  ke aspek  kebebasan  beragama  karena  iblis tidak rela ada orang yang  karena kebebasan beragama berhasil mendapatkan kebenaran dan  meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara komunis selain menghancurkan  sistem sosial dengan menyangkali kebebasan pribadi dalam menyimpan  hasil  keringatnya,  juga  melarang  orang mempercayai  sesuatu  yang   diyakininya benar.  Iblis  tidak  rela  memberikan kebebasan kepada  manusia untuk memilih sebagaimana    Allah  berikan,  melainkan ingin  menguasai manusia agar menyembah hanya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang  budiman, demi mencapai tujuannya, bukankah menguasai negara adalah   langkah  yang  strategis?  Jadi, herankah  pembaca  kalau  iblis   berjuang habis-habisan  untuk  menguasai  negara demi negara? Kalau  begitu apakah semua negara  tanpa  peduli  pada  tindakan  dan kondisi  negara itu semuanya adalah hamba Allah?  Jawabannya,  tentu  tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  negara yang masih dalam kondisi baik, berfungsi dengan baik sebagai  hamba Allah  dalam  menegakkan  keadilan, menjaga  hubungan  baik   antara  manusia, dan memberi  kebebasan  kepada manusia untuk  mencari   kebenaran.  Tetapi  tidak sedikit negara yang telah berada di bawah  cengkeraman  iblis. Berhikmatlah!***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.graphe-ministry.org/bahasa/pedang_roh.html"&gt;Pedang Roh Edisi 69 Edisi LXIX Tahun XVI Editor: Dr. Suhento Liauw, Oktober - November Desember 2011&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-3516248376061923651?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/3516248376061923651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=3516248376061923651' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/3516248376061923651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/3516248376061923651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2011/10/negara-itu-hamba-allah.html' title='Negara Itu Hamba Allah?'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Plnj1YzxcuU/TpvmwJuUcPI/AAAAAAAAADA/g295nu-kkrU/s72-c/dascov%2Bbuku%2BBTP4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-8677115571662776608</id><published>2011-10-07T01:18:00.000-07:00</published><updated>2011-10-17T01:19:54.767-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>Berita Bulan SEPTEMBER 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;JOHN PIPER – THEOLOGI REFORMED DAN PENYEMBAHAN KHARISMATIK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 3 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Dalam sebuah kunjungan riset ke sebuah kebaktian di Bethlehem Baptist  Church yang dipimpin oleh John Piper di Minneapolis tahun ini, saya  kembali teringat akan hari-hari kharismatik saya! Khotbah yang  disampaikan bertheologi Reformed, tetapi musiknya adalah mistikisme rock  &amp;amp; roll kharismatik. Dalam beberapa tahun belakangan saya juga telah  mengunjungi Saddleback Church di Willowcreek, sebuah Calvary Chapel,  sebuah Vineyard Church, beberapa gereja Southern Baptist,  kebaktian-kebaktian Roma Katolik, sebuah konferensi Baptis yang liberal,  sebuah konferensi kharismatik, dan sebuah konferensi emerging church.  Satu hal yang semua kebaktian ini miliki bersama adalah musik rock dan  kebaktian yang berpusat pada pengalaman emosional. Ini adalah salah satu  aspek yang paling berkuasa dalam gerakan ekumene dan dengan efektif  menarik semua tipe gereja bersama. Salah satu tema besar dari  penyembahan kontemporer adalah kesatuan ekumenis, “tubuh Kristus ” dan  “kita adalah satu.” Ini adalah tema yang muncul dalam penyembahan  kontemporer seperti di gereja Piper. Musik  membawa sebuah gereja dan anggota-anggotanya untuk berasosiasi dengan  ekumenis-ekumenis yang paling radikal, seperti Darlene Zschech dari  Hillsong (yang melakukan performans untuk Roman Catholic World Youth Day  dan sangat suka bahwa musik kontemporer menyatukan Katolik, Anglikan,  dan kharismatik), Jack Hayford (yang mengatakan bahwa Allah memberitahu  dia agar tidak menghakimi gereja Katolik), Graham Kendrick (salah satu  pendiri dari March for Jesus), Chris Tomlin (yang bersukacita bahwa  musik kontemporer sedang menyatukan “konservatif dan kharismatik), dan  Stewart Townend (yang mau membawa gereja-gereja konservatif untuk  bersekutu dengan “gereja yang lebih luas”). &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang gembala sidang  Baptis fundamental yang baru-baru ini menulis untuk mengritik apa yang  dia sebut “pelayanan peringatan” saya mengatakan bahwa musik adalah  semata-mata masalah gereja lokal dan bahwa hanya gembala sidang sebuah  gereja lokal yang berhak untuk memberi peringatan tentang musik gereja  tersebut. Rupanya ia berpikir bahwa 2 Timotius 4:2; Titus 2:15; 1 Petrus  4:11; dan Yudas 3 hanya ditulis kepada gembala-gembala sidang dan hanya  beraplikasi kepada satu gembala sidang dan satu gereja. Dia juga  berpikir bahwa setiap gembala sidang cukup diperlengkapi untuk berurusan  dengan isu musik dan tidak memerlukan pertolongan. Pandangan ini  terdengar seperti pendirian Diotrefes!&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;EUGENE NIDA, BAPA DYNAMIC EQUIVALENCY, MENINGGAL USIA 96 TAHUN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 3 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Eugene Nida, bapa dari metode dynamic equivalency penerjemahan Alkitab,  meninggal tanggal 25 Agustus pada usia 96 tahun. Awalnya bersama dengan  Wycliffe Bible Translators, Nida lalu berasosiasi dengan American Bible  Society dan United Bible Societies sejak tahun 1943. Melalui  tulisan-tulisan dan konsultasi yang dia berikan, Nida memegang pengaruh  yang luas dalam bidang teks dan penerjemahan Alkitab. Dia mengunjungi 90  negara untuk berdiskusi dengan para penerjemah yang bekerja dalam lebih  dari 200 bahasa yang berbeda. Nida memiliki peran yang penting dalam  terbentuknya United Bible Societies (UBS) yang sangat liberal dan  “memulai, mengorganisir, dan mengadministrasikan” Perjanjian Baru Yunani  UBS (kata pengantar untuk edisi pertama, 1965). Adalah Nida yang  bersikukuh harus ada evaluasi bertingkat untuk setiap variasi tekstual  (Aland, The Text of the New Testament, hal. 44). Di bawah skema ini,  variasi teks diberi nilai A, B, C, atau D, bergantung kepada seberapa  yakin para editor akan suatu bagian teks. Namun demikian, pengaruh Nida  yang paling hebat adaah sebagai bapa dari teori penerjemahan Alkitab  dengan metode dynamic equivalency, dimulai pada tahun 1947 dengan  diterbitkannya buku Bible Translating. Dia mempromosikan metode  penerjemahan “pikiran untuk pikiran.” Nida mengajar bahwa penerjemah  memiliki kebebasan untuk mengubah bentuk Kitab Suci dan bahkan untuk  mengkontekstualisasikan Kitab Suci ke dalam budaya modern, seperti  mengubah kata “salju” menjadi “kelapa” jika salju tidak dikenal di  budaya tertentu. Ia dapat melakukan ini karena ia tidak percaya dalam  inspirasi Kitab Suci yang tanpa salah. Nida mengolok doktrin bahwa  Alkitab “ditulis dalam bahasa Roh Kudus” (Language Structure and  Translation, 1975, hal. 259). Dia menulis: “Pewahyuan Alkitab tidaklah  absolut dan semua pewahyuan ilahi secara esensi bersifat inkarnasi.  …Kata-katanya, dalam pengertian tertentu, tidaklah ada arti apa-apa  dalam diri mereka sendiri….Kata-kata adalah kosong kecuali jika  berhubungan dengan pengalaman” (Nida, Message and Mission, 1960, hal.  222-226). Ini adalah kesesatan Neo-ortodoks. Di seluruh Kitab Suci,  adalah kata-kata Alkitab yang disebut sebagai penting, bukan hanya  artinya. Tiga kali kita diberitahu bahwa “Manusia hidup bukan dari roti  saja, tetapi dari SETIAP FIRMAN yang keluar dari mulut Allah.” (Ul. 8:3;  Mat. 4:4; Luk. 4:4). Nida berpendapat bahwa kisah-kisah tentang  malaikat dan mujizat-mujizat tidak perlu ditafsirkan secara literal  (Message and Mission, hal. 41). Dan dia menolak pengorbanan darah Yesus  Kristus yang bersifat menggantikan (Theory and Practice, 1969, hal. 53),  dia mengklaim bahwa darah Kristus dalam Roma 3:25 dan perikop-perikop  lain adalah simbol dari kematian karena kekerasan (A Translator’s  Handbook on Paul’s Letter to the Romans), sementara Roma 5:8-10 mengajar  kita bahwa keselamatan memerlukan BAIK darah MAUPUN kematian Kristus.  Darah dibutuhkan untuk pendamaian (Im. 17:11; Ibr. 9:22). 100 tahun  terakhir ini, bidang penerjemahan Alkitab telah terkorupkan secara  mendalam. Kita telah mendokumentasikan ini daam buku The Modern Version  Hall of Shame, yang dapat dibeli di Way of Life Literature.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;AIR MATA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 3 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Mata manusia memiliki mekanisme untuk membersihkan dan memelihara diri  sendiri. Mata memproduksi tiga jenis air mata yang berbeda,  masing-masing dengan kompisisi kimianya sendiri yang kompleks. Air mata  basal adalah air mata yang normal yang dipakai untuk melumasi mata dan  menyingkirkan debu. Komposisi dari air mata ini termasuk lisosom yang  berperang melawan infeksi bakteri sebagai bagian dari sistem imun tubuh  yang tak terbayang kompleksnya. Air mata refleks diproduksi untuk  membilas mata dari benda-benda iritan, seperti uap bawang atau cabe. Air  mata emosional diproduksi sebagai respons terhadap stres emosional dan  mengandung zat yang secara alami menghentikan rasa sakit dan  hormon-hormon penenang. Air mata memiliki tiga lapisan, sebuah lapisan  luar yang mengandung minyak yang mencegah penguapan dan mengontrol laju  jatuhnya air mata di pipi; sebuah lapisan tengah, yang mengandung  protein dan hormon-hormon, dan sebuah lapisan mukosa yang menyentuh mata  itu sendiri yang melapisi kornea dan memungkinkan distribusi yang  seimbang akan film air mata tersebut. “Beginilah firman TUHAN, Allah  Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu”  (2 Raj. 20:5). “Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku  Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?”  (Maz. 56:9). “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan  menuai dengan bersorak-sorai” (Maz. 126:5). “Dan Ia akan menghapus  segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak  akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab  segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wah. 21:4).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;“GEMBALA SIDANG” BAPTIS YANG SESAT MENGATAKAN BAHWA HIMNE TENTANG DARAH, COCOKNYA DI FILM VAMPIR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 3 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Amy Butler, “gembala sidang” senor dari Calvary Baptist Church,  Washington D.C., mengklaim bahwa himne-himne tentang darah Kristus  pantasnya berada di film vampir. Tentang himne seperti “There Is a  Fountain,” Butler mengatakan, “Dengan segala hormat kepada tradisi agung  yang telah membentuk praktek iman denominasi kita, lirik seperti ini  membuat kita seperti berada di salah satu film [vampir] Twilight. Selain  theologi yang patut dipertanyakan, metafora-metafora dalam himne-himne  ini tidak memiliki arti yang bermakna bagi penyembah-penyembah zaman  modern. Maksud saya, siapa yang mau menghampiri “takhta kasih karunia”  (jika mereka bahkan tidak tahu apa artinya itu) jika takhta itu  diperciki oleh darah?” (“There Is Power in the ‘Blood’ Hymns,”  Associated Baptist Press, 25 Agus. 2011). Butler memutuskan untuk  mengkhususkan satu kebaktian Minggu untuk “ritual” menyanyikan  “himne-himne darah” yang kuno itu, tetapi hanyalah untuk “membangun  indentitas dan mengingat akar-akar kita.” Ini mengingatkan kita bahwa  kebanyakan gereja Baptis hari ini sudah sesat total atau kompromi  mendalam dengan dunia dan filosofi emerging church. Ini bagaikan lautan  yang berbahaya dan banyak Baptis fundamental yang membangun jembata  dengan hal-hal seperti ini melalui adaptasi musik Kristen kontemporer  dan main mata dengan para Injili “konservatif.” Kesesatan suatu gereja  tidak terjadi sekaligus. Ia terjadi perlahan-lahan, biasanya lintas  generasi, dan mulai dengan langkah-langkah kompromi yang “kecil.” Kita  akan mengatakan kepada Butler bahwa doktrin tentang pendamaian yang  diajarkan dalam “himne-himne darah” yang kuno itu bukanlah theologi yang  patut dipertanyakan. Adalah benar dalam Alkitab bahwa “noda-noda dosa  terhapus dalam aliran darah yang memberikan hidup itu” dan bahwa  “darahNya mendamaikan seluruh umat, dan kini memerciki takhta kasih  karunia.” Tidak ada keselamatan di luar dari darah Kristus. KematianNya  saja tidak dapat membeli pendamaian. Ini adalah salah satu tema utama  kitab Ibrani. “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat  dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan…Jadi,  saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat  masuk ke dalam tempat kudus” (Ibr. 9:22; 10:19).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;PEMIMPIN GERAKAN EMERGING MERASA TERGANGGU DENGAN PENGGUNAAN ISTILAH “DISELAMATKAN” DAN “LAHIR BARU”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 10 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Dalam blognya dan dalam sebuah wawancara dengan Christian Post, Tim  Stevens, gembala sidang dari Granger Community Church di Granger,  Indiana, mengatakan bahwa dia terganggu oleh penggunaan istilah  “diselamatkan” dan “lahir baru.” Dia menulis: “Saya baru-baru ini  memperhatikan bahwa saya semakin lama semakin terganggu oleh kata  “selamat.” Bukan dalam pemakaian seperti “selamat pagi” atau “selamat  jalan” tetapi dalam konteks Kristiani: “Apakah Johnny sudah  diselamatkan?” Atau “lambat laun Martha akan diselamatkan.” ….Sering  kali gereja-gereja bisa menjadi tempat yang tidak nyaman bagi  orang-orang yang sedang dalam pencarian. Mereka merasakan kebutuhan akan  Allah, jadi mereka nongol di gereja pada suatu Minggu pagi dan mereka  tidak bisa menangkap apa-apa karena dunia itu berbeda dengan dunia yang  mereka tinggali. Bahasa yang dipakai tidak masuk akal, cara  komunikasinya aneh, dan musiknya aneh….Saya rasa penggunaan bahasa  merupakan bagian yang besar dari semua ini” (Christian Post, 1 Sept.  2011). Granger adalah contoh yang sempurna sebuah gereja 2 Timotius  4:3-4 yang hidup menurut hawa nafsu mereka sendiri dan memiliki banyak  guru palsu yang menggelitik telinga generasi yang sesat dengan suatu  jenis kekristenan yang baru. Ini adalah jenis gereja yang berpesta rock  &amp;amp; roll. Gereja-gereja dilarang oleh Tuhan untuk menjadi sama dengan  dunia untuk memenangkan dunia (Roma 12:2). Memang benar bahwa orang yang  belum percaya seharusnya dapat merasa bahwa mereka dikasihi dan  disambut dengan baik ketika mereka menghadiri kebaktian, dan umat Tuhan  perlu untuk berusaha dan memastikan hal ini terjadi, dan Injil harus  dengan jelas diberitakan, tetapi orang yang belum percaya seharusnya  tidak merasa nyaman di gereja. Mereka harus dibuat mengerti bahwa umat  manusia terbagi menjadi kategori yang terhilang dan yang selamat, dan  kecuali mereka mengalami kelahiran kembali dan masuk kategori selamat,  mereka akan menghabiskan kekekalan di lautan api sebagai upah kejahatan  mereka melawan Allah yang mahakuasa. Ketika seorang yang tidak percaya  datang ke gereja, ia tidak seharusnya merasa nyaman; dia harus merasa  tusukan Roh Kudus (1 Kor. 14:24-25). Tusukan dan tuduhan rohani ini  tidak datang melalui musik yang membuat anda ingin berdansa atau melalui  mengubah gereja menjadi suatu tempat yang beratmosfir pesta sensual  atau melalui menurunkan standar berpakaian dan standar bahasa ke level  masyarakat yang konyol yang dikuasai oleh budaya pop. Tusukan dan kerja  rohani Roh Kudus tidak datang ketika gereja-gereja mencoba menggantikan  “cool” duniawi dengan “cool” gerejawi. Tetapi ia datang melalui  kehidupan Kristen yang serious dan terpisah dari dunia, dan musik-musik  yang rohani, dan pemberitaan Firman Tuhan yang setia kepada Alkitab dan  bukan melalui khotbah-khotbah dangkal yang hanyalah berisikan psikologi  modern.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;SEORANG NABIAH KHARISMATIK MENGETIK DALAM BAHASA “ROH”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 10 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Seorang “nabiah” Kharismatik, Juanita Bynum, bukan saja berbicara dalam  “bahasa roh;” dia bahkan mengetik dalam “bahasa roh” di halaman  Facebooknya. Pada tanggal 17 Agustus, dia mengetik doa berikut, “Kami  memanggilMu Yesus. Engkaulah penolong kami dan harapan  kami!!!!NDHDIUBGUGTRUCGNRTUGTIGRTIGRGBNRDRGNGGJNRIC. Engkaulah penolong  kami dan harapan kami. RFSCNGUGHURGVHKTGHDKUNHSTNSVHGN Engkau Allah.  Engkaulah penolong kami dan harapan kami!!!” Bynum tidak menjawab  pertanyaan dari The Christian Post mengenai komunikasi yang aneh ini  (“Televangelist Juanita Bynum Raises Brows with “Tongues’ Prayer,”  Christian post, 31 Agus. 2011). Ini adalah contoh-contoh kekonyolan yang  adalah bagian dari paket Pantekosta sejak permulaan gerakan ini di  pergantian abad ke-20. Bahasa lidah ditenggarai muncul di Bethel Bible  School yang dipimpin oleh Charles Parham di Topeka, Kansas, pada bulan  Januari 1901, dimulai oleh seorang mahasiswi bernama Agnes Ozman.  Seorang wartawan Topeka State Journal mencatat “bahasa roh” yang  diucapkan seorang mahasiswi lain, Lilian Thistlewaite. Bunyinya seperti  ini: “Euossa, Euossa, use rela sema calah mala kanah leulla ssage nalan.  Ligle logle lazie logle. Ene mine mo, sah rah el me sah rah me” (Topeka  State Journal, 9 Jan. 1901).Walaupun “bahasa roh”nya Thistlewaite masih  lebih meyakinkan daripada punya Juanita Bynum, keduanya hanyalah  cerocosan tak berarti. “Ligle logle lazie logle” dan “ene mine mo”  persis adalah tipe-tipe “bahasa roh” yang saya dengar berulang-ulang di  berbagai pertemuan Pantekosta dan Kharismatik di berbagai belahan dunia  (di Indonesia mungkin lebih mirip “sikalabalaba…sikalabalaba”), tetapi  semuanya adalah komat kamit tak jelas. Bahasa lidah dalam Alkitab adalah  bahasa sebenarnya yang secara ajaib dapat dipakai oleh orang-orang yang  belum pernah mempelajari bahasa tersebut. Inilah yang kita lihat  terjadi pada hari Pentakosta, dan kejadian itu adalah suatu mujizat yang  besar. Pada tahun 1914, Charles Shumway dengan teliti mencari bukti  untuk membuktikan bahwa “bahasa roh” kaum Pantekosta awal tersebut  adalah bahasa yang sebenarnya, tetapi dia gagal menemukan bahkan satu  orang pun yang dapat membuktikan klaim-klaim yang dibuat (James Goff,  Jr. Fields White Unto Harvest, 1988, hal. 76). Setelah meneliti “bahasa  roh” yang diucapkan di Azusa Street mission yang dipimpin oleh William  Seymour, pemimpin Holiness, W. B. Godbey menyimpulkan bahwa  ucapan-ucapan itu bukanlah bahasa (G. F. Taylor, The Spirit and the  Bride, 1907, hal. 52). Banyak ahli bahasa yang telah mencapai kesimpulan  yang sama. William Samarin, profesor linguistik di Universitas Toronto,  merangkumkan penelitian dia selama 5 tahun sebagai berikut:  “Glossolalia memang mirip dengan bahasa dalam hal-hal tertentu, tetapi  ini hanyalah karena pengucapnya ingin agar yang diucapkannya itu mirip  bahasa. Namun walaupun ada kemiripan-kemiripan superfisial, glossolalia  secara mendasar BUKANLAH bahasa” (Tongues of Men and Angels, 1972, hal.  227). Kunci yang mendasar untuk mengerti bahasa lidah dalam Alkitab  adalah menyadari bahwa bahasa lidah adalah tanda bagi bangsa Yahudi yang  tidak percaya (1 Kor. 14:20-22). Dalam kitab Kisah Para Rasul, ketika  bahasa lidah dipraktekkan, ada orang Yahudi yang hadir. Topik ini  dibahas dalam buku &lt;em&gt;The Pentecostal-Charismatic Movement: The History and the Error&lt;/em&gt; oleh David Cloud, dan juga buku &lt;strong&gt;Glossolalia&lt;/strong&gt; oleh Dr. Steven Liauw.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;ILMUWAN MENGATAKAN BAHWA CERITA ASAL MUASAL KEHIDUPAN DALAM EVOLUSI ADALAH DONGENG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 10 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Dr. John Marcus mengatakan bahwa kisah-kisah tentang asal muasal  kehidupan dalam evolusi adalah dongeng. Marcus memiliki gelar Ph. D.  dalam bidang kimia biologi dari Universitas Michigan, dan sekarang  adalah pejabat riset di Cooperative Research Centre for Tropical Plant  Pathology, di Universitas Queensland, Australia. Dia mengatakan, “Dua  hal yang mengukuhkan kepercayaan saya dalam penciptaan adalah bukti yang  jelas akan desain dalam alam semesta, dan betapa kecil nihilnya  kemungkinan bahwa kehidupan muncul karena perubahan….Sungguh, ide bahwa  bahkan satu protein yang berfungsi lengkap dapat muncul karena kebetulan  sudah merupakan iman buta yang tidak dapat dan tidak mau mengakui  angka-angka [probabilitas]! Pemikiran seperti itu murni adalah fantasi  dan tidak ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Tidak heran bahwa  para evolusionis tidak dapat menghasilkan skenario spesifik yang dapat  menjelaskan bagaimana kehidupan dapat muncul dari zat-zat kimia yang  mati. Kisah-kisah yang diajukan seperti dongeng dengan beberapa istilah  ilmu pengetahuan yang dimasukkan agar terdengar berpendidikan….banyaknya  skenario evolusi yang menipu sepertinya tidak kurang adalah mitos-mitos  yang bias yang muncul karena keinginan yang putus asa untuk  menghilangkan Allah dari kehidupan dan hati nurani manusia” (In Six  Days, diedit oleh John Ashton, hal. 172, 179, 180).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;DESA BUJANGAN CINA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 10 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Karena praktek pemilihan jenis kelamin anak dan juga pembunuhan  bayi-bayi perempuan karena kebijaksanaan satu anak yang tidak alktabiah,  komunis Cina kini menghadapi masalah yang sudah dapat diprediksi.  Jutaan laki-laki kini menghadapi masa depan sebagai bujangan karena  tidak ada cukup wanita untuk dinikahi. Hal ini terilustrasikan secara  jelas di desa Banzhushan di tengah propinsi Hunan, di mana tidak ada  satu pun wanita umur menikah yang belum memiliki pasangan atau tunangan  (“China’s Village of Bachelors,” The Guardiang, 2 Sept. 2011). Ketika  ditanya wanita jenis apa yang dia ingin nikahi, petani Duan Biansheng  menjawab, “Saya sama sekali tidak punya syarat. Saya akan puas dengan  seorang istri bagaimanapun,” tetapi kans bagi dia “hampir nol.” Dia  kesepian dan khawatir mengenai masa tua dengan tidak ada seorang pun  untuk memelihara dia dan tidak ada anak untuk meneruskan garis keluarga.  Dalam dua puluh tahun ke depan, 30 hingga 50 juta lelaki Cina tidak  akan dapat menemukan istri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;MENGETAHUI MASA DEPAN: MELALUI KOMPUTER SUPER ATAU ALLAH MAHAKUASA?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 17 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Sebuah studi baru mengklaim bahwa memasukkan informasi tentang  berita-berita hangat ke dalam sebuah superkomputer dapat membantu  memprediksikan peristiwa-peristiwa besar dunia. Revolusi di Libya dan  Mesir diprediksikan dengan cara demikian, walaupun hanya setelah  kejadian (“Supercomputer Predicts Revolution,” BBC, 9 Sept. 2011). Saya  tahu suatu metode yang lebih pasti, yaitu membaca Alkitab. Nubuat-nubuat  di dalamnya jelas dan tepat dan adalah bukti otoritas ilahi Alkitab.  Alkitab memberitahu sejak awal tentang kembalinya Israel ke tanah mereka  dalam kondisi yang masih mati rohani dalam Yehezkiel 37. Peristiwa  besar berikutnya dalam kalender nubuat adalah Pengangkatan orang-orang  percaya zaman gereja lokal. Kejadian itu akan diikuti oleh tujuh tahun  Kesusahan Besar yang akan melanda seisi dunia. Milyaran akan mati  melalui peperangan dan penghakiman ilahi. Antikristus akan memerintah  dunia, mengontrol semua perdagangan dan menuntut penyembahan dengan  ancaman maut. Sepertiga orang Yahudi akan bertobat dan menerima Yesus  sebagai Mesias. Dia akan kembali ke bumi dalam kuasa dan kemuliaan,  menghancurkan pasukan Antikristus, dan mendirikan kerajaanNya di bumi  dengan Yerusalem sebagai markasNya. Masa depan? Kamu bisa mengetahuinya  dan kamu bisa yakin akan hal itu. Dan melalui iman kepada Yesus Kristus,  anda bisa berada di pihak yang tepat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;NEGARA-NEGARA DENGAN NILAI KEBEBASAN BERAGAMA YANG PALING RENDAH, KEBANYAKAN MUSLIM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 17 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Berikut ini disadur dari CNSNews.com, 10 Agustus 2011: “Negara-negara  yang memiliki mayoritas Muslim mendapatkan angka-angka yang paling  rendah dalam suatu penelitian komprehensif yang baru yang menpelajari  dan memantau larangan-larangan oleh berbagai pemerintah terhadap agama  sekaligus juga rasa permusuhan sosial yang terjadi antar agama di dunia.  Penelitian ini dilakukan oleh Pew Research Center bagian Forum on  Religion &amp;amp; Public Life, dipublikasikan hari Selasa. Penelitian  mendapatkan bahwa hampir sepertiga populasi dunia hidup di negara-negara  di mana larangan-larangan oleh pemerintah yang berhubungan dengan  agama, atau permusuhan sosial, meningkat signifikan sejak pertengahan  2006 hingga pertengahan 2009. Secara geografis, Timur Tengah/Afrika  Utara memiliki proporsi yang terbesar dari negara-negara ini – 30 persen  – di mana larangan resmi terhadap agama meningkat dalam periode waktu  tiga tahun tersebut. Kalau digali lebih dalam, laporan setebal 117  halaman tersebut menyingkapkan bahwa negara-negara yang tergabung ke  dalam Organization of Islamic Cooperation (OIC) mendominasi kebanyakan  larangan serius yang diselidiki pada akhir periode survei di pertengahan  2009. Tujuh dari sepuluh negara dengan nilai terendah, berhubungan  dengan larangan pemerintah terhadap agama tertentu, adalah negara-negara  OIC – Mesir, Iran, Arab Saudi, Uzbekistan, Maladewa, Malaysia, dan  Indonesia. Tiga yang lain adalah Cina, Burma, dan Eritrea.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;MASALAH HORISON BAGI BIG BANG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 17 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Jason Lisle, Ph.D. dalam bidang astrofisika dari Universitas Colorado,  membuat observasi: “[Teori] Big Bang mengharuskan wilayah-wilayah yang  berbeda dari alam semesta mulai dengan temperatur yang sangat berbeda,  sebagai konsekuensi dari mekanika kuantum. Sambil alam semesta  mengembang, wilayah-wilayah yang berbeda dari alam semesta ini  seharusnya memiliki temperatur yang berbeda. Namun hari ini semua  wilayah memiliki temperatur yang hampir sama persis. Kita bisa melihat  latar belakang gelombang mikro di alam semesta dan melihat  temperaturnya. Jadi ada masalah, karena tidak cukup waktu, menurut  perhitungan jangka waktu evolusi, bahkan jika diberikan 20 milyar tahun  bagi cahaya untuk pindah dari satu wilayah ke wilayah lain dan dengan  cara demikian bertukar temperatur untuk mencapai ekuilibrium. Agar semua  wilayah memiliki temperatur yang sama, mereka harus memiliki kontak.  Jika kamu menaruh es batu dalam kopi akan menghasilkan kopi yang  suam-suam kuku. Ada pertukaran panas karena mereka memiliki kontak.  Cahaya dapat memfasilitasi pertukaran energi, tetapi tidak ada cukup  waktu. Ini disebut sebagai Problema Horison, dan ini adalah masalah yang  besar, karena temperatur di alam semesta ini bukan hanya mirip, tetapi  sangat-sangat merata.” (Lisle, Creation Astronomy, 2006, Answers in  Genesis).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;PEMIMPIN PENYEMBAHAN KONTEMPORER MEMBESARKAN ANAK-ANAKNYA DALAM SUASANA BEATLES&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika Chris Redman, salah satu nama yang paling berpengaruh dalam  gerakan penyembahan kontemporer, ditanya, “Siapa sajakah yang  mempengaruhi musikmu?” dia menjawab: “Segala macam. Tetapi favorit saya  pastilah Beatles. Saya sangat senang bahwa kini kelima anak saya bahkan  menyukai musik mereka [Beatles]”  (http://www.louderthanthemusic.com/document.php?id=2526). Ini  mengingatkan kita bahwa salah satu alasan kita menentang Musik Kristen  Kontemporer adalah karena gerakan ini tidak mau memisahkan diri dari  dunia. Firman Allah mengatakan bahwa orang percaya tidak boleh menjadi  serupa dengan dunia, tidak boleh dicemarkan dunia, dan tidak boleh  mengasihi dunia (Roma 12:2; Yak. 1:27; 1 Yoh. 2:15-16). Para musisi  Kristen Kontemporer sama sekali tidak berusaha menyembunyikan fakta  bahwa mereka menyukai rock &amp;amp; roll sekuler yang vulgar dan mereka  tidak malu sama sekali melakukannya karena hal itu dapat diterima dalam  kalangan mereka. Ketika ditanya dalam wawancara mengenai  pengaruh-pengaruh dalam musik mereka dan musik favorit mereka, mereka  semua mendaftarkan musisi-musisi rock sekuler yang vulgar. Jelas bahwa  Redman sedang membesarkan anak-anaknya dalam pengaruh rock &amp;amp; roll  sekuler sehingga mereka sudah mulai menyukai dunia bahkan sejak umur  yang sangat muda. Alkitab berkata, “Janganlah turut mengambil bagian  dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa,  tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11).  Apakah ada “perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa”  dalam rock &amp;amp; roll atau rap atau reggae atau country-western atau  bentuk-bentuk musik pop lainnya hari ini? Jelas ada, dan ini adalah  deskripsi yang pantas mengenai mayoritas musik dunia. Ini adalah  deskripsi yang persis tentang The Beatles dan musik mereka. Jadi, orang  percaya diperintahkan untuk TIDAK mengambil bagian dalamnya, tetapi  justru menegurnya. Saya telah menetapkan hati untuk melakukan hal ini 38  tahun yang lalu ketika Tuhan membuka mata saya mengenai isu ini, dan  keyakinan saya tentang bahaya moral rock dan pentingnya separasi dari  musik rock telah bertambah teguh seiring lewatnya tahun-tahun. Separasi  tidaklah populer hari ini, tetapi Allah memerintahkannya, dan kebenaran  tidak pernah ditemukan pada kelompok mayorits di dunia yang penuh dosa  ini. Faktanya, menurut nubuat Alkitab (mis. 2 Tim. 3:1-5, 13; 4:3-4)  kita tidak bisa mengharapkan bahwa kebenaran akan ditemukan dalam  kelompok mayoritas dari orang-orang yang mengaku Kristen di zaman akhir  ini. Untuk informasi lebih lanjut lagi, lihat “The Beatles and  Contemporary Christian Music,”  http://www.wayoflife.org/database/beatlesandccm.html&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;AUSTRALIA MENJALANKAN FILOSOFI UNISEX&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Australia akan mengizinkan penduduknya untuk memilih jenis  kelamin apa yang akan tercantum di paspor mereka, bahkan jika mereka  tidak pernah menjalani operasi “ganti kelamin” (“Australia Offers  Passport Gender Choice,” AP, 14 Sept. 2011). Menurut garis-garis haluan  Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT), yang diperlukan  hanyalah surat pendukung dari seorang pelayan kesehatan, dan warga  negara dapat mengidentifikasikan “pilihan kelamin” mereka apakah  laki-laki, perempuan, atau X (apapun maksudnya ini). Filosofi yang gila  ini adalah kelanjutan dari gerakan unisex dalam rock &amp;amp; roll di tahun  1960an, yang adalah penggenapan nubuat dalam Mazmur 2 mengenai  bagaimana seluruh dunia memutuskan “belenggu-belenggu” Allah, yang  maksudnya adalah hukum-hukumNya. Gerakan unisex adalah tindakan  penghinaan terhadap hukum Allah, karena Dialah yang menciptakan  laki-laki dan wanita. Hanya ada dua jenis kelamin dan kita tidak  diberikan pilihan dalam hal ini, karena sudah ditentukan bahkan sebelum  kita lahir. Umat Allah seharusnya menolak segala sesuatu yang berkaitan  dengan gerakan unisex ini. Kita tidak boleh serupa dengan dunia (Rom.  12:2). Namun rata-rata gereja, bahkan yang “fundamentalis,” sama sekali  tidak bersuara melawan pakaian unisex dunia, seperti wanita yang memakai  celana, yang adalah fenomena yang paling banyak menghancurkan perbedaan  antara laki-laki dan wanita yang Tuhan tetapkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;GEREJA-GEREJA MELAWAN ISRAEL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini disadur dari FrontPageMag.com, 7 Juli 2011: “Beberapa hari  yang lalu, para peneliti Inggris mengumumkan bahwa 17 kerangka manusia  yang diidentifikasi sebagai Yahudi telah ditemukan di dasar sebuah sumur  zaman medieval di Norwich, Inggris. Orang-orang Yahudi tersebut dibunuh  dalam suatu pembunuhan suku, atau dipaksa untuk melakukan bunuh diri  jika tidak mau memenuhi tuntutan menjadi Kristen. Kerangka-kerangka ini  diberikan tanggal abad ke-12 atau 13, yaitu zaman orang-orang Yahudi  menghadapi pembunuhan, pembuangan, dan penganiayaan di seluruh Eropa. 17  orang Yahudi ini dibunuh karena “theologi penggantian” (replacement  theology), salah satu kesalahan yang paling awal yang berargumen bahwa  karena orang Yahudi menolak keilahian Kristus, mereka telah membatalkan  janji-janji Allah bagi mereka, yang lalu dialihkan kepada Gereja.  Sekitar 10 abad kemudian, forum-forum global kekristenan sedang  membangkitkan lagi theologi ini melawan anak cucunya ke-17 kerangka  Yahudi tersebut: yaitu Negara Yahudi, Israel. WCC (World Council of  Churches), sebuah badan Kristen yang ekumenis dengan basis di Jenewa dan  mengklaim 590 juta orang Kristen sebagai anggota, baru saja mengakhiri  konferensi empat hari di kota Volos, Yunani. Tidak ada satu pun kalimat  kritikan terhadap para Islamis yang sedang menganiaya orang-orang Arab  yang menjadi Kristen. Para Lutheran tiba di Volos dari Amerika Serikat,  orang-orang Katolik dan Protestan dari Bethlehem dan Nazaret, Kristen  Ortodoks dari Yunani dan Rusia, para pengkhotbah dari Beirut dan para  Koptik dari Mesir. Konferensi tersebut mendeklarasikan Negara Yahudi  sebagai “suatu dosa” dan “kuasa penjajahan”….Konferensi itu menyangkali  3000 tahun kehidupan Yahudi di tanah Kanaan (dari Mediterania hingga  Yordan), dan menentang kehadiran Israel di sana….Dalam beberapa bulan  terakhir kita telah melihat peningkatan serangan terhadap Israel yang  radikal dan berbahaya oleh gereja-gereja Protestan dan Katolik.  ….Patriarkh Gereja Antiokhia, Melkite Gregory III Laham yang berpaham  Katolik, mengumumkan bahwa ada “konspirasi Zionis melawan Islam,”  membangkitkan lagi teori-teori konspirasi yang kuno yang memimpin kepada  genosida…..Gerekan perdamaian internasional Katolik yang paling  berpengaruh, Pax Christi, baru saja mempromosikan boikot terhadap  barang-barang Israel, “atas nama kasih.” ….Hari ini kebanyakan kampanye  melawan Israel didorong oleh grup-grup Kristen, seperti Dutch  Interchurch Organization dan grup Katolik Irlandia, Troicare, keduanya  dibiayai Unieropa. United Church of Canada, sebuah denominasi Kristen  yang mainstream dan populer, baru saja voting utnuk memboikot enam  perusahaan (Caterpilar, Motorola, Ahava, Veolia, Elbit Systems, dan  Chapters/Indigo) dan uksup Anglikan dari Afrika Selatan, Desmond Tutu,  meyakinkan universitas Johannesburg untuk memutuskan semua hubungan  dengan pelajar-pelajar Yahudi mereka. Tahun lalu, Gereja Metodis di  Inggris voting untuk memboikot barang-barang yang diproduksi oleh Israel  dan jasa pelayanan dari Yudea dan Samaria. … Di sebuah sinode Roma,  Uskup Agung Cyrille Salim Bustros, imam yang dipilih oleh Joseph  Ratzinger (kini Paus Benediktus) untuk menuliskan pernyataan-pernyataan  final sinod ke 44 itu, menyangkali hak alkitab umat Yahudi atas tanah  perjanjian.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Editor: Dr. Steven E. Liauw&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.graphe-ministry.org/"&gt;Graphe International Theological Seminary&lt;/a&gt; (www.graphe-ministry.org)&lt;br /&gt;(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)&lt;br /&gt;Untuk berlangganan, pilih opsi “Join Group” di:  http://groups.yahoo.com/group/gits_buletin/ dan ikuti petunjuk  selanjutnya di layar komputer&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-8677115571662776608?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/8677115571662776608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=8677115571662776608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/8677115571662776608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/8677115571662776608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2011/10/berita-bulan-september-2011.html' title='Berita Bulan SEPTEMBER 2011'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-5024124437283040499</id><published>2011-09-30T01:15:00.000-07:00</published><updated>2011-10-17T01:18:02.228-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>Berita Bulan AGUSTUS 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;HEAVEN IS FOR REAL: SEBUAH BUKU YANG BERBAHAYA BAGI ZAMAN YANG SESAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 06 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Heaven Is For Real (Surga Itu Nyata), sebuah buku tentang seorang anak  lelaki berusia empat tahun yang katanya mengunjungi Surga, telah terjual  1,5 juta eksemplar dan saat ini sedang menduduki peringkat #6 di daftar  bestseller Amazon. Buku ini juga telah memecahkan rekor penjualan  penerbit Thomas Nelson dan sangat populer bahkan di kalangan Baptis  Independen. Seorang gembala sidang memberitahu saya bahwa buku ini  “sedang beredar di banyak kelompok Baptis Independen; banyak yang  merekomendasikannya.” Buku ini ditenggarai sebagai kisah nyata dari  Colton Burpo, putra dari seorang gembala sidang Metodis yang katanya  mengunjungi Surga saat menjalani sebuah operasi darurat. Di sana dia  bertemu dengan seorang saudari perempuannya yang telah meninggal dan  kakek buyutnya, melihat Yesus dan Allah Bapa dan Roh Kudus dan Setan,  dan mempelajari berbagai hal yang tidak dinyatakan dalam Kitab Suci.  Kita tidak meragukan bahwa anak kecil itu benar-benar merasa yakin bahwa  dia mengunjungi Surga, tetapi kita tidak percaya sedikitpun bahwa itu  benar-benar terjadi. Pertama, buku ini bertentangan dengan kesaksian  Rasul Paulus, yang mengatakan bahwa dia adalah yang terakhir untuk  melihat Kristus yang telah bangkit (1 Korintus 15:8). Pengalaman Paulus  ini digambarkan di Kisah Para Rasul dan tidak ada insiden lain lagi  Kristus menampakkan diri kepada orang lain [Editor: Rasul Yohanes  melihat Yesus dalam kitab Wahyu, tetapi rasul Yohanes sudah pernah  menyaksikan kebangkitan Yesus sebelum Paulus, jadi Paulus tetap adalah  orang yang terakhir menjadi saksi kebangkitan Yesus]. Paulus memberikan  kesaksian ini dalam konteks sedang memberikan bukti saksi-saksi mata  akan kebangkitan Kristus. Semua bukti yang kita perlukan sudah terdapat  dalam kesaksian Kitab Suci dan saksi-saksi mata ini. Lebih lanjut lagi,  Paulus mengatakan bahwa ketika dia mengunjungi Surga, dia mendengar  hal-hal yang dia tidak boleh ceritakan (2 Kor. 12:4). Jadi jelas bahwa  seseorang tidak dapat mengunjungi Surga lalu menggambarkan semua yang  dia lihat dan dia dengar di sana. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kedua, buku &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Heaven Is For Real&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  bertentangan dengan penekanan Allah terhadap prioritas dan kecukupan  iman dan Kitab Suci. Buku ini mengandung kesaksian-kesaksian tentang  bagaimana orang telah menjadi percaya kepada Allah dan Surga karena  kunjungan Colton ini, tetapi Alkitab mengatakan bahwa tanpa iman, tidak  mungkin berkenan kepada Allah (Ibr. 11:6), dan iman timbul dari  pendengaran akan Firman Allah, bukan oleh tanda-tanda dan  keajaiban-keajaiban (Roma 10:17). Ketika memberitahukan tentang orang  kaya dan Lazarus, Yesus mengajarkan bahwa jika seseorang tidak  mendengarkan Kitab Suci, ia “tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun  oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati” (Luk. 16:31). Semua  tanda dan pewahyuan yang kita perlukan sudah terdapat dalam kanon Kitab  Suci yang telah komplit (Yoh. 20:30-31). Alkitab cukup untuk membuat  manusia Allah “diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Tim.  3:16-17). Allah telah memberitahu kita segala sesuatu yang Ia ingin kita  tahu tentang Surga pada saat ini. Ketiga, buku Heaven Is For Real  bertentangan dengan pengajaran langsung Alkitab. Sebagai contoh, Colton  mengatakan bahwa kuda Yesus berwarna pelangi (hal. 63), sementara  Alkitab mengatakan bahwa warnanya adalah putih (Wah. 19:11). Colton  mengatakan bahwa Roh Kudus menembakkan kuasa dari Surga (hal. 125),  sementara Alkitab mengatakan bahwa Roh Kudus turun dari Surga pada hari  Pentakosta [Editor: dan bahkan sebelum itu (Yoh. 20:22)] dan Dia adalah  kuasa tersebut (Kis. 1:8). Colton mengatakan bahwa semua orang memiliki  sayap di Surga kecuali Yesus (hal. 72), bahwa malaikat Gabriel duduk di  sebelah kiri takhta Allah (hal. 101), bahwa Roh Kudus berwarna biru dan  duduk di sebuah kursi dekat takhta Allah (hal. 102), dan “untuk  teman-teman Katolik kita,” buku tersebut dengan senang mengatakan bahwa  Maria berdiri di Surga di samping Yesus (hal. 152). Mungkin sebagian  orang akan bertanya, bagaimanakah Colton dapat tahu berbagai rahasia  tentang saudari perempuannya yang telah meninggal sejak dalam kandungan  dan juga berbagai fakta tentang kakek buyutnya yang tidak pernah  diberitahukan kepadanya. Jawabannya adalah setan-setan. Paulus  memperingatkan bahwa Iblis mengubah dirinya menjadi malaikat terang dan  para pelayannya menyamar sebagai pelayan kebenaran (2 Kor. 11:14-15).  Buku Heaven Is For Real juga mempromosikan penglihatan-penglihatan anak  jagoan, Akiane Kramarik, yang mulai “melihat Surga” sejak umur empat  (hal. 141-144). Colton mengklaim bahwa “Yesus” yang dia lihat di Surga  sama dengan “Yesus” yang Akiane gambarkan dari  penglihatan-penglihatannya pada waktu usia sembilan tahun. Tetapi iman  Akiane adalah tipe New Age yang percaya “Allah” yang samar-samar tidak  jelas. Ini adalah mistikisme agama, bukan iman pada Wahyu yang tidak  dapat salah dari Allah dan darah pengorbanan Kristus. Bahkan jika kita  tahu bagaimana rupa Yesus, kita dilarang oleh hukum Allah untuk membuat  patung atau gambar itu (Kel. 20:4).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR “HAL-HAL YANG ALLAH AJARKAN PADAKU” MILIK TOZER&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini dari almarhum A.W. Tozer, yaitu daftar hal-hal penting yang Allah telah ajarkan padanya. &lt;strong&gt;Kebenaran-kebenaran ini perlu diproklamirkan di gereja-gereja yang percaya Alkitab terlebih-lebih pada zaman ini.&lt;/strong&gt;  “(1) Keseluruhan hidup orang yang beriman haruslah penuh pertobatan.  (2) Pertobatan itu kosong jika tidak menghasilkan pematian terhadap  daging (pertobatan yang harus terlihat dari luar). (3) Untuk diampuni,  dosa harus ditinggalkan. (4) Tidak ada mengakui Juruselamat tanpa  mengakui Dia Tuhan. (5) Metode Roh dan metode manusia bertolak belakang.  Gereja-gereja sering memakai metode manusia. (6) Kristus telah  menyelamatkan kita untuk menjadikan kita penyembah, bukan pengerja.  Sembahlah dulu, lalu bekerja. (7) Orang-orang Kristen banyak menyalahi  Kitab Suci dalam hubungan dengan sesama mereka, dunia, dan daging, tanpa  malu-malu atau pertobatan. Kita telah menjadi cuek terhadap perintah  Kristus dan kebenaran-kebenaran Firman Allah yang sederhana! (8)  Kelemahlembutan, kesopanan, dan kerendahan hati membuat seseorang  disayang Allah. (9) Kita tidak dapat menyembuhkan sakit rohani dengan  banyaknya aktivitas. Ketika kekristenan yang sakit pergi menginjil,  justru mereka memperluas daerah infeksi.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;LAKUKAN YANG BENAR WALAUPUN LANGIT RUNTUH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah pernyataan oleh Charles Haddon Spurgeon dari The  Forgotten Spurgeon oleh Iain Murray: “Ah, saudara-saudaraku! Ada banyak  yang tertipu oleh jalan pikir ini. Mereka menetap di tempat yang tidak  diperbolehkan oleh hati nurani mereka, karena, kata mereka, mereka akan  lebih berguna di sana daripada jika mereka pergi ‘ke luar perkemahan.’  Ini sama saja melakukan yang jahat agar yang baik timbul daripadanya,  dan ini tidak dapat ditoleransi oleh hati nurani yang telah diterangi.  Jika sebuah tindakan dosa akan meningkatkan kegunaan saya sepuluh kali  lipat, saya tetap tidak punya hak untuk melakukannya; dan jika sebuah  tindakan benar sepertinya akan menghancurkan semua efektivitas saya,  saya toh harus melakukannya. Adalah tugas kamu dan saya untuk melakukan  yang benar walaupun langit runtuh, dan mengikuti perintah Kristus apapun  konsekuensinya. ‘Itu makanan keras,’ katamu? Jadilah orang-orang dewasa  kalau begitu, dan kunyahlah makanan ini….Karena benar itu adalah benar,  karena Allah adalah Allah / dan yang benar pasti akan menang /  meragukan ini berarti tidak setia / tersandung adalah dosa.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;EVOLUSI ADALAH IMAN YANG LUAR BIASA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Duane Gish, Ph.D dalam bidang biokimia dari Universitas California,  Berkeley, mengatakan, “Evolusionis terpaksa mempercayai bahwa apapun  yang diperlukan, tidak peduli betapa kompleks dan tidak lazim, kesalahan  genetik yang acak dapat menghasilkan struktur-strukturnya dengan  koordinasi yang sempurna…..Diperlukan iman yang luar biasa akan mujizat,  sesuatu yang justru tidak diperbolehkan oleh filosofi materialistik,  untuk percaya bahwa mamalia yang berbulu dan berkaki empat tertentu,  lalu merangkak masuk ke air dan secara perlahan, melalui jutaan tahun,  akhirnya menjadi ikan paus, lumba-lumba, dugong, anjing laut, walrus,  dan mamalia laut lainnya melalui ribuan dan ribuan kesalahan genetika  acak. Metode asal-asalan ini katanya dapat menghasilkan banyak  organ-organ dan struktur-struktur kompleks yang sangat terspesialisasi,  yang tanpa mereka ikan paus tidak dapat hidup, struktur-struktur  kompleks yang dalam tahap setengah jadi akan sama sekali tidak berguna  dan bahkan membahayakan. Teori evolusi sungguh adalah iman yang sangat  luar biasa” (Gish, The Fossils Still Say No, hal. 206-208).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;TIDAK CUKUP MENJADI SEORANG FUNDAMENTALIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 13 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Berikut ini disadur dari buku David Cloud, New Evangelicalism: Its  History, Characteristics, and Fruit, yang pertama diterbitkan tahun  1995. “Mari saya tekankan keyakinan saya bahwa injili konservatif kuno  dan fundamentalisme, pada saat terbaik sekali pun, masih belum cukup.  Saya seorang fundamentalis sejauh bahwa saya percaya dogmatisme  alkitabiah dan militansi untuk kebenaran dan separasi dari kesalahan,  teapi saya lebih dari sekedar seorang fundamentalis. Tujuan dari  kehidupan dan pelayanan Kristiani saya bukanlah untuk menjadi seorang  fundamentalis yang baik (atau bahkan seorang Baptis yang baik). Tujuan  saya adalah setia kepada Firman Allah dalam semua seginya. Berikut  adalah dua kelemahan dalam fundamentalisme sebagai suatu gerakan:  Kelemahan pertama adalah sifatnya trans-denominasi yang telah menjadi  ciri fundamentalisme. Saya tidak percaya bahwa kita hanya perlu berjuang  untuk suatu daftar doktrin-doktrin “penting” seperti ketiadasalahan  Alkitab dan keilahian Kristus. Memang Alkitab mengindikasikan bahwa ada  doktrin yang lebih penting dari doktrin lainnya (mis. Mat. 23:23),  tetapi semua pengajaran Alkitab itu penting dan harus dianggap serius.  Timotius diinstruksikan untuk tidak membiarkan doktrin lain apapun  selain yang Paulus telah ajarkan kepadanya (1 Tim. 1:3; 6:13, 20; 2 Tim.  2:2). Paulus peduli dengan “seluruh maksud Allah” (Kis. 20:27). Posisi  tentang doktrin yang demikian tidak membiarkan saya untuk menutup mata  terhadap perbedaan-perbedaan denominasi seperti cara baptisan, peran  wanita, eskatologi, dll. Saya bisa saja menerima orang-orang Kristen  yang berbeda pendapat dengan saya dalam hal-hal di atas sebagai  orang-orang yang diselamatkan karena isu-isu ini bukanlah “pengajaran  sesat yang membinasakan” (2 Pet. 2:1), tetapi saya tidak dapat melayani  bersama dengan mereka, karena saya tidak percaya Alkitab memperbolehkan  hal itu. Kesalahan kedua dalam gerakan historis fundamentalisme adalah  mentalitas “gereja universal.” Ada pandangan umum untuk melihat “gereja”  sebagai terdiri dari semua orang Kristen di segala denominasi. Menyebut  semua denominasi dengan sebutan “gereja,” secara alami menghasilkan  mentalitas ekumenisme dan membuat usaha memurnikan gereja menjadi tidak  mungkin dilakukan. Harold J. Ockenga menggunakan banyaknya kelompok  dalam Injili dan fundamentalisme sebagai alasan untuk mengusung  mentalitas non-separasi dan memperingatkan tentang “sibbolet tentang  memiliki gereja yang murni” (Ockenga, “From Fundamentalism, Through New  Evangelicalism, to Evangelicalism,” Evangelical Roots, diedit oleh  Kenneth Kantzer, hal. 42). Ini adalah pemikiran yang berbahaya dan tidak  alkitabiah. Firman Allah memang menyerukan gereja yang murni, tetapi  bukanlah suatu gereja universal yang harus kita murnikan; melainkan  jemaat lokal Perjanjian Baru (1 Kor. 5:6-8). Memurnikan gereja universal  adalah sesuatu yang tidak pernah disebut oleh Perjanjian Baru, karena  memang Perjanjian Baru tidak mengandung suatu jemaat yang universal.  Allah telah memberikan umatNya instruksi yang jelas tentang disiplin  terhadap dosa dan kesesatan, dan semua itu dalam konteks jemaat lokal  (mis. 1 Korintus 5; Titus 3). Mempraktekkan disiplin jemaat hanyalah  bisa dalam konteks jemaat lokal.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;ALLAH PERCAYA SEPARASI “TINGKAT KEDUA”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 13 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Tidak terhitung banyaknya kali selama bertahun-tahun saya mendengar  separasi “tingkat kedua” dicemooh sebagai sesuatu yang tidak alkitabiah  dan ekstrim. Sebagai contoh, melakukan separasi dari Billy Graham karena  dia berasosiasi dengan kaum modernis dan Roma Katolik, atau melakukan  separasi dari Jerry Falwell atau Ed Stetzer, atau siapapun juga karena  asosiasi seperti itu, dijuluki “separasi tingkat kedua.” Selama orang  itu sendiri memegang doktrin yang benar, kita dikatakan tidak perlu  menegur dia karena asosiasinya, tetapi tidak demikian kita baca dalam  Kitab Suci. Seorang nabi Allah diutus untuk menegur raja Yosafat yang  saleh, hanya karena asosiasinya yang salah. Yosafat mengikuti Allah yang  benar dan hidup dan bahkan memiliki cukup semangat rohani untuk  menghancurkan sebagian berhala-berhala, tetapi karena ia berjabat tangan  dengan musuh kebenaran, Ahab, dia ditegur dengan keras dan dihukum.  “Ketika itu Yehu bin Hanani, pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata  kepada raja Yosafat: “Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan  bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka  terhadap engkau. Namun masih terdapat hal-hal yang baik padamu, karena  engkau menghapuskan tiang-tiang berhala dari negeri ini dan mencari  Allah dengan tekun.”" Jika Yehu, anak Hanani menjalankan pelayanan  peneguran dia hari ini, dia akan dilabel sebagai seorang ekstrimis yang  berbahaya, seorang pembuat masalah. Kubu Yosafat akan berkata, “Apakah  Yehu tidak tahu bahwa Yosafat adalah seorang yang baik yang mengasihi  Tuhan dan melakukan banyak pekerjaan besar? Dia pikir dia itu siapa,  semacam nabi-kah? Berapa orang yang telah dimenangkan oleh Yehu ini  kepada Kristus? Mungkin dia iri dengan pelayanan raja.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;PENTINGNYA BERKHOTBAH TENTANG NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 20 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Berikut ini dari James Wigton, Lee Roberson: Always about His Father’s  Business, hal. 272, 273: ‘Dalam khotbahnya, Apakah Kita Memerlukan Injil  yang Baru? Dr. Roberson menyatakan bahwa dia tidak menikmati berkhotbah  tentang neraka  bahwa dia lebih senang berkhotbah tentang kasih Allah  dan surga. ‘Tetapi satu hari saya akan memberikan pertanggungan jawab  atas diri saya sendiri dan pelayanan saya di hadapan Allah,’ dia  berkata. ‘Pada hari itu saya tidak mau tangan saya berlumuran darah  orang-orang lain. Jadi, saya harus dengan setia memproklamirkan  kebenaran tentang murka Allah atas semua yang menolak sang Juruselamat.’  Roberson mengingat suatu hari saat dia berkhotbah dengan keras tentang  neraka dalam suatu seri kebaktian kebangkitan rohani yang berlangsung  satu minggu di gereja Woodlawn Baptist Church di Birmingham, Alabama.  Banyak orang yang diselamatkan pada pertemuan itu. Gereja tersebut  adalah gereja kedua terbesar di Birmingham pada saat itu….Roberson  menceritakan kisah tersebut dalam khotbahnya, Tujuh Satu Tahun  Fundamentalisme. ‘[Gembala Sidang itu] memanggil saya ke dalam kantornya  satu malam menjelang akhir dari minggu tersbut,’ Roberson mengingat.  ‘Dia mengatakan, saya berjanji kepada para diaken ketika saya datang ke  gereja ini bahwa saya tidak berkhotbah tentang neraka. Jadi, saya tidak  berkhotbah tentang neraka satu kali pun selama lima tahun ini! Sekarang  saya sungguh-sungguh menyesalinya ketika saya melihat apa yang Allah  telah lakukan di sini dalam waktu hanya satu minggu. Gereja saya selama  ini mati karena saya menyimpan dari mereka Firman Allah!’”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;TUHAN ATAS LUBANG JALAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 20 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Berikut ini diadaptasi dari artikel Buddy Smith yang berjudul Heads Up,  12 Agustus 2011: “Kami memiliki masalah di gereja kami. Di lapangan  parkir kami sering timbul lubang. Jika kami menimbun lubang-lubang itu,  satu atau dua minggu kemudian akan muncul lagi. Saya juga memiliki  masalah yang sama dalam hidup kekristenan saya. Dalam jalan saya ke  Surga sering timbul lubang-lubang di jalan. Saya menimbun mereka dan  dalam satu dua hari mereka kembali lagi….Saya kira jalan yang lurus dan  sempit itu mestinya tanpa lubang, bukankah demikian? Tetapi saya terus  menerus menemui lubang, bahkan yang besar-besar. Ada yang seukuran  ngarai. Di mana-mana kita memandang, umat Tuhan kesakitan. Jika bukan  sakit fisik, ada yang sakit secara emosional, rohani, finansial,  domestik, ataupun dalam gereja. Dalam Alkitab kita membaca, “manusia  menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi”  (Ayub 5:7), dan kita diberitahu bahwa, “Memang setiap orang yang mau  hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (2 Tim.  3:12)…..Apakah belakangan ini engkau ada membaca daftar rasul Paulus di 2  Korintus 11:23-28, yang adalah suatu daftar panjang lubang yang dia  temui di jalan kehidupan? Pesan tentang kesehatan, kekayaan, dan  kemakmuran yang didengungkan oleh Joel Osteen dan teman-teman  pengajarnya terdengar sangat aneh bagi mereka yang memiliki mata untuk  melihat dan telinga untuk mendengar…..Wajah mereka yang tersenyum dan  tak berkerut mengindikasikan bahwa mereka tidak kenal Tuhan sebagai  Tuhan atas lubang jalan. Dialah yang menempatkan kita di Jalan Berlubang  dan lalu menutupi semua lubang itu dengan diriNya sendiri. Dia  memuluskan goncangan-goncangan dengan kehadiran dan penghiburanNya. Dia  memberikan kasih karunia, kasih karunia yang cukup, kasih karunia yang  terus menerus, untuk menghadapi semua tempat-tempat yang kasar itu.  Tetapi Dia hanya melakukannya bagi mereka yang tahu tentang realita  lubang-lubang di jalan tersebut. Kesesatan pengajaran tentang kemakmuran  yang terus menerus membuat para pengkhotbahnya tidak dapat melihat  bahwa Allah yang berkuasa atas lubang jalan menutupi lubang-lubang itu  dengan diriNya sendiri. Betapa menyedihkan! Segala penekanan mereka  terhadap kemakmuran materi, rumah istana, mobil mewah dan pelesir di  atas kapal, telah membuat mereka kehilangan harta yang sesungguhnya yang  hanya dapat ditemukan dalam “persekutuan dalam penderitaanNya” (Fil.  3:10). Bagaimanakah kita dapat menjelaskan tentang berkat dalam  lubang-lubang jalan yang disertai Allah? Mereka tidak berisikan emas  atau berlian. Mereka berisikan sukacita yang hanya dapat ditemukan dalam  sifat Allah. Sepasang petani yang pernah tinggal bersama kami pernah  bercerita tentang sebuah lubang di jalan di pertanian mereka, dan di  lubang itu seekor burung bertelur. Sang istri menyaksikan anak-anak  burung menetas di sana dan dia memberi mereka makan hingga semuanya  meninggalkan sarang. Semua orang-orang lokal yang tinggal di sana  menelpon sanak saudara agar menghindari lubang itu, dan semua orang  melakukannya, dan semua yang lewat di sana lewat dengan pelan-pelan  sambil menjinjitkan leher untuk melihat sarang burung di lubang  tersebut. Ah ya, ini sama dengan Bapa di Surga! Kehidupan justru muncul  di lubang, tempat yang tidak diduga-duga! Kisah tentang anak-anakNya dan  gereja-gerejaNya dalam mikroskop. Sambil saya merenungkan hal-hal ini  dan membaca Alkitab saya, saya temukan bahwa Allah atas lubang jalan  juga memiliki sekop. Bukan untuk menimbuni lubang-lubang itu, tetapi  untuk membuat lubang agar saya dapat belajar bahwa Dia rela menutupinya  dengan diriNya sendiri. Sungguh benar bahwa kita “menderita untuk  mencapai hikmat.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;LABA-LABA PALSU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 20 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Berikut ini dari Creation Moments, 31 Mei 2011: “Laba-laba pelompat  mengintai mangsanya, hingga, seperti seekor harimau kecil, ia cukup  dekat untuk melancarkan serangan….Ketika seekor laba-laba pelompat  bertemu dengan laba-laba pelompat lain, mereka menggoyangkan kaki mereka  satu sama lain, memperingatkan agar yang lainnya itu mundur. Di sinilah  terletak kisah bagaimana satu jenis lalat buah dapat mengakali sang  laba-laba. Tidak seperti kebanyakan lalat buah, jenis yang satu ini  memiliki garis-garis di sayapnya. Ketika ia menggoyangkan sayapnya di  atas kepalanya, ia terlihat seperti laba-laba peloncat yang sedang  mendeklarasikan daerah kekuasaannya. Para peneliti telah menemukan  mengapa trik ini dapat bekerja walaupun lalat tersebut tidak mirip  seekor laba-laba. Respons sang laba-laba terhadap pola tersebut sudah  terprogram mati ke otaknya dan dipicu oleh sel-sel tertentu di matanya.  Sel-sel ini hanya teraktivasi oleh pola tertentu tersebut. Laba-laba  lalu secara otomatis bereaksi terhadap pola. Yang lalat itu harus  lakukan hanyalah memalsukan pola dan ia sudah aman! Strategi lalat buat  memerlukan pengetahuan yang kompleks tentang sistem saraf sang laba-laba  dan juga tingkah lakunya. Kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada lalat  buah yang dapat menciptakan strategi ini dengan sendirinya. Hal ini  hanya mungkin dibuat oleh Tuhan yang menciptakan keduanya.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;KEKOTORAN TELEVISI MENINGKAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 27 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Industri hiburan modern, yang telah mendorong budaya pop Barat selama  ini, sudah berada pada jalur menurun sejak awal mulanya. Setiap dekade  telah menghantarkan kepada level baru degradasi moral. Perhatikan  kutipan berikut dari artikel “Children Sink into Adult Swim,” CNSNews,  19 Agus. 2011: “Setelah malam, Cartoon Network berubah  bagaikan Jekyll  menjadi Hyde  menjadi Adult Swim Channel. Tetapi ini tidak terjadi di  tengah malam, tetapi kini pindah ke jam tayang prima, yaitu 9 PM untuk  waktu Eastern (Amerika) dan jam 8 PM waktu Central. Bahkan sebelum  itupun, Nielsen melaporkan pada tahun 2008 bahwa jaringan-jaringan TV  top di Amerika untuk remaja adalah Fox, Nickelodeon, Disney  dan Adult  Swim. [Satu tayangan, Robert Chicken, mempelihatkan Yesus memukuli orang  dan memakai nama Allah dengan sembarangan.] Dalam sebuah survei baru  terhadap 20 film animasi kabel yang paling top, Parents Television  Council memberikan nilai F kepada Cartoon Networks dan blok ‘Adult  Swim’-nya karena banyaknya seks, kekerasan, kata-kata kotor, dan  penggunaan obat-obatan. Menonton hanya 123 program dalam jangka waktu  studi empat minggu, PTC mendokumentasikan seribu empat ratus delapan  puluh tujuh contoh material yang ofensif….dalam kartun. Rata-ratanya,  para penonton muda terpapar kepada kotoran-kotoran ini setiap dua menit  dan sembilan belas detik…..Ada 680 referensi atau penggambaran  seksual….Kartun-kartun ini terisi penuh dengan 565 insiden bahasa  kotor….banyak yang harus disensor, bahkan oleh standar hari ini yang  sangat rendah….Ada 242 referensi kepada pemakaian obat terlarang….Jika  anda meragukan bahwa ini adalah usaha untuk menyuguhkan materi dewasa  kepada anak-anak, perhatikan bahwa jaringan TV sering memberi rating PG,  atau dengan kata lain baik untuk anak di bawah 14 jika didampingi orang  tua.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;BEKERJA SAMA DENGAN KESALAHAN MENGHANCURKAN KEKUATAN UNTUK MELAWAN KESALAHAN TERSEBUT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 27 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Beberapa orang bertanya kepad saya, mengapa “si itu” dan “si dia” tidak  berbicara lantang melawan kesalahan dan kompromi yang sudah sedemikian  jelas. Saya rasa Charles Spurgeon, gembala sidan dari Metropolitan  Tabernacle di London, Inggris, telah dengan tepat mengenai inti dari  masalahnya 100 tahun yang lalu. Walaupun dia salah dimengerti dan salah  digambarkan oleh bahkan saudaranya sendiri dan banyak mantan muridnya,  Spurgeon tidak berbalik dari keputusannya untuk separasi dari Baptist  Union di Inggris karena doktrin-doktrin sesat yang diperbolehkan di  organisasi itu. Dia mengatakan: “IKUT SERTA DALAM KESALAHAN AKAN MEMBUAT  ORANG YANG PALING BAIK SEKALIPUN MENJADI TIDAK BERKUASA UNTUK MEMPROTES  KESALAHAN ITU. Adalah keyakinan kami yang mendalam bahwa di mana tidak  bisa ada persekutuan rohani yang sejati, maka janganlah ada persekutuan  apapun. Persekutuan dengan kesalahan vital yang sudah jelas diketahui  adalah berpartisipasi dalam dosa. Sesegara mungkin setelah saya melihat,  atau mengira saya melihat, bahwa kesalahan telah dengan kuat tercacak,  saya tidak lagi menimbang-nimbang, tetapi meninggalkan badan itu  seketika. Sejak saat itu, nasihat saya adalah ‘keluarlah dari antara  mereka.’ Saya merasa bahwa tidak ada protes yang dapat menyamai kuasa  separasi yang jelas dari kesalahan yang nyata. Agar saya tidak menodai  kesaksian saya, SAYA TELAH MEMUTUSKAN DIRI SAYA TERPISAH DARI MEREKA  YANG MENYIMPANG DARI IMAN, BAHKAN DARI ORANG-ORANG YANG BERASOSIASI  DENGAN MEREKA.” Posisi ini hari ini dicemooh sebagai “separasi tingkat  kedua,” tetapi sebenarnya ini adalah ketaatan kepada Firman Allah (2  Tes. 3:6) dan ini adalah jalur hikmat, karena “pergaulan yang buruk  merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;APAKAH ALLAH PERJANJIAN LAMA KEJAM DAN TIDAK ADIL?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 27 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Orang-orang yang tidak percaya sudah sejak lama menggunakan fakta bahwa  Israel menghancurkan bangsa-bangsa penyembah berhala di Kanaan sebagai  bukti bahwa Allah Perjanjian Lama tidaklah adil dan kejam (Ul. 7:2).  Tetapi mereka telah menolak untuk memperhatikan beberapa fakta berikut:  Pertama, Allah menanti selama 400 tahun sebelum menghakimi bangsa-bangsa  yang jahat ini, yang mengingatkan kita bahwa Dia sangatlah panjang  sabar terhadap manusia (Kejadian 15:13-16). Kedua, bangsa-bangsa yang  dimaksudkan ini sepenuhnya mempraktekkan segala jenis penyimpangan  moral, termasuk inces dan pembakaran anak-anak mereka sendiri. Tidaklah  salah secara moral bagi Allah yang kudus, sang pemberi Hukum, untuk  menghukum mereka yang dengan sengaja, dan dengan sikap menantang tanpa  pertobatan, melanggar hukum-hukumNya. Mereka yang mau menuduh Allah  melakukan ketidakadilan atau kekejaman karena Ia menghukum bangsa-bangsa  yang jahat sebenarnya bertindak sangat munafik, karena mereka sendiri  percaya kepada hukum dan keteraturan, dan mereka mendukung bahwa  orang-orang yang melakukan kejahatan seperti pemerkosaan dan  penganiayaan seksual terhadap anak dan pembunuhan, pantas untuk dihukum.  Ketiga, Allah memberikan belas kasihan kepada orang-orang seperti Rahab  yang percaya (Yosua 2). Seluruh Kitab Suci mengajarkan bahwa Allah  sangat menyukai belas kasihan lebih daripada penghukuman. Dia “sabar  terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa,  melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Pet. 3:9). Dia  ingin semua manusia diselamatkan (1 Tim. 2:4). Keempat, adalah perlu  bahwa bangsa-bangsa itu dihancurkan agar Israel dapat berdiri di tanah  itu sebagai terang bagi dunia. Kalau bangsa-bangsa itu dibiarkan, Israel  akan menjadi korup secara moral dan rohani dalam waktu yang sangat  dekat (Ul. 7:2-6). Penghancuran bangsa-bangsa itu sebenarnya adalah  tindakan Allah yang penuh belas kasihan. Bangsa-bangsa kafir yang hancur  mendapatkan apa yang mereka pantas dapatkan, dan dengan melaksanakan  penghakimanNya yang adil atas mereka pada waktu itu, Allah memberikan  berkat kepada seluruh dunia. Melalui Israel Allah memberikan kepada  dunia wahyuNya yang ilahi dalam Alkitab, dan melalui Israel Dia membawa  Juruselamat ke dalam dunia untuk menyediakan keselamatan. “Karena begitu  besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan  Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak  binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Mereka yang  menuduh Allah tidak adil dan kejam, mengabaikan fakta bahwa Allah  sendiri membayar harga yang dituntut oleh HukumNya yang tegas agar  manusia bisa diselamatkan. Hati Allah nyata dalam kata-kata luar biasa  yang Yesus ucapkan dari kayu salib mengenai orang-orang yang secara  sangat tidak adil menyiksa Dia: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka  tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk. 23:34). Allah yang dinyatakan  dalam Alkitab adalah Pribadi yang paling penuh kasih di alam semesta  ini. Faktanya, Dia adalah sumber segala kasih dan belas kasih, tetapi  Dia juga adalah Allah yang kudus, kudus, kudus, pemberi Hukum, dan Dia  tidak dapat dihakimi oleh standar manusia yang inkonsisten dan tidak  berarti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Editor: Dr. Steven E. Liauw&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.graphe-ministry.org/"&gt;Graphe International Theological Seminary&lt;/a&gt; (www.graphe-ministry.org)&lt;br /&gt;(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)&lt;br /&gt;Untuk berlangganan, pilih opsi “Join Group” di:  http://groups.yahoo.com/group/gits_buletin/ dan ikuti petunjuk  selanjutnya di layar komputer&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-5024124437283040499?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/5024124437283040499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=5024124437283040499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/5024124437283040499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/5024124437283040499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2011/09/berita-bulan-agustus-2011.html' title='Berita Bulan AGUSTUS 2011'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-7928339888269262166</id><published>2011-09-25T10:39:00.000-07:00</published><updated>2011-09-25T10:41:01.649-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALKITAB'/><title type='text'>Teks yang Lebih Pasti</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;The Superiority of the Received Text&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Menurut pernyataan iman Petrus, yang diberikan atas inspirasi Roh Kudus, kita memang dimungkinkan untuk memiliki “&lt;i&gt;a more sure word of prophecy&lt;/i&gt;” (KJV, yang secara harfiah berarti &lt;i&gt;firman nubuatan yang lebih pasti&lt;/i&gt; (2Ptr. 1:19). Meskipun Petrus berbicara tentang sesuatu yang lebih pasti, orang percaya hari ini terus-menerus dibombardir dengan terjemahan baru dan lebih baik yang tidak menghasilkan tingkat kepercayaan lebih baik. Sebaliknya, itu menghasilkan kebingungan, keraguan, perpecahan, dan perdebatan tak berujung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Konflik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sebagai catatan, meskipun ada ratusan terjemahan di pasaran, hanya ada—untuk tujuan praktis—dua teks. Salah satu teks dikenal dengan nama Teks Kritis (the Critical Text). Ada beberapa variasi dan teks serupa, tetapi semuanya itu sama secara substansi. Kelompok kedua teks dikenal dengan nama Teks yang Diterima (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;the Received Text atau juga disebut the Preserved Text, the Textus Receptus, the TR, the Traditional Text, the Majority Text, the Byzantine Text, the Antiochian Text, or the Syrian Text). Kembali, setiap nama memiliki konotasi yang berbeda tetapi intinya mengacu kepada teks yang dipelihara Allah dan terbukti yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Istilah Teks yang Diterima atau Teks yang Terpelihara menunjukkan bahwa teks ini diterima dari Kristus (Kepala) melalui para rasul oleh jemaat lokal dan dipelihara oleh Allah. Istilah Teks Tradisional menunjukkan bahwa teks ini telah secara tradisi dipakai oleh jemaat-jemaat sejak masa Kristus masa kini. Jika kita ingin memahami Teks Kritis, kita harus menimbang bahwa itu diawali oleh dua orang (Westcott and Hort) yang meskipun sarjana tetapi bukan orang percaya dan mewakili sisi kekristenan liberal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Meskipun mereka mengacu 45 dari 5.255 manuskrip, teks Yunani merekan tidak diragukan lagi berdasar pada dua manuskrip—Alef dan B (B lebih dominan). Manuskrip-manuskrip ini bertentangan di 5.604 bagian. Teks Kritis dan Teks Diterima bertentangan sekitar 7-10%. &lt;sup&gt;&lt;a href="http://ministry127.com/print/christian-living/a-more-sure-text#_ftn1"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Meskipun 95-99% dari semua manuskrip menyerupai Teks Diterima, semua bukti ini tidak bisa diterima karena naskah ditemukan dan disimpan di Vatikan dan naskah yang ditemukan di sebuah biara Yunani di Gunung Sinai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Teks yang diterima didasarkan pada 5.210 dari 5.255 naskah menurut Dr. Waite (ingat Teks Kritis menggunakan 45 naskah). Menariknya, bahkan Westcott dan Hort mengakui Teks Diterimalah yang diterima secara universal dan digunakan oleh gereja-gereja dari sekitar 450-1850 Masehi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;Karakter Teks Kritis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kredibilitas saksi ditentukan oleh karakter saksi itu. Jika Westcott dan Hort itu harus diadili bersama dengan naskah yang mendukung Teks Revisi Yunani mereka, akankah mereka diputuskan bersalah karena memalsukan Kitab Suci?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dr. F.H.A. Scrivener, seorang pria yang bekerja di Komite Revisi Westcott Hort, membuat observasi berikut ini mengenai manuskrip yang sangat diandalkan itu: "[The Codex Sinaiticus] ditutupi dengan perubahan tersebut, dibawa &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;oleh setidaknya&lt;/i&gt; sepuluh perevisi yang berbeda, beberapa sistematis dari mereka tersebar di setiap halaman ... [penekanannya]."&lt;sup&gt; &lt;a href="http://ministry127.com/print/christian-living/a-more-sure-text#_ftn2"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mengapa butuh sepuluh orang berbeda untuk melanjutkan mengoreksi naskah ini? Karena yang pertama kali menangani merasa bahwa itu bukan naskah yang baik! Mengapa para sarjana mengungkapkan penilaian manuskrip-manuskrip itu hanya karena dianggap tua?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dabney, dalam karyanya tentang Perjanjian Baru Yunani, mengamati karakter manuskrip yang mendasari Westcott dan Hort:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;"Vatikan, Alexandria, dan sekarang Sinai. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Hal ini secara tegas diakui bahwa tidak ada satu pun di antaranya yang memiliki sejarah&lt;/i&gt;. Tidak ada bukti eksternal dokumenter untuk nama-nama penyalin transkripsinya, tanggal, atau tempat penulisannya. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Tidak ada yang tahu dari mana MS Vatikan sampai &amp;nbsp;ke perpustakaan Paus, atau berapa lama telah ada .... Tanggal awal mereka itu pun ditetapkan oleh dugaan&lt;/i&gt; [dengan kata lain—'kita hanya menebak!']"[&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Penekanan ditambahkan&lt;/i&gt;]. &lt;sup&gt;&lt;a href="http://ministry127.com/print/christian-living/a-more-sure-text#_ftn3"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ada bukti lain tentang karakter Teks Kritis yang harus dicatat. Sebagai contoh, Thomas Strouse mengamati bahwa Teks Kritis memiliki kesalahan sejarah dalam Matius 1:7, 10. Dalam Teks Diterima, dua raja dalam silsilah Yesus—yaitu Asa dan Amon. Metzger, dalam pembelaan untuk Teks Kritis, yakin bahwa Matius mungkin telah menerima informasi itu dari catatan silsilah yang rusak, sehingga Teks Kritis mengganti nama itu dengan nama Asaf dan Amos dalam garis keturunan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kedua, ada kesalahan ilmiah dalam Lukas 23:45. Teks Kritis menggunakan kata Yunani yang berarti "terselubungi/gerhana" sedangkan Teks Diterima menggunakan kata yang berarti bahwa itu akan menjadi sebuah kemustahilan ilmiah untuk matahari mengalami gerhana selama masa Paskah karena bulan penuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ketiga, ada kesalahan pertentangan Kristus yang ditemukan dalam Yohanes 7:8. Dalam Teks Kritis, Kristus menyatakan bahwa Dia tidak akan pergi ke pesta itu, tetapi kemudian Dia pergi. Jenis kesalahan ini menunjukkan karakter Teks Kritis dan pandangan tentang ineransi Kitab Suci para editornya.&lt;sup&gt;&lt;a href="http://ministry127.com/print/christian-living/a-more-sure-text#_ftn4"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bukti mengenai karakter Teks Kritis dan manuskrip yang mendasarinya menimbulkan beberapa pertanyaan: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mengapa gereja mula-mula tidak menggunakan pembacaan teks-teks yang berasal dari Alexandria, Mesir?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bagaimana mungkin gereja salah selama lima belas abad, kemudian memiliki teks yang benar dipulihkan didasarkan pada beberapa naskah yang sejarahnya tidak jelas?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mengapa kata-kata yang diilhami Allah saling bertentangan dengan dirinya sendiri dan tidak jujur &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Cambria Math&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;akurat?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;Karakter Teks yang Diterima&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kami telah melihat karakter Teks Kritis. Sekarang mari kita lihat karakter Teks Diterima.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Meskipun informasi berikut ini terutama berkaitan dengan Perjanjian Lama, itu juga menggambarkan bagaimana orang Yahudi memandang Kitab Suci (yang juga berlaku untuk Perjanjian Baru ketika mempertimbangkan fakta bahwa gereja abad pertama sebagian besar terdiri atas orang Yahudi pada awalnya). Berikut adalah cara yang diajarkan kepada orang-orang Yahudi untuk menangani Firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -17.45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Perkamen harus dibuat dari kulit hewan yang tidak najis; harus disiapkan oleh orang Yahudi; dan kulit harus diikat bersama oleh tali yang diambil dari hewan yang halal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -17.45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Setiap kolom harus memiliki tidak kurang dari 48 dan tidak lebih dari 60 baris. Seluruh salinan harus berbaris pertama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -17.45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tinta harus tidak berwarna lain selain hitam, dan harus dibuat sesuai dengan resep khusus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -17.45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tidak ada kata atau huruf yang ditulis berdasarkan ingatan; juru tulis harus memiliki salinan otentik depannya, dan ia harus membaca dan mengucapkan setiap kata dengan suara keras sebelum menuliskannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -17.45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dia harus dengan hormat membersihkan penanya setiap kali sebelum menulis kata "Allah," dan ia harus mencuci seluruh tubuhnya sebelum menulis nama "Yehuwa"sehingga Nama Kudus itu jangan sampai terkontaminasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -17.45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Aturan ketat diberikan bagi bentuk huruf, spasi di antara huruf, kata, dan bagian, penggunaan pena, warna perkamen, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -17.45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Revisi gulungan harus dibuat dalam waktu 30 hari setelah pekerjaan selesai, jika tidak maka tidak ada gunanya. Satu kesalahan pada selembar kertas maka lembar kertas itu harus musnahkan, jika ada tiga kesalahan yang ditemukan pada halaman manapun, seluruh naskah itu harus dimusnahkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -17.45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;8.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Setiap kata dan setiap huruf dihitung, dan jika satu huruf diabaikan, satu huruf itu bisa disisipkan, atau jika satu huruf menempel huruf lain, naskah itu dimusnahkan seluruhnya.&lt;sup&gt;&lt;a href="http://ministry127.com/print/christian-living/a-more-sure-text#_ftn5"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Burgon, pembela Teks Tradisional yang gigih menyatakan, "Aneh karena dapat muncul, itu tak dapat disangkal, bahwa seluruh kontroversi itu dapat dikurangi dengan masalah kecil berikut: Apakah kebenaran teks Kitab Suci tinggal dengan luas banyak salinan, uncial dan kursif &amp;nbsp;lebih luar biasa dari perjanjian mengagumkan yang ad adi antara mereka? Atau bahwa kebenaran itu berdiam secara eksklusif pada beberapa atau sangat sedikit manuskrip, yang sekaligus berbeda menurut sebagian besar saksi, dan—anehnya—juga antara mereka sendiri?”&lt;sup&gt;&lt;a href="http://ministry127.com/print/christian-living/a-more-sure-text#_ftn6"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Burgon juga menulis, "Sebutlah ini Teks Erasmus atau Complutensian—Teks Stefanus, atau Beza atau dari Elzivers—sebutlah 'Diterima' atau 'Teks tradisional Yunani,' atau nama apa pun yang lain yang Anda suka—faktanya tetap, bahwa teks telah turun kepada kita yang dibuktikan dengan konsensus umum salinan kuno, versi kuno, dan bapa-bapa kuno."&lt;sup&gt;&lt;a href="http://ministry127.com/print/christian-living/a-more-sure-text#_ftn7"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Saduran dari buku &lt;a href="http://www.strivingtogether.com/products/A-More-Sure-Word.html" target="_blank"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;A More Sure Word&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; karya Dr. R. B. Ouellette. &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1433155542"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;--allofgrace&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://zurishaddaiallofgrace.blogspot.com/2011/06/teks-yang-lebih-pasti.html"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr size="1" style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;" width="100%" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://ministry127.com/print/christian-living/a-more-sure-text#_ftnref1"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; D.A. Waite, &lt;i&gt;Defending the King James Bible&lt;/i&gt; (New Jersey: TheBible for Today Press, 2004), p. 56 and 41 respectively.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://ministry127.com/print/christian-living/a-more-sure-text#_ftnref2"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; F.H.A. Scrivener, &lt;i&gt;A Full Collation of the Codex Sinaiticus with the Received Text of the New Testament&lt;/i&gt; (Cambridge: Deighton, Bell, and Co., 1864), p. xix.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://ministry127.com/print/christian-living/a-more-sure-text#_ftnref3"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; R.L. Dabney, &lt;i&gt;The Doctrinal Various Readings of the New Testament Greek&lt;/i&gt; (Carlisle, PA, USA: The Banner of Truth Trust, 1967), pp. 350–389.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://ministry127.com/print/christian-living/a-more-sure-text#_ftnref4"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; Thomas Strouse,&lt;i&gt; The Lord God Hath Spoken, A Guide to Bibliology&lt;/i&gt; (Virginia Beach: Tabernacle Baptist Press, 1998), pp. 17–18.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://ministry127.com/print/christian-living/a-more-sure-text#_ftnref5"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; H.S. Miller,&lt;i&gt; General Biblical Introduction &lt;/i&gt;(Houghton, NY: Word-Bearer Press, 1960), pp. 184–185.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://ministry127.com/print/christian-living/a-more-sure-text#_ftnref6"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; Dean Burgon, &lt;i&gt;The Traditional Text of the Holy Gospels,&lt;/i&gt; p. 16.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://ministry127.com/print/christian-living/a-more-sure-text#_ftnref7"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; Dean Burgon, &lt;i&gt;The Revision Revised&lt;/i&gt; (London: William Clowes and Sons, 1883), p. 269.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-7928339888269262166?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/7928339888269262166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=7928339888269262166' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/7928339888269262166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/7928339888269262166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2011/09/teks-yang-lebih-pasti.html' title='Teks yang Lebih Pasti'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-7813805585306998002</id><published>2011-09-20T14:49:00.000-07:00</published><updated>2011-09-20T14:49:00.896-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PNEUMATOLOGI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FUNDAMENTAL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARISMATIK'/><title type='text'>Pengujian Bahasa Lidah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;[by &lt;em&gt;Dr Jeffrey Khoo&lt;/em&gt;, Translated by &lt;a href="http://teologia.mystudylight.com/pengujian-bahasa-lidah.html"&gt;&lt;em&gt;Yahya Salam&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;] &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Gerakan Karismatik telah mempopulerkan &lt;a title="Posts tagged with bahasa roh" href="http://teologia.mystudylight.com/tag/bahasa-roh" rel="tag"&gt;bahasa roh&lt;/a&gt; di banyak gereja. Beberapa gereja menyatakan bahwa &lt;a title="Posts tagged with bahasa roh" href="http://teologia.mystudylight.com/tag/bahasa-roh" rel="tag"&gt;bahasa roh&lt;/a&gt; telah membangkitkan kembali gereja sementara yang lain mengamati bahwa &lt;a title="Posts tagged with bahasa roh" href="http://teologia.mystudylight.com/tag/bahasa-roh" rel="tag"&gt;bahasa roh&lt;/a&gt;  sebaliknya telah menyebabkan kekacauan. Apakah orang Kristen harus  berbahasa roh saat ini? Apakah yang diajarkan Alkitab mengenai &lt;a title="Posts tagged with bahasa roh" href="http://teologia.mystudylight.com/tag/bahasa-roh" rel="tag"&gt;bahasa roh&lt;/a&gt;?&lt;/p&gt; &lt;h3 style="text-align:justify;"&gt;Karunia Supernatural dari Roh Kudus&lt;/h3&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Roh Kudus adalah Pribadi yang  memungkinkan seseorang untuk dapat berbahasa roh (I Kor 12:4, 8-10).  Dialah yang memutuskan karunia-karunia mana yang perlu dimiliki seorang  Kristen (I Kor 12:11). Jika bukan kehendak Roh Kudus bahwa seseorang  harus memiliki karunia bahasa roh, ia tidak dapat memilikinya bahkan   jika orang tersebut mencarinya melalui banyak berdoa dan berpuasa. &lt;span id="more-3252"&gt;&lt;/span&gt;Paulus  telah menjelaskan bahwa tidak semua orang dapat mempunyai karunia yang  sama: “Apakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Apakah  mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk  menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk  menafsirkan bahasa roh?” (I Kor 12:29-30). Pertanyaan retorik ini  mengharapkan jawaban “Tidak”. Tidak semua mempunyai karunia bahasa roh,  dan dapat berkata-kata dalam bahasa roh.&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Juga penting untuk diperhatikan bahwa  saat karunia bahasa roh diberikan pada seseorang, Roh Kudus secara  supernatural memungkinkan orang tersebut untuk berkata-kata dalam bahasa  roh. Seseorang tidak perlu menjalani pelatihan bahasa apapun supaya  dapat mempraktekkan karunia ini. Berbahasa roh bukanlah membiarkan lidah  seseorang untuk “berputar” dalam &lt;em&gt;haleluyah&lt;/em&gt; yang sangat cepat  sampai orang tersebut bergumam. Bahasa roh yang dipelajari sendiri dan  diinduksikan sendiri seperti itu bukanlah bahasa roh yang alkitabiah.  Kemampuan berbicara dalam bahasa roh adalah pemberian Allah, bukan  buatan manusia!&lt;/p&gt; &lt;h3 style="text-align:justify;"&gt;Bahasa Asing atau Ocehan yang ‘indah’”?&lt;/h3&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Contoh pertama dari berbahasa roh adalah  pada saat Pentakosta, ketika Roh Kudus memenuhi murid-murid Kristus, dan  mereka mulai berkata-kata “dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang  diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya” (Kis 2:4).  Dalam bahasa Yunani glossai (bahasa roh) berarti “bahasa-bahasa”.  Rasul-rasul pada Pentakosta secara supernatural diperkuat untuk  berkata-kata dalam bahasa-bahasa asing yang belum pernah dipelajari  mereka. Ini dibuktikan oleh fakta bahwa ketika mereka berbicara dalam  bahasa roh, orang-orang keheranan karena “mereka masing-masing mendengar  rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri (secara  literal, “dialek”),” dan bertanya-tanya di antara mereka sendiri.  “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana  mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa  kita sendiri?” (Kis 2:6, 8). Siapakah orang-orang yang mendengar  Rasul-rasul berbicara ini? Mereka adalah “Partia, Media, Elam, penduduk  Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia,  Mesir dan daerah-daerah Libiah yang berdekatan dengan Kirene,  pendatang-pendatang dari Roma, baik Kreta dan orang Arab, kita mendengar  mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang  perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah” (Kis 2:9-11). Lukas,  sejarawan yang diinspirasikan Roh Kudus itu, menginginkan kita tahu  bahwa ketika Rasul-rasul berbicara bahasa roh, mereka berbicara dalam  bahasa-bahasa asing atau dialek-dialek etnis. Berkata-kata dalam bahasa  roh bukanlah ocehan yang ‘indah’ atau gumaman. Karunia bahasa roh adalah  karunia bahasa-bahasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sudah diakui oleh banyak orang yang  berbicara bahasa roh bahwa bahasa roh yang digunakan mereka bukanlah  bahasa manusia (yaitu bahasa asing) tetapi bahasa malaikat (yaitu ocehan  yang ‘indah’, 1 Kor 13:1). Sepanjang yang kita tahu dari Firman Tuhan,  setiap saat malaikat berbicara, mereka melakukannya dalam bahasa  manusia, yaitu, bahasa Ibrani, Aramais, atau Yunani. Kita haruslah  mengerti bahwa Paulus menggunakan bahasa hiperbolis disini. Hiperbolis  dimaksudkan untuk melebih-lebihkan untuk mencapai tujuan tertentu yang  diinginkan. Paulus tidak berkata bahwa ia dapat berbicara dalam bahasa  malaikat (atau ada sesuatu yang disebut bahasa malaikat), atau mengerti  segala rahasia, memiliki seluruh pengetahuan, atau memindahkan gunung.  Ia berkata bahwa bahkan jika ia dapat melakukan semua hal ini, tetapi  tidak mempunyai &lt;a title="kasih" href="http://teologia.mystudylight.com/"&gt;kasih&lt;/a&gt;,  ia sama sekali tidak berguna. Pengertian 1 Kor 13:1-2 yang lain dari  ini berarti salah pengertian bahwa ini adakah perkataan Paulus.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kekacauan mengenai berkata-kata bahasa  roh bukanlah sesuatu hal yang baru. Paulus menemukan kekacauan mutlak  mengenai penggunaan karunia roh di gereja Korintus (1 Kor 12-14).  Karunia bahasa roh disalahgunakan oleh orang Kristen di sana. Setiap  anggota gereja menginginkan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. Jelas  sekali, beberapa tidak mempunyai karunia tersebut, tetapi berpura-pura  mempunyai dengan berbicara secara ekstatik.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Perlu dijernihkan bahwa “bahasa yang tidak dikenal” (Alkitab bahasa Indonesia –bahwa Roh; KJV – &lt;em&gt;unknown tongue&lt;/em&gt;)  yang dibicarakan Paulus bukanlah ocehan yang ‘indah’ tetapi bahasa  asing (1 Kor 14:2). “Tidak dikenal” dalam pengertian bahwa orang yang  dikaruniai dapat berbicara dalam bahasa asing yang tidak pernah ia  pelajari atau dengar sebelumnya, dan bahasa itu tidak dapat dimengerti  oleh pendengar yang tidak tahu bahasa yang digunakan tersebut. Di dalam  keadaan biasa, ketika seseorang berbicara dalam bahasa roh di dalam  gereja asalnya sendiri, tidak seseorangpun mengerti; hanya Allah  mengerti karena Ia mengerti semua bahasa (1 Kor 14:2). Jadi seseorang  yang berkata-kata dalam bahasa roh hanya membangun dirinya sendiri,  karena jika tanpa seorang penterjemah, hanya dia sendirilah yang dapat  mengerti apa yang dikatakannya (1 Kor 14:4). Paulus menekankan  pentingnya pengertian,  “Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka  mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain  juga, daripada beribu-ribu kata dengan bahasa roh” (1 Kor 14:19).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Konsep utama yang dicoba diutarakan  Paulus adalah bahwa membangun (1 Kor 14:3, 4, 5, 12, 17, 26) datang  melalui pengertian (1 Kor 14:2, 7, 9, 14, 15, 16, 19). Paulus berkata  bahwa bernubuat adalah lebih berharga daripada berbahasa roh. Karunia  bernubuat adalah karunia untuk dapat meramalkan dan memberitahukan  kehendak dan Firman Tuhan. Ketika seorang nabi berbicara, ia berbicara  kepada orang-orangnya dengan bahasa mereka sendiri. Anggota-anggota  gereja memperoleh berkat dari firman yang disampaikan, karena mereka  dapat mengerti berita yang disampaikan. Sang Rasul memperjelas dengan  menggunakan ilustrasi musik (1 Kor 14:7-8). Musik adalah baru  benar-benar musik hanya jika ada lagu atau melodi. Bagaimana seseorang  dapat diharapkan memberikan apresiasinya terhadap musik jika pianis  hanya memainkan satu not saja, atau suatu urutan not yang acak yang  tidak membentuk suatu lagu? Jadi kecuali seseorang berbicara dalam  sebuah bahasa yang orang lain dapat mengerti, orang tersebut hanya  menyia-nyiakan napasnya saja (1 Kor 14:9). Sebuah bahasa mempunyai tata  bahasa dan struktur sintaks bahasa yang terdiri dari kata benda, kata  kerja, kata sambung, kata depan, kata sifat dsb. Seperti Paulus berkata,  “Ada banyak, . . . macam bahasa di dunia, sekalipun demikian tidak ada  satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti” (1 Kor  14:10). Ketika seseorang berdoa dalam bahasa roh, ia berdoa dengan  seluruh hatinya dan dengan akal bunyi (1 Kor 14:15). Dengan perkataan  lain, ia tahu bahwa ia berkata dan dapat mengenali bahasa roh yang  sesungguhnya dapat menganalisa bahasa yang dipergunakannya dengan  mengenali kata-kata berlainan yang digunakannya serta artinya  masing-masing. Roh Kudus adalah sempurna. Karunia yang datang dariNya  jugalah sempurna. Ketika pembicara bahasa roh yang sesungguhnya  diberikan kemampuan supernatural untuk berbicara dalam bahasa asing, ia  akan dapat menggunakan bahsa itu dengan sempurna. Ia dapat berbicara. Ia  dapat menuliskan isi dari pembicaraannya, mendaftarkan perbendaharaan  katanya, dan mendemonstrasikan hubungan tata bahasa dan sintaks   kata-kata tersebut. Apakah pembicara bahasa roh di zaman modern ini  dapat melakukan hal tersebut?&lt;/p&gt; &lt;h3 style="text-align:justify;"&gt;Karunia sebagai tanda&lt;/h3&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;“Karena itu karunia bahasa roh adalah  tanda, bukan untuk orang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman”  (1 Kor 14:22). Apakah yang dimaksudkan Paulus ketika ia berbicara bahwa  “bahasa roh adalah tanda?” Di dalam ayat 20, Paulus memperingati orang  Korintus, “Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam  pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa  dalam pemikiranmu!” Dengan perkataan lain, Paulus memberitahukan mereka,  “Ketahuilah Alkitabmu! Tidakkah kau tahu tujuan dari bahasa roh?”  Paulus kemudian menarik perhatian mereka kepada Perjanjian Lama. Dalam  ayat 21, sang Rasul mengutip  Yes 28:11-12b. Konteks Yesaya 28 adalah   penghakiman. Orang-orang Israel telah berulang-ulang berkeras kepala  menolak peringatan Tuhan melalui nabiNya. Karena mereka tidak  dengar-dengaran akan Firman Tuhan yang dikatakan kepada mereka dalam  bahasa merek sendiri, yaitu, bahasa Ibrani, mereka akan mendengarnya  dalam bahasa lain, yaitu, Asyur. “Maka mereka akan mendengarkan firman  Tuhan yang begini: ‘Harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu,   tambah ini tambah itu!’ supaya  dalam berjalan mereka telentang,  sehingga luka, tertangkap dan tertawan” (Yes 28:13). Itu adalah  perkataan penghukuman terhadap orang Israel yang tidak percaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Oleh karena itu, bahasa roh adalah tanda  bagi orang Yahudi yang tidak percaya. Orang Yahudi berpikir bahwa mereka  adalah bangsa satu-satunya yang diberikan &lt;a title="Posts tagged with keselamatan" href="http://teologia.mystudylight.com/tag/keselamatan" rel="tag"&gt;keselamatan&lt;/a&gt;  oleh Allah. Ini adalah kesalahan konsep berpikir. Karunia bahasa roh  dimaksudkan untuk mengoreksi konsep yang salah ini. Di dalam Kisah  Rasul-rasul 10, Tuhan menginginkan Petrus untuk mengabarkan Injil kepada  Kornelius, seorang bangsa lain. Sebagai seorang berdarah Yahudi Petrus  tidak akan mempunyai hubungan dengan bangsa lain. Tetapi Tuhan berfirman  kepada Petrus di dalam penglihatannya memerintahkan dia tiga kali untuk  memakan makanan yang diklasifikasikan orang Yahudi sebagai haram (Kis  10:11-16). Hal ini untuk mempersiapkan Petrus untuk melayani Kornelius,  seorang yang haram di mata orang Yahudi. Ketika Kornelius memanggil  Petrus, dengan patuh pada Tuhan, Petrus pergi melihatnya, dan Alkitab  berkata “Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke  atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang  percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus tercengang-cengang,  karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas  bangsa-bangsa lain juga, sebab mereka mendengar orang-orang itu  berkta-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah” (Kis 10:44-46).  Ketika Petrus kembali ke Yerusalem, ia dipanggil oleh Dewan untuk  mempertanggungjawabkan kunjunganny ke bangsa lain. Rasul-rasul dan  Penatua-penatua sekerjanya marah kepadanya karena ia memberitakan ini  kepada Kornelius. Bagaimana bisa Petrus mempertahankan dirinya? Petrus  menceritakan pda mereka seluruh kejadiannya, bagaimana Allah berkata  kepadanya, dan bagaimana Roh Kudus memimpinnya ke rumah Kornelius.  Petrus bersaksi, “Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke  atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita (Kis 11:15). Petrus  melihat Kornelius dan seisi rumahtangganya secara luar biasa  diselamatkan, dibuktikan dengan berbicaranya mereka dalam bahasa roh  seperti yang ia lakukan dalam Pentakosta. Petrus terus berkata, “Jadi  jika Allah memberikan karuniaNya kepada mereka sama seperti kepada kita  pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin  aku mencegah Dia? (Kis 11:17).  Apakah tanggapan Dewan Yerusalem yang  menanyai Petrus? “Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi  tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: “Jadi kepada bangsa-bangsa lain  juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup” (Kis  11:18). Jadi inilah tujuan dari karunia bahasa roh – sebuah tanda kepada  orang Yahudi yang tidak percaya. Untuk Petrus dan orang-orang  suci  Yerusalem, bahsa roh adalah tanda konfirmasi, tetapi bagi orang yang  menolak untuk percaya, itu adalah tanda penghakiman.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Apakah masih perlu bagi Allah untuk  meyakinkan orang-orang Yahudi bahwa Injil juga diberikan kepada bangsa  lain? Tidak perlu . Sekarang orang Yahudi sudah tidak lagi mengabarkan  Injil kepada bangsa lain, tetapi bangsa lain kepada orang Yahudi! Jadi  apakah tujuan dari bahasa roh sekarang? Karena bahasa roh telah  menyelesaikan tujuannya, apakah ia telah ditiadakan?&lt;/p&gt; &lt;h2 style="text-align:justify;"&gt;Apakah Bahasa Roh Sudah Berakhir?&lt;/h2&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Rasul Paulus dalam abad pertama,  memberitahukan orang Korintus bahwa karunia pengwahyuan seperti nubuat,  bahasa roh dan  pengetahuan, akan berakhir: “Kasih tidak berkesudahan;  nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap”  (1 Kor 13:8).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sebelum kita mendiskusikan berakhirnya  bahasa roh, marilah kita mempelajari berakhirnya nubuat dan pengetahuan  dahulu. Paulus berkata bahwa nubuat “akan berakhir,” dan pengetahuan  “akan lenyap.” Perkataan “berakhir,” dan “akan lenyap” adalah kata yang  sama di dalam bahasa Yunani, &lt;em&gt;katargeo&lt;/em&gt;, yang merupakan kata  “berakhir” yang sangat kuat. Pada dasarnya kata itu berarti  “menghancurkan” (membinasakan – 1 Kor 15:24, 26). Kata &lt;em&gt;katargeo&lt;/em&gt;  (menghancurkan) ditulis di dalam kata pasif Yunani. Ini mengindikasikan  bahwa akan ada oknum eksternal yang  akan menyebabkan nubuat dan  pengetahuan berakhir. Apakah itu elemen eksternal tersebut? Ayat 9-10  memberikan jawaban: yaitu, “yang sempurna” (&lt;em&gt;to teleion&lt;/em&gt;). Apakah  yang dimaksud “yang sempurna” ini? Yang dimaksud adalah penyelesaikan  kanon (yaitu 66 buku dalam Alkitab). Ketika Paulus menulis suratnya  kepada orang Korintus, Perjanjian Baru masih di dalam proses penulisan.  Seketika Alkitab selesai – buku terakhir ditulis – pengwahyuan berakhir.  Semua yang Allah inginkan manusia untuk tahu mengenaiNya dan kita dapat  ditemukan dalam Alkitab. Alkitab mempunyai kecukupan dan otoritas.  Alkitab adalah wahyu Allah kepada manusia yang lengkap dan telah selesai  (2 Tim 3:16-17, Wahyu 22:18-19).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Bagaimana dengan bahasa roh? Paulus  menuliskan bahwa bahasa roh “akan berakhir.” Perkataan “berakhir” disini  adalah bahasa Yunani &lt;em&gt;pauo&lt;/em&gt; yang berarti “berhenti”. Tidak  seperti karunia nubuat, dan pengetahuan, yang memerlukan kekuatan  eksternal untuk mengakhirinya, karena bahasa roh akan berhenti dengan  sendirinya (kata pertengahan bahasa Yunani). Bahasa roh akan menghilang  secara otomatis dalam jangka waktu tertentu ketika telah mencapai  tujuannya. G.F. Rendal, seorang bekas Karismatik, memberikan komentar,  “Tujuan ini telah dicapai sepenuhnya ketika telah diakui bahwa semua  bangsa, dan juga ‘bangsa ini’ (orang Yahudi), memperoleh berkata dari  penyelamatan Yahweh. Ketika fakta ini dipercaya, diterima dan tidak  dilawan secara universal, karunia ini tidak lagi diperlukan . . .  Bintang-bintang, seperti semua orang tahu, terlihat dan berguna hanya  pada malam hari. Ketika matahari terbit mereka segera menghilang.  Seperti itu pula karunia bahasa roh. Berguna hanya selama kegelapan  orang Israel yang tidak percaya yang melawan penyelamatan bangsa-bangsa.  Karunia ini menghilang pada saat panggilan kepada bangsa-bangsa lain  menjadi nyata. Inilah yang mengakhiri pertahanan saya yang terakhir”  (Dari buku ‘I Speak in Tangues More Than You All’, 80-1).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Apakah sejarah memberikan konfirmasi akan  pengakhiran bahasa roh pada permulaan gereja? Bapa Gereja yang sangat  terkenal, Agustinus, menuliskan dalam abad ke-empat, “Dalam waktu sangat  awal, Roh Kudus turun atas mereka yang percaya: dan mereka berbicara  dengan bahasa roh, yang tidak pernah mereka pelajari, ‘karena Roh Kudus  memberikan mereka kemampuan untuk mengucapkan.’ Ini adalah tanda-tanda  yang berlaku waktu itu. Karena harus ada tanda dari Roh Kudus di dalam  semua bahasa, untuk menunjukkan bahwa Injil Allah harus dikabarkan  melalui semua bahasa ke seluruh bumi. Hal itu terjadi sebagai tanda dan  hal itu telah berlalu” (Dari buku ‘Ten Homilies on the First Epistle of  John,’ vol VII, &lt;em&gt;The Nicene and Post-Nicene Fathers, VI, 10)&lt;/em&gt;.  Kebangkitan besar Gereja setelah Pentakosta, yaitu, Reformasi Protestan  abad ke-16, tidak dikarakteristikkan dengan berbahasa roh, tetapi  penginjilan yang sangat berpengaruh. Luther, Calvin dan Knox tidak  berbicara dalam bahasa roh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Rasul Paulus mencoba untuk menempatkan  hal ini ke posisi sebenarnya: karunia-karunia milik para Rasul yang  merupakan tanda (2 Kor 12:12) akan berlalu. Mereka hanyalah  karunia-karunia sementara. Gereja tidak perlu mengejar akan hal-hal ini,  malah sebaliknyha orang Kristen harus mengejar ketiga kasih karunia  Kristen tersebut: “Demikianlah tinggal ketiga hal ini yaitu &lt;a title="Posts tagged with iman" href="http://teologia.mystudylight.com/tag/iman" rel="tag"&gt;iman&lt;/a&gt;,  pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih”  (1 Kor 13:13). Kesementaraan karunia-karunia nubuat, bahasa roh, dan  pengetahuan dikontraskan dengan kepermanenan nilai-nilai baik &lt;a title="Posts tagged with iman" href="http://teologia.mystudylight.com/tag/iman" rel="tag"&gt;iman&lt;/a&gt;,  pengharapan dan kasih. Penting sekali untuk memperhatikan  tiga-rangkaian argumen Paulus: (1) Nubuat, bahasa roh, dan pengetahuan  akan berakhir pada saat selesainya Alkitab, dan meninggalnya para Rasul;  (2) &lt;a title="Posts tagged with iman" href="http://teologia.mystudylight.com/tag/iman" rel="tag"&gt;Iman&lt;/a&gt;, pengharapan dan kasih adalah kebenaran yang akan tetap ada sepanjang Zaman Gereja; (3) &lt;a title="Posts tagged with iman" href="http://teologia.mystudylight.com/tag/iman" rel="tag"&gt;Iman&lt;/a&gt;  dan pengharapan akan direalisasikan saat Kristus kembali. Tetapi yang  terbesar dari ketiga ini adalah kasih karena kasih akan tetap  selama-lamanya karena itu adalah kebenaran surgawi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;a href="http://teologia.mystudylight.com/wp-content/uploads/2011/06/Pengujian-Bahasa-Roh.jpg"&gt;&lt;img title="Pengujian Bahasa Roh" src="http://teologia.mystudylight.com/wp-content/uploads/2011/06/Pengujian-Bahasa-Roh.jpg" alt="" width="634" height="477" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dapat terlihat jelas, dalam terang  Alkitab, bahwa bahasa roh dari Gerakan Karismatik tidaklah sama dengan  bahasa roh Perjanjian Baru. Mereka bukan dari Roh Kudus yang sama. Allah  tidak akan mengacaukan GerejaNya karena Dia “tidak menghendaki  kekacauan, tetapi damai sejahtera” (1 Kor 14:33). Apakah penyelesaian  dari kekacauan Karismatik? Kuncinya adalah kasih, karena kasih “tidak  bersukacita karena ketidakadilan, tetapi kebenaran” (1 Kor 13:6).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sumber: http://teologia.mystudylight.com/pengujian-bahasa-lidah.html&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-7813805585306998002?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/7813805585306998002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=7813805585306998002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/7813805585306998002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/7813805585306998002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2011/09/pengujian-bahasa-lidah.html' title='Pengujian Bahasa Lidah'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-2059344545828254843</id><published>2011-09-10T02:04:00.000-07:00</published><updated>2011-09-10T02:04:00.361-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RENUNGAN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TOP TEN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENGAKUAN IMAN'/><title type='text'>10 Hambatan Iman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://dedewijaya.files.wordpress.com/2011/04/wp_faith_is.jpg?w=300&amp;amp;h=225"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 224px;" src="http://dedewijaya.files.wordpress.com/2011/04/wp_faith_is.jpg?w=300&amp;amp;h=225" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah  Iman Anda tidak bertumbuh? Mungkinkah Iman Anda dari tahun ke tahun  sedikit mengalami kemajuan, atau bahkan mengalami stagnasi – tidak  mundur,  juga tidak maju? &lt;/span&gt;Hal itu dikarenakan kita gagal mengenali  hambatan-hambatan yang menghalangi pertumbuhan Iman kita. Iman tidak  berhenti  ketika kita mengambil keputusan percaya dan bertobat kepada  Yesus Kristus. Iman harus di jalani, iman harus bertumbuh, berbuah,  sampai mencapai tingkat kedewasaan iman. Alkitab dalam 2 Petrus 3:18 dan  Efesus 4: 14-15 memerintahkan kita agar bertumbuh dalam kasih karunia  dan dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus, dan mencapai kedewasaan  penuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dalam perjalanan iman menuju kedewasaaan  penuh, iblis dengan tipuan muslihatnya menyebarkan ranjau, jebakan, guna  menghambat pertumbuhan iman kita. Iblis tidak akan pernah berhenti  mengganggu kita sampai kita terkapar jatuh. Bagaimana mengenali  hambatan-hambatan Iman, apa saja yang menjadi hambatan-hambatan iman  kita?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;1. Mengabaikan kehidupan batin kita bersama Kristus sementara kita memusatkan perhatian pada penampilan luar.&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sepertinya kita hidup di zaman di mana  orang-orang lebih memusatkan perhatian pada penampilan luar, ketimbang  ketulusan hati. Seperti ketika Anda melihat orang menjual mobil bekas  yang telah disulap, yang tanpak luar mengkilap, bagus dan menarik,  tetapi setelah Anda memakainya beberapa minggu kemudian, semua yang  buruk yang tersembunyi mulai menampakkan diri, dan Anda pasti kecewa.  Filosofi dunia adalah: “tidak pernah mendapat kesempatan kedua untuk  membuat kesan pertama.” Yang penting menurut dunia adalah kesan pertama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Prinsip di atas sangat bertentangan  dengan Alkitab. Tuhan sama sekali tidak tertarik dengan bagian luar  kita, jika itu berbeda dengan hati kita. Bahkan Tuhan mengutuk mereka  yang kehidupan luarnya tampak rohani, namun pada hakikatnya kehidupan  rohani mereka kering dan gersang, bahkan penuh dengan sampah (Lukas  11:39; 1 Samuel 16:7).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kehidupan kekristenan adalah dari dalam  ke luar. Kehidupan yang dari luar ke dalam adalah kemunafikan. Yang  menjadi pertanyaan bagaimana kita mengubahnya dan menjalani kehidupan  dari dalam ke luar?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;a. Perbaharuilah komitmen kita kepada  nilai-nilai kerajaan Allah. Kita harus rendah hati mengakui keadaan ini,  bahwa dunia telah membutakan mata kita, sehingga kita menganut sistem  nilai duniawi, yang mahir membersihkan bagian luar cawan agar tampil  baik di mata orang Kristen lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;b. Dengan mengembangkan kehidupan batin  bersama Yesus. Seperti raja Daud yang selalu merindukan hadirat Tuhan,  demikianlah pula kita harus selalu merindukan air hidup, yakni Yesus  Kristus; Maz 42:2-3. Rasul Paulus, meskipun ia seorang rasul dan tahu  banyak kebenaran Allah, namun yang terpenting baginya adalah mengenal  Kristus lebih dekat dalam persekutuan yang intim dengan Tuhan (Fil.  3:10-11).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;c. Tinggal dalam firman Tuhan. Bagaimana  caranya kita mengenal Tuhan dengan baik dan benar? Tinggallah di dalam  Firman Tuhan. Jadikan Alkitab sebagai kesukaaan (Maz 1:2; 19:8-9),  sebagai cermin (Yak 1:22-25), dan sebagai kompas penunjuk arah. Alkitab  adalah perkataan Allah yang hidup dan berkuasa. Bacalah, renungkanlah,  dan aktualisasikanlah firman Tuhan dalam keseharian hidup Anda.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;d. Membangun kehidupan doa sebagai  percakapan dua arah. Salah satu tanda seseorang memiliki hubungan yang  baik dengan Tuhan adalah kehidupan doa. Alkitab dan doa tidak boleh  dipisahkan. Dalam doa kita berkomunikasi dengan Tuhan, dan melalui  Alkitab, Allah berkomunikasi dengan kita. Kita hanya akan mengenal  seseorang jika kita berkomunikasi dengan dia, begitu juga kita dengan  Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;2. Orang Kristen mencoba berhasil dengan memisahkan diri dari tubuh Kristus. (1 Kor 12:12-27; Ibr 10:24-25).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dosa manusia yang paling dasar yaitu  tuntunan untuk bebas secara total dari siapapun dan apapun (seperti  Lucifer). Mereka seperti pasangan yang ingin hidup bersama tanpa ikatan  pernikahan. Mereka mengunjungi gereja, tapi tidak mau berkomitmen dengan  gereja. Dalam Kej. pasal 3, iblis menjalankan rencananya untuk  memisahkan Adam dan Hawa dari persekutuan dengan Allah. Dan sekarang  iblis terus berusaha memisahkan orang-orang Kristen dengan tubuh  Kristus. Gereja/jemaat adalah keluarga Allah, dan setiap orang percaya  harus bergabung dalam komunitas keluarga Allah (Ef. 2:19). Dalam  komunitas keluarga Allah kita diberi hadiah kelahiran yang mengagumkan,  yaitu nama keluarga, hubungan akrab, warisan keluarga (Fil 4:19).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Mengapa kita harus menyatukan diri ke  dalam tubuh Kristus? Paling sedikit ada tiga alasan mengapa kita perlu  menjadi bagian dari tubuh Kristus.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;(1). Ada nasihat dan dorongan (Ibr  10:24-25; 1 Tes 5:11). Gereja bertanggung jawab mengajarkan kebenaran  Allah kepada anggotanya, dan mendorong mereka agar hidup dalam kehendak  Tuhan. Jika ada yang menyimpang, sudah menjadi tanggung jawab gereja  untuk menegur dan menasehati anggotanya tersebut agar berbalik dari  jalan yang salah, dan kemudian mendorong para anggota untuk menjalani  kehidupan yang benar di dalam Kristus.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;(2). Persekutuan (KPR 2:42). Persekutuan  bukanlah pertemuan biasa atau obrolan basa-basi. Persekutuan (koinonia)  adalah “menjalani kehidupan bersama-sama dalam kejujuran dan kebenaran.”  Persekutuan membuat kita bersatu, terbuka, jujur dan saling  memperhatikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;(3). Tanggung jawab. Tuhan memberikan  kita tugas dan tanggungjawab sebagai anggota-anggota keluarga Allah.  Setiap anggota memiliki tanggungjawab yang tidak boleh diabaikan.  Tanggungjawab itu adalah: menghadiri kebaktian secara teratur, mendukung  gereja, menaati otoritas Pemimpin gereja, dan bertanggungjawab  melestarikan kebenaran Allah dengan menjaganya agar tetap murni dan  memberitakan Injil.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;3. Orang percaya gagal mengintegrasikan Kristus dalam setiap segi kehidupan (Luk 16:13).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Orang-orang yang tidak mengintegrasikan  Kristus ke dalam setiap segi-segi kehidupan adalah orang Kristen  berkepribadian ganda. Dari satu sisi mereka kelihatan rohani, disisi  yang lain kelihatan duniawi. Alkitab mengecam orang-orang demikian  dengan menyebut mereka sebagai orang-orang yang “mendua hati.” (Yakobus  1:8; 4:4). Orang-orang yang berkepribadian ganda terbagi dua, yaitu  pribadi sekuler dan pribadi rohani. Mereka begitu rohani ketika berada  dalam gereja, dan begitu duniawi tatkala mereka kembali menjalani  kehidupan mereka sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ada pula yang menampakkan kekristenannya  ketika berada dalam komunitas Kristen, namun menyembunyikannya ketika  dia berada di luar komunitas tersebut. Memang, mereka tidak munafik  seperti orang pertama, tetapi menyembunyikan identitas sebagai anak  Allah secara pasif telah bertindak munafik. Orang percaya adalah garam  dan terang dunia. Terang bukan untuk disembunyikan, dan garam bukan  untuk disimpan dalam lemari. Yesus harus terlihat orang dalam hidup  kita. Bahkan, orang-orang yang tidak percaya harus merasakan dampak dari  kehadiran Kristus dalam hidup kita di segala aspek. Kita harus  menghidupi kehidupan tunggal bersama Yesus (Fili 1:21). Yesus Kristus  harus hidup, menyatu dan terlihat dari pikiran, perasaan, dan kehendak.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;a. Dalam pikiran. Milikilah pikiran  Kristus (Fil 2:5). Ubah pikiran kita dari sekuler kepada yang kudus,  dari duniawi kepada Kristus. Kita harus menolak sistem pikiran dunia dan  mencari pembaharuan  rohani dalam proses pikiran. (Rm 12:12; Kol 3:2;  Ef 4:22-24). Bila pikiran Tuhan menjadi pikiran kita, kita akan berpikir  mengenai semua situasi kehidupan dalam konteks kerajaan Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;b. Dalam perkataan. Milikilah perkataan  Kristus (Yak 3:10-11; Ef 4 :29; Ef 5:2; Kol 3:8; mat 12:36). Bila Tuhan  yang memerintah mulut kita maka teguran kitapun akan dibaharui dalam  kasih dan perhatian kepada orang yang hendak kita tegur.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;c. Dalam perbuatan. Milikilah perbuatan  Kristus (1 Yoh 2:6). Yesus Kristus adalah pribadi yang rendah hati,  tulus, jujur, dan kudus. Dia membenci perbuatan dosa, namun mengasihi  orang berdosa. Kita diperintahkan agar hidup seperti Yesus hidup (1 Yoh.  2:6). Siapa diri kita di gereja harus menjadi siapa diri kita di tempat  lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;4. Orang Kristen meremehkan pengaruh dari luar terhadap pertumbuhan mereka (1 Kor 15:33; Ams 4:14).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Setiap orang percaya sedang berperang  melawan kuasa-kuasa pengaruh jahat dari hubungan-hubungan yang tidak  kudus. Dari manakah pengaruh-pengaruh jahat itu muncul?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;a. Dari hubungan yang tidak baik (Maz  1:1) yaitu berjalan disamping orang fasik, berdiri dijalan orang  berdosa, lalu duduk dengan pencemooh. Terjadi perubahan dari orang kudus  menjadi orang berdosa menjadi pencemooh. Hubungan yang tidak kudus  menyeret ke dalam cara berpikir mereka (orang berdosa). Orang percaya  bukan dari dunia, tetapi berada di dunia (Yoh 17:15-18). Orang percaya  tidak boleh mengisolasi diri dari orang yang tidak percaya, tetapi  memisahkan diri dari cara hidup orang berdosa. Orang percaya juga tidak  boleh mencoba menerapkan iman ke dalam gaya hidup dan persahabatan yang  lama (2 Kor 10:3). Jelas sekali bahwa Tuhan memerintahkan orang percaya  agar tidak boleh bersahabat dengan dunia, apalagi bersatu dengan dunia  (2 Kor 6:14, Rom 12:2; 1 Yoh.2:15-18). Orang percaya harus menjadi  pengaruh, tanpa dipengaruhi. Kita harus peka kepada Roh Kudus sehingga  kita menemukan keseimbangan yang penting di dalam dunia, tetapi bukan  berasal dari dunia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;b. Dari Media &amp;amp; Musik. Riset  membuktikan bahwa Media adalah salah satu sarana pemurtadan yang paling  efektif di dunia. Media secara halus memikat dan menjerat kita sampai  akhirnya kita terperangkap. Apakah musik yang kita dengar menghilangkan  kesukaan kita akan hal-hal rohani? Bagaimana dengan TV, Film yang kita  tonton? Bagaimanakah dengan majalah-majalah dan buku yang kita baca?  Tentu saja, Media: TV, Majalah, Internet, bukanlah barang haram, tetapi  sudahkah kita memperlengkapi diri kita dengan anti-virus, yang cepat  mendeteksi pengaruh-pengaruh jahat yang iblis tebarkan melalui media?  Dapatkah kita memisahkan mana yang baik ditonton, dan mana yang baik  dibaca? Ingat, Dosa terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya,  tetapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah!!! Waspadalah!!! Jika TV  membuat Anda jauh dari Tuhan, sebaiknya Anda menghindarinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;5. Orang-orang percaya tidak mengutamakan hal-hal yang utama (Titus 3:9-11).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Salah satu tipu muslihat iblis untuk  menghambat pertumbuhan iman kita adalah pengalihan perhatian. Iblis itu  ahli strategi dalam soal bagaimana menjatuhkan orang-orang Kristen.  Iblis punya banyak cara menjebak kita. Salah satu jebakan yang paling  ampuh adalah mengalihkan perhatian kita dari hal-hal yang utama kepada  hal-hal yang tidak utama. Buktinya semakin banyak orang percaya terjebak  pada: hal-hal, sebab-sebab, dan gerakan-gerakan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Yang terutama dalam kehidupan Kristen  adalah  mengenal Kristus dan membagikan kasihnya kepada dunia. Jangan  membiarkan hal-hal minor menyelubungi gambaran besar mengenai apa yang  sedang di lakukan Allah dan apa yang Allah ingin kita lakukan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ada 3 pengalihan perhatian yang saat ini digunakan iblis untuk menghambat pekerjaan Tuhan dan iman kita:&lt;br /&gt;a. Organisasi. Gereja tidak boleh diperkecil menjadi aturan yang akan  membuatnya menjadi lembaga sekunder. Ruang gerak Roh Kudus tidak boleh  dipersempit oleh aturan, kebijakan manusia. Aturan, kebijakan, petunjuk  harus menempati posisi minimum sehingga Yesus memiliki otonomi maksimum  dalam memimpin kita.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;b. Doktrin. Dalam Alkitab ada ajaran yang  mutlak, inti yang harus dipertahankan mati-matian, namun ada yang tidak  mutlak. Keselamatan hanya di dalam Yesus Kristus, Alkitab adalah Wahyu  Allah yang bebas dari kesalahan, memberitakan Injil, menyatukan diri ke  dalam gereja lokal, Yesus Kristus adalah Allah Tritunggal adalah  doktrin-doktrin yang mutlak, tanpa kompromi harus kita pertahankan.  Sedangkan doktrin yang berada  di lingkaran kedua: Akhir zaman  (premillenium, amillenium dan posmillenium), Haram &amp;amp; Halal tentang  makanan, Hari-hari raya (Kol 2:16). Memperdebatkan hal-hal yang kurang  penting adalah pemborosan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;c. Politik. Tidak ada yang salah dengan  politik. Orang Kristen harus berpolitik secara kebangsaan. Tetapi ada  resiko, keterlibatan dalam dunia politik dapat mengalihkan dari hal-hal  yang utama. Kita harus menjaga prioritas kita (Kol 1:28-29).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;6. Hambatan iman yang keenam yaitu, Orang  percaya laut mati, Orang Kristen hanya menerima terus menerus tetapi  sedikit atau sama sekali tidak memberi (2 Kor 8:1-5).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Orang Kristen demikian tidak ubahnya  seperti Laut mati, yang hanya menerima air, tapi tidak untuk  menyalurkannya. Mereka berprinsip Waduk, terus-menerus menerima, tapi  tidak memberi seperti halnya Pipa. Akibatnya, mereka terserang penyakit  Obesitas rohani/ kegemukan rohani karena tidak punya saluran untuk  menyalurkan masukan rohani yang diterima. Tipe orang Kristen demikian  dalam gereja ialah mereka yang sekedar hadir hari minggu, mereka  mencatat dan menyimak khotbah-khotbah yang disampaikan, bahkan mengerti  banyak kebenaran Alkitab, akan tetapi semua yang mereka tahu tidak  diaplikasikan, tidak diterapkan, atau tidak ditaati oleh mereka.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Mereka tahu bahwa melayani Tuhan dan  memberitakan Injil adalah tugas dan tanggungjawab mereka, tapi mereka  sengaja mengabaikannya. Mereka mungkin juga tahu bahwa tidak  mengembalikan persepuluhan adalah tindakan menipu Allah, tetapi juga  diabaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Orang percaya yang tidak menyibukkan diri  dalam pelayanan cenderung menjadi sok sibuk, suka mencampuri urusan  orang lain dan cepat sekali tersinggung. Sebaliknya, mereka yang belajar  melayani dalam gereja lokal cenderung sabar, mengerti orang lain, dan  ingin menolong orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Agar penyakit ini sembuh, orang percaya  harus melibatkan diri dalam pelayanan. Melayani membuat kita rendah hati  karena melayani orang lain akan menghancurkan kesombongan kita (Fil.  2:3-2). Melayani membuat kita bergantung pada Tuhan (Paulus 2 kor  12:9-10). Melayani membuat kita puas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;7. Hambatan yang ketujuh adalah orang-orang percaya hidup oleh perasaan, bukan oleh iman.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Mereka adalah tipe orang Kristen Roller  coaster, perjalanan hidup yang dikendalikan oleh perasaan atau emosi.  Kita hidup di tengah budaya yang terobsesi dengan apa yang kita rasakan.  Sering kali kita bertemu dengan orang-orang yang tidak mengakui  kenyataan buruk, membohongi keadaan diri mereka yang sebenarnya.  Sepertinya kelihatan begitu sangat rohani apabila seseorang terus  meyakinkan dirinya luar biasa sementara pada kenyataannya dirinya sedang  dirundung masalah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Mengakui kenyataan pahit, mungkin  kegagalan atau keadaan yang tidak kunjung baik bukanlah berarti Anda  kurang Iman. Kita harus jujur apapun kondisinya. Beriman kepada Yesus  Kristus tidak harus menyangkali kenyataan yang terjadi, melainkan  mengakuinya dan kemudian menyerahkan sepenuhnya kepada-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Di sinilah letak perbedaannya, ketika  kita memercayai Firman Tuhan dan menyerahkan persoalan kita kepada  Tuhan, kita akan menjadi kuat dan perasaan kita akan menjadi positif,  bukan karena kita mencoba meyakinkan diri kita tetapi itu semua karena  ada dasar, ada fakta yang meyakinkan dan menguatkan hati kita.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Iman itu ibarat kereta api.  Fakta/kebenaran mewakili mesin lokomotif. Perasaan mewakili gerbong  tukang rem. Kehendak/ketaatan mewakili bahan bakar yang menghidupkan  mesin. Kita harus meletakkan apa yang kita ketahui mendahulukan apa yang  kita rasakan. Perasaan kita harus dituntun oleh apa yang kita ketahui,  bukan sebaliknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;8. Orang Kristen tidak membereskan dosa dengan cepat dan menyeluruh (Ibr 12:1).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Identitas baru Anda sebagai anak Allah  tidak menjamin bahwa Anda bebas dari dosa. Anak-anak Tuhan memang bukan  lagi orang berdosa yang akan dihukum, namun bukan pula pendosa-pendosa  yang cenderung melakukan dosa. Ketika kita bertobat, Allah mengubah hati  kita menjadi baru dan mengubah paradigma kita sehingga kecenderungan  yang tadinya ingin melakukan dosa hilang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Tetapi penting untuk kita ketahui ialah,  Tuhan tidak mengubah tubuh kita dan menghilangkan ingatan kita akan  semua hal yang buruk yang kita ketahui. Nah, pertempuran rohani terjadi  di sini, antara hati kita yang baru berlawanan dengan sifat kedagingan  kita yang ingin melakukan dosa serta pikiran-pikiran yang masih  menyimpan kenangan-kenangan yang berdosa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dalam pergumulan ini tidak sedikit orang  yang telah lahir baru jatuh ke dalam dosa. Tuhan sangat tahu akan hal  ini. Itu sebabnya Ia terus memperingatkan kita agar berhati-hati dan  selalu waspada pada keinginan daging dan pikiran-pikiran yang negatif.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Nah, jika seorang Kristen jatuh ke dalam  dosa, secepat mungkin orang tersebut harus membereskan atau mengakui  dosanya dan kesalahannya kepada Tuhan. Tindakan cepat demikian  menghalangi kita melakukan dosa-dosa yang lebih besar dan lebih buruk.  Ingat! Semua dosa-dosa besar dimulai dengan langkah pertama.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kalau kita tidak belajar menyelesaikan  masalah-masalah dengan cepat dan menyeluruh, maka dengan mudah kita  dapat terjerumus ke dalam dosa tanpa kita sadari.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dosa itu agresif dan posesif, menipu dan  memperdaya (Ibr. 3:13). Sekali Anda membiarkan dosa masuk ke dalam  hidupmu, seperti kanker, itu akan menjalar sampai pada akhirnya Anda  akan sulit menyembuhkannya. Sekecil apa pun dosa itu, dosa tetaplah  dosa. Jangan meremehkannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Berikut ini adalah akibat-akibat yang  terjadi jika kita membiarkan dosa tinggal dalam hidup kita: Dosa  mendatangkan hukuman (Ibr 12:5-8), (1 Kor 11:28-32); Dosa menghapus  sukacita dari orang percaya/merusak persekutuan dengan Allah (Maz  51:10-11); Dosa menyebabkan kehilangan Roh Kudus; Dosa dapat membuat  Allah tidak mendengarkan doa-doanya (Yes. 59:1-2); Dosa menghapus  semangat orang percaya untuk memenangkan jiwa (Contoh: Lot); Dosa  membawa cela bagi Kristus, Alkitab &amp;amp; kekristenan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Jika hari ini ada dosa yang belum Anda  bereskan, akuilah, sekecil apapun dosa itu, dan secepat mungkin bereskan  tanpa ada yang tertinggal (1 Yoh. 1:9).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;9. Orang-orang Kristen yang membiarkan  kekecewaan dan masalah atau tragedi membuat mereka pahit hati, bukan  membuat lebih baik. Ibrani 12:19.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Menjadi Kristen bukanlah akhir dari  persoalan, bahkan menjadi Kristen adalah babak baru dari kehidupan yang  unik, ada sukacita, ada dukacita, ada tangis dan ada pula tawa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang  seimbang antara kesukaan dan kesusahan. Allah tidak menjanjikan taman  bunga mawar tanpa duri. Kehidupan akan menjadi lebih mudah, juga lebih  sulit dengan masuknya Yesus dalam hati kita (Mat. 11:28-29). Tragedi  kehidupan dalam kehidupan orang percaya diijinkan Tuhan untuk membentuk  kita menjadi serupa dengan gambar Kristus (Roma 8:29-30).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sayang sekali, banyak dari orang percaya  pada akhirnya menjauh dari kasih karunia karena mereka salah menanggapi  masalah-masalah yang menimpa mereka. Alih-alih berintrospeksi, mereka  kecewa, menyalahkan orang, bahkan menyalahkan Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Masalah atau tragedi dalam hidup orang  percaya bisa terjadi karena beberapa hal: Itu bisa dikarenakan dosa-dosa  yang kita sembunyikan sehingga memaksa Allah mendisiplinkan/menghajar  kita (Ibr. 12:5-6). Itu juga bisa terjadi karena Tuhan ingin menguji  iman kita seperti Ayub, Paulus, agar iman kita bertumbuh kuat dan  dewasa. Dan terakhir bisa jadi karena keputusan-keputusan kita yang  salah tanpa melibatkan Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Saat ketika tragedi hidup menimpa Anda,  segeralah memeriksa diri Anda, apakah itu karena dosa Anda, atau karena  Allah sedang membentuk Anda agar semakin serupa dengan karakter-Nya.  Jika itu datangnya dari Tuhan maka kita patut mengucap syukur sebab  tangan-Nya yang berkuasa sedang menyempurnakan kita. Bagaimana kita bisa  tahu? Roma 8:28 dengan jelas memberitahu kita bahwa dalam segala  sesuatu Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang  mengasihi Dia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;10. Orang-orang Kristen tidak/kurang menerima kasih karunia yang tak terbatas dan pengampunan penuh/sempurna dari Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Seorang wanita di West Palm Beach,  Florida, ditemukan mati pada usia 71 tahun. Laporan dari petugas yang  memeriksa tentang sebab musabab terjadinya kematian justru tragis.  Penyebab kematiannya adalah kekurangan makanan. Berat tubuh wanita tua  itu hanya sekitar 25 kilogram.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pekerjaan sehari-hari wanita ini adalah  meminta-minta sisa makanan dari para tetangganya dan pakaian yang  dikenakannya diperoleh dari Bala keselamatan. Dari luar dia tampak  sebagai seorang wanita yang tidak memiliki uang sepeser pun, seorang  janda tua yang terlupakan dan memelas. Tetapi, masalahnya bukanlah  demikian.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dibalik keberadaannya yang kotor, padanya  ditemukan dua buah kunci yang memberi petunjuk bahwa ia mempunyai  deposito di dua bank lokal. Dan apa yang mereka dapatkan, sungguh sulit  untuk dapat dipercaya. Kotak simpanan deposito yang pertama berisi 700  sertifikat, ditambah dengan ratusan surat yang hampir mencapai jumlah  tiga ratus juta rupiah. Kotak deposito yang kedua tidak berisi  sertifikat, tetapi berisi lebih banyak uang tunai, sekitar 900 juta  rupiah. Kotak deposito itu juga masih ditambah dengan harta kekayaan  yang bila diakumulasikan dapat mencapai lebih dari satu miliar rupiah.  Wanita itu, biar bagaimanapun adalah seorang miliuner, tetapi ia mati  karena kelaparan di sebuah tempat yang tidak terurus.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ketika seseorang diselamatkan, Allah  mengaruniakan anugerah yang tak terbatas kepada setiap orang percaya,  baik di bumi maupun di sorga (Fil. 4:19; Mat. 6:33 &amp;amp; Ef. 1:3).  Identitas kita sebagai orang percaya menunjukkan betapa  penting/khusus/spesial/istimewanya kita dihadapan Tuhan. Kita diangkat  menjadi anak Allah (Yoh 1:12); kita adalah ciptaaan baru (2 Kor 5:17);  bait Roh Kudus (1 Kor 6:19); Warga kerajaan sorga (Fil. 3:20).  Orang-orang kudus/Imamat yang rajani/imam (1 Pet. 2:9).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kita telah dibeli Kristus dengan  nyawanya, kita telah disucikan, diampuni semua dosa-dosa kita, kita  telah dimerdekakan, diadopsi menjadi anaknya, tetapi acapkali sikap dan  tindakan kita tidak mencerminkan betapa istimewanya kita di dalam  Kristus. Namun sedikit sekali orang percaya yang menyadari kebenaran  ini. Banyak orang Kristen bersikap dan bertindak seperti anak sulung  dalam Lukas 15 dan nubuatan Yesus dalam Matius 19:30, yang mengeluh  dalam kelimpahan, miskin dalam kelebihan. Mereka telah menyia-nyiakan  kasih karunia Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Potensi, kesempatan, berkat rohani yang  Allah berikan memungkinkan orang-orang percaya berhasil menghidupi  kehidupan di dunia ini. Janji penyertaan dan pemeliharaan dan  karunia-karunia rohani serta berkat-berkat jasmani dikaruniakan untuk  melengkapi orang-orang percaya agar berhasil, menjalani kehidupan rohani  yang berbuah, melayani Tuhan dengan efektif. Apalagi Roh Kudus tinggal  di dalam hati kita adalah kasih karunia yang amat sangat besar, yang  dapat memberikan manfaat rohani yang tak ternilai bagi orang-orang  percaya. Alkitab juga adalah karunia terbesar yang diberikan Tuhan  kepada kita.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tuhan juga memberikan kita hak istimewa  untuk datang berkomunikasi serta meminta apa yang menjadi kebutuhan kita  melalui doa. Apakah masih ada yang kurang? Kalau begitu mengapa kita  tidak memanfaatkan atau menghargai kasih karunia ini? Jangan sia-siakan  kasih karunia Allah dalam hidup kita. Bersihkan hidup kita dari masa  lalu, kebiasaan lama, pola pikir lama. Layanilah Tuhan dalam kasih  karunia-Nya. Ingatlah selalu siapa diri kita di dalam Kristus, milik  siapa kita? Dan akhirnya, bersyukurlah kepada Tuhan dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;(By Gembala GBIA Komunitas Depok, Alki F. Tombuku, BBS,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Jl. Kamboja No. 27&lt;br /&gt;Depok Lama – Jawa Barat&lt;br /&gt;Telp. 6874 0965 (Flexi)&lt;br /&gt;Kebaktian Umum : Minggu, jam 10.00)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-2059344545828254843?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/2059344545828254843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=2059344545828254843' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/2059344545828254843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/2059344545828254843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2011/09/10-hambatan-iman.html' title='10 Hambatan Iman'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-5829487986997385280</id><published>2011-09-03T02:10:00.000-07:00</published><updated>2011-09-03T02:10:00.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARISMATIK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PRAISE WORSHIP'/><title type='text'>6 Ciri PENYEMBAHAN ALKITABIAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://dedewijaya.files.wordpress.com/2011/07/mar2010-3.jpg?w=183&amp;amp;h=243"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 183px; height: 242px;" src="http://dedewijaya.files.wordpress.com/2011/07/mar2010-3.jpg?w=183&amp;amp;h=243" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada penekanan besar dalam jemaat-jemaat  masa kini pada “pelayanan penyembahan” (worship services). Biasanya,  jemaat-jemaat memakai iringan “band pemuji” dan seorang “pemimpin  penyembahan” (worship leader). Himne tradisional tidak lagi dipakai dan  digantikan dengan lagu-lagu rohani popular yang dapat menyentuh hati  orang banyak. Undangan diberikan kepada anggota jemaat untuk mengikuti  alunan musik dan membebaskan diri dalam melakukan penyembahan kepada  Allah. Biasanya, ada pula penekanan untuk mengundang Roh Kudus untuk  bekerja atas diri orang yang hadir. Dalam acara tersebut, biasanya  terdapat konsep bahwa Roh Kudus seharusnya tidak di “put in a box,”  sehingga tidaklah salah jika ada manifestasi aneh seperti bergetar dan  jatuh selama penyembahan. Tidaklah aneh jika kita juga menemukan  kekacauan, kebingungan, para pemimpin perempuan, dan berbagai hal yang  jelas-jelas tidak alkitabiah dalam kebaktian penyembahan kontemporer. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align:justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Perjanjian Baru memang tidak memberikan  pola tertentu untuk melakukan kebaktian penyembahan bersama dalam  jemaat. Orang yang coba mencari pembenaran alkitabiah untuk kebaktian  penyembahan tidak akan mendapatkannya dalam tulisan para rasul. Mereka  harus melihat referensi penyembahan bait Allah di Perjanjian Lama atau  Kitab Wahyu, padahal pola untuk jemaat adalah tulisan para rasul. Ada  tiga kata kunci untuk penyembahan (worship) dalam Perjanjian Baru:  menyembah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;worship&lt;/span&gt;), memuji (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;praise&lt;/span&gt;), dan memuliakan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;glorify&lt;/span&gt;) dan  kesemuanya tidak digunakan dalam konteks ibadah penyembahan di jemaat  secara bersama. Satu-satunya kata “worship” dipakai dalam hubungannya  dengan penyembahan jemaat ada di dalam 1Kor. 14:25, dan itu berbicara  tentang penyembahan individu/pribadi, bukan penyembahan korporat.  Demikian pula, kata “memuji” atau “memuliakan” tidak pernah dipakai  dalam Perjanjian Baru sehubungan dengan penyembahan bersama dalam  pertemuan jemaat. Semuanya dipakai dalam ibadah pribadi melalui ucapan  syukur dan hidup saleh (Kis. 2:47; Rm. 15:5-6; 1Kor. 6:20; Flp. 1:11;  Ibr. 13:15; 1Ptr. 4:16).&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align:justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ini tidak berarti bahwa salah jika  jemaat menyembah Tuhan bersama-sama karena itulah yang juga kita lakukan  selama kebaktian jemaat. Faktanya, terdapat kurangnya kesadaran  penyembahan dalam rata-rata kebaktian jemaat yang sungguh-sungguh  percaya Alkitab. Akibatnya, penyembahan hanya bagaikan bergumam atau pun  sekadar ritual dan bukannya sarana mengarahkan hati kepada Allah.&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align:justify;"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah perbedaan antara kebaktian penyembahan kontemporer dan pola penyembahan alkitabiah dalam jemaat?&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;(1)   &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Penyembahan yang alkitabiah dalam jemaat tidak menekankan pada penggunaan musik. &lt;/strong&gt;Du&lt;strong&gt;a &lt;/strong&gt;kali penyebutan&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;musik  dalam surat-surat di Perjanjian Baru berfokus pada pembangunan  (edifying) orang-orang kusud saat dinyanyikan kepada Tuhan (Ef. 5:19;  Kol. 3:16). Sesungguhnya, penyembahan alkitabiah menekankan bahwa Allah  disembah melalui segala sesuatu yang dilakukan dalam jemaat daripada  sekadar satu jenis penyembahan yang dinaikkan kepada-Nya saat waktu  pujian (1Ptr. 4:11). Berlawanan dengan ini, penyembahan kontemporer  hamper berfokus secara eksklusif pada satu jenis penyembahan kepada  Allah, yaitu saat menyembah dengan musik kontemporer tersebut. &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;(2)   &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Penyembahan  yang alkitabiah dalam jemaat tunduk pada ajaran para rasul yang  menuntut bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan sopan dan teratur,  sehingga tidak ada kebingungan,&lt;/strong&gt; bahwa perempuan tidak boleh  memimpin, dll. (1Kor. 11:2; 14:37). Ini berarti bahwa segala hal yang  tidak alkitabiah, yang berhubungan dengan penyembahan kontemporer,  khususnya karismatik, harus ditolak.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;(3)   &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Penyembahan yang alkitabiah dalam jemaat menekankan pemahaman daripada emosi &lt;/strong&gt;(1Kor.  14:15). Penekanannya bukanlah “merasakan hadirat Allah”, melainkan pada  pemahamam dan pengenalan akan Allah melalui kebenaran Firman-Nya. Kita  melihat ini terpancar dalam himne tradisional. Para penulis himne itu  bertujuan untuk membangun pengertian dan bukan menciptakan getaran  emosi. Dalam ibadah kontemporer, “puji-pujian dipilih untuk  menstimulasi/merangsang (to induce) perasaan para penyembah … [to  induce] suatu keadaan mengubah keadaan sadar dengan manipulasi nyata”  (Alan Morrison, The New Style of Worship and the Great Apostasy).&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;(4)   &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Penyembahan  yang alkitabiah dalam jemaat menekankan kesatuan iman dan bukan konsep  ekumene, berbeda-beda tetapi satu sebagai hal yang lazim dalam  penyembahan Kristen kontemporer &lt;/strong&gt;(Rm. 15:6; Mat. 15:9; Yoh.  4:24). Tidak aka nada penyembahan yang sejati tanpa komitmen yang  sepenuhnya terhadap doktrin yang sesuai Alkitab. Doktrin campuran yang  ada dalam ibadah ekumene tidak memuliakan Allah dan tidak diterima-Nya,  betapa pun antusias dan sungguh-sungguhnya para penyembah itu  melakukannya.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;(5)   &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Penyembahan yang alkitabiah dalam jemaat menuntut kesucian moral dan keterpisahan dari dunia &lt;/strong&gt;(Rm. 12&lt;strong&gt;:&lt;/strong&gt;1-2;  Flp. 1:11), berlawanan dengan penyembahan kontemporer yang menolak  pemisahan dan yang membangun jembatan dengan dunia melalui penggunaan  musik, pakaian, dll. yang duniawi. Tidak peduli bagaimana pun hidup dan  sikapnya, cukuplah bagi mereka untuk masuk ke dalam “saat penyembahan”  dengan antusiasme besar. Di kalangan jemaat dengan haya penyembahan  kontemporer, hanya ada sedikit khotbah melawan dunia secara jelas dan  praktis dan hanya sedikit pula memraktikkan disiplin jemaat.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align:justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;(6)   &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Penyembahan yang alkitabiah dalam jemaat harus terus menerus waspada terhadap bahaya-bahaya rohani &lt;/strong&gt;(1Ptr. 5:8; 2Kor. 11:1-4). Setidaknya 11 kali, para rasul mengingatkan orang percaya untuk “bijaksana’/&lt;em&gt;sober&lt;/em&gt;.  Para gembala harus bijaksana (Ti. 1:8); orang tua harus bijaksana (ti.  2:2); perempuan harus bijaksana (Ti. 2:4); orang muda juga harus  bijaksana (Ti. 2:6); isteri gembala dan diakon juga demikian (1Tim.  3:11). Ternyata, 1Tes. 5:6 dan 1Ptr. 5:8 menjelaskan arti  bijaksana/sober ini yaitu secara rohani waspada, hati-hati, dan sadar.  Sementara itu, penyembahan kontemporer mengajarkan orang untuk  terbukapada pengaruh-pengaruh roh tanpa sadar adanya bahaya atau tipuan.  Mereka meminta penyembah untuk “terbuka dan rendah hati,” “membuka diri  terhadap Roh Kudus,” “mengundang Roh Kudus datang dan bekerja,”  “bersiap untuk hal yang tidak terduga.” Tak ada satu pun hal itu yang  diajarkan dalam Alkitab. Para rasul dan jemaat mula-mula tidak  memraktikkannya. Saat jemaat Korintus melakukan hal yang demikian dan  membiarkan kebingungan dan ketidakteraturan terjadi, Paulus menegur dan  memperbaiki kesalahan itu (Yoh. 4:24).&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align:justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, jemaat-jemaat yang  menjunjung tinggi Alkitab kiranya dapat belajar bagaimana jemaat dapat  membangun suatu pelayanan penyembahan yang benar. Konsep menyembah yang  benar itu harus benar-benar tertanam dan dipraktikkan pula secara benar  oleh jemaat Tuhan. Solusi kedinginan dan keengganan anggota jemaat dalam  menyembah, memuji, dan memuliakan Allah bukanlah dengan menggantikan  himne tradisional dengan penyembahan kontemporer, tetapi memastikan  bahwa kita adalah penyembah-penyembah benar yang menyembah Allah dalam  roh dan kebenaran (Yoh. 4:24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align:justify;"&gt;&lt;a href="http://zurishaddaiallofgrace.blogspot.com/2011/04/penyembahan-alkitabiah.html"&gt;-allofgrace-&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-5829487986997385280?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/5829487986997385280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=5829487986997385280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/5829487986997385280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/5829487986997385280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2011/09/6-ciri-penyembahan-alkitabiah.html' title='6 Ciri PENYEMBAHAN ALKITABIAH'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-4452197728105715629</id><published>2011-08-28T14:47:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T14:47:00.493-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PNEUMATOLOGI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FUNDAMENTAL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARISMATIK'/><title type='text'>Bahasa Roh atau Bahasa Lidah (Tongue Speaking)?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://dedewijaya.files.wordpress.com/2011/07/pengujian-bahasa-roh1.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-full wp-image-3249" title="Pengujian-Bahasa-Roh" src="http://dedewijaya.files.wordpress.com/2011/07/pengujian-bahasa-roh1.jpg?w=540&amp;amp;h=518" alt="" width="540" height="518" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4 style="text-align:justify;"&gt;Apakah Bahasa Lidah Itu?&lt;/h4&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Bahasa lidah bukanlah bahasa surgawi,  bukan bahasa malaikat, bukan perkataan yang diucapkan dalam keadaan tak  sadarkan diri, bukan perkataan yang hanya dapat dimengerti oleh  orang-orang yang terpelajar saja, atau bahasa yang tidak berarti  apa-apa, seperti yang dipercayai oleh beberapa orang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Gary W. Summers mengutip kata-kata yang  ditulis oleh James Rado dan Gerome Ragni dalam buku berjudul “Good  Morning, Starshine, 1969 Oliver hit, yang berbunyi: “Gliddy glup gloopy  nibby nabby noopy la la la lo lo. Sabba sibby sabba nooby abba nabba le  le lo lo. Tooby ooby walla nooby abba nabba, early morning singing song  (pagi buta menembangkan lagu).” Menurut Gary, kata-kata ini tidak lebih  daripada suku kata yang tidak berarti apa-apa dan bukan bahasa yang  nyata dan dapat dimengerti.&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dalam bahasa Inggris kata-kata di atas  disebut dengan istilah “gibberish” yang berarti “perkataan yang cepat  dan tidak jelas”; “bahasa yang tidak masuk akal”; “kata-kata yang tidak  mengandung arti”; “perkataan yang mengalir lancar dan bodoh.&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; Bahasa lidah adalah bahasa manusia yang memiliki makna dan dimengerti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Webster’s New International Dictionary  mendefenisikan bahasa sebagai “tubuh kata-kata dan metode penggabungan  kata-kata yang dipakai dan dimengerti oleh suatu kelompok masyarakat.”&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; Berarti bahasa adalah sarana untuk berkomunikasi antar manusia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Paulus mengatakan bahwa “Ada banyak —  entah berapa banyak — macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak  ada satu pun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti” (1  Korintus 14:10).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dalam bahasa Ibrani bahasa adalah  “leshonah” yang paling sering diterjemahkan “lidah”, yang ditujukan pada  salah satu anggota tubuh yang menghasilkan perkataan (Hakim-hakim 7:5; 2  Samuel 23:2) atau juga “bahasa” (Ester 1:22; 3:12; Yeremia 5:15;  Yehezkiel 3:5,6). Kata Ibrani, leshonah ini diterjemahkan ke dalam  bahasa Yunani, “glossa” (bdg. Yesaya 28:11 dan 1 Korintus 14:21). Glossa  juga berarti “lidah”, salah satu anggota tubuh (Markus 7:33,35),  “lidah-lidah seperti nyala api” (Kisah Rasul 2:3), atau “bahasa” (Kisah  Rasul 2:4,11; 10:46; 19:6).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kalau kita lihat dalam Kisah Rasul  2:4-11, para rasul berbicara dalam berbagai-berbagai bahasa secara  ajaib. Di dalam ayat 6, orang-orang yang hadir pada hari Pentakosta itu  masing-masing mendengar para rasul berkata-kata dalam bahasa mereka  sendiri. Bahasa yang terdapat dalam Kisah Rasul 2:4, 11, jelas adalah  bahasa pribumi para penganut agama Yahudi yang datang untuk merayakan  hari raya Pentakosta di Yerusalem.&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Lester Kamp mendefenisikan karunia  berbahasa lidah sebagai “kemampuan untuk berkata-kata dalam bahasa yang  dapat dimengerti orang, tetapi sebelumnya tidak diketahui oleh orang  yang berbicara itu.”&lt;sup&gt;5&lt;/sup&gt; Ini berarti seorang yang mempunyai  karunia berbahasa lidah dapat mengerti dan mengucapkan bahasa orang lain  (asing) dengan sempurna dan dapat dimengerti oleh si pemilik bahasa  tanpa mempelajarinya terlebih dulu secara alami.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;New English Bible menterjemahkan bahasa  roh sebagai “ecstatic language” (bahasa yang mengherankan). Kata  “ecstatic” berasal dari bahasa Yunani,” ekstasis”, yang dalam Alkitab  diterjemahkan secara kontras “mencengangkan”, “mengherankan” (Markus  5:42; 8:8; Lukas 5:26; Kisah rasul 3:10) dan “tidak sadarkan diri”  (Kisah Rasul 10:10; 11:5; 22:7). Tetapi meskipun demikian, kita tidak  dapat menyimpulkan bahwa bahasa roh adalah sebuah bahasa yang diucapkan  dalam keadaan tidak sadarkan diri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Maka dapat kita katakan bahwa bahasa  lidah adalah bahasa yang mengandung makna yang dapat dimengerti dan  diucapkan secara spontan oleh seseorang dengan sempurna tanpa  mempelajari bahasa itu sebelumnya. Dengan kata lain proses kemampuan  berbahasa lidah itu bersifat supernatural atau ajaib. Mengapa? Karena  “Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap  orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya” (1 Korintus 12:11).&lt;/p&gt; &lt;h4 style="text-align:justify;"&gt;Bagaimanakah Orang-orang Kristen Abad Pertama Menerima Karunia Berbahasa Lidah ?&lt;/h4&gt; &lt;h3 style="text-align:justify;"&gt;Dalam kitab Kisah Rasul hanya ada dua peristiwa bagaimana orang Kristen abad pertama mendapatkan karunia berbahasa lidah.&lt;/h3&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;1. Roh Kudus memberikan karunia berbahasa lidah secara langsung.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pemberian karunia berbahasa lidah secara  langsung hanya kepada Para Rasul, termasuk Rasul Paulus (Kisah Rasul  2:4; 1 Korintus 14:18), Kornelius dan seisi rumahnya (Kisah Rasul  10:44-47). Selain dari dua peristiwa ini, tidak ada peristiwa lain yang  dinyatakan oleh Alkitab tentang bagaimana orang-orang Kristen abad  pertama menerima secara langsung dari Roh Kudus karunia berbahasa lidah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;2. Roh Kudus memberikan karunia berbahasa lidah melalui penumpangan tangan para rasul.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dalam Kisah Rasul 19:1-6 menceritakan  tentang rasul Paulus bertemu dengan beberapa orang murid Yohanes, yang  kemudian ditobatkan oleh Paulus menjadi orang Kristen dan sekaligus  menumpangkan tangannya ke atas mereka sehingga dapat berkata-kata dalam  bahasa lidah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Jadi hanya dua cara bagaimana orang-orang  Kristen abad pertama mendapatkan karunia berbahasa lidah, yaitu secara  langsung dan melalui penumpangan tangan para rasul. Begitulah Roh Kudus  memberikan karunia berbahasa lidah kepada mereka.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;a href="http://www.cakka.web.id/books/bahasa-roh-bahasa-lidah-glossolalia/apakah-tujuan-bahasa-lidah"&gt;Apakah Tujuan Bahasa Lidah ?&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ketika seorang Kristen menerima karunia  berbahasa lidah maka karunia itu berada dalam kuasanya, dan dia bisa  saja menggunakanya dengan motif yang salah (1 Korintus 14:23) atau  sebaliknya, menggunakan sesuai dengan kehendak Tuhan. Bahasa lidah tidak  dipakai untuk menunjukkan kebolehan seseorang dalam berbahasa asing  yang tidak dipelajari sebelumnya. Tetapi Alkitab menyatakan dengan jelas  apa tujuan dari bahasa lidah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;1. Untuk mengkomunikasikan wahyu Allah, pengetahuan, nubuat dan pengajaran Tuhan (1 Korintus 14:6).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Salah satu fungsi dari bahasa lidah  adalah untuk menyatakan firman Allah kepada pendengar yang mengerti  bahasa yang dipakai oleh orang yang memiliki karunia berbahasa lidah.  Allah tidak pernah bermaksud memberikan karunia ini kepada orang yang  dikehendakiNya untuk dipakai sebagai kesempatan memenuhi kepentingan  pribadi atau menyatakan kehendak diri si penerima karunia itu sendiri,  tetapi untuk menyampaikan seluruh maksud Allah kepada semua umat manusia  (Kisah Rasul 20:27; 1 Petrus 4:11).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;2. Untuk membangun kerohanian jemaat (1 Korintus 14:5,12, 26).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Maksud Allah memberi karunia bahasa  lidah, seperti karunia-karunia lainnya juga adalah untuk membangun  kerohanian setiap individu anggota jemaat. Mike Cope mengatakan bahwa  “dalam 1 Korintus 14:4, Paulus tidak mengizinkan seorang berbicara dalam  bahasa lidah di gereja untuk membangun dirinya sendiri. Sebaliknya  rasul Paulus mengizinkan penggunaan bahasa lidah bila ada yang dapat  menterjemahkannya (1 Korintus 14:28)”&lt;sup&gt;7&lt;/sup&gt;, karena apa yang  dikatakan itu akan membangun jemaat, termasuk dirinya sendiri. Karunia  berbahasa lidah harus dipergunakan untuk kepentingan bersama (1 Korintus  12:7).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;3. Sebagai tanda untuk orang-orang yang tidak percaya (1 Korintus 14:22).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Karunia bahasa lidah adalah suatu praktek  yang ajaib. Kita bisa melihat contoh dalam Kisah Rasul 2, orang-orang  dari suku bangsa yang berbeda (Kisah Rasul 2:9-11) keheranan  mendengarkan para rasul berbicara dalam bahasa mereka masing-masing –  itulah bahasa lidah atau bahasa roh (Kisah Rasul 2:4,6,12). Kata  “tercengang-cengang” dalam ayat 6 menujukkan reaksi dari para pendengar  yang telah mendengarkan dan menyaksikan para rasul, orang Galilea  berbicara dalam berbagai bahasa yang tidak pernah mereka pelajari  sebelumnya (Kisah Rasul 2:8, 9). Paulus mengutip nubuatan kitab Yesaya  28:11 dalam 1 Korintus 14:21, bahwa Dalam hukum Taurat ada tertulis:  “Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang  asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak  akan mendengarkan Aku, firman Tuhan.” Ayat ini menyatakan tentang  beberapa orang Yahudi yang mendengar pemberitaan Injil tetapi tidak mau  mentaatinya (Roma 3:2,3), sehingga pemberitaan dengan bahasa lidah hanya  sebagai suatu tanda ajaib saja bagi mereka. Kata “orang yang tidak  percaya” dalam 1 Korintus 14:22 ditujukan kepada semua orang, baik  Yahudi maupun non-Yahudi. Ini berarti juga bahwa orang-orang non-Yahudi  yang mendengar pemberitaan Injil dalam bahasa lidah tetapi tidak  mentaatinya, maka hal itu hanya menjadi suatu tanda (ajaib) saja.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;4. Untuk meneguhkan pemberitaan firman Allah (Markus 16:20; Roma 15:19).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Karunia-karunia rohani, termasuk karunia  bahasa lidah diberikan kepada para rasul dan orang-orang Kristen lainnya  pada abad pertama adalah untuk meneguhkan bahwa berita yang mereka  sampaikan adalah benar-benar dari Allah. Meskipun beberapa orang tidak  percaya, itu tetap firman Allah. Bagi orang-orang yang mendengar,  menerima dan mentaati firman itu, menjadi landasan yang teguh bagi  keselamatan mereka (Kisah Rasul 2:13, 36,37).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dalam 1 Korintus 14, Paulus memberikan  pengertian yang jelas tentang bagaimana menggunakan karunia bahasa lidah  yang benar. Menurut Gary W. Summers latar belakang mengapa Paulus  menjelaskan hal ini dalam 1 Korintus 12:1-3, karena ada masalah yang  terjadi, dimana beberapa orang Kristen di Korintus mengakui bahwa mereka  dipengaruhi oleh Roh Kudus dan mengatakan “Terkutuklah Yesus.” Kalau  memang pernyataan ini adalah kesimpulan yang masuk akal mereka ucapkan,  maka nasehat Paulus untuk memberi pengertian adalah benar. Tetapi  bagaimana mereka dapat mengatakan hal yang demikian melalui inspirasi  Roh Kudus ? Jelas tidak dapat. Apakah mereka berpura-pura berbicara  seperti dipengaruhi oleh Roh ? Barangkali Roh Kudus tidak memberikan  mereka wahyu dalam perhimpunan, sehingga dengan sikap mementingkan diri  sendiri, mereka berpura-pura berbicara seperti Roh Kudus sedang memberi  mereka perkataan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Mengapa mereka berpikir bisa melakukan  itu? Ayat 2 menyatakan bahwa beberapa orang Korintus sebelum menjadi  Kristen telah terbiasa berbicara dalam keadaan tidak sadarkan diri  sebagai bagian dari praktek penyembahan berhala mereka. Mereka telah  “dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu” (2 Timotius 3:6). Mereka telah  dipimpin oleh kata hati mereka sendiri dalam keadaan tidak sadarkan  diri. Ini menunjukkan beberapa orang Korintus mencoba untuk menghidupkan  kembali praktek ucapan-ucapan yang mengherankan (barangkali kata-kata  yang tidak berarti atau tidak masuk akal) seperti saat mereka melakukan  penyembahan kepada berhala mereka dulu. Jadi dalam usaha mereka untuk  menggunakan karunia berbahasa lidah, mereka membiarkan diri dipimpin  oleh kata hati yang bersifat psikologis yang pernah mereka alami sebagai  penyembah-penyembah berhala.&lt;sup&gt;8&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Paulus melalui ilham Roh memberikan  pengertian sekaligus nasehat kepada orang Kristen di Korintus bagaimana  menggunakan karunia berbahasa lidah yang benar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pertama, bahasa lidah dapat dipakai  jikalau ada yang menterjemahkannya (1 Korintus 14:5,9,11,23,27-28).  Karunia-karunia rohani, termasuk bahasa lidah yang diberikan oleh Roh  Kudus harus digunakan dengan cara yang “sopan dan teratur” (1 Korintus  14: 40) untuk membangun kerohanian setiap anggota jemaat. Tetapi  orang-orang Kristen di Korintus, masing –masing ingin menggunakan bahasa  lidah (atau karunia-karunia rohani yang lainnya) pada waktu yang  bersamaan, sehingga situasi peribadatan menjadi kacau (1 Korintus  14:22,26).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Padahal “Allah tidak menghendaki  kekacauan” (1 Korintus 14:40). Situasi seperti ini tidak akan membangun  kerohanian anggota jemaat yang tidak mengerti apa yang disampaikan oleh  seorang yang memiliki karunia berbahasa lidah, sebaliknya mereka akan  mencela (1 Korintus 14:23). Kedua, Bahasa lidah dapat dipakai bila semua  audiens mengerti apa yang dikatakan oleh orang yang memiliki karunia  berbahasa lidah (1 Korintus 14:23). Tetapi apa yang dipraktekkan oleh  aliran Pentakosta dan Karismatik adalah sebaliknya, dimana menurut Gary  W. Summers, “banyak di antara mereka tidak peduli apakah yang mereka  katakan itu berarti atau tidak, pokoknya mereka yakin bahwa Allah sedang  berbicara melalui mereka. Jika tidak seorang pun mengerti apa yang  mereka katakan, itu tidak menjadi soal. Mereka pikir itu adalah bahasa  pribadi mereka sendiri, sekaligus jika hal itu terjadi, maka mereka  percaya sebagai bukti mereka telah dibaptiskan dalam Roh Kudus. Praktek  ini hanya berdasarkan emosi dan bukan berdasarkan Kitab Suci.&lt;sup&gt;9&lt;/sup&gt; Ini adalah hal yang menyedihkan karena mereka tidak mengerti firman Tuhan dengan benar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ketiga, orang yang memiliki karunia  berbahasa lidah harus berdiam diri jikalau tidak ada yang menterjemahkan  apa yang hendak dikatakannya (1 Korintus 14:28). Situasi perhimpuan  untuk menyembah Tuhan harus dilakukan “dalam roh dan kebenaran” (Yohanes  4:24; bdg. 1 Korintus 14: 15). Ini berarti aktivitas rohani “harus  berlangsung dengan sopan dan teratur” (1 Korintus 14: 40).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Jika seorang memiliki karunia berbahasa  lidah berbicara dan tidak ada yang menterjemahkan, maka akibatnya bukan  saja kekacauan yang terjadi, tetapi juga orang yang mendengarnya tidak  akan mengerti apa arti perkataannya, meskipun itu firman Allah, sehingga  si pendengar tidak dapat “mengaminkan” (menyetujui) ucapan si pembicara  (1 Korintus 14:9,16). Itu “sama halnya dengan alat-alat yang tidak  berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi —  bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling  atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda? Atau,  jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang  menyiapkan diri untuk berperang?”, kata Paulus ( 1 Korintus 14:7-8).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ke-empat, orang yang memiliki karunia  berbahasa lidah hanya boleh berbicara kepada dirinya sendiri dan kepada  Allah jikalau tidak ada penterjemah (1 Korintus 14:28).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Mike Cope menjelaskan, “1 Korintus 14:28  tidak mengatakan bahwa seorang yang berbicara dalam bahasa roh (lidah)  berbicara dalam bahasa yang tidak dimengerti kepada dirinya sendiri dan  kepada Allah ketika tidak ada penterjemahnya. Kelihatannya, konteks ini  berarti bahwa seorang itu berkomunikasi dengan dirinya sendiri dan  dengan Allah di dalam bahasa yang dapat dia mengerti.”&lt;sup&gt;10&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;a href="http://www.cakka.web.id/books/bahasa-roh-bahasa-lidah-glossolalia/kapankah-bahasa-lidah-berhenti"&gt;Kapankah Bahasa Lidah Berhenti?&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Beberapa orang, khususnya aliran  Karismatik dan Pentakosta percaya bahwa sampai saat ini karunia  berbahasa lidah masih terus diberikan oleh Roh Kudus secara langsung  kepada orang yang dikehendakiNya. Tetapi apakah pendapat ini benar?  Sebaiknya kita dengan pikiran terbuka menyelidiki bagaimana Alkitab  berbicara tentang jangka waktu berlakunya karunia bahasa lidah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dalam 1 Korintus 13:8, Paulus mengatakan bahwa “bahasa roh akan berhenti” Kapan ?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;1. “Jika yang sempurna tiba” (1 Korintus 13:10).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Beberapa orang menafsirkan kata ini  ditujukan kepada Yesus, seorang yang sempurna dan yang akan datang.  Pendapat salah inilah yang menuntun mereka untuk percaya bahwa karunia  bahasa lidah masih ada, dan itu akan berhenti ketika Yesus yang sempurna  itu datang. Tentu tidak ada orang yang menyangkal bahwa Yesus sempurna  (Ibrani 5:9). Tetapi konteks ini sama sekali tidak membicarakan hal itu.  Kata “yang sempurna” di ayat ini dalam bahasa Yunani (bahasa asli  Alkitab Perjanjian Baru) adalah “teleiov” yang artinya “lengkap”,  “sempurna”, “dewasa”. Pengertian secara luas kata ini adalah “telah  mencapai tahap akhir atau perkembangan penuh.” Ini berarti telah  mencapai kesempurnaan dalam Yesus (Kolose 1:28), telah menjadi dewasa  (Efesus 4:13; Ibrani 5:14).11&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Selanjutnya dalam 1 Korintus 13:11-12,  Paulus memberikan ilustrasi (gambaran) tentang keadaan jemaat saat itu  yang belum dewasa secara rohani, sehingga sangat diperlukan  karunia-karunia rohani untuk membantu jemaat bertumbuh dewasa. Jadi  setelah mereka menerima apa yang mereka butuhkan untuk mencapai  kedewasaan maka “yang tidak sempurna (karunia-karunia rohani) itu akan  lenyap” (1 Korintus 14:10).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Vine’s Complete Expository Dictionary  memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kata “yang sempurna”  (teleion) yang berarti “lengkap”, “sempurna”, yang ditujukan pada  “penyataan kehendak dan cara-cara Allah yang sempurna di dalam Kitab  Suci yang lengkap.”12&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Jadi setelah firman Allah diteguhkan  dengan karunia-karunia rohani (Markus 16:20), yang kemudian terhimpun  dalam bentuk kitab tertulis seperti yang dikehendaki Allah melalui  tulisan tangan orang-orang yang diilhami oleh Roh Kudus (2 Timotius 3:  16; 2 Petrus 1:20, 21), maka saat itulah berakhir karunia-karunia rohani  (baca 1 Korintus 12:8-10), termasuk karunia bahasa lidah. Firman Allah  sanggup memberi pertumbuhan rohani ( 1 Petrus 2:2; 2 Petrus 3:18) yang  akan membawa kepada kesempurnaan dalam Kristus ( 2 Timotius 3: 17  “diperlengkapi” lebih tepat diterjemahkan “sempurna” –”perfect” dalam  King James) melalui proses belajar rutin, objektif dan dengan pikiran  yang terbuka (2 Timotius 2:15; 1 Petrus 4:11; Wahyu 22: 18-19). Dengan  adanya firman tertulis maka tidak diperlukan lagi karunia-karunia rohani  (yang hanya bekerja saat gereja masih dalam keadaan infansi).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;2. Sejak rasul-rasul Tuhan dan orang-orang yang mendapatkan tumpangan tangan mati.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Seperti yang sudah kita bicarakan  sebelumnya bahwa Alkitab mencatat hanya ada dua peristiwa dimana orang  Kristen abad pertama menerima karunia berbahasa lidah secara langsung,  yakni rasul-rasul pada Hari Raya Pentakosta (Kisah Rasul 2) dan  Kornelius serta seisih rumahnya (Kisah Rasul 10). Sedangkan peristiwa  lainnya dengan penumpangan tangan rasul-rasul, contohnya beberapa murid  Yohanes yang ditobatkan menjadi Kristen oleh Paulus di Efesus (Kisah  Rasul 19).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Alkitab menyatakan bahwa hanya para rasul  yang dapat menumpangkan tangan ke atas orang Kristen lainnya untuk  mendapatkan karunia berbahasa lidah. Selain dari pada mereka, Alkitab  tidak menyatakannya. Melalui aksi penumpangan tangan rasul-rasul-lah Roh  Kudus memberikan karunia berbahasa lidah kepada orang yang  dikehendakiNYa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sejak rasul-rasul sudah mati semuanya,  termasuk Rasul Yohanes yang dipercayai terakhir mati, kira-kira tahun  90-an Masehi, maka sudah pasti tidak ada lagi yang menjadi pelaksana  penumpangan tangan ke atas orang Kristen untuk mendapatkan karunia  berbahasa lidah, demikian juga dengan orang-orang Kristen yang telah  menerima karunia itu semuanya sudah mati. Jadi sangat masuk akal bahwa  karunia bahasa lidah sudah berhenti. Kalau ada, itu palsu !&lt;/p&gt; &lt;h3 style="text-align:justify;"&gt;Kesimpulan&lt;/h3&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Bahasa lidah adalah salah satu dari  beberapa karuni rohani yang tercatat dalam 1 Korintus 12: 8-10. Bahasa  lidah adalah bahasa yang dapat dimengerti, baik orang yang mengucapkan  maupun orang yang mendengarkannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Bahasa lidah itu ajaib, karena orang yang  tidak pernah mempelajari sebelumnya dapat mengucapkannya dengan  sempurna sehingga si pemilik bahasa mengerti dengan jelas ketika  mendengarkannya dan sekaligus mengherankan baginya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Bahasa lidah dipergunakan untuk  meneguhkan pemberitaan firman Allah. Bahasa lidah hanya berlangsung pada  abad pertama ketika gereja masih dalam tahap infansi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Bahasa lidah berakhir ketika wahyu Allah  telah terhimpun dalam bentuk Kitab Suci dan setelah para rasul dan  orang-orang Kristen yang mendapat penumpangan mati.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Catatan Akhir:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;1. Summers, Gary W, Atheists and Pagans can speak Gibberish, In Pentacostalism, editor. David P. Brown, Spring, TX 77373, p. 355&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;2. Ibid.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;3. Ibid.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;4. Mike Cope, Speaking &amp;amp; The Holy Spirit, In Truth For Today, 202 South Locust Searcy AR., p. 37.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;5. Kamp, Lester, Nine Miraculous Gifts, In Pentacostalism, editor David P. Brown, pg. 332.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;6. Ibid., p. 334.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;7. Mike, op.cit., p. 38.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;8. Summers, op. cit., p. 376-377.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;9. Ibid., p. 356.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;10. Mike, op. cit., p. 40.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;11. Ibid., p. 41.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;12. Vine’s Complete Expository Dictionary, Thomas Nelson Publishers, Nashville, Atlanta, London, Vancouver, p. 466.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sumber : tftwindo.org&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1496541763071923429-4452197728105715629?l=kristenfundamental.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/feeds/4452197728105715629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1496541763071923429&amp;postID=4452197728105715629' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/4452197728105715629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1496541763071923429/posts/default/4452197728105715629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kristenfundamental.blogspot.com/2011/08/bahasa-roh-atau-bahasa-lidah-tongue.html' title='Bahasa Roh atau Bahasa Lidah (Tongue Speaking)?'/><author><name>KRISTEN FUNDAMENTAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05270935262582039282</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_5jiscz4kIBg/S0YJgQp1fqI/AAAAAAAAABI/XfQKowrndUw/s1600-R/picture-5273-7ae7c6eb6412141516d1c8dd79132614.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1496541763071923429.post-7490331217212069376</id><published>2011-08-20T01:58:00.000-07:00</published><updated>2011-08-20T01:58:00.173-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>Berita Bulan JULI 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KEKRISTENAN HARI INI: LADANG RANJAU ATAU TAMAN BUNGA?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 02 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Berikut ini adalah kesaksian pribadi dari Dr. David Cloud.&lt;br /&gt;Orang yang memenangkan saya kepada Kristus mengajar saya untuk melihat  Alkitab sebagai otoritas satu-satunya untuk iman dan praktek dan  menunjukkan saya pentingnya menguji segala sesuatu dengan Alkitab.  Ketika dia membawa saya ke sebuah toko buku Kristen untuk membeli sebuah  Alkitab, dia memperingatkan saya bahwa ada banyak bahaya di toko buku  seperti demikian, dan kita tidak boleh naif. Alkitab sendiri  memperingatkan akan adanya ledakan pengajaran palsu dan kesesatan pada  akhir zaman gereja. Saya memulai kehidupan Kristen saya dengan filosofi  yang alkitabiah tentang dunia ini dan saya tidak pernah mendapatkan  alasan untuk meragukannya. Bahkan, saya melihat bahwa hari ini lebih  perlu lagi untuk menggunakan pengamatan rohani yang tajam daripada  sebelumnya. Ketika saya menghadiri konferensi ekumene saya yang pertama,  sebagai seorang jurnalis pada tahun 1987, saya ditantang oleh seorang  Episkopal kharismatik untuk "rileks" dan "jangan terlalu tegang" dan  "jangan terlalu takut disesatkan." Dia menasihati saya untuk "membuka  diri terhadap hal-hal besar yang sedang Allah lakukan." Dia mengatakan  ini dalam konteks sebuah konferensi yang mengadakan misa Roma Katolik  setiap pagi, patung-patung Maria dijual di daerah penjualan buku, dan  direktur konferensi-nya adalah seorang Roma Katolik, dan seorang imam  Roma Katolik memberikan khotbah penutup. Saya berpikir tentang  nasihat-nasihat tersebut selama seper-sekian-detik dan saya menolaknya  berdasarkan otoritas Firman Allah yang kudus. Saya tidak mau kehilangan  apapun yang Allah kerjakan, tetapi saya juga tidak mau disesatkan oleh  apapun yang Iblis sedang lakukan! Dan Iblis sangat hebat dalam menyamar  sebagai malaikat terang dan bawahannya menyamar sebagai pekerja-pekerja  kebenaran (2 Kor. 11:13-15). Ketika saya melihat kekristenan di zaman  kita ini, saya melihat sebuah ladang ranjau yang harus dilewati dengan  takut dan gentar, bukan sebuah taman bunga yang dapat dicoba dan  dinikmati satu per satu. "Sedangkan orang jahat dan penipu akan  bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan" (2 Tim. 3:13).  "Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama  seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya"  (1 Pet. 5:8). "Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap  perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya" (Ams.  14:15).&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ILMUWAN RUSIA MENGATAKAN BAHWA MUNCULNYA KEHIDUPAN TIDAK DAPAT TERELAKKAN&lt;/b&gt;(Berita Mingguan GITS 02 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Andrei Finkelstein, direktur dari Russian Academy of Sciences' Applied Astronomy Institute, baru-baru ini mengatakan bahwa, "Munculnya kehidupan tidak terelakkan, sama seperti terbentuknya atom-atom. ...Kehidupan ada di planet-planet lain dan kita akan menemukannya dalam kurun waktu 20 tahun" ("Alien Encounters," Reuters, 27 Juni 2011). Pernyataan yang sangat konyol ini tidak didasarkan pada ilmu pengetahuan apapun selain spekulasi-spekulasi kosong, asumsi-asumsi evolusionis, dan pemikiran muluk-muluk. Ada nol bukti ilmiah bahwa atom-atom terbentuk dengan sendirinya, dan mengenai kehidupan bisa muncul sendiri, ini bertentangan dengan semua bukti ilmiah yang ada. Jurang besar yang memisahkan antara benda mati dan makhluk hidup, molekul kimia yang inert dan entitas yang dapat mereproduksi diri sendiri, tidak pernah terseberangi oleh mekanisme Darwinian manapun. Tidak ada teori evolusi tentang asal mula kehidupan yang dapat menyeberangi jurang tersebut. Teori sel prokariotik tidak dapat, teori RNA-duluan tidak dapat, teori ventilasi laut dalam tidak dapat, teori peptida tidak dapat, teori besi-sulfur tidak dapat, teori autokatalisis tidak dapat, teori lumpur tidak dapat, teori suara katalitik tidak dapat, dan semua yang lain juga tidak dapat. Mengajukan sebuah mikrosferis atau suatu gelembung air, atau suatu protobiont, atau suatu proteinoid, atau sesuatu yang seperti itu, sebagai jalur menuju kehidupan adalah hal yang sia-sia, karena semua barang di atas bukanlah makhluk hidup yang dapat memperbanyak diri sendiri. Dalam skenario-skenario seperti itu, tetap saja ilmuwan jatuh di sisi benda mati dari jurang yang besar itu. Dalam kenyataannya, para evolusionis telah gagal total dalam usaha mereka menghasilkan kehidupan dalam tabung reaksi atau bahkan mendemonstrasikan bahwa hal seperti ini mungkin terjadi. Kehidupan tidak muncul sendiri. Kehidupan dihasilkan oleh kehidupan. Itulah ilmu pengetahuan yang sebenarnya. "Kehidupan muncul sendiri" adalah fiksi ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KRISTUS PALSUNYA STUART TOWNEND&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 02 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Stuart Townend menulis "himne-himne kontemporer" sebagai jembatan dari gereja-gereja tradisional menuju "gereja yang lebih luas." Lagu-lagu jembatan ini termasuk "How Deep the Father's Love for Us" dan "In Christ Alone." Kata-kata dari lagu-lagu ini tidak bermasalah secara doktrin, tetapi musiknya adalah balada rock lembut, bukan rock and roll yang mentereng, sehingga lagu-lagu ini sering dianggap "aman" oleh para tradisionalis yang tertipu. Tetapi, dengan menggunakan musik ini, sebuah gereja dibawa kepada pergaulan dengan dunia musik kontemporer yang diwakili oleh Townend. Townend adalah seorang yang bertheologi kharismatik, dan ekumenis secara radikal dalam filosofinya, mendukung program Alpha yang menjembatani gereja-gereja kharismatik, Protestan dan Roma Katolik. Dia adalah anggota dari Church of Christ the King di Brighton yang kharismatik, dan mendukung "manifestasi-manifestasi Roh yang luar biasa," yang maksudnya adalah mistikisme kharismatik yang satanik/kedagingan seperti praktek membunuh roh, tertawa kudus, dan bergoncang kudus. Dia adalah seorang rocker, yang mengatakan bahwa dia tidak pulang ke rumah dan menyalakan lagu himne. Townend memiliki konsep tentang Kristus yang salah. Ketika bertanya, "Apakah yang akan Yesus nyanyikan?" ia menjawab: "Saya pikir Dia akan melakukan thrash metal atau hip hop atau sesuatu yang akan membuat kita berkata, 'Dia tidak bisa melakukan itu!' Karena saya pikir Dia akan menantang persepsi kita tentang apa yang nyaman. Saya tidak tahu apa yang akan Ia nyanyikan atau lagu siapa yang akan Ia pilih, tetapi saya percaya Ia akan melakukannya dengan suatu cara yang akan menggegerkan dan membuat kita terkejut" ("What Would Jesus Sing?" dari sebuah wawancara dengan Stuart Townend, seri TV Principles of Praise, 2011, http://www.youtube.com/watch?v=OCW0oAAna7c). Jadi, menurut Townend, bukannya menyanyikan mazmur, himne, dan puji-pujian rohani, Yesus akan menyanyikan thrash metal dan hip hop dan mencoba mengejutkan kita dengan pilihan musikNya. Ini bukanlah Yesus yang kudus kudus kudus dalam Alkitab. Memang benar bahwa Yesus mengejutkan khalayak agamawi pada zamanNya, tetapi bukanlah karena Ia sedang memberikan performa musik yang duniawi, bergoyang pinggul terhadap musik rock, atau melontarkan musik thrash! Ia mengejutkan karena kelompok agamawi pada waktu itu telah menolak Firman Allah dan Yesus adalah Firman Allah yang menjadi daging, jadi mereka tidak mengenali, mengerti, atau mengapresiasi Dia. Dia datang untuk menggenapi setiap iota dan titik dari hukum Allah yang maha kudus (Mat. 5:17-19). Karena para pendukung Christian rock begitu senang mengejutkan orang, mereka pikir Yesus seperti mereka. Para Christian rocker sama sekali tidak ambil pusing bahwa banyak orang kudus yang tersinggung oleh musik mereka karena dianggap duniawi dan tidak cocok untuk melayani Kristus. Para Christian rocker telah mengambil alih tidak terhitung banyaknya gereja yang tadinya tradisional, bahkan sampai ektrimsnya mendorong keluar semua yang tidak setuju dengan "pilihan" musik mereka. Bukannya bersimpati dengan orang-orang kudus yang menentang musik mereka, mereka memfitnah orang-orang seperti itu sebagai Farisi dan legalis dan tradisionalis yang kuno dan tidak berpikiran. Ini bukanlah roh Yesus. Yesus dengan serius memperingatkan agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang-orang yang percaya padaNya (Mat. 18:2-10). Paulus juga memberikan peringatan ini. "Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!...Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun" (Roma 14:13, 19). Townend berpegangan tangan dengan "gereja yang lebih luas" dengan segala kesesatannya, dan tujuannya menulis lagu-lagu kontemporer yang "mirip himne" adalah ekumenisme. Gereja-gereja fundamentalis yang hari ini tidak begitu peduli dengan musik sedang bermain dengan api. Standar musik yang terbaik adalah standar yang paling man. Jika ragu-ragu, jangan! "Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa" (Rom. 14:23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BAPTIS DAN KATOLIK BERSAMA-SAMA MEMBUAT FILM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 09 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Sherwood Baptist Church, pembuat dari film-film seperti Flywheel, Facing the Giants, dan Fireproof, kini mempromosikan persatuan dengan Gereja Roma Katolik dengan tujuan mengembalikan Amerika kepada Allah. Sherwood Baptist berlokasi di Albany, Georgia, di tengah-tengah daerah yang dijuluki "Bible belt," tetapi Gembala Sidang Michael Catt tidak percaya apa yang Alkitab katakan tentang memisahkan diri dari kesesatan (Roma 16:17; 2 Kor. 6:14; 2 Tim. 3:5). Gereja tersebut kini sedang secara agresif mencari partisipasi Roma Katolik dalam mempromosikan film barunya, Courageous. Kita diberitahu bahwa "orang-orang Katolik akan dikirim ke website Courageous-nya Sherwood Baptist Church yang khusus untuk Katolik," dan sebagaimana diobservasi oleh seorang teman, "Mereka yang menyebut diri Kristen akan melihat halaman tentang sumber daya Katolik ini dan akan dipimpin untuk percaya bahwa Katolik dan Kristen adalah saudara seiman dalam Kristus." Sherwood Baptist mengundang The National Catholic Register untuk menyaksikan pembuatan film ini dan Gembala Catt memberikan sang wartawan, Matthew Warner, sebuah wawancara yang hangat, positif, dan ekumenis yang lalu dipublikasikan di website publikasi Katolik pada tanggal 20 Juni 2010. Catt membuat pernyataan berikut dalam wawancara itu: "Ketika kami pergi ke seluruh bagian negeri ini dan membuat film ini, kami bertemu dengan orang-orang dari denominasi apa saja yang dapat anda bayangkan, dan kami segera memiliki persekutuan dan persaudaraan karena kami memiliki satu hal yang kami tahu sama: kami satu keluarga. Kami adalah anggota-anggota satu keluarga karena kami adalah saudara-saudari dalam Kristus, tidak peduli label apa yang dipakai." Gembala sidang Southern Baptist yang kebingungan ini jelas tidak percaya peringatan Yesus bahwa akan datang banyak guru-guru palsu yang akan mengajarkan kesesatan dengan cara yang sedemikian halus sehingga orang-orang pilihan pun akan tertipu seandainya mungkin (Mat. 7;15; 24:11, 24). Catt sepertinya tidak percaya pernyataan Yesus bahwa banyak yang akan mengakui Kristus sebagai "Tuhan, Tuhan" tetapi sebenarnya terhilang (Mat. 7:21-23). Catt sepertinya tidak percaya bahwa Paulus melalui Roh Kudus memperingatkan akan kristus-kristus palsu dan injil palsu dan roh-roh palsu (2 Kor. 11:1-3) dan bahwa suatu pergeseran besar dari kebenaran akan terjadi di waktu-waktu terakhir (2 Tim. 3:5; 4:3-4). Gembala Catt mungkin akan protes dan berkata bahwa ia mempercayai semua hal ini, tetapi jika demikian yang jelas dia tidak tahu bagaimana harus bertindak atas informasi ini dalam cara praktis apapun. Billy Atwell, seorang blogger Katolik yang diundang untuk menyaksikan pembuatan film Courageous, mengatakan bahwa agar Baptis dan Katolik dapat bekerjasama, "kita hanya memerlukan suatu kerangka kekristenan ortodoks yang sama, dan saling setuju akan isu yang di depan mata" ("From Fireproof to Courageous," Catholic Online, 18 Juni 2010). Usaha untuk mengimplikasikan bahwa Baptis dan Roma Katolik memiliki kerangka kekristenan ortodoks yang sama adalah kesalahan yang sangat besar. Orang-orang Baptis yang percaya Alkitab dan orang-orang Katolik tidak berbagi pandangan akan Injil yang sama, misalnya, dan itu jelas adalah suatu aspek ortodoksi kekristenan yang sangat mendasar. Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan adalah melalui kasih karunia semata, melalui iman dalam Kristus semata, tanpa perbuatan ataupun sakramen, sementara dalam Konsili Trent, Roma mengutuki orang-orang yang mempercayai Injil ini. Ketika Atwell merujuk kepada "isu yang di depan mata," dia memaksudkan tema dari film Courageous, yang adalah keayahan (fatherhood). Jadi, kita diberitahu bahwa adalah baik-baik saja bagi Baptis dan Katolik untuk bersatu demi isu ayah. Tetapi seorang ayah yang baik, sebagaimana didefinisikan oleh Alkitab, akan memimpin keluarganya untuk menaati "seluruh maksud Allah" dan mengajarkan anak-anaknya untuk "melakukan SEGALA SESUATU" yang Kristus telah perintahkan dalam Kitab Suci (Mat. 28:19-20). Seorang ayah yang baik, oleh sebab itu, diharuskan membesarkan keluarganya di dalam sebuah gereja yang sungguh-sungguh alkitabiah, dan tidaklah mungkin bagi ayah-ayah yang sungguh percaya Alkitab untuk bersatu kuk dan melayani bersama dan bersekutu rohani dengan orang-orang yang mengajarkan injil yang palsu dan kesesatan yang jelas (misalnya kepausan, penyembahan Maria, sakramentalisme, kelahiran kembali melalui baptisan, keimamatan, kelajangan yang dipaksakan, monastikisme, penghormatan relik-relik kuno, purgatori, Roma sebagai kepala dari semua gereja, dll). Sherwood Baptist tidak diragukan pastilah tulus dalam niatnya untuk menolong Amerika, tetapi mereka buta kepada fakta bahwa posisi mereka ini mewakili tipe kekristenan yang dangkal, suam-suam kuku, dan keduniawian, yang sejak awalnya justru menjerumuskan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TOKOH-TOKOH INJILI MENGATAKAN BAHWA DOKTRIN TENTANG PENYIKSAAN KEKAL ADALAH SKANDAL YANG MERUSAK KARAKTER ALLAH&lt;/b&gt;(Berita Mingguan GITS 09 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Edward Fudge, penulis dari The Fire that Consumes: A Biblical and Historical Study of the Doctrine of Final Punishment, mengatakan bahwa doktrin tentang penyiksaan kekal adalah "suatu skandal yang buruk melawan karakter Allah sendiri" ("Interview: Scholar Edward Fudge," Christian Post, 23 Juni 2011). Fudge, yang percaya bahwa orang-orang yang tidak diselamatkan akan dilenyapkan sama sekali (annihilasi), mengatakan bahwa Allah yang dapat melemparkan orang ke dalam api untuk menderita selamanya "tidak kedengaran seperti Allah yang saya kenal dan lihat dalam Yesus Kristus." Ini adalah pendapat yang berkembang pesat dalam lingkaran "injili." Rob Bell mengatakan bahwa Allah yang akan mengirim orang-orang terhilang ke dalam neraka yang kekal adalah "menakutkan dan membuat trauma dan membuat jijik" (Love Wins, Kindle location 1273-1287, 2098-2113). Brian McLaren setuju dengan pandangan tersebut. Demikian juga dengan penulis novel The Shack yang mengatakan bahwa Allah yang "menonton dari kejauhan dan menghakimi dosa" adalah "Zeus versi Kristen." Semua ini mengingatkan kita akan seorang modernis, G. Bromley Oxnam, yang menyebut Allah Perjanjian Lama yang membenci dosa sebagai "seorang bully yang kotor" dalam bukunya, tahun 1944, Preaching in a Revolutionary Age. Setengah abad yang lalu, para pemimpin Injili menolak pemisahan (separasi) dan memutuskan untuk berasosiasi dengan para modernis dengan cara tinggal tetap dalam denominasi-denominasi dan sekolah-sekolah yang korup dan juga duduk di bawah kaki mereka untuk mendapatkan pendidikan theologi. "Teknik infiltrasi" ini tidak berhasil "menginjili" para modernis, tetapi yang jelas telah membuat para injili semakin "modernis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SELURUH DUNIA MEREKA-REKA PERKARA YANG SIA-SIA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 09 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Pemazmur menubuatkan bahwa seluruh dunia akan mereka-reka (membayangkan) hal yang sia-sia, yaitu memutuskan "belenggu-belenggu" Allah dan Kristus. "Mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: "Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!" (Maz. 2:1-3). Kata yang diterjemahkan "diurapi" dalam bahasa Ibrani adalah Mesias, yang sama dengan Kristus dalam Yunani. Tentu saja ini merujuk kepada Yesus, yang dinyatakan dalam Mazmur pasal 2 itu sebagai Anak Allah (ay. 7). Imajinasi yang sia-sia ini sedang menyebar ke seluruh dunia dengan semangat yang besar hari ini, bahkan di antara orang-orang yang mengaku Kristen. Lagu John Lennon, "Imagine," telah menjadi semacam lagu nasional bagi pemberontakan ini, dan cukup menarik bahwa ini cocok sekali dengan kata-kata pemazmur 3000 tahun yang lalu. Lirik lagu berkata "Bayangkan tidak ada surga....Tidak ada neraka di bawah kita, di atas kita hanya langit....tidak ada agama juga/ kamu mungkin berkata saya seorang pemimpi, tetapi saya bukan satu-satunya / saya harap suatu hari kamu bergabung dengan kami, dan dunia akan hidup sebagai satu." ("Imagine there's no heaven … No hell below us, above us only sky … no religion too/ You may say I'm a dreamer, but I'm not the only one/ I hope some day you'll join us, and the world will live as one"). Lennon memimpikan dunia yang akan bersatu oleh imajinasi pemberontakan melawan otoritas absolut Allah dan melawan jalan eksklusif keselamatan melalui AnakNya. Saya telah mendengar lagu "Imagine" dinyanyikan dan dimainkan hampir di semua tempat yang saya kunjungi di dunia ini (lebih dari 30 negara). Lagu ini dinyanyikan duet oleh Dolly Parton dan rocker John Lennon yang homoseksual. Lagu ini dinyanyikan oleh Bill Clinton bersama dengan paduan suara Yahudi dan Arab. Lagu ini dipakai oleh tim missionaris jangka pendek, P.E.A.C.E., dari gereja Rick Warren, Saddelback Church, pada bulan Agustus 2006 sebagai bagian dari sebuah slide-show video yang diposting ke YouTube. Saya dulu sangat suka lagu ini sebelum saya diselamatkan ("Imagine" keluar tahun 1971 ketika saya sedang dalam puncak pelarian dari Allah), dan saya juga, waktu itu tidak percaya akan neraka atau Allah yang akan mengirim orang ke neraka. Tetapi saya bersyukur kepada Tuhan untuk kemurahanNya membuka mata saya yang buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;UNITED CHURCH OF CHRIST MENUKARKAN ALLAH BAPA DENGAN ILAH WANITA VERSI THE SHACK&lt;/b&gt;(Berita Mingguan GITS 16 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Minggu lalu, denominasi United Church of Christ menghilangkan istilah "Allah Bapa" dari pernyataan iman mereka. Juru bicara denominasi tersebut, Barb Powell, mengatakan bahwa istilah "Bapa surgawi" terlalu mengekang dan tidak kondusif untuk bahasa yang inklusif seperti "Bapa dan Ibu" ("God the Father banished," WorldNetDaily, 5 Juli 2011). Jadi, denominasi yang liberal ini adalah yang pertama yang menempatkan ilah-nya The Shack, dengan "Allah Bapa" versi wanitanya dan Roh Kudus yang wanita ke dalam pernyataan iman mereka yang resmi. Kesesatan ini sangat sangat dalam dan sedang menyebar dalam "kekristenan." Ini bukan saja penolakan doktrin Alkitab tetapi juga penolakan terhadap Allah yang ada dalam Alkitab. Setiap gereja yang tidak berusaha untuk menutup jembatan-jembatan yang menuju kepada lautan kesesatan yang berbahaya seperti ini akan terinfiltrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SERANGAN TERHADAP ALKITAB MEMBUKTIKAN PENGILHAMANNYA YANG ILAHI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 16 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Serangan yang bertubi-tubi terhadap Alkitab hari ini adalah penggenapan nubuat dan oleh karena itu adalah bukti bahwa Alkitab itu benar. 2 Timotius 3:7-8 memperingatkan bahwa bahkan orang-orang yang mengaku Kristen-pun akan ikut dalam serangan-serangan ini. Mereka selalu ingin diajar, tetapi tidak pernah dapat mengenal kebenaran, dan bahkan mereka menentang kebenaran (2 Tim. 3:7-8). Ini adalah gambaran yang sempurna tentang pendidikan tinggi Kristen hari ini, bahkan di antara mereka yang disebut "injili." Seminari-seminari theologi pada umumnya mengambil pendekatan sinkretistik, memiliki sikap yang toleran terhadap segala macam kumpulan "theologi" dan dengan antusias mencoba untuk menyenangkan orang dengan aliran kesesatan baik kuno maupun modern, sambil merendahkan pendekatan doktrin yang dogmatis dan menyerang orang-orang yang memegang Alkitab sebagai Firman Allah yang diilhami dan tanpa salah secara absolut. Christianity Today baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel yang mempertanyakan historisitas (benar ada atau tidak) Adam dan Hawa, dan berpura-pura bahwa hal ini tidak membawa pengaruh apapun. 2 Timotius 4:3-4 menubuatkan bahwa orang-orang Kristen akhir zaman akan menukarkan doktrin yang sehat dengan dongeng-dongeng dan akan dipimpin ke dalam hal seperti ini oleh banyak guru yang rela menggelitik telinga orang-orang yang mencari hal-hal baru. Petrus menubuatkan bahwa banyak yang akan mengajarkan kesesatan yang membinasakan, bahkan menyerang pribadi dan karakter Kristus; dan melalui pengajaran sesat mereka dan cara hidup mereka yang sensual, mereka akan membawa malu yang besar bagi kekristenan (2 Pet. 2:1-2). Petrus juga menubuatkan bahwa pada waktu-waktu yang kemudian akan ada ketidakpercayaan yang meluas terhadap banjir air bah yang global dan kedatangan Kristus yang kedua kali; bahwa akan ada ejekan dan penolakan yang terang-terangan terhadap hukum-hukum moral Allah (2 Pet. 3:3-6). Kesesatan tersebut, yang sudah dimulai pada zaman para Rasul, akan bertambah dalam intensitas sambil zaman gereja bergulir (2 Tim. 3:1-3). Nubuat-nubuat luar biasa ini sudah berusia 2000 tahun, tetapi sangat tepat dan mendetil, dan memberikan gambaran yang sempurna tentang kondisi dunia di zaman kita ini. Hal ini tidak mungkin terjadi tanpa pengilhaman ilahi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TUMBUHAN DAN BAKTERIA BERKOMUNIKASI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 16 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Berikut ini dari Creation Moments, 15 Juni 2011: "Ada orang yang berbicara kepada tanaman mereka. Tetapi apa yang akan anda katakan kepada suatu bakteri? Ternyata, tanaman kacang kedelai tahu persis apa yang harus dikatakan untuk membuat bakteri menjadi teman dekat dan penolong yang baik. Simbiosis artinya adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang berbeda yang berarti mereka saling membantu satu sama lain. Tumbuhan memerlukan nitrogen untuk pertumbuhan yang sehat. Tetapi, walaupun ada banyak nitrogen di udara, tumbuhan biasanya tidak dapat memakai nitrogen itu. Tanaman jenis legume, seperti kacang kedelai, berpadu dengan bakteria yang dapat mengambil nitrogen dari udara dan mengubahnya menjadi bentuk nitrogen yang dapat dipakai oleh tumbuhan, termasuk kacang kedelai ini. Sebagai balasan, tumbuhan menciptakan rumah yang enak bagi bakteri itu dalam nodus-nodus di akarnya dan menyediakan makanan bagi bakteri. Bakteri memerlukan banyak oksigen dan energi untuk mengikat nitrogen ke dalam tanah. Oksigen ini didapatkan dari partikel heme. Nama ini mungkin mengingatkan anda dengan hemoglobin yang membawa oksigen di dalam darah, dan memang itulah dia! Itulah mengapa partikel heme dalam nodul-nodul mengubah warna mereka menjadi merah. Siapakah yang membuat heme ini, tanaman atau bakteri? Ketika sendirian, tidak satu pun dari keduanya yang memiliki heme. Para peneliti telah belajar bahwa sang tumbuhan membentuk bagian pertama dari bahan kimia yang diperlukan untuk pembentukan heme.....dan bakteri menyelesaikannya! Tumbuhan dan bakteri benar-benar berkomunikasi secara kimiawi satu dengan yang lainnya agar produksi dapat berjalan dengan lancar! Komunikasi antara dua makhluk hidup yang sedemikian berbeda, yang memungkinkan mereka untuk mengerjakan proses kimia yang rumit untuk meningkatkan kualitas hidup mereka berdua, menunjukkan betapa tidak mampunya evolusi menjelaskan kehidupan. Kejadian ini tentunya memuliakan sang Pencipta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;INJILI DAN KATOLIK BERGABUNG UNTUK CHRISTIAN ROCK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 23 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Festival Christian rock tahunan Lifest yang ke-13 di Oshkosh, Wisconsin, menayangkan lima hari rock &amp;amp; roll, lengkap dengan sebuah misa Katolik dan sebuah khotbah oleh pembicara injili terkenal, Greg Laurie. Sekitar 20.000 orang berkumpul tanggal 6-10 Juli untuk mendengarkan grup-grup Christian rock seperti Hawk Nelson, Skillet, TobyMac, Lincoln Brewster, MercyMe, Superchick, Newsboys, dan Kutless. Greg Laurie dari International Harvest Crusades, berbicara pada hari terakhir event tersebut, yang didahului oleh sebuah misa Katolik yang dipimpin oleh uskup David Ricken dari parokhi Green Bay. Pendiri Lifest, Bob Lenz, berkata, "Kami ingin mendapatkan semua cita rasa gereja" ("Green Bay Bishop David Ricken Leads Mass," Green Bay Press Gazette, 10 Juli 2011). Apa yang disebut oleh Lenz itu bukanlah sebuah "gereja"; itu adalah kesesatan akhir zaman dan pemberontakan terhadap Firman Allah. "Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!" (Roma 16:17). Filosofi ekumenis dari Christian rock yang tidak Alkitabiah adalah salah satu dari banyak alasan mengapa kami memperingatkan tentang hal ini dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MARIA, RATU DARI GEREJA ALAM SEMESTA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 23 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Sebuah bangunan Roma Katolik, Basilika Kuil Nasional Maria, Ratu Alam Semesta, terletak di Orlando, Florida, dekat Disney World. Brosur resmi dari basilika tersebut mengatakan, "Sebagai orang-orang Katolik, kita memandang kepada Maria, Bunda Allah, untuk inspirasi, penguatan dan pertolongan dalam kehidupan kita. ….[Basilika tersebut] menekankan devosi kepada Bunda Allah sebagai salah satu karunia yang diberikan Allah yang memungkinkan kita untuk mencapai keselamatan yang Kristus berikan melalui pengorbanan hidupNya di kayu salib." Jadi, menurut dokumen Katolik ini, Maria memainkan peran dalam keselamatan, yang adalah kesesatan yang membinasakan. Bahwa Maria yang diusung oleh Roma Katolik disembah sebagai ratu Surga adalah bukti yang jelas bahwa dia adalah berhala kafir yang telah dikristenkan, karena satu-satunya "ratu surga" yang disebut dalam Alkitab adalah seorang dewi yang disembah oleh orang-orang Yahudi pada saat kehancuran Bait Suci pertama (Yeremia 7:18; 44:17-25). Penyembahan bunda-dewi yang kuno, yang mulai dari Babel dan menyebar ke seluruh dunia, dibaptis oleh Gereja Roma Katolik sebagai Madonna-Anak. Untuk melihat foto-foto Maria di atas kayu salib dan Maria di takhta Allah di basilika Santa Maria Maggiore, Maria di atas kayu salib di Church of the Mother of God of Polish Martyrs di Warsaw, dan Maria di atas tabut perjanjian, lihat di website berikut ini – http://www.wayoflife.org/maryolatry/index.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KEHENINGAN VS. KEHENINGAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(Berita Mingguan GITS 23 Juli 2011, sumber: www.wayoflife.org)&lt;br /&gt;Ada perbedaan yang besar sekali antara perenungan yang alkitabiah dengan doa kontemplatif Roma Katolik yang sedang melanda dunia injili seperti api. Ada perbedaan antara dua jenis keheningan ini (silence vs. THE silence). Keheningan perenungan alkitabiah secara sederhana adalah suatu tempat yang sunyi di mana jiwa dapat secara efektif mencari Tuhan. Dalam Alkitab hal ini disebut mencari Tuhan (Maz. 105:3; Yes. 55:6), menantikan Tuhan (Maz. 69:7), merenungkan Tuhan (Maz. 104:34), merenungkan Firman Tuhan (Maz. 1:2). Di zaman ini, saat kebanyakan dari kita memakai komputer dan telpon genggam canggih dan jam-jam kita diisi sampai penuh oleh kesibukan, sangatlah penting untuk memiliki waktu-waktu harian yang hening untuk renungan rohani. Di sisi lain, "keheningan" (THE silence) doa-doa kontemplatif merujuk kepada mengejar Allah yang di luar Alkitab, di luar dari pemikiran. Hal ini merujuk kepada menyingkirkan segala pikiran melalui mekanisme-mekanisme seperti mantra. Hal ini telah dipopulerkan oleh guru-guru kontemplatif seperti &lt;b&gt;Richard Foster dan Dallas Willard&lt;/b&gt; dan dipromosikan oleh banyak pemimpin injili hari ini, termasuk &lt;b&gt;Rick Warren, Bill Hybels, Chuck Swindoll, David Jeremiah, Beth Moore, Mark Driscoll, Max Lucado, Philip Yancy, Ed Young, Gary Thomas, Lee Strobel, dan Charles Stanley.&lt;/b&gt; Salah satu manual doa kontemplatif yang populer adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;The Cloud of Unknowing&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Buku ini, yang keluar dari kegelapan sistem biara Roma Katolik, mengajarkan pemakaian sebuah mantra untuk mengusir pikiran-pikiran sadar dengan tujuan memasuki suatu pengalaman persekutuan dengan Allah dalam "kehampaan." "Fokuskan perhatianmu pada kata-kata sederhana seperti dosa atau Allah ….dan TANPA INTERVENSI PIKIRAN YANG ANALITIS biarkan dirimu merasakan secara langsung realita yang disimbolkan kata itu" (pasal 36, hal. 94). Ini bukanlah perenungan alkitabiah; ini adalah resep yang berbahaya untuk mengundang kesesatan satanik. Kita harus mencari Allah melalui iman, dan iman timbul dari pendengaran Firman Allah (Ibr. 11:6; Rom. 10:7). Jika kita mencoba untuk mengetahui dan "merasakan" Allah di luar dari halaman-halaman Kitab Suci, di luar dari pengajaran Alkitab, kita berjalan dalam ketidaktaatan dan ketidakpercayaan dan membuat diri kita gampang sekali ditipu rohani oleh pihak-pihak yang menyamar sebagai malaikat terang (2 Kor. 11:14). Praktek-praktek kontemplatif seperti Doa Yesus, visualisasi doa, doa nafas, dan centering prayer, sangatlah berbahaya. Banyak orang yang mempraktekkan hal-hal ini ujung-ujungnya mempercayai konsep Allah yang kafir seperti pantheisme (Allah adalah segala sesuatu) dan panentheisme (Allah ada dalam segala sesuatu). Melalui praktek-praktek ini orang biasanya menjadi semakin ekumenis dalam pola pikirnya. Seseorang tidak perlu memilih antara dua hal – mengenal Allah atau mengenal Allah secara pribadi. ALLAH DIKENAL DALAM KRISTUS MELALUI FIRMANNYA. Pembelajaran Alkitab bukanlah tujuan akhir dan seharusnya bukanlah suatu pekerjaan intelektual yang kering; melainkan adalah cara kita bisa mengenal Allah. "tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam" (Maz. 1:2). "Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia" (2 Pet. 1:4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IRAN MEMBERITAHU GEMBALA SIDANG KRISTEN: SANGKALI IMAN ATAU HADAPI HUKUMAN 
