Sabtu, 07 Februari 2009

John Calvin dan James Arminius

John Calvin dan James Arminius adalah sosok pribadi yang sangat berpengaruh. Dari mereka berdualah muncullah teologia yang saling bertentangan. Dan dalam tulisan ini, sejarah awal dari teologia mereka.
John Calvin
Lahir di Pikardy, Noyon, Perancis, dengan nama Jean Cauvin, 10 Juli, 1509.
Bapanya bernama Gerald Cauvin, dan dia punya lima saudara laki-laki (dua mati saat kanak-kanak) dan dua saudara perempuan. Ibunya meninggal, dan akhirnya ayahnya kawin lagi.
Calvin sangat pintar dan sangat maju dalam pendidikannya. Setelah menyelesaikan masternya di Universitas Paris, ia belajar hukum di Universitas Orleans.

Tidak jelas kapan dia diselamatkan karena Calvin sendiri jarang sekali membicarakan pertobatannya. Barangkali ini berhubungan dengan theologinya bahwa bukan manusia yang bertobat, tetapi Allah yang menyelamatkan.

Sampai dengan juni 1533, Calvin masih seorang Katolik dan dia masih membantu seorang wanita masuk menjadi seorang biarawati. Barulah pada 4 Mei 1534, Calvin mengundurksan diri dari posisi dan gaji bulanan yang ia terima dari katedral di Noyon.

Pada tahun 1536, Calvin menyelesaikan dan menerbitkan edisi pertama dari Institutio. Ini baru dua tahun setelah ia resmi keluar dari Katolik.

Dalam perjalannya mencari tempat yang aman, ia akhirnya tiba di Jenewa. Ia memang pernah diusir dari Jenewa pada tahun 1538 karena ia dan temannya Gaullame Farel mencoba menerapkan sistem disiplin yang terlalu ketat bagi kota itu. Namun pada tahun 1541 Jenewa menerima Calvin kembali. Sejak saat itu, Calvin bekerja terus di Jenewa hingga kematiannya 23 tahun kemudian, pada tahun 1564.

Kepemerintahan Calvin di Jenewa adalah pemerintahan yang bertangan besi. Calvin menggabungkan Gereja dan Negara di Jenewa, membentuk sebuah Theokrasi.

Segala jenis dosa dijadikan oleh Calvin sebagai pelanggaran terhadap hukum Jenewa. Orang yang tidak datang kebaktian, dihukum, yang berbicara atau yang bermain-main dalam kebaktian juga dihukum, bahkan orang yang salah memotong rambut orang dengan kurang sopan juga dikenai hukuman. Sampai dengan tahun 1546, ada sekitar 58 orang telah dihukum mati, dan 76 orang yang dibuang dari Jenewa.

Kasus penganiayaan yang paling terkenal adalah pembakaran terhadap Michael Servetus yang dihukum di Jenewa dengan dukungan penuh dari Calvin. Michael Servetus adalah sahabatnya sendiri yang menerima bukunya mengenai Institutio lalu Servetus menyoret-nyoretnya dan mengembalikan nya kepada Calvin. Jhon Calvin marah karena Servetus tidak setuju dengan doktrinnya dan ia menganngap Servetus menentang pemerintah dan konsekuensi orang yang melawan pemerintah adalah hukuman gantung yang sudah menjadi tradisi pada saat itu. Tuduhan terhadap Servetus adalah ajaran sesat, tetapi dalam pengadilan Calvin pura-pura membelanya agar ia tidak dihukum bakar, tetapi dihukum gantung saja. Karena pada saat itu kelompok yang dianggap sesat hukumannya adalah hukuman dibakar, Calvin membelanya dengan tuduhan memberontak kepada pemerintah supaya ia hanya digantung saja (untuk mengelabui dendam atas penolakan Servetus atas doktrinnya). Pada saat itu pemerintah Jenewa selalu meminta nasehat dan masukan kepada Calvin mengenai undang-undang dalam Negara.

Orang-orang yang mengkritik bukunya Calvin dan tidak setuju dengan theologinya, juga dihukum dengan pembuangan dari Jenewa.

Mengenai buku Calvin, Institutes of Christian Religion edisi final muncul pada tahun 1559:
Ditulis dalam bahasa Latin. Calvin ada juga membuat edisi-edisi dalam bahasa Prancis.
Terdiri dari 80 pasal Sangat bergantung kepada theologinya dan tulisan Augustine. Calvin mengutip lebih dari 400 kali dalam bukunya institutes belum termasuk karya-karyanya yang lain.

Theologia Calvin:
Karena dibesarkan dalam lingkungan Katolik dan tidak berani mengadakan pemisahan yang sepenuhnya dengan Katolik, maka Calvin seperti juga bapa Reformasi yang lain, hanya melakukan Reformasi. Artinya, mereka melihat Katolik sebagai Gereja yang sebenarnya, tetapi yang telah salah jalan dan perlu reformasi. Yang salah hanya pemimpin pada saat itu bukan doktrinnya. (padahal doktrin inilah biang keroknya)

Theologia bawaan dari Katolik:

Penggabungan Gereja dengan Negara
Baptisan bayi. Walaupun Calvin mengatakan, bahwa baptisan tidak perlu untuk keselamatan, tetapi ia sering tidak konsisten. Sering menghubungkan baptisan dengan pengampunan dosa, kelahiran kembali, dan lain- lain.

Sakramen: Baptisan dan Perjamuan (spiritual presence) sebagai sacramen. Ia mengakui bahwa Baptizo berarti menyelamkan, tetapi tetap mempraktekkan percikan. (anehkan?)
Sifat gereja yang Universal. Ia, seperti tokoh reformasi lainnya, tetap percaya gereja universal yang tidak kelihatan.

Menganggap bahwa Israel telah dibuang Allah. Ia bingung soal perbedaan Israel dengan Gereja, sehingga dalam eskatologi, ia Amillenial.

Theologinya yang paling terkenal adalah tentang Pemilihan Allah atau Predestinasi.

James Arminius
Ia lahir di Oudewater Belanda 10 Oktober 1560 dan meninggal di Leiden 19 Oktober 1609, dan nama aslinya adalah Jacob Harmenszoom. Jacobus Arminius adalah bentuk latin dari namanya.
Dia menuntut pendidikan di berbagai universitas, dan ternyata adalah seorang pelajar yang hebat, bahkan ada universitas yang mau menganugerahi dia gelar Doktor jauh lebih cepat, tetapi ia tolak karena merasa masih muda.

Ia juga pernah belajar di Jenewa, di sekolah Calvin, yang dipimpin oleh Theodore Beza waktu itu. Ia belajar dari tahun 1581-1586, walaupun pernah cuti 1 tahun untuk belajar di Universitas Basel.

Setelah itu ia menjadi gembala sidang Dutch Reformed di kota Amsterdam ditahbiskan pada tahun 1588. Muncul kontroversi ketika ia berkotbah mengeksegesis kitab Roma dan tiba di pasal 7, pada tahun 1589. Menurut spekulasi Arminius mencapai kesimpulannya melawan Calvin, ketika tahun 1589 ia diminta untuk berdebat membela doktrinnya Calvin.

Mulai tahun 1603 Arminius menjadi Profesor theologia di Leiden. Pada masa ini ia terlibat perdebatan dengan berbagai tokoh Kalvinis. Karena diserang dan difitnah dari berbagai sisi, Arminius meminta agar topik ini diselesaikan dalam suatu pertemuan nasional. Tetapi ia lebih dahulu mati sebelum hal itu terjadi.

Calvin tidak pernah ketemu dengan Arminius, karena pada saat Calvin meninggal Arminius masih berusia 4 tahun.
Arminius meninggal pada usia 49 tahun (1560-1609)

D. Pasca-Calvin dan Arminius
Setelah kematian Arminius, kontroversi justru semakin menjadi-jadi. Pada 14 Januari 1610, para pengikut Arminius mengajukan kepada pemerintah (States General), suatu dokumen yang dikenal dengan nama Remonstrance. Dokumen ini merupakan suatu protes terhadap Kalvinisme.

Ada 5 poin Remonstrance yang tercantum dalam dokumen itu:
Allah telah menetapkan (decreed) untuk menyelamatkan mereka yang percaya kepada Yesus Kristus dan bertekun di dalam iman, sehingga yang tidak percaya ditinggalkan dalam dosa untuk dihukum.
Yesus Kristus mati bagi semua manusia, menyediakan penebusan jika seseorang percaya kepadaNya.
Manusia ada dalam kondisi berdosa, tidak mampu dari dirinya sendiri untuk melakukan apapun yang baik, tetapi memerlukan kelahiran kembali.
Manusia tidak dapat tanpa kasih karunia Allah untuk melakukan perbuatan atau tindakan baik apapun, tetapi kasih karunia Allah ini dapat ditolak.

Orang percaya memiliki kemampuan untuk betekun, tetapi mengenai apakah mereka dapat jatuh hilang harus ditentukan lebih jelas lagi dari kitab suci. Kaum Arminius belum bisa menyimpulkan apakah orang percaya dapat murtad atau berbalik dari imannya.
Kelompok Kalvinis membalasnya dengan dokumen Counter Remonstrance, pada tahun yang sama. Dokumen ini berisi 7 poin yang membela Kalvinisme (1610).

Kontroversi berlanjut hingga diputuskan untuk menggelar suatu sinod untuk menyelesaikannya. Sinod ini diputuskan di gelar di Dort 13 Nov 1618 – Mei 1619 di suatu kota Belanda yang pro-Kalvinis

Sinod ini sebenarnya sangat dikuasai oleh orang-orang Kalvinis. Pemimpin sinod adalah John Bogerman, seorang Kalvinis yang kuat. Tamu-tamu luar negeri yang diundang juga sengaja yang pro-Kalvinis.

Tidak heran bahwa pada akhir dari sinod dikeluarkan keputusan untuk mengecam pengajaran Arminius. Lalu pengajaran Kalvinis disistematiskan dalam 5 poin yang disebut Canons of Dort yakni TULIP yang dikenal luas hingga hari ini.

Setelah sinod, tokoh-tokoh Arminian dilarang untuk menulis apapun tentang sinod tersebut. Para hamba Tuhan Arminian disuruh untuk menyangkali pengakuan iman mereka atau mereka akan diusir bukan saja dari pelayanan, bahkan dari Belanda. Sekitar 200 hamba Tuhan berhaluan Arminian diasingkan. Puji Tuhan situasi Theokrasi sesat ini hanya bertahan sebentar saja, dan lenyap setelah kematian Pangeran Maurice pada tahun 1625. penggantinya, pangeran Frederick Henry, cukup toleran dan mengundang mereka kembali.

Kontroversi Kalvinisme di Inggris, membuahkan Westminster Confession of Faith atau Pengakuan iman Westminster yang dibuat oleh Westminster Assambly (1643-1649). Pengakuan ini menjadi pengakuan yang terkenal sekaligus sangat Kalvinistick. Westminster Assembly adalah kumpulan tokoh-tokoh theologis yang dipanggil oleh parlemen Inggris untuk mendiskusikan masalah-masalah theologis, sehingga dapat memberikan rekomendasi kepada Parlemen.

Sumber : Semua tulisan ini di dapat dalam mata kuliah Kalvinisme di GITS. (http://gbiasemarang.blogspot.com/2009/02/john-kalvin-dan-james-arminius.html)

Tidak ada komentar: