Selasa, 28 Juli 2009

SINYAL YANG SALAH

Kejatuhan Manusia
Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia tidak bisa hidup bersama Allah yang maha kudus di Sorga yang maha kudus. Di dalam hati manusia pernah muncul keinginan jahat untuk menyamakan dirinya dengan Allah. Manusia pernah menyangsikan Allah dan mempercayai iblis. Kejahatan ini harus dihukumkan baru bisa selesai. Sifat kemahaadilan Allah tidak bisa membiarkan kesalahan tanpa mendapatkan penghukuman. Penghukuman yang telah diumumkan Allah ialah hukuman mati.

Namun karena kasih Allah yang sangat besar, Ia merencanakan untuk mengirim Juruselamat yang akan dihukumkan. Adam dan Hawa harus mengaku salah dan menyesali kesalahan (bertobat), dan percaya kepada janji Allah bahwa Ia akan kirim Juruselamat untuk menggantikan mereka dihukumkan. Mereka pernah tidak percaya kepada Allah. Selanjut­nya jika mereka mau dosa mereka terhitung ditanggungkan pada Sang Juruselamat maka mereka harus percaya. Mereka harus bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang dijanjikan. Dan sebagai tanda percaya mereka harus melakukan ibadah simbolik yang menggambarkan penghukuman yang akan dijatuhkan kepada Sang Juruselamat dengan menyembelih seekor binatang di atas mezbah sambil mengaku salah. Ibadah ini akan selalu mengingatkan mereka pada janji Allah.

Ayah Pemberi Sinyal Pertama
Seorang ayah harus mengajarkan kebenaran ibadah simbolik sederhana ini kepada anak-anaknya. Demikianlah praktek ibadah simbolik ini diteruskan dari satu generasi ke generasi berikut agar mereka ingat terus pada janji Allah. Ayah harus memberitahukan kepada anak-anaknya bahwa dosa mereka harus diakui dan disesali (bertobat) dan mereka harus percaya kepada janji Allah bahwa Ia akan mengirim Juru­selamat untuk dihukumkan menggantikan mereka.

Kalau seorang ayah mengajarkan konsep yang salah, itu sama artinya memberi sinyal yang salah kepada anak­-anaknya sehingga mereka tersesat. Pada zaman itu ayah adalah tiang penopang dan dasar kebenaran bagi anak-anaknya. Secara rohani mereka berjalan berpandukan pada sinyal yang diberikan oleh ayah mereka. Kalau sinyal dari sang ayah salah, maka tersesatlah anak-anaknya. Itulah yang mungkin dialami oleh Nimrod dari kakeknya Ham.

Bangsa Israel Pemberi Sinyal Untuk Semua Bangsa
Setelah manusia tersebar ke berbagai penjuru dunia, maka Allah membangun sebu­ah bangsa untuk memberi sinyal yang tepat kepada bangsa lain. Allah akan menggenapi janjiNya untuk mengirim Juruselamat. Setiap manusia yang ingin dosanya diperhitungkan telah selsai terhukumkan harus bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang dijanjikan. Ia harus percaya bahwa Sang Juruselamat AKAN menggantikannya dihukumkan atas semua dosanya.

Seluruh rangkaian ibadah simbolik yang dipusatkan di Kemah Kudus, dan kemudian di Bait Kudus yang dibangun Salomo, adalah upacara pengingat akan janji Allah bahwa Ia telah berjanji untuk mengirim Juruselamat. Sang Juruselamat akan dihukumkan untuk menanggung dosa seisi dunia (Yoh.1:29), dan setiap orang yang percaya kepadaNya maka Allah akan menghitung dia sebagai orang yang telah dijatuhi hukuman. Juruselamat telah menggantikannya dihukumkan. Kebenaran ini adalah sinyal yang harus dipancarkan bangsa Yahudi kepada semua bangsa di muka bumi.

Jika bangsa Israel lalai maka bangsa­-bangsa lain akan sesat dan celaka karena si­nyalnya ternyata menyesatkan. Itulah sebab­nya Allah sangat marah ketika bangsa Yahudi tidak setia pada peran mereka. Seluruh rang­kaian ibadah lengkap dengan keimamatan Harun yang didirikan adalah acara simbolik yang sedang dipakai Allah untuk mengajar­kan kebenaran hakekat yang akan datang (Ibr.10:1-3). Itulah sebabnya juga Allah sangat marah kepada Saul yang tidak setia pada aturan (doktrinal) bahwa hanya imam yang boleh membakar korban. Dosa Daud bersangkut paut dengan moral, sedangkan dosa Saul bersangkut paut dengan doktrin keselamatan.

Kesalahan moral memang dosa, namun dosa seisi dunia telah ditanggung Yesus Kris­tus. Manusia yang berdosa secara moral hanya perlu mengaku salah dan menyesali­nya. Kesalahan doktrinal akan menyebabkan kebinasaan, akan menyebabkan penyimpang­an iman, bahkan akan menyesatkan banyak orang yang mendengarkannya, karena akan menyebabkan manusia salah mengerti program penyelamatan dari Allah. Tuhan marah pada Saul dan Tuhan benci setiap raja yang menyebabkan kesalahan doktrinal (menuntun kepada kesesatan). Bangsa Israel ditunjuk sebagai pemberi sinyal, kalau sinyalnya salah maka bangsa lain akan sesat.

Jemaat Lokal Pemberi Sinyal Zaman Perjanjian Baru
Tugas bangsa Israel sebagai pemberi sinyal bagi bangsa lain selesai pada saat Yohanes muncul mengumumkan kedatangan Sang Juruselamat (Luk.16:16, mat.11:13). Zaman ibadah simbolik yang sifatnya mengingatkan manusia akan janji Allah bahwa Ia akan mengirim Juruselamat telah digenapi dengan datangnya Sang Jurselamat. "Saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran" (Yoh 4:23).

Kini Tuhan membangun jemaatNya yang tidak dikuasai sekalipun oleh alam maut (Mat.16:18) dan ditargetkan akan tersebar ke seluruh muka bumi (Kis.1:8). Tuhan memakai jemaat memberitakan tentang kedatangan Sang Juruselamat kepada setiap manusia, bahkan dihiperbolkan hingga setiap makhluk (Mark.16:15-16). Setiap orang yang percaya dididik untuk menjadi murid dengan didahului sebuah upacara yang menandakan Injil yang telah menyelamatkan mereka, yaitu diselamkan ke dalam air (Mat.29:19-20, Rom.6:3-4). Setelah itu maka terbentuklah kawanan "domba" yang perlu digembalakan dengan penuh kasih kepada Tuhan (Yoh.21:15-17). Kumpulan domba Allah ini juga disebut jemaat Perjanjian Baru, Tiang penopang dan dasar kebenaran (I Tim.3:15). Jemaat inilah yang ditugaskan untuk memberi sinyal yang benar kepada dunia tentang keselamatan jiwa tiap-tiap manusia. Jemaat harus memberitakan Injil keselamatan yang setepat-tepatnya agar setiap manusia yang mendengar dan percaya bisa mendapatkan kepastian masuk Sorga. Tidak boleh ada kesalahan sedikit pun karena kesalahan kecil pasti akan berkembang menjadi kesalahan besar. Dan Injil yang telah salah tidak akan dapat menyelamatkan pendengarnya lagi.

Betapa pentingnya posisi jemaat lokal di zaman Perjanjian Baru ini. Ia sama dengan posisi ayah pada zaman Adam hingga hukum Taurat diturunkan, dan juga sama posisinya dengan bangsa Yahudi dari Taurat diturunkan hingga Yohanes tampil. Zaman ayah sebagai imam dan tiang penopang adalah zaman family-altar, sekarang bukan zaman family-altar. Kelompok "abba-love" yang ingin mempertahankan posisi keimamatan ayah lahir ketelatan. Jika mereka ingin memperta­hankan keimamatan ayah semestinya mereka lahir pada zaman Abraham. Bahkan sejak Harun ditetapkan sebagai imam, keimamatan ayah dihentikan, itulah sebabnya sejak penetapan Harun tidak ada lagi ayah yang memberkati anak-anaknya seperti seorang imam seperti yang dilakukan Yakub (Kej.49). Tentu seorang ayah boleh bahkan harus berdoa kiranya Tuhan memberkati anak-­anaknya.

Iblis Mengacaukan Sinyal
Sebagaimana ia telah lakukan baik terhadap para ayah dari zaman Adam hingga zaman Musa, dan mengacaukan bangsa Israel dari sejak di gunung Sinai hingga tampilnya Yohanes, demikian jugalah Iblis tidak tinggal diam membiarkan jemaat Tuhan bertugas memberi sinyal yang tepat kepada dunia.

Seandainya para ayah sejak Adam kokoh mempertahankan kebenaran yang disampai­kan Allah kepada mereka, setia melakukan ibadah simbolik sederhana sambil mengaku salah dan percaya kepada Juruselamat yang dijanjikan, maka peristiwa Nuh tidak perlu terjadi. Tetapi Kain sengaja membangkang secara doktrinal dengan mempersembahkan hasil tanaman bukan binatang yang bisa mencurahkan darah. Allah menetapkan binatang (domba) sebagai simbol Sang Juruselamat yang dijanjikan. Namun Kain berusaha menggantikannya dengan benda lain (hasil tanaman).

Setelah ditegur Kain bukannya bertobat, malahan membunuh adiknya. Seterusnya keturunan Kain merusak bumi dengan pembangkangan mereka dan menghasilkan manusia bejat pada zaman Nuh. Untunglah Nuh masih setia, dan tetap melakukan ibadah simbolik yang Tuhan perintahkan. Bahkan ketika kapalnya mendarat di gunung Ararat, hal pertama yang Nuh lakukan ialah men­dirikan sebuah mezbah dan mempersem­bahkan seekor binatang halal (domba). Tetapi cucu Ham yang bernama Nimrod menguasai bumi dan memimpin penentangan kepada Sang Pencipta. Sebagai penghukuman, Allah mengacaukan bahasa mereka sehingga manusia tersebar sesuai kelompok bahasa masing-masing.

Sejak Allah mendirikan sebuah bangsa sebagai pemancar sinyal kepada segenap bangsa yang tersebar, iblis tidak berdiam diri. Bahkan pada hari peresmian mereka sebagai bangsa, ketika Musa dan Yoshua sedang menjemput UUD (Taurat) di atas bukit, di bawah iblis memanfaat situasi dan menyebab­kan dosa yang sangat besar, yaitu pembuatan dan penyembahan lembu emas.

Ketika Allah memilihkan sebuah lokasi, yaitu Timur Tengah, tempat yang paling strategis untuk memancarkan sinyal ke Eropa, Afrika dan Asia, iblis berusaha menggagalkan sehingga mereka tertunda 40 tahun. Namun akhirnya mereka memasuki tanah Kanaan dan bertugas memancarkan sinyal dari Allah. Ibadah simbolik yang berpusat pada Kemah Suci sesungguhnya adalah rangkaian ibadah pengingat akan janji Allah bahwa Ia akan mengirim Juruselamat untuk menyelesaikan dosa manusia. Semua orang yang percaya pada janji Allah harus bertobat dan meman­dang ke depan, kepada Sang Juruselamat yang akan datang sambil dengan setia melakukan ibadah simbolik yang menggambarkanNya.

Pada zaman Salomo adalah puncak kesuksesan bangsa Yahudi memancarkan kebenaran dan kebesaran Jehovah ke segala arah. Ratu negeri Syeba yang nun jauh dari Selatan mendapat sinyal dan datang ke Yerusalem, selain mengagumi Salomo tentu termasuk mengagumi ibadah simbolik dan semua pengajaran para nabi.

Raja Yerobeam yang seharusnya tetap setia kepada Allah karena telah mendapatkan sebagian besar kerajaan Daud, ternyata malah memimpin sepuluh suku menyembah berha­la. Zaman raja Manasye adalah zaman yang paling dahsyat penyimpangannya. Bangsa Israel yang sepatutnya memberi sinyal tentang Sang Pencipta langit dan bumi, yang dipanggil Jehovah dengan janji penyelamat­an yang direncanakan malah memberi sinyal yang salah.

Seandainya bangsa Israel sukses meman­carkan kebenaran, maka Sidharta Gautama akan mendapat penerangan (buddha) melalui mengunjungi Yerusalem seperti Ratu Syeba. Kong Fu Tse akan mendengar tentang hukum Taurat, hukum pertama di bumi yang sangat lengkap. Dan para filsuf Yunani sepatutnya tidak berfilsafat secara ngacok memperta­nyakan makna kehidupan dan mempertanya­kan asal-usul kehidupan. Sayang sekali bangsa israel banyak kali gagal memancarkan sinyal dengan benar sehingga bangsa-bangsa kehilangan arah. Sayang sekali bangsa israel banyak kali gagal memancarkan sinyal dengan benar sehingga bangsa-bangsa kehilangan arah. Hanya segelintir orang yang SANGAT AMAT mencintai kebenaran, yang walaupun sinyalnya agak kacau namun karena mereka berusaha mengamati dengan sangat seksama sehingga masih menemukan arah. Mereka adalah sida-sida dari Etiopia, Kornelius seorang komandan pasukan yang berbangsa Romawi dan lain-lain.

Iblis Mengacaukan Sinyal Gereja
Kalau iblis mengacaukan ayah pada zaman ayah berfungsi sebagai penopang kebenaran, dan mengacaukan bangsa Israel saat bangsa itu sebagai tiang kebenaran, mungkinkah ia akan diam dan tidak mengutak-atik jemaat lokal di masa jemaat lokal berfungsi sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran (I Tim.3:15)? Mustahil!

Hal pertama yang iblis lakukan dalam rangka mengacaukan gereja adalah mengacaukan pemahaman antara doktrin dan kehidupan sehari-hari. iblis berusaha mengen dalikan pengajar di gereja untuk memberi perhatian lebih besar pada topik kasih daripada pengajaran. Betul sekali, "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi" (Yoh.13:34-35). Tetapi tentu tidak boleh lupa perkataan Tuhan, "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerde kakan kamu" (Yoh.8:31-32). Dan juga perintah Tuhan dalam Amanat Agung, "Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu" (Mat.28:20).

Tidak ada satu denominasi kekristenan pun yang berani mengabaikan kasih karena itu jelas-jelas perintah yang tertera di dalam Alkitab. Namun banyak yang salah menerapkannya, misalnya yang terang-terangan salah seperti yang diajarkan The Children of God. Namun banyak denominasi gereja salah menerapkan kasih jika lebih menekankan kasih di luar doktrin yang benar. Bahkan lebih salah lagi jika mementingkan kasih sambil mengabaikan doktrin. Kasih tanpa doktrin kekristenan yang alkitabiah sesungguhnya bukan lagi kasih kekristenan melainkan Buddhisme. Bahkan kelompok Buddha telah sedemikian mengekspos kasih hingga mendirikan stasiun TV yang bernama DAAI (kasih besar).

Ketika orang Kristen bingung antara memancarkan kasih (charity) atau doktrin keselamatan alkitabiah, maka kesuksesan iblis mulai terlihat. Orang Kristen dan organisasi Kristen mengumpulkan dana untuk menolong masyarakat miskin dunia ketiga (Negara Islam) dengan mematuhi tekanan pemerintah untuk hanya memberi bantuan tanpa berita Injil, maka iblis mulai tertawa. Iblis membisikan "terima sumbangannya, jangan percaya pada Tuhannya. Sambut makanan yang diberikan dan tutup telinga terhadap Injilnya." Itulah yang terjadi di Afrika bahkan di Aceh dan di mana-mana.

Kasih yang benar, yang alkitabiah, memberi kebutuhan yang terutama bersamaan dengan kebutuhan lainnya. Kebutuhan utama ialah keselamatan jiwa, kesempatan berdamai dengan Allah. Doktrin alkitabiah adalah paket kasih yang tak terpisahkan, bahkan komposisi utama dalam seluruh paket kasih kekristenan.

Dalam perjalanan sejarah, gereja telah berkali-kali menyimpang. Bahkan di saat Rasul-rasul masih hidup, di Galatia telah berdiri gereja "Advent" yang menggabungkan kekristenan dengan Yudaisme. Oleh Kaisar Konstantin iblis juga telah berhasil menjadi kan kekristenan agama gabungan dengan memasukkan konsep penyembahan dewa matahari dan dewa-dewi Yunani. Hasilnya doktrin GEREJA ROMA yang AM memancarkan sinyal yang kacau selama seribu tahun lebih. Agustinus pendiri Gereja Roma yang Am mengajarkan bayi harus dibaptis untuk menghilangkan dosa asalnya. Dan ia menciptakan acara Perjamuan Kudus yang bermanfaat untuk keselamatan. Ini pengajaran yang sangat sesat yang di kemudian hari diadopsi oleh John Calvin. Baik Agustinus maupun John Calvin telah memancarkan sinyal yang menyesatkan.

Kelompok Kristen Nestorian yang berkembang di wilayah Jazirah Arabiah juga sangat sesat sehingga memberi sinyal yang salah. Kalau tidak, pasti Muhammad menga minkan ketritunggalan Allah. Dan seandainya Kristen Nestorian mengerti bahwa proses pewahyuan hanya sampai kitab Wahyu 22:21, maka keluarga Muhammad pasti mengerti bahwa tidak ada wahyu tambahan yang turun pada abad ke-6, dan bahwa Alkitab adalah satu-satunya firman Allah. Kesalahan Nestorian yang percaya Allah yang satu pribadi kini diperbarui dan dipromosikan kelompok Saksi Jehova, dan keyakinan proses pewahyuan yang masih berjalan dikembang­ kan kelompok Kharismatik.

Kini, di abad 21 muncul ribuan denomi­nasi dengan segala macam ragam penafsiran. Tentu fenomena ini akan sangat mempersulit manusia menemukan kebenaran, karena begitu banyak pengajaran yang harus disortir. Namun sesungguhnya apapun keadaannya, manusia yang ingin masuk Sorga tetap bertanggung jawab untuk menilai mana yang benar untuk diyakininya. Seperti seorang kapten yang sedang berada di tengah lautan kehidupan, menyadari bahwa iblis mendirikan begitu banyak mercusuar palsu, itu sama sekali tidak berarti ia lepas tanggung jawab untuk menyandarkan kapalnya di pelabuhan dengan selamat. Memang fenomena itu akan sangat menyulitkannya sehingga ia harus mengerahkan segenap konsentrasinya untuk mendeteksi mercusuar yang benar dari yang palsu. Dan apa jadinya jika ia putus asa dan dengan sembarangan menabrakkan kapal kehidupannya? Celaka! Hati-hati, saya sama sekali tidak memaksudkan seseorang selamat oleh usaha dirinya atau kepintaran dirinya menjalankan kapal kehidupannya. Anugerah keselamatan sepenuhnya dari Allah, manusia tidak berjasa sedikitpun melainkan hanya menerima saja. Namun sekalipun hanya menerima, jika iblis juga berlagak sebagai, Allah dan menawarkan anugerah keselamatan semu, maka orang yang akan selamat adalah yang menerima anugerah keselamatan asli dari Allah yang asli.

Banyak orang Kristen, bahkan penyampai Firman dan Gembala Jemaat yang bingung serta putus asa, berkata bahwa kita tidak mau berbicara tentang doktrin. Gereja kami tidak mau bicara tentang doktrin. Aneh bukan? Apakah artinya yang dibicarakan gerejanya adalah dongeng nenek tua?

Apa yang membedakan satu agama dengan yang lain? Doktrin! Apa yang membedakan satu denominasi dengan yang lain? Doktrin! Dan apa yang membedakan satu gereja dengan yang lain? DOKTRIN! Seorang Gembala atau Pengkhotbah harus mempelajari doktrin dan harus membanding­kan berbagai doktrin dan menghakimi dengan Alkitab serta memutuskan yang menurutnya paling benar, dan memancarkannya. Gereja atau jemaat adalah tiang penopang dan dasar kebenaran, adalah pemancar sinyal kebenaran (mercusuar) ke sekelilingnya. Dunia menga­mati sinyal-sinyal yang dipancarkan gereja. Bayangkan, kalau gereja menolak tanggung jawab yang Tuhan berikan kepadanya, dengan tidak peduli hal doktrinal sehingga bertindak sembarangan. Ia tidak mau bahkan tidak tertarik hal doktrinal, namun tetap terus memancarkan sinyal. Sudah pasti sinyalnya Kristen akan menyesatkan banyak orang. Renung­kanlah!
(Suhento Liauw, DRE, Th.D, Buletin PEDANG ROH 60 Juli-Sept 2009)

Berita Mingguan 25 Juli 2009

Sumber:Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E.Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirimemail ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

ATHEIS TERKENAL MENGATAKAN BAHWA DUNIA MUNGKIN SAJA DIDESAIN OLEH ALIEN
Dalam sebuah wawancara dengan Ben Stein di film dokumenter berjudul Expelled: No Intelligence Allowed, Richard Dawkins sang atheis mengakui bahwa mungkin saja ada "desain intelijen." Dawkins, penulis dari buku The God of Delusion, adalah seorang atheis yang mencoba dengan sangat konyol memerangi sang Mahakuasa. Ia menyebut Allah dalam Alkitab sebagai "karakter yang paling tidak menyenangkan dalam semua fiksi" dan seorang "tukang pukul yang jahat dan tidak dapat ditebak." Ben Stein menanyakan Dawkins, "Siapa yang menciptakan langit dan bumi? Bagaimana semuanya terjadi?" Dawkins menjawab, "Tidak seorangpun tahu bagaimana ini semua terjadi. Kita tahu kejadian apa yang pastinya memulai kehidupan. Yaitu permulaan molekul pertama yang dapat menggandakan diri." Stein bertanya, "Menurutmu berapa kemungkinannya bahwa desain intelijen ternyata adalah jawaban atas beberapa isu dalam bidang genetika?" Terhadap pertanyaan ini, Dawkins memberikan jawaban berikut yang mencengangkan: "Bisa saja di suatu waktu sebelumnya, di suatu tempat di alam semesta ini, suatu kebudayaan berevolusi, mungkin menurut metode-metode Darwin,kepada suatu tingkat teknologi yang sangat-sangat tinggi, dan mereka mendesain bentuk kehidupan yang lalu mereka tanamkan di planet ini. Ini adalah suatu kemungkinan dan kemungkinan yang menarik, dan saya rasa anda mungkin saja menemukan bukti untuk itu jika anda melihat detil- detil biokimia dan biologi molekuler, anda mungkin menemukan tanda-tanda seorang desainer. Dan desainer itu bisa saja adalah intelijen yang lebih tinggi yang berasal dari tempat lain di alam semesta. Intelijen yang lebih tinggi itu tentunya harus muncul dari suatu proses yang pada akhirnya tidak dapat kita jelaskan. Tidak mungkin itu muncul menjadi eksis dengan spontan begitu saja."Jadi, Richard Dawkins mengakui bahwa kehidupan tidak mungkin muncul menjadi eksis dengan begitu saja, bahwa ada bukti akan seorang desainer yang intelijen, tetapi karena ia telah menolak Tuhan Alkitab, ia masuk ke area abu-abu dan tidak jelas mengenai "alien."Dan ini adalah orang yang sama yang mengolok-olok orang-orang yang percaya Tuhan. Tidak ada orang yang lebih buta daripada orang yang menolak untuk melihat. "Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya" (2 Petrus 3:3).
NEGARA-NEGARA BERKEMBANGMENCARI "TATANAN DUNIA BARU"
Bertemu di Mesir tanggal 11-16 Juli, para pemimpin gerakan Non-blok berseru untuk munculnya tatanan dunia baru. Organisasi ini mewakili 118 negara, termasuk India, Pakistan, Kuba, Mesir, dan hampir semua negara Afrika. Menteri Luar Negeri Mesir, Ahmed Abul Gheit berkata bahwa pertemuan itu "menuju kepada suatu tatanan dunia baru" (AFP, 16 Juli 2009). Simbolkonferensi tersebut adalah seekor merpati dengan daun ara dimulutnya. Alkitab mengatakan bahwa "tatanan dunia baru "memang pasti datang, dan kepalanya akanlah sang antikristus. Ia akan berkuasa melalui program damai yang menipu, tetapi kemudian dia akan meninggikan diri sebagai Allah (1 Tes. 5:3; 2 Tes. 2:3-4). Dia akan mengendalikan ekonomi dunia dengan tangan besi (Wah. 13:16-17).
DILEMA SANG EVOLUSIONIS: KETERATURAN DAN DESAIN
Sebuah film dokumenter National Geographic mengenai menghilangnya lebah madu mengingatkan kita mengenai dilema sang evolusionis, yaitu keteraturan dan desain. Diberi judul "Keheningan sang Lebah," film dokumenter itu menggambarkan menghilangnya lebah-lebah secara dramatis dari Amerika dan negara-negara lain sejak 2006. Film itu mulai dengan melihat lebah itu sendiri. Setelah menyatakan bahwa lebah berevolusi, dokumenter itu menentang pernyataan tersebut dengan menunjukkan betapa sempurnya lebah didesain untuk tugasnya mempolinasi bunga dan membuat madu. Para ilmuwan yang mempelajari lebah bahkan berbicara mengenai "desain" mereka, tetapi hal ini bertentangan dengan evolusi buta. Perhatikan bahasa yang dipakai oleh dokumenter tersebut: "Para lebah melakukan pekerjaan yang sudah mereka lakukan selama 100 juta tahun, sejak mereka berevolusi bersama dengan tumbuhan-tumbuhan berbunga dan MEMBENTUK KERJASAMA YANG SEMPURNA.Lebah mencari pollen yang tinggi protein dalam bunga dan tumbuhan itu memberikan mereka suatu cairan bergula yang disebut nektar. Ada lebah yang mengembangkan ANATOMI YANG TERSPESIALISASI untuk menuai nektar secara efisien. Yang terutama di antara mereka adalah Apis mellifera, lebah madu.
SEBUAH KEAJAIBAN ARSITEKTURAL, DESAIN lebah madu adalah PERPADUAN ELEGAN ANTARA FUNGSI DAN BENTUK. Sebuah belalai untukmengorek nektar yang tersimpan di lipatan-lipatan dalam sebuah bunga, dan rahang yang kuat untuk makan, memberi makan anak-anaknya, danuntuk mengerjakan lilin. Dua mata majemuk masing-masingnya terdiridari 6900 lensa dan dipenuhi oleh rambut-rambut sensoris untuk mendeteksi kecepatan angin. Tiga mata tambahan (di atas kepala lebah) menerima sinyal cahaya sebagai petunjuk arah. Empat sayap yang bergantung pada kait-kait kecil berkepak lebih dari 200 kali perdetik. Untuk pertahanan, [lebah memiliki] sengat yang bergerigi tajam di dua sisi yang dapat dia pakai hanya sekali dengan harga nyawanya. Kaki belakangnya melebar menjadi keranjang-keranjang khusus untuk membawa muatan pollen yang berat ke sarang. Rambut-rambut yang berbulu menutupi tubuhnya dan akan mengoleksi listrik statis sambil lebah itu terbang. Ketika lebah mendarat di sebuah bunga, pollen secara literal akan melompat ke tubuhnya. Mereka hanyalah BENDA YANGDI-ENGINEER SECARA LUAR BIASA, SEMPURNA UNTUK SEMUA AKTIVITAS YANGMEREKA LAKUKAN, dan sambil mereka menjalani hidup dan mengubah pekerjaan mereka, semua aspek anatomi mereka bekerja" ("Silenceof the Bee," National Geographic Channel, 2007). Perhatikan bahwa lebah tidak mungkin adalah hasil dari kemungkinan buta. Ia jauhterlalu rumit dan ia beroperasi dalam sinergi dengan bunga. Lebah itu haruslah sudah "berevolusi" secara penuh pada saat yang sama bunga muncul, juga secara penuh. Di sini ada "kompleksitas yang tak dapat disederhanakan. " Seekor lebah madu tanpa anatomi yang sempurna terbentuk, tidak akan bisa mem-polinasi bunga, danbunga yang tidak terbentuk sempurna tidak akan bisa menyediakan materi yang dibutuhkan oleh lebah. Lebih lanjut lagi, baik bunga maupun lebah dapat berkembang biak melalui kode genetik yang rumit.Tidak ada satu hal pun yang menunjuk kepada evolusi, tetapi semua menunjuk dengan lantang kepada ciptaan ilahi bagi mereka yang punya mata untuk melihat.

SAKSI JEHOVAH: SINYAL YANG MEMBINASAKAN

Seandainya dari awal Saksi Jehovah masuk Indonesia seperti denominasi lain, tanpa dihimpit oleh pemerintah, maka mungkin mereka akan hanya memiliki beberapa beberapa gereja seperti Mormon dan Christian Science. Terlebih lagi jika gereja-gereja Protestan membekali anggota jemaat tentang poin-poin kesesatan Saksi Jehovah, maka mereka pasti tidak bisa mendapatkan banyak orang.
Namun kelompok Protestan telah salah sikap, memakai tangan pemerintah meng­hadang mereka di permukaan, sehinggamemaksa mereka bergerak di bawah. Akhirnya bukan rahasia lagi bahwa mereka berjalan dua-dua orang memasuki rumah orang Kristen, mempertanyakan komposisi iman mereka, dan mulai memasukkan pengajaran mereka. Hasilnya, jumlah mereka tak terhitung, dan jaringan mereka menggurita.
Kebiasaan menggunakan tangan pemerintah bukan hanya tidak efektif bahkan selain membuktikan yang bersangkutan tidak memiliki argumentasi, juga menciptakan tantangan bagi yang dihimpit untuk berjuang lebih keras. Sepatutnya gereja yang merasa dirinya lebih alkitabiah dari Saksi Jehovah menyelenggarakan seminar, dan menerbitkan berbagai traktat dan buklet untuk memperkuat iman jemaat dan menjelaskan poin-poin kesalahan pengajaran Saksi Jehovah.

Sejarah Singkat Saksi Jehovah
Charles Taze Russel lahir 16 Februari 1852, Pittsburgh, Pennsylvania. Sejak remaja Ia sangat menentang adanya Neraka yang menghukum orang, dan ia sangat menentang institusi agama (gereja). Pada saat umur 18, tahun 1870 ia mengumpulkan orang-orang untuk pelajaran Alkitab, dan pada tahun 1878 kelompok PA-nya mentahbiskannya sebagai Pastor.
Dari tahun 1876 hingga 1878 Russell adalah seorang asisten editor dari sebuah majalah bulanan di Rochester, New York. Kemudian ia berhenti karena kontroversi dari tulisannya tentang Penebusan Kristus. Setelah meninggalkan posisi asisten editor, Russell menerbitkan The Herald of the Morning (1879), yang hari ini berkembang menjadi The Watchtower Announcing Jehovah's Kingdom. Diawali dengan oplah 6000 examplar menjadi 20 juta dan diterjemahkan ke lebih seratus bahasa. Terbitan lain dari Watchtower yang berjudul Awake! dicetak lebih 15 juta examplar dan diterjemahkan ke lebih dari tiga puluh bahasa.
Namun C.T. Russell adalah seorang yang sangat percaya diri, sekalipun ia hanya sekolah sampai kelas-7 (SMP kelas satu), namun ia berusaha mengajar dan memimpin. Sangat tidak heran kalau pengajarannya hanya kebenaran yang parsial bukan kebenaran harmonis yang ditafsir­kan dari seluruh ayat Alkitab dan melalui per­timbangan arti kata dalam bahasa aslinya.
Pada bulan Juni 1912, Gembala Gereja Baptis James Street, Hamilton, Ontario, Rev. J. J. Ross, menerbitkan sebuah pamflet yang isinyamengupas kehidupan moral yang tidak beres dan pengetahuan theologi yang cetek dari C.T. Russell. Tentu Russell kebakaran jenggot dan menuntut Ross ke pengadilan atas tuduhan menghina seseorang. Tetapi tanpa disangka oleh Russell ternyata tuntutannya akhirnya menjadi bumerang yang mempermalukan dirinya amatsangat. Karena ternyata pengadilan memenang­kan Rev. Ross, berhubung semua yang dituliskan oleh Rev. J.J. Ross tentang Russell terbukti benar. Bahwa Russell bukan kepala keluarga yang baikkarena bercerai dengan istrinya, bahwa ia tidak pernah mengecap pendidikan tinggi yang cukup, tidak pernah sekolah theologi, dan bahwa ia tidakmengerti bahasa Ibrani maupun Yunani.
Lucunya ketika Russell ditanya, apakah ia mengerti bahasa Yunani, ia menjawab mengerti. Dan kemudian pengacara membukakan kitab bahasa Yunani dan memintanya membaca satu kata yang paling atas dan dia tidak dapat melaku­kannya. Tentu semua orang yang ada dalam ruang sidang menertawakannya. Dan akhirnya ia harus dengan wajah yang sangat malu mengaku bahwa ia tidak mengerti bahasa Yunani. [Walter Marth, The Kingdom of the Cults, Miniapholis: Bethany House Publishers, 1985, pp 42-47].
Fakta yang sangat mengherankan lagi adalah Russell tidak pernah ditahbiskan oleh organisasi apapun namun menyebut dirinya, dan disebut oleh pengikutnya "Pastor". Walter Marth berkata bahwa sebagai pengkhotbah ia memukau banyak orang, namun sebagai theolog ia tidak memukau siapapun terutama theolog yang terpelajar. Ia tidak memiliki argumentasi theologi yang memiliki dasar, melainkan hanya mengandalkan keberanian dan spekulasi serta kepintaran mengolah kata-kata, berani membuat pernyataan, bahkan berani mengajarkan hal-hal yang bertolak belakang dengan kebanyakan gereja tanpa argumentasi yang mamadai.
Dalam terbitan The Watchtower, 15 September 1910, halaman 298, Russell menyatakan bahwa orang- orang cukup membaca tulisannya, tidak perlu membaca Alkitab karena tulisannya telah menjelaskan Alkitab bahkan adalah sama dengan Alkitab. Ia berkata kepada pengikutnya bahwa mereka tidak akan sanggup memahami Alkitab dengan jelas dan Ia memahaminya dan akan menjelaskannya untuk mereka. Menurut Russell jika semua orang mengaminkan pengajarannya maka umat manusia akan segera masuk ke dalam sebuah kerajaan yang penuh damai. Jualannya laku keras karena tidak lama kemudian terjadi konflik yang memimpin ke Perang Dunia I. Jualannya lebih laku lagi setelah PD I karena banyak orang yang mengalami depresi oleh PD I.
Setelah kematian C.T. Russell pada tanggal 31 Oktober 1916, selanjutnya Komunitas Menara Pengawas (Watchtower Society) dipimpin oleh Joseph Franklin Rutherford, seorang hakim di kota Boonville, Missouri. Ia adalah seorang yang sangat hebat dalam menulis. Dalam hidupnya ia telah menulis lebih dari seratus buku. Sesungguhnya selain Russell dialah orang yang paling berjasa dalam memba­ngun ajaran sesat Saksi Jehova ini. Pada zaman Russell kumpulan mereka belum disebut Saksi Jehova (SJ). Nama ini diperkenalkan pada masa Rutherford. Kemudian ia meninggal 8 Januari 1942 di Kalifornia karena kanker.
Segera sesudah kematian Rutherford mereka memilih Nathan Homer Knorr se­bagai presiden dari kelompok ajaran sesat Saksi Jehova ini. Knorr adalah rektor dari Gilead Missionary Training School, di New York. GMTS ini tidak menitik berat pada pembahasan Alkitab secara benar melain sekedar pusat latihan (training) bagi pasukan penjual buku yang mengetuk pintu demi pintu. Mereka tidak menghasilkan theolog yang bisa berpikir melainkan hanya mengandalkan tulisan pemimpin mereka yang telah berupa traktat dan buku. Knorr meninggal bulan Juni 1977 kemudian kepemimpinan di bidat Saksi Jehovah dipegang oleh Frederick W. Franz, seorang yang sudah sangat dikenal di kalangan mereka.
Penyimpangan Pengajaran Mereka
Kita merasa sangat kasihan pada orang-orang yang menyerahkan nasib akhir mereka kepada pengajaran dari hasil penafsiran orang yang tidak pernah sekolah theologi, tidak bisa membaca tulisan bahasa asli Alkitab, yang masa kecilnya pernah mengalami tekanan sehingga tanpa alasan ia menyatakan Neraka itu tidak ada. Tentu bukan maksud saya bahwa orang yang tidak pernah sekolah theologi dan tidak bisa baca tulisan bahasa asli tidak akan bisa menafsirkan Alkitab dengan benar, tetapi jika seseorang berani membuat sebuah kesimpulan yang sangat bertentangan dengan pendapat kebanyakan orang ia harus memiliki dasar yang sangat kuat. Kesimpulannya harus pada bahasa asli Alkitab karena Alkitab terjemahan memiliki resiko perubahan arti kata sehubungan kekayaan bahasa yang berbeda antara satu bahasa dengan yang lain.
Pengajaran SJ ini jelas adalah hasil sebuah kesalahfahaman dari berbagai ayat Alkitab. Ia bagaikan faham komunisme yang diindoktrinasikan oleh pemimpin pemimpin mereka ke bawahan sedemikian intens dan sistematis sehingga terpatri ke dalam hati anggota mereka seperti orang ko munis memegang teguh faham komunisme mereka.
Pertama, dari pemilihan nama Saksi Jehova (SJ) itu sudah awal dari bukti ketidakfahaman mereka terhadap konsep kekristenan yang alkitabiah. Nama Jehova adalah nama yang dipilih oleh Sang Pencipta sebagai nama (simbol) dirinya ketika Ia memperkenalkan diri kepada manusia terutama kepada bangsa Israel. Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa maka manusia tidak bisa hidup bersama Allah yang mahakudus. Dosa harus diselesaikan, dan penyelesaian dosa hanya dengan penghukuman. Allah berjanji mengirim Juruselamat untuk dihukumkan mengganti kan manusia. Sementara Sang Juruselamat belum tiba, Allah perintahkan ibadah simbolik untuk menggambarkan-Nya. Nah, sehubungan dengan kebutuhan ibadah simbolik inilah nama Jehovah diberikan sebagai simbol yang menunjuk kepada Sang Pencipta.
Ketika janji Allah akan pengiriman Juruselamat digenapi, yaitu kedatangan Sang Juruselamat, yang adalah pribadi Allah sendiri, Ia tidak memakai nama Jehova melainkan memakai nama Yesus, yang artinya Juruselamat. Kalau mereka mengerti kebenaran seharusnya mereka menamakan perkumpulan mereka sebagai Saksi Yesus, bukan Jehova. Kalau mereka mau menjadi Saksi Jehova seharusnya mereka lahir di zaman sebelum penggenapan janji Allah.
Kedua, kesalahfahaman tentang pribadi Yesus yang adalah Allah dalam tubuh manusia. Bukan cuma satu-dua ayat melainkan sangat banyak ayat yang langsung maupun tidak langsung menyatakan bahwa Yesus Sang Juruselamat adalah pribadi Sang Pencipta atau Jehova itu sendiri.
Ketika Yohanes Pembaptis ditanya siapakah dia sesungguhnya, ia berkata bahwa ia bukan Mesias tetapi ia adalah "suara yang berseru-seru: Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN (Bahasa Ibrani dibalik kata TUHAN adalah Jehovah), luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!" (Yes.40:3). Siapakah yang dimaksudkan oleh Yesaya dengan Jehovah yang dipersiapkan jalannya oleh Yohanes Pembaptis? Yesus Kristus adalah yang memperkenalkan diri dengan nama Jehovah dalam PL, dan kemudian memperkenalkan diri dengan nama Yesus. Bedanya hanya ketika memperkenal- kan diri sebagai Jehovah dilakukan di tengah badai dan guntur sedangkan ketika memperkenalkan diri sebagai Yesus melalui kelahiran dan pertumbuhan sejak bayi. Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa ia datang untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus dan mengutip Yesaya 40:3, dengan demikian menyatakan bahwa Yesus adalah Jehova yang datang mengenakan daging.
Kepada siapakah ayat ini dimaksud, "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."(Yes.9:6)? Siapakah yang dimaksudkan oleh nabi Yesaya dengan " Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai"?
Dan di dalam kitab PB, I Yohanes 5:20 dengan jelas menyatakan bahwa Yesus adalah Allah (theos), " . . . di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. Bagaimanakah mungkin ada seorang yang jujur dan setia kepada ayat-ayat Alkitab yang bisa menyimpulkan bahwa Yesus Kristus bukan Allah yang menjadi manusia (Fil.2:5).
Namun itulah faham yang diciptakan oleh Russell yang katanya berdasarkan Alkitab, padahal pengajarannya hanya berdasarkan beberapa ayat Alkitab yang mengekpos kemanusiaan Kristus, untuk membangun sebuah komunitas pengikut yang kemudian oleh Rutherford disebut Saksi Jehovah. Karena"pasukan"nya selalu mendapat tantangan dari orang-orang yang mengerti Alkitab, dan mereka seringkali kehilangan kata-kata, maka belakangan baik yang di USA maupun yang di Indonesia, mereka menerbitkan Alkitab dengan mengubah kata-kata Alkitab untuk disesuaikan dengan pemahaman mereka.
Seorang pengikut SJ berkata kepada penulis bahwa dia tidak temukan organisasi kekristenanyang lebih rapi dari SJ, maka dia senang dan meyakini bahwa mereka benar. Bukankah komunisme di Rusia di bawah Stalin dan Lenin lebih rapi dan di China di bawah Moa lebih rapi, dan bukankah Katolik di bawah kepausan mereka jauh lebih rapi? Masalahnya tentu bukan pada rapinya melainkan pada kesesuaiannya dengan Alkitab, dan bukan sesuai dengan sebagian ayat Alkitab, melainkan harus sesuai dengan seluruh ayat Alkitab.
Menurut Walter Martin, dalam buku The Kingdom of the Cults, kelompok SJ telah berani sekali menyimpangkan topik-topik utama pengajaran kekristenan, mengajarkan bahwa tidak ada Neraka padahal Tuhan lebih banyak menyebut Neraka daripada Sorga di dalam Alkitab. Karena Tuhan sangat memperi ngatkan orang akan Neraka sehingga Ia berkata, "Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka"(Mat.5:29-30). Namun kelompok SJ menyangkali keberadaan neraka, kemung kinan agar orang-orang lebih berani menjadi pengikut mereka karena tidak ada resiko akan masuk Neraka.

Pembaca yang kami kasihi, penulis tahu bahwa dengan buletin setipis ini mustahil bisa mengungkap seluruh penyimpangan kelompok Saksi Jehova (SJ). Uraian singkat ini hanya sekedar merangsang pembaca untuk menyelidikilagi kelompok-kelompok yang telahmemberi sinyal yang salah, sehingga kalaudi analogikan dengan sinyal kendaraan, mereka telah dan akan menyebabkan malapetaka kecelakaan yang dahsyat. Kiranya Tuhan memberi hikmat kepada pembaca serta kemampuan untuk mema hami kebenaran dan mengidentifikasi sinyal-sinyal yang menyesatkan. *** (Jurnal Pedang Roh 60 Juli-Sept 2009)

Berita Mingguan 18 Juli 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

PAUS MENYERUKAN "OTORITAS POLITIK DUNIA"
Dalam sebuah surat ensiklik yang baru, Paus Benediktus XVI menyerukan agar sebuah "otoritas politik dunia" menangani ekonomi global. Surat ensiklik tersebut, "Caritas in Veritate" ("Kasih dalam Kebenaran"), menyerukan lebih banyak lagi redistribusi kekayaan dan juga "redistribusi sumber daya tenaga." "Otoritas politik dunia" yang divisikan oleh Paus akan memiliki kuasa untuk memaksa bangsa-bangsa antara lain untuk meredistribusikan kekayaan mereka dan menurunkan konsumsi tenaga mereka. Paus berkata, "Tentu saja ia harus memiliki otoritas untuk memastikan semua anggotanya taat kepada keputusan-keputusan nya..." (Reuters, 7 Juli 2009). Faktanya, intervensi pemerintah di dalam pasar bebas memang sudah memainkan peranan yang besar dalam krisis finansial ini (misal pemerintah Amerika yang mengharuskan pinjaman pembelian rumah diberikan kepada orang-orang yang tidak memenuhi syarat). Sebuah pemerintah global bukanlah solusi untuk masalah manapun, tetapi waktunya memang sudah matang untuk dimulainya fondasi kerajaan global antikristus dan tidak ada yang dapat menghalanginya. Jika paus benar-benar peduli dengan orang miskin dan benar-benar berpikir bahwa uang dalam menyelesaikan masalah kemiskinan, ia mestinya melikuidasi aset-aset Gereja Katolik yang sangat besar dan mendonasikannya.

USKUP EPISKOPAL MENYEBUT KESELAMATAN PRIBADI SEBAGAI "KESESATAN"
Katharine Jefferts Schori, Uksup Ketua dari Gereja Episkopal di Amerika, mengatakan bahwa adalah "kesesatan" untuk percaya seorang individu bisa selamat melalui doa pertobatan orang berdosa (OneNewsNow, 9 Juli 2009). Berbicara di Konvensi Umum denominasi tersebut, yang diadakan setiap tiga tahun, dia menambahkan bahwa "fokus individualistis adalah salah satu bentuk penyembahan berhala." Pernyataan Schori tidak mengherankan. Gereja Episkopal di Amerika adalah suatu percampuradukan kesesatan dan immoralitas yang paling keji.

BUKTI ARKEOLOGIS AKAN ISTANA RAJA DAUD
Berikut ini disadur dari "The World of Archeology Is Rocked," aish.com, 6 Juli 2009: "Bagi semakin banyak akademisi dan intelektual, Raja Daud dan kerajaannya yang menyatukan Yehuda dengan Israel, yang telah menjadi simbol integral dari bangsa Yahudi selama 3000 tahun, hanyalah sepotong fiksi.....Tetapi pada penyerang sejarah alkitabiah Yahudi mendapatkan kabar buruk baru-baru ini, yaitu ketika seorang arkeologis yang berdedikasi dan bersemangat tinggi melakukan penggaliannya yang terakhir ini. Dr. Eliat Mazar, seorang otoritas dalam hal masa lalu Yerusalem, telah mengeluarkan Raja Daud dari halaman-halaman Alkitab dan mengembalikannya ke ajang sejarah yang hidup. Penggalian Mazar yang terakhir di kota Daud, yaitu di bagian bayangan selatan dari Temple Mount, telah menggoncang dunia arkeologi. Karena, terbaring di sana tanpa diganggu selama lebih dari 3000 tahun adalah sebuah bangunan yang besar yang Mazar percayai sebagai istana Raja Daud....Dia (Mazar) memiliki gelar doktor dalam bidang arkeologi dari Hebrew University, dan adalah penulis dari buku The Complete Guide to the Temple Mount Excavations. ...Mazar mengatakan, `Sebenarnya, ketika saya mulai menggali, saya harus mempersiapkan diri untuk menghadapi hasil apapun. Saya bahkan harus siap menerima hipotesis Finkelstein, jika itulah yang dinyatakan oleh fakta. Namun demikian, bagaimanapun juga saya seorang Yahudi dan seorang Israel, dan saya merasakan sukacita yang besar sekali ketika detil-detil di lapangan persis dengan deskripsi dalam Alkitab....Mazar percaya bahwa istana itu digunakan oleh raja-raja Yahudi sampai dengan penghancuran Bait Allah yang pertama sekitra 450 tahun setelah pendiriannya. Untuk mengindikasikan hal ini, Mazar menjelaskan dengan semangat mengenai sebuah benda tanah liat kecil yang dia temukan di situs tersebut (ditemukan tanggal 17 Tammuz, hari yang memperingati pengepungan Yerusalem sebelum kehancurannya) . Benda itu disebut sebuah `bulla,' yaitu tanah liat berbentuk piringan, dengan tulisan Ibrani kuno, dan mencantumkan nama pengirim sebagai `alamat kembali,' dan dipakai untuk memeteraikan gulungan-gulungan `surat' papirus. Bulla tersebut berisikan nama Yukhal bin Selemya, yang disebut dalam pasal 37 dan 38 dari kitab Yeremia.Yukhal adalah salah satu dari dua orang utusan Raja Zedekia kepada Yeremia, yang memintanya agar berdoa bagi umat saat Yerusalem dikepung oleh Nebukadnezar, Raja Babel. Dalam perkembangannya, pasal 38 menceritakan bahw Yukhal adalah salah satu dari empat pelayan yang meminta raja untuk membunuh Yeremia, dengan klaim bahwa dia sedang melemahkan semangat bangsa yang terkepung itu dengan nubuat-nubuatnya tentang kehancuran dan petaka. "Kartu bisnis" Yukhal adalah salah satu dari beberapa contoh yang telah ditemukan dalam dekade terakhir ini, yang memberikan kesaksian lebih lanjut tentang keabsahan kisah Alkitab tentang aktivitas-aktivitas di istana raja sebelum kehancuran Yerusalem. Di situs penggalian lainnya, yang diperkirakan adalah sisa-sisa sebuah bangunan umum, lebih dari 50 bulla ditemukan di bawah satu lapisan yang hancur gosong. Api yang dibawa oleh Raja Nebukadnezar membakar kota itu, tetapi api yang sama juga mengeraskan meterai-meterai tanah liat tersebut, sehingga memelihara mereka dalam kondisi baik dan dapat dibaca sepenuhnya. Bulla-bulla ini berisikan lusinan nama Ibrani, dua di antaranya adalah nama tokoh-tokoh Alkitab yang sezaman dengan Yukhal. Salah satunya adalah Gemaryahu bin Safan, salah satu penulis raja Yoyakim, yang ruangannya dipakai Barukh bin Neria untuk membacakan kata-kata kecaman dan panggilan pertobatan Yeremia (Yeremia 36:10). Nama lainnya adalah Azaryahu bin Hilkiyahu, seorang anggota keluarga imam yang menjabat sebelum kehancuran Yerusalem (1 Tawarikh 9:10)."

SELAMAT DATANG KE PARTAI REPUBLIK
Sdr. Cloud: Saya tidak tahu siapa yang menulis cuplikan berikut, padahal saya ingin memberinya kredit. Sayang sekali, kalimat terakhirnya, "selamat datang ke partai Republik," adalah sebuah mitos, karena kedua partai besar di Amerika Serikat sebenarnya berhaluan sosialis. Walaupun demikian, tulisan ini sungguh menyegarkan.

"Baru-baru ini saya bertanya kepada seorang putri kecil dari teman saya tentang apa yang ingin dia lakukan jika sudah dewasa nanti. Dia berkata bahwa dia mau menjadi Presiden suatu hari. Kedua orang tuanya, yang adalah Demokrat liberal, sedang berdiri di sana, jadi saya bertanya lebih lanjut padanya, `Jika kamu jadi Presiden, apa hal pertama yang akan kamu lakukan?' Dia menjawab, `Saya akan memberi makanan dan rumah kepada semua orang yang tidak punya rumah.' Orang tuanya sangat bangga. `Wow, itu tujuan yang sangat mulia,' saya berkata padanya. `Tetapi kamu tidak perlu menunggu hingga menjad Presiden untuk melakukan hal itu. Kamu bisa datang ke rumah saya, pangkas rumput, membersihkan ilalang, dan membersihkan halaman saya, dan saya akan memberikan padamu $50. Lalu saya akan bawa kamu ke toko makanan di mana pada tuna wisma berkeliaran, dan kamu bisa memberikan $50 itu kepada salah seorang di sana agar dia bisa membeli makanan dan mulai menabung untuk membeli rumah.' Dia memikirkan hal ini beberapa detik, lalu dia menatap saya persis di mata dan bertanya, `Kenapa para tuna wisma itu tidak datang saja dan melakukan pekerjaan itu, dan kamu berikan mereka $50-nya?' Saya berkata, `Selamat datang ke Partai Republik.' Orang tuanya sampai hari ini tidak mau bicara sama saya."
Editor: Untuk memahami artikel di atas, yang ditulis dalam konteks Amerika Serikat, pembaca perlu tahu bahwa ada dua partai besar di sana, Demokrat dan Republik. Kelompok Demokrat sangat condong kepada Sosialisme, di mana pemerintah bertanggung jawab atas orang-orang miskin, memberi mereka makanan, penampungan, dan santunan biaya. Dalam masyarakat sosialis, seseorang yang tidak punya pekerjaan, boleh mendaftar ke kantor pemerintah, dan mendapat biaya bulanan. Tentu dalam skema demikian, banyak orang akan menjadi malas, dan daripada susah bekerja, lebih baik menantikan santunan pemerintah. Barrack Obama adalah seorang sosialis, dan sedang membawa Amerika ke arah Sosialisme. Dalam Sosialisme, orang yang kaya dikenakan pajak yang luar biasa tinggi (pajak progresif), untuk membiayai proyek-proyek `sosial' demikian. Sebaliknya, partai Republik lebih condong kepada Kapitalisme, di mana masing-masing orang bertanggung jawab untuk kesejahteraannya masing-masing. Pemerintah bertindak untuk menegakkan hukum dan fair-play, tidak bertanggung jawab untuk memberi santunan, dll.
Konsep Sosialisme (dan Komunisme) terdengar bagus, yaitu memberikan kesejahteraan yang merata kepada semua orang. Tetapi, di dunia yang berdosa, kedua konsep ini tidak mungkin berhasil karena sifat dasar manusia yang sudah tercemar dosa. Ketika seseorang mendapatkan hasil yang hampir sama baik jika dia bekerja maupun jika tidak bekerja, maka hampir semua orang akan memilih untuk tidak bekerja. Dalam masyarakat demikian, akhirnya produktivitas akan menurun. Itulah yang menyebabkan runtuhnya ekonomi Uni Soviet. Cina, negara yang notabene komunis, justru menerapkan pasar bebas dan kapitalisme dalam model ekonominya. Kapitalisme juga bukanlah model yang sempurna walaupun lebih baik dari Sosialisme maupun Komunisme. Masyarakat yang sempurna baru akan ada ketika Yesus Kristus datang kembali, dan kita masuk ke dalam Kerajaan 1000 tahun di bawah suatu Monarki.


DEWAN PERWAKILAN PENNSYLVANIA TIDAK MENGIZINKAN DOA DALAM NAMA YESUS
Dewan Perwakilan Pennsylvania tidak lagi memperbolehkan para rohaniwannya untuk berdoa dalam nama Yesus. Gembala Sidang Gary Stoltzfoos dari Freedon Valley Worship Center di Adams County menemukan aturan ini ketika dia diundang oleh anggota dewan Will Tallman untuk membuka salah satu sesi Dewan tersebut dengan doa pada bulan Juni. Seesorang dari staf Ketua Dewan, Keith McCall, memberitahu gembala sidang tersebut bahwa dia tidak boleh memakai nama Yesus dalam doa tersebut ("State House Edits Jesus from Pastor's Prayer," Yord Daily Record, 30 Juni 2009). Stoltzfoos kemudian menolak undangan tersebut dan berkata, "Saya merasa bahwa doa adalah berbicara dengan Allah, jadi ketika saya berdoa, saya mencoba berbicara dengan Dia....Saya hanya kenal sau Allah secara pribadi. Saya hanya melayani satu Allah. Bagaimana mungkin saya melakukan sesuatu yang tidak menghormatiNya?"

INJILI SINYAL YANG MEMBINGUNGKAN

Dr. Alberto Rivera, seorang mantan imam Jesuit Katolik mengungkapkan banyak hal tentang Katolik dan ordo Jesuit yang bisa membuat kita terperanjat dalam buku- bukunya. Ia mengungkapkan tentang berbagai agenda rahasia ordo Jesuit yang dijalankan dalam hentakan-hentakan sejarah seperti perang dunia II dengan agenda pembunuhan orang Yahudi bahkan masalah pembunuhan presiden Abraham Lincoln.

Salah satu tujuan Ordo Jesuit didirikan oleh Ignasius dari Loyola adalah membawa kembali "saudara" yang memisahkan diri, yaitu kaum Protestan. Mereka bekerja lebih dahsyat dari CIA, KGB, bahkan Mossad. Mereka bisa menyusup masuk ke berbagai denominasi kekristenan dengan agenda semua denominasi harus digiring kembali ke bawah tongkat seorang yang memakai topi runcing seperti kipas dalang pewayang itu.
Kelompok Liberal memang sudah lama dicucuk hidung dan sudah berhasil digiring sekehendak hati mereka. Karena targetnya adalah semua, tentu mereka tidak akan puas kalau baru berhasil mendapatkan sebagian. Bahkan bukan hanya denominasi kekristenan saja yang menjadi target penundukan mereka, melainkan semua agama harus berada di bawah cengkeraman mereka. Tentu bukan jalan-jalan pelesiran ketika pemakai jubah putih mengunjungi Timur Tengah bahkan mencium tanah di Mesjid Al Aqsa di gunung Moria. Tiga agama besar yang mengalir keluar dari benih Abraham diagendakan untuk disatukan.

Apakah Katolik di abad 21 ini masih sama dengan Katolik di zaman Martin Luther? Jawabannya bukan hanya sama, bahkan lebih parah, karena dulu mereka tidak sampai mengakui Maria sebagai Co-redemptive dengan Yesus Kristus namun kini mereka menganggap Maria bukan sekedar BUNDA ALLAH bahkan bersama-sama Yesus Kristus menebus dunia. Apakah ada perubahan doktrin keselamatan Roma Katolik zaman sekarang dengan Roma Katolik zaman Martin Luther? Sama sekali tidak! Segala sesuatu bukan hanya sama, bahkan menjadi lebih parah. Salahkah Dave Hunt ketika ia menyebut Roma Katolik itu Pelacur yang dimaksudkan dalam Wahyu 17 dalam bukunya yang berjudul A Woman Rides ­the Beast ?
Lalu mengapa orang-orang Protestan dan Injili melupakan peristiwa tahun 1517 dengan segala efeknya? Darah kaum martir masa awal gerakan Protestan belum kering, Gereja Reformed Injili Indonesia telah mengadakan diskusi keagamaan dengan pihak Katolik dengan judul KATOLIK-PROTESTAN TANPA TEMBOK PEMISAH (Suara Pembaruan, 27 Agustus 2008).
Dari pergerakan kaum Injili sejak masih embrio bahkan hingga kelahirannya memang sudah dapat diduga arah perjalanannya. Ada berbagai persepsi yang bisa diperdebatkan tentang saat lahirnya kelompok Injili, terutama jika dikacaukan antara Evangelical dengan Evangelism. Sejarah mencatat pertentangan antara kelompok Fundamentalis dengan Liberal meruncing sejak tahun 1881 yaitu tahun diterbitkannya Critical Text (Alkitab bahasa Yunani) yang banyak kesalahan di dalamnya namun dijunjung tinggi kelompok Liberal. Mereka bukannya mengakui manuskrip yang di tangan mereka telah dirusak melainkan menyalahkan para penulis PB. Sejak saat itu buku-buku dari theolog Liberal membanjiri dunia. Pertentangan bertambah sengit lagi ketika tahun 1909 di bawah pimpinan R.A. Torrey diterbitkan buku yang berjudul The Fundamental. Kelompok Fundamentalis bersikukuh bahwa Alkitab tidak ada salah dan Alkitab adalah kebenaran absolut dari Allah. Sudah jelas karena perbedaan konsep dan persepsi maka jarak antara kelompok Fundamental dan Liberal akan makin jauh.

Harold Ockenga bukan pendiri tetapi mungkin dialah orang yang menyemangati gerakan Injili dengan mendirikan dan menjadi presiden pertama National Association of Evangelicals. "The term (Injli Baru) may or may not have been originally coined by Ockenga, but in 1948 at the Civic Auditorium in Pasadena, California his speech gave birth to the movement.
Gerakan Injili begitu cepat mendunia mungkin juga karena dipromosikan oleh Billy Graham yang sangat terkenal dan majalah Christinity Today yang sangat terkenal. Tujuan awal dari gerakan Injili ialah menjadi penengah antara kelompok Liberal dan Fundamental. Tetapi justru karena tidak mau bersikap tegas terhadap kebenaran menyebabkan kelompok ini tidak memiliki sikap yang jelas. Sinyal yang dipancarkan membingungkan. Ketika kelompok Fundamentalis berkata bahwa Alkitab tidak ada salah, dan kelompok Liberal berkata banyak salah, kelompok Injili berkata ada dan tidak ada salah. Sinyal macam apa ini? Begitulah sifat Injili, maksud mereka kalau berkaitan dengan masalah kerohanian tidak ada salah, tetapi ketika berkaitan dengan ilmu pengetahuan, ada salah. Mengenai perempuan, kelompok Fundamentalis berpendapat bahwa menurut Alkitab (I Tim.2:11, I Kor.14:34) perempuan tidak boleh menjadi Gembala. Sementara di kalangan Liberal berkata bahwa boleh saja karena Alkitab ditulis terpengaruh konsep paternalistik, lalu Injili berkata boleh menjadi Gembala tetapi tidak ditahbiskan. Kelompok Fundamentalis berpendapat bahwa baptisan yang benar adalah diselamkan karena itulah arti kata baptiso yang sesungguhnya. Kelompok Liberal berpendapat diteteskan dengan air saja cukup, lalu kelompok Injili berkata kalau yang sehat diselam, dan yang sakit diteteskan saja.
Sama sekali tidak heran jika ada kalangan yang menggambarkan kelompok Injili sebagai bunglon, yaitu sejenis binatang yang bisa berubah warna sesuai dengan warna media kedudukannya.

Kemanakah arah gerakan Injili sebenar­nya? Jawabannya ada pada gerakan ECT (Evangelicals & Catholics Together) yang dirintis sejak September 1992. Pembaca yang memiliki akses internet dipersilakan mencari tahu sendiri akan gerakan ini. Sejumlah pe­mimpin gerakan Injili membuat kesepakatan dan menandatangani sebuah memorandum dengan Gereja Roma Katolik untuk memasu­ki millennium ketiga bersama-sama. Bisakah kita duga bahwa gerakan Injili sebenarnya adalah gerakan yang sangat tersembunyi dan sangat rahasia untuk menggiring orang-orang Kristen Fundamental masuk ke Gereja Roma Katolik?

Dalam poin "We Affirm Together" terpampang pengakuan iman "rasuli" yang tentu bunyinya "I believe in the Holy Spirit, " the holy catholic Church" Tidak heran bukan kalau masih percaya pada holy catholic Church kemudian kembali ke holy catholic Church? Kembali ke sarangnya, at last come home. Pernahkah anda berkendaraan dan dibi­ngungkan oleh sinyal lampu sign kendaraan di depan, yang sebentar nyala lampu kiri dan sebentar kanan? Injili pada awalnya memberi sinyal yang membingungkan yang dibe­lakangnya. Tetapi akhirnya semakin jelas, rupanya ia bukan mau lurus melainkan mau belok kiri, menuju kota Roma juga. Michael de Syemlen menulis sebuah buku yang berjudul All Roads Lead to Rome. Ia membongkar agenda-agenda tersembunyi yang dimainkan melalui berbagai penyusupan untuk menggiring semua denominasi masuk ke Gereja Roma yang Am. Amatilah! ***

Berita Mingguan 11 Juli 2009


Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com
EKUMENITAS RICK WARREN YANG BERBAHAYA
Rick Warren, gembala sidang dari Saddleback Church di California selatan, baru-baru ini membawa agenda ekumenisnya yang radikal ke hadapan konvensi tahunan Masyarakat Islam Amerika Utara. Ia mendorong para Muslim untuk bergabung dengannya dalam “proyek-proyek antar-agama.” Walaupun Warren memberitahu gerejanya bahwa ia sedang meniru Yesus dengan cara berpidato di hadapan konvensi Muslim, pada kenyataannya dia mengkhianati Yesus. Dalam sebuah surat kepada “keluarga Saddleback,” Warren mengatakan, “Jika engkau mau memiliki pelayanan yang seperti Kristus, engkau harus mengasosiasikan diri dengan orang-orang sebagaimana Yesus lakukan – yaitu dengan orang-orang tidak percaya!” Benar bahwa Yesus berasosiasi dengan orang-orang tidak percaya, karena Ia “datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk. 19:10).
Yesus makan dengan orang berdosa dan juga orang-orang Farisi, tetapi Ia tidak muncul di hadapan konferensi Farisi dan Saduki atau para penyembah berhala untuk meminta mereka bergabung denganNya dalam pelayanan bersama kegiatan sosial. Sebaliknya, Kristus menyatakan bahwa Dialah satu-satunya jalan keselamatan dan memperingatkan bahwa mereka yang mencoba untuk mendekat Allah dengan cara lain adalah pencuri dan perampok (Yoh. 14:6; 10:1-11). Ia menkhotbahkan pertobatan dan menegur orang karena tidak bertobat (Mark. 1:15; Luk. 13:1-5; 10:13; 11:32). Ia memperingatkan terus menerus akan api neraka yang kekal (mis. Mat. 5:22, 29, 30; 10:28; 11:23; 13:40-42; 23:33; 25:41; Mar. 9:43-48; Luk. 10:15; 16:23). Rick Warren bukanlah mengikuti teladan Kristus, karena ia menahan diri untuk berkhotbah seperti Kristus berkhotbah. Jika Warren mencontohi Yesus, ia tidak akan diundang berkali-kali untuk berbicara di forum-forum besar dunia. Yesus hanya populer dengan orang banyak sampai mereka mendengar pesanNya (Yoh. 6:60-66); setelah itu mereka ingin menyalibkanNya!
Rick Warren sering mengeluh bahwa ia dianiaya oleh para “fundamentalis” yang menentang filosofi kontemporer, ekumenikalnya, tetapi seperti juga para pengkompromi di mana-mana, ia tidak dapat membedakan antara teguran yang saleh dengan penganiayaan. Dalam sebuah surat pastoral yang baru-baru ini dia tulis, Warren mengatakan, “Setiap kali saya berbicara kepada grup non-Kristen manapun, saya dikritik oleh orang-orang percaya yang bermaksud baik tetapi yang tidak benar-benar mengerti seberapa Yesus mengasihi orang-orang terhilang. Mereka lebih peduli pada kesan kemurnian diri mereka sendiri daripada keselamatan orang-orang yang bagi siapa Kristus telah mati.” Ini adalah fitnah. Para pengritik Warren yang Kristen konservatif mengerti seberapa besar Yesus mengasihi orang-orang terhilang, tetapi mereka juga mengerti bahwa orang-orang terhilang tidak akan diselamatkan oleh agenda sosial yang ekumenis, melainkan oleh pemberitaan Injil, dan faktanya adalah Rick Warren tidak memberitakan Injil kepada Masyarakat Islam Amerika Utara.
SEBUAH GEREJA YANG MENYAMBUT ANJING
Gereja Komunitas Kota di Austin, Texas, secara literal menyambut “semua orang dan anjing mereka” ke kebaktian. Jamis Patterson, seorang anggota gereja tersebut berkata, “Sungguh menyenangkan memiliki gereja yang mengadopsi gaya hidup anda dan hal-hal yang penting bagi anda” (”Church Opens Doors to Furry Creatures,” KXAN.com, 6 Juli 2009). Gereja-gereja kontemporer membiarkan orang menyimpang berhala-berhala modern berupa fashion, musik pop, olahraga, dan kesenangan yang tidak sehat terhadap binatang peliharaan. Ketika Tuhan Yesus Kristus memerintahkan agar Injil diberitakan kepada “semua makhluk,” Dia tidak mengacu kepada binatang. Manusia terpisah dari binatang karena ia diciptakan dalam gambar Allah dan ia sendirilah yang memiliki jiwa hidup yang akan terus eksis selama kekekalan di surga atau neraka (Kej. 1:26-27). Ketika binatang mati, mereka mati begitu saja.Editor: Membiarkan binatang peliharaan ikut kebaktian adalah suatu tindakan yang sangat tidak berhikmat. Hal ini sama sekali tidak bermanfaat, dan sebaliknya akan menimbulkan berbagai permasalahan. Benar sekali bahwa banyak gereja sekarang lebih mementingkan menyenangkan dunia agar dunia mau mampir di gereja. Mereka tidak sadar bahwa dengan praktek demikian, mungkin sebagian dunia mau mampir, tetapi gereja tidak mengubah mereka, melainkan dunialah yang mengubah gereja.
PENGANIAYAAN YAHUDI TERHADAP ORANG KRISTEN DI ISRAEL
Berikut ini disadur dari “Watch Out, Missionaries,” The Jerusalem Post, 2 Juli, 2009: “Kata `negro’ banyak terdengar di video yang direkam oleh Eddie Beckford dan istrinya Lura, sepasang suami istri dari kelompok Messianic Christian yang tinggal di sebuah kota pada gurun, Arad. Video itu, yang mulai direkam sejak tahun 2005, memperlihatkan berbagai penganiayaan, mulai dari segelintir orang, hingga gerombolan ramai penduduk lokal yang disebut Gur Hassidim sedang menyerang mereka dan anggota Messianic lainnya di kota itu. Eddie Beckford, 61 tahun, adalah seorang Amerika kulit hitam, jadi dia di serang secara rasial juga. `Negro, kembalilah ke Harlem!’ seru seorang lelaki yang kesenangan di tengah-tengah ratusan hassidim lainnya yang sedang berteriak-teriak dan bernyanyi, sambil mengelilingi bangunan klub catur sekaligus tempat misi Kristen milik Beckford pada suatu Sabat, 17 Juni 2005…..Mereka menyumpah dalam bahasa Inggris, biasanya dengan aksen kental. Polisi menjaga agar gerombolan tetap menjaga jarak pendek dari bangunan klub itu; tetapi selebihnya mereka tidak melakukan apa-apa. Istilah “bastard” (anak haram) juga sering dilontarkan oleh para Gur Hassidim yang terlihat di video, tetapi biasanya mengacu kepada Yesus…..Sekitar dua bulan setelah video itu direkam, klub tersebut, yang terletak dekat pasar kota, terbakar habis pada tengah malam…..Anggota-anggota jemaat di Arad, yang berjumlah sekitar 50 orang, mengatakan bahwa mereka telah lusinan kali mendapatkan ban mobil mereka ditusuk pisau. Mereka dikelilingi, diancam dan disumpahi oleh Gur Hassidim di pasar, di jalanan, atau di rumah mereka selama sekitar lima tahun. Selama waktu ini, mereka hanya dapat ingat satu penangkapan seorang tersangka, dan dia pun segera dilepaskan…..[seorang Yahudi yang ikut dalam protes tersebut] mengatakan bahwa dia tidak menentang orang Kristen, hanya saja menentang misionari yang menobatkan orang-orang Yahudi, dan menekankan bahwa hal ini bertentangan dengan hukum. (Faktanya, ini tidak melawan hukum. Hukum Israel hanya melarang usaha menobatkan anak-anak kecil atau “menyogok” orang untuk bertobat dengan janji uang atau materi lainnya). `Ini bukan tanah mereka, ini tanah Yahudi,’ dia berkata. `Semua misionari ini harus diusir.’ Dari Arad? Saya bertanya. `Dari Israel,’ dia menjawab.”
CODEX SINAITICUS DIGITAL
Codex Sinaiticus, salinan Perjanjian Baru tertua yang hampir lengkap, telah dijadikan bentuk digital dan ditaruh di internet. Alkitab yang berasal dari abad keempat ini mendapat namanya dari Biara Santa Catherine di Gunung Sinai, di mana ia ditemukan pada abad ke-19 oleh Constantine Tischendorf, seorang kritik tekstual Jerman. Hari ini, halaman-halaman codex ini yang masih selamat, berada di empat lokasi, British Library (347 halaman), University Library di Leipzig, Jerman (43 halaman), National Library of Russia (enam fragmen), dan Biara Santa Catherine di Gunung Sinai (12 halaman dan 40 fragmen). Selama 150 tahun terakhir, kritik tekstual modern telah menempatkan nilai Sinaiticus, beserta temannya Codex Vaticanus dari Perpustakaan Vatican dan sejumlah kecil manuskrip lain dengan ciri yang sama, di atas nilai sekitar 5.500 manuskrip dan lectionary Yunani yang ada. Menulis pada tahun 1883, John Burgon mengobservasi, “….terutama B [Vaticanus] dan Aleph [Sinaiticus], telah selama dua puluh tahun terakhir, naik ke posisi yang sedemikian tinggi dan berkuasa dalam pikiran pada Kritik, sehingga hanya pantas disebut takhayul buta” (The Revision Revised, hal. 11). Sejumlah kecil manuskrip Mesir yang dianggap tinggi oleh para kritik tekstual modern tersebut, oleh John Owen di abad ke-17 disebut “keturunan yang palsu” dan oleh John Burgon di abad 19 “sejumlah kecil dokumen yang mencurigakan” (The Revision Revised, hal. 78) dan “sejumlah kecil dokumen-dokumen yang tidak setia” (Ibid.) dan juga “salinan-salinan yang ekstentrik tersebut” (The Traditional Text of the Gospels, hal. 31). Sejak penemuan papirus Mesir di abad 20, jumlah manuskrip Aleksandrian telah bertambah; tetapi dibandingkan dengan jumlah besar yang mendukung teks Tradisional yang diwakili oleh versi-versi Protestan kuno seperti King James dalam bahasa Inggris, mereka ini [manuskrip Aleksandrian] hanyalah minoritas yang sangat kecil dan “eksentrik,” yang bukan saja tidak sesuai dengan mayoritas, tetapi juga saling bertentangan satu sama lain.

Codex Sinaiticus memasukkan dua tulisan sesat, yaitu Surat Barnabas dan juga Gembala Hermas. Surat Barnabas penuh dengan kesesatan dan alegori yang fantastis, misalnya mengklaim bahwa Abraham kenal alfabet Yunani dan bahwa baptisan air menyelematkan jiwa. Gembala Hermas adalah seorang penulis gnostik yang mengedepankan kesesatan Adoptionis bahwa Roh Kristus masuk ke dalam Yesus saat baptisanNya. Sinaiticus juga memperlihatkan pengaruh gnostik dalam perikop Yohanes 1:18, di mana “Anak Tunggal Allah” diubah menjadi “satu-satunya Allah yang dilahirkan,” dan dengan demikian melanjutkan kesesatan Arian yang kuno yang membedakan antara Anak Yesus Kristus dengan Allah sendiri dengan cara mematahkan hubungan yang jelas antara Allah di Yohanes 1:1 dengan Anak di Yohanes 1:18. Kita tahu bahwa Allah tidak dilahirkan; adalah Anak yang dilahirkan dalam kedatanganNya dalam daging.

Berita Mingguan 4 Juli 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.Com)

WARISAN MICHAEL JACKSON
Michael Jackson, "King of Pop," mati minggu lalu, kemungkinan karena serangan jantung yang dipicu oleh obat, pada umur 50 tahun. Seperti Elvis Presley dan banyak dewa-dewi rock lainnya, Jackson kecanduan berbagai macam obat dan narcismenya tidak memungkinkan dia merendah diri kepada otoritas manapun selain dirinya sendiri. Pengaruh Jackson amatlah besar. Video musiknya membantu membuat MTV populer di awal 1980an. Lagu hitnya di tahun 1982, "Thriller," adalah album A.S. yang pertama atau kedua paling laku sepanjang masa. Gerakan-gerakan dansanya yang aneh dan sering kotor, membantu menciptakan aliran hop-hop dan telah ditiru dalam banyak sekali dansa-dansa kontemporer. Choreografer Kenny Ortega menyebutnya "performer dunia yang paling hebat." Rekor Dunia Guinnes memberikan kepadanya sebutan "entertainer paling sukses sepanjang masa." Ketertarikan yang luar biasa besar terhadap kehidupan dan kematian Jackson merupakan indikasi kejatuhan moral kebudayaan Barat. Website-website besar seperti Facebook, MySpace, Google, dan Twitter, melambat setelah pengumuman kematiannya karena besarnya kenaikan traffic (internet). USA Today, koran harian terbesar di Amerika, mendedikasikan hampir seluruh halaman depannya untuk membahas kematian simbol pop tersebut. Media-media besar melakukan penayangan 24 jam tentang segala aspek kehidupan dan kematiannya. Amazon, Borders, Barnes & Noble, dan distributor- distributor besar lainnya kehabisan stok musik dan video Jackson satu jam setelah pengumuman kematiannya. Dalam usahanya untuk menjelaskan semua ini, Bill Carr, wakil presiden departemen musik dan video di Amazon, berkata, "Mereka mencintai dia, dia adalah seorang legenda, dan mereka sangat ingin memastikan bahwa mereka memiliki musiknya dalam koleksi mereka." Jackson adalah seorang icon (simbol) dari kultur rock & roll, dan warisannya akan membawa masyarakat modern menuju tingkat kekacauan dan kesia-siaan yang semakin tinggi. Dia adalah seorang yang berpusatkan diri sendiri, tanpa kendali diri dan batasan moral, hamba fashion, dan terpukau oleh penampilan. Ia menyia-nyiakan harta yang banyak sekali. Walaupun dia menjual 750 juta album, katanya dia mati dengan hutang 400 juta dolar, karena dia hidup di luar kesanggupannya. Hidup Jackson menormalisasi keanehan dan ketidakwajaran. Jane Fonda mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNN tentang kehidupan Jackson, "Siapa kita untuk menghakimi?" Pemberontakan terhadap Allah dan FirmanNya semakin bertumbuh, tetapi semuanya akan sampai kepada akhir yang mengagetkan (Mazmur 2). Tanah yang dibeli oleh sang Raja Pop diberi nama Neverland; dan itu bukan hanya tempat tinggal Michael Jackson, itu adalah tempat tinggal budaya pop modern.

MICHAEL JACKSON’S LEGACY -
Michael Jackson, the “King of Pop,” died last week of a probable drug-induced heart attack at age 50. Like Elvis Presley and many other rock gods, Jackson was addicted to a variety of drugs and his narcissism would not allow him to submit to any authority outside of himself. Jackson’s influence was great. His music videos helped vault MTV into popularity in the early 1980s. His 1982 hit “Thriller” is either the first or second best-selling U.S. album of all time. His quirky and often filthy dance moves helped spawn hop-hop and have been imitated endlessly in contemporary dance. Choreographer Kenny Ortega called him “the world’s greatest performer.” Guinness World Records dubbed him “the most successful entertainer of all time.” The incredible fascination with Jackson’s life and death is indicative of the moral downfall of Western culture. Major websites such as Facebook, MySpace, Google, and Twitter, slowed following the announcement of his death because of the dramatic increase in traffic. USA Today, America’s largest daily newspaper, dedicated nearly the entire front page to the pop icon’s death. Major news media outlets ran 24-hour coverage on every aspect of the man’s life and death. Amazon, Borders, Barnes & Noble and other major distributers sold out of Jackson music CDs and videos within an hour of the announcement of his passing. In an attempt to explain this, Bill Carr, vice president for music and video at Amazon, said, “They love him, he’s a legend, and they’re anxious to make sure they have his music in their collections.” Jackson is an icon of the rock & roll culture, and his legacy was to carry modern society to a new level of debauchery and vanity. He was self-centered, lacked self-control, had no moral boundaries, was enslaved to fashion, and consumed with appearance. He squandered a fortune. Though he sold 750 million albums, he reportedly died with a debt of $400 million, because he lived so far beyond his means. Jackson’s life further normalized weirdness and perversion in modern society. As Jane Fonda said in an interview with CNN about Jackson’s life, “Who are we to judge?” The rebellion against God and His Word grows apace, but it will come to a shocking end (Psalm 2). The ranch that the King of Pop purchased in the 1980s was called Neverland; and that was not only the place where Michael Jackson lived, it is also the place where the modern pop culture dwells.
KAMU TIDAK BISA MEMPERTAHANKAN SEBUAH POSISI TANPA BERPERANG DEMINYA
Berikut ini disadur dari John Ashbrook, Axioms of Separation (Mentor, OH: Here I Stand Books, n.d.): "Tiga puluh tahun yang lalu, sebagai seorang muda, saya dipilih menjadi bagian dari Executive Committee dari Independent Fundamental Churches of America (IFCA). Seorang presiden baru juga dipilih pada waktu yang sama. Presiden baru itu, seorang yang saleh, mengaku percaya akan separasi. Ia berkata bahwa ia ingin mempertahankan kelompok tersebut bersih, tetapi bahwa selama ini masalah kesesatan dan separasi telah terlalu banyak dibicarakan. Ia mengumukan bahwa grup tersebut haruslah berdiri teguh dengan tenang, tanpa menyinggung siapa pun. Di bawah kepimpinan yang demikian, IFCA berhenti menjadi grup fundamentalis yang vokal yang berdiri di garis depan pertempuran. "Jadilah positif" adalah salah satu kata kunci dunia. Mencoba untuk berdiri teguh, sementara hanya ingin yang positif saja, adalah pertengahan jalan antara fundamentalisme dengan injili. Ini akan selalu memimpin kepada posisi yang lebih lemah, bukan yang lebih kuat. Ribuan gereja jatuh kepada filosofi injili sementara mereka berusaha menjadi fundamentalis yang "diam." Orang-orang dan grup-grup seperti Billy Graham, Christianity Today, National Association of Evangelicals, World Evangelical Fellowship, Evangelical Foreign Missions Association, Interdenominational Foreign Mission Association, Wheation College, dan Fuller Seminary, telah menampilkan pertunjukan yang hebat untuk menjual konsep Injili kepada dunia Kristen. Fundamentalisme menghadapi pertunjukan ini dengan keheningan yang besar. Ada suara yang berteriak, tetapi mayoritas fundamentalis mencoba untuk mempertahankan posisi mereka sambil berdiri diam dan tenang. Gereja-gereja yang percaya Alkitab akhirnya dicuri oleh suara vokal Injili. Kamu tidak bisa mempertahankan suatu posisi tanpa berperang deminya.
"YOU CANNOT PRESERVE A POSITION WITHOUT CRUSADING FOR IT (www.wayoflife.org) - The following is excerpted from John Ashbrook, Axioms of Separation (Mentor, OH: Here I Stand Books, n.d.): “Thirty years ago, as a young man, I was elected to the Executive Committee of the Independent Fundamental Churches of America [IFCA]. A new president was elected at the same time. The new president, a godly man, professed to believe in separation. He said that he wanted to keep the group clean, but that there had been too much talk about apostasy and separation. He declared that the group should take a stand quietly, without being offensive. Under that leadership the IFCA ceased to be an outspoken fundamentalist group in the front rank of the battle. ‘Be positive’ is one of the world's watchwords. Trying to take a stand, while remaining all positive, is the halfway house between fundamentalism and new evangelicalism. It always leads to the weaker position, not the stronger one. Thousands of churches have fallen to new evangelicalism while trying to be silent fundamentalists. People and groups like Billy Graham, Christianity Today, the National Association of Evangelicals, the World Evangelical Fellowship, the Evangelical Foreign Missions Association, the Interdenominational Foreign Missions Association, Wheaton College, and Fuller Seminary have put on a massive blitz to sell the Christian world on new evangelicalism. Fundamentalism met this blitz with a great silence. Some voices were raised; but the majority of fundamentalists tried to maintain their position by standing silently. The Bible-believing church was stolen by vocal new evangelicalism. You cannot preserve a position without crusading for it.”

STRUKTUR PALING KOMPLEKS DALAM ALAM SEMESTA
Berikut ini disadur dari Creation Moments, http://www.creationmoments.com/ radio/transcript.php?t=2438: "Sadar atau tidak sadar, anda beloh berbangga sebagai pemilik dari rangkaian materi yang paling kompleks dalam alam semesta. Saya sedang berbicara mengenai otak anda. Walaupun hanya seberat tiga pon, struktur otak sedemikian kompleks, sehingga semua penjelasan tidak cukup kecuali mengakui bahwa ada intelijensi yang lebih tinggi yang menciptakannya. Rata-rata otak manusia memiliki sepuluh milyar neuron dan bermilyar-milyar koneksi. Telah diperkirakan bahwa otak dapat menyimpang satu juta kali lebih banyak informasi dari yang dapat dipelajari seumur hidup seseorang. Jika ini benar, maka sepertinya manusia lebih pintar di masa lampau atau dirancang untuk hidup lebih lama. Berkat otak, anda dapat mendengar seseorang berbicara dan langsung mulai merancang jawaban anda sementara otak anda juga mengatur sejumlah proyek lain – seperti detak jantung anda, pernafasan dan reaksi-reaksi kimia dalam darah – tanpa anda sadar akan hal itu. Otak anda, melalui sistem sensorisnya yang luas, memungkinkan jari anda merasakan getaran dalam ukuran kurang dari delapan per seribu inci, dan memungkinkan anda melihat 10 juta warna yang berbeda. Otak sedemikian hebat kompleksitasnya, sehingga bahkan para ilmuwan yang menyangkal adanya jiwa dan yang percaya bahwa hanya materi yang eksis, mereka pun mengakui bahwa otak membuat mereka bertanya-tanya apakah ada sesuatu lagi yang lain dibalik realita ini."

THE MOST COMPLEX STRUCTURE IN THE UNIVERSE (www.wayoflife.org)
The following is from Creation Moments, http://www.creationmoments.com/radio/transcript.php?t=2438: “Whether you know it or not, you are the proud owner of the most complex arrangement of matter in the universe. I am speaking of your brain. Even though it weighs only three pounds, the brain's structure is so complex that it defies all explanation except to admit that a higher intelligence created it. The average brain has ten billion neurons and multiple billions of connections. It has been estimated that the brain is able to hold one million times more information than anyone could possibly learn in a lifetime. If true, this suggests that man was smarter in the past or meant to live much longer. Thanks to the brain, you can listen to someone talk and begin to put your reply together for him while your brain is also directing a number of other projects--like your heart beat, breathing, and blood chemistry--without your conscious attention. Your brain, through its extended sensory system, allows your finger to feel a vibration of less than eight-one-thousandths of an inch and lets you see 10 million different colors. The brain is so marvelously complex that even scientists who deny the soul and believe that the material stuff is all that exists have admitted that the brain leads them to wonder if there is not more to reality.”

Jumat, 10 Juli 2009

Tren Mencari Yesus di Dunia Maya

Sekitar dua juta orang mencari Tuhan setiap hari ”tapi bukan di gereja, melainkan di sebuah mesin pencari dot com.

Dan jumlahnya sangat mengejutkan! ujar Mark Weimer, yang menyebut dirinya sebagai penginjil teknologi lantaran menggunakan medium internet sebagai sarana pelayanan.

Weimer sendiri adalah CEO dari Global Media Outreach ”layanan internet dari Campus Crusade for Christ International (CCCI)” yang telah memfasilitasi 91 situs dalam 11 bahasa untuk memberitakan Kabar Baik.

Weimer, yang sebelumnya bergelut di industri IT Silicon Valley-nya, bersikeras bahwa pihaknya tidak berupaya menjebak para penghuni dunia maya ”untuk masuk ke ranah Kristen” melalui pelbagai situs tersebut.

Kami selalu berterus terang bahwa kami menyampaikan pesan Kristus!” tegas Weimer sebagaimana diberitakan ABC News. “Kami tidak ingin menipu siapa pun,” tukasnya seraya menambahkan bahwa diperkirakan 1 dari 1000 pengguna internet mencari informasi mengenai Tuhan. Tahun lalu, situs Global Outreach telah disambangi sekitar 3 juta pengunjung.

Sehari-hari, situs Kristen seperti Jesus2020 didatangi oleh 150.000 pengunjung, dan sekitar 25.000 di antaranya telah menekan tombol yang menandakan bahwa mereka ingin mempelajari kekristenan lebih lanjut.

Menurut Weimer, para pengunjung dunia maya ini rata-rata mengajukan pertanyaan yang kerap mengejutkan seperti : “Kini setelah aku menerima Yesus Kristus, apa yang harus kulakukan selanjutnya? Apakah aku harus menjadi sempurna sekarang? Bagaimana aku harus berdoa?”

Michelle Diedrich, communication director dari Global Media, mengatakan bahwa medium internet membuat pengguna merasa nyaman membagikan apa saja yang mungkin tidak akan dilakukan di dunia nyata. Fenomena ini disebut sebagai “kedekatan di antara mereka yang tidak saling mengenal.”

Menurut hasil penelitan Pew Internet and American Life Project, kini semakin banyak peselancar religius yang menggunakan medium internet”di antaranya guru sekolah Minggu dan pengkotbah.

“Ini menghemat waktu,”aku Manuela Castro, 20 tahun, seorang mahasiswi dari University of Florida, yang meski dibesarkan dari keluarga Katolik namun tidak pernah ke gereja selama bertahun-tahun”sebagai gantinya, ia pun lebih sering mengunjungi dunia maya.

“Anda bisa menggunakan mesin pencari Google untuk mencari Tuhan, dan tetap menggunakan baju tidur Anda,” selorohnya.

Tak dipungkiri, bagi mereka yang haus akan kebenaran sejati, berselancar di dunia maya setidaknya dapat memuaskan dahaga sekaligus melindungi mereka dari pesan para pengkotbah yang terkadang bersikap menghakimi atau “menyimpang.”

Sedangkan bagi mereka yang membutuhkan nasihat atau layanan doa, internet dapat menyediakan jawaban sehingga mereka tidak perlu bertatap muka dengan para pelayan Tuhan yang terkadang membuat mereka “merasa canggung,” ujar Michael Kress, redaktur pelaksana dari situs Belief, yang menyediakan pelbagai informasi religius dan dikunjungi sekitar 3 juta peselancar setiap bulannya.

Lalu, bagaimana para penginjil dunia maya ini menyediakan berbagai informasi religius tersebut? “Kami selalu meriset buku-buku, majalah, dan semua sarana media untuk mencari makna dan memperdalam iman Kristen,”papar Kress. “Dan sebuah buku yang selalu menjadi sumber utama informasi kami adalah Alkitab.”

Sejatinya, situs-situs rohani tersebut tidak menyediakan informasi rohani melainkan juga layanan doa, bible studies, dan lain-lain.

Pada 2008, Global Media mengarsip 649.000 permohonan doa, pertanyaan seputar Alkitab, dan lain-lain. Namun, dengan hanya memiliki 2.900 penginjil online, Global Media cukup kesulitan melayani para permintaan pengunjung. Itulah mengapa Global Media bekerja sama dengan sebuah gereja besar di Florida, AS, tengah melatih 5.000 penginjil online yang resmi mengudara pada 2010.

Kebanyakan para penginjil online itu adalah pensiunan yang tidak lagi memiliki minat menjelajah dunia untuk melakukan pekerjaan misi.

Teknologi internet memang “memudahkan” pemberitaan Injil, tapi bukan berarti dapat menggantikan peran gereja sebagai sarana ibadah dan persekutuan orang-orang percaya. Itulah mengapa situs-situs tersebut wajib mendorong pengunjungnya untuk menghadiri persekutuan di dunia nyata, di mana mereka dapat saling menguatkan seperti yang tertulis di Kisah Para Rasul 2: 46-47: Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah.

Sumber: Glministry.com

Kamis, 02 Juli 2009

Apakah Advent-Jemaat Hari Ketujuh itu Injili?

MENGHADAPI BIDAT-BIDAT (Confronting the Cults)
Oleh: Gordon J. Lewis
OMF Publishers 1361 Romualdez St., Paco, Manila
(Diterjemahkan oleh: Ev.David Lusikooy)


Bab 5
Alkitab, Kristen & Advent-Jemaat Hari Ketujuh atau
Apakah Advent-Jemaat Hari Ketujuh itu Injili?


Di gereja Baptis yang baik, sesaat sebelum kebaktian Minggu pagi, dengan nyaring seorang diaken menyatakan berita yang ia baru saja dengar pada siaran radio yang disebut "Suara Nubuatan". Saat mengetahui bahwaitu adalah Advent-Jemaat Hari Ketujuh, ia jengkel. Orang Injili yang tidak curiga, mungkin sama terkesannya dengan program TV orang Advent Iman untuk Hari ini, atau salinan pribadi dari Review and Herald Publishing Association' s Bible Readings for the Home Circle. [Pembacaan Alkitab bagi Lingkungan Rumah].

Orang Injili juga dapat termasuk di antara orang-orang yang gemar membaca dari beberapa majalah Advent yang sungguh indah: Life and Health [Kehidupan dan Kesehatan],suatu surat kabar nasional, Signs of the Times [Tanda-tanda Zaman], suatu profetik bulanan, These Times [Waktu-waktu ini], yang didedikasikan untuk menguatkan kehidupan moral, fisik dan rohani dari pembaca individu, danLiberty [Kebebasan], suatu majalah kebebasan beragama.

Semua sumber informmasi ini memiliki banyak kebenaran di dalamnya. Mereka memiliki lebih banyak kebenaran dari propaganda dari bidat-bidat lain. Nyatanya, mereka memiliki begitu banyak kebenaran yang orang Kristen awam mungkin tidak mau untuk bertanya apakah orang Advent itu pada akhirnya bukan Injili. Dan orang awam mempunyai teman-teman dari beberapa pemimpin pelayanan dalam menantang kebiasaan menyebut Advent-Jemaat Hari ketujuh sebagai bidat.

Untuk mendapatkan fakta-fakta tentang hal ini, Pdt. Walter R. Martin dan almarhum Donald Grey Barnhouse selama dua tahun mengecek juru bicara utama Adventisme. Dalam bulan September, 1956, suatu editorial di majalah Eternity menyatakan stopnya tradisi konklusi Dr. Barnhouse. Dia menyatakan bahwa Advent-Jemaat Hari Ketujuh tidak lagi diklasifikasi sebagai bidat dan para penganutnya disebut bukan non-Kristen. Orang Advent adalah saudara-saudara yang ditebus dan anggota dari tubuh Kristus. [Donald Grey Barn House, Are Seventh-day Adventists Christians Eternity, VII (September, 1956), p. 45] Dan Walter Martin, yang telah sungguh-sungguh menolak Christian Science dan Jehovah's Witness [Saksi Yehova] sebagai bidat, kini mendebat dengan bersemangat bahwa Advent-Hari Ketujuh adalah Injili. Meskipun beberapa perbedaan kecil dari ajaran Kristen ortodoks, Martin berkata, orang-orang Ad­vent sebagai mayoritas, selalu berpegang pada dasar ajaran utama yang penting tentang iman Kristen yang adalah penting bagi keselamatan, dan bertumbuh dalam kasih-karunia [anugerah] yang semua bercirikan orang Kristen sejati. [Walter R. Martin, What Seventh-day Adventists Really Believe, Eternity, VII (November 1956), p. 43]

Respons orang Advent kepada Martin muncul dalam suatu buku berhalaman 700 yang disebut Questions on Doctrine [Pertanyaan pada Doktrin]. Disiapkan oleh Grup para Pemimpin, Pengajar Alkitab, dan Penyunting, yaitu Wakil Advent Jemaat-Hari Ketujuh, buku itu diterbitkan tahun 1957 oleh Washington, D. C., Review and Herald Publishing Association. Meskipun bukan pengakuan resmi oleh sesi 4 tahunanRapat Umum, buku ini dapat dipandang sesunggugnya sebagai wakil dari iman dan kepercayaan Gereja Advent-Jemaat Hari Ketujuh. [Questions on Doctrine (Washington D. C.: Review and Herald Publishing Association, 1957), p. 9]

Tiga tahun kemudian dan banyak kontroversi, Zondervan Publishing House mencetak analisa lengkap Martin, The Truth About Seventh-day Adventism [Kebenaran tentang Advent-Jemaat Hari Ketujuh]. Kata Pengantar oleh Dr. Barnhouse membatasi tesis sebelumnya bahwa mayoritas dari orang Advent selalu memegang suatu posisi Injili. Ia menulis, "Biarlah dimengerti bahwa kami hanya membuat satu klaim yakni, bahwa orang-orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh itu yang mengikut Tuhan dengan cara yang sama seperti para pemimpin mereka yang telah menafsirkan ajaran posisi gereja mereka, dianggap anggota yang sejati dari tubuh Kristus." [Walter R. Martin, The Truth About Seventh-dayAdventis m(Grand Rapids: The Zondervan Publishing House, 1960) p.7] Dalam menopang tesis ini, Martin dengan tegas mengasumsikan: (1) bahwa para pemimpin Ad­vent adalah jujur dan (2) bahwa Questions on Doctrine adalah sang sumber utama yang padanya mendasari evalua­si tentang teologi orang Advent. [Ibid., p. 10] Pada dasar ini Martin menyimpulkan kepemimpinan adalah Injili, dan seperti yang akan kita lihat, sistem teologi Injili dengan Arminian yang menolak keselamatan kekal.

Tetapi tidak semua orang Injili rela untuk mengakui asumsi-asumsi ini atau, jika mereka akui, tidak semua setuju pada kesimpulan Martin. Kesimpulan itu ditantang oleh Profesor Harold Lindsell, yang pada saat itu Dekan dari Fuller Theological Seminary, dalam Christianity Today, 31Maret1958. Dr. Lindsell setuju bahwa Advent-Jemaat Hari Ketujuh adalah bukan bidat seperti Christian Science atau Saksi Yehova, karena Advent tidak menolak keilahian mutlak Kristus juga tidak menolak korban penebusan-Nya di Kalvary. Tetapi, Lindsell mengesankan, Advent-JemaatHari Ketujuh bukan oleh sebab itu adalah Injili. Seperti Roma Katholik, untuk keselamatan manusia, Advent menolak cukup dengan kematian Kristus. Mencampurkan perbuatan baik dengan anugerah, Adventisme berbuat salah dengan legalisme yang Paulus debatkan dalam Surat Galatia. Anugerah memudahkan kehendak manusia, supaya bahwa melalui perbuatan baik ia dapat memperoleh hidup kekal. Perbuatan baik, tetap merupakan dasar dari harapan manusia. [Harold Lindsell, "What of Seventh-day Adventism?" Christian Today, April 14, 1958, pp 13, 15] Ini berbeda dari Arminianisme, yang menjadikan iman berbeda dari perbuatan baik, kondisi tunggal dari keselamatan.

Herbert S. Bird, yang pulang dari pelayanan misi satu dekade, mengakui bahwa orang Injili harus banyak belajar dari Adventisme tetapi menyimpulkan suatu pendekatan "menganggap itu hanya sebagai denominasi Injili lainnya, tidak bisa apa-apa tetapi mengakibatkan lebih besar kebingungan dalam dunia Kristen daripada yang sudah ada." [Herbert S. Bird, "Another Look at Adventism," Christian Today, April 28, 1958, p. 16] Alasan untuk penilaian ini diberikan lebih lengkap dalam buku Bird yang berjudul, Theology of Seventh-day Adventism[Teologi Adventisme-Hari Ketujuh] yang diterbitkan oleh Eerdmans pada tahun 1961. Yang paling kuat dari hal-hal ini adalah legalismenya Adventisme,

Di sini bahkan tidak perlu 99% tingkat lolosnya. Dalam semua kemungkinan orang Galatia penganut agama Yahudi, yang pada suratnya, rasul Paulus setuju hampir semua hal kecuali satu isu tentang pentingnya penyunatan dan perayaan berbagai praktek upacara untuk keselamatan, yang sangat ditentang olehnya. Mengapa kemudian, Paulus menolak mengakui pengajaran mereka sebagai dasar ajaran Kristen dan berpindah ke dalam kelompok dari mereka yang adalah saudara-saudara Kristus? . . . Alasannya adalah bahwa untuk Paulus, masalahnya bukannya bahwa jumlah doktrin yang padanya orang setuju dengan Kekristenan Alkitabiah, tetapi tentangdetail- detail yang padanya mereka tidak setuju, apakah detail-detail ini sedikit atau banyak, ada dalam batas-batas kebenaran yang begitu vital bahwa penolakan mereka menumbangkan berita injil tentang Anugerah Tuhan. [Bird,Theology of Seventh-dayAdventis m, (Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans Publishing Company, 1961), p. 129]

Dalam mengevaluasi buku Martin, The Truth about Seventh-day Adventism, Dr. Merrill Tenney, Profesor Perjanjian Baru pada Wheaton College, menaikkan sebuah pertanyaan tentang asumsi kedua Martin. "Apakah pijakan dontrin Adventisme-Hari Ketujuh ditetapkan oleh apa yang sedikit dari yang didefinisikan oleh para ilmuan mereka, atau oleh apa yang mayoritas pengikutnya percaya dan praktekkan?" Tenney rupanya merasa bahwa meskipun Martin tidak kompromi pada level dari ajaran para pemimpinnya, dia gagal memberikan cukup pertimbangan kepada kebijakan dan praktek gerakan ini, dan pada isi dari ajarannya. [Merrill C. Tenney, "Review of the Truth About Seventh-day Adventism," Eternity, May 1960, p. 40]

Norman F. Douty, dalam sebuah buku berjudul Another Look at Seventh-day Adventism (Baker Book House, 1962) [Pandangan lain pada Adventisme Hari Ketujuh], tidak membatasi dirinya pada Questions on Doctrine, mendapati bahwa gerakan itu menolak ajaran-ajaran yang gereja sudah selalu menyatakannya, dan doktrin-doktrin yang gereja sebagai suatu kesatuan selalu telah menolaknya. Kendatipun ada perbedaan-perbedaan ia berkata, "Adalah tugas kita ontuk memani-festasikan kasih dan kemurahan hati terhadap mereka yang ada dalam Adventisme." [Norman F. Douty, Another Lookat Seventh-day Adventism(Grand Rapids: Baker Book House, 1962), p. 189] Tetapi Douty menyimpulkan, "Mereka yang mauloyal kepada Tuhan, lebih baik dariada diyakinkan oleh emosi, harus menghindari tiap persekutuan dengan sistem orang Advent. Tidak ada jalan lain yang terbuka bagi mereka." [Ibid, p. 188]


Dan pada tahun 1963 Anthony A. Hoekema, Profesor Asosiasi dari Theologia Sistematik di Seminari Teologia Calvin, menerbitkan sebuah buku yang mengkatagorikan Adventisme Hari Ketujuh sebagai satu dari The Four Major Cults [Empat Bidat Utama]. Kelompok apa saja yang dalamnya lima kriteria khusus memainkan peranan utama, ia mengklasifikasikan sebagai bidat. Dalam tiap poin Hoekema temui Adventisme-Hari Ketujuh bersalah, walaupun dengan tidak konsekwen dan dua perasaan yang bertentangan. Lima test itu: Sumber tambahan lain Alkitab dari otoritas, penolakan dari pembenaran hanya oleh anugerah, turunnya nilai Kristus, kelompok sebagai komunitas eksklusif dari yang diselamatkan, dan peranan sentral keompok dalam eskatologi [ajaran akhir zaman]. [Anthony A. Hoekema, The Four Major Cults (Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans Publishing Company, 1963) pp. 377-388] Karena kesimpulan Hoekema dinyatakan secara hati-hati dan mengungkapkan beberapa masalah spesifik yang dicari dalam mempelajari Adventisme, mereka patut menerima perhatian kami yang teliti.

Orang-orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh memiliki suatu sumber Alkitab tambahan dari otoritas dalam tulisan-tulisan Ellen G. White, yang diterima oleh mereka sebagai petunjuk dari Tuhan. [Ibid., p. 389]

Meskipun orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh mengklaim mengajar pembenaran hanya oleh anugerah, doktrin mereka tentang penghakiman yang bersifat analitis, dan pandanganmereka tentang perintah hari Sabat, tidak konsisten dengan klaim itu. [Ibid., p. 394]

Saat menghargai pengakuan orang Advent tentang Kristus sebagai sepenuhnya ilahi, namun, kita harus dengan berat hati mengamati bahwa ada aspek-aspek pengajaran dari Adventisme-Hari Ketujuh yang mengurangi keagungan dari keilahian Kristus dannyatanya menjadikan nilai Kristus berkurang. [Ibid.]

Meskipun secara teori, mengakui bahwa orang yang di luar komunitas mereka dapat diselamatkan, Orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh sebetulnya melemahkan kelonggaran itu oleh pengajarannya tentang gereja sisa. Karena klaim mereka pada gereja yang tersisa berbeda dari semua badan Kristen lainnya, mereka jelas dianggap berciri bidat, walaupun dalam suatu cara yang agaknya bertentangan. [Ibid., p. 400]

Bagi orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh ... ajaran akhir zaman [eschatology] adalah arena yang di dalamnya pemujaan dari gerakan mereka sendiri melengkapkan, dan yang di dalamnya mereka semuanya akan lebih dipertahankan melawan musuh-musuh mereka. Karena hari Sabat akan menjadi ujian yang besar dari loyalitas pada hari-hari terakhir, kami melihat bahwa perlawanan langsung antara Tuhan dan Setan pada akhirnya menjadi perlawanan langsung antara Adventisme-Hari Ketujuh dan mereka yang menolak untuk mengikuti ajaran khususnya. Kami menyimpulkan bahwa karena orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh melukiskan diri mereka sebagai memainkan peranan sentral dalam eskatologi sifat khusus dari bidat ini adalah juga jelas dapat dipakai pada aliran [gerakan] mereka. [Ibid.,p. 403]

Sketsa singkat ini dari usaha revolusioner untuk menganggap Adventisme-Hari Ketujuh adalah Injili dan tentang sangkalan-sangkalan nya mengungkapkan beberapa isu-isu yang sekarang harus dihadapi dalam tiap studi tentang aliran ini. Jawaban kami bagi isu-isu ini akan menentukan pendekatan kami terhadap kawan-kawan Adventis. Bila mereka masih dianggap bidat non-Kristen kita harus berusaha memenangkan mereka bagi Tuhan. Jika mereka diklasi-fikasikan dengan Roma Katholik dalam legalisme mereka, kita harusmendekati mereka seperti Paulus lakukan pada orang di Galatia. Apabila mereka adalah Injili kita boleh bersekutu dan bekerja sama dalam hal-hal penginjilan selama berkaitan dalam perdebatan dalam gedung pada isu-isu yang tidak mempengaruhi keselamatan. Atau mungkin bahwa tidak boleh disamaratakan tentang aliran ini sebagai seluruhnya, dan kita harus berurusan dengan tiap individu berdasarkan kepercayaan yang dinyatakannya sendiri.

Pendekatan Confronting the Cults mengusulkan tujuh pertanyaan yang digunakan dalam diskusi dengan orang-orang untuk membantu membedakan bidat dari organisasi Kristen dan memimpin orang kepada Kristus. Orang Injili dapat menggunakan pertanyaan-pertanya n ini untuk memandu diskusi yang mungkin ada dengan orang Advent.

1. OTORITAS

Apakah yang harus dilakukan orang untuk selamat? Jawaban kami bagi pertanyaan itu adalah ditentukan oleh dasar dan sumbernya. Untuk membantu orang Advent lihatlah dimana keyakinan kontroversial mereka yang mungkin timbul, kita harus bertanya: "Apakah Anda mendasarkan ajaran Anda pada pewahyuan atau tulisan sakral yang lain daripada Alkitab?"
Dalam menjawab, orang Advent biasanya memberikan satu dari "Dasar Keyakinan" mereka. Ajaran denominasi resmi dari grup ini menyatakan "bahwa ayat-ayat suci dari Perjanjian Lama [PL] dan Baru diberikan oleh Tuhan, berisi satu wahyu yang semua cukup darikehendak- Nya kepada manusia, dan adalah satu-satunya persturan yang tidak salah dari iman dan perbuatan (2 Tim. 3:15-16)." [Question on Doctrine, p. 11] Diantara doktrin-doktrin yang dibagikan dengan Kristen konservatif, penulis Questions on Doctrine memasukkan ini, "Bahwa Ayat-ayat suci adalah wahyu yang diilhamkan Tuhan kepada manusia; dan bahwa Alkitab adalah hukum tunggal tentang iman dan perbuatan." [Ibid., p. 22]. Untuk lebih tegas lagi mereka tambahkan, "Kami percaya bahwa semuasecara teologis harus diukur oleh Firman yang hidup, dinilai oleh kebenarannya, dan apapun yang tidak dapat melewati ujian [test] ini, atau didapati di luar dari keselarasan dengan beritanya, akan ditolak. [Ibid., p. 28]

Meskipun penegasan-penegasan yang kuat dari supremasi dan kecukupan Ayat-suci, kemenduaan [ketidakjelasan] tetap ada bertalian dengan status dari tulisan-tulisan Ellen G. White. Karena orang Advent percaya Ny. White memiliki karunia nubuat (Ef. 4:11), dia disebut sorang nabiah. Dia memberikan "kesaksian-kesaksia n" seperti yang dilakukan oleh para nabiah di seluruh Perjanjian Lama (Why. 10: 10), [Bible Reading for the home Circle (Washington, D. C.: Review and Herald Publishing Association, 1931), pp 189-194] dan satu dari karyanya diberi nama, Testi­monies [ Kesaksian] . Di sebuah buklet populer, Your Friends the Adventists, Arthur S. Maxwell berkata tentang "otoritas" hasil karya Ny. White dan menambahkan, "Banyak yang percaya bahwa Ny. White berbicara dengan hikmat yang melebihi manusia. Bacalah sendiri satu dari buku-bukunya dan lihat apa yang Anda pikir." [ArthurS. Maxwell,Your Friends the Adventists (Mountain View, California: Pacific Press Publishing Association, 1960), p. 87] Penulis dari Questions on Doctrine berpegang pada tulisan-tulisannya dalam penghargaan yang sangat tinggi" karena "Roh Kudus membuka ke pikirannya kejadian-kejadian penting dan memanggil dia untuk memberikan perintah-perintah tertentu untuk hari-hari terakhir ini." Jadi, "kita sebagai sebuah denominasi menerima itu sebagai nasehat yang diilhami Tuhan. Namun kita tidak boleh menyamakannya dengan Alkitab. [Questions on Doctrine, p. 93]

Jika tulisan Ny. White tidak sebanding dengan Ayat-suci mengapa keduanya berkata"diilhami" ? Walter R. Martin secara simpatik menjelaskan "inspirasi" itu dalam kaitan dengan karya Ny. White "memilikisuatu arti yang lebih berbeda dari inspirasi Alkitab." Namun, bahkan Martin menyimpulkan bahwa "orang Advent sedang membela suatu keadaan yang adalah pada paling paradoks dan terkadang contradiksi. " [Walter R. Martin, The Truth About Seventh-day Adventism, pp. 96-97] Sampai kekacauan ini dijelaskan dalam penjelasan mereka tentang inspirasi [ilham], maka adalah sukar untuk mengerti klaim orang Advent tanpa batas "bahwa kita tidak menganggap tulisan-tulisan EllenG. White sebagai tambahan pada peraturan [canon]
yang sakral dari Alkitab... dalam pengertian yang sama pada Kitab Suci." [Questions on Doctrine, p. 93]

Untuk membantu orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh agar lebih jelas membedakan Ny. White dari nabi-nabi Alkitabiah dan dengan demikian menghindari ajaran bidat, kita dapat menanyakan satu pertanyaan yang disarankan oleh Dr. Harold Lindsell. "Apakah Ny. White salah, pada tiap hal secara teologis atau etis dan kehidupan pribadi, atau apakah dia bebas dari kesalahan dalam semua ajarannya, pernyataan dan etika?" [Harold Lindsell, "What of Seventh-dayAdventis m?" Christian Today, March31, 1958, p. 7] Bila orang Advent terus membela semua kata-kata dan aksinya maka mereka meletakan dia pada pemujaan perempuan malah lebih tinggi daripada orangChristian Science yang menaruh Mary Baker Eddy atau orang Suci Zaman Akhir [Mormon] menaruh Joseph Smith. Menganggap Ny. White atau tiap orang yang demikian sebagai jurubicara tunggal Tuhan untuk zaman akhir, adalah mengganti otoritas tertinggi Kitab-suci. Jika seseorang bertentangan dengan Ny. White apakah ia perlu bertentangan dengan Tuhan?

Bukti tidaklah mendukung ketidaksalahan Ny. White. Orang Advent, tidak dapat menganggap "bahwa tulisan Ny. White bebas dari kesalahan teologis dan exegese," Walter Martin menunjuk pada "for they are not" ("karena memang tidak") [Walter R. Martin, TheTruth About Seventh-day Adventism, p. 113] Tuduhan ini didokumentasi, untuk satu hal, oleh indikasi adanya plagiat. Dalam kolom yang sama Martin membuat daftar isi buku dari Ny. White dan dari Conybeare dan Howson 'The Life and Epistles of the Apostle Paul, J. A. Wylie's History of the Waldenses dan D'Aubigne History of the Reformation. [Ibid., pp. 100-104] Kemudian, pada otoritas Ny. White sendiri hal itu dapat diperlihatkan bahwa ia salah, bahkan dalam Testimonies- nya yang "terilham". Dia mengakui, "Pada situasi-situasi ini saya menyerahkan penilaian saya kepada orang lain dan menulis apa yang muncul di Bilangan Sebelas dalam kaitan pada Bidang Kesehatan, dimana saya tidak dapat memberikan semua yang telah saya lihat, In this I did wrong." [Ellen G. White, Testimonies I, 563, cited by Martin,p. 107] Siapakah dapat berkata bahwa Ny. White tidak menyerah pada tekanan dari situasi atau pendapatpada kesempatan lain untuk mengadakan "karunia nubuat"-nya?

Semoga Tuhan menolong tiap orang Advent yang belum berbuat demikian untuk mengakui terus-terang seperti Ny. White mengakui kekeliruannya. Maka mereka tidak dapat mendirikan doktrin pada otoritasnya, tetapi harus selalu menemukan doktrin dalam Kitab-suci dan menguji karya-karyanya oleh ayat Alkitab. Tiap orang Advent yang mengakui hal ini dan membuang teks bukti dari Ny. White, menunjukkan bahwa ia berpegang pada Alkitab saja yang sempurna dan cukup untuk semua hal tentang iman dan perbuatan. Sepanjamg yang menyangkut butir ini, orang Advent yang demikian disambut pada kemah orang Injili. Tetapi orang Advent yang terus berdalih pada tidak adanya kesalahan pada Ny. White dengan demikian mengeluarkan dirinya dari penerimaan yang tidak memenuhi syarat diantara orang-orang Injili. Doa kami ialah bahwa setiap orang Advent nyatanya akan berpegang bahwa tidak tidak ada yang lain kecuali satu peraturan yang sempurna tentang iman dan perbuatan, yaitu Alkitab, dan selanjutnya isu ini adalah Injili.

2. PRIORITAS INJIL

Sebuah pertanyaan lain harus ditanyakan pada orang Advent, "Apakah urusan utama Anda ialah mengabarkan Injil?" Banyak orang Injili akan berharap sebuah jawaban jujur dari orang Advent yang berkata urusan utama mereka ialah mengabarkan Taurat. Beberapa telah berpikir apakah radio orang Advent dan pelayanan televisi adalah benar wakil dari kepercayaan mereka. Pemimpin Adventis menghadapi pertanyaan blak-blakan ini:

Apakah bukan isi dan penekanan Injili dari program radio "Suara Nubuatan" Anda dan pertunjukan TV "Faith for Today " [Iman untuk Masa Kini] suatu jeritan yang agak jauh dari inti doktrin dan sah dari Adventisme? Apakah mereka bukan agaknya suatu penawaran untuk kebaikan dan usaha yang lihai untuk menaraik mereka yang mendaftar dalam kursus-kursus AlkitabAnda yang diajukan untuk secara bertahap menerima doktrin pokok dan sah dari Adventisme?

Untuk pertanyaan yang jujur ini, orang Advent menjawab:

Tidak ada usaha yang licik atau upaya untuk menipu. Pokok dari berita Advent adalah Kristus dan Dia yang tersalib . . . Kami percaya bahwa Kekris­tenan adalah suatu pengalaman nyata dengan Kristus. Kekristenan adalah, suatu hubungan kepada satu Oknum – Tuhan yang agung dan Juruselamat kami Yesus Kristus... Kami juga percaya bahwa suatu berita khusus ialah saatnya dunia sekarang, dan bahwa kamidipanggil kedalamnya untuk mengambil bagian dalam memproklamasikannya . Namun kembali, bahwa berita itu adalah sederhana Injil kekal pada penetapan [setting] dari waktu penghakiman Tuhan, kedatangan kedua kali dari Tuhan kita yang segera terjadi, dan persiapan manusia untuk bertemu Tuhan.. Kami ulangi, penekanan ini bukanlah sesuatu yang licik, seperti usul dalam pertanyaan itu. Itu bukanlah sebuah pikatan, atau muslihat, atau umpan. Malahan, itu adalah suatu usaha serius untuk meletakkan hal-hal utama pasti duluan dalam presentasi public kami, dan membiarkan dunia melihat dan tahu bahwa beban pokok dari Adventisme ialah Kristus dan penyelamatan-Nya. [Questions on Doctrine, pp. 101-102]

Dengan terus terang, para penulis dari Questions on Doctrine bermaksud bahwa urusan utama orang Adven ialah bukan mengabarkan Taurat, tetapi Injil. Kesimpulan yang sama diperlukan oleh skripsi Arthur S. Maxwell berjudul, "Siapakah itu seorang Advent-Jemaat Hari Ketujuh?" Pada seri tentang agama-agama yang berbeda di sebuah majalah populer, Maxwell menulis:

Seorang Advent-Jemaat Hari Ketujuh adalah seseorang yang telah menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi, berjalan dalam kepatuhan yang sederhana bagi kehendak Tuhan sepeerti yang diungkapkan di Kitab Suci. Seorang Kristen pencinta Alkitab, ia mencari untuk mempolakan hidupnya sesuai pada ajaran dari kitab ini, sementara mencari kedatangan kembali Tuhannya yang segera tiba. Ia hidup dibawah suatu pengertian tentang takdir, percaya itu adalah tugasnya untuk memperingatkan umat manusia bahwa akhir dari dunia ini sedang datang. [Arthur S. Maxwell, "What is a Seventh-day Adventist?" A Guide to the Religions of America,ed. Leo Rosten (New York: Simon and Schuster, 1955), p. 133]

Kecuali kalau seseorang dengan jelek menganggap untuk menghakimi motivasi dari para pemimpin ini, menyimpulkan bahwa seperti yang mereka lihat, urusan utama mereka ialah mengabarkan Injil. Bila memelihara dietnya Hari-Ketujuh atau Perjanjian Lama [PL] nampaknya akan menjadi ciri yang menyolok, kita mungkin telah salah menilai. Atau mungkin ada perbedaan dalam aliran itu sendiri. Pada penegasan para pemimpinnya sendiri tentang prioritas Injil, kita harusmenyimpulkan bahwa apa yang mereka gambarkan menunjukkan posisi Injili. Mungkin arif untuk tidak mengeluarkan pendapat akhir, namun, sampai kita telah menganalisa lebih lengkap posisi mereka pada unsur-unsur berita Injil..

3. KRISTUS

Satu unsur dasar Injil pada Perjanjian Baru membedakan Kekristenan sejati dari yang palsu mengenai sifat dasar Yesus Kristus. Marilah kita tanya orang Advent, dengan pertanyaan ini: "Apakah Anda percaya bahwa Yesus adalah Mesias, sang Kristus, Firman kekal yang sudah dating di dalam daging?" Jawaban apakah yang Anda harapkan?

Diantara "Keyakinan Dasar" orang Advent ada ikhtisar yang baik dari ajaran Alkitabiah ini:

Yesus Kristus adalah sesungguhnya Eloah [Allah], adalah bersifat dasar dan intisari yang sama seperti Bapa yang Kekal. Sementara memakai sifat keilahian-Nya, Dia memakai pada diri-Nya sendiri sifat dasar darikeluarga manusia, hidup di bumi sebagai seorang manusia, membuat teladan dalam hidup-Nya sebagai contoh prinsip kebenaran kita, memperlihatkan hubungan-Nya dengan Elohimoleh banyak mujizat yang hebat, mati di kayu salib bagi dosa-dosa kita, telah bangkit dari kematian, dan terangkat kepada Bapa, dimana Dia sesungguhnya hidup melakukan doa safaat bagi kita. [Questions on Doctrine, pp.11-12]

Mengenai keilahian Kristus dan fakta inkarnasi-Nya, orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh berada sama dengan orang Kristen Injili. Orang Advent menegaskan bahwa doktrin Alkitabiah dibuat jelas sasaran iman untuk keselamatan dalam Kitab Suci. Oleh test Kitab Suci yang dipakai dalam studi ini, maka orang Advent dalam pandangan mereka tentang Pribadi Kristus adalah Injili.

Bagaimanapun juga, beberapa kritik tentang Adventisme, dalam mengevaluasi aliran ini meng-gunakan lebih banyak pernyataan doktrinal yang rinci dan lengkap. Dengan norma-norma ini pengertian orang Advent tentang sifat manusia Kristus, ditantang. Orang Advent berbeda dari sejarah gereja Kristen dalam pandangan mereka tentang sifat dasar manusia dan maka dari itu dalam doktrin mereka pandangan tentang sifat dasar manusia Kristus pun berbeda. Manusia bukanlah suatu kesatuan dua bagian, tubuh dan jiwa. Mereka mengajar bahwa âہ“jiwa dari manusia mewakili manusia itu seutuhnya, dan bukan suatu bagian khusus yang bebas dari bagian-bagian komponen lain dari sifat manusia; selanjutnya bahwa jiwa tidak akan ada, terpisah dari tubuh, karena manusia adalah suatu kesatuan. [Ibid.,p. 515] SaatKristus menjadi manusia, Dia mengambil pada diri-Nya daging manusia dan sifat manusia, tetapi bukan jiwa manusia sebagai suatu substansi yang jelas tidak penting. Pada penilaian akhir dari Norman F. Douty, maka doktrin orang Advent adalah seperti Apollinaris, yang pandangannya dinyatakan sesat [bidat] oleh gereja. [Norman C. Douty,op. cit., pp. 48-50] Bagi orang Kristen mula-mula ajaran ini mengurangi kemanusiaan Kristus yang lengkap. Doktrin ortodoks berpegang bahwa Kristus mengambil pada diri-Nya bukan saja tubuh insani, tetapi juga jiwa atau roh manusia.

Aspek kedua dari ajaran Advent tentang Kristus telah dikritik. Sementara orang Kristen ortodoks telah berpegang bahwa sifat insani-Nya adalah seperti Adam sebelum jatuh dalam dosa, orang Advent telah berpegang bahwa seperti Adam dan turunannya setelah kejatuhan. Orang Advent berkeras bahwa adalah perlu bagi Kristus untuk mengambil sifat kejatuhan manusia, supaya dicobai dalam semua bidang seperti kita juga. Banyak kutipan dalam tulisan-tulisan standar Adventis disebut oleh Bird dan Douty padqa akibat bahwa Kristus memiliki sifat dosa. [Ibid., 52-64; Herbert S. Bird, Theology of Seventh-day Adventism, pp.64-71]

Tentu saja Alkitab mengajar Kristus tidak mempunyai dosa. Anak yang lahir dari Maria tidak berdosa tetapi kudus (Luk. l:35). Yesus berkata Setan tidak mempunyai sesuatu dalam diri-Nya. (Yoh. 14:30). Petrus menyebut-Nya anak domba "tanpa noda dan tanpa caca" (I Pet. 1:19) dan menyatakan Ia tidak berbuat dosa, "juga tipu tidak ada dalam mulut-Nya" (I Pet. 2:22). Dan Yohanes yang begitu mengenal Dia dapat menulis, "Didalam Dia tidak ada dosa" (I Yoh.3:5).

Para penulis Advent-Jemaat Hari Ketujuh bersatu dalam menegaskan bahwa Kristus tidak pernah berbuat dosa namun mereka bisa bertentangan satu dengan lainnya pada isu tentang kebejatan sifat manusia alamiah-Nya. Penulis Questions on Doctrine, bagaimanapunjuga, meng-ambil posisi ortodoks dan ngotot bahwa Kristus mengambil sifat manusia tanpa dosa. [Questions on Doctrine, pp.650-652] Dalam menyinggung pada sifat insani penuh dosa dari Kristus orang Advent lainnya menolak parttisipasi yang sangat kecil dalam dosa, namun menganggap Kristus menderita tanggung-jawab warisan dalam sifat alamiah manusia. Kristus betul-betul telah dicobai dalam segala segi sebagaimana manusia dicobai, dan mengidentifikasikan diri-Nya dengan para pendosa yang kepada mereka Dia datang untuk menyelamatkan. [Ibid., pp. 653-658]

Dalam pandangan mereka tentang Kristus, maka, apakah orang Advent Injili? Jika untuk menjadi Injili seseorang harus menegaskan doktrin ortodoks seutuhnya, maka pada satu segi mereka gagal. Mereka tidak menyatakan bahwa Kristus mengambil roh manusia atau jiwa sebagai suatu substansi yang tidak relevan berbeda dari tubuh manusia dalam inkarnasi-Nya. Para pemimpin yang menulis Questions on Doctrine dengan tegas menolak bawa sifat alamiah-Nya berdosa. Karena hal-hal yang mereka wakili, satu isu yang tinggal, dari dirinyasendiri hampir tidak dapat keluar dari orang-orang Injili yang menegaskan keilahian Kristus yang absolut, ajaran Trinitas dan inkarnasi secara harfiah.

Secara historis, telah ada orang-orang yang dapat dipercaya yang berpegang pada pandangan yang sama tentang jiwa, dan kini ada beberapa yang berpegang demikian. Secara Alkitabiah, orang Advent menerima Firman yang adalah Eloah dan menjadi daging (Yoh. 1:1, 12, 14). Jadi siapakah jika berpikir akan pandangan mereka tentang Kristus, dapat berkata bahwa mereka tidak memiliki kuasa untuk disebut anak-anak Elohim [Allah]? Mereka menegaskan bahwa Yesus telah datang didalam daging (1 Yoh. 4:1-3). Jadi siapakah akan berkata bahwa mereka itu antikristus? Mereka percaya bahwa Yesus adalah sang Kristus (Yoh. 20:31). Maka siapakah akan berani untuk bertanya apakah mereka memiliki hidup melalui nama-Nya? Pada isu ini nampaknya bahwa Bird dan Douty meningkatkan standar penginjilan terlalu rinci, atau telah meninggalkan isu menyangkut penginjilannya orang Advent. Bila orang Advent yang diwakilkan oleh Questions on Doctrine bukan bagian dari tubuh Kristus, adalah bukan karena pandangan mereka tentang Pribadi Kristus. Orang Kristen tidak akan mulai menolong orang Advent dengan mendebatkan isu-isu yang rinci ini tentang sifat dasar Kristus. Sebaliknya, orang Kristen seyogianya bersuka-cita pada kesaksian dari keyakinan seorang Advent dalam keilahian dan inkarnasi Kristus, dan beralih ke isu-isu yang lain.

4. PENEBUSAN

Injil memasukkan suatu penegasan bukan hanya tentang pribadi Kristus, tetapi juga mengenai karya-Nya. Orang Kristen berminat untuk menolong orang Advent akan bertanya: Apakah Anda percaya bahwa curahan darah Kristus adalah satu-satunya dasar untuk pengampunan dosa-dosamu?

Sebuah pertanyaan yang sama datang kepada para pemimpin: "Orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh sering kali telah dituduh dengan ajaran bahwa penebusan di kayu salib belum lenkap Apakah tuduhan ini benar?" [Ibid., pp. 653-658] Jawabannya sepertinya berterusterang. "Mungkin kami menyatakan dengan amat bersungguh-sunguh dan tegas bahwa orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh tidak percaya bahwa Kristussudah melakukan tetapi sebagian atau korban penebusan yang tidak lengkap di kayu salib." [Ibid., pp. 349] Apa yang mereka titik-beratkan, ialah perbedaan antara karya Kristusyang lengkap dan penerapannya bagi para individu.

Sangat pasti korban penebusan yang cukup untuk segalanya dari Yesus Tuhan kita telah dipersembahkan dan selesai [lengkap] pada kayu salib di Kalvary. Ini telah dilakukan untuk semua umat manusia. (II Yoh. 2:2). Tetapi karya pengorbanan ini akan benar-benar berguna bagi hati manusia hanya jika kita menyerahkan hidup kita kepada Elohim dan mengalami mujizat hidup-baru. Di dalam pengalaman ini, Yesus Imam Besar kita mempergunakan bagi kita manfaat-manfaat dari korban penebusasn-Nya. Dosa-dosa kita diampuni, kita menjadi anak-anak Tuhan oleh iman dalam Kristus Jesus, dan damai dari Elohim tinggal dalam hati kita. [Ibid., p. 350]

Jelas ini adalah posisi Injili seperti yang dinyatakan. Bagaimanapun juga, jika, penggunaan manfaat penebusan yang menyelamatkan bergantung pada beberapa karya tambahan Kristus, seperti apa yang disebut penyucian tempat kudus sorgawi pada tahun 1844, itu menimbulkan isu tentang selesainya Karya Kristus di Kalvary. Lebih jauh lagi, jika akhirnya semua dosa harus diletakkan pada Setan sebagai kambing hitam [kambing jantan penghapus dosa (Imamat 16:9) - tambahan penerjemah], nampaknyapenebusan di kayu salib belum lengkap.

Bagaimanakah ide penghakiman investigasi [penghakiman berdasarkan investigasi kesalahan] pada tempat kudus sorgawi dan kambing penghapus dosa [Azazel] ini berasal? Orang Advent menginterpretasi hari pendamaian [penebusan] Perjanjian Lama secara typology [analisa berdasarkan jenis]. Pada hari itu para peserta dihakimi (Imamat 23:29-30) dan sang kambing dihalau keluar ke padang gurun (Imamat 16:20-28). Interpretasi secara typology dari peristiwa ini (lebih dikehendaki daripada ajaran Alkitab yang jelas) telah menjadi dasar dari doktrin. [Ibid., pp. 362-364]Bagaimana hal ini berkembang adalah ceritanya sendiri.

Pada tahun1844, karena prediksi William Miller tentang berakhirnya dunia, suatu luapan kegembiraan berakhir pada kekecewaan yang besar. Miller telah menemukan dasar untuk memprediksi kembalinya Kristus dalam Daniel 8:14. Jumlah 2300 hari sampai penyucian tempat kudus dihitung menjadi 2300 tahun. Dimulai pada tahun 457 S.M., ketika Artaxerxes menyatakan orang-orang Israel dapat membangun kembali ibukota mereka yang rusak, jangka waktunya berakhir pada tahun 1844. Tetapi Yesus tidak kembali ke Yerusalem.

Pada tanggal 23 Oktober 1844, sehari setelah hari yang ditentukan kembalinya Kristus, seorang pengikut Miller bernama Hiram Edson berjalan sendirian melalui ladang jagung, ketika, tiba-tiba timbul dalam pikirannya gagasan bahwa ada dua fase pelayanan Kristus di tingkap-tingkap sorgawi, sama seperti pada tempat kudus dulu... Dia (Kristus) untuk pertama kali masuk pada hari itu ke kediaman ke dua dari tempat kudus (sorgawi] untuk melakukan pelayanan dalam ruang Maha Suci sebelum datang ke bumi. [Leroy E. Froom,The Prophetic Faith of Our Fathers (Washington, D. C.: Review and Herald Publishing Association, 1954), IV, 661]

Tetapi apakah di tempat kudus sorgawi perlu disucikan? Untuk menerangkan ini, Ny. White menulis, "Dosa belum dibatalkan oleh darah dari korban. Jadi suatu cara disiapkan yang olehnya itu dipindahkan ketempat kudus. Oleh persembahan darah, pendosa belum sama sekali terlepas dari penghukuman hukum taurat. [Ellen G. White,The Great Controversy( Washington, D. C.: Review and Herald Publishing Association, 1911),p. 420] Karena catatan perbuatan baik dan jahat masih ada di sorga, para penulis Questions on Doctrine mengakui,"Penerimaa n akan Kristus pada pertobatan tidak memeteraikan nasib seseorang." [Questions on Doctrine, pp. 420]
Pengampunan dari semua dosa sebagai manfaat dari penebusan Kristus, menurut orang Advent, tidak diterima saat! Pembenaran di hadapan diri Elohim dalam ruang maha kudus menanti suatu karya lain dari Kristus, investigasi penghakiman- Nya. Bahkan disana orang percaya bisa kehilangan keselamatannya. "Bila seseorang memiliki dosa tersisa pada buku catatan, belum bertobat dari padanya dan tidak diampuni, nama-nama mereka akan disapu keluar dari buku kehidupan, dan catatan tentang perbuatan baiknya akan dihapus dari buku ingatan Elohim." [Ellen G. White,op. cit.,p. 483]

Pada dasar apakah manusia berdiri atau jatuh dalam penghakiman investigasi? Bukan perpaduannya dengan Kristus oleh iman, bukan kelahiran baru mereka oleh Roh Kudus, bukan perdamaian mereka oleh darah Kristus, kata orang-orang Advent. "Taurat Tuhan adalah standar yang olehnya karakter dan kehidupan manusia akan diuji dalam penghakiman. [Ibid.,p. 482] Memperbaiki ini, orang Advent menegaskan bahwa Kristus sang imam besar agung menjadi pengacara orang percaya, dan dalam pengadilan sorgawi Dia tidak pernah kehilangan satu perkara. Tetapi kententraman ini direngut keluar saat mereka menambahi "Bagi kami, Nampak jelas bahwa kami harus teruskan kesetiaan kami sepanjang hidup bila kami harapkan Kristus mewakili kami dalam penghakiman. " [Questions onDoctrine, p. 442] Sungguh bertentangan, alkitab menyatakan bahwa oleh sebab tidak sorang pendosa pun dapat memelihara taurat bahwa kita perlu seorang pengacara apabila berdosa. "Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil." (I Yoh.2:1).

Begitu lama bila hasil dari penghakiman investigasi ditentukan bukan oleh iman, tetapi oleh memelihara hukum taurat, adalah sukar untuk menyimpulkan bahwa secara konsisten orang Advent menganggap darah Kristus satu-satunya dasar untuk keselamatan. Orang Injili harus menghadapi orang Advent, jangan lebih banyak dengan kesalahan mereka pada waktunya penghakiman ilahi atau konsep harfiah mereka tentang tempat kudus sorgawi atau praktek ketidakbijaksanaan mereka untuk mendasarkan suatu jenis ajaran pokok pada Perjanjian lama saja, tetapi dengan akibat ajaran Alkitab mereka pada pembenaran oleh iman yang bertentangan. Itu termasuk pengampunan yang lengkap dari semua dosa dan penuduhan yang salah tentang kebenaran yang sempurna dari Kristus. Jadi seorang percaya di dalam Kristus, telah tersalib dan bangkit, sama sekali tidak perlu takut akan penghakiman atau penghukuman (Roma 8:1; Yoh. 3:18). "Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa. Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa." Dalam konteks Kisah Rasul 13:38-39 "hukum Musa" adalaha tidak terpisah dari, akan tetapi termasuk Sepuluh Perintah Tuhan. Biarlah Orang Advent mendengar lagi Roma 3:28, "Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat." (Bandingkan Rom. 4:6; 11:6; Ef. 2:2-9; Gal; 2:16; Tit. 3:5.) Apapun Daniel 8:14 boleh berarti, itu tidak dapat merobohkan ajaran dasar keseluruhan Kitab-suci bahwa orang benar akan hidup oleh iman dalam karya lengkap penebusan Kristus, bukan dalam kemampuan mereka memelihara hukum (taurat). Orang percaya memiliki penebusan âہ“melalui darah-Nya, pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya" (Ef. 1:7).

Jadi dari manakah "kambing-hitam" masuk? Nama kambing-hitam yang dilepaskan ke padang gurun oleh imam besar pada hari penebusan [pendamaian - Imamat 23:27 - penerjemah] adalah Azazel. Para penafsir Advent, dan juga ortodoks, think Azazel menunjukkan Setan. [Samuel Zwemer, E. W. Hengstenberg, and J. Russell Howden inSunday School Times (Jan. 15, 1927), cited in Walter Martin, TheTruth about Seventh-day Adventism, pp 184-188] Arti nama itu bukan isu yang penting sekali. Apakah orang Advent berpegang bahwa Setan pada satu atau lain cara menyiapkan penebusan bagi dosa yang tidak diselesaikan oleh Kristus?

Orang Advent modern seperti yang diwakili oleh para penulis Questions on Doctrine secara total menyangkal bahwa Setan dalam cara apapun penyelesaikan penebusan itu. Tetapi mereka berkata, Setan bukan tidak berkaitan dengan dosa kita. Mereka mengajar, dalam semua dosa, ada suatu tanggungjawab ganda: "pertama tanggungjawab saya sebagai sang pelaku, agen, atau media; dan kedua, tanggungjawab Setan sebagai sang penghasut, atau penggoda, yang dalam hatinya dosa pertama kali dikandung." [Questions on Doctrine, pp. 397-398] Jadi bila Setan disebut menghapus dosa-dosa kita, mereka maksudkan membayar untuk menghasut mereka, bukan bahwa dia sedang menyiapkan suatu penebusan bagi mereka. âہ“Setan tidak melakukan penebusan untuk dosa-dosa kita. Tetapi Setan akhirnya harus menanggung ganti rugi hukuman untuk tanggungjawabnya pada dosa-dosa semua manusia, baik orang yang benar maupun yang jahat. [Ibid., p. 400]

Orang Advent menyanggah, ada dua alasan Setan tidak dapat menjadi penanggung dosa orang lain:
(1) transaksi dengan kambing-hitam terjadi setelah penebusan telahselesai dikerjakan, dan (2) kambing itu tidak dibantai - dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan (Ibr. 9:22). Oleh sebab itu orang Advent Jemaat Hari Ketujuh menolak secara total apapun idenya, sugesti, atau implikasi [maksud] dalam sifat atau kadar apapun, bahwa Setan adalah penanggung dosa kita. Pemikiran itu menjijikkan bagi kami, dan sangat menghina." [Ibid., pp. 399-400]

Maka pada berdasarkan ini, Orang Kristen Injili boleh memilih tidak mengikuti interprestasi orang Advent tentang kambing-hitam, tetapi mereka tidak dapat menghakimi mereka yang menerimanya dengan keselamatan yang dipengaruhi bidat. Seseorang hanya dapat menghendaki posisinya pada putusan analitis yang secara sungguh-sungguh bersatu dengan ajaran Alkitab tentang penebusan Kristus. Pada pokok ini denominasi itu belum juga konsis­ten menyatakan posisi itu Injili. Legalisme-nya selanjutnya dipertimbangkan dalam pertanyaan tujuh.

5. KEBANGKITAN KRISTUS
Iman adalah aspek lain dari Injil, kemenangan Kristus atas kuburan, adalah suatu kondisi tegas dari keselamatan (Roma 10:9). Sebagai perhatian kita pada seorang Advent, maka bertanyalah, "Apakah Anda percaya bahwa Yesus Kristus bangkit dari kematian?"
Setuju dengan Kristen ortodoks, orang Advent berpegang "bahwa Yesus Kristus secara harfiah dan tubuh bangkit dari kubur." [Ibid., p. 22] Untuk menghindari kemungkinan salah pengertian selanjutnya mereka menerangkan, "Kebangkitan Kristus bukanlah untuk dipahami dalam pengertian rohani. Dia benar-benar bangkit dari kematian. Dia yang datang dari lubang kubur adalah Yesus yang sama yang hidup di sini di dalam daging." [Ibid., p. 66] Dalam menyokong kebangkitan, orang Advent menghimpun bukti-bukti yang sama seperti orang Injili, dan mereka mengambil posisi yang serupa pada arti ajarannya. Perlawanan yang paling kuat dari Adventisme jangan menanyakan keyakinan orang Advent tentang kebangkitan Kristus. Jadi orang Injili akan bersukacita bahwa iman mereka dalam kemenangan Kristus atas kematian dibagi oleh orang-orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh.

6. KEPERCAYAAN PRIBADI
Orang-orang Kristen yang prihatin untuk memenangkan bukan saja argumen tetapi juga orangnya, boleh juga bertanya orang Advent, "Apakah Anda pribadi mempercayai Yesus penebusdan Tuhan Anda?"
Seperti orang Injili, kebanyakan orang Advent berulang-ulang menekankan kebutuhan yang mutlah akan iman. [BibleReading for the Home Circle, 551; 83] Pada diskusi-diskusi itu Ibrani 11:6 seringkali terjadi, "Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Elohim [Allah]." Lebih lanjut mereka membedakan antara suatu kepercayaan intelektual dan komitmen total. Ny. White menerangkan bahwa ada satu jenis keyakinan yang seluruhnya berbeda dari iman. Eksistensi dan kuasa Elohim [Allah], kebenaran Firman-Nya, adalah fakta-fakta yang bahkan Setan dan pasukannya pada dasarnya tidak dapat menolak. Alkitab berkata bahwa "para iblis pun percaya dan gemetar"; tetapi ini bukanlah iman dimana tidak ada hanya suatu keyakinan dalam Firman Tuhan, tetapi suatu kepatuhan dari kehendak kepada-Nya; dimana hati menyerah kepada-Nya, kasih-sayang tetap kepada-Nya, itulah iman, "iman yang bekerja oleh kasih, dan menyucikan jiwa." [Ellen G. White, Steps to Christ (Mountain View, California: Pacific Press, 1908), p. 69]

Penekanan yang mirip pada kepercayaan dan iman, muncul dalam karya terkenal dari Ny. White Steps to Christ [Langkah-langkah ke Kristus]. [Ibid., p. 55]
Dan dalam Questionson Doctrine pembenaran disebutkan terjadi oleh sebuah iman yang terletak pada pegangan kuasa Roh Tuhan.

Malah sejak dahulu kala, manusia tidak dibenarkan oleh perbuatan; "mereka dibenarkan oleh iman" (Gal. 2:16; bandingkan Rom. 1:17; Gal. 3:8, 11; Fil. 3:9; Ibr. 10:38). Elohim meminta manusia menjadi benar; tetap manusia tidak benar secara natur. Bila ia dipersiapkan bagi kerajaan Elohim, dia harus dibuat benar. Inilah sesuatu yang manusia pada dan dari dirinya. Dia kotor dan tidak benar. Lebih banyak ia berbuat, dan lebih besar usahanya, maka lebih banyak ia memperlihatkan ketidak-benaran hatinya. Oleh sebab itu, bila manusia pernah menjadi benar, hal itu pastilah oleh kuasa yang seluruhnyadiluar dirinya - itu pasti oleh kuasa Elohim. [Questionon Doctrine, pp. 141-142]

Dengan pandangan Advent-Jemaat Hari Ketujuh tentang iman seperti ini, orang Injili jangan buat isu. Tetapi orang Injili tahu bahwa adalah satu hal untuk berkhotbah perlunya iman pribadi dan hal lain untuk melakukan iman itu secara pribadi. Dalam percakapan dengan orang Advent seperti dengan orang lain kita dapat menolong dengan menyaksikan tentang kepercayaan diri kita sendiri tanpa syarat di dalam Tuhan kita yang hidup.

7. HANYA IMAN

Bagi orang Advent pertanyaan akhir ini menjadi kritis, "Apakah Anda bergantung pada beberapa prestasi dari dirimu untuk menyumbang keselamatan atau hanya oleh anugerah Tuhan melalui iman?"
Banyak pernyataan orang Advent yang menghubungkan perbuatan ke iman dalam gaya ortodoks. Dalam Steps to Christ Ny. White menulis:
Ada dua kesalahan yang anak-anak Tuhan berlawanan denganny - khususnya mereka yang baru saja menjadi percaya. Anugerahnya - terutama perlu dijaga. Yang pertama-tama. .. adalah yang melihat pada perbuatan diri sendiri, penuh kepercayaan pada apa saja yang mereka dapat lakukan, untuk membawa diri mereka kepada keharminisan dengan Tuhan. Dia yang mencoba untuk menjadi kudus oleh perbuatannya sendiri dalam memelihara hukum [taurat], sedang mencoba suatu ketidakmungkinan. Semua yang manusia dapat lakukan tanpa Kristus dikotori oleh kepentingan diri sendiri dan dosa. Adalah hanya anugerah Kristus saja, melalui iman yang dapat membuat kita kudus.

Sebaliknya dan tidak kurang bahaya kesalahan adalah, keyakinan dalam Kristus membebaskan manusia dari memelihara hukum [taurat] Tuhan; yanh karena oleh iman saja kita menjadi bagian dari anugerah Kristus, perbuatan baik kita tidak ada bagiannya dengan penebusan kita.

Tetapi perhatikan disini bahwa ketaatan bukanlah suatu pemenuhan di luar belaka, akan tetapi pelayanan kasih. Hukum Tuhan adalah ekspresi dari sifat sejati-Nya . . . jika hati kita dibaharui dalam citra Elohim [Allah] tidak akankah hukum Tuhan dilaksanakan dalam hidup kita? . . . Ketaatan - pelayanan dan kesetiaan kasih - adalah tanda sejati dari pemuridan ... Daripada membebaskan manusia dari ketaatan, adalah iman dan hanya iman saja, yang menjadikan kita bagian dari anugerah Kristus yang memungkinkan kita dapat melakukan ketaatan. [Ibid., pp. 65-66]

"Iman yang membenarkan, " komentar Bible Reading for Home Circle di Galatia 5:6, "adalah iman yang bekerja." [Bible Reading for the Home Circle, p. 137] Arthur S. Maxwell menerangkan, "Penerimaan anugerah ilahi membawa manusia dibawah suatu keharusan seribu kali lebih besar untuk mematuhi Tuhan - keharusan bukan oleh paksaan tetapi oleh kasih . . . Berada dibawah anugerah bukanlah suatu alasan untuk berdosa, namun tambahan alasan untuk hidup benar." [Arthur S. Maxwell, Your Friends the Adventists, p.38] Dipertanyakan terus-terang apakah orang Advent mengajar bahwa orangharus mematuhi Sepuluh Perintah supaya diselamatkan, Maxwell menjawab,

Tidak. Keselamatan hanyalah oleh anugerah. Hanya ada satu jalan keselamatan. Itulah iman dalam kematian penebusan dari Yesus Kristus. Tak seoranpun dapat "kerjakan jalannya" kedalam kerajaan Elohim[Allah] . Bukan nilai kepatuhan, bukan perbuatan penebusan dosa, bukan jumlah uang memberi hak setiap orang bagi suatu perkenanan ilahi. Namun, "iman tanpa perbuatan adalah mati." Memelihara perintah-perintah adalah hasilnya, bukti keselamatan. Itu adalah masalah kasih bukan tugas legal. "Jika kamu mengasihi Aku," kata Yesus, "turutilah perintah-perintah- Ku" (Yoh. 14:15) [Maxwell, "What is a Seventh-day Adventist?", p. 38]

Dan para kontributor kepada Questions on Doctrine setuju:

Keselamatan tdak pernah dilakukan oleh hukum [taurat] atau perbuatan baik, sekarang maupun dahulu; keselamatan hanyalah oleh anugerah Kristus . . . Tidak satupun yang manusia dapat lakukan, atau telah lakukan, dalam cara apapun pantas memperoleh keselamatan. Sedangkan perbuatan bukanlah alat keselamatan, perbuatan baik adalah akibat yang tak terelakkan dari keselamatan. Namun,perbuatan- perbuatan baik ini adalah hanya mungkin bagi anak Tuhan yang hidupnya terpadu oleh Roh Tuhan . . . Hubungan dan urutannya penting, tetapi sering tidak dimengerti atau terbalik. [Question on Doctrine, p. 141]

Bahkan seperti baunya buah-buah iman, namun orang Advent tidak mengharapkan orang percaya memelihara semua perintah yang berbeda dari Perjanjian Lama. Hukum Upacara Musa sama berbeda dari hukum moral Tuhan dalam Sepuluh Perintah tetapi merupakan bayangan dari karya Kristus yang akan datang. Sejak penyaliban-Nya hukum upacara [seremoni] telah selesai. Itulah kedagingan dan memperbudak setiap orang yang mencoba memeliharanya. Tetapi Sepuluh Perintah tidak dihapus. Mereka rohani dan memberkati dengan kebebasan bagi dia yang memeliharanya. [Ibid., pp. 121-134] Dengan perbedaan interpretasi perintah keempat, banyak orang Kristen ortodoks akan setuju dengan perbedaan ini. Orang lain akan bersikeras bahwa bahkan hukum moral Perjanjian Lama seperti yang dinyatakan dalam Sepuluh Perintah menuliskan di batu telah selesai (II Cor. 3), tetapi Sembilan dari Sepuluh Perintah kemudian dipelihara seperti dikatakan dalam Perjanjian Baru.

Tetapi seseorang heran mengapa orang Advent, konsisten dengan pandangan mereka sendiri, menyokong peraturan-peraturan diet Perjanjian Lama. Beberapa orang Advent memberikan pernyataan kebebasan mereka dari padanya sebagai sebuah tabu yang sah, tetapi mendapati perbedaan antara binatang halal dan najis sebelum Musa dan memeliharanya sebagai program kesehatan. [Ibid., pp. 121-134] Tetapi sebuah buklet popular dikirim oleh orang Advent kepada sebuah surat pertanyaan, mengajar sesuatu yang berbeda sekali. Di Just What Do You Believe About Your Church? Fordyce Detamore menulis:

Selama Yesaya 66:15-17 ada dalam Alkitab ini, betapa beraninya saya katakan padamu itu tidak membuat suatu perbedaan apakah Anda makan daging babi dan makanan haram lainnya atau tidak?... Itu akan lebih mudah bagi saya untuk berkata, "Silahkan saja makan sesukamu; Anda tidak perlu khawatir tentang hal-hal itu lagi." Tetapi Tuhan berkata mereka yang makan barang haram saat Dia datang akan dimusnahkan. Tidak maukah Anda lebih baik saya katakan itu dengan terus terang dengan demikian Anda tidak akan ditpu dan dimusnahkan pada kedatangan Tuhan kita? [Fordyce Detamore, Just What Do You Believe About Your Church?(Nashville, Tennessee: Southern Publishing Association, n.d.), pp. 22-23]

Ancaman seperti ini sukar diharmonikan dengan jaminan bahwa keselamatan adalah oleh anugerah melalui iman dan bukan dari perbuatan. Kebingungan yang sama nampaknya ada berkenaan dengan Sepuluh Perintah. Dalam satu halaman Detamore berkata, "Kita memelihara hukum Tuhan karena kita telah selamat, bukan karena kita dapat selamatkan diri kita dengan memelihara hukum." Tetapi padahalaman lain dia menegaskan, "Dimana-mana Alkitab menekankan pentingnya ketaatan apabila seseorang akan diselamatkan. " Ia menyimpulkan satu bagian berjudul "Standard of Judgment" [Standar Penilaian]:

Ringkasan terbaik dari syarat-syarat kuntuk keselamatan terdapat dalam nasihat yang diberikan Yesus kepada bangsawan muda yang kaya (Matius 19:16-21), "Jika engkau ingin masuk ke kehidupan kekal, (1) peliharalah perintah-perintah Tuhan ...dan (2) ikutlah Aku." Tidak ada harapan lain dari keselamatan. Dengan standar hukum Tuhan yang kudus kita akan dihakimi pada hari pembalasan. [Ibid., pp. 32-34]

Untuk membantu, perhatikanlah bahwa tidak seorangpun yang pernah menuruti hukum [taurat]. Tak seorangpun yang pernah diselamatkan dengan menuruti ketentuannya. Seberarnya gunanya bukan untuk menyelamatkan tetapi untuk menunjukkan manusia betapa menyedihkannya mereka, perlu diselamatkan. Hukum berbicara "bahwa seluruh dunia jatuh menjadi bersalah dihadapan Tuhan. Sebab itu oleh perbuatan-perbuatan hukum taurat tidak seorangpun dibenarkan di hadapan-Nya: karena justru oleh hukum Taurat orangmengenal dosa." (Roma 3:19-20). Dengan mengutip perintah Tuhan, Kristus ingin menunjukkan pada pemimpin muda yang kaya kebutuhannya akan" kebenaran tanpa taurat. . . yaitu kebenaran Elohim yang adalah oleh iman dalam Yesus Kristus bagi semua dan kepada semua yang percaya" (Roma 3:20-21). Klaim orang muda itu bahwa telah melakukan semua hukum sejak kecilnya menampakkan kegagalannya untuk mengetahui asas pokok yang penting. Hal ini Yesus tampilkan dengan minta padanya untuk menjual semua yang ia miliki, dan memberikannya kepada orang miskin. Menyedihkan, ia tidak mengasihi Elohim dengan segenap hatinya atau sesamanya seperti dirinya sendiri yang pada dua perintah ini terletak seluruh hukum [taurat] (Mat. 22:37-40)

Batu ujian dari pandangan orang Advent pada taurat ialah doktrin tentang Sabat. Sejak penciptaan sampai akhir zaman perintah keempat dipegang menjadi bagian dari hukum moral Tuhan yang tidak berubah. Orang Advent mengajar bahwa otoritas kepausan Roma Katolik mengganti hari penyembahan dari hari Sabtu ke hari Minggu. Dan Protestantisme belum lengkap mereformasi dengan melanjutkan penyembahan pada hari ketujuh. Pada akhirnya sekarang pada kita, kebenaran sedang dikembalikan lagi. Mereka yang menerima terang ini dan yakin, bertanggung-jawab untuk taat kepada perintah ini. Saat krisis besar akhir masalah agama pecah pada umat manusia, kuasa kepausan akan memimpin pasukan dalam melawan Elohim, mengharuskan penyembahan hari pada pertama (Dan. 7:25; Why. 13;16, 17) sebagai tanda binatang itu. Di waktu akan datang ini hari penyembahan akan menjadi sebuah ujian loyalitas bagi Kristus atau antikristus. [Question on Doctrine, pp.149-185]

Mereka yang bukan, sekarang melihat keharusan dari perintah keempat tidak akan dihukum, tetapi nanti pada waktu krisis penyembahan pada hari Minggu akan menjadi alasan yang cukup untuk penghukuman. Kemudian semua yang melakukan perintah-perintah Elohim (Why. 12:17) akan mengikut gereja sisa dalam penyembahan di hari Sabtu... Tidak dapat disangsikan lagi keselamatan di masa yang akan datang adalah oleh iman dan penyembahan di hari Sabtu, oleh anugerah dan memelihara taurat. Sementara saat ini Elohim mengabaikan ketidaktahuan para penyembah hari Minggu, dan tidak melakukanhukuman yang pantas untuk pelanggaran perintah-Nya, para penyembah hari Minggu nyatanya telah berbuat dosa besar. Semua orang Injili masih anak-perempuan Babylon; mereka menerima tanda binatang itu. Ini diramal oleh Herbert S. Bird, "tidak akan diserukan kepada banyak orang untuk menjadi dasar yang kokoh bagi persekutuan Kristen. [Herbert S. Bird,Theology of Seventh-day Adventism, p. 17]

Dan hal itu tidak lebih kokoh untuk menyatakan tanpa kualifikasi bahwa keselamatan adalah oleh anugerah melalui iman. Kasus orang Advent untuk penyembahan hari ketujuh tidak dihalangi. Jika perintah keempat adalah prinsip moral, itu boleh dilakukan dengan menyembah pada satu dari dari tujuh hari, Minggu. Tidak dimanapun juga dalam Perjanjian Baru [PB] menguatkan lagi perintah keempat, meskipun PB mengulangi sembilan perintah yang lain. Sesungguhnya siapapun membuat hari sabat ujian dari persekutuan melanggar PB. Dan dalam konteks Alkitab sabat mingguan tidak dilarang (Kol. 2:13-17; Gal. 4:9-11; Roma 13:8-10; 14:4-6, 10, 12, 13).

Mengingat tradisi berabad-abad dalam mana orang Yahudi para penulis PB sudah jenuh, adalah mengherankan bahwa mereka begitu memberi tekanan pada hari pertama dari minggu itu. Pada hari pertama Yesus bangkit dari kematian (Yoh. 20:1). Ia menampakkan dirinya kepada sepuluh murid pada hari yang sama (Yoh. 20:19). Satu minggu kemudian, Dia menampakkan diri-Nya kepada sebelas murid (Yoh. 20:26). Janji Pentekosta datangnya Roh Kudus terjadi pada hari Minggu (Imamat 23:16). Hari Minggu yang penting itu setelah khotbah pertama memprokla-masi kematian dan kebangkitan Kristus, 3000 orang yang menerima Firman, dibaptis dan ditam-bahkan ke dalam gereja (Kis. 2). Di Troas orang Kristen berkumpul untuk menyembah pada hari pertama dari minggu itu (Kis. 20:6-7). Dan pada hari pertama dari minggu itu orang Korintus membuat kontribusi mereka. Saat hari Sabat diingat bukan saja penciptaan tetapi juga kelepasan ilahi dari Mesir (Ulangan 5:15) adalah tepat bahwa hari pertama memperingati tentang kelepasan yang hebat dari sang Pencipta tentang Kristus yang bangkit dari kubur.

Pergantian dalam hari penyembahan bukan dibuat oleh Paus sebagaimana diklaim oleh orang Advent, berabad-abad setelah masa PB. Itu sudah ada dalam Perjanjian Baru dan hal itu diakui oleh para penulisnya writers segera setelah itu. Referensi bagi penyembahan hari pertama dapat ditemukan pada tulisan-tulisan Ignatius, Penilik Jemaat Antiokhia 110 M; Justin Martyr, 100-165 M; Barnabas, 120-150 M; Irenaeus, I78 M; Bardaisan, 154 M; Tertullian, 200 M; Origen, 225 M; Cyprian, 200-258 M; Peter dari Alexandria, 300 M; dan Eusebius, 315 M (Masehi). [Walter R. Martin,The Truth About Seventh-day Adventism, pp. 153-153]

Fakta-fakta sejarah ini melemahkan seluruh interpretasi orang Advent tentang penyembahan hari pertama sebagai tanda dari Binatang itu. Jika Paus Roma adalah Binatang, tidak ada arti khusus yang dapat dihubungkan pada yang dikatakan orang perubahan hari Penyembahan. Dan penyembahan hari-pertama tidak dapat menjadi suatu "tanda" khusus dari sang Binatang. Hal itu menyusul bahwa tak ada tempat spesial yang dapat diberikan kepada yang memelihara perintah keempat dalam menafsirkannya bagi mereka yang memelihara perintah-perintah Elohim (Why. 14:12). Juga tidak perlu menghubungkan kuasa yang disebut dalam Daniel 7:25 bagi Roma.

Ujian berat dari kesetiaan kepada Tuhan diproklamasikan tersendiri oleh orang Advent bukanlah suatu ujian yang unik, jelas Alkitabiah. Itu adalah sebuah teori yang bermaksud baik, namun membuat laki-laki dan wanita menjadi salah. Tidak ada perbuatan manusia seperti itu yang harus dibuat sebagai dasar iman, mengoyak-ngoyakkan tubuh Kristus. Dan pasti tidak boleh ada teori seperti itu yang harus ditambahkan pada undangan injil yang sederhana. Keselamatan tidak pernah atau tidak akan dikondisikan atas penyembahan hari ketujuh. Dimanapun kita tidak membaca, "Percayalah pada Tuhan Yesus Kristus dan peliharalah hari ketujuh dan kamu tidak akan datang pada penghukuman. " Tetapi berulang kali kita membaca, "Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat. Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya" (Gal. 3:21-22). Biarpun suatu hukum mungkin patut dihargai, ditambahkan pada iman, itu merusak cara keselamatan dari Tuhan. Alkitab mengajar, "Tetapi jika hal ituterjadi karena anugerah, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka anugerah itu bukan lagi anugerah. Tetapi jika itu karena perbuatan, maka hal itu bukan lagi anugerah: sebab jika tidak maka perbuatan itu bukan lagi perbuatan" (Roma 11:6). Banyak seperti yang kita ingin katakan, orang Advent mendasarkan harapan mereka pada anugerah saja, beberapa dari posisi persyaratan diet Perjanjian Lama mereka dan penyembahan hari-ketujuh kelihatannya berlawanan dengannya. Elohim mau bahwa tiap orang Adventmemberi kesaksian tentang Pdt. Don Phil, yang menjadi sadar akan arti sepenuhnya dari anugerah. Dalam satu cerita Power dari perubahan imannya dari Advent-Jemaat Hari Ketujuh ia bersaksi, "Adalah menakjubkan menjadi bebas dari legalisme, dan mengetahui bahwa saya dapat melayani dan memuliakan Dia (Tuhan). [Don Phillips, "Taboo: I was a Seventh-day Adventist", Power, Vol. 22, No. 3 (August 16, 1964), p. 6]

Mengingat ternyata orang Advent tidak konsisten memegang taurat untuk keselamatan, bagaimana Walter R, Martin dapat menyatakan bahwa Adventisme adalah Injili? Penilaian Martin datang dari interprestasinya tentang posisi istilah Arminianisme. Di antara orang Injili ada satu sekolah filsafat yang disebut mengikuti nama James Arminius (1560-1609) yang berlawanan dengan penekanan Calvinisme pada pilihan ilahi dan keselamatan kekal. Pengikut Arminian sering menolah keselamatan kekal, mengajar bahwa seseorang dapat percaya, menikmati hidup yang telah selamat untuk suatu waktu, dan kemudian kehilangan keselamatan oleh ketidak-percayaan. Orang-orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh mengklasifikasikan diri mereka seperti orang Arminian. Dalam Ques­tions onDoctrine mereka mengajar, bahwa Elohim, oleh suatu dekrit kekal dan tidak dapat berubah dalam Kristus sebelum dunia ada, menentukan untuk memilih dari umat manusia yang jatuh dan berdosa kepada kehidupan yang kekal mereka yang melalui anugerah-Nya percaya dalam Yesus Kristus dan bertekun dalam iman dan ketaatan; dan, pada kebalikannya, telah memutuskan untuk menolak orang yang tidak bertobat dan tidak percaya. [Question on Doctrine, p.404]

Nampaknya ini membuat pilihan ilahi bersyarat bukan saja pada iman, tetapi dilanjutkan perbuatan. Dalam penilaian Walter Martin, posisi orang Advent, meski disedikit diwarnai dengan legalisme memiliki akarnya pada posisi dasar Arminian bahwa seseorang menerima keselamatan sebagai pemberian Elohim yang gratis, tetapi kalau ia sudah menerima pemberian ini, orang percaya bertanggung- jawab untuk pemeliharaannya dan jangka-waktu, dan arti utamanya dari menyelesaikan ini adalah "memelihara perintah" atau "taat pada semua hukum Tuhan." [Walter R. Martin,op. cit., p. 205]

Dari interpretasi ini kesimpulan Martin mengikutinya

Karena orang Advent dasarnya adalah Arminian, kita secara logika boleh menarik kesimpulan bahwa dalam suatu pengertian, keselamatan mereka terletak pada dasar legal. Tetapi faktor penyelamatan dalam dilema ialah bahwa oleh kehidupan dan oleh kesaksian seluruh dunia. Seperti orang lain yang disebut Arminian, orang Advent memberikan bukti bahwa mereka telah mengalami "lahir baru" yang adalah hanya oleh anugerah, melalui iman dalam Tuhan kita dan pengorbanan- Nya di atas kayu salib. Seseorang akan tidak berperasaan dan sungguh tak berbelas-kasihan tidak menerima pernyataan mereka tentang ketergantungan pada Kristus saja untuk penebusan, meskipun ada ketidakkonsekwenan dalam system telogia mereka. [Ibid]

Saat menyatakan orang Advent adalah Injili, sebagai penerjemah simpatik seperti Martin akui sistem mereka diwarnai dengan legalisme dan kontradiksi. Tetapi lebih dari melawan kekurangan ini dia mengatur hidup dan pelayanan mereka. Lainnya seperti Bird, Douty dan Hoekema respek kehidupan dan pelayanan tetapi merasakan deviasi doktrinal adalah jauh lebih serius daripada yang antara Calvinisme dan Arminianisme. Dalam menunjuk kesalahan orang Advent, biarpun para penulis ini tidak menganggap Questions on Doctrine wakil dari Adventisme atau gagal membatasi ciri-ciri penginjilan pada kondisi Alkitabiah yang jelas dari kehidupan kekal.

Dalam kontrasnya, studi ini telah mengevaluasi Adventisme Hari Ketujuh yang diwakili oleh Question on Doctrine dan telah menggunakan ujian-ujian yang jelas berkaitan pada penyelamatan untuk menetapkan apakah gerakan ini Injili atau bukan. Lalu bagaimana, hasil dari standar-standar ini?

Posisi orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh adalah Injili berkaitan pada pernyataan tentang prioritas berita injil, keilahian dari inkarnasi Kristus, subsitusi penebusan-Nya, kebangkitan- Nya dari kematian dan perlunya iman pribadi di dalam Kristus.

Seseorang hampir tidak mengakui banyak kesesuaian dengan teologi Injili dan ortodoks dan pada saat yang sama menggolongkan orang Advent dengan bidat yang menolak prioritas Injil, keilahian Yesus Kristus, perlunya penebusan subsitusi, kebangkitan secara tubuh atau pentingnya iman peribadi. Dalam segala kejujuran nampaknya terlalu kasar untuk menggolongkan Adventisme-Hari Ketujuh dengan Saksi Yehova, Mormonisme, dan Christian Science.

Namun ada alasan yang tinggal untuk bertanya, apakah Adventisme Hari Ketujuh adalah Injili sehubungan dengan suatu sumber kebenaran yang mutlak lain dari pada Alkitab (tulisan-tulisan Ny. White), ajaran tentang penghakiman penyelidikan (investigative judgment) mengurangi penebusan Kristus yang sempurna,dan perlunya memelihara taurat sebagai syarat pembenaran.

Apakah perbedaan-perbedaan ini adalah khas dari yang diantara orang Calvinis dan Arminian dalam ajaran Injili? Bila seseorang menolak bahwa Adventisme adalah Injili, apakah ia meniadakan semua yang menolak keselamatan kekal dari ajaran Injili? Perbedaan-perbedaan ini, pada semua tiga kasus bukan khas Arminianisme. Orang Arminianbukan lembaga dari tulisan seperti tulisan Ny. White, orang Arminian tidak membangun suatu ajaran seperti itu tentang tempat kudus sorgawi atau pendapat yang mencurigakan kesempurnaan karya Kristus di Kal­vari. Dan orang Arminian tidak membuat suatu penggunaan legal apapun dari perintah-perintah itu sebagai satu keseluruhan atau khususnya perintah keempat. Interpretasi yang mengambil doktrin Adventisme menjadi Arminian - malah pada Questions on Doctrine - nampaknya terlalu bebas.

Jika Adventisme bukan ajaran Injili yang giat atau ajaran khas bidat maka bagaimana itu akan diklasifikasikan? Buktinya menyokong penilaian Dr. Lindsell bahwa itu mirip ajaran Roma. Seperti ajaran Roma Katolik, Adventisme telah menambah pada Alkitab satu bentuk tradisi yang nampaknya enggan dibatalkan. Seperti ajaran Roma, Adventisme menurunkan nilai karya penebusan Kristus yang lengkap dan seperti ajaran Roma, Adventisme menambah pada anugerah perlunya perbuatan manusia sebagai syarat keselamatan. Tak perlu dikatakan, Adventisme dan Romanisme keduanya kedua-duanya menyatakan keilahian Kristus, penebusan-Nya bagi orang berdosa, dan kebangkitan- Nya dari kematian. Dalam hal-hal lain sistem mereka mungkin tidak dapat disamakan kecuali dalam menegaskanbahwa Paus merubah hari penyembahan, tetapi ini adalah sangat berarti.

Kesalahan Romanisme dan Adventisme menyerupai kesalahan orangGalatia. Menambah pada wewenang kerasulan, orang Galatia yang memulai dengan anugerah diberitahukan jangan meneruskan di dalam daging (Gal. 3:3). Mereka memberi dasar kepada mereka yang akan menyelewengkan Injil (1:7). Terapi tidak ada dua Injil. Hanya satu pesan dapat dikenal dengan injil Kristus dengan yang Paulus telah sampaikan kepada mereka. Itu bukan injil seorang manusia - Paulus menerimanya bukan dari manusia tetapi dari Tuhan (1:11-12). Ketika injil itu terancam bahaya oleh orang lain yang mempercayainya tetapi menambahkan persyaratan Perjanjian Lama tentang sunat; Paulus bertanya, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara non-Yahudi untuk hidup secara Yahudi (2:14)?

Orang Advent dibawah pengaruh yang melebihi Alkitab (Ny. White) nampaknya mirip untuk menyesatkan injil dengan meminta orang non-Yahudi untuk hidup pada hari sabat seperti orang Yahudi. Paulus menekankan fakta bahwa seseorang tidaklah menjadi benar karena perbuatan hukum taurat, tetapi melalui iman dalam Kristus. Dengan melakukan hukum taurat, Paulus menekankan, tidak ada seorangpun dibenarkan (2:16). Lalu dia berdebat bila kebenaran adalah melalui taurat, Kristus maka sia-sialah kematian Kristus (2:21), dan bahwa tiap orang yang berpikir ia dapat diselamatkan oleh taurat, jika ia tidak mentaati semua hukum taurat, sudah berada di bawah kutuk (3:10). Betapa suatu tragedi bila orang Advent kini menemukan dirinya dibawah kutuk itu ketika dahulu kala Kristus telah membebaskan kita darinya dengan menjadi kutuk karena kita (3:13)! Kita bukanlah anak-anak dari perempuan budak yang melambangkan Gunung Sinai (4:24) dan duniawi tetapi kita adalah anak-anak dari perempuan merdeka dan anak-anaknya.

Walaupun mungkin ada persetujuan sebaliknya, kematian Kristus tidak berguna bagi mereka yang mengandalkan pada sunat atau memelihara Sabat (5:2). Yang sasarannya pada pembenaran dengan memelihara-taurat telah terpisah dari Kristus dan sudah di luar kasih karunia [anugerah] (5:3-4). Sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan roti. Orang-orang percaya memimpin hidup mereka bukan menurut kehendak daging, tetapi oleh Roh. Tetapi mereka yang dituntun oleh Roh tidak di bawah hukum taurat (5:18). Sebab bahkan memelihara taurat Tuhan mungkin dimotivasi oleh keinginan daging (6: 12-13). Dengan Paulus kebanggaan kita haruslah pada salib Kristus. Apa yang berarti bukanlah memelihara hari Sabtu atau Minggu, tetapi ciptaan baru (6:15).


Maka perhatian besar orang Injili, adalah untuk pribadi-pribadi di Adventisme menjadi ciptaan baru. Apapun evaluasi tentang Adventisme secara umum, orang Injili harus menghadapi individu orang Advent dengan satu-satunya injil sejati. Apabila seorang Advent akan mengakui bahwa Ny. White berbuat keliru, bahwa tidak ada catatan di sorga mungkin dapat membawa seorang percaya kedalam penghukuman, dan bahwa pekerjaan-pekerjaan hukum taurat seperti memelihara Sabat bukanlah persyaratan yang penting dari keselamatan, maka hal-hal lainnya menjadi sama, ia harus diakui seorang Injili. Di lain pihak, jika orang Advent itu tetap membela Ny. White tidak dapat berbuat salah, investigasi penghakiman dan pentingnya diet Perjanjian Lama dan pememeliharaan hari Sabat, maka ia memilih bagi dirinya sendiri bidat orang Galatia dan menempatkan dirinya di bawah kutuk hukum taurat (Gal. 3:10) dan memberitakan suatu injil lain (Gal. 1:8-9).