Minggu, 27 Februari 2011

Berpacaran dan Berkencan

Apakah perbedaan antara berpacaran dan berkencan, dan apakah yang satu lebih alkitabiah daripada yang lain? Kita sedang hidup di dunia yang telah mengalami degradasi moral yang parah dimana banyak sekali istilah dan kata telah kehilangan makna dan arti yang sebenarnya. Sebelum kita mengambil kesimpulan, alangkah baiknya kita terlebih dulu mencari definisi yang tepat mengenai berpacaran dan berkencan. Definisi keduanya akan menjawab pertanyaan ini.

Definisi Berpacaran & Berkencan

Berpacaran dimulai ketika seorang pria lajang mendekati seorang wanita lajang dengan meminta izin dari ayah wanita tersebut, dan kemudian menjalin hubungan dengan wanita itu di bawah otoritas sang ayah, keluarganya, atau gerejanya, atau yang mana pun yang paling sesuai.

Berkencan merupakan pendekatan yang lebih modern, dimulai ketika baik si pria maupun si wanita berinisiatif menjalin satu hubungan yang lebih dari sekedar teman, dan kemudian mereka melakukan hubungan tersebut di luar pengawasan dan otoritas apa pun (Scott Croft, Sex dan Pria lajang).

Senin, 21 Februari 2011

Bernilaikah Harta Benda Milik Anda?

Kita semua memiliki benda. Kita melihatnya, menginginkannya, membelinya, memajangnya, mengasuransikannya, dan membandingkannya dengan benda milik orang lain. Entah mereka memiliki banyak atau sedikit barang, kita membicarakan tentang bahwa kita merasa iri atau memberikan penilaian terhadap koleksi benda-benda orang lain. Kita sendiri memiliki sedikit koleksi. Kita membayangkan jika tumpukan barang itu sedikit lebih besar, kita akan merasa sukses atau aman.

Anda mendapatkan rumah, kemudian anda harus membeli barang-barang untuk mengisinya. Anda terus membeli barang-barang dan anda membutuhkan rumah yang lebih besar. Kendati, rumah itu juga hanyalah tumpukan barang yang dibungkus. Beberapa orang bisa bertahan hidup tanpa memiliki satu pun barang-barang itu. Yesus contohnya (Matius 8:20).

Di Amerika saat ini ada lebih dari 30.000 fasilitas penyimpanan pribadi di kota yang menawarkan lebih dari satu miliar m² tempat kepada masyarakat untuk menyimpan darang-barang mereka. Padahal pada tahun 1960-an, tidak ada industri semacam ini. Saat ini kita menghabiskan 12 miliar dolar setahun hanya untuk membayar seseorang untuk menyimpan barang-barang ekstra kita! Industri ini lebih besar daripada industri musik.

Selasa, 15 Februari 2011

MENJUAL SELURUH MILIKNYA

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu" (Mat.13:44-46)

Karena ada kata-kata yang persis sama dari kedua perumpamaan ini yaitu “menjual seluruh miliknya” maka penulis memberi judul artikel ini Menjual Seluruh Miliknya.

Rabu, 09 Februari 2011

-*- STANDAR MORAL PACARAN YANG ALKITABIAH -*-

Untuk membedakan apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan ketika kita berpacaran, Tuhan memberikan batasan yang jelas. Dia tak pernah takut untuk menyebut dosa sebagai dosa. Mari kita lihat apa yang Alkitab katakan tentang hal ini. (Anda mungkin ingin mencari ayat-ayat ini di Alkitab Anda sendiri dan menggarisbawahinya.) Mazmur 101:2,3 Galatia 5: 16-21 Mazmur 119:9,11 Galatia 6:7,8 Ayub 31:1 Efesus 5:3-5 Matius 5:27-29 1Tesalonika 4:3-8 Matius 7:13,14 2Timotius 2:22 1Korintus 6:9,10 Wahyu 18:4,5 1Korintus 6:18-20 Wahyu 22:14,15 Standar moral Tuhan adalah satu-satunya standar moral yang kita butuhkan.
Bahkan pada suatu hari nanti ketika generasi penerus kita menjadi buta seolah-olah tidak ada standar moral seperti itu, kita harus menegakkannya dan menjadikan itu sebagai bagian dari kita. Elaine Battles, seorang misionaris, pernah berkata, “Hanya ikan mati yang mengapung dan terbawa arus sampai ke hilir.” Anak muda harus hidup dan bersemangat untuk bisa berenang melawan arus. -*-

Kamis, 03 Februari 2011

BELILAH KEBENARAN

Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian (Amsal 23:23).

Ayat ini terdengar agak mengejutkan. Dan pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan di benak pembaca. Kebenaran apakah yang Salomo suruh beli? Bagaimanakah cara membeli kebenaran? Dan berbagai-bagai pertanyaan lain lagi.

Kebenaran yang dimaksudkan oleh Salomo tentu bukan sembarangan kebenaran. Pada dasarnya hakekat kebenaran itu sendiri adalah Allah sendiri karena Dia adalah Allah yang benar. Tuhan Yesus berkata bahwa Dirinya adalah kebenaran (Yoh. 14:6). The ultimate-end dari semua usaha pencarian kebenaran seharusnya berakhir pada Allah yang benar. Rasul Yohanes menulis, “akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal” (I Yoh. 5:20).