Sabtu, 08 Agustus 2009

Dont Miss It: Kongres Kristen Fundamental 17-20 Agt



bertempat di GITS Seminary, Info lengkap bisa dibaca di SINI dan Jadwal acara lengkap di SINI

Kongres Fundamentalis Kristen Indonesia

17-20 Agustus 2009 di Graphe, Jakarta

Jl. Danau Agung 2, No. 5-7
Sunter, Jakarta Utara 14360, INDONESIA

Silakan menghubungi: Yuliana, GITS (021 6471-4156)

Berita Mingguan 8 Agustus 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes

Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw

Graphe International Theological Seminary

(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)

Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

REVEREND IKE, PENGKHOTBAH BAPTIS YANG SESAT, MENINGGAL

Frederick Eikerenkoetter II, yang lebih dikenal sebagai Reverend Ike, meninggal pada tanggal 28 Juli pada usia 74 tahun. Ia mendirikan United Church Science of Living Institute yang bermarkas di kota New York, dan membangun suatu kerajaan jutaan dolar melalui pesan kemakmurannya yang tidak malu-malu, yang ia sebut "psikologi gambar-diri positif," "ilmu pengetahuan tentang hidup," atau "thinkonomics. " Pada puncak kesuksesannya di tahun 1970an, ia memiliki audiens sebanyak 2,5 juta orang ("Reverend Ike," New York Times, 29 Juli 2009). Pada tahun 1980an, ada seseorang yang mengirimi kami kaset video dari salah satu acara televisi Reverend Ike, yang isinya sungguh mengagetkan. Acara yang direkam itu lengkap dengan fitur seorang yang berjalan di atas api, dan setelah orang itu menunjukkan kebolehannya, Reverend Ike dengan semangat mengumumkan, "Orang ini berjalan di atas api; Yesus berjalan di atas air; Reverend Ike berjalan di atas UANG!!!" Pada akhir acara itu, ia menyuruh salah satu putranya untuk menjawab telepon sementara ia sendiri melempar-lempar sebuah koin yang ditulisi "keberuntungan" di satu sisi dan "berkat" di sisi lain. Sementara ia melempar-lempar koin itu ia menghimbau para pendengarnya untuk menelpon dan memberi sumbangan agar mereka dapat diberkati, sambil ia berkata, "Kalian tidak bisa rugi dengan hal-hal yang saya lakukan ini!" Hal yang tersedih mengenai Reverend Ike adalah bahwa ayahnya seorang gembala sidang Baptis dan dia pernah menjadi asisten ayahnya pada masa remajanya. Namun demikian, entah di suatu titik mana, dia menolak Injil keselamatan yang Alkitabiah melalui darah Kristus, dan ia menolak jalur pelayanan Kristiani yang menuntut pengorbanan diri, "merasa bahwa pesan tradisional Kristen terlalu sempit," dan bertekad untuk sukses besar dengan injil kemakmuran versinya sendiri. Ia memang sukses menjadi kaya, tetapi seperti yang dikatakan Yesus, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?" (Mat 16:26). (Banyak dari doktrin Reverend Ike sepertinya diadaptasi dari Norman Vincent Peale).

HOMOSEKSUAL DICANANGKAN UNTUK MENJABAT PENILIK DI GEREJA EPISKOPAL

Seorang homoseksual dan seorang lesbian adalah bagian dari enam orang kandidat untuk jabatan penilik di Gereja Episkopal di Los Angeles, California. John Kirkley dari San Francisco dan Mary Glasspoll dari Baltimore, yang dicanangkan tanggal 2 Agustus, akan menghadapi pemilihan di bulan Desember, saat mana dua dari antara enam orang kandidat akan dipilih. J. Bruno, penilik dari wilayah Los Angeles berkata, "Saya mengukuhkan setiap dan semua dari kandidat-kandidat ini, dan saya senang dengan keragaman yang luas yang mereka tawarkan di wilayah ini" ("Gay, Lesbian Priests among Bishop Nominees," Los Angeles Times, 3 Agustus 2009). Agar tidak ketinggalan dalam perlombaan melanggar Firman Tuhan, Wilayah Episkopal Minnesota juga telah mencanangkan seorang lesbian ke daftar tiga orang kandidatnya untuk jabatan penilik. Yudas berkata, " Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus. 4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus" (Yudas 1:3-4).


PROMISE KEEPER MASIH MENYERUKAN PERSATUAN

Bill McCartney, pendiri dari Promise Keeper 20 tahun silam, masih mencoba untuk membangkitkan organisasi tersebut dari kematian perlahan yang terjadi satu dekade terakhir. McCartney mundur pada tahun 2003, tetapi dia tahun ini masuk lagi ke jajaran pengurus, dan pada awal Agustus, sebuah acara Promise Keeper di stadium Boulder, Colorado, menjaring 10.000 orang. McCartney mengklaim bahwa dia telah "menerima panggilan yang jelas dari Allah untuk memulai lagi pelayanan ini" ("Promise Keepers Return," Christian Post, 3 Agus. 2009), dan bahwa dia masih mendorong "persatuan gereja." Di Boulder, McCartney berdoa, "Tuhan, Engkau tidak datang kembali demi sebuah gereja yang terpecah. Engkau datang kembali demi sebuah gereja di mana hati semua orang terjalin bersama." Ini adalah suatu ketidaktahuan mengenai nubuat-nubuat dalam Alkitab sendiri mengenai perjalanan zaman gereja. Para Rasul memperingatkan bahwa "sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan" (2 Tim. 3:13). Perjalanan zaman gereja adalah peningkatan kesesatan. "Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng" (2 Tim. 4:3-4). Sungguh tidak mungkin untuk tetap setia kepada kebenaran Firman Allah dan pada saat yang sama menciptakan persatuan semua orang yang mengaku Kristen di zaman yang penuh kesesatan ini. Tuhan Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Luk. 18:8). Jawaban yang Alkitabiah adalah "tidak banyak"!

SEPARASI DAN PENDIDIKAN ANAK

Berikut ini disadur dari Training Your Children to Turn out Right, sebuah buku yang sangat bagus oleh David Sorenson (Northstar Ministries, 1820 W. Morgan St., Duluth, MN 55811, 218-726-0209, www.northstarminist ries.com, dhs.northstar@ charter.net) -- "Semakin dekat keluarga Kristen dengan dunia, semakin besar kemungkinannya dunia mendapatkan anak-anak mereka. Anda bermain dengan api, dan yang paling rugi adalah anak-anak anda. Dunia adalah sistemnya Setan. Ia dapat didefinisikan sebagai masyarakat dan kebudayaan orang-orang fasik.....Banyak orang tua Kristen bisa saja mengklaim menjauhkan diri dari dunia, tetapi mereka masih suka bernakal-nakalan dengan hal-hal yang ada dalam dunia. Hal-hal duniawi adalah umpan yang Setan pakai untuk menangkap anak-anakmu. Hati-hati!.. ...Selama bertahun-tahun, saya dengan taat menerima prinsip separasi dengan cara yang acuh tak acuh. Saya tahu Alkitab mengajarkan bahwa kita seharusnya kudus. Tumbuh besar di keluarga gembala sidang Baptis fundamental, saya tahu semua standar "tidak boleh begini dan tidak boleh begitu, karena itu duniawi." Namun, sedikit demi sedikit Tuhan membuka mata saya kepada sisi praktis dan kasih Allah dalam hal prinsip separasi. Ketika saya menjadi orang tua, saya menjadi sadar akan suatu spektrum yang baru – betapa praktisnya prinsip separasi dalam hal membesarkan anak-anak saya.....Dalam Ulangan 5:29, Allah Yehovah berbicara langsung melalui Musa kepada Israel, "Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya! " Saya mulai mengerti bahwa prinsip-prinsip dan perintah-perintah dalam Firman Allah bagi umatNya, bukanlah "Janganlah begini...Janganlah begitu" yang asal-asalan. Semuanya adalah untuk kebaikan kita dan terutama untuk kebaikan anak-anak kita." (Training Your Children to Turn Out Right, 1995, hal. 91, 94).

Minggu, 02 Agustus 2009

Berita Mingguan 01 Agustus 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes

Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw

Graphe International Theological Seminary

Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

DAWKINS MENSPONSORI KAMP MUSIM PANAS PERTAMA UNTUK ATHEISME
Richard Dawkins, penulis dari buku "The God Delusion," mensponsori kamp musim panas pertama di Inggris yang mempromosikan atheisme di antara anak-anak. Kamp dengan tema "It's Beyond Belief" tersebut, yang mulai berjalan minggu ini, adalah untuk anak-anak usia delapan hingga tujuh belas tahun, dan berisikan pelajaran-pelajaran evolusi dan nyanyi bersama lagu John Lennon "Imagine," yang menggambarkan tidak adanya agama, surga dan neraka ("Dawkins Sets up Kids' Camp to Groom Atheists," The Sunday Times, 28 Juni 2009). Walaupun kebanyakan doktrin dan praktek yang dilakukan oleh "agama-agama" di dunia ini tidak lain adalah mitologi, namun memang ada seorang Allah pencipta dan ada surga dan neraka. Alkitab tidak berusaha untuk membuktikan eksistensi Allah karena manusia secara instingtif tahu bahwa Dia ada. Fakta ini tertulis di alam semesta dan di hati manusia. Alkitab lebih lanjut mengatakan bahwa orang bebal mengatakan tidak ada Allah (Maz. 14:1; 53:1).

SEORANG WANITA KRISTEN DILAPORKAN DIHUKUM MATI DI KOREA UTARA
Berikut ini disadur dari "Activists Claim Christian Woman Executed," Associated Press, 24 Juli 2009: "Korea Utara menghukum mati seorang wanita Kristen di hadapan publik bulan lalu karena dia menyebarkan Alkitab, yang dilarang di negara Komunis tersebut, kata para aktivis Korea Selatan hari Jumat. Ri Hyon Ok, 33 tahun, juga dituduh melakukan kegiatan mata-mata untuk Korea Selatan dan Amerika Serikat, dan mengorganisir penentangan [terhadap pemerintah]. Dia dihukum mati di kota Ryongchon di sebelah barat laut dekat dengan perbatasan Cina pada tanggal 16 Juni, menurut sebuah laporan dari aliansi lusinan grup anti Korea Utara. Orang tua, suami, dan ketiga anak Ri dikirim ke kamp tahanan politis di kota Hoeryong di timur laut pada hari berikutnya, demikian informasi laporan tersebut, yang mengutip dokumen-dokumen tidak bernama yang didapatkan dari Korea Utara....'Korea Utara sepertinya menilai bahwa kekuatan-kekuatan Kristiani dapat menjadi ancaman bagi kekuasaannya, ' Do Hee-youn, seorang pemimpin aktivis, memberitahukan para reporter, dan mengklaim bahwa hukuman mati publik, penangkapan dan penahanan orang-orang Korea Utara sering sekali terjadi. Komisi Penyelidikan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan juga mengungkapkan dalam laporannya bahwa pada bulan Maret, agen-agen sekuriti Korea Utara menangkap Seo Kum Ok, 30 tahun, seorang wanita Kristen juga, di sebuah kota dekat Ryongchon dan menyiksanya. Agen-agen tersebut menuduh bahwa dia sedang mencoba memata-matai sebuah situs nuklir dan menyerahkan informasi kepada Korea Selatan dan Amerika. Laporan itu menyatakan bahwa tidak jelas apakah dia masih hidup. Suaminya juga ditangkap dan kedua anaknya menghilang."

SEPULUH ORANG KRISTEN DIBUNUH TAHUN INI DI SOMALIA
Berikut ini disadur dari The Baptist Press, 22 Juli 2009: "Para militan Islam di Somalia telah membunuh delapan orang Kristen tahun ini, bersama dengan dua anak lelaki seorang pemimpin Kristen, menurut laporan dari Reuters Afrika dan Compass Direct News. Sembilan dari 10 korban itu dipenggal kepala, menurut laporan. Pembunuhan-pembunuh an tersebut berakar dari gerakan para pemberontak ekstrimis al Shabaab untuk menjatuhkan pemerintah sementara Somalia yang condong ke Barat, dan untuk menegakkan hukum sharia (Islam) di daerah-daerah kekuasaan mereka di ibukota negara Afrika tersebut, Mogadishu, dan di Somalia selatan, menurut laporan..... Compass [menyatakan] bahwa al Shabaab, diperkuat oleh pasukan asing yang dilaporkan berkaitan dengan al-Qaida, sedang memonitor para petobat yang meninggalkan Islam dan bermaksud untuk 'membersihkan orang Kristen' terutama [dari daerah] di mana para pekerja Kristen telah memberikan pertolongan medis melalui rumah sakit-rumah sakit yang dijalankan oleh orang Kristen."

ORANG TUA, TUNTUTLAH KETAATAN
Berikut ini disadur dari Training Your Children to Turn out Right, sebuah buku yang sangat bagus oleh David Sorenson (Northstar Ministries, 1820 W. Morgan St., Duluth, MN 55811, 218-726-0209, www.northstarminist ries.com, dhs.northstar@ charter.net) -- "Izinkan saya untuk mengusulkan tiga aturan yang absolut, penting, dan mendasar bagi keluargamua. Jangan menolerir penyimpangan apa pun dari aturan-aturan dasar ini. (1) Kita selalu taat. Sangat sedikit hal dalam kehidupan keluarga yang lebih mendasar daripada mengajar anak-anak untuk taat. Kita harus selalu secara positif dan absolut mengharapkan anak-anak kita untuk taat ketika mereka diberikan suatu instruksi yang jelas (Efesus 6:1)...Jika anak-anak secara konsisten tidak taat, maka artinya orang tua, di suatu titik, telah gagal mendidik mereka untuk taat.....Kami secara positif menuntut bahwa anak-anak kami menaati kami. Jika mereka tidak taat, ada konsekuensi yang langsung dan konsisten. Setiap kali. Setiap kali! Ketaatan sangatlah penting. Ketaatan bukan hanya penting untuk menjaga keteraturan dalam hidup seorang anak, tetapi juga memiliki implikasi rohani yang sangat dalam....ketika anak-anak menjadi terbiasa tidak taat kepada orang tua mereka, dan tidak terjadi apa-apa, mereka sangat mungkin akan mengambil sikap yang sama terhadap kehendak Allah....Orang tua, kalian akan memberkati anak-anak kalian secara rohani jika kalian mengharuskan ketaatan. Kalian mendirikan suatu kebiasaan dalam hidup mereka untuk taat kepada Allah sambil mereka tumbuh dewasa dan menjadi independen.. ..Mengharuskan ketaatan adalah cara dasar mendidik seorang anak untuk mengekang sifat lamanya ke bawah kuasa standar yang benar....Di rumah kami, ketika salah satu anak secara jelas dan terbuka tidak taat, hal itu diselesaikan dengan segera. Tidak ada mencari-cari alasan....Tidak ada debat.....Jika salah satu anak dihukum karena tidak taat, kami selalu memastikan bahwa dia mengerti hukumannya adalah karena dia tidak taat" (Training Your Children to Turn Out Right, 1995, hal. 62-64).


PARA INSINYUR LEBAH YANG LUAR BIASA
Berikut ini disadur dari Creation Moments, http://www.creationmoments.net/radio/transcript.php?t=2179:

"Struktur sarang lebah yang luar biasa telah memukau para ilmuwan selama ribuan tahun. Di abad yang ketiga, Pappus dari Alexandria, seorang astronomer dan ahli geometri, menjadi orang pertama yang memberikan penjelasan mengapa sarang lebah memiliki bentuk heksagonal. Pappus menjelaskan bahwa hanya ada tiga bentuk yang bisa menjadi kandidat sebuah sel di sarang lebah -- segitiga, persegi, dan heksagonal. Bentuk-bentuk lain akan meninggalkan ruang-ruang kosong yang tidak berguna antara satu sel dengan sel lainnya. Pappus mengobservasi bahwa heksagon dapat memuat lebih banyak madu dalam luas daerah yang sama dengan sebuah persegi ataupun segitiga. Bentuk ini juga memerlukan lebih sedikit lilin untuk membangunnya, dan sisi-sisi yang dipakai bersama antara dua heksagon akan semakin mengurangi lagi penggunaan lilin. Namun, barulah seiring dengan perkembangan kalkulus modern para ilmuwan dapat mengapresiasi secara penuh bentuk penutup pada ujung sarang lebah. Setiap sel ditutup oleh sebuah piramid yang terdiri dari tiga rhombus. Matematika yang kompleks menunjukkan bahwa bentuk ini juga memerlukan lilin yang paling sedikit untuk konstruksinya dan memungkinkan sel-sel sarang lebah berdempetan satu sama lain tanpa membuang-buang tempat. Para ilmuwan modern yang menerima evolusi, berbicara mengenai desain sarang lebah sebagai suatu pencapaian hebat para lebah. Tetapi kesimpulan yang lebih masuk akal cukup jelas. Prisma bersisi dua belas, yaitu enam sisi plus kedua ujung dari sarang lebah, adalah kesaksian yang indah akan hikmat matematika dari sang Pencipta sendiri!"

CALVINISME: SINYAL YANG MENYESATKAN

Terlalu banyak hal negatif mengenai Calvinisme yang bisa ditulis sehingga mustahil bisa dilakukan dalam sebuah artikel singkat dalam buletin ini. Namun agar pembaca bisa mengerti sedikit alasan Lawrence M. Vance, Ph.D mengatakan bahwa Calvinisme adalah wabah terdahsyat yang menimpa kekristenan, maka kita hanya akan membahas beberapa kesalahan utama Calvinisme, dan sisanya anda dipersilakan melihat di SINI dan berbagai situs lain.

John Calvin mengajarkan bahwa Allah dalam SATU dekrit telah menetapkan segala sesuatu tanpa kecuali. Tanpa perlu memiliki kemampuan berpikir yang terlalu canggih seseorang sudah dapat menyimpulkan berarti termasuk menetapkan Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, menetapkan seorang gadis diperkosa lima orang, menetapkan kakek atau ayah seseorang tidak masuk sorga. Allah juga telah menetapkan seseorang ditipu, menetapkan seseorang bangkrut, menetapkan kerusuhan 14 Mei 1998, serta menetapkan toko atau rumah seseorang dibakar. Inilah inti dari ajaranPREDESTINASI dari Calvinisme.

Bahkan John Calvin membuat pernyataan:

“Again, I ask: whence does it happen that Adam’s fall irremediably involved so many peoples, together with their infants offspring, in eternal death unless because it so pleased God? Here their tongues, otherwise to loquacious, must become mute. The decree is dreadful indeed, I confess. Yet no one can deny that God foreknew what end man was to have before he created him, and consequently foreknow because he do ordained by his decree. [John Calvin, Institutes of the Christian Religion. Ed. by John T. Mcneil. Trans. by Ford Lewis Battles (Philadelphia: The westminster Press, 1960), p.995 (III.xxi.5).]

(Terjemahan bebas) Lagi, saya bertanya: darimana itu terjadi bahwa kejatuhan Adam yang tak dapat diperbaiki melibatkan begitu banyak orang, bersama bayi keturunan mereka dalam binasa kekal kecuali karena itu sangat dikenan Allah? Di sini lidah mereka yang suka berbicara harus tak berbunyi… Dekrit itu memang mengerikan, saya mengakuinya. Namun tidak ada orang yang dapat menyangkal bahwa Allah tahu dulu akhir seseorang sebelum Ia menciptakannya, dan secara konsekuen tahu dulu karena Ia yang menetapkannya dengan dekritNya.

Jelas kita tidak menyangkal bahwa Allah maha tahu sehingga Ia tahu dari kekal hingga kekal. Namun sama sekali tidak adakebenarannya bahwa Allah tahu karena Allah telah menetapkannya. Kita percaya bahwaAllah tahu ada banyak kejahatan akan terjadi dan Allah tahu bahwa Adam dan Hawa akan jatuh ke dalam dosa, tetapi bukan Allah yang menetapkan mereka berdosa dan berbagai kejahatan yang terjadi. Semua kejahatan terjadi karena ketetapan Allah menciptakanmanusia yang bisa berpikir, sadar diri, dan berkehendak bebas. John Calvin memfitnah Allah dengan menyatakan bahwa Allah senang Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Seharusnya Allah sangat tidak senang bahkan Allah tidak senang manusia jatuh ke dalam dosa. Allah bahkan benci kepada kecongkakan (Amos 6:8).

Karena konsep Calvinis percaya bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu termasuk menetapkan niat jahat dan segala perbuatan jahat, maka muncul penolakan akal sehat dari manusia yang bisa berpikir. Sehingga kita sering mendengar orang berkata, “jika ada Allah, mengapa ada banyak kejahatan?” Pertanyaan ini timbul sebagai akibat Calvinisme, sebab jika Allah mengontrol segala sesuatu, dan manusia tidak berpikir, dan tidak berkehendak bebas, sementara kejahatan sedemikian pekat, maka tinggal dua kemungkinan yaitu tidak ada Allah, atau ada Allah, tetapiAllah yang jahat.

Akhirnya, daripada percaya ada Allah yang jahat, yang menetapkan berbagai kejahatan, lebih tidak seram dan lebih masuk akal untuk percaya tidak ada Allah sama sekali. Inilah sebabnya mengapa Calvinisme menjadi faktor yang menghancurkan kekristenan di Eropa, dan kini sedang menghancurkan kekristenan di Amerika. Calvinisme telah menyemai benih atheisme bahkan lebih buruk lagi menyemai benih kebencian kepada Allah. Ternyata Allahnya Calvinis sakit jiwa karena sebelum Iamenciptakan manusia Ia telah berketetapan manusia itu jatuh ke dalam dosa dan kemudian Ia menetapkan untuk menyelamatkan sebagian mereka demi kesenangannya dan membiarkan sebagian binasa tanpa sebab.

Predestinasinya John Calvin mengajarkan bahwa Allah telah menetapkan sejumlah orang masuk Sorga dan sejumlah yang lain ke Neraka secara unconditional (tanpa sebab). Secara akal sehat bisa ditarik kesimpulan bahwa jumlah orang Papua yang akan masuk Sorga sudah fixed, tidak akan bertambah atau berkurang lagi. Ketetapan ini dilakukan di dalam kekekalan sebelum ada orang Papua bahkan sebelum penciptaan Adam.

Dari pengajaran demikian bisakah kita simpulkan bahwa segala usaha dan kerajinan untuk memberitakan Injil di tanah Papua adalah usaha sia-sia? Para Calvinis berseru Tidak! Kan kita tidak tahu siapa yang dipilih dan siapa yang tidak! Baik, sekalipun kita tidak tahu siapa dipilih dan siapa yang tidak, kalau kita tidak beritakan Injil, apakah itu akan mengurangi orang Papua masuk Sorga? Kalau jawabannya ‘tidak’ berhubung telah ditetapkan dalam kekekalan, lalu bukankah usaha pemberitaan Injil itu pekerjaan tambahan yang sesungguhnya tidak perlu?

Kita tahu bahwa Allah menciptakan manusia yang diberi akal budi, kesadaran diri dan kehendak bebas. Untuk apa? Allah ingin disembah oleh makhluk yang bisa membuat keputusan dari dirinya. Tidak ada orang yang ingin dipuji robot, tetapi mau dipuji manusia yang bisa memilih menentang atau memuji.

Akhirnya manusia jatuh ke dalam dosa, yaitu memutuskan sesuatu yang jahat terhadap Allah. Karena manusia berdosa maka harus ada penghukuman atas dosa. Dan hukumannya telah Allah umumkan yaitu mati. Itulah sebabnya manusia harus mati dan terpisah dari Allah. Namun Allah berjanji untuk mengirim Juruselamat yang akan dihukumkan menggantikan manusia. Adam dan Hawa yang berdosa harus mengaku salah dan menyesali kesalahan mereka dan percaya kepada Juruselamat yang akan datang untuk menggantikan mereka dihukumkan.

Setiap orang di zaman PL yang mau masuk Sorga harus bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang akan datang. Dan setiap orang PB yang mau masuk Sorga harus bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang sudah datang. Itulah sebabnya pada zaman PL berita tentang Juruselamat yang akan datang sangat penting, demikian juga berita tentang Juruselamat yang sudah datang dan dihukumkan penting bagi manusia zaman PB.

Pengajaran Calvinisme adalah sinyal yang salah yang menyesatkan manusia, dan menghancurkan gereja. Saksi Jehovah,Mormon, dan semua bidat ditahan di luar gereja, namun Calvinisme dibawa masuk. Itulah sebabnya Lawrence Vance berkatabahwa Calvinisme adalah wabah terhadap kekristenan. Dengan College dan Seminary Reformed, serta gereja Reformed, Calvinisme ini disebarkan ke seluruh dunia.

Lalu pendukung Calvinisme berkata bahwa saya memfitnah mereka. Benarkah ?Bukankah yang saya kutip adalah pernyataan John Calvin sendiri bahwa Allah menetapkan segala sesuatu dalam satu dekrit dan Allahmenetapkan bahkan senang dengan kejatuhan Adam? Mengapa anda tidak enak ketika pernyataan Calvin diekspos dan ditarik konsekuensi logisnya jika itu benar? Bukan­kah anda seharusnya bangga atas pernyataan Calvin bahwa Allah senang Adam jatuh ke dalam dosa? Ada juga yang berseru, anda tidak mengerti Calvinisme, anda salah mengerti Calvinisme! Kalau begitu, benar sekali kata Dave Hunt bahwa Calvinisme, adalah sesuatu yang tidak bisa dimengerti karena sangat kontradiktif, dan sangat ber­tentangan dengan akal sehat. Ia hanya bisa diyakini secara membabi buta. Dan saya tidak rela menjadi babi yang buta karena saya manusia yang berakal budi. Apakah anda juga manusia yang berakal budi, berkesadaran diri, dan berkehendak bebas? Renungkanlah!***