Sabtu, 30 Januari 2010

Berita Mingguan 30 Januari 2010

UMUR RATA-RATA PENGUNJUNG GEREJA INGGRIS ADALAH 61 TAHUN
Menurut sebuah studi baru, umur rata-rata orang-orang yang menghadiri Gereja Inggris adalah 61 tahun. Ini adalah umur rata-ratanya! Lyda Barley, kepala dari bagian riset dan statistik Gereja Anglikan, menyalahkan situasi ini pada tendensi umum masyarakat ("Average age of churchgoer now 61," The Telegraph, 22 Jan. 2010). Masalah utamanya sebenarnya adalah kesesatan. Mengapakah orang harus menghadiri "gereja" jika para pemimpinnya bahkan tidak percaya Kitab Suci mereka sendiri dan kebingungan soal hal-hal yang paling mendasar dari iman Kristiani? Ketika saya di London pada tahun 1982, saya membaca sebuah wawancara oleh John Mortiner di Sunday Times terhadap Uskup Agung Canterbury Robert Runcie. Waktu itu Paskah, dan pewawancara menanyai Runcie apakah dia mengerti mengapa Kristus harus menderita. Si Uskup Agung menjawab, "Mengenai masalah itu saya agnostik (tidak bisa tahu)." Dia tidak tahu mengapa Kristus mati di kayu salib! Pewawancara bertanya lagi, "Apakah Allah seorang hakim?" Runcie lebih dogmatis mengenai yang satu ini. Ia menjawab, "Tidak." Pewawancara lalu berkata, "Jadi anda tidak melihat Allah sebagai Tuan Hakim Utama alam semesta?" Runcie menjawab, "Sama sekali tidak. Waktu kami tinggal di Oxford, kami tinggal di tanah seorang wanita. Dan ketika kami terkena masalah apapun, dia akan berkata: 'Ada Satu yang melihat segalanya di atas sana.' Saya tidak dapat membayangkan Allah yang seperti itu." Ketidakberimanan Runcie yang parah sudah menjadi hal yang umum di Gereja Inggris hari ini. [Editor: Dan bukan hanya di Gereja Inggris, tetapi juga di gereja-gereja Indonesia].

ORANG-ORANG INJILI YANG MENGUNJUNGI CINA DIAM MASALAH GEREJA-GEREJA RUMAH YANG DIANIAYA
Berikut ini disadur dari Christian Newswire, 14 Januari 2010: "Institute on Religion & Democracy (IRD) kecewa terhadap cara World Evangelical Alliance (WEA) mengabaikan penganiayaan agama di Cina dalam kunjungannya baru-baru ini. Sebaliknya, mereka hanya berbicara mengenai kooperasi dengan gereja yang diregistrasi oleh pemerintah sambil mengabaikan restriksi-restriksi yang diberlakukan oleh rezim komunis terhadap gereja-gereja tidak resmi.

Sabtu, 23 Januari 2010

Berita Mingguan 23 Januari 2010

PRESBYTERIAN-PRESBYTERIAN YANG SESAT TIDAK PERCAYA YESUS SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN
Sebuah survei baru telah menemukan bahwa hanya sepertia gembala sidang di Gereja Presbyterian USA percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Ketika diperhadapkan dengan pernyataan "hanya pengikut Yesus Kristus yang dapat diselamatkan, " hanya 35% gembala sidang dan 39% anggota jemaat yang setuju (Christian Post, 13 Jan. 2010). Survei ini, yaitu "Religious and Demographic Profile of Presbyterians" dilakukan oleh denominasi itu sendiri. Ini adalah bukti kesesatan yang sangat parah. Seharusnya tidak ada satu pun gembala sidang atau anggota jemaat yang meragukan pernyataan yang sangat sederhana tersebut. Di satu sisi, kesesatan seperti ini sungguh mengecewakan, namun ini juga adalah bukti kebenaran Alkitab (yang sudah memprediksikan kesesatan seperti ini) dan mengingatkan kita bahwa waktunya sudah singkat dan Yesus segera datang kembali! "Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng" (2 Tim. 4:3-4).

PERHIASAN NEANDERTHAL
Fosil-fosil Neanderthal telah sejak lama dipakai untuk mendukung mitos evolusi, tetapi sebuah penemuan baru seharusnya mengubur dalam-dalam pandangan bahwa para Neanderthal adalah makhluk-makhluk di bawah manusia yang bodoh. Kerang-kerang yang diberi cat dan dilubangi telah ditemukan di situs-situs Neanderthal di Spanyol selatan.

Sabtu, 16 Januari 2010

Berita Mingguan 16 Januari 2010

ANAK-ANAK SEKOLAH DIBERITAHU UNTUK MENJAUHI WIKIPEDIA
Organisasi resmi yang mengawasi kualifikasi pendidikan dan pengujian di Inggris telah memperingatkan para siswa untuk menjauhi Wikipedia karena rendahnya akurasi situs tersebut. Ofqual (Office of the Qualifications and Examinations Regulator), memperingatkan bahwa Wikipedia tidaklah "otoritatif atau akurat" dan dalam kasus tertentu "bisa saja sama sekali tidak benar" ("Schoolchildren Told to Avoid," London Telegraph, 6 Januari 2010). Kami sendiri telah memperingatkan tentang Wikipedia di masa lampau. Artikel-artikel di dalamnya tentang ilmu pengetahuan penciptaan sangatlah condong, dan dalam bulan Desember ada sebuah laporan yang muncul bahwa ada seorang administrator Wikipedia yang menulis ulang sejarah iklim dunia dengan cara mengedit lebih dari 5000 artikel untuk menyembunyikan fakta-fakta yang berlawanan dengan hipotesis pemanasan global akibat manusia.

PENONTON FILM TIDAK MAU MENINGGALKAN DUNIA IMAJINER
Dilaporkan bahwa ada fans-fans film Avatar yang mengalami gejala-gejala putus obat yang kuat karena mereka tidak mau meninggalkan dunia imajiner di film itu. Avatar, yang kemungkinan akan menjadi film yang paling laris sepanjang masa, adalah sebuah film fiksi ilmiah tentang sebuah dunia yang disebut Pandora yang dihuni oleh suatu ras "humanoid" (mirip manusia) yang disebut Na'vi. Grafik 3D yang hebat menenggelamkan para penonton di dunia fiktif ini di mana para penghuni yang cinta damai bersekutu dengan alam. Para penulis film bahkan menciptakan suatu bahasa Na'vi yang terdiri dari 1000 kata. Situs forum fans film tersebut telah menerima lebih dari 1000 post berkaitan dengan orang-orang yang mengalami pikiran-pikiran obsesif tentang film tersebut ("Audiences Experience `Avatar' Blues," CNN, 11 Jan. 2010).

Sabtu, 09 Januari 2010

Berita Mingguan 9 Januari 2010

TELEVISI ADALAH LERENG YANG LICIN
Televisi adalah lereng yang licin. Ia semakin lama semakin memburuk, dan mayoritas rumah tangga Kristen sedang menyerah takluk kepada lagu godaan Hollywood. Seperti katak yang berada dalam kuali yang memanas perlahan, umat Allah yang tidak peduli tentang separasi dari kebobrokan Hollywood telah menjadi tidak sensitif lagi terhadapnya. Seorang teman misionari sedang makan bersama seorang gembala sidang Baptis fundamental dan istrinya beberapa tahun lalu ketika topik mengenai film Titanic (rating PG-13) muncul. Ketika misionari itu menyatakan pendapatnya bahwa film itu fasik, istri gembala sidang itu mengatakan bahwa mereka telah menonton film itu dan menikmatinya. Misionari itu bertanya apa pikiran mereka tentang ketelanjangan yang ada di film tersebut, dan istri gembala itu mengatakan bahwa itu dilakukan "dengan cita rasa tinggi." Ini menggambarkan betapa duniawinya banyak gereja Baptis fundamental (EDITOR: Apalagi gereja-gereja lain). Jika gembala-gembala sidang dan istri-istri mereka menikmati sebuah film yang menonjolkan hubungan sebelum pernikahan dan ketelanjangan, apa yang kira-kira ditonton oleh anggota gereja biasa! Alkitab mengatakan bahwa gembala sidang harus menjadi contoh bagi kawanan domba (1 Pet. 5:3). Celakalah khalayak ramai gembala sidang dan diaken dan guru-guru sekolah minggu yang nyaman dengan limbah sampah Hollywood dan yang tidak mengajari umat mereka takut akan Allah dan separasi dari dunia ini.

CAMPING MENETAPKAN TANGGAL LAIN LAGI BAGI KEDATANGAN KEDUA YESUS KRISTUS
Harold Camping, seorang yang sangat kebingungan dan pemimpin dari Family Radio Network, mengklaim bahwa Kristus akan kembali lagi tanggal 21 Mei 2011. Ini adalah kali kedua Camping membuat sebuah prediksi gila. Di dekade sebelumnya ia memprediksikan bahwa Kristus akan kembali lagi tanggal 6 September 1994, dan saya tidak perlu memberitahu anda bahwa hal itu tidak terjadi.

Jumat, 08 Januari 2010

Bagaimana dan Dengan Apa Perempuan itu MENGADUK?

“Perempuan itu”, yang dalam Wahyu 17 dipersonifikasikan juga dengan sebutan Pelacur Besar, dan dalam Yesaya 14:12 dalam bahasa Latin disebut Lucifer, adalah aktor utama seluruh proses pengadukan. Tujuan ia mengaduk pengajaran gereja-gereja adalah agar bisa menularkan pengajaran gereja yang salah kepada gereja yang benar dan hasil akhirnya tidak ada lagi gereja yang benar.

Pertama, ia berusaha memimpin para pemimpin gereja dan para theolog hingga pada konsep “Kebenaran Alkitab Adalah Kebenaran Yang Relatif, Bukan Kebenaran Absolut.” Ketika seseorang menerima kebenaran Alkitab hanya sebagai kebenaran relatif, maka ia tidak berani meyakini bahwa hanya di dalam Alkitab saja ada kebenaran yang menyelamatkan. Ia akan mulai berpikir bahwa kekristenan bisa jadi hanyalah salah satu kebenaran yang relatif. Bisa jadi juga terdapat kebenaran dalam kitab lain. Orang Kristen dengan pandangan demikian pasti akan kehilangan kegairahan untuk bersaksi dan menginjil. Tentu ia lebih tidak bergairah lagi untuk mempertahankan kebenaran Alkitab, karena kalau itu kebenaran relatif maka sebenarnya sama dengan ‘belum tentu benar’, jadi untuk apa dipertahankan?

Pemicu munculnya konsep ini bisa jadi karena peperangan rohani yang melelahkan dan kurangnya pendidikan doktrinal. Anabaptis berperang habis-habisan secara doktrinal dengan Roma Katolik bahwa pengajaran Soteriologi mereka salah, bahwa Bibliologi mereka salah, dan bahwa Ekklesiologi mereka juga salah sehingga jumlah martirnya tak terhitung.

Kemudian muncul Reformator yang juga menentang Roma. Tetapi sayang sekali pokok pengajaran yang direformasi tidak tuntas. Mereka hanya mereformasi Soteriologi dan Bibliologi dengan semboyan Sola-Gracia dan Sola Scriptura. Mereka tidak mereformasi Ekklesiologi yang diajarkan oleh Roma. Anabaptis tentu tidak puas sehingga tetap menentang sistem gereja yang salah, dengan sasaran yang lebih jelas adalah “Sacrament” perjamuan Kudus dan Baptisan bayi serta percik yang tetap dipungut dari Roma oleh para Reformator. Seharusnya pengikut mereka zaman sekarang tidak perlu keras kepala dan ngotot membela sesuatu yang salah. Lebih baik mereka mengakuinya dan kembali ke jalan yang benar. Karena lebih baik terlambat daripada sama sekali tidak, terlebih jika harus membelanya mati-matian sehingga akan menyebabkan kepedihan hati Tuhan dan membuktikan yang bersangkutan tidak cinta kebenaran.


Hebat Sekali Perempuan Itu!

Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." (Mat.13:33)

Banyak orang telah mencoba menafsirkan perumpamaan-perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus dalam Matius pasal 13. Setelah penulis membaca lebih dari sepuluh komenteri, terkesan bahwa para penulis komenteri yang tentu berpendidikan dan berpengetahuan cukup, tidak dapat menemukan kunci masuk ke dalam ruang perumpamaan tersebut.

Mata mereka tertutup oleh sebuah kesalahfahaman terhadap kata “Kerajaan Sorga” sehingga mereka melihat bahwa perumpamaan Tuhan Yesus adalah tentang segala sesuatu yang di Sorga atau tentang Kerajaan Sorga itu sendiri.

Padahal kunci untuk memahami perumpamaan tersebut justru disembunyikan oleh Tuhan Yesus di balik kata “Kerajaan Sorga” sama seperti, Dr. Rod Bell (di Greenville, USA) yang menerima kami dan ia harus pergi berkhotbah ke kota lain sehingga meninggalkan kami dengan pesan agar kalau kami akan pergi, kunci rumahnya disembunyikan di bawah sebuah patung anjing yang terletak di samping pintu rumahnya.


MENGAPA ORANG KRISTEN MENDERITA

I. PENDAHULUAN.
Pertanyaan, “Mengapa orang kristen menderita?” merupakan pertanyaan yang telah diajukan ribuan kali oleh umat Tuhan di setiap generasi. Jika Allah itu baik dan mengasihi, orang-orang kristen masih harus menderita kesusahan, pencobaan, penganiayaan, penyakit dan kesakitan? Alkitab memberikan banyak alasan bagi penderitaan kristen dan penderitaan ini tidak akan berhenti sampai Tuhan Yesus Kristus datang untuk mengubah segala sesuatu. Ada beberapa pelajaran yang Allah ajarkan di mana kita mempelajarinya melalui penderitaan, kesukaran dan kesakitan. Yesus sendiri harus menderita untuk kesalamatan kita – Ibrani 2:10 dan Yohanes 16:33.

Ketika Allah menyelamatkan kita, Dia memulai sebuah pekerjaan yang sasarannya adalah mengubah dan menjadikan kita serupa dengan gambar AnakNya Yesus Kristus. Allah begitu mengasihi kita dan tidak membiarkan kita menderita karenaNya. Kita mempelajari pelajaran dan menerima berkat-berkat yang hanya datang melalui penderitaan dan ujian.

Kekristenan telah di liputi oleh darah dari para martir sejak abad pertama. Rasul Paulus menyatakan semangat dan kasihnya untuk Tuhan ketika dia berkata, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,” – Filipi 3:10.

Yesus menderita untuk kita. Dia mati untuk kita. Bapa yang telah mengutus AnakNya untuk mati bagi dosa-dosa kita. Ketika ketika membandingkan penderitaan kita dengan penderitaan Kristus, kita melihat suatu perbedaan yang sangat mencolok. Kita seharusnya tidak akan pernah mengeluh.

Menjadi Pendeta, Panggilan Allah atau Panggilan Iblis?

Nats Alkitab: 2 Korintus 11:3-15.

Ada orang yang berusaha menyesatkan jemaat di Korintus. Seharusnya jemaat bersikap hati-hati terhadap segala pengajaran dan guru-guru palsu yang datang kepada mereka. Guru-guru palsu itu adalah alat Iblis dan mereka datang dengan menyamar sebagai malaikat terang, rasul-rasul dan pekerja-pekerja Kristus. Mereka mengaku bahwa mereka memiliki otoritas Ilahi sebagai pelayan-pelayan Allah. Tetapi sebenarnya mereka adalah guru-guru palsu. Mereka mengaku bahwa mereka adalah pelayan-pelayan kebenaran (ayat 15), sebenarnya mereka adalah penipu yang sangat licik. Bahkan mereka mengaku sebagai rasul kelas atas lebih tinggi kedudukannya daripada Rasul Paulus. Dengan kepandaian mereka berpidato, mereka memperdayakan orang-orang percaya di Korintus dan menyindir Paulus karena tidak becus berpidato. Sebagaimana Hawa diperdaya oleh Iblis, sekarang dia melalui pekerja-pekerjanya, dia mau memperdayakan jemaat di Korintus, demikian pula sekarang dia sedang memperdayakan jemaat-jemaat Tuhan pada masa kini. Dan Rasul Paulus sebagai bapa yang penuh kasih berusaha melindungi jemaat dari guru-guru palsu tersebut dan tidak akan membiarkan jemaat di Korintus disesatkan dari kesetiaannya yang sejati kepada kristus, sama seperti kesetiaan mempelai perempuan kepada suaminya.” (ayat 3).

Namun sayang sekali, jemaat Korintus bersikap terbuka kepada: (Lihat ayat 4).
1) “Yesus yang lain” –Bukan Yesus yang dalam berita Injil.
2). “Roh yang lain”—bukan Roh Kudus.
3) “Injil yang lain” –Kematian Kristus dan iman kepadaNya tidak diberitakan.

Mereka telah diterima baik oleh beberapa orang di dalam jemaat Korintus sehingga jemaat itu dengan mudah menerima ajaran sesat dan rasul-rasul palsu itu.
Salah satu cara Iblis yang paling berbahaya yang mengancam jemaat-jemaat Tuhan adalah Iblis “menyusupkan” guru-guru palsu untuk membelokkan jemaat dari kebenaran. Sehingga jemaat bukan lagi “Tiang penopang dan dasar kebenaran.”

Keyakinan akan Tuhan

Nats: 2 Tawarikh 16:8-9

Sebuah pandangan yang positif mengenai diri sendiri sama sekali bukan merupakan suatu syarat untuk dapat melayani Tuhan. Dalam kenyataannya, rasa percaya diri yang terlalu tinggi seringkali menjadi halangan untuk menjadi sebuah bejana yang dapat dipakai Tuhan, karena rasa percaya diri tersebut timbul dari sikap bersandar pada kemampuan sendiri, dalam menghadapi orang lain dan peristiwa-peristiwa yang terjadi.

Sebaliknya, keyakinan akan Tuhan adalah bersandar pada kemampuan Tuhan untuk bekerja melalui Anda, dalam menghadapi orang lain dan peristiwa-peristiwa yang terjadi. Di saat Anda memiliki keyakinan akan Tuhan, Anda dapat melupakan kekuatan dan kelemahan diri sendiri, dan menyadari bahwa apapun kondisinya Tuhan dapat tetap menyelesaikan pekerjaanNya. Di saat Anda memiliki keyakinan akan Tuhan, Anda terbebas dari kesombongan maupun rasa rendah diri. Anda dapat memusatkan pikiran pada pekerjaan yang ada dihadapan Anda dan pada kebutuhan orang lain, dan menyerahkan kepada Tuhan bagaimanapun hasilnya nanti, karena Tuhanlah yang berhak.

Apakah Anda mengerti perbedaan antara kedua konsep di atas? Sederhana saja: konsep yang pertama berfokus pada kemampuan pada diri sendiri, sedangkan konsep yang kedua berfokus pada kemampuan Tuhan. Yang pertama berfokus pada hasil yang sementara; sedangkan yang kedua berfokus pada hasil yang kekal. Jauh lebih baik bila kita menyelesaikan suatu perkara—di dalam kehidupan ini—suatu hasil yang kekal, dengan berjalan di dalam keyakinan akan Tuhan, daripada menyelesaikan banyak perkara dengan menggunakan ukuran dunia, hanya untuk mendapatkan pujian dari manusia. Akan merupakan saat yang menakutkan bagi mereka yang telah membangun gereja yang besar dengan bersandar pada karisma seseorang sewaktu mereka sendiri berdiri dihadapan takhta, dan Tuhan berkata bahwa jumlah jemaat mereka yang sangat besar itu hanya merupakan rumput kering dan jerami saja. Sungguh merupakan saat yang sangat membahagiakan bagi seorang ibu rumah tangga sederhana yang dengan tenang melayani wanita lain dilingkungannya, tetapi ia melakukannya untuk kemuliaan Tuhan dan dengan kekuatan Tuhan. Besarlah hadiah yang menanti bagi wanita ini.


MEMASUKI TAHUN BARU DENGAN KEYAKINAN PENUH

Filipi 4:19, 2 Raja-raja 4:1-7

Introduction: Pada saat kita mendengar kesaksian-kesaksian di malam menjelang tahun baru, kita melihat bagaimana Allah telah memberkati kita dengan limpahnya ditahun 2004. Namun masih saja iman kita kecil, kita mungkin memasuki Tahun Baru dengan ketakutan dan kekuatiran mengenai keperluan-keperluan kita. Namun pagi ini, melalui janji Allah dalam Filipi 4:19, kita akan menghalau rasa takut kita tersebut. Rasul Paulus menulis ayat ini, dibawah inspirasi Roh Kudus, ketika dia berada dalam keadaan sengsara di penjara Roma (Filipi 1:13—“ Sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.”). Allah telah menyediakan semua kebutuhannya dengan luar biasa (Roma 8:32—“ Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”)—Termasuk keperluan jasmani dari jemaat di Filipi yang telah berkorban mengirim pemberian kepadanya.

Ayat 14-18.
Paulus memuji jemaat di Filipi sebab sejak injil mulai dikabarkan di Filipi, mereka sudah memberi sokongan kepada Paulus. Pemberian-pemberian jemaat Filipi datang kepada Rasul Paulus, dan daripada Rasul Paulus datang kepada mereka berkat-berkat rohani. Itu juga sesuai dengan perkataan Paulus dalam 1 Korintus 9:11 –“Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihank kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu?”.

APA YANG SEDANG ALLAH CARI????

Yehezkiel 22:30 memberitahu kita bahwa Allah sedang mencari orang-orang “untuk mendirikan sebuah tembok” dan “berdiri di dalam celah.” Allah sedang mencari pekerja-pekerja. Ada tempat-tempat pelayanan untuk diisi, dan malakikat-malaikat tidak dapat mengambil tempat kita.

Di dalam Yohanes 4:23, Yesus menyatakan bahwa Bapa sedang mencari “penyembah-penyembah yang benar”; dan di dalam Lukas 13:7, Dia memberitahu kita bahwa Bapa juga sedang mencari buah. Keduanya berjalan bersama-sama, karena mereka yang bersekutu dengan Allah menghasilkan buah bagi kemuliaanNya: “karena tanpa Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yohanes 15:5).

Namun statement yang ingin saya fokuskan terdapat di Lukas 19:10: “Sebab Anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Allah sedang mencari penyembah-penyembah yang benar dan pekerja-pekerja dan penghasil buah karena Allah sedang mencari yang hilang. Bagaimanapun juga, keselamatan orang-orang berdosa adalah “untuk memuji kemuliaanNya” (Efesus 1:6, 12, 14). Ketika hanya dua orang berdosa di bumiNya, Allah Bapa menyela waktu sabatNya untuk mencari dan membawa mereka kembali (Kejadian 3:8-9) Allah Anak datang dari surga untuk mencari yang terhilang dan mati untuk mereka. Roh Kudus telah ada di dalam dunia yang jahat ini hampir dua puluh abad, menolong jemaat mencari dan memenangkan yang terhilang. Apabila pencarian orang-orang berdosa yang terhilang adalah begitu penting bagi Allah, seharusnya itu juga menjadi penting bagi kita.

Sesuatu yang hilang dari pelayanan kita adalah ketika kita kehilangan beban bagi jiwa-jiwa yang tersesat. Kita secara berangsur-angsur menjadi para pekerja profesional kristen yang melakukan pekerjaannya dengan baik, tanpa ada kesulitan, tetapi tidak pernah memiliki berkat dengan menyaksikan mujizat injil yang berlangsung di dalam hidup banyak orang. Kita kehilangan sukacita pelayanan dan menjadi seperti saudara tertua di dalam perumpamaan Tuhan kita, di mana dia terlalu sibuk bekerja di ladang sehingga dia tidak pernah mengetahui ketika adiknya yang hilang itu sudah kembali pulang (Lukas 15:25-32). Bacalah Lukas 15 dengan seksama dan saudara akan menemukan bahwa orang yang paling bahagia di dalam pasal itu adalah mereka yang terlibat di dalam mencari dan menemukan yang terhilang.

Saudara mungkin berkata kepada diri sendiri, “yah, itu baik, tetapi pelayanan saya tidak menempatkan saya berhubungan langsung dengan orang-orang terhilang.. Saya adalah seorang pelayanan yang berada di belakang layar.”

Sabtu, 02 Januari 2010

Berita Mingguan 2 Januari 2010

KEBUDAYAAN HOLLYWOOD MENCIPTAKAN "MASALAH-MASALAH GAMBAR-DIRI YANG GILA"
Berikut ini dari Brian Snider – "Menginvestasikan banyak uang, waktu, dan kekhawatiran, ke tubuh kita ini adalah jalan buntu yang tak berpengharapan. Namun sungguh menyedihkan, itulah yang dituntut oleh kebudayaan Hollywood dari mereka yang menyembah di altarnya. Aktris Brittany Murphy, yang secara misterius mati karena "sebab-sebab alamiah" dua minggu lalu, ternyata telah menghabiskan waktu yang banyak sekali mengkhawatirkan tentang tubuh yang toh hanya membawa dia hingga umur 32 tahun. "Dia memiliki masalah gambar diri yang gila," kata salah seorang temannya. "Berat badannya, rambutnya, pakaiannya, kulitnya, giginya, semuanya. Dia selalu begitu sadar diri." Orang lain lagi menambahkan: "Banyak dari masalah-masalahnya adalah karena gambar diri yang jelek. Dia memakai makeup dalam jumlah yang sangat banyak, berton-ton bulu mata palsu, menyelubungi giginya, mewarnai rambutnya pirang, menurunkan berat badan – dia mau menjadi seorang yang cantik. Dia tidak mau menjadi wanita gemuk dari film Clueless." Hal-hal yang dia habiskan waktunya khawatirkan – tubuh, mata, gigi dan rambut, kini sedang terbaring di sebuah kubur, walaupun rohnya telah beralih kepada kekekalan. Dan dengan banyaknya waktu yang ia habiskan untuk mengkhawatirkan hal-hal yang akan segera berlalu, kita bertanya-tanya berapa banyak waktu dia habiskan untuk mengkhawatirkan kondisi jiwanya. Akris muda ini telah dibohongi oleh mesin Satanik industri perfilman, yang meyakinkan orang bahwa tampang, prestise dan glamor adalah hal-hal hebat yang patut dikejar. Ada keawetan dalam hal kematian yang membuatnya hal yang sangat serius. Lebih baik memiliki sudut pandang Kitab Suci saat ini daripada sudut pandang Hollywood, yang hanya dapat memimpin kepada penyesalan kekal. "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya" (1 Yoh. 2:15-17). "Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya. Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega. Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria" (Pengkhotbah 7:2-4).

ILMUWAN MENGATAKAN BAHWA MALAIKAT YANG SERING DIGAMBARKAN DALAM BERBAGAI KARYA SENI ROHANI, TIDAK DAPAT TERBANG
Roger Wotton, seorang profesor di Universitas College London, mengatakan bahwa malaikat-malaikat yang digambarkan di berbagai karya seni rohani, tidak dapat terbang. "Hanya dengan melihat sekilas saja bukti-bukti dalam karya-karya seni tersebut memperlihatkan bahwa malaikat-malaikat dan para kerubim tidak dapat tinggal landas dan tidak dapat terbang" ("Angels Can't Fly," London Telegraph, 22 Des. 2009).

Berita Mingguan 26 Desember 2009

YOHANES PAULUS II SEMAKIN DEKAT UNTUK MENJADI SEORANG SANTO
Paus Benediktus XVI telah menggerakkan pendahulunya, Yohanes Paulus II, semakin dekat menuju status santo (suatu proses yang disebut beatification), dengan menandatangani sebuah dekrit tentang "kebaikan-kebaikannya" (AP, 18 Des. 2009). Satu-satunya langkah yang tersisa adalah bagi Vatikan untuk mengesahkan sebuah mujizat yang terjadi karena dia (Yohanes Paulus). Yohanes Paulus II telah masuk jalur cepat menjadi seorang santo tidak lama setelah kematiannya, apalagi Benediktus menghilangkan periode 5 tahun penungguan yang biasanya berlaku sebelum penyelidikan kesantoan dimulai. Bahkan saat penguburannya pun, di tahun 2005, ada teriakan-teriakan "Santo Subito" (Santo segera)! Seorang biarawati Perancis mengklaim bahwa dia disembuhkan dari penyakit Parkinson setelah berdoa kepada paus yang sudah mati itu, dan telah dilaporkan bahwa Yohanes Paulus II bisa saja dijadikan santo bulan Oktober 2010 jika para Doktor, Uskup, dan Kardinal, semuanya menyetujui mujizat yang dilaporkan ini. Doktrin santo-santa Roma Katolik adalah salah satu dari banyak sekali bukti bahwa Roma adalah "gereja" yang palsu. Istilah "santo" (orang kudus) muncul 62 kali dalam Perjanjian Baru, dan tidak pernah mengacu kepada seorang yang sudah mati yang lalu ditinggikan oleh Vatikan. Seorang kudus Perjanjian Baru adalah seorang yang percaya dalam Yesus Kristus. Istilah ini menggambarkan seseorang yang telah dikuduskan ke dalam keluarga Allah melalui darah Kristus. Orang-orang Kristen di Yerusalem, Roma, Korintus, Akhaia, Efesus, Filipi, dan Kolose, semuanya disebut orang-orang kudus (Rom. 15:25-26; 16:15; 1 Kor. 1:2; 2 Kor. 1:1; Ef 1:1; Fil. 1:1; Kol. 1:2). Saat nanti Yesus kembali dari Surga, Ia akan datang dengan beribu-ribu orang kudusNya, dan itu jauh lebih banyak dari jumlah santo yang diciptakan oleh Roma (Yud. 1:14)!

CINA MENGHANCURKAN GEREJA-GEREJA RUMAH YANG BESAR
Berikut ini disadur dari "Fast-Growing Christian Churches Crushed," Fox News, 10 Des. 2009): "Delapan lantai berhadapan dengan ladang-ladang gandum, Gereja Golden Lamp (di Linfen) dibangun untuk menampung 50000 orang di jantung wilayah Cina yang menghasilkan batu bara. Namun itu adalah sebelum September yang lalu ini, saat ratusan polisi dan preman-preman yang dibayar menyerbu gereja-mega tersebut, menghancurkan pintu-pintu dan jendela-jendela, menyita Alkitab-Alkitab dan mengakibatkan lusinan orang masuk rumah sakit dengan luka-luka serius, demikian kata anggota-anggota dan aktivis-aktivis gereja tersebut.

Berita Mingguan 19 Desember 2009

ORAL ROBERTS MENINGGAL, MEMBUKTIKAN BAHWA PENGAJARANNYA PALSU
"Penginjil penyembuh" Pantekosta yang terkenal, Oral Roberts, meninggal karena pneumonia tanggal 15 Desember ini pada usia 91 tahun. Kejadian ini membuktikan bahwa pengajarannya palsu, karena dia sering mengatakan bahwa adalah kehendak Allah untuk menyembuhkan semua penyakit. Sebagai contoh, majalah Abundant Life edisi September 1976 mengandung sebuah artikel yang berjudul, "Mengapa Saya Tahu bahwa Allah Ingin Menyembuhkan Kamu." Roberts menulis [dalam artikel itu], "Penyakit adalah bagian dari kutuk dan Yesus telah datang untuk menghancurkan kutuk tersebut. Ia telah menderita menggantikan kita karena Dia tidak mau kita menderita penyakit. Ia mengambil penyakit-penyakit dan kelemahan-kelemahan kita yang spesifik ke atas tubuhnya sendiri yang tanpa dosa dan sempurna sebagai pembayaran yang sempurna untuk penalti dosa," dan lagi, "Penyakit bukanlah bagian dari rencana Allah dan tidak dihasilkan oleh kehendak Allah." Roberts bahkan mengusulkan agar pengkhotbah- pengkhotbah yang berdoa agar Allah menyembuhkan dengan kata-kata, "Jika itu adalah kehendakMu," harus dituntut melakukan "malpraktek theologis." Ketika ia menghembuskan nafasnya yang terakhir, Roberts memperlihatkan secara tuntas bahwa dia adalah seorang guru palsu. Tidak ada orang yang mati karena sehat!

PENELITIAN BARU MENYIMPULKAN BAHWA SELEKSI ALAMI "MUNGKIN BUKANLAH PENYEBAH MUNCULNYA SPESIES BARU"
Sebuah penelitian yang menggunakan studi komputer atas ribuan tanaman dan binatang "memperlihatkan bahwa spesies-spesies baru mungkin muncul karena kejadian-kejadian langka dan bukan melalui akumulasi perubahan-perubahan kecil yang terjadi sebagai respons atas perubahan lingkungan" ("Evolution may take giant leaps," Physorg.com, 11 Des. 2009). Studi ini dilakukan oleh Mark Pagel dan ilmuwan-ilmuwan lainnya di Universitas Reading. Walaupun penelitian ini berbasiskan asumsi-asumsi Darwinian, kesimpulannya tidaklah mendukung proses Darwinian.

Berita Mingguan 12 Desember 2009

AL-QAIDA MEMBUNUH JAUH LEBIH BANYAK MUSLIM DARIPADA NON-MUSLIM
Berikut ini disadur dari "Surprising Study on Terrorism," Spiegel Online, 3 Des. 2009: "Sebuah penelitian baru oleh Combating Terrorism Center di AS telah menunjukkan bahwa mayoritas besar dari korban-korban al-Qaida adalah, justru orang-orang yang seagama dengan mereka. Dalam pertempuran melawan orang-orang tidak percaya, bolehkan seseorang membunuh sesama Muslim? Bahkan jaringan terror-nya al-Qaida pun risih dengan pertanyaan ini... Antara 2004 hingga 2008, misalnya, al-Qaida mengklaim bertanggung jawab atas 313 serangan, yang mengakibatkan kematin 3010 orang. Dan walaupun serangan-serangan ini termasuk insiden-insiden terorisme di Barat – di Madrid tahun 2004 dan di London tahun 2005 – hanya 12 persen yang mati (371 orang) adalah orang Barat....Mungkin lebih signifikan lagi adalah jika kita mencermati serangan-serangan pada tahun 2007 dan mengabaikan serangan-serangan di Iraq dan Afghanistan, maka jatah orang-orang non-Barat yang dibunuh oleh al-Qaida meningkat menjadi 99%. Di tahun 2008, angkanya adalan 96%."

HATI-HATI TERHADAP FIKSI ILMIAH (SCIENCE FICTION)
Fiksi ilmiah membawa pembaca masuk ke suatu dunia yang aneh tanpa Allah. Oh, ya, bisa saja ada semacam "ilah" atau "kekuatan," tetapi yang jelas bukanlah Allah sebagaimana dalam Alkitab, dan nama-nama besar di bidang ini adalah atheis. Ambil saja CARL SAGAN sebagai contoh. Novel fiksi ilmiahnya yang best-selling, Contact, telah dibuat menjadi film. Sagan adalah salah satu imam besar evolusi ateistik. Dalam novelnya dia menggambarkan tokoh utamanya sedang berdebat dengan dua orang pengkhotbah dan mengatakan, "Tidak ada bukti yang kuat bahwa ada Allah."

Berita Mingguan 5 Desember 2009

LUTHERAN MEMISAHKAN DIRI DARI DENOMINASI LIBERAL
Kelompok liberal Evangelical Lutheran Church in America (ELCA) sedang pecah karena isu penahbisan homoseksual. Tanggal 18 November, sebuah kelompok Lutheran yang bernama CORE (Coalition for Renewal) mengambil suara untuk membentuk sebuah denomianasi Lutheran yang baru sebagai respons terhadap keputusan ELCA musim panas ini untuk mengizinkan "orang-orang yang terang-terangan sedang mempraktekkan homoseksualitas" untuk menjabat sebagai gembala sidang ("Lutherans Splitting," Baptist Press, 25 Nov. 2009). Belum jelas berapa banyak gereja yang akan bergabung dengan grup baru tersebut, karena memerlukan dua pertiga suara agar sebuah jemaat dapat meninggalkan ELCA. Sekitar 1200 orang pendukung CORE bertemu akhir September yang lalu untuk menunjukkan dukungan mereka atas perpecahan itu.

MAFIA PERUBAHAN IKLIM TERBONGKAR
Berikut ini disadur dari "Perubahan Iklim: Skandal Ilmu Pengetahuan yang Paling Buruk di Generasi Kita," oleh Christopher Booker, The Telegraph, 28 November 2009: "Seminggu setelah kolega saya James Delingpole, di blog Telegraph-nya, menciptakan istilah "Climategate" untuk menggambarkan skandal yang terbongkar oleh bocornya email-email tertentu dari Unit Riset Iklim University of East Anglia, Google sudah menunjukkan bahwa kata tersebut kini muncul di internet lebih dari sembilan juta kali.... Bahkan George Monbiot dari The Guardian pun telah menyatakan rasa syok dan kecewa total atas hal-hal yang disingkapkan oleh dokumen-dokumen ini, karena penulis-penulis [email-email] ini bukan sekedar akademisi biasa. Yang terlibat di sini adalah sekelompok kecil ilmuwan yang telah selama bertahun-tahun sangat berpengaruh menyerukan peringatan ke seluruh dunia tentang pemanasan global lebih dari siapapun yang lain, terlebih lagi peran mereka di Panel Antarnegara mengenai Perubahan Iklim (IPCC) di PBB.

Berita Mingguan 28 November 2009

INSTITUSI BAIT SUCI SEDANG MENCARI MESIAS
Institusi Bait Suci di Yerusalem telah menghabiskan $27 juta dolar untuk mempersiapkan kedatangan Mesias. Mereka telah membuat perabotan-perabotan, termasuk sangkakala-sangkaka la perak, kandil-kandil emas, harpa, dan pakaian untuk Imam Besar yang dijahit dari benang emas. Ketika ditanya kapan Mesias akan datang, Direktu Institusi Bait Suci, Yehuda Glick menjawab, "Yang kita tahu hanyalah bahwa kita sedang hidup di zaman mujizat dan semua mujizat itu sudah diprediksikan di Buku tersebut akan terjadi pada awal akhir zaman. Bisa saja besok, bisa juga 100 tahun lagi, atau bahkan 400 tahun lagi" ("Jews Raise Millions to Be Ready for Coming of the Messiah," Sydney Morning Herald, 14 Nov. 2009). Institusi tersebut mempekerjakan dua arsitek untuk mendesain Bait Suci yang ketiga, "sebuah bangunan modern, dengan sistem parkir mobil dan elevator, tetapi akan mirip dengan Bait Suci Kedua." Banyak orang "Injili" yang menyumbang ke Institusi Bait Suci, tetapi sumbangan-sumbangan ini akan lebih banyak membantu Antikristus daripada bagi Kristus. Adalah Antikristus yang akan memakai bait yang dibangun oleh orang-orang Yahudi yang telah menolak Kristus. Kondisi Israel modern yang sekarang ini adalah penggenapan setengah dari nubuatan tentang tulang-tulang yang kering di Yehezkiel 37. Mereka telah kembali ke tanah mereka, tetapi tidak ada nafas kehidupan di dalam mereka (Yeh. 37:8). Mereka masih dalam pemberontakan terhadap Hukum Allah. Dalam Kesusahan Besar, orang Yahudi akan tertipu oleh janji Antikristus akan perdamaian dan akan membuat perjanjian dengannya. Bait suci akan dibangun kembali, tetapi akan menjadi baitnya Antikristus ketika ia mengumumkan dirinya sebagai Allah (Dan. 9:27; Mat. 24;15; 2 Tes. 2:3-4).

JESUS SEMINAR MENCARI NEW AGE
Berikut ini disadur dari Australian Independent Baptist Newsletter: "Kebanyakan pembaca surat ini sudah tahu bahwa organisasi Jesus Seminar adalah sesat, namun kadang-kadang menarik juga untuk melihat apa yang mereka sedang lakukan untuk memajukan kesesatan. Buku terbaru yang ditulis oleh Lloyd Geering adalah salah satu yang semakin mendorong proses meninggalkan "iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus" (Yudas 1:3).