Sabtu, 17 April 2010

Berita Mingguan 17 April 2010

PENCIPTA CELANA JEANS YANG DIPAKAI RENDAH (LOW SLUNG JEANS) BUNUH DIRI
Berikut ini disadur dari “The Dark Side of the Fashion Industry,” Fundamentalist Digest, April-Mei 2010. “Pada bulan Februari, Alexander McQueen, desainer baju yang paling terkenal dan prominen sedunia, melakukan bunuh diri pada usia 40 tahun…..Dari sudut pandang karir, McQueen telah mencapai puncak dari tangga kesuksesan. Seorang editor menyebut dia “desainer yang paling brilian di generasinya, ” dan berkomentar lebih lanjut bahwa “pengaruhnya bisa dilihat dari cara wanita berpakaian selama 15 tahun terakhir.” Namun demikian, tindakan bunuh diri McQueen menyingkapkan sisi gelap industri fashion yang diketahui oleh semua orang dalam, tetapi yang jarang mendapat perhatian atau publisitas: bahwa industri ini bankrut secara moral dan bahwa industri ini didasarkan pada sensualitas yang jahat dan penyimpangan seksual….. Desain-desain McQueen secara sengaja dibuat provokatif secara seksual, aneh dan ngejreng. McQueen pernah menulis, “Seks adalah bagian yang besar dari apa yang saya lakukan.”… .Ia digelari sebagai penemu dari low slung jeans (jeans yang dipakai rendah, yaitu di pinggul, bukan di perut. Sebuah artikel berita menyatakan bahwa pakaian-pakaian ciptaan McQueen adalah “ciptaan-ciptaan yang erotis sensasional, fantastikal, seringkali androgynous. ..”

Androgynous artinya “bersifat lelaki sekaligus perempuan.” Walaupun Allah tidak pernah mengubah perbedaan-perbedaan antara jenis kelamin, sebagaimana dinyatakan dalam Perjanjian Lama dan Baru, dunia fashion komersial telah sejak lama membuang nilai-nilai tradisional tentang peran masing-masing jenis kelamin….Menurut media massa, McQueen “sangatlah terbuka mengenai homoseksualitasnya. …Pada musim panas tahun 2000, ia menikahi kekasihnya yang berumur 24 tahun, George Forsyth, seorang pembuat film dokumenter.. ..Persatuan itu cerai beberapa tahun kemudian.”.. ..McQueen juga secara terbuka mengakui bahwa ia adalah seorang atheis.” CATATAN AKHIR OLEH SDR. CLOUD: Industri fashion sedang berperang melawan Allah dan FirmanNya yang kudus, dan Alkitab memperingatkan umat Allah untuk tidak menjadi serupa dengan dunia (Roma 12:2).

ANGKA-ANGKA KEHANCURAN
Berikut ini oleh Brian Snider – “Ia masih begitu muda, namun, kita hampir tidak dapat membayangkan suatu waktu tanpanya. Internet kini telah begitu meluas dan telah mengubah cara kita melakukan berbagai hal, sehingga sulit membayangkan jika tidak ada internet. Tetapi 20 tahun yang lalu, begitulah situasinya. Siapa yang dapat mengira, 20 tahun lalu, bahwa kita akan hidup di zaman, saat sistem telpon sekarang terancam ketinggalan zaman. Atau bahwa Kodak akan berjuang untuk bertahan hidup. Atau bahwa kita akan bisa membawa semua lagu yang pernah kita beli di dalam genggaman tangan kita. Way of Life Literature mulai di web pada tahun 1994, bahkan belum dua dekade yang lalu. Tetapi sejak saat itu, hampir semua hal telah berubah dari analog menjadi digital. Komunikasi telepon, fotografi, film dan televisi, buku-buku, bahkan cara kita belanja atau bagaimana menemukan sebuah alamat di kota. Dan zaman digital yang sedang melanda ini adalah hancurnya kebebasan dan kemampuan untuk menghindari tatapan mata Pengawas. Setiap search di internet yang pernah kita lakukan ada datanya di luar sana. Dan setiap kali kita “masuk web,” kita memberitahukan sistem sedikit lagi keping informasi mengenai diri kita sendiri. Google mempergunakan data pencarian yang mereka kumpulkan untuk berbagai tujuan yang tidak akan pernah anda bayangkan. Google Flu Trend dapat memberitahu komunitas medis tempat-tempat yang sedang mengalami wabah flu, karena orang-orang yang sedang flu akan bertendensi untuk mencari kata kunci “gejala flu” saat mereka sakit. Menuai data pencarian demi kebaikan bersama adalah hal yang baik, tetapi kita sudah tahu bahwa ini tidak akan berakhir di sana. Tahun ini saja kita sudah melihat pemerintah AS mengambil alih industri-industri. Kesehatan, mobil, keuangan…. dan AS secara tradisional adalah salah satu negara yang lebih konservatif di dunia. Saatnya akan tiba, tidak terlalu jauh di depan, ketika semua teknologi akan tersambung untuk memberikan satu orang semua yang ia perlu tahu untuk menciptakan dunia sesuai dengan gambar dan imajinasi manusia. Sungguh waktu yang gelap itu. Tetapi dengan kasih karunia Allah, anda dapat lolos dari hari itu; bukan dengan cara mematikan komputer anda atau bersembunyi di tempat terpencil. Satu-satunya jawaban terhadap hari-hari gelap yang akan datang adalah terang Yesus Kristus. 1 Tesalonika 5:9 “arena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,” Apakah anda sudah tahu dengan pasti bahwa dosa-dosamu telah dihapuskan dan bahwa anda sudah lahir baru melalui iman dalam Yesus Kristus? Hari ini adalah hari penyelamatan. Berserulah kepada Tuhan sementara masih ada waktu.”

GEREJA-GEREJA MENJANGKAU PARA MISTIK
Berikut ini oleh Brian Snider – “Munculnya gerakan emerging church tidaklah menciptakan baru suatu pergerakan ke arah mistikisme kontemplatif, melainkan mengisi permintaan yang memang sudah ada. Gereja-gereja di mana-mana sedang bereksperimen dengan praktek-praktek mistik yang telah menggantikan atau mengurangi pesan Injil akan karya Yesus Kristus yang sempurna. Paskah yang baru lewat ini, banyak gereja yang ikut arus yang semakin berkembang, yaitu bangkitnya kebaktian-kebaktian Tenebrae pada hari-hari sebelum Paskah. Tenebrae, yang adalah kata bahasa Latin dengan arti “kegelapan,” berasal dari Gereja Roma Katolik di abad-abad kegelapan. Secara tradisional, ia disebut juga kebaktian terang lilin, dan dalam kebaktian ini lilin-lilin dimatikan satu demi satu, menggambarkan kegelapan yang terjadi pada saat penyaliban. Ketika ruangan hampir gelap total, orang-orang yang ikut serta menirukan gempa bumi yang terjadi saat penyaliban dengan cara menghentak-hentakka n kaki, atau memukul-mukulkan buku nyanyi ke bangku-bangku. Pada akhir kebaktian, kegelapan dipertahankan dan para pengikut keluar. Ada banyak variasi lagi terhadap konsep dasar ini, tetapi ide yang ingin dicapai adalah mencoba menciptakan ulang suasana dan perasaan yang terjadi saat penyaliban. Untuk merasakan rasa putus asa dan tak berpengharapan. Namun demikian, ada perbedaan yang sangat jauh antara kebaktian tenebrae dengan Perjanjian Baru. Tidak ada contoh dalam Perjanjian Baru bahwa orang-orang Kristen ikut serta dalam praktek-praktek seperti ini yang didesain untuk membangkitkan rasa putus asa atau suasana mencekam atau perenungan yang mendalam. Sebaliknya, orang-orang percaya memproklamirkan penyaliban dan kebangkitan Kristus sebagai harapan bagi dunia yang sedang binasa. Keputusasaan seharusnya terbatas pada hati seseorang yang belum pernah lahir baru. Tetapi orang-orang percaya tidak memerlukan kebaktian-kebaktian “kegelapan.” Marilah kita tinggalkan hal-hal seperti itu kepada rahib-rahib dan orang-orang kafir. 1 Tesalonika 5:5-6 “Karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.”

BERPIKIR DI LUAR KOTAK ATAU DI DALAM KITAB?
Berikut ini oleh Gembala Buddy Smith dari Malenda, Queensland – “Para ahli pertumbuhan gereja memberitahu kita agar “berpikir di luar kotak” (think outside the box). Mereka berkhotbah bahwa kita seharusnya sedemikian kreatif sehingga kita tidak diikat oleh penghalang-penghala ng ortodoks atau konvensional. Istilah ini (di luar kotak / outside the box) muncul pada akhir 60-an / awal 70-an dalam dunia bisnis, dan maknanya mirip dengan “berpikir lateral.” Para Injili cepat sekali mengadopsi pemikiran ini, jadi hari ini kita bisa membaca adanya gembala sidang dari gereja-gereja mega yang memberikan hadiah (door prize) mobil baru dan TV layar lebar, dan menjatuhkan telur-telur Paskah dari atas helikopter sambil band rock berdentum di latar belakang, semuanya untuk menarik orang datang. Apapun yang aneh, itu bagus. Yang mereka lupakan dalam semua ini adalah bahwa Harun pernah “berpikir di luar kotak” ketika ia membuat lembu emas. Demikian juga para imam ketika mereka mencoba memindahkan tabut Tuhan di atas kereta lembu. Dalam kedua kasus ini, kreatifitas mereka bukan hanya “di luar kotak,” tetapi juga “di luar Kitab!” Inilah essensi dari kesesatan. Para pemimpin gerakan emerging church berpura-pura bahwa pelayanan Yesus bersifat post-modern, dan bahwa Ia “hidup dan berpikir di luar kotak.” Kesimpulan mereka memperlihatkan betapa mereka tidak mengerti Alkitab dan Kristus. Ia hidup “di dalam Kitab, yaitu Alkitab,” dan membuktikan sekali untuk selamanya bahwa ada lebih banyak kreatifitas, kepintaran, dan berkat jangka panjang di dalam ketaatan yang sederhana kepada Firman Allah, daripada dalam seluruh kumpulan kacau kerajaan-kerajaan bisnis yang menyebut diri mereka sendiri “gereja.” Di dalam Kitab selalu lebih baik daripada di luar Kotak.”

INJIL DISNEY
Penulis dari “The Gospel According to Disney” mengatakan bahwa Walt Disney menyampaikan pesan religius melalui karakter-karakter kartun-nya, sebuah pesan bahwa “iman adalah elemen yang essensial – iman dalam dirimu sendiri, dan lebih lagi, iman dalam sesuatu yang lebih besar dari dirimu, entahkah itu suatu kuasa yang lebih tinggi yang tidak jelas” (Mark Pinsky, “Finding faith in the house of the mouse,” The Washington Post, 14 Agustus 2004, hal. B7). Film-film animasi Disney yang klasik penuh dengan hal-hal kafir yang amat ditentang oleh Alkitab, seperti tukang sihir, peramal, ilmu hitam, jin dan goblin. Sama seperti Harry Potter dan Lord of the Rings, kartun-kartun Disney menyuguhkan konsep yang mematikan bahwa ada sihir yang baik dan ada sihir yang buruk. Disney sering menggambarkan penyihir-penyihir sebagai pahlawan-pahlawan yang hebat. Walt Disney tidak pergi ke gereja dan tidak ada gereja di Main Street di Disneyland atau Disney World, namun orang tua Kristen telah memperbolehkan karakter-karakter kartun dan film-film Disney untuk mempengaruhi anak-anak mereka. Pinsky mengobservasi bahwa “sedikit sekali produsen hiburan yang terus menerus memiliki pengaruh yang sedemikian mendalam pada anak-anak muda seperti fitur-fitur animasi Disney.” Beberapa tahun lalu, denominasi Southern Baptis menyerukan boikot terhadap Disney, tetapi boikot itu adalah terhadap produksi Disney yang baru dan hari homoseksual yang diselenggarakandi Disney World, sementara mengabaikan injil New Age yang dikhotbahkan melalui film-film Disney yang dulu, film-film yang sering terdapat dalam rumah tangga orang-orang Baptis! Ketika Disneyland buka di Kalifornia tahun1954, majalah Time memuat Walt Disney di sampul majalah dan menyebut dia “pujangga humanisme baru Amerika.” Sungguh.

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary (www.graphe-ministry.org)
Untuk berlangganan, pilih opsi “Join Group” di: http://groups.yahoo.com/group/gits_buletin/

Tidak ada komentar: