Senin, 01 Oktober 2012

Berita Bulan SEPTEMBER 2012

ALKITAB DAN MASALAH HOMOSEKSUALITAS
(Berita Mingguan GITS 29 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Alkitab mengajarkan bahwa hubungan dan aktivitas seksual di luar ikatan kudus pernikahan adalah dosa. “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah” (Ibr. 13:4). Sejak awal, Alkitab mendefinisikan pernikahan yang sah sebagai persatuan kudus antara satu orang lelaki dan satu orang perempuan (Kej. 2:21-25), dan Yesus menegaskan hal ini sebagai standar ilahi (Mat. 19:4-6). Karena hubungan seksual di luar penikahan adalah berdosa dan karena Alkitab tidak pernah mengesahkan pernikahan antara lelaki dengan lelaki atau perempuan dengan perempuan, jelas bahwa homoseksualitas itu dilarang. Homoseksualitas tidak pernah dibenarkan oleh Kitab Suci. Perjanjian Baru memperlakukan homoseksualitas sebagai suatu kekejian moral. Dalam Roma pasal 1, Rasul Paulus menggambarkan homoseksualitas sebagai “hawa nafsu yang memalukan” (ay. 26), “tak wajar” (ay. 26), “kemesuman” (ay. 27), “terkutuk” (ay. 28), dan “tak pantas” (ay. 28). Perikop ini memperingatkan bahwa homoseksualitas adalah hasil korupsi dari imajinasi. Ia adalah hasil dari pikiran yang terkutuk. Paulus menyinggung homoseksualitas di jemaat Korintus dengan menggunakan bahasa masa lampau – “dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu” (1 Kor. 6:11). Anggota-anggota jemaat di Korintus telah bertobat dari dosa-dosa mereka dan menjadi ciptaan baru dalam Kristus. Allah dapat dan akan menyelamatkan setiap pendosa, tetapi ia harus bertobat dari dosa-dosanya dan bukan membenarkan dosa itu, dan ketika Allah menyelamatkan, Ia mengubah (2 Korintus 5:17). Ini tidak berarti bahwa orang percaya sama sekali tidak berdosa lagi; ini berarti ia berubah dan ia menyenangi kebajikan bahkan jika dia tidak selalu memenuhi standar Allah yang kudus. Orang-orang yang percaya Alkitab sama sekali tidak homofobia dalam pengertian apapun, sama seperti mereka tidak fobia terhadap perzinahan atau pencurian atau dusta. Mereka tidak membenci homoseksual. Mereka hanya percaya bahwa Alkitab mengajarkan manusia harus bertobat dari dosa agar diselamatkan dan dapat masuk ke dalam keanggotaan jemaat. Mereka juga tahu bahwa homoseksualitas adalah jenis dosa yang spesial dalam pengertian ini adalah dosa melawan alam sendiri dan dosa yang secara khusus menyerang pernikahan alkitabiah dan oleh karena itu dapat merusak masyarakat secara unik.
ULAH SEMUT
(Berita Mingguan GITS 29 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari Creation Moments, 20 Juni 2012, http://www.creationmoments.com: “Amsal 30:25 menggunakan istilah ‘bangsa’ untuk mengacu kepada semut. Dalam bahasa Ibrani, kata ini adalah kata yang persis yang umum dipakai di Perjanjian Lama bagi manusia, termasuk bangsa Israel. Walaupun hal ini terlihat aneh pada awalnya, adalah benar bahwa dalam banyak segi semut memang mirip dengan orang-orang yang kecil. Semut senang bekerja dan hidup di bawah sinar matahari. Mereka akan menghabiskan berjam-jam membersihkan halaman belakang mereka dari daun dan bahkan tanaman dan semak-semak. Semut juga diketahui dapat mengembara jauh dari daerah lokal mereka. Seorang ilmuwan dari University of California menandai semut-semut dengan bahan pewarna dan memperhatikan lika-liku pergerakan mereka. Tidak peduli seberapa jauh pun mereka berkelana, mereka sepertinya tidak tersesat. Kemudian ilmuwan itu mengenakan tutup mata yang sangat kecil pada semut-semut yang sedang mengembara itu. Ia menemukan bahwa ketika semut-semut tidak dapat melihat sekeliling mereka, mereka berjalan tanpa tujuan, jelas sekali tersesat. Hal ini dan eksperimen-eksperimen lainnya menunjukkan bahwa semut memiliki daya ingat yang hebat. Para ilmuwan juga kagum akan trik yang dipakai semut untuk merusak acara piknik keluarga. Salah satu strategi semut yang paling menarik adalah memanjat sebatang pohon yang menaungi piknik tersebut dan menemukan sehelai daun yang terletak di atas keranjang piknik. Semut lalu akan menggigit batang daun tersebut sampai daun jauh dari pohon dan melayang ke makanan di keranjang!”
PRESIDEN OBAMA MENGATAKAN BAHWA MASA DEPAN BUKANLAH MILIK ORANG-ORANG YANG MEMFITNAH MUHAMMAD
(Berita Mingguan GITS 29 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Dalam pidatonya di hadapan PBB tanggal 25 September lalu, Presiden AS, Barack Obama, membuat pernyataan yang mencengangkan berikut: “Masa depan bukanlah milik orang-orang yang memfitnah nabi Islam…” Ini berarti Obama percaya bahwa Muhammad adalah seorang nabi Allah yang sejati dan bahwa Islam adalah kebenaran dan oleh karena itu tidak boleh ditegur, persis sama dengan yang dipercayai orang muslim. Namun dalam pidato yang sama itu, Obama mengklaim diri orang Kristen dan mengutuki ekspresi kebencian terhadap Yesus dan penajisan gereja-gereja. Ini adalah tipikal kontradiksi gaya liberal. Jika Muhammad adalah nabi Allah sejati, maka Yesus sebagaimana dinyatakan dalam Alkitab adalah salah, karena Yesus mengklaim diri Anak Allah yang mati bagi dosa-dosa manusia. Kedua hal ini disangkal oleh Muhammad dengan keras. Ketika Antikristus nanti muncul, ia akan berpura-pura menghargai semua agama dan akan diusung sebagai seorang pembuat damai antar-agama yang hebat, tetapi segera sifat aslinya akan terlihat dan dia akan meninggikan diri di atas semua agama. “Raja itu akan berbuat sekehendak hati; ia akan meninggikan dan membesarkan dirinya terhadap setiap allah. Juga terhadap Allah yang mengatasi segala allah ia akan mengucapkan kata-kata yang tak senonoh sama sekali, dan ia akan beruntung sampai akhir murka itu; sebab apa yang telah ditetapkan akan terjadi” (Daniel 11:36).
MISTIKISME KATOLIK MENYEBAR KE GEREJA-GEREJA LAIN
(Berita Mingguan GITS 22 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Associated Baptist Press baru-baru ini melaporkan penyebaran mistikisme Katolik di antara gereja-gereja Baptis (dan gereja-gereja lain) dalam dua laporan: “Contemplative Worship Fits Baptist Faith” dan “Silent Worship Not Just for Catholics” (17 Sept. 2012). Chad Kerr, seorang diaken di Broadway Baptist Church di Fort Worth, Texas, mengatakan bahwa praktek ini berakibat pada “pergeseran cara dia mengerti hubungannya dengan Allah” dibandingkan dengan cara dia dibesarkan di gereja-gereja Baptis di Georgia. Bukan lagi tentang membaca Alkitab dan merenungkan Kitab Suci dan berdoa dengan kata-kata. Ini adalah tentang mencari suatu “pengalaman” dengan Allah melalui sesuatu yang lebih dari Alkitab, melalui praktek-praktek mistik seperti meditasi hening, mantra-mantra, doa yang berulang-ulang, dan penggunaan imajinasi. Kerr menggambarkan doa kontemplatif sebagai “sekedar duduk dan mencoba untuk hening dan merasakan dan mendengarkan.” Michael Sciretti, pelayan formasi rohani di Freemason Street Baptist Church di Norfolk, Virginia, menyebut doa kontemplatif suatu “pengalaman yang langsung dengan Allah.” Dia berkata bahwa itu adalah “masuk ke ruang yang paling dalam untuk merasakan dan menemui Allah dalam hati kita sendiri.” Diana Butler Bass, penulis dari The End of Church and the Birth of a New Spiritual Awakening, mengatakan itu adalah “menciptakan ruang kudus di mana orang dapat benar-benar merasakan, menyentuh, dan mendengar Allah di tengah-tengah mereka.” Pertanyaan yang penting di sini adalah bagaimana kamu bisa tahu kamu sedang “merasakan, menyentuh, dan mendengar Allah,” ketika Alkitab begitu sering memperingatkan tentang roh-roh yang menipu dan kristus-kristus palsu? Dalam kenyataannya, ini adalah mistikisme buta yang menggeser seseorang dari fondasi Kitab Suci yang kokoh, dan ini adalah resep menuju penipuan rohani. Karena tidak didasarkan secara kokoh pada Kitab Suci, gerakan ini sangat efektif dalam menciptakan suatu “ekumenisme rakyat.” Richard Foster, salah satu orang paling berpengaruh dalam gerakan doa kontemplatif, mengatakan, “Saya melihat seorang rahib Katolik dari bukit-bukit Kentucky berdiri di samping seorang penginjil Baptis dari jalan-jalan raya Los Angeles, bersama-sama menaikkan persembahan pujian. Saya melihat suatu umat” (Streams of Living Water, 1998, hal. 274). .
ORANG-ORANG KRISTEN MASIH DIPENJARAKAN DI IRAN
(Berita Mingguan GITS 22 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Nadarkhani bebas, tetapi penjara-penjara Iran masih menahan banyak lagi orang-orang Kristen,” Fox News, 13 September 2012: “Gembala sidang Youcef Nadarkhani telah membuat berita internasional dan akhirnya memenangkan kebebasannya setelah dipenjarakan dan dijatuhi hukuman mati oleh sebuah pengadilan Iran, tetapi beberapa orang Kristen lainnya tetap tinggal di penjara-penjara negara Islam tersebut hanya karena iman mereka. Para pembela orang-orang lelaki dan perempuan ini, yang menolak untuk menyangkali kepercayaan Kristiani mereka di sebuah negara di mana mereka dikelilingi oleh populasi yang tidak bersahabat yang jauh lebih banyak jumlahnya, mengatakan bahwa peluang terbesar mereka untuk mendapat kebebasan adalah melalui tekanan internasional. Kurang dari 1 persen populasi Iran terdiri dari orang-orang dengan iman non-Islam, menurut World Factbook CIA, dan orang-orang Kristen, Yahudi, dan Hindi menghadapi penganiayaan yang tak henti-henti. ‘Iran telah meningkatkan penganiayaan sistematik yang mereka lakukan terhadap orang-orang Kristen pada tahun-tahun terakhir ini, menutup gereja-gereja, membakar Alkitab, memenjarakan orang-orang percaya, dan menggunakan ancaman dan taktik intimidasi untuk menekan ekspresi agama,’ kata Tiffany Barrans, Direktur legal internasional bagi American Center for Law and Justice (ACLJ), yang telah membuat kampanye yang sukses untuk pembebasan Nadarkhani.
Berjalan dalam Kewaspadaan
(Berita Mingguan GITS 15 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
“Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus” (1 Pet. 1:13). Kehidupan kristiani yang terpisah dari dunia adalah suatu kehidupan yang penuh kewaspadaan rohani. Ini bukan masalah mengikuti suatu daftar “boleh dan tidak” dalam suatu semangat keagamaan yang sia-sia; ini adalah waspada dalam setiap area kehidupan untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip Firman Allah agar tidak ditelan oleh Iblis (1 Pet. 5:8). Inilah alasannya saya (David Cloud) memisahkan diri dari rock & roll sebagai seorang Kristen muda yang baru saja diselamatkan dari gaya hidup hippie. Saya menjadi yakin dari Firman Allah bahwa rock & roll adalah dunia Iblis, dan saya tidak mau digoda kembali ke dunia itu melalui kuasa musik. Saya tahu bahwa saya telah mabuk dengan musik itu sejak hati dan jiwa saya ditangkap olehnya sekitar tahun 1962 ketika saya berusia 13 tahun. Saya telah dibawa dalam suatu “tur misteri magis” selama 10 tahun oleh para pemusik rock, suatu tur yang membawa saya bahkan kepada Hinduisme dan New Age dan hampir menghancurkan saya secara rohani, moral, dan fisik. Dengan kasih karunia Allah saya menemukan keselamatan, dan saya bermaksud untuk berjalan dalam kewaspadaan, bukan kesembronoan. Saya bermaksud untuk meyiapkan akal budi saya, bukannya menyerahkan pikiran saya kepada musik yang sensual seperti di masa-masa kebodohan saya yang dulu.
Fakta-Fakta tentang Tulang
(Berita Mingguan GITS 15 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 22 Juni 2012, http://www.creationmoments.com: “Ketika seorang insinyur membangun sebuah bangunan, sebuah jembatan, atau struktur lainnya, dia harus membangunnya sehingga dapat bertahan terhadap gaya-gaya yang merenggangkan struktur itu sekaligus gaya-gaya yang mengkompresinya. Dalam mendesain struktur yang dapat menahan kedua macam gaya itu, ia harus mengantisipasi berapa besar kekuatan dari setiap macam gaya itu yang bisa saja dialami oleh struktur tersebut selama masa hidupnya. Ada bahan-bahan, seperti besi tuangan dan semen, yang sangat baik untuk menahan gaya-gaya kompresi tetapi sangat buruk dalam menghadapi gaya-gaya yang merenggangkan. Menggunakan salah satu dari bahan ini untuk membangun struktur yang mengalami gaya-gaya tensil atau merenggangkan dapat menuntun kepada malapetaka. Mari kita aplikasikan informasi dasar teknik insinyur ini kepada masalah membangun suatu kerangka bagi suatu makhluk hidup. Walaupun anda mungkin hanya seberat 65 kg, tulang-tulang kakimu yang panjang kemungkinan besar harus siap untuk menghadapi lebih dari 500 kg gaya kompresi dan ratusan kg tekanan dari otot-otot yang terjangkar padanya. Jadi adalah hal yang baik, bahwa tulang yang normal adalah tiga kali lebih kuat daripada kayu padat dan hampir sekuat besi! Berbagai tes telah memperlihatkan bahwa kekuatan tensil dari tulang adalah hampir 2500 kg per cm kuadrat. Tetapi bahan tulang lebih baik daripada besi karena ia tiga kali lebih ringan dan jauh lebih fleksibel. Struktur tulangmu didesain terlalu baik dan berhati-hati, tidak mungkin adalah hasil kecelakaan atau kebetulan. Jika kehidupan adalah hasil dari evolusi yang impersonal, evolusi pastilah masih berusaha untuk menghasilkan bahan yang terbaik untuk menjadi kerangka, dan akan ada banyak ubur-ubur di mana-mana!”
Pengadilan Eropa Mendukung Aborsi Eugenik
(Berita Mingguan GITS 15 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa telah membuat keputusan yang bertentangan dengan hukum Italia yang melarang skrining eugenik terhadap embrio yang terbuahi oleh proses fertilisasi in-vitro. Pengadilan ini menuntut agar hukum Italia tersebut dicabut dan memberikan 15.000 euro kepada pasangan yang mengaborsi anak mereka setelah anak itu didiagnosa memiliki cystic fibrosis (“European Court Ruling,” LifesiteNews, 31 Agus. 2012). Betapa kemunafikan yang jahat! Bagaimana dengan “hak asasi manusia” dari anak yang belum dilahirkan itu! Pengadilan ini menciptakan suatu hak baru, yaitu “hak untuk melahirkan seorang anak yang tidak menderita penyakit yang berpotensi mereka derita.” Kita diingatkan lagi akan bahaya suatu pengadilan dunia yang memiliki kuasa untuk mengintervensi masalah nasional. Tentu saja, sedih sekali bahwa Mahkamah Agung Amerika Serikat (atau negara lain manapun) tidak lebih bersahabat kepada kebenaran dan kebajikan daripada Pengadilan Eropa. “Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit. Celakalah mereka yang memandang dirinya bijaksana, yang menganggap dirinya pintar! Celakalah mereka yang menjadi jago minum dan juara dalam mencampur minuman keras; yang membenarkan orang fasik karena suap dan yang memungkiri hak orang benar. Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.” (Yes. 5:20-24)
Gembala di Iran Dibebaskan dari Penjara
(Berita Mingguan GITS 15 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Pastor Jailed in Iran,” Fox News, 8 Sept. 2012: “Seorang gembala sidang Iran, Youcef Nadarkhani, yang awalnya dijatuhi hukuman mati di negara asalnya karena iman kristianinya, dibebaskan dari tuduhan murtad dan dibebaskan dari pemenjaraan. Nadarkhani, 32 tahun, dipenjarakan tiga tahun dan menantikan eksekusi mati karena menolak untuk menyangkal iman Kristen-nya. Tuduhan terhadap dia diturunkan menjadi “menginjil orang-orang Muslim,” yang dapat dikenai hukuman tiga tahun penjara. Dia dibebaskan setelah menjalani waktu penahanan tersebut, menurut American Center for Law and Justice, sebuah grup pengamatan yang berbasis di Washington, yang telah berkampanye untuk pembebasan gembala sidang itu. ‘Hari ini, sumber-sumber kami di Iran melaporkan bahwa Gembala Youcef telah dibebaskan dari tuduhan murtad dan dibebaskan dari penjara. Setelah terdampar di penjara selama hampir tiga tahun, dia telah dikembalikan kepada keluarganya,’ Jordan Sekulow, demikian pernyataan direktur eksekutif dari ACLF kepada FoxNews.com.”
Mesias Palsu Meninggal
(Berita Mingguan GITS 8 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Sun Myung Moon, pendiri dari bidat Gereja Unifikasi (Unification Church), meninggal pada tanggal 3 September pada usia 92 tahun. Moon mengklaim bahwa Yesus menampakkan diri padanya tahun 1935 dan mengutusnya untuk mendirikan kerajaan Allah di atas bumi. Dia mendirikan Gereja Unifikasi di Korea pada tahun 1954 dan pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1971. Menurut doktrin Unifikasi yang aneh (“Prinsip Ilahi”), Moon dan istrinya, “Orang Tua Surgawi,” dipilih untuk menghasilkan kerajaan Allah di bumi. (Ini adalah istri kedua Moon; dia meninggalkan istri pertamanya pada tahun 1960). Moon mengklaim bahwa Allah berkata kepadanya, “Kamulah anak yang Saya telah cari-cari, yang dapat memulai sejarah kekalKu.” Menurut mereka, Adam dan Hawa gagal untuk menghasilkan kerajaan itu karena dosa mereka, dan Yesus juga gagal untuk menghasilkan kerajaan Allah karena Dia disalibkan sebelum Dia dapat menikah dengan mempelai yang sempurna. Jadi, Moon dipilih untuk meneruskan pekerjaan tersebut. Moon menghujat ketika dia mengklaim bahwa Yesus lahir dari hubungan imoral antara Maria dan ayahnya Yohanes Pembaptis. Moon melangsungkan pernikahan antar-ras masal dan bahkan pernikahan antar-agama, dan mengklaim bahwa inilah caranya untuk mencapai perdamaian dunia. Di Oakland, California, dia berkata kepada para wanita yang hadir: “Jika kamu tidak melahirkan, kamu tidak memenuhi syarat menjadi seorang wanita” (“Rev. Moon Stirs Up Fans,” Oakland Tribune, 13 Maret 2001). Di Oklahoma City pada tahun yang sama, Moon mengumumkan: “Saya telah mengunjungi roh dunia. Saya telah bertemu Allah.” Pada saat kematiannya, salah satu pengikutnya berkata, “Saya merasa langit runtuh dan seluruh dunia jatuh,” sementara yang lain lagi berkata, “Engkaulah raja kekal atas segala raja, mesias umat manusia. Engkau akan selalu hidup dalam hatiku.” (“Church readies huge funeral for ‘messiah,’” Bangkok Post, 4 Sept. 2012). Sejak tahun 2008, putra bungsu Moon telah memegang kendali kerajaan agama dan bisnis kelompok bidat tersebut.
Seorang Kritikus Tekstual Katolik yang Berpengaruh Meninggal
(Berita Mingguan GITS 8 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Carlo Martini, salah satu editor Perjanjian Baru Yunani yang dikeluarkan oleh United Bible Societies, meninggal minggu lalu dalam usia 85 tahun. Martini, seorang imam Jesuit dan Uskup Agung Emeritus Roma Katolik dari Milan, adalah seorang editor Perjanjian Baru UBS sejak tahun 1967 hingga 2002. Dia dijadikan seorang Kardinal oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1983. Editor-editor awal lainnya dari PB UBS adalah Kurt Aland, Bruce Metzger, Matthew Black, dan Allen Wikgren. Saya masih ingat betapa terkejutnya saya ketika saya belajar tentang kesesatan-kesesatan theologis yang parah dari orang-orang ini, yang mengedit Perjanjian Baru Yunani yang saya pakai di Sekolah Alkitab. Kami para murid tidak diberitahukan informasi ini, tetapi pada awal dari riset pribadi saya mengenai isu teks/versi Alkitab sebagai seorang misionari muda pada awal tahun 1980an, saya menggali informasi ini dengan cara mendapatkan buku-buku yang ditulis oleh Metzger dan orang-orang lain tersebut. Pada akhirnya, saya membangun suatu perpustakaan yang besar mengenai subjek ini dan mendokumentasikan kesesatan itu “langsung dari sumbernya.” Buku saya yang pertama yang menyingkapkan hal ini adalah Unholy Hands on God’s Holy Book: sebuah laporan tentang United Bible Societies pada tahun 1985. Informasi dalam buku itu digandakan berulang kali secara luas, kadang tanpa memberikan kredit yang seharusnya. Setelah 20 tahun penelitian lagi, saya menerbitkan The Modern Bible Version Hall of Shame pada tahun 2005, yang mengekspos kesukaan dan hubungan intim antara kritik tekstual dengan kesesatan akhir zaman. Buku ini mengandung dokumentasi berkaitan dengan 150 kritik tekstual dan penerjemah yang berpengaruh. Allah memerintahkan umatNya untuk menandai dan menghindari para penyesat theologis (Roma 16:17) dan berbalik dari kesesatan akhir zaman (2 Tim. 3:5). Tidak ada pembenaran alkitabiah untuk menggunakan buku-buku dan Perjanjian Baru Yunani yang dihasilkan oleh orang-orang seperti ini. “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” (2 Tim. 3:5).
Pengetahuan Akan Bertambah
(Berita Mingguan GITS 8 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Sekitar 2500 tahun yang lalu, pada masa kerajaan Media-Persia, seorang malaikat memberitahu nabi Daniel, “Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah” (Dan. 12:4). Kita sedang melihat penggenapan yang dramatis akan hal ini pada zaman kita. Penemuan-penemuan baru termasuk berikut ini: (1) Sistem software baru untuk mengenali wajah manusia dapat mengenali 36 juta wajah per detik (“Video: Face-Recognition System,” Popular Science, 23 Maret 2012). Sistem Hitachi Kokusai dapat memonitor input video dari seluruh dunia secara live, memindai (scan) untuk mencari wajah tertentu, dan dapat melacak individu yang dimaksud jika dia muncul dalam video manapun. (2) Seseorang yang berbaring dalam sebuah mesin fMRI telah mengontrol sebuah robot hanya dengan cara berpikir (“Robot Avatar Body,” New Scientist, 6 Juli 2012). Tujuannya adalah memberikan orang kemampuan untuk berinteraksi dengan dunia menggunakan tubuh lain. Orang tersebut berada di Advanced Virtuality Lab di Pusat Interdisciplinary di Herzliya, Israel, sementara robotnya berada di Beziers Technology Institute di Perancis. (3) Perusahaan-perusahaan besar kini menggunakan teknologi pelacak mata untuk membuat peta panas mengenai ke mana mata konsumen melayang di rak-rak toko supaya mereka dapat memperbaiki tampilan-tampilan iklan mereka (“Supermarkets Use Retina Trackers,” Popular Science, 12 Juli 2012). “Dengan melakukan hal ini, para periset pasar dapat masuk ke pikiran konsumen dengan cara yang tidak pernah dapat dilakukan sebelumnya.” (4) Sistem laser terbesar di dunia melepaskan sebuah tembakan 1,85 megajoule, yang memberikan lebih dari 500 trilyun watt energi (“World’’s Most Powerful Laser,” Fox News, 12 Juli 2012). Tembakan yang hanya berlangsung seper-sekian detik itu terjadi di National Ignition Facility di Livermore, California, dan menghasilkan 1000 kali energi yang dipakai oleh seluruh Amerika Serikat dalam satu detik. Pelepasan energi ini menciptakan kondisi yang sebelumnya hanya muncul di inti sebuah bintang. Para ilmuwan berharap dapat mencapai titik break-even, di mana jumlah energi yang dihasilkan akan sama atau lebih besar daripada energi yang terpakai untuk membuat ledakan itu. (5) MIT telah mengembangkan radar yang dapat melihat melalui tembok padat (“Radar,” BBC Technology News, 19 Oktober 2011). Dengan radar tersebut, yang menggunakan gelombang radio pendek dan amplifier, kini orang yang dibalik tembok dapat dideteksi bahkan dari jarak 20 meter. (6) Perangkat elektronik pertama yang dapat ditelan kini telah disetujui oleh FDA (“Approved,” Popular Science, 31 Jlui 2012). Pil tersebut dijalankan oleh chip silikon berukuran partikel pasir yang menghasilkan voltase melalui kontak dengan cairan pencernaan. Pil tersebut memberi sinyal ke sebuah alat tempel di kulit orang tersebut, yang lalu meneruskan sebuah pesan ke sebuah telepon genggam. (7) Ada rencana untuk membuat sebuah printer 3D yang dapat mem-print rumah dalam waktu 20 jam (“3D Printer Could Build a House,” Yahoo News, 10 Agustus 2012). Berbicara dalam konferensi TEDxOjai, Behrokh Khoshnevis dari University of Southern California menggambarkan rencana untuk membangun sebuah printer 3D raksasa yang dapat mem-”print” rumah-rumah hanya dalam hitungan jam. Sebuah model berskala kecil sudah dibuat dan diuji. Mesin ini disebut Countour Crafting. (8) Disney telah menciptakan sebuah proses untuk meng-kloning wajah manusia ke robot-robot dengan kulit silikon (“Disney Invents,” Gizmodo, 14 Agustus 2012). Proses ini menggunakan kamera motion 3D untuk mengkalkulasikan bentuk, densitas, dan kompisis persis dari kulit silikon sintetis. Wajah hasil kloning tersebut akan digerakkan oleh mesin aktuasi robot.
Mutasi-Mutasi Genetik Tidak Menumpuk Menjadi Evolusi
(Berita Mingguan GITS 8 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Pelepasan radiasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima di Jepang yang terjadi pada bulan Maret 2011, telah menghasilkan mutasi-mutasi genetik pada kupu-kupu. Hal ini telah menyebabkan abnormalitas-abnormalitas seperti infertilitas, pola bintik yang kacau, sayap yang cacat, mata yang cacat, antena dan kaki yang berbentuk salah, dan ketidakmampuan untuk keluar dari kepompong mereka (“Mutant Butterflies,” Fox News, 5 Agus. 2012). Timothy Mousseau, seorang profesor biologi di Universitas South Carolina yang mempelajari dampak radiasi dari Fukushima dan Chernobyl, mengobservasi bahwa salah satu implikasi dari riset mengenai mutasi adalah bahwa “mutasi yang merugikan dapat diturunkan dari satu generasi ke berikutnya, dan bahwa mutasi-mutasi ini dapat terakumulasi dan bertambah seiring berjalannya waktu.” Bahwa ada implikasi yang lebih besar lagi yang tidak disebutkan dalam laporan ini, yaitu pembuktian kesalahan mitos evolusi, karena mutasi genetik itu membawa sedikit atau tidak ada dampak (misalnya: pola bintik yang kacau) atau mutasi itu bersifat merusak (misal: sayap yang cacat). Evolusi makhluk-makhluk hidup bahkan bukanlah suatu teori; itu adalah suatu dongeng yang didasarkan pada nol bukti ilmiah. Judul dari buku Darwin yang berpengaruh adalah “On the Origin of Species” (Mengenai Asal Muasal Spesies), tetapi dia gagal untuk memperlihatkan mekanisma apapun yang dapat menjelaskan asal mula kehidupan ataupun asal mula spesies. Darwin mengusulkan “seleksi alam.” Tetapi seleksi alam tidak memiliki kekuatan untuk menciptakan sesuatu. Ia tidak memiliki kekuatan untuk menambahkan informasi genetik yang sangat kompleks dan sistem sel yang luar biasa hebat yang berada di balik banyak makhluk hidup yang kompleks. Sejak zaman Darwin, evolusionis telah mengajukan mutasi genetik sebagai mekanisme yang dapat menciptakan tungkai-tungkai, organ-organ, atau makhluk-makhluk kompleks. Tetapi hal-hal yang rumit tidaklah terjadi oleh peristiwa-peristiwa acak yang bersifat kebetulan. Ambil saja contoh suatu tulisan, seperti Kejadian pasal satu. Tidak mungkin tulisan ini dihasilkan oleh pengetikan secara acak, dan jika perubahan-perubahan acak dimasukkkan ke dalam teks ini, hasilnya pasti tidak mungkin lari dari degradasi, bukan perbaikan. Ambil contoh sebuah mesin, seperti pesawat luar angkasa. Mesin ini memiliki dua juta bagian (dan ini masih jauh lebih tidak kompleks daripada sebuah sel bakteri). Perubahan-perubahan acak yang buta tidak mungkin menghasilkan mesin seperti ini atau memperbaiki kondisinya. Ketika saya seorang anak kecil, salah satu paman saya memiliki sebuah mobil balap yang dia kendarai ke suatu pertemuan keluarga. Sepupu saya dan saya menemukan kotak alatnya dan memutuskan untuk menambahkan beberapa mutasi acak kepada mobil balapnya dengan cara mengutak-atik mobil itu dan melepaskan beberapa hal. Saya pastikan anda bahwa kami tidak membuat mobil balapnya tambah baik! Jika dilihat dasarnya, isu evolusi ini mudah dimengerti.
Oppositional Defiant Disorder (ODD)
(Berita Mingguan GITS 1 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Oppositional defiant disorder (ODD, atau Kelainan Sikap Menentang Melawan) adalah “sebuah pola perilaku yang tidak taat, bermusuhan, dan menentang terhadap figur-figur otoritas” (Diagnostic Statistical Manual of Mental Disorders). Gejala-gejalanya antara lain adalah: Secara aktif tidak mengikuti permintaan orang dewasa, marah dan tidak senang terhadap orang lain, bertengkar dengan orang dewasa, menyalahkan orang lain atas kesalahan sendiri, selalu mendapat masalah di sekolah, kehilangan kendali emosi, penuh benci dan mencari balas dendam, gampang marah atau tersinggung. Pengobatan yang dianjurkan termasuk psikoterapi dan medikasi. Kasus ODD yang kuat dapat membawa kepada IED (intermittent explosive disorder atau kelainan ledakan-ledakan yang berselang), yang menurut website Mayo Clinic “dicirikan oleh episode-episode perilaku agresif penuh kekerasan yang berulang-ulang, di mana seseorang bereaksi jauh melebihi proporsi terhadap situasi.” Kita diberitahu bahwa orang-orang dengan kelainan IED “dapat menyerang orang lain dan barang milik mereka, menimbulkan luka badani atau kerusakan properti.” Lisa Good, seorang psikolog anak di Brisbane, Australia, mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir ini, dia mendiagnosa lebih banyak anak dengan kelainan ODD dan kelainan perilaku daripada autisme, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD, atau kelainan hiperaktif dan kurang perhatian) atau kekhawatiran” (“They’re also walking IEDs,” Courier Mail, Brisbane, 19 Agus. 2012). Melihat kembali ke masa kecil saya, ODD jelas menggambarkan banyak sekali teman sekolah saya. Kami diberitahu bahwa kami adalah pemberontak dan remaja bermasalah, dan pengkhotbah kami memberitahu kami untuk bertobat, dan beberapa dari kami memang bertobat! Jika kamu adalah seorang berdosa, maka kamu dapat menemukan keselamatan dan perubahan, tetapi jika kamu mengalami “kelainan,’ bahkan A.D.A.M. Medical Encyclopedia pun mengakui bahwa tidak ada jaminan penyembuhan, karena “beberapa merespon baik terhadap pengobatan, yang lainnya tidak.” Betapa zaman ini zaman yang sangat bodoh! Allah berkata kepada Israel di zaman dulu, “Adapun umat-Ku, penguasa mereka ialah anak-anak, dan perempuan-perempuan memerintah atasnya. Hai umat-Ku, pemimpin-pemimpinmu adalah penyesat, dan jalan yang kamu tempuh mereka kacaukan!” (Yes. 3:12).
“High” dengan Musik “Penyembahan”
(Berita Mingguan GITS 1 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Sebuah penelitian pada tahun 2012 yang dilakukan oleh Universitas Washington, menyimpulkan bahwa gereja-gereja raksasa (megachurch) “menyediakan perasaan ‘high’ dan eforia biologis yang sama yang dihasilkan oleh acara-acara olahraga dan konser-konser” (Ecumenical News International, 21 Agus. 2012). Penelitian tersebut, yang berjudul “God Is Like a Drug: Explaining Interaction Ritual Chains in American Megachurches,” dilakukan oleh Katie Corcoran dan James Wellman. Mereka menemukan bahwa perasaan ‘high’ saat ‘penyembahan’ terjadi karena “musik upbeat yang modern, kamera-kamera yang menyapu audiens dan menayangkan para penyembah yang tersenyum, berdansa, bernyanyi, atau menangis di layar besar, dan seorang pemimpin yang sangat berkharisma memiliki khotbah-khotbah yang menyentuh individu-individu pada tingkat emosional.” Mereka percaya bahwa hal-hal ini “memicu zat-zat kimi di otak untuk memberikan individu yang bersangkutan suatu ‘high’ emosional dan perasaan transenden sekaligus perasaan perlu untuk kembali lagi untuk mendapatkan dosis berikutnya.” Saya sudah sejak lama mengatakan bahwa para ‘penyembah’ kontemporer sebenarnya hanyalah ‘high’ dengan musik yang disuguhkan. Hal ini terlihat jelas dalam sebuah kunjungi riset ke City Harvest Church, gereja terbesar di Singapura, pada tanggal 8 Februari 2003. Musiknya adalah rock & roll yang sepenuh-penuhnya, dengan dua pemain drum, gitar-gitar elektrik, sebuah keyboard, dan bagian brass yang kuat. Beberapa pemimpin ‘penyembahan’ (worship leader), baik lelaki maupun wanita, bergoyang dan berjoget di depan panggung. Hampir semua orang bergabung secara antusias pada waktu penyembahan, bernyanyi, bertepuk tangan, melompat-lompat, bergoyang mengikuti musik yang kuat. Majalah gereja tersebut, edisi Juli-Desember 2002, memuat bagian tanya/jawab, dan salah satu pertanyaan yang diajukan sangatlah instruktif. Seorang anggota baru di gereja itu berkata bahwa dia (perempuan) “merasa tertarik ke dalam hadirat Allah, TERUTAMA PADA SAAT-SAAT PRAISE AND WORSHIP (pujian dan penyembahan).” Tetapi ketika dia mencoba untuk bertemu Allah dengan cara yang sama pada waktu renungan pribadinya, untuk ‘MERASAKAN HADIRAT YANG SAMA,’ dia selalu gagal. Dia tidak dapat memahami apa yang terjadi, tetapi sebenarnya sederhana saja. Musik yang sensual itulah yang menghasilkan perasaaan suatu “hadirat,” tetapi penyembahan yang sejati sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal-hal ini. Hal-hal seperti ini mudah dipalsukan oleh daging dan Iblis. Penyembahan sejati adalah mengucap syukur kepada Allah dan melayani Dia dengan taat MELALUI IMAN TIDAK PEDULI APA PERASAAN SAYA SAAT INI ATAU KONDISI SITUASI. Apakah menurutmu Abraham merasakan perasaan hangat yang menggelitik saat dia berjalan ke Gn. Moria dengan Ishak, atau apakah Ayub mendapatkan perasaan hangat menggetarkan saat dia duduk di atas abu, menggaruk-garuk bisulnya dengan pecahan tembikar sambil memikirkan anak-anaknya yang meninggal, hartanya yang habis, dan serangan-serangan istrinya? Tidak, tetapi kedua tokoh itu melakukan tindakan penyembahan yang paling murni yang dicatat dalam Alkitab, dan mereka sama sekali tidak tergantung kepada musik.
Siaran Malam Natal dari NASA
(Berita Mingguan GITS 1 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Neil Armstrong, orang pertama yang berjalan di bulan, meninggal minggu lalu pada usia 82 tahun. Dia mengucapkan salah satu kata-kata yang paling terkenal dalam program luar angkasa. Setelah menerbangkan Lunar Module dalam suatu pendaratan yang sangat menegangkan, dengan menyisakan bahan bakar yang cukup untuk hanya 25 detik ketika ia mendarat, dia berkata: “Houston: Tranquility Base di sini. Eagle telah mendarat.” Ketika dia melangkah ke permukaan bulan enam jam kemudian, pada tanggal 20 Juli 1969, dia mengatakan, “Itu satu langkah kecil bagi seorang manusia, satu langkah raksasa bagi umat manusia.” Pada waktu itu saya (David Cloud) kurang tiga bulan dari usia 20 tahun, dan menonton itu semua dalam siaran televisi dengan 600 juta orang lainnya, hampir seperlima populasi bumi. Saya juga ingat bahwa tujuh bulan sebelum itu, pada misi penerbangan berawak yang pertama ke bulan, astronot NASA, Frank Borman, Jim Lovell, dan William Anders membaca dari pasal pertama Kitab Kejadian ketika mereka memasuki orbit bulan pada Malam Natal, 24 Desember 1968. Anders berkata, “Untuk semua orang di bumi, kru Apollo 8 memiliki pesan yang kami ingin sampaikan.” Dia lalu membaca Kejadian 1:1-4, disambung oleh Lovell yang membacakan ayat 5-8, dan Borman membaca ayat 9-10. Borman menyimpulkan dengan kata-kata, “Dan dari kru Apollo 8, kami menutup dengan selamat malam, semoga beruntung, Selamat Natal, dan Tuhan memberkati kalian semua – semua yang ada di bumi yang baik.” Jelas itu bukanlah pesan Injil, dan kita tidak tahu sejauh mana mereka mempercayai atau menafsirkan secara literal apa yang mereka baca, tetapi faktanya tetaplah bahwa tiga astronot NASA membaca dari pasal pertama Alkitab King James pada malam yang bersejarah itu di sebuah siaran resmi. Itu barulah 44 tahun lalu. Hari ini, di Amerika, anak-anak di sekolah negeri dilarang untuk berdoa. Betapa Amerika (dan dunia) sudah berubah. Apa yang akan terjadi dalam 44 tahun ke depan kalau Yesus tidak segera datang? Angkatlah mukamu, saudara-saudara, karena waktunya hampir tiba!
Editor: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary (www.graphe-ministry.org)
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
Untuk berlangganan, pilih opsi “Join Group” di: http://groups.yahoo.com/group/gits_buletin/ dan ikuti petunjuk selanjutnya di layar komputer

Tidak ada komentar: