Tampilkan postingan dengan label AKHIR ZAMAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKHIR ZAMAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2012

Kehidupan Nikah di Akhir Zaman


TAHUN 2000…………….2012…. dst….

Kemajuan teknologi yang pesat mewarnai hari-hari yang akan datang dan itu menggembirakan sebab membawa banyak faedah bagi umat manusia. Tetapi selain itu di hari-hari yang akan datang itu kita juga melihat dosa bertambah-tambah di mana-mana dengan luar biasa, sehingga banyak kehidupan terluka dan rusak, bahkan banyak yang hancur total.  Kemajuan teknologi tidak dapat menghentikan pertumbuhan dosa yang sangat merusak ini.  Tidak ada yang dapat menghentikan nafsu-nafsu  jahat dan kotor di dalam hati manusia, bahkan justru kemajuan teknologi itu mempercepat laju kebejatan manusia.
Misalnya: Alat-alat KB dengan teknologi modern yang canggih itu menolong banyak umat manusia; tetapi yang rusak moralnya, yang berkeras hati dalam perbuatan-perbuatan dosanya, itu tambah “aman” dengan segala hasil teknologi yang canggih ini sehingga makin ganas, liar menjadi-jadi dan baru sadar sesudah kena …. AIDS!

NUBUAT ALKITAB

Apakah Allah sudah mengetahui perkembangan ini semua?  Bahkan apakah Allah tahu bagaimana bentuk kehidupan manusia dalam hari-hari yang akan datang ini?

Senin, 14 November 2011

Kitab Kehidupan dan Dampaknya pada Doktrin Keselamatan

Dr. Steven E. Liauw, Graphe International Theological Seminary
Kitab Kehidupan adalah salah satu misteri di dalam Alkitab. Tuhan memberitahu manusia melalui FirmanNya tentang eksistensi sebuah kitab yang disebut “book of life” atau “Kitab Kehidupan.” Nama dari kitab ini saja sudah cukup untuk membangkitkan rasa ingin tahu kita, apalagi ketika perikop-perikop Firman Tuhan menyingkapkan bahwa apa yang tertulis dalam Kitab Kehidupan ini akan membawa dampak yang sangat besar bagi setiap individu.

Ada banyak teori mengenai Kitab Kehidupan ini. Sama seperti banyak topik menarik lainnya dalam Alkitab (misalnya Melkisedek), kita seringkali berharap seandainya Tuhan memberikan lebih banyak informasi lagi. Bagaimana bentuk kitab ini? Seberapa panjangkah ia? Kapankah persisnya nama seseorang muncul dalam Kitab ini? Masih banyak informasi yang orang percaya rindukan tentang topik ini. Namun, Tuhan memberitahukan orang percaya, apa yang perlu untuk kita ketahui, dan semua yang tercatat dalam Firman Tuhan berguna bagi kita (2 Tim. 3:15-17). Hal-hal yang Tuhan tidak singkapkan berarti adalah hal-hal yang tidak penting bagi kehidupan kita sebagai orang percaya. Kita tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berspekulasi dalam hal-hal tersebut. Sebaliknya, kita harus berfokus pada apa yang Tuhan singkapkan, menerimanya dengan iman, dan menerapkannya dalam doktrin dan praktek kita, apapun resikonya. 

Selasa, 15 Juni 2010

The United Nations and the New Age

Enlarged June 15, 2010 (first published January 13, 2009) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org)
Quantcast

The United Nations is a hotbed of anti-Christian, New Age mysticism. With its one-world ambitions, humanistic philosophy, anti-Semitism, and syncretistic ambitions, it is an institution that is unwittingly making preparations for the coming of the Antichrist. It is an end-time Tower of Babel.

Many have criticized the United Nations and documented its failures, but typically they fail to see the underlying spiritual issues.

Conservative Americans have long warned about the United Nations.

In the early 1980s, the Heritage Foundation, which advised the Reagan administration, published a study concluding that “a world without the U.N. would be a better world.” Authored by Burton Pines, vice president of the foundation, the study accused the U.N. of being exceedingly anti-U.S., anti-West and anti-free enterprise and claimed that its characteristics were inefficiency, cronyism, high pay, lavish expense accounts, corruption, and illiteracy (Stanley Meisler, United Nations: The First Fifty Years, p. 219).

In 1983, the British newsmagazine The Economist described UNESCO staff as “trampled by a mixture of nepotism, maladministration, reverse racism, and an apparently incorrigible tilt toward the hardliners of the Third World.”


Senin, 14 September 2009

Hari Pertama Orang Berdosa di Neraka

“Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan” (Markus 9:43)

Alkitab dengan sangat jelas mengatakan bahwa tepat pada saat seseorang meninggal dunia, pada saat itu juga ia akan masuk ke Sorga atau Neraka. Ketika seseorang menghembuskan nafasnya yang terakhir, tidak akan ditunda lagi, ia akan pergi ke salah satu dari kedua tempat itu; tidak ada tempat di tengah-tengah di antara kedua tempat itu.
Tidak ada tempat Purgatori. Tidak ada keterangan tempat seperti itu di dalam Alkitab. Saya masih membaca keseluruhan Alkitab saya sebanyak dua puluh tujuh kali, dan itu jelas bagi saya bahwa tidak ada tempat setelah kehidupan kita di bumi berakhir selain Sorga atau Neraka. Tidak ada pilihan lain. Dan tidak ada reinkarnasi. Tidak seorangpun yang dapat kembali lagi ke dunia dan memperoleh kesempatan kedua. Hanya ada Sorga dan Neraka setelah kita meninggalkan dunia – itu adalah untuk selama-lamanya. Orang yang telah diselamatkan dapat berkata, “Hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan” (II Korintus 5:8). Bagi orang yang belum diselamatkan, beralih dari tubuh ini untuk pergi ke Neraka.
Sebagai Pendeta, saya bertanggung jawab, dan saya melihat ini juga merupakan suatu kesempatan, untuk disampaikan di kebaktian pemakaman. Dengan cara yang istimewa kita menunjukkan realitas Sorga sebagai berita yang memberikan penghiburan untuk penguburan orang yang telah diselamatkan. Kebenaran yang agung adalah bahwa Sorga disediakan untuk orang-orang yang telah diselamatkan membuat mereka berbeda dengan semua orang lain, karena mereka akan langsung berada di sana pada saat mereka mati.
Di sisi lain, Neraka adalah kebenaran yang sangat mengerikan; itu adalah fakta yang sangat mengganggu. Sungguh celaka, banyak orang berpikir bahwa Neraka itu tidak lebih dari pada suatu lelucon. Suatu kali ada orang yang berkata kepada saya, “Oh, yah, Saya mau pergi ke Neraka. Saya akan turun ke Tungku Perapian yang telah murnikan tujuh kali itu, dan sahabat-sahabat saya dan saya akan mabuk-mabukan dan bersenang-senang di sana!” Saudara-saudariku yang terkasih, kebenarannya tidaklah demikian. Saya pikir orang itu pernah mendengarkan lagu lama yang membuat lelucon tentang orang yang turun ke Neraka untuk berpesta dengan teman-teman mereka. Itu adalah ide dari kebanyakan orang yang belum diselamatkan tentang Neraka.

Saya ingin berbicara kepada Anda tentang apa yang sesungguhnya terjadi ketika orang yang belum diselamatkan meninggal dan pergi ke Neraka.
Entah mereka mati karena sakit ataupun kecelakaan, ketika mereka menghembuskan nafasnya yang terakhir di bumi ini, seketika itu juga mata mereka terbuka dan bernafas kembali di Neraka. Ijinkan saya memberikan daftar tentang apa yang akan terjadi pada hari pertama mereka di Neraka kepada Anda.

I. Orang Berdosa itu Menyadari Realitas Neraka

Ketika orang yang belum diselamatkan bernafas untuk pertama kalinya di Neraka, ia menyadari bahwa Neraka itu sungguh merupakan tempat yang riil. Tidak peduli seberapa banyak ia telah mengingkari realitas Neraka ketika ia masih hidup di dunia, dan pada hari pertama ia di Neraka, realitas mengerikan dari tempat itu mencekam dirinya.
Ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan apapun tentang Sorga dan Neraka – itu tidak dapat membuktikan atau tidak membuktikan tentang tempat-tempat itu. Namun Alkitab dengan sangat jelas mengatakan bahwa: Neraka adalah tempat yang riil.

Jangan pedulikan perkataan saya tentang apa yang sedang saya katakan. Namun saya ingin Anda melihat ayat-ayat di dalam Alkitab Anda sehingga Anda dapat melihat untuk diri Anda sendiri apa yang Allah katakan tentang Neraka itu!

“Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya” (Lukas 16:22-23)

Pada hari pertama orang kaya itu ada di Neraka, ia menemukan bahwa Neraka adalah tempat yang riil. Itu bukan hanya sebuah cerita atau lelucon atau kata umpatan; itu bukan hanya sesuatu yang menjadi dasar para pengkhotbah untuk menakut-nakuti anggota jemaatnya. Orang kaya itu terbangun di tempat yang riil, dan ia menyadari realitas tempat yang disebut Neraka ini.

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala” (Matius 5:22).

Yesus sendiri mengajarkan realitas tentang Neraka ini.

“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka” (Matius 10:28).

Di sini Yesus membuat pernyataan yang keras. Ia sedang menjelaskan kepada kita bahwa kita harus takut akan Allah, karena Ia memiliki kemampuan dan otoritas untuk melempar seseorang ke dalam Neraka.

“Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

“Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

“Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?”

“Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.” – Matius 13:40-42, 49, 50; 23:33; 25:46.

Semua ayat-ayat ini keluar dari mulut Juruselamat kita sendiri, yaitu Yesus Kristus. Lagi dan lagi Ia menceritakan kepada kita tentang Neraka. Pada kenyataannya, Ia memperingatkan kita tentang tempat itu lebih dari pada yang dilakukan oleh para pengkhotbah dan para nabi di dalam Alkitab. Bahkan Ia lebih banyak berbicara tentang Neraka dari pada berbicara tentang Sorga.
Banyak pengkhotbah hari ini bahkan tidak mau menekankan masalah Neraka di mimbar. Beberapa penginjil televisi dengan terus terang mengatakan bahwa mereka tidak mau mendiskusikannya. Seorang pengkhotbah berkata, “Tidaklah sopan membahas tentang Neraka.”
Jika Anda melihat tetangga sebelah rumah Anda terjebak dalam kebakaran, akankah Anda berpikir bahwa Anda tidak harus membangunkannya karena Anda berpikir tidak sopan untuk memberitahukan kepadanya tentang bahaya itu? Tidak! Anda akan mendobrak pintu rumahnya dan berseru, “Kebakaran! Kebakaran! Cepat keluar dari rumah!” Anda akan berusaha menyelamatkan dia dari api dengan sekuat tenaga Anda.
Kita memerlukan para pengkhotbah di seluruh negeri yang mau berdiri di belakang mimbar mereka dan mulai menyerukan peringatan tentang Neraka! Namun kita semua harus memperingatkan semua orang tentang realitas api Neraka; itulah apa yang telah dilakukan oleh Yesus.

Bagaimana kita memperingatkan mereka? Kita menjelaskan kepada mereka melalui penginjilan pribadi dan memberikan traktat kepada mereka. Setiap kita dapat melakukan itu dan harus melakukannya.
Ketika orang yang belum diselamatkan meninggal dunia pergi ke Neraka, yang pertama kali ia sadari adalah bahwa Neraka itu adalah tempat yang riil.

II. Orang Berdosa itu Mengalami Kegelapan, Penderitaan dan Penyiksaan yang tak Terbayangkan

Hal kedua yang orang belum selamat sadari pada hari pertamanya di Neraka adalah kegelapan, penderitaan dan penyiksaan yang tak terbayangkan. Lagi dan lagi Alkitab berbicara tentang api literal di Neraka; itu bukan api hasil imajinasi atau istilah simbolik yang mempresentasikan penyiksaan jiwa. Ada penderitaan dan penyiksaan yang nyata di tempat yang terbakar dengan api itu.
Dalam Kitab wahyu, Yohanes mempresentasikannya sebagai api yang riil dan literal.

“Dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”

“Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” – Wahyu 20:10, 14, 15.

Kata “lautan” berhubunang dengan lautan yang nyata; kata “api” berarti api yang riil, literal, dan aktual. Ketika Anda mempelajari Kitab Suci berhubungan dengan Neraka, Alkitab akan berbicara tentang “ratap tangis dan kertak gigi,” yang berarti bahwa itu adalah penyiksaan dan penderitaan yang menimpa fisik, suatu reaksi tiba-tiba terhadap penderitaan.

“Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” – Matius 25:30.

Neraka juga dijelaskan sebagai tempat “outer darkness,” suatu kegelapan yang dapat dirasakan. Tidak ada pesta di Neraka. Tidak ada musik di Neraka. Tidak ada konser musik rock atau musik country atau musik rap di sana; tidak akan ada musik Kristen kontemporer di sana. Tidak ada kesenangan di sana – yang ada hanyalah penderitaan, ratap tangis dan kertak gigi.

III. Orang Berdosa itu Diliputi oleh Kesepian dan Sepenuhnya Terlupakan

Mengalami kesepian dan sepenuhnya terlupakan dapat menjadi salah satu hal terburuk dalam keadaan tersiksa di Neraka. Selama bertahun-tahun saya telah menemukan banyak orang yang berkata kepada saya, “Dengarkanlah, pak pendeta, teman-teman saya akan pergi ke Neraka, dan saya akan ada di sana bersama dengan mereka.” Istri-istri berkata, “Jika suami saya pergi ke Neraka, saya ingin ada di sana bersama dengan dia.” Jika mereka mati tanpa memperoleh keselamatan, tempat itu adalah tempat yang akan mereka tuju, namun tidak ada tempat di Alkitab yang mengatakan bahwa orang-orang yang di Neraka akan dapat saling mengasihi dan saling menguatkan dan mengibur. Orang-orang yang belum diselamatkan tidak memahami bahwa ia tidak akan dapat saling berbagi dan menghibur di sana; memang banyak orang akan ada di sana, namun mereka semua akan mengalami kesepian dan kesendirian yang teramat mengerikan. Alkitab mengatakan, “Dunia orang mati [Neraka] akan membuka kerongkongannya lapang-lapang dan akan mengangakan mulutnya lebar-lebar dengan tiada terhingga, sehingga lenyap ke dalamnya segala kesemarakan dan keramaian Yerusalem, segala kegaduhannya dan orang-orang yang bersukaria di kota itu” (Yesaya 5:14).

Tak seorangpun yang dapat menghibur dan menguatkan dalam penderitaan itu; tak seorangpun yang saling berkomunikasi untuk memperoleh kekuatan.
Dulu saya pernah berpikir, Bagaimana saya dapat bersukacita di Sorga, tempat yang penuh kebahagiaan dan tawa, damai dan sukacita, sementara saya tahu bahwa orang yang sangat saya kasihi berada di Neraka? Kemudian saya membaca seluruh Alkitab dan pikiran saya menjadi diterangi.

“Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak” – Yesaya 65:17-19.

Ketika kita pergi ke Sorga, Allah akan menghapus ingatan tentang orang yang kita kasihi yang sedang terbakar di Neraka. Jadi, bukan hanya orang-orang yang ada di neraka itu sepenuhnya mengalami kesepian, namun bahkan sepenuhnya mereka juga terlupakan oleh orang-orang yang selama ini mengasihi mereka.
Dengan arogan seseorang akan berkata, “Saya akan menemuimu di Neraka!” Tidak, Anda tidak akan bisa; Anda akan sepenuhnya terlupakan! “Yah, Aku akan tinggal bersama orang-orang yang saya kasihi dan pergi ke Neraka bersama mereka sehingga kami akan selalu bersama.” Tidak, Anda tidak akan dapat melakukannya; Anda tidak akan mengingat eksistensi mereka.

IV. Orang Berdosa itu Menemukan Pintu Neraka Tidak dapat Dibuka dari Dalam

Pintu masuk ke dalam Neraka terbuka lebar bagi orang-orang berdosa untuk masuk, namun itu tidak dapat terbuka dari dalam untuk membiarkan orang kembali keluar. Sekali berada di sana, tidak ada pintu untuk melarikan diri.

“Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa” – Wahyu 14:11.

“Sampai selama-lamanya” berarti bahwa mereka akan disiksa dalam periode waktu yang tak terbatas dan untuk selama-lamanya! Tidak akan pernah ada harapan sedikitpun untuk dapat melarikan diri. Tidak akan ada pilihan atau kesempatan kedua. Tidak ada jalan untuk dapat lari dari penyiksaan itu.
Hari pertama di Neraka adalah permulaan hari yang tidak akan pernah berakhir.

V. Orang Berdosa itu Menyadari Sudah Sangat Terlambat untuk Dapat Diselamatkan

Hari pertama di Neraka, orang berdosa belajar bahwa baptisan tidak menyelamatkannya, menjadi anggota gereja tidak menyelamatkannya, dan menjadi bagian dalam keluarga Kristen tidak menyelamatkannya. Orang-orang yang ada di Neraka baru menyadari bahwa semua hal ini tidak dapat menyelamatkan mereka, namun mereka sudah terlalu terlambat untuk belajar bahwa hanya ada satu jalan untuk terhindar dari Neraka – yaitu percaya Kristus sebagai Juruselamat mereka.
Dalam kisah tentang Lazarus dan orang kaya, kita tidak menemukan indikasi bahwa orang kaya itu bukanlah orang yang baik, paling tidak sejauh style hidupnya. Tidak ada indikasi bahwa ia adalah seorang pemabuk, seorang pencuri atau orang jahat; ia kelihatannya adalah orang yang sopan. Betapa sedikit sekali kita mengetahui tentang orang ini dan yang kita tahu hanyalah bahwa ia adalah seorang yang sukses dalam bisnisnya dan ia mungkin adalah seorang tetangga yang baik dan orang terhormat, namun perhatikan bahwa ia ada di Neraka. Ia berkata,

“Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.—Lukas 16:27-31.

Ia ingin Abraham mengutus Lazarus pergi ke rumah ayahnya, namun ia hanya menekankan bahwa saudara-saudarnya belum diselamatkan, bukan ibunya atau ayahnya. Saya yakin, walaupun saya tidak dapat membuktikan, bahwa orang tua orang kaya ini telah diselamatkan. Pada kenyataannya, saya percaya bahwa orang tuanya telah bersaksi kepada enam anak lelakinya. Namun mungkin semua anak lelakinya mengejek orang tua mereka: “Itu baik untukmu, Mama. Tetapi saya ingin menghabiskan uang saya dan bersenang-senang. Saya tidak memiliki waktu untuk agama.”
Anda tidak diselamatkan hanya oleh karena orang tua Anda atau anggota keluarga Anda yang lain telah diselamatkan. Anda tidak dapat pergi ke Sorga dengan memegangi jubah keluarga Anda yang diselamatkan.
Jadi, orang kaya itu mati dan pergi ke Neraka karena ia tidak pernah menanggapi hal-hal tentang Allah dengan serius. Ia tidak pernah memikirkan realitas tentang Sorga dan Neraka dengan serius. Itu okay bagi orang tuanya, namun itu tidak dapat membuatnya tertarik. Namun pada hari pertamanya di Nereka tiba-tiba ia menyadari bahwa orang tuanya benar.
Jika Anda memiliki orang tua Kristen dan mereka sedang berdoa untuk Anda dan bersaksi kepada Anda, sadarlah dan mengucap syukurlah kepada Tuhan karena mereka! Kemudian Anda harus datang dan percaya kepada Kristus yang sama yang mereka percaya.

Kilas balik, ketika kami ada di Tenesse, dan kami keluar untuk memenangkan jiwa. Kami mengetuk pintu sebuah rumah. Seorang laki-laki yang berumur lebih dari lima puluh tahun, mungkin hampir enam puluh tahun, menjawab dan menyambut kami dan saya memperkenalkan anak saya dan saya kepadanya. Ia mengundang kami masuk, dan saya bertanya, “Apakah Anda tahu dengan pasti bahwa kapan saja Anda mati, Anda pasti akan pergi ke Sorga?” Ia menjawab, “Yah, tidak. Saya berharap saya pergi ke sana.” (Itu adalah pengharapan setiap orang, namun pengharapan itu tidak akan membawa Anda masuk ke sana!). Kemudian saya bersaksi kepadanya, dan ia dengan tersendat-sendat berkata, “Ibu saya adalah orang Kristen. Kami telah menguburkannya Desember yang lalu. Ia sekarang sudah ada di Sorga.”
Saya berkata, “Namun apakah Anda tahu?”
Ia berkata, “Saya berharap demikian.”
Saya berkata, “Anda harus bersyukur bahwa Anda memiliki mama seorang Kristen,” dan ia mulai menangis dan berkata bahwa ia bersyukur. Kemudian saya berkata, “Namun Anda harus diselamatkan.”
Ia berkata, “Saya mau diselamatkan.”
Saya mengambil Alkitab saya dan menjelaskan jalan keselamatan kepadanya, dan ia menundukkan kepalanya dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Tidak seperti orang kaya yang sekarang sudah ada di Neraka, orang ini menyadari sebelum itu menjadi terlalu terlambat bahwa ia perlu diselamatkan, dan ia mengucap syukur karena ibunya yang adalah orang Kristen.

VI. Orang Berdosa itu Menyadari bahwa tidak Seharusnya Ia Bermain-main dengan Neraka

Yesus menceritakan kisah tentang orang kaya yang lain. Tanahnya berlimpah-limpah hasilnya, sehingga ia memutuskan untuk merombak lumbung-lumbungnya dan mendirikan yang lebih besar dan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangnya. Ia berkata,

“Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!” – Lukas 12:19

Orang kaya itu berkata, “Aku telah memiliki segalanya, mimpi-mimpiku terpenuhi. Aku memperoleh kekayaan untuk dinikmati, dan aku belum siap untuk berpikir tentang Sorga dan Neraka. Aku hanya akan menikmati kesenanganku dan makan dan minum dan bersukaria.” Namun lihatlah apa yang terjadi pada ayat berikutnya:

“Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?” – Ay. 20

Neraka terlalu mengerikan bagi orang yang bermain-main dengannya! Fakta yang menyedihkan adalah bahwa orang ini dan begitu banyak orang lainnya yang seperti dia tidak memikirkan secara serius realitas tentang Neraka.
Saya baru melayani di gereja ini selama kira-kira dua tahun ketika salah satu anggota gereja kami berkata, “Kami memiliki anggota keluarga yang saat ini ada di ruang ICU rumah sakit. Ia tidak pernah pergi ke gereja, dan ia belum diselamatkan. Kami tidak tahu apakah ia mau berbicara dengan Anda atau tidak, namun maukah Anda mengunjungi dia?”
Saya pergi ke ICU, dan berdiri di samping ranjang orang itu. Ia mengalami kesakitan yang sangat menyedihkan, namun ia masih sadar dan saya dapat berbicara dengannya. Ia menjelaskan kepada saya dengan sangat sedih karena prediksi penyakitnya tidak memberikan pengharapan kepadanya.
Saya berkata, “Bolehkah saya menunjukkan kepada Anda beberapa ayat dari Alkitab?” Saya menjelaskan ayat-ayat penginjilan, dan ia setuju bahwa jika ia mati ia akan pergi ke Neraka.
Saya berkata, “Anda tidak ingin pergi ke Neraka bukan?”
Ia menjawab, “Tidak, saya tidak mau.”
Saya berkata, “Allah juga tidak ingin Anda pergi ke sana.”
Kemudian saya menunjukkan kepadanya bagaimana cara diselamatkan dan bahwa ia hanya perlu menerima Yesus Kristus dalam hatinya dengan iman. Saya berkata, “Maukah Anda berdoa bersama dengan saya sekarang juga, dan kita akan duduk, dan – Ia menghentikan saya dan berkata, “Tidak, tidak sekarang. Saya belum siap untuk itu. Ketika saya siap, saya mau diselamatkan.”
Saya berkata, “Apa yang terjadi sehingga Anda belum siap?”
Saya berusaha untuk tetap mengajaknya bicara namun ia tidak mau bicara. Jadi, kemudian saya berdoa untuknya dan meninggalkan dia. Ia masih hidup selama lebih dari dua tahun lagi, namun ia tidak pernah mau membiarkan saya berbicara tentang keselamatannya dengannya. Ia bermain-main dengan Neraka, dan sekarang ia ada di sana. Ia menyuruh saya diam dan itu membuatnya kehilangan kesempatan ke Sorga.
Alkitab berkata kita dapat mengetahui bahwa kita diselamatkan; kita tidak perlu ragu bahwa kita telah diselamatkan. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang keselamatan Anda, selesaikan itu sekarang! Neraka sangatlah serius untuk bermain-main dengannya dan terlalu berbahaya bermain-main di sekitarnya.

VII. Orang Berdosa itu Mengingat Semua Kesempatannya untuk Diselamatkan sudah Berlalu

“Tetapi Abraham berkata [kepada orang kaya yang ada di Nerka itu]: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita” – Lukas 16:25

Salah satu hal yang paling berat dalam hidup ini adalah berurusan dengan ingatan-ingatan kita.
Saya mengucap syukur kepada Tuhan karena orang tua saya telah diselamatkan, namun saya datang dari keluarga yang berantakan. Saya menginjak remaja ketika keretakan terjadi dalam keluarga saya dan ibu saya pergi dari rumah. Sementara ayah saya mau ke gereja, saya tinggal di rumah; dan ketika tak seorangpun ada di rumah, saya mengambil album foto dan melihat foto-foto dalam album tersebut, yaitu foto-foto ketika saya masih kecil dan kemudian saya juga melihat foto-foto lainnya yaitu foto-foto keluarga kami, dan saya hanya bisa menangis dan menangis dan menangis ketika saya mengingat masa lalu, mengetahui bahwa kami tidak pernah kembali lagi seperti dulu.

Di Neraka, orang berdosa akan mengingat semua kesempatan yang pernah ia miliki untuk diselamatkan – khotbah yang dikhotbahkan, undangan yang diberikan, traktat yang pernah diterima, pemenang jiwa pernah datang ke rumahnya – dan ia akan berseru, “Saya telah memiliki semua kesempatan itu untuk percaya kepada Yesus!” Lagi dan lagi ia akan mengingat semua kesempatan yang pernah ia miliki ketika ia selalu berkata tidak, semua kesempatan-kesempatan itu telah ia tolak. Pada waktu itu, ia pikir semua itu hanya lelucon, semua hal itu seperti sesuatu yang aneh dan tidak dapat dipercaya dalam pemandangannya. Dan sekarang ia tahu tentang fakta itu: Neraka bukanlah suatu cerita kosong; itu bukanlah lelucon.

Saya tidak dapat membayangkan bagaimana orang yang telah diselamatkan dapat berpikir bahwa Neraka tidaklah penting. Denny adalah teman terbaik saya di SMU. Saya diselamatkan ketika saya berumur sembilan belas tahun dan kemudian melanjutkan ke Sekolah Alkitab, dan saya sangat terbeban untuk menyelamatkan dia. Saya mulai menulis surat kepadanya, mencoba untuk memenangkan dia bagi Tuhan. Selama satu tahun setiap liburan semester saya menulis surat kepadanya dan mengatakan kepadanya bahwa saya akan pulang dan ingin mengunjungi dia.
Ia memiliki mobil yang bagus dan tinggal di daerah yang sungguh menyenangkan. Di ruang tamu ada aquarium yang besar sekali dan sound system yang tidak dapat dipercaya. Ia memiliki kamar dengan tempat tidur yang sangat rapi dan indah – seperti dalam mimpi. Ia berkata, “Saya telah membayar cash semua ini.”
Saya memintanya untuk duduk di samping saya dan mengijinkan saya menunjukkan kepadanya bagimana ia dapat tahu bahwa ia akan pergi ke Sorga pada waktu ia meninggal dunia nanti. Langsung saja, wajah tenangnya berubah, dan ia berkata, “Saya tidak tertarik.”
Saya berkata, “Denny, maukah kami melakukan ini untukku sebagai kebaikanmu untuk teman lamamu ini?”
Ia berkata, “Saya tidak tertarik.”
Saya memohon kepadanya, dan ia akhirnya bangun, mengusap wajahku dengan tangannya dan berkata, “Senang sekali berjumpa denganmu. Hati-hatilah. Segala sesuatu cool, man; baiklah. Saya akan menjumpai kamu nanti.”
Saya memberikan Alkitab kepadanya, dan ia mengambilnya, dan kemudian ia membanting pintu dari dalam.

Saya kembali ke Sekolah Alkitab. Ayah saya menulis surat kepada saya setiap minggu, dan kira-kira enam bulan kemudian ia mengirim kliping surat kabar kepada saya. Pada bagian atas terdapat gambar Denny; suatu berita kematian memberitakan bahwa ia telah meninggal secara mendadak karena serang jantung. Saya sering berpikir di mana ia sekarang. Apakah ia memperhatikan peringatan itu? Apakah ia membaca Alkitab? Apakah ia ada di Sorga? Atau apakah ia sedang terbakar dalam api, sedang mendidih di tempat yang bernama Neraka?
Kita perlu melakukan semampu kita untuk menjaga jemaat agar keluar dari tempat yang sangat mengerikan itu. Berikanlah hidup Anda kepada Tuhan dan fokuskan pandangan Anda kepada pekerjaan yang Ia berikan kepada kita.
Kita memiliki jalan keluar; kita memiliki jawaban bahwa kita dapat menjaga jemaat untuk lepas dari bahaya Neraka. Marilah kita memberitakan Injil entah dengan membagi-bagi traktat, men-sharing-kan berita tentang Yesus Kristus, menghidupi kehidupan yang dapat menjadi saksi sebagai umat sang Juruselamat. Marilah memenangkan jiwa sebanyak yang kita dapat lakukan sebelum semuanya menjadi sangat terlamabat dan mereka harus menghabiskan hari pertama mereka di Neraka – dan kemudian di sana untuk selama-lamanya.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tahu pasti bahwa jika Anda mati sekarang Anda pasti pergi ke Sorga? Apakah Anda yakin, tanpa keraguan sedikitpun? Allah berkata bahwa Anda dapat mengetahuinya.

“Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal” – I Yohanes 5:13

(sumber Blog AGAPE Baptist Church)

Jumat, 26 Juni 2009

THE PRE-TRIBULATION RAPTURE

Please Vote my Blog as much as u can, at SINI and SINI, I join Christian Blog Competition, I need your Votes, Thank u so much:).


FBIS News Service, 23 Juni 2009

Updated June 24, 2009 (first published May 2, 2003) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org; for instructions about subscribing and unsubscribing or changing addresses, see the information paragraph at the end of the article) –

The following is enlarged from the Way of Life Advanced Bible Studies Course UNDERSTANDING BIBLE PROPHECY (third edition, March 2009). This thorough and practical course enables the student to understand and enjoy Bible prophecy. It deals with the interpretation of prophecy, dispensationalism, the covenants, the kingdom of God, the nations in prophecy, and Messianic prophecy. A large section is devoted to “a prophetic overview of the future,” detailing the Bible’s prophecies that have not yet been fulfilled. Other sections deal with the prophecies of Ezekiel, Daniel, and Revelation. 219 pages, $9.95


_____________________________

The word “rapture” does not appear in the Bible, but it is a term used to describe the catching away of the saints of 1 Thessalonians 4:13-18. The term “caught up” in 1 Th. 4:17 is also translated “pluck” (Jn. 10:28), “take by force” (Acts 23:10), and “pulling [out of the fire]” (Jude 23). It refers to a forceful seizing and a snatching away. It is used of the Spirit of God snatching away Philip after the conversion of the Ethiopian eunuch (Acts 8:39). This is exactly what Christ will do to the New Testament believers before the onslaught of the Great Tribulation.

Notes on 1 Thessalonians 4:13-18:

1. The Rapture is (1) a resurrection of the dead in Christ (v. 14-16), (2) a catching up and translation of the living New Testament saints (v. 17).
2. The dead in Christ are with Him in heaven (v. 14).
3. The Rapture is the believer’s hope (v. 13). It is what we are looking forward to.
4. The Rapture is certain. (a) It is as sure as Christ’s resurrection (v. 14). (b) It is the word of the Lord (v. 15).
5. The Rapture is a comfort (v. 18). If this translation did not occur until the end of the torments of the Great Tribulation, it certainly would not produce solace for the Christian standing on this side of the Tribulation.
6. The Rapture is before the day of the Lord’s wrath (5:1-5, 9).

This event is also described in 1 Corinthians 15:51-58.

1. The Rapture is a mystery that was not revealed in the Old Testament (v. 51). The Old Testament prophets taught about the resurrection, but they did not teach that some would be caught up without dying. The translation of the New Testament saints will involve an instantaneous change from morality to immortality. Those believers living at that hour will never see death.

2. The translation of the church-age saints is said to be a source of comfort and encouragement (1 Co. 15:58). Again, if this translation did not occur until the end of the torments of the Great Tribulation, it would not be a comfort.

Among those who believe in a literal Rapture of church-age saints, there are three general positions. All of these pertain to the timing of the Rapture in relation to the Great Tribulation. The three views are (1) Pre-tribulational, meaning the church-age saints will be raptured before the Great Tribulation. (2) Mid-tribulational (also called Pre-wrath Rapture), meaning the church-age saints will go through the first half of the Tribulation. (3) Post-tribulational, meaning the church-age saints will go through the entire Tribulation period.

THE EVIDENCE FOR THE PRE-TRIBULATION RAPTURE

For the following reasons we are convinced the Bible teaches a Pre-tribulational Rapture. In the following study, we are using the term “church” in a general, institutional sense:

1. CHURCH-AGE BELIEVERS ARE PROMISED SALVATION FROM WRATH (1 Th. 1:9-10; 5:1-9; Rom. 5:9; Rev. 3:10).

The Great Tribulation is expressly called the day of God’s wrath. Today the Lord is withholding His anger; He is seated upon a throne of grace, but the day approaches when He will take the seat of judgment. Then “the day of his wrath” will be upon all the world (Ps. 110:5; Isa. 13:6-13; Rev. 6:16-17). It is true that in every century, Bible-believing churches have been subjected to persecution, but this is quite different from the Great Tribulation. The general persecutions of the saints are caused by the wrath of wicked men and the devil, whereas the seven-year Tribulation is a period especially pertaining to God’s wrath (Rev. 6:16-17; 14:10). Some feel that the church will not be saved out of the time of wrath, but will be saved through it. This cannot be true, since the Bible clearly reveals that those who are on earth during the Great Tribulation will not be delivered from wrath but will be overcome (Rev. 13:7). The Scriptures that promise church-a ge believers deliverance from wrath must refer to salvation out from the very presence of the wrath. Concerning the Great Tribulation, we are told that “as a snare shall it come on all them that dwell on the face of the whole earth” (Lk. 21:35). Therefore, church-age believers must either be physically removed from the earth, or they will be involved in the day of wrath. God promises removal. “... I also will keep thee from the hour of temptation, which shall come upon all the world, to try them that dwell upon the earth” (Rev. 3:10). This verse does not say that God will keep the church age saints through the temptation but from it.

2. THE HOLY SPIRIT IS TO BE REMOVED BEFORE THE TRIBULATION (2 Th. 2:1-8).

In other passages of the Bible, the Holy Spirit is said to be the restrainer of sin (Ge. 6:3; Is. 59:19). The Holy Spirit came into the world in His present dispensation at Pentecost (Acts 2), when He came to empower the church for the Great Commission (Acts 1:8). He will remove the church-age believers before the time of God’s great wrath. This does not mean the Holy Spirit will not be present in the world at that time. He is God and is omnipresent. It means that He will not be present in the same sense that He is in this age.

3. CHURCH-AGE BELIEVERS ARE PROMISED MANSIONS IN HEAVEN (Jn. 14:1-3).

When the Lord Jesus returns to the earth at the end of the Tribulation, He sets up His Messianic kingdom. If the Rapture occurred at the end of the Tribulation, the promise to church-age believers pertaining to Heaven would not be fulfilled. Church-age believers are a heavenly people with a heavenly hope (Eph. 1; Ph. 3:20; Col. 3:1-3). Some dispensationalists teach that the church-age saints will live in heaven during the millennium. I believe they will live both in heaven and in earth. Jesus promised the apostles that they would reign with Him over Israel (Matt. 19:28).

4. THE TRANSLATION OF CHURCH-AGE SAINTS IS SAID TO BE IMMINENT (it could happen any time) whereas the Second Coming is said to be preceded by specific signs.

Christ taught this (Matthew 24:42, 44; 25:13; Mark 13:33). Paul taught it (Phil. 4:5; Titus 2:12-13). James taught it (Jam. 5:8-9). And Peter taught it (1 Pet. 4:7). The early Christians were living in expectation of Christ’s return (1 Th. 1:9-10). The apostle Paul instructed the church at Thessalonica that they did not need to heed signs and times, because the New Testament believer has been promised redemption from the “day of darkness” that shall overcome the whole world (1 Th. 5:1-9). The church is not waiting for the appearing of the Antichrist, but for the redemption of the Son of God.

5. THE CHURCH IS A MYSTERY UNREVEALED IN THE Old TESTAMENT (Eph. 3:1-11).

The New Testament church has no part in the chronology of events foretold by the Old Testament prophets. They clearly foretold the first coming of Christ, His miraculous birth, life, death, resurrection, and ascension. The same prophets described Christ’s Second Coming in glory, preceded by a time of unprecedented worldwide tribulation, and followed by the establishment of the glorious Messianic kingdom centered in Jerusalem. But these prophets did not see the present church age--“which in other ages was not made known unto the sons of men, as it is now revealed unto his holy apostles and prophets by the Spirit” (Eph. 3:5).

Between the first and second coming, there is a time gap that was not seen by the Old Testament prophets. This gap is the church age. The prophets did not see that Israel would be set aside temporarily while God called out from among all nations a special body of people. After He has accomplished this purpose and the fullness of the Gentiles is come in, God will restart Israel’s prophetic clock and will fulfill all Old Testament prophecies in relation to His ancient chosen nation. “... blindness in part is happened to Israel, until the fulness of the Gentiles be come in” (Rom. 11:25).

The Great Tribulation deals with Israel, not with church-age believers. This present mystery period will end with the removal of the church-age believers from the earth; and the Lord will then take up His plan for the nation Israel as He fulfills the Old Testament prophecies of the time of Jacob’s trouble, the coming of Messiah in glory, the regathering of the remnant, and the establishment of the Messianic kingdom.

6. THERE ARE EVENTS INTERVENING BETWEEN THE TRANSLATION AND RESURRECTION OF THE CHURCH AND THE SECOND ADVENT.

According to 1 Cor. 15:51, EVERY saved person will be translated at the Rapture. Yet Mat. 25:31-46 shows that when Jesus returns to the earth at the Second Advent He will find many true believers in their natural bodies. There must, then, be a period of time between the Rapture of the church-age saints and the Second Coming to allow for these folk to be saved. It is reasonable to believe that this period is the seven years of the Great Tribulation.

7. THE BOOK OF REVELATION SHOWS THAT THE CHURCH IS NOT ON EARTH DURING THE TRIBULATION.

(a) The church is not seen on earth in chapters 4-18.

(b) The witness for God in the earth during the Tribulation is Israel, not the church (Rev. 7).

(c) The prayers of the saints in Revelation 8 are prayers for judgment. Only Israel prayed such prayers. The church-age saints are instructed to pray for her enemies, not against them (Lk. 9:51-56). These prayers of Revelation are those of the Psalms and are based on God’s promise to Abraham to curse those that cursed Israel (Gen. 12:1-3).

(d) The scorpion-like creatures of Revelation 9 are given freedom to hurt all earth-dwellers except those Jews who were sealed by the angel of Revelation 7; if church-age believers were on earth, they would be subject to this horrible judgment of God.

(e) Revelation 10 identifies the events of Revelation 4-18 with those foretold by Old Testament prophets--the days of the Great Tribulation, the “day of the Lord.” The church age was never in the view of these Old Testament prophecies; it was an unrevealed mystery. The church has a different purpose and program than national Israel. It is Israel that is in view in Old Testament prophecy and in Revelation 4-18.

(f) The ministry of the two witnesses of Revelation 11 identifies them with national Israel and with Old Testament prophecies of the “day of the Lord.” The two witnesses minister from Jerusalem, Israel’s capital. The churches have no such capital, her hope being heavenly, not earthly (Col. 3:1-4; Phil. 3:17-21). The two witnesses are clothed in sackcloth, typical of Old Testament Israel, not New Testament believers. Nowhere are the churches seen in sackcloth. They are told, rather, to “rejoice in the Lord alway: and again I say, Rejoice” (Phil. 4:4). The church-age believer’s judgment is forever past, and he is to keep his mind centered in the heavenlies where, in position, he is seated eternally victorious with Christ (Eph. 2:5-10). Revelation 11:4 identifies the two witnesses with Old Testament prophecy. Zech. 4:3, 11, 14 is a prophecy of Israel, not the church. Further, the two witnesses call down judgment upon their enemies in Rev. 10:5 -6. Jesus rebuked his disciples for desiring to do just this and instructed the church-age believer to pray for the well-being of his enemies, not for their destruction (Lk. 9:54-56; Rom. 12:14, 17-21).

(g) The devil persecutes Israel, not the church, during the Tribulation (Rev. 12). There can be no doubt that the woman in this chapter is identified as national Israel. Verse 5 shows the woman bringing forth Christ; it is obvious that Jesus was brought forth by Israel, not by the churches (Isa. 9:6-7; Rom. 9:5). Also, the symbols of Rev. 12:1-2 recall familiar Old Testament typology of Israel. She is referred to as a woman (Isa. 54:5-7). The sun and moon and the 12 stars of verse 2 remind us of Joseph’s dream regarding Israel (Gen. 37:9). The words of Rev. 12:2 are almost an exact quote from Micah 5:3, again referencing Israel’s delivery of the Messiah. These symbols are not used in the New Testament of the churches.

THE ATTACK ON THE PRE-TRIBULATIONAL RAPTURE

The doctrine of the pre-tribulational rapture is under severe attack today. Consider some examples from the emerging church:

Brian McLaren mocks the “fundamentalist expectations” of a literal second coming of Christ with its attendant judgments on the world and assumes that the world will go on like it is for hundreds of thousands of years (A Generous Orthodoxy, p. 305). He calls the literal, imminent return of Christ “pop-Evangelical eschatology” (Generous Orthodoxy, p. 267) and the “eschatology of abandonment” (interview with Planet Preterist, Jan. 30, 2005, http://planetpreterist.com/news-2774.html). McLaren says that the book of Revelation is not a “book about the distant future” but is “a way of talking about the challenges of the immediate present” (The Secret Message of Jesus, 2007, p. 176). He says that phrases such as “the moon will turn to blood” “are no more to be taken literally than phrases we might read in the paper today” (The Secret Message, p. 178).

Jonny Baker of Grace in London, England, rejects dispensationalism as “escapology theology” and “advocates that Christians need to invest themselves in the current culture, not live on hold until time runs out” (Emerging Churches, pp. 78, 79).

Tony Jones says that the emergent church, in contrast to the dispensational viewpoint, is characterized by “an eschatology of hope” (An Emergent Manifesto of Hope, p. 130). He says: “What I mean is that the folks who hang around the emerging church tend to see goodness and light in God’s future, not darkness and gnashing of teeth. While that may seem obvious to some followers of God, pop theology today is facing the other way. ... Those novelists and the theologians who provide them their material take the view that we’re in a downward spiral, and when things ‘down here’ become bad enough, Jesus will return in glory. But those of us represented in this book take the contrary view. God’s promised future is good, and it awaits us, beckoning us forward” (p. 130).

N.T. Wright, who has a great influence on the emerging church, warns that the doctrine of an imminent rapture is dangerous because it interferes with kingdom building and environmental activities. “If there’s going to be an Armageddon, and we’ll all be in heaven already or raptured up just in time, it really doesn’t matter if you have acid rain or greenhouse gases prior to that. Or, for that matter, whether you bombed civilians in Iraq. All that really matters is saving souls for that disembodied heaven” (“Christians Wrong about Heaven, Says Bishop,” Time, Feb. 7, 2008).

Tony Campolo says: “I mean all of this stuff [about the imminent coming of Christ and a literal Tribulation] comes out of not only fundamentalism. It comes out of dispensationalism, which is a weird little form of fundamentalism that started like a hundred fifty years ago. ... I think that we need to challenge the government to do the work of the Kingdom of God, to do what is right in the eyes of the Lord. That whole sense of the rapture, which may occur at any moment, is used as a device to oppose engagement with the principalities, the powers, the political and economic structures of our age” (“Opposition to women preachers evidence of demonic influence,” Baptist Press, June 27, 2003).

Mark Driscoll refers to the pre-tribulational rapture as “pessimistic dispensationalism” (Listening to the Beliefs of Emerging Churches, p. 146). He has said that “eschatology-minded Christians” are not welcome in his church.

THE IMPORTANCE OF THE PRE-TRIBULATIONAL RAPTURE

The doctrine of the pre-tribulational rapture is not a peripheral one. As we have seen, Christ, Paul, James, and Peter taught that the return of Christ was imminent and was to be expected at any time (Mat. 24:44; Phil. 4:5; Jam. 5:8-9; 1 Pet. 4:7). The early Christians lived in expectation of Christ’s return the literal fulfillment of the prophecies. “For they themselves shew of us what manner of entering in we had unto you, and how ye turned to God from idols to serve the living and true God; And to wait for his Son from heaven, whom he raised from the dead, even Jesus, which delivered us from the wrath to come” (1 Thessalonians 1:9-10).

The doctrine of a pre-tribulational Rapture is a great motivator for purifying one’s personal Christian life.

1. It encourages the believer in trials and persecutions. “Then we which are alive and remain shall be caught up together with them in the clouds, to meet the Lord in the air: and so shall we ever be with the Lord. Wherefore comfort one another with these words” (1 Thessalonians 4:17-18).

2. It keeps the church’s focus on the Great Commission (Mat. 28:18-20; Mk 16:15; Lk. 24:44-48; Acts 1:8). It teaches us that preaching the gospel, winning people to Christ, and establishing churches as the pillar and ground of the truth is the most urgent matter. D.L. Moody had it right when he said: “I look upon this world as a wrecked vessel. God has given me a lifeboat and said to me, ‘Moody, save all you can.’”

3. It motivates us to be busy in the Lord’s work (1 Cor. 15:58).

4. It motivates us to live obedient lives (1 Jn. 3:1-3; 1 Th. 5:4-7).

5. It motivates us to separate from evil (Tit. 2:13-14).

6. It keeps believers on the outlook for heresy and apostasy (2 Timothy 4:3-4; 1 John 2:24-28).

Selasa, 16 Juni 2009

The Antichrist’s One World Economy

translated by Mrs. Krista Ang


The Cause of Crisis in US

The world was shocked when several US financing companies went bankrupt since this would impact other financing companies, even the banking sector. The first impact was the crash of stock prices in Dow Jones Index. Henry Paulson, US Finance Minister, immediately devised a US$700 billion bailout plan. When the first proposal was rejected by the Congress, the fall of stock prices was even worse. So Paulson, who was back up by George W. Bush, stated that if US Congress was not willing to accept this proposal, not only US but also the whole world would experience a severe economic crisis. Finally, the Congress had no option but to approve this bailout plan.

Indonesian financial analyst, Christianto Wibisono, stated in 13 October 2008 Suara Pembaruan Newspaper that US financial crisis was not caused by George W. Bush, but by the lifestyle of Americans who tend to spend much more than what they actually earn. Many people are still unaware that although the world is temporarily saved by the US$700 billion bailout, the credit card crisis is still looming ahead. It is estimated that US credit card debt reached US$1 trillion. We in Indonesia are also being encouraged to use credit card and make credit card debt as part of our lifestyle.

So why could this US financial crisis happen? The answer is because the world relied heavily on US democracy system and free market economy. All people wanted to deposit their money in US. Even the third world countries’ corruptors put their money in US banks! This made US banks experienced what was called over-liquidity (too much money), so they offered low interest rates. Due to excess of funds, they offer loans easily to housing financing companies. Because the easiness of getting funds out of banks, many financing companies made unwise decisions in order to achieve their target of loan granted. So, without proper customer feasibility study, they granted housing loans to people who actually could not afford it. On the other hand, the customers who were used to live on loans, without due consideration, greedily grabbed this opportunity to buy big and expensive houses. Finally, the amount of non performing loans increased so much that many financing companies went bankrupt. This problem created a severe impact to the banks that loaned money to these companies. If the amount involved was small, its influence would be limited. But because the amount reached billions of dollars, it became not only national but also an international problem.


Lucifer’s Heroin

Credit card debt became a common thing not only in US but in the whole world. People with credit card tend to purchase anything without further thought since “buy now, pay later” becomes their motto. Older generations used to advise their children to save money. But today, people are used to owe money, sometimes even until several levels. Banks that issue credit cards wish that the credit card holders spend as much as they can and only pay the minimum amount because they cannot afford to pay in full, since this will generate high interest income for the banks.

People living at the end of the age are so pampered with technology. Technology itself is not evil or wrong. Using hand phones is of course more convenient than using monolog phones that must be connected through wire. Other technological inventions also add more to our comfort. But this comfort is not for free. It has a price and it is not cheap. To buy it, people need much money so they must work hard to afford it. Those who are not patient enough to wait can use credit card to buy it even if they don’t enough money yet.

So, through technological advancement and “buy now, pay later” principle, people can fill their houses with all the technological gimmicks through debt. This kind of lifestyle has spread to most, if not all, people of this age. People no longer give second or third thought when buying things. With credit cards, they still have one month lag time and also the minimum payment facility.

Every country with free market economy encourages its citizens to be economic human beings. They work so hard day and night to get money in order to buy material things that they scarcely have enough time for their family or their church. They go to work so early in the morning and go home so late at night. This financial chaos in US is only Lucifer’s test case to see how panic people would be when facing financial problems. He will hold this power to cause all people to worship him. This chaos in the end will lead to the unitization of world economy under one monetary policy. Nancy Pelosi urged George W. Bush to invite all G8 countries to sit down together to discuss joint actions to solve this economic problem. This crisis will ultimately lead the world to one single economic policy.

The US presidential election could be a test to Americans. Would they prefer economy to Christian virtues? Apparently Americans will choose the candidate who is able to lead them to economic welfare rather than family values based on Christian virtues. Americans cannot afford to face an economic hardship after enjoying economic welfare for so long. They don’t really know how to save money or to survive an economic crisis. After all, finding jobs has never been difficult before. Why do they need to save money?

So, the moral of the US president candidate is no longer important. The most important thing is whether he can lead US to economic improvement. Therefore, it is not surprising if one day Lucifer comes in the open and state his position against biblical Christians, people will still choose him. Lucifer will be fully back up by the homosexuals, people from all religions, untruthful Christians, Hollywood movie stars who practice free sex, and other communities. Lucifer has been successful in offering “heroin” in the form of leisure living and freedom to borrow money. He knows for sure that most people will die without him.


No One Can Sell and Buy

In Revelation 13:16-17, it is written that “And he causeth all, both small and great, rich and poor, free and bond, to receive a mark in their right hand, or in their foreheads: and that no man might buy and sell, save he that had the mark, or the name of the beast, or the number of his name.” In your opinion, what are the factors that will enable Lucifer to control the world economy, to the point where no one can buy or sell without his permission? There must have been a monetary unitization so the monetary authority for the whole world is held by one ruler.


Lucifer will be successful in unitizing the world politics so that one world government is established. It is possible to have one federation country with 200 states. US will become one state, and so will Indonesia and China. The world president must be a very prominent person and will be elected by all people in the whole world. Don’t you know that we have already had a World Parliament? And do you know that in October 2008 Indonesia has proposed Agung Laksono as a candidate for the chairman of the world parliament?

We are heading toward one world economy and one world monetary policy. We have already had World Bank and International Monetary Fund (IMF) which help many countries to solve their financial problems. Can you now see that a global anti-Christ government which was revealed by God in Nebuchadnezzar’s dream as a great image whose feet were made of iron and clay is now being formed?

Revelation chapter 13 which was quoted above told us that anti-Christ would rule the world and control the economy so that no one can sell and buy without his permission. Many people reading Revelation chapter 13 were shocked by the number of the anti-Christ, 666, while unaware that they themselves were in the program.


The Kingdom of Iron and Clay

Nebuchadnezzar dreamed dreams, and it was recorded in Daniel chapter 2. There was almost a slaughter in the Babylonian Kingdom because no one was able to interpret the dreams of the great king. However, since those dreams came from God, only God could reveal the meaning, and this was done through Daniel. We were told that the head of the image made of gold represented the Babylonian Kingdom at that time. It was also said that after this kingdom, four more kingdoms would emerge before another kingdom symbolized by a rock rolling down from a mountain destroyed them. Because after 2,600 years have passed after Daniel got this revelation, it is very easy for us today to understand that the breast and arms made of silver were actually the Median-Persian Kingdom that came after Babylonia, the belly and thighs made of bronze were actually the Greek Kingdom with its “Alexander the unGreat” and the legs made of iron were actually the Roman Empire (European Union) that crucified Jesus Christ.

So what does the kingdom of iron and clay actually mean? It is surely not Singosari or Sriwijaya (Indonesian local kingdoms before Indonesia became an independent country), or England. Since the Roman Empire collapsed, there has been no other kingdom or government as global as it was. Because this fifth kingdom was described as made of iron and clay, then the iron must be Europe, which was the identity of the fourth kingdom. Now the question is, what is represented by the clay?

It appears that the financial crisis happening today is the process of the forming of the “clay.” Christianto Wibisono and other economists view that through this crisis, US will be more “damaged” and China will be more “triumphant.” Don’t forget that the Arabian countries (Islamic countries) are not affected by this crisis. Media Indonesia Newspaper on its 13 October 2008 issue stated that Saudi Arabia planned to construct a building complex which height was more than 1 Km and cost about US$26.7 billion.

Can it be that what was meant by the “clay” was actually China which is very famous for its ceramic? Or could it be that the clay was actually the Arabian countries (Islamic countries) or the combination of both? If the “iron” represented the Western world (Europe), can it mean that the “clay” was the Eastern World (the combination of China, Arab, etc.)? So will the whole world unite like iron mixed with clay? Let us wait for the final event. It can be that you will experience it.


He Will Infiltrate the Church

Chapter 13 of Revelation is being fulfilled and the antichrist with the 666 sign is forming itself. The fifth kingdom that is the iron and clay mix which was described in the image of Nebuchadnezzar’s dream, is revealing itself. The real antichrist is actually a person who claims himself to be Christ. The word “anti”is a Greek preposition which means against someone by impersonating the person against whom he is fighting. So antichrist is against Christ by claiming himself as Christ or in other words, antichrist is a phony Christ. Christ in Greek has the same meaning with Messiah in Hebrew. So, the antichrist will come not from the leaders of other religions, but from Christians.


He will preach about Christ according to his version, and he will call himself as the Anointed One, which is the meaning of the word “Christ.” He calls himself or his office as the replacement of Christ. Before the main antichrist comes, he will send his spies pretending as Christians to all churches. He will tell everyone not to talk about doctrines, because in the absence of the teaching of true doctrines will make his covers more secured. He will lead the churches to lower the moral standards and introduce pop music as Christian songs. He will concoct a doctrine, in which everyone who will go to heaven has been chosen before the world was made, so eliminates the need to spread the Gospel. He will lead all churches to one institution. In his book, All Roads Lead to Rome, Michael de Semlyen declared the Roman Catholic Church as the final station of antichrist.

He will unite the world under one power, and all economic policies will also under his. But those are not the ends but mere tools, since the deepest desire of Lucifer is to be worshiped not only by human beings, but also by God, his Creator (Matthew 4:9). He will unite the churches in his clutch and proclaim himself as Christ. This will happen after he gives a quasi power to his disciples to perform miracles in the name of “Christ” (which is himself), and at the same time he will destroy pure Christian doctrines, moral, and motivation (the three measures of flour) with yeast.


Advice for Christians

Beware, be wise, and pay attention to the doctrines because doctrines were the differentiating factors between one religion and another. If you don’t like to learn about doctrine, then you will not be able to differentiate one church with another, and slowly but sure, you will not be able to differentiate one religion with another. Examine the teachings of each church, and differentiate one teaching with another. Learn carefully to make sure that you accept only the most biblical and logical teachings. Don’t be amazed only with one doctrine, but each doctrine of one church must be harmonious with others of the same church. Don’t forget to compare the teachings of GRAPHE with those of other churches’. Should you have any questions, feel free to email us at church@grapheministry.org or gits@grapheministry.org. The true teachings will allow all who hear them to examine them. Delicious food can only be offered but not forced to be eaten. Make sure that you join a biblical church while we are waiting the second coming of our Lord, because the Lord once said sardonically, “. . . when the Son of man cometh, shall he find faith on the earth?” He is pessimistic to find true faith when he comes again. It must be that true faith is being eroded by churches with false doctrines.


Does it mean that you can still use credit to buy a car or a house? Of course you can, but you have to make sure that the amount of the installment is within your affordable range. Can you still use Credit Card? Of course! But control your spending. Try to be content with what you have, and save as much money as you can to anticipate troubled days. We have to help other Christians who are proved to be faithful, not just pretending to be, as a proof that we are brothers in Christ.

Rabu, 11 Maret 2009

KERAJAAN SERIBU TAHUN (THE MILLENNIAL KINGDOM)

“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Matius 6:9-10).

Sudah hampir dua ribu tahun orang-orang Kristen telah berdoa “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Kami memanjatkan “Doa yang diajarkan Tuhan” ini di akhir renungan bersama keluarga di rumah kami setiap malam. Banyak orang mungkin memanjatkan doa ini hanya dalam kebaktian, namun bagi saya secara pribadi ini adalah doa yang nyata dan saya merenungkan setiap kata dari doa ini. Nenek saya, ibu dari ibu saya, mamanjatkan “Doa yang diajarkan Tuhan” bersama dengan saya setiap malam ketika saya masih kanak-kanak, dan saya terus melakukannya di sepanjang hidup saya, setiap malam sebelum pergi tidur.

Dr. J. Vernon McGee berkata, “Datanglah kerajaan-Mu” adalah kerajaan yang tentangnya Matius sedang bicarakan, kerajaan yang akan didirikan oleh Kristus di muka bumi ini. Ini adalah permohonan yang layak bagi kita semua panjatkan dalam doa (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983 edition, volume IV, hal. 37; catatan untuk Matius 6:10).

Ketika saya memanjatkan doa itu, saya sedang mendoakan tentang Kerajaan Seribu Tahun datang dalam kepenuhannya ketika Kristus datang kembali. Kata “millennium” berarti seribu. Kata Yunani “chilia” (seribu) digunakan enam kali dalam Wahyu 20:2-7. Orang-orang Kristen abad pertama dan kedua percaya ini adalah 1,000 tahun pemerintahan Kristus di muka bumi ini secara literal. Mereka adalah para penganut premillennial. Itu berarti semua orang Kristen abad mula-mula mengharapkan Kristus kembali ke dunia ini untuk mendirikan Kerajaan. Kata “pre” dalam “premillennialisme” berarti bahwa Kristus akan datang kembali sebelum Kerajaan Seribu Tahun. Papias (yang meninggal tahun 165 M) berkata, “Akan ada millennium setelah kebangkitan orang mati, ketika pemerintahan Kristus secara pribadi akan didirikan di muka bumi ini.” Polycarp (70-156 M) berbicara tentang [orang-orang Kristen] yang akan memerintah bersama dengan Kristus dan fakta bahwa orang-orang Kudus akan menghakimi dunia (lihat Henry C. Thiessen, Ph.D., Introductory Lectures in Systematic Theology, Eerdmans Publishing Company, edisi 1949, hal. 470, sudah diterjemahkan oleh Gandum Mas dengan judul Teologi Sistematika).

Namun bertahun-tahun kemudian orang-orang Kristen mulai mengajarkan bahwa Kerajaan itu lebih bersifat alegoris dari pada literal. Mereka mulai mengajarkan pandangan amillennialisme, mulai dengan Clement dari Alexandria (155-220 M) dan khususnya Origen dari Alexandria (185-254 M). Pengajaran mereka, yang mengalegorikan dan mengrohanikan Kerajaan 1000 tahun mulai disebarkan, dan Konsili Roma di bawah Paus Damasus secara resmi mengutuk pandangan premillennial, yang mereka sebut “Chiliasm,” pada tahun 373 M. Jadi, Gereja Katolik menjadi amillennial, yaitu, mereka mengajarkan bahwa tidak akan ada kedatangan Kristus untuk mendirikan Kerajaan-Nya di muka bumi ini, dan bahwa Gereja Roma Katolik sendiri secara perlahan-lahan akan mempertobatkan dunia, dan janji tentang Kerajaan itu akan dipenuhi melalui kemenangan Katolikisme. Pandangan ini dikenal sebagai “amillennialisme.” Huruf “a” di depan kata “millennium” berarti bahwa tidak akan ada Kerajaan seribu tahun di bumi. “Amillennialisme” berarti “tidak ada Kerajaan seribu tahun.”


Daniel Whitby (1638-1726 M) adalah seorang Unitarian yang mengingkari keilahian Kristus. Whitby merestorasi metode tafsir alegoris Origen, dan menyebutnya “hipotesis baru.” Daniel Whitby, seorang bidat Unitarian, “mengajarkan bahwa semua janji tentang Kerajaan itu akan digenapi dalam pengertian rohani dan alegoris… Ia sering disebut sebagai bapak dari post-millennialisme modern” (Thiessen, hal. 471). Postmillennialisme mengajarkan bahwa Kristus akan datang setelah millennium – setelah gereja berhasil mempertobatkan seluruh dunia. Postmillennialisme, pada kenyataannya, hanyalah bentuk modern dari amillennialisme. Seperti amillennialisme, mereka mempertahankan bahwa tidak akan ada pemuliahan Israel, bahwa “gereja” telah menggantikan Israel, bahwa Kristus tidak akan datang kembali dalam penampakan untuk mendirikan Kerajaan-Nya di bumi, dan bahwa “gereja” akan mempertobatkan dunia, dan membawa ke zaman keemasan.

Mal Couch berkata, Perang Dunia I, dan akhirnya disusul dengan Perang Dunia II, sebenarnya telah mengakhiri pengharapan kaum postmillennial. Kejahatan umat manusia adalah bukti bahwa tidak ada yang menjadi lebih baik, seperti yang [mereka] ajarkan (Mal Couch, Ph.D., Tim LaHaye Prophecy Study Bible, AMG Publishers, 2000, hal. 1398).

Dengan cara yang aneh, pandangan alegoris, pandangan pengrohanian ini nampak muncul lagi, dengan “teologi penggantian” (“replacement theology”) [“gereja” menggantikan Israel dalam rencana Allah] mengklaim bahwa “gereja” dapat “menaklukkan masyarakat dan memulihkan kebenaran” dan mendirikan Kerajaan itu (Couch, ibid). Ini sesungguhnya merupakan kebangkitan kembali pandangan Roma Katolik tentang “triumphalisme” Kristen dan “penggantian” (“replacement”) bangsa Yahudi oleh “gereja” dalam rencana Allah. Ini bukanlah apa yang diajarkan oleh Alkitab.

Saya pernah kuliah di Golden Gate Baptist Theological Seminary (Southern Baptist) ketika itu jauh lebih liberal dari pada hari ini. Saya ingat salah satu professor yang mengajar amillennialisme dan postmillennialisme seolah-olah pandangan-pandangan itu adalah kebenaran. Kemudian ia merendahkan dan mengejek premillennialisme, menyebutnya sebagai “chiliasme,” dan bidat, dan mencemoohnya sebagai doktrin sesat yang diajarkan dalam Scofield Study Bible, yang tidak dipercayai oleh para “sarjana.” Ia sering sekali menyerang Scofield Study Bible tentang subyek ini, sehingga kemudian saya pergi dan membeli Scofield Study Bible tersebut untuk pertama kalinya – dan mulai menggunakannya sejak saat itu! Malam ini juga saya sedang berkhotbah dari Alkitab Scofield, seperti yang saya lakukan setiap hari Minggu, karena saya percaya pandangan premillennial tentang kedatangan Kristus seperti yang diajarkan dalam Scofield Study Bible. Saya percaya bahwa Alkitab tidak mengajarkan pandangan amillennialisme atau pun postmillennialisme.

Minggu malam yang lalu kita telah melihat tiga kebenaran agung di dalam Zakharia 14:4-5, 9. Pertama, Kristus akan datang kembali secara tiba-tiba di Bukit Zaitun, “Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur…” (Zakharia 14:4).

Kristus akan turun lagi dari Sorga, turun ke Bukit Zaitun yang sama di mana Ia naik. Para malaikat itu berkata, “‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.’ Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem” (Kisah Rasul 1:11-12).

“Kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun” (Zakharia 14:4). Kaki yang saya yang pernah dipakukan di kayu Salib akan turun di bukit yang sama di mana Kristus pernah naik kembali ke Sorga (Kisah Rasul 1:9-12). Kedua, Kristus akan datang kembali dengan semua orang kudus-Nya.

“Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia” (Zakharia 14:5).

Ini artinya bahwa semua orang-orang Kristen yang pernah diangkat sebelumnya akan turun dari angkasa, mengikuti Kristus. Peristiwa ini pertama kali dinubuatkan oleh Henokh sebelum Air Bah.

“Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya” (Yudas 14).

Dan Rasul Yohanes berbicara tentang ini dalam Wahyu 19:14, “Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia,” ketika Ia turun dari Sorga untuk membinasakan pasukan Antikristus dan mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di muka bumi ini. Ketiga, Zakharia 14:9 mengatakan bahwa Kristus akan mendirikan Kerajaan-Nya di bumi ini,

“Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya” (Zakharia 14:9).

Akhirnya doa yang dipanjatkan selama dua ribu tahun ini akan terkabulkan,

“Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Matius 6:10).

Akhirnya, kita melihat Wahyu 20, dan saya ingin kita kembali ke sana malam ini. Mari kita melihat Wahyu 20, mulai dengan ayat satu. Di sini kita belajar dua kebenaran penting tentang Kerajaan yang akan datang.

I. Pertama, Setan akan diikat selama 1,000 tahun.

“Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya” (Wahyu 20:1-3).

Anda harus memperhatikan bahwa “seribu tahun” ditekankan dua kali di ayat satu sampai tiga. “Seribu tahun” ditekankan sebanyak enam kali dalam Wahyu pasal dua puluh ini.

Dr. McGee berkata, Ini benar bahwa Millennium ditekankan hanya dalam satu pasal, namun Allah menekankannya enam kali [dalam pasal itu]. Berapa banyak kali Ia telah mengatakan sesuatu sebelum itu benar-benar terjadi? Ia menekankan banyak hal lainnya yang orang-orang tekankan dan pikir juga penting karena semua itu disebutkan sekali atau dua kali dalam Kitab Suci. Enam kali kata seribu tahun ditekankan, dan di sini adalah dalam hubungannya dengan Setan (McGee, ibid., volume 5, hal. 1055; catatan untuk Wahyu 20:1-3).

Tidak adanya Setan di muka bumi sepanjang masa Kerajaan Seribu Tahun akan mengubah kondisi dari gelap menjadi terang. Selama Setan beroperasi di dunia ini tidak akan pernah ada Kerajaan yang sempurna. Kehendak Allah tidak akan dapat terjadi “di bumi seperti di sorga” (Matius 6:10) selama Setan belum disingkirkan dari bumi ini. Seorang malaikat akan turun dengan rantai besar dan akan mengikat Setan selama periode Kerajaan Seribu Tahun Kristus.

“Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya” (Wahyu 20:1-3).

Setan akan dilemparkan “ke dalam jurang maut, dan [malaikat akan] menutup jurang maut itu…” (Wahyu 20:3) sepanjang Kerajaan Seribu Tahun Kristus. Setan akan dipenjarakan dalam “jurang maut,” secara literal “abyss” (“jurang yang tanpa dasar”). Ini bukan Lautan Api. Setan akan dilemparkan ke dalam Lautan Api setelah Kerajaan itu berakhir, di akhir Kerajaan seribu tahun itu. Betapa indahnya dunia ini ketika Kristus mendirikan Kerajaan-Nya di bumi ini. Setan tidak akan ada lagi di sini untuk mencobai dan menyakiti kita lagi di Kerajaan Allah kita dan Kristus-Nya! Seperti yang dituangkan dalam lagu pujian ini,

Kuasa Setan akan segera dikalahkan,

Oh, itu adalah hari ini!

Kesedihan dan kesakitan tidak akan ada lagi,

Oh, itu adalah hari ini!

Glori, glori! Betapa sukacitanya hatiku.

Glori. Glori! Ketika Allah memahkotai-Nya menjadi Raja.

Glori. Glori! Segeralah siap menyambutnya

Glori. Glori! Yesus akan datang segera

(“What If It Were Today?” by Lelia N. Morris, 1862-1929;

diubah oleh Pendeta).

Setan akan diikat di dalam jurang maut selama masa Kerajaan itu! Betapa indahnya janji itu!

II. Kedua, Kerajaan Kristus akan didirikan di bumi selama seribu tahun.

Mari ikuti saya dengan membuka Alkitab Anda ketika saya membaca Wahyu 20:4-6.

“Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya” (Wahyu 20:4-6).

Tim LaHaye Prophecy Study Bible berkata bahwa ayat empat dan lima berbicara tentang orang-orang yang akan dieksekusi mati oleh Antikristus pada masa Kesusahan Besar karena menolak untuk menerima tandanya pada tangan dan dahi mereka. Mereka akan dibangkitnya secara jasmani sehingga mereka dapat memerintah bersama dengan Kristus sepanjang masa Kerajaan Seribu Tahun-Nya di bumi ini (see Tim LaHaye Prophecy Study Bible, AMG Publishers, 2000 edition, hal. 1399; catatan untuk Wahyu 20:4-5). Ayat enam berkata,

“Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya” (Wahyu 20:6).

Tim LaHaye Prophecy Study Bible berkata tentang ayat ini,

“Kebangkitan pertama” adalah untuk orang-orang percaya dan terjadi dalam tiga tahapan:

(1) Kristus sebagai buah sulung (I Kor. 15:20);

(2) pengangkatan… (I Kor. 15:23; I Tes. 4:13-18);

(3) orang-orang kudus pada masa Kesusahan Besar dibangkitkan sebelum Kerajaan itu bersama dengan orang-orang kudus Perjanjian Lama (Maz. 50:1-6). Kebangkitan ini termasuk semua [orang yang telah bertobat] yang mati sampai kedatangan Kristus (ibid., hal. 1400; catatan untuk Wahyu 20:6).

Ayat enam menunjukkan bahwa orang-orang yang telah dibangkitkan pada “kebangkitan pertama” itu, “akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya” (Wahyu 20:6).

Betapa ini akan menjadi hal yang terindah memerintah bersama Kristus dalam Kerajaan-Nya! Namun kita harus menjadi para pemenang untuk dapat mengalaminya. Kita membaca dalam Wahyu 3:21, “Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya” (Wahyu 3:21).

Untuk menjadi layak memerintah bersama dengan Kristus dalam Kerajaan-Nya di bumi, Anda harus menjadi pemenang. Namun untuk menjadi pemenang, yang pertama Anda harus bertobat. Yesus mengatakan itu sangat jelas bahwa langkah pertama untuk masuk dan memerintah dalam Kerajaan itu adalah pertobatan sejati. Yesus berkata,

“sesungguhnya jika kamu tidak bertobat… kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

Anda harus mengalami pertobatan sejati atau Anda tidak akan masuk ke dalam “kerajaan sorga,” dan jika Anda tidak masuk ke dalam “kerajaan sorga” sudah pasti Anda tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Seribu Tahun Kristus di bumi! Oleh sebab itu, Anda harus menemukan pertobatan sejati di dalam Kristus lebih dari segalanya dalam hidup ini!

Pertobatan sejati biasanya pertama melibatkan keinsafan akan dosa, kemudian perjuangan untuk membebaskan diri Anda sendiri dari dosa sampai Anda menyadari bahwa Anda tidak dapat melakukannya. Akhirnya, pertobatan datang ketika Anda menyerahkan diri Anda sendiri, menyadari bahwa Anda telah rusak total, dan kemudian datang kepada Kristus agar dosa Anda disucikan oleh Darah-Nya. Ketika Anda datang kepada Kristus dosa Anda ditebus oleh kematian-Nya di kayu Salib, dan berserahlah kepada Dia melalui iman di dalam Dia saja, dan Anda akan mengalami pertobatan sejati dan mulai menjadi seorang pemenang, yang layak memerintah bersama Kristus dalam Kerajaan Seribu Tahun-Nya di bumi. Namun langkah pertama Anda harus mengalami pertobatan sejati di dalam Kristus Yesus. Kiranya Tuhan segera memberikan kepada Anda pengalaman pertobatan di dalam Yesus Kristus.
Amin.

(AKHIR KHOTBAH)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

Diterjemahkan oleh Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Malam, 14 Desember 2008

di Baptist Tabernacle of Los Angeles

Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet

di www.realconversion. com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Wahyu 20:1-7.

Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:

“What If It Were Today?” (by Lelia N. Morris, 1862-1929).

http://www.rlhymers.com/Online_ Sermons_Indonesi an/2008/121408PM _MillennialKingdom.html

AMSAL 23:23 Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.