Tampilkan postingan dengan label INDO NESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDO NESIA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2011

Negara Agama atau Negara Sekuler

PENGERTIAN NEGARA AGAMA DAN NEGARA SEKULER

Ketika Allah Jehovah membawa keturunan Yakub keluar dari Mesir, memang dari awal tujuannya adalah mendirikan Negara Agama (Theo-cracy). Jehovah sedang mendirikan sebuah negara yang ditugaskanNya untuk menjaga ibadah simbolik yang dipusatkan di Bait Allah Yerusalem. Seluruh umat Jehovah adalah warga negara Israel dan seluruh warga Israel adalah umat Jehovah. Keberlangsungan negara-agama ini sesungguhnya hanya sampai kedatangan Yesus sebagai hakekat ibadah simbolik yang dijaga oleh negara-agama Israel-Yudaisme itu. Kepentingan mendirikan negara agama adalah untuk menjaga ibadah simbolik sampai yang disimbolkan tiba.

Jadi, setelah kedatangan Yesus Kristus, hakekat dari seluruh ibadah simbolik PL, maka tidak ada keperluan untuk tetap mempertahankan negara agama. Oleh sebab itu Yesus Kristus mengumumkan keterpisahan antara agama dan negara (Matius 22:21).

Negara-agama adalah negara yang pendiriannya memiliki misi keagamaan. Jadi negara-agama itu bertujuan untuk menyebarkan agama, atau setidaknya untuk memelihara keberlangsungan agama. Yesus Kristus mengumumkan keterpisahan negara dari agama karena tujuan negara-agama yang dimaksudkan oleh Allah Jehovah telah selesai.

Selasa, 25 Oktober 2011

Kristen Tak Perlu IMB Tempat Ibadah

GKI Taman Yasmin, Bogor

BEDA KONSEP ISLAM DENGAN KRISTEN
Kekristenan di Indonesia, dan mungkin di seluruh negara Islam, terkontaminasi konsep Islam. Semua ini akibat dari para pemimpin Kristen yang tidak paham tentang hakekat kekristenan itu sendiri. Bahkan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menerjemahkan Ibrani 10:25, dengan menambahkan kata "ibadah" ke dalam kalimat yang sesungguhnya tidak ada kata itu di dalam bahasa aslinya.

Orang Kristen harus tahu bahwa kita sekarang sudah berada di Zaman Ibadah Hakekat (ZIH) bukan berada di Zaman Ibadah Simbolik (ZIS) lagi. Bahwa kita berada di zaman menyembah dengan hati, bukan di zaman menyembah dengan tubuh. Bahwa kita sudah berada di dalam zaman beribadah secara rohaniah dan bersifat kebenaran, bukan beribadah secara ritual dengan berbagai upacara lahiriah.

Minggu, 16 Oktober 2011

Negara Itu Hamba Allah?

Nimrod adalah orang pertama yang membentuk pemerintahan di muka bumi (Kej 10:8) dan sudah jelas bahwa pemerintahan Nimrod tidak berkenan kepada Allah. Buktinya ketika ia memimpin rakyatnya membangun menara Babel, Tuhan mengacaukan bahasa mereka.

Lalu dalam pengertian apakah ketika Rasul Paulus mengatakan, "Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah" (Rom.13:1-6)