Rabu, 06 Maret 2013

Berita Bulan Februari 2013

TEMA LAGU ROCK: MUDA, LIAR, DAN BEBAS
(Berita Mingguan GITS 23 Februari 2013, sumber: www.wayoflife.org)
Sebuah lagu pop yang sedang hit saat ini adalah pengingat bahwa rock & roll telah mempromosikan pemberontakan dan immoralitas sejak awalnya. Lagu yang berjudul “Young, Wild and Free” (Muda, Liar dan Bebas) oleh Snoop Dog dan Wiz Khalifa mempromosikan minum alkohol, menggunakan marijuana, dan “keliaran-keliaran” lainnya. Lirik lagu berbunyi, “So what we get drunk [Jadi kenapa kalau kami mabuk] / so what we don’t sleep (smoke weed) [jadi kenapa kalau kami tidak tidur (menghirup obat)] / We’re just having fun (kami hanya bersenang-senang)] / We don’t care who sees [kami tidak peduli siapa yang melihat] / So what we go out (jadi kenapa kalau kami pergi keluar] / That’s how it’s supposed to be [memang beginilah seharusnya] / Living young and wild and free [hidup muda dan liar dan bebas].” Saya mendengar lagu yang bodoh ini dimainkan di berbagai tempat bisnis dan tempat-tempat umum mulai dari Kathmandu, Berlin, Bangkok, dan New York City, dan ini adalah tema yang sama yang telah selalu dipromosikan oleh musik rock. Dalam bukunya tentang sejarah musik rock, Nick Tosches mengatakan, “Lagu Good Rockin’ Tonight oleh Elvis bukanlah sekedar suatu lagu pesta, tetapi suatu undangan untuk menuju kehancuran. …Musik rock adalah wajah dari Dionysus, penuh dengan seksualitas dan ketidakberartian; ia dapat membuat kulit istri-istri baru merona dan anak-anak remaja lelaki yang baru besar mengubah diri mereka menjadi makhluk-makhluk yang berapi-api” (Nick Tosches, Country: The Twisted Roots of Rock ‘n’ Roll). Seorang sejarahwan musik rock lainnya berkata, “Jika kamu berpikir bahwa musik rock hanyalah sekedar musik, kamu salah. Musik rock dari dulu adalah suatu sikap” (Billy Poore, RockABilly: A Forty-Year Journey). Sampai dengan tahun 1960an, sikap dari musik rock bahkan semakin “menantang” dengan seruan-seruan untuk memberontak. Grup Rolling Stones dan The Animals dan tak terhitung banyaknya rocker-rocker lainnya, mendorong generasi tersebut untuk bernyanyi, “saya bebas untuk melakukan apapun yang saya mau kapanpun juga,” dan “Ini hidupku dan aku akan melakukan yang ku mau.” Generasi itu dan setiap generasi sesudahnya perlahan-lahan belajar bahwa pesan rock ‘n’ roll adalah suatu kebohongan. Kamu tidak bisa melakukan apapun yang kamu mau tanpa konsekuensi-konsekuensi serius, baik dalam hidup ini maupun yang akan datang. Mereka yang hidup muda dan liar tidaklah bebas. Banyak sekali orang-orang muda yang mati muda atau melakukan pelanggaran-pelanggaran yang mereka sesali seumur hidup karena hidup secara liar itu. Kebebasan hanya ditemukan dalam Yesus Kristus. ” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” (Yoh. 8:34-36).

Jumat, 01 Februari 2013

Berita Bulan Januari 2013

NARATOR BBC MENGATAKAN BAHWA MANUSIA ADALAH TULAH DI BUMI
(Berita Mingguan GITS 26 Januari 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
David Attenborough, narator terkenal dari berbagai dokumenter BBC, mengatakan bahwa manusia adalah suatu tulah di bumi. Dia memberitahu Radio Times: “Kita adalah tulah di Bumi. Dan itu semua akan menyengat kita sendiri dalam 50 tahun ke depan. Ini bukan hanya mengenai perubahan iklim; ini adalah mengenai ruang, tempat untuk menanam makanan untuk gerombolan yang sangat ramai ini. Entah kita membatasi pertumbuhan populasi kita atau dunia natural akan membatasi kita, dan dunia natural sedang membatasi kita saat ini” (“David Attenborough,” The Telegraph, 21 Jan. 2013). Dia mengatakan bahwa masalah di Etiopia adalah “terlalu banyak orang di sana,” yang sangatlah konyol. Cina dan India, yang memiliki jauh lebih banyak populasi, tidak terkena masalah kelaparan yang sama.

Densitas populasi Etiopia adalah 83 orang per kilometer kuadrat, sementara di Cina adalah 143 orang dan India 372 orang per km kuadrat, yang adalah empat kali Etiopia. Kelaparan di Etiopia disebabkan oleh perang, pemerintah yang korup dan tidak peduli, ketamakan manusia, statisme, pemukiman ulang yang dipaksakan, dan hal-hal lain. Faktanya, dokumenter BBC sendiri, seperti Planet Earth, membuktikan bahwa kurangnya tempat bukanlah masalahnya. Kebanyakan daerah Bumi yang bisa didiami masih sedikit populasinya. Masalahnya bukanlah terlalu banyak orang, tetapi terlalu banyak dosa.

Memang dalam pengertian tertentu manusia bisa disebut tulah di Bumi, tetapi bukan karena ada terlalu banyak orang; tetapi adalah karena manusia adalah pendosa melawan Allah Penciptanya dan korupsi dan kehancuran mengikuti pemberontakan itu. Sangat aneh bahwa para pendukung “pengurangan populasi” seperti David Attenborough dan Bill Gates tidak pernah mengajukan diri dan merelakan nyawa mereka sendiri untuk mengurangi beban populasi di Bumi. Mereka memiliki mentalitas elitis. Dokumenter-dokumenter BBC tentang alam sangatlah baik untuk membuktikan eksistensi Allah dan kemuliaan ciptaanNya. Sayangnya film-film dokumenter tersebut penuh dengan mitologi evolusi dan pemanasan global yang disebabkan manusia.

Jumat, 04 Januari 2013

Berita Bulan Desember 2012

SEBUAH BATERE BERUSIA 2.300 TAHUN
(Berita Mingguan GITS 29 Desember 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 9 April 2012, www.creationmoments.com: "Kejadian 4:22, 'Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi...' Sementara para sejarahwan evolusionis mengacu kepada zaman-zaman sebelum kelahiran Kristus dengan istilah-istilah seperti zaman Batu, Tembaga, dan Besi, sepertinya teknologi logam yang dimiliki manusia jauh lebih canggih dari yang tergambarkan melalui istilah-istilah ini. Dan hal ini cocok dengan apa yang disampaikan oleh Kejadian 4 tentang sejarah manusia. Sebuah contoh akan hal ini dilaporkan dalam Science Digest edisi April 1957. Pada tahun 1930an, para arkeolog sedang menggali di sebuah reruntuhan kecil di pinggir Baghad, ketika mereka menemukan sesuatu yang kelihatan sangat mirip sebuah batere sel kering modern.

Objek itu dianalisa, dan sebuah model dibuat oleh seorang insinyur di Laboratorium Tegangan Tinggi milik General Electric. Alat itu ternyata adalah sebuah batere sel basah yang memiliki cukup tenaga untuk menyaput perhiasan dengan emas – ini adalah penggunaan listrik yang pertama tercatat dalam sejarah. Batere tersebut dibuat dan dipakai oleh para tukang perak Baghdad dari tahun 250 hingga 224 SM. Ukurannya kira-kira sebesar dua batere senter modern, dan terbuat dari bahan yang mirip dengan yang dipakai hari ini dan yang banyak terdapat di dunia kuno, termasuk tembaga dan solder timah campuran 60 / 40. Penemuan-penemuan ini membuat hampir tidak mungkin untuk mengesampingkan pasal-pasal awal Kejadian sebagai mitos. Gambaran yang disampaikan tentang umat manusia yang kreatif dan pintar terasa benar. Dan pesan Alkitab tentang bagaimana umat manusia memerlukan keselamatan di dalam Yesus Kristus, juga terdengar benar."

Sabtu, 01 Desember 2012

Berita Bulan November 2012

HUKUM SHARIA MULAI BERLAKU DI INGGRIS
Berikut ini disadur dari “Islamic Sharia Law Comes to Great Britain,” CBN News, 15 Nov. 2012: “Dirajam karena perzinahan. Potong tangan karena pencurian. Hukum mati bagi yang murtad. Dan status warga negara kelas dua bagi orang-orang Kristen dan Yahudi. Inilah kehidupan di bawah hukum sharia, sistem Islam yang dipraktekkan di negara-negara seperti Iran, Arab Saudi, dan Inggris Raya. Ya, Inggris Raya. Dilaporkan bahwa ada sekitar 85 pengadilan Sharia di Inggris aat ini, dengan hakim-hakim Islam yang memutuskan kasus-kasus yang berkisar dari masalah finansial hingga percekcokan keluarga di antara orang-orang Islam Inggris. ‘Kami menghadiri beberapa sidang dan ada sepasang hakim Islam yang duduk di atas semua yang lain,’ kata Alan Craig, yang baru-baru ini mundur sebagai pemimpin partai Christian Peoples Alliance. …Craig adalah mantan anggota dewan kota London Timur, tempat beberapa pengadilan Sharia di mana wanita-wanita menghadapi diskriminasi yang jelas. ‘Kesaksian seorang wanita hanyalah senilai setengah kesaksian seorang laki-laki.’ …Wanita-wanita Muslim di Inggris sering menghadapi intimidasi terbuka di dalam komunitas mereka untuk menyelesaikan banyak hal secara Sharia. …Banyak pengadilan Sharia yang telah muncul di beberapa kota Inggris yang memiliki populasi Muslim yang besar, termasuk Birmingham, Bradford, Manchester, dan London. Editor: Hal ini berkaitan juga dengan situasi di Indonesia, dengan beberapa daerah yang menerapkan hukum Sharia. Hal ini sebenarnya bertentangan dengan Undang-Undang Dasar RI, yang tidak memberikan status khusus kepada agama mana pun. Adanya hukum Sharia di berbagai daerah Indonesia selalu menomorduakan penduduk dengan agama non-Islam.

Selasa, 06 November 2012

Berita Bulanan Oktober 2012

TUHAN MELIHAT HATI
(Berita Mingguan GITS 6 Oktober 2012, sumber: www.wayoflife.org)
"Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."" (1 Sam 16:7). Orang-orang yang telah menghambakan diri kepada filosofi kontemporer seringkali menyalahgunakan ayat ini sebagai bukti mereka akan doktrin bahwa hal-hal yang nampak luar tidaklah penting. Khalayak ramai rock Kristen menggunakan ayat ini untuk mempertahankan kebiasaan mereka mengikuti gaya fashion dan cara hidup para rocker sekuler, misalnya memakai tato. Atau ada juga yang menggunakan ayat ini untuk mengatakan bahwa Tuhan tidak peduli dengan baju atau pakaian yang ia pakai. Tetapi 1 Samuel 16 sama sekali tidak ada hubungannya dengan pakaian. Ayat ini adalah tentang tinggi badan dan perawakan (raut wajah). Samuel berpikir bahwa Allah akan memilih Eliab sebagai raja karena penampilannya yang mengesankan, tetapi Allah memberitahunya bahwa Dia tidak memilih orang untuk pelayanan hanya karena penampilan mereka tetapi berdasarkan kondisi hati mereka. Menggunakan ayat ini untuk mendukung ide bahwa apa yang orang Kristen pakai atau bagaimana dia berpenampilan itu tidak penting, adalah tindakan mencabik ayat ini dari konteks dan membuatnya mengatakan hal yang sama sekali tidak ayat ini katakan. Bahkan sebaliknya, ayat ini mengatakan bahwa manusia melihat penampilan luar, dan oleh karena itulah bagaimana cara kita berpakaian adalah hal yang penting. Faktanya adalah bahwa laki-laki sangatlah visual dalam seksualitasnya dan tergoda secara mendalam oleh tubuh wanita, dan ini berarti cara berpakaian itu penting. Jika seorang perempuan tidak berpakaian dengan sopan dan kudus, tetapi berpakaian dalam gaya seorang pelacur untuk menekankan aset-aset fisiknya (Ams. 7:10), entahkah dengan cara memakai terlalu sedikit pakaian atau memakai pakaian yang ketat sehingga bentuk tubuhnya tergambar dengan nyata, maka dia pastinya ada andil di dalam hawa nafsu yang timbul pada seorang lelaki (Mat. 5:28). Sungguh, Tuhan melihat ke dalam hati, tetapi manusia melihat penampilan luar, jadi marilah kita memperhatikan kedua aspek ini. "Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah" (2 Kor. 7:1).

Senin, 01 Oktober 2012

Berita Bulan SEPTEMBER 2012

ALKITAB DAN MASALAH HOMOSEKSUALITAS
(Berita Mingguan GITS 29 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Alkitab mengajarkan bahwa hubungan dan aktivitas seksual di luar ikatan kudus pernikahan adalah dosa. “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah” (Ibr. 13:4). Sejak awal, Alkitab mendefinisikan pernikahan yang sah sebagai persatuan kudus antara satu orang lelaki dan satu orang perempuan (Kej. 2:21-25), dan Yesus menegaskan hal ini sebagai standar ilahi (Mat. 19:4-6). Karena hubungan seksual di luar penikahan adalah berdosa dan karena Alkitab tidak pernah mengesahkan pernikahan antara lelaki dengan lelaki atau perempuan dengan perempuan, jelas bahwa homoseksualitas itu dilarang. Homoseksualitas tidak pernah dibenarkan oleh Kitab Suci. Perjanjian Baru memperlakukan homoseksualitas sebagai suatu kekejian moral. Dalam Roma pasal 1, Rasul Paulus menggambarkan homoseksualitas sebagai “hawa nafsu yang memalukan” (ay. 26), “tak wajar” (ay. 26), “kemesuman” (ay. 27), “terkutuk” (ay. 28), dan “tak pantas” (ay. 28). Perikop ini memperingatkan bahwa homoseksualitas adalah hasil korupsi dari imajinasi. Ia adalah hasil dari pikiran yang terkutuk. Paulus menyinggung homoseksualitas di jemaat Korintus dengan menggunakan bahasa masa lampau – “dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu” (1 Kor. 6:11). Anggota-anggota jemaat di Korintus telah bertobat dari dosa-dosa mereka dan menjadi ciptaan baru dalam Kristus. Allah dapat dan akan menyelamatkan setiap pendosa, tetapi ia harus bertobat dari dosa-dosanya dan bukan membenarkan dosa itu, dan ketika Allah menyelamatkan, Ia mengubah (2 Korintus 5:17). Ini tidak berarti bahwa orang percaya sama sekali tidak berdosa lagi; ini berarti ia berubah dan ia menyenangi kebajikan bahkan jika dia tidak selalu memenuhi standar Allah yang kudus. Orang-orang yang percaya Alkitab sama sekali tidak homofobia dalam pengertian apapun, sama seperti mereka tidak fobia terhadap perzinahan atau pencurian atau dusta. Mereka tidak membenci homoseksual. Mereka hanya percaya bahwa Alkitab mengajarkan manusia harus bertobat dari dosa agar diselamatkan dan dapat masuk ke dalam keanggotaan jemaat. Mereka juga tahu bahwa homoseksualitas adalah jenis dosa yang spesial dalam pengertian ini adalah dosa melawan alam sendiri dan dosa yang secara khusus menyerang pernikahan alkitabiah dan oleh karena itu dapat merusak masyarakat secara unik.

Sabtu, 01 September 2012

Berita Bulan AGUSTUS 2012

Peringatan Perjalanan Misionaris Keluarga Judson
(Berita Mingguan GITS 4 Agustus 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Tahun ini adalah peringatan 200 tahun keberangkatan misionaris-misionaris pertama yang dikirim dari gereja-gereja Amerika ke negara asing. Adoniram Judson dan Luther Rice diutus oleh gereja-gereja Kongregasional pada tahun 1811 dan berlayar ke India pada bulan Februari 1812. Judson baru saja menikahi Ann Hasseltine dua minggu sebelumnya. Orang tua Ann tidak akan pernah melihat putri mereka lagi, ataupun cucu-cucu yang akan dilahirkan oleh Ann, tetapi mereka menyerahkan putri mereka itu ke tangan Tuhan, apapun yang terjadi. Dalam perjalanan ke India, pasangan muda tersebut menjadi yakin melalui pembelajaran Alkitab bahwa baptisan hanyalah untuk orang percaya, bukan untuk bayi, dan melalui penyelaman, bukan pemercikan atau penuangan.

Ketika mereka tiba di Serampore, India, mereka diselamkan berdasarkan pengakuan iman mereka dalam Kristus, oleh William Ward, seorang teman sekerja William Carey. Luther Rice secara terpisah tiba pada kesimpulan yang sama dengan keluarga Judson. Dia kembali ke Amerika Serikat dan berperjalanan ke gereja-gereja Baptis untuk menantang mereka untuk bergerak demi misi dunia. Sebagai respons, gereja-gereja Baptis di Amerika membentuk sebuah lembaga misi mereka sendiri. Ayah Judson yang berusia 67 tahun mengundurkan diri dari penggembalaannya di sebuah gereja Kongregasional, dan dibaptis secara alkitabiah, bersama dengan istrinya dan putrinya (adik Adoniram), Abigail.

Jumat, 03 Agustus 2012

Berita Bulan JULI 2012

PENGADILAN JERMAN MEMUTUSKAN UNTUK MELARANG PENYUNATAN
(Berita Mingguan GITS 7 Juli 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “German Court Makes Circumcision for Religious Reasons a Crime,” CNSNews.com, 27 Juni 2012: “Sebuah pengadilan Jerman telah membuat penyunatan atas anak bayi lelaki untuk alasan agamawi, sebagaimana telah dilakukan khususnya oleh orang Yahudi selama riban tahun, suatu tindakan yang menyebabkan kerusakan tubuh yang parah dan suatu tindakan kriminal, tidak peduli orang tuanya setuju atau tidak. Seorang spesialis kesehatan masyarakat yang juga adalah seorang penyunat Yahudi menyebut keputusan itu ‘tolol,’ dan mengisyaratkan pada hari Rabu bahwa sementara ‘para pemikir modern yang harus selalu tunduk kepada tuntutan politik’ tidak akan terbuka untuk diyakinkan akan nilai-nilai Yahudi, mereka seharusnya mempertimbangkan penelitian-penelitian yang menemukan berbagai keuntungan medis dari prosedur ini. Dalam sebuah keputusan yang pasti akan memicu debat panjang mengenai penyunatan, sebuah pengadilan regional di Cologne mengatakan pada hari Selasa bahwa ‘hak mendasar anak akan integritas tubuh lebih besar daripada hak mendasar dari orang tua.’ … Namun, bagi orang-orang Yahudi, penyunatan bayi-bayi lelaki pada hari ke-delapan telah menjadi poin utama iman selama 4000 tahun. Hal ini diresepkan Allah dalam Kejadian 17.”