Jumat, 14 Agustus 2015

Berita Bulan JULI 2015

PEMIMPIN INDIA MEMPROMOSIKAN YOGA
(Berita Mingguan GITS 4 Juli 2015, sumber: www.wayoflife.org)
Perdana Menteri India, Narendra Modi, memimpin sebuah sesi yoga massal di New Delhi pada Hari Yoga Internasional, 21 Juni, hari yang telah ia seru-serukan sejak ia naik jabatan tahun lalu. Dia duduk di depan puluhan ribu warga India lainnya dalam posisi yoga sambil menggumamkan “Om.” Yoga adalah salah satu ekspor India yang paling sukses, ditenggarai menjadi bisnis 27 milyar dollar di Amerika. Dalam pidatonya sebelum itu, Modi mengatakan, “Program ini hanyalah mengenai kebaikan manusia, mengenai membebaskan alam semesta dari stres dan mengenai menyebarkan pesan kasih, damai, persatuan, dan kebaikan” (“Yoga Day,” ReligionNews.com, 22 Juni 2015). Jika itu semua benar, India mestinya sangat berbeda. Sebab tanah kelahiran yoga sama sekali bertolak belakang dari kasih, damai, persatuan, dan kebaikan! Mengenai kasih dan damai dan persatuan, perhatikan bagaimana teman-teman Hindu Modi dalam organisasi Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) memperlakukan orang Kristen dan Muslim dalam pembantaian berdarah! Yoga adalah konsep Hindu menyelaraskan diri dengan keilahian diri sendiri; dan ketika diuji dengan Alkitab, ini adalah praktek rohani yang berbahaya, yang dapat menghubungkan individu dengan roh-roh jahat yang menyamar menjadi malaikat-malaikat terang.

Selasa, 11 Agustus 2015

Berita Bulan JUNI 2015

PAUS MENGATAKAN IBLIS ADALAH BAPA DARI PERPECAHAN KRISTEN
(Berita Mingguan GITS 6 Juni 2015, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam sebuah pesan video kepada konferensi John 17 Movement yang baru-baru ini dilaksanakan di Phoenix, Paus Fransiskus mengatakan bahwa “perpecahan adalah karya dari 'Bapa Kebohongan'” dan bahwa dia (Iblis) “melakukan segala yang bisa dilakukan untuk membuat kita tetap terpecah” ("The Devil Knows Christians Are One," Catholic Herald, 25 Mei 2015). Paus mengatakan bahwa semua orang Kristen adalah satu, apakah itu “Injili, Ortodoks, Lutheran, Katolik, ataupun Apostolik.” John 17 Movement (Gerakan Yohanes 17) didasarkan pada penafsiran sesat terhadap Yohanes 17:21, “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Para pemimpin gerakan ini antara lain adalah Robert Briggs dari American Bible Society, Uskup Roma Katolik Eduardo Nevares, dan gembala sidang Pantekosta Giovanni Traettino. Dalam Yohanes 17, Tuhan menekankan bahwa persatuan Kristen yang sejati adalah persatuan yang didasarkan pada keselamatan supranatural dan ketaatan kepada kebenaran yang telah disingkapkan. Ini bukanlah suatu “kesatuan dalam keragaman” yang mengabaikan perbedaan-perbedaan doktrin demi memiliki tenda yang besar dan yang mengecilkan kebenaran menjadi bagian “essensial” dan “tidak essensial.”

Sabtu, 08 Agustus 2015

Dunia Semakin Membutuhkan TERANG

Pada saat artikel ini ditulis, di dunia sedang terjadi berbagai hal yang mengindikasikan bahwa dunia yang sedang kita tempati sesungguhnya sangat gelap dan semakin gelap. Mahkamah Agung USA dalam votingnya lima hakim menyetujui pernikahan homoseks, dan empat menentang. Dengan demikian maka pernikahan homoseks di seluruh USA menjadi legal.

Perayaan bukan hanya terjadi di kalangan para homo di seluruh USA, bahkan para homo di Eropa dan berbagai belahan bumi. Dan yang lebih menyedihkan lagi ialah para Pedofili juga menuntut agar mereka diterima dan dilegalkan.

Dunia kita sekarang lebih buruk dari keadaan di kota Sodom dan Gomora empat ribuan tahun lalu. Kota Sodom dan Gomora hanya kota kecil yang penduduknya ribuan orang. Tetapi kini praktek homoseksual meliputi seluruh dunia. Sebelumnya mereka sembunyi-sembunyi, tetapi dengan dilegalkannya maka sekarang mereka merayakannya dan akan dengan terang-terangan mempraktekkannya.

Minggu, 15 Juni 2014

MENJADI PENGIKUT YANG MELEK

Judul di atas terdengar lebih membebani  pihak  pencari  kebenaran,  bukan  pada  pemimpin  atau  gereja yang menyediakan kebenaran. Sebenarnya jika  tidak  ada gereja yang betul-betul menyediakan kebenaran, maka pencari kebenaran akan  mengalami  kesulitan untuk menemukan  kebenaran.  Kalau gereja  tidak  mendorong  orang-orang yang  datang  untuk  mengerti  kebenaran dan  menjadi  pengikut yang  melek, melainkan dengan sengaja membakar emosi mereka bahkan memanipulasi emosi  hadirin maka pengunjung tidak mungkin menjadi pengikut yang melek, melainkan akan  menjadi pengikut  yang membabi  buta.

Sifat  Sebuah  Gereja
Sifat sebuah gereja sesungguhnya tergantung  pada  motivasi  gereja  itu didirikan. Sedangkan motivasi sebuah gereja didirikan tentu  tergantung  pada filosofi  sang  pendiri  tentang  gereja. Kalau bagi sang pendiri, gereja adalah institusi  untuk  menyelamatkan  jiwa-jiwa yang  terhilang, dan  tempat  untuk mengajarkan  kebenaran  illahi, maka penekanan gereja tersebut akan pada Injil  yang  benar  yang sungguh-sungguh akan menyelamatkan setiap  orang yang mengimaninya, dan gereja tersebut  juga  akan senantiasa  mengedepankan  pengajaran  kebenaran.

Jumat, 06 Juni 2014

Cina Akan Menjadi Negara “Paling Kristen”

Berikut ini disadur dari “China on Course,” The Telegraph, London, 19 April 2014: “Tempat itu dikatakan sebagai gereja terbesar di Cina dan pada Minggu Paskah, ribuan penyembah akan datang ke bait-mega Asia ini untuk menyatakan kesetiaan mereka – bukan kepada Partai Komunis, tetapi kepada Salib. Gereja Liushi, berkapasitas 5000, dua kali lipat dari Gereja Westminster dengan sebuah salib berukuran 70 meter yang dapat terlihat dari jauh, dibuka tahun lalu dan seorang theolog menyebutnya “suatu mujizat bahwa kota sekecil ini dapat membangun sebuah gereja yang sedemikian besar.” Bangunan seharga 8 juta pound itu juga salah satu simbol yang paling terlihat dari pergantian Komunis Cina, berevolusi menjadi jemaat-jemaat Kristen terbesar di dunia. …Secara resmi, Republik Rakyat Cina adalah negara atheis, tetapi ini berubah cepat, karena banyak dari 1,3 milyar penduduknya mencari arti dan penghiburan rohani yang tidak dapat diberikan oleh komunisme ataupun kapitalisme. Jemaat-jemaat Kristen, khususnya, telah melonjak cepat sejak dibuka kembali setelah kematian Pemimpin Mao pada tahun 1976 menandakan berakhirnya Revolusi Budaya. Kurang dari 40 tahun kemudian, ada yang percaya bahwa Cina kini siap untuk menjadi bukan saja ekonomi dunia nomor satu, tetapi juga negara dengan paling banyak orang Kristen. …Komunitas Protestan Cina, yang hanya memiliki satu juta orang pada tahun 1949, telah melampaui negara-negara yang sering dianggap Protestan. Pada tahun 2010 ada 58 juta Protestan di Cina, dibandingkan dengan 40 juta di Brazil dan 36 juta di Afrika Selatan, menurut Pew Research Centre’s Forum dalam bidang Agama dan Kehidupan Publik.” Kami menambahkan bahwa Cina masih terus menganiaya gereja-gereja yang tidak mau tunduk kepada tuntutan untuk mendaftarkan diri dan dikontrol oleh organisasi gereja negara.
(Berita Mingguan GITS 3Mei2014, sumber: www.wayoflife.org diterjemahkan oleh Dr. Steven E. Liauw)

Sabtu, 31 Mei 2014

Gereja-Gereja Banyak Yang Merosot di Lereng Yang Licin

Dalam ebook gratis, Collapse of Separatism Among Fundamental Baptists, kami mendokumentasikan lereng licin yang muncul akibat memakai Musik Kristen Kontemporer (CCM). Satu contoh yang kami berikan adalah Southside Baptist Church, Greenville, South Carolina. Gereja ini didirikan pada September 1946. Dari tahun 1965 sampai 1996, gereja ini digembalakan oleh Walt Handford. Istrinya adalah Elizabeth, putri dari pengkhotbah fundamentalis yang terkenal, John R. Rice, pendiri dari Sword of the Lord, dan Southside adalah sebuah gereja Baptis fundamental yang “bergaya kuno” hingga tahun 1990an. Pada tahun 1993, gereja tersebut mengadakan konser Musik Kristen Kontemporer, dengan bintang tamu Ray Boltz, dan juga meninggalkan Alkitab King James, beralih ke NIV. Pada tahun 1994, dalam staf gereja itu ada seseorang yang dipekerjakan oleh Campus Crusade of Christ yang ekumenis ekstrim, yang bekerja erat dengan Roma Katolik. Hari ini, Southside (yang sekarang berganti nama menjadi Southside Fellowship) adalah gereja dengan rock & roll penuh, dengan bagian mimbar yang dibuat remang-remang, dan monitor-monitor layar lebar, dan asosiasi ekumenis yang luas. Grup Caedmon’s Call membuat pertunjukan di Southside pada Februari 2008, yang memberikan indikasi penting mengenai posisi gereja tersebut. Grup Caedmon’s Call paling mencintai musik rock sekuler, dan grup band ini sering memainkan musik Beatles. Pemimpinnya, Cliff Young, mengatakan bahwa salah satu musisi favoritnya adalah Alanis Morrisette yang bermulut kotor. Caedmon’s Call memberikan pertunjukan bagi Metro Bible Study, yang mewakili 128 gereja di Houston Texas. Pembicara bagi Metro Bible Study adalah David Edwards, seorang Pantekosta yang duduk dalam komite North American Renewal Service Committee, yang mensponsori banyak sekali kongres radikal kharismatik-ekemenis. Dalam kongres-kongres ini, hampir setengah dari puluhan ribu orang yang hadir adalah orang Katolik, dan ada pembicara-pembicara Katolik. Misa Katolik dilakukan setiap pagi. Jelas sekali bahwa Southside Fellowship telah bergeser jauh dari posisi awalnya dan sedang berlayar di perariran rohani yang berbahaya. Tetapi, banyak orang tidak percaya ada lereng licin dalam kompromi.
(Berita Mingguan GITS 10 Mei 2014, sumber: www.wayoflife.org diterjemahkan oleh Dr. Steven E. Liauw)

Senin, 28 Oktober 2013

KONGRES KRISTEN FUNDAMENTALIS

GRAPHE  berhasil  membangun  sebuah tradisi  yang  positif  untuk  menyelenggarakan  Kongres  Kristen  Fundamentalis setiap kali  memperingati HUT Graphe International  Theological  Seminary  (GITS)  pada  hari kemerdekaan  Republik  Indonesia. Selain HUT  GITS,  juga  sekaligus  menandai dimulainya  tahun  ajaran  baru. Tahun  ini  karena  tanggal  17  Agustus jutuh  pada  hari  Sabtu,  sedangkan  hari Minggu semua pelayan Tuhan masih harus melaksanakan  tanggung  jawab  masing-masing untuk mengajar,  maka Kongres ke-15 akan dilaksanakan mulai Senin, tanggal 19  Agustus  2013  sampai  tanggal  21 Agustus  2013.

Apakah  Itu  Fundamentalis?
Pertama, kita  telusuri  terlebih  dulu  tentang  Fundamentalis.  Kata  “Fundamental” berasal  dari  kata  “fundamen”  atau  dasar. Dalam  istilah  bangunan  biasanya  disebut fondasi, atau bagian yang paling dasar dari sebuah  bangunan.  Jadi,  Fundamentalis  itu adalah  orang  yang  berpegang  pada  dasar atau  hakekat  sebuah  pengajaran. Sedangkan  hakekat  pengajaran  kekristenan  ialah Alkitab, maka Fundamentalis  Kristen  itu artinya  orang-orang  Kristen  yang  setia memegang dasar pengajaran Kristen, yaitu Alkitab.

Senin, 21 Oktober 2013

SEKOLAH THEOLOGI itu MILIK TUHAN/NEGARA?

Di depan telah  kita bahas tentang  anggota jemaat yang tidak mengerti sekalipun doktrin  fundamental  kekristenan  yang  paling sederhana,  pemimpin  pemuda  yang  tidak tahu  apakah  ia  pasti  masuk  Sorga  atau tidak. Siapakah  sesungguhnya  yang bersalah  dalam  keterpurukan  gereja?  Kalau kebanyakan anggota jemaat  sebuah  gereja tidak  tahu  apa-apa,  sesungguhnya  siapakah yang  bersalah?

Ketika  seorang  anggota  jemaat  ditanya, apakah orang Kristen yang lahir  baru jatuh  ke  dalam  dosa  perzinahan  ia  akan masuk Neraka?  Apakah orang  Kristen lahir baru  karena  cinta  pindah  agama  ia  akan tetap  masuk  Sorga?  Kalau  ia  tidak  bisa menjawab kecuali  berkata,  “entah  ya...saya kurang  tahu,  karena  Gembala  saya  tidak pernah menyinggung hal itu.”  Atas jawaban  demikian,  siapakah  yang  salah?  Lalu kita  lanjutkan,  “lalu  tiap  minggu  apa  isi khotbahnya?”  Bagaimana  kalau  ia  menjawab,  “isi  khotbahnya  ya  sekitar  uang, berkat,  dan  tentang  hidup  harus  kudus, harus  rajin  ke  gereja.”    Jika  kebanyakan anggota  jemaat  tidak  mengerti  kebenaran hingga  yang  paling  sederhana,  itu  adalah karena  Gembalanya  memang  tidak  mengerti  kebenaran.

Tujuan  Masuk  Sekolah  Theologi
Di  dalam  artikel  Gereja  Yang  Tidak Jelas Posisinya  saya  katakan bahwa kepala  benang  kusut  dari  kondisi  gereja  yang semakin  berputar  ke  bawah  ialah  karena gereja memiliki doktrin yang salah namun mereka  tidak  mau  melepaskannya, lalu mereka  berusaha  untuk  menghindarkan anggota  jemaat  mereka  dari  pembahasan doktrin.  Gereja mereka telah  puluhan  tahun melakukan kesalahan  itu,  dan  kesalahan  itu telah  menjadi  kebudayaan  bahkan  telah menjadi  salah  satu  ciri-khas  gereja  mereka.

Senin, 14 Oktober 2013

Gereja Yang Tidak Jelas Posisinya

Banyak tahun yang lalu, ketika saya diundang berkhotbah di hari ulang tahun Komisi Pemuda sebuah  gereja  besar  di  Jakarta,  saya  mendapatkan hal yang  sangat  mengagetkan. Sebelum  acara kebaktian, saya  diajak ke sebuah  ruangan untuk  berdoa  bersama  sejumlah  pemuda-pemudi  yang  bertugas  melayani.  Ketua pemudanya  memimpin, dan  memerintahkan untuk buka suara berdoa sehati. Padahal  tidak  mungkin  sepuluh  orang  buka suara  bersama-sama  bisa  sehati. Setelah berdoa kami memasuki ruangan kebaktian. Si ketua pemuda memimpin nyanyi  dengan  sangat  bersemangat.

Setelah  acara  berjalan sekitar  setengah  jam,  ia menyerahkan  acara  kepada  saya  untuk menyampaikan khotbah. Sebelum  berkhotbah,  saya  bertanya, “seandainya  terjadi  gempa  bumi  dahsyat sepuluh  skala richter,  kita  semua  mati, berapa  banyak  orang  di  ruangan  ini  yang yakin pasti akan masuk Sorga?” Dari dua ratusan  orang  yang  hadir,  ternyata  hanya tujuh-delapan  orang  yang  berani  dengan mantap mengangkat  tangannya. Setelah saya  mendorong-dorong  akhirnya  tambah beberapa orang yang angkat tangan. Tetapi ketika  saya  berkata bahwa  mereka  harus memiliki  alasan  yang  tepat  jika  ditanya orang, beberapa orang segera menurunkan tangannya. Yang sangat mengherankan saya ialah pemimpin  pemuda  yang  tadi  memimpin nyanyi tidak mengangkat tangannya. Saya kaget  dan  bertanya  sambil  menunjuk kepadanya,  “mengapa  kamu  tidak  mengangkat tangan?”  Dengan  sedikit tersenyum  ia  menjawab, “kan besok-besok masih  melakukan  dosa.”

Rabu, 31 Juli 2013

Berita Bulan MEI 2013

KATAK YANG LUAR BIASA
(Berita Mingguan GITS 4 Mei 2013, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 18 April 2013: "Satu jenis katak air Australia yang langka memiliki salah satu sistem yang paling luar biasa untuk membesarkan anak-anaknya di dunia binatang. Jika makhluk lain mencoba metode yang sama, pastilah anak-anaknya akan mati. Katak ini adalah suatu jenis katak Australia yang begitu langka, sehingga ia hanya memiliki nama Latin. Begitu telur-telur katak ini keluar dan dibuahi, katak betina akan menelan telur-telur itu. Kadang-kadang ia akan menunggu hingga telur-telur itu mulai berkembang. Namun, begitu anak-anaknya itu berada di perutnya, ia tidak akan makan lagi hingga delapan minggu. Setelah delapan minggu, anak-anaknya yang kecil akan keluar dari mulutnya. Mengapakah katak-katak muda itu tidak tercerna di dalam perut ibu mereka?

Begitu anak-anaknya berada di perutnya, mereka mulai mengeluarkan jaringan halus zat-zat kimia dari mulut mereka. Di antara zat-zat kimia yang dikeluarkan ini, salah satunya akan membuat perut sang ibu berhenti memproduksi asam. Dengan kata lain, katak-katak muda itu mengubah perut ibu mereka, dari suatu organ untuk mencerna makanan, menjadi suatu tempat bayi yang nyaman dan terlindungi. Para ilmuwan sangat kagum akan sistem katak ini karena tidak ada makhluk lain di alam yang mampu melakukan ini."

Selasa, 23 Juli 2013

Berita Bulan April 2013

SEORANG ILMUWAN PENCIPTAAN, PH.D., MENAWARKAN $10.000 BAGI EVOLUSIONIS YANG MAMPU MEMBUKTIKAN KITAB KEJADIAN SALAH
(Berita Mingguan GITS 20 April 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Creationist offers $10,000 to any evolutionist who can scientifically disprove Genesis in court,” The Blaze, 27 Maret 2013 – “Seorang ilmuwan penciptaan di Kalifornia begitu yakin bahwa Kitab Kejadian memberikan catatan literal tentang asal usul kehidupan, sehingga ia rela untuk mempertaruhkan $10.000, menawarkan jumlah yang besar ini bagi siapa saja yang dapat sukses membuktikan kitab ini salah. Tetapi ada syaratnya: pembuktian Alkitab salah secara ilmiah harus dilakukan di hadapan seorang hakim. Dr. Joseph Mastropaolo, yang memiliki gelar Ph.D. dalam bidang kinesiologi, berharap bahwa tantangannya bagi kaum non-theis dan orang-orang lain yang meremehkan Alkitab sebagai sekedar alegori ini, akan memicu diskusi yang lebih luas dan sehat tentang penciptaan dan evolusi. Kontes tersebut, yang disebut ‘Literal Genesis Trial,’ (Pengadilan Kejadian Literal), pertama kali dijelaskan oleh Mastropaolo dalam sebuah wawancara dengan Guardian. Berikut gambaran tentang cara kerjanya, jika ada seorang evolusionis yang mau menerima tantangan ini: ‘Dr. Joseph Mastropaolo … telah menjanjikan $10.000 dari uangnya sendiri yang akan dimasukkan ke suatu tabungan khusus sebelum debat. Penantangnya juga diharapkan melakukan hal yang sama. Pemenangnya akan mengantongi $20.000 di tabungan khusus itu. Argumen tidak akan disajikan di pengadilan formal, tetapi dalam suatu model penyelesaian debat alternatif, yang disebut mini-trial (pengadilan kecil). Mastropaolo mengatakan bahwa ia akan menyajikan argumen untuk mendukung penafsiran literal akan kisah penciptaan, jika ia dapat menemukan seorang ilmuwan yang mendukugn penafsiran Kejadian secara non-literal adalah lebih ilmiah’ (“Creationist stakes $10,000 on context between Bible and evolution,” The Guardian, 25 Maret 2013). ‘Sebenarnya tidak ada di alam semesta ini yang berevolusi, semuanya sedang menuju makin buruk, semuanya berjalan ke arah sebaliknya,’ ia memberitahu Guardian.

Rabu, 17 Juli 2013

Berita Bulan Maret 2013

53 Orang Kristen Ditangkap oleh Polisi Agama Saudi
(Berita Mingguan GITS 9 Maret 2013, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari "Saudi Arabia," AsiaNews.it, 20 Feb. 2013: "Saudi Arabia telah menangkap 53 orang Kristen Etiopia – 46 wanita dan 6 lelaki – karena mereka mengadakan pertemuan doa di sebuah rumah pribadi. Pejabat polisi telah menyegel rumah itu dan menciduk orang-orang percaya itu, sambil menuduh tiga pemimpin rohaninya mencoba menobatkan orang-orang Muslim kepada kekristenan. Insiden ini terjadi di Dammam, ibukota Propinsi Timur di Kerajaan itu, dan bertanggal 8 Februari, tetapi barulah dilaporkan akhir-akhir ini oleh sumber-sumber yang berkaitan dengan World Evangelical Alliances' Religious Liberty Commission...Saudi Arabia tidak mengakui, atau melindungi, ekspresi religius selain Islam. Para polisi agama (muttawa) mengontrol ketat negara itu untuk menghilangkan semua Alkitab, Salib, dan pertemuan-pertemuan Kristen. Dan bahkan jika keluarga raja mengizinkan praktek agama selain Islam, jika dilakuan secara pribadi, agen-agen muttawa tidak mau tahu perbedaannya.

Rabu, 06 Maret 2013

Berita Bulan Februari 2013

TEMA LAGU ROCK: MUDA, LIAR, DAN BEBAS
(Berita Mingguan GITS 23 Februari 2013, sumber: www.wayoflife.org)
Sebuah lagu pop yang sedang hit saat ini adalah pengingat bahwa rock & roll telah mempromosikan pemberontakan dan immoralitas sejak awalnya. Lagu yang berjudul “Young, Wild and Free” (Muda, Liar dan Bebas) oleh Snoop Dog dan Wiz Khalifa mempromosikan minum alkohol, menggunakan marijuana, dan “keliaran-keliaran” lainnya. Lirik lagu berbunyi, “So what we get drunk [Jadi kenapa kalau kami mabuk] / so what we don’t sleep (smoke weed) [jadi kenapa kalau kami tidak tidur (menghirup obat)] / We’re just having fun (kami hanya bersenang-senang)] / We don’t care who sees [kami tidak peduli siapa yang melihat] / So what we go out (jadi kenapa kalau kami pergi keluar] / That’s how it’s supposed to be [memang beginilah seharusnya] / Living young and wild and free [hidup muda dan liar dan bebas].” Saya mendengar lagu yang bodoh ini dimainkan di berbagai tempat bisnis dan tempat-tempat umum mulai dari Kathmandu, Berlin, Bangkok, dan New York City, dan ini adalah tema yang sama yang telah selalu dipromosikan oleh musik rock. Dalam bukunya tentang sejarah musik rock, Nick Tosches mengatakan, “Lagu Good Rockin’ Tonight oleh Elvis bukanlah sekedar suatu lagu pesta, tetapi suatu undangan untuk menuju kehancuran. …Musik rock adalah wajah dari Dionysus, penuh dengan seksualitas dan ketidakberartian; ia dapat membuat kulit istri-istri baru merona dan anak-anak remaja lelaki yang baru besar mengubah diri mereka menjadi makhluk-makhluk yang berapi-api” (Nick Tosches, Country: The Twisted Roots of Rock ‘n’ Roll). Seorang sejarahwan musik rock lainnya berkata, “Jika kamu berpikir bahwa musik rock hanyalah sekedar musik, kamu salah. Musik rock dari dulu adalah suatu sikap” (Billy Poore, RockABilly: A Forty-Year Journey). Sampai dengan tahun 1960an, sikap dari musik rock bahkan semakin “menantang” dengan seruan-seruan untuk memberontak. Grup Rolling Stones dan The Animals dan tak terhitung banyaknya rocker-rocker lainnya, mendorong generasi tersebut untuk bernyanyi, “saya bebas untuk melakukan apapun yang saya mau kapanpun juga,” dan “Ini hidupku dan aku akan melakukan yang ku mau.” Generasi itu dan setiap generasi sesudahnya perlahan-lahan belajar bahwa pesan rock ‘n’ roll adalah suatu kebohongan. Kamu tidak bisa melakukan apapun yang kamu mau tanpa konsekuensi-konsekuensi serius, baik dalam hidup ini maupun yang akan datang. Mereka yang hidup muda dan liar tidaklah bebas. Banyak sekali orang-orang muda yang mati muda atau melakukan pelanggaran-pelanggaran yang mereka sesali seumur hidup karena hidup secara liar itu. Kebebasan hanya ditemukan dalam Yesus Kristus. ” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” (Yoh. 8:34-36).

Jumat, 01 Februari 2013

Berita Bulan Januari 2013

NARATOR BBC MENGATAKAN BAHWA MANUSIA ADALAH TULAH DI BUMI
(Berita Mingguan GITS 26 Januari 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
David Attenborough, narator terkenal dari berbagai dokumenter BBC, mengatakan bahwa manusia adalah suatu tulah di bumi. Dia memberitahu Radio Times: “Kita adalah tulah di Bumi. Dan itu semua akan menyengat kita sendiri dalam 50 tahun ke depan. Ini bukan hanya mengenai perubahan iklim; ini adalah mengenai ruang, tempat untuk menanam makanan untuk gerombolan yang sangat ramai ini. Entah kita membatasi pertumbuhan populasi kita atau dunia natural akan membatasi kita, dan dunia natural sedang membatasi kita saat ini” (“David Attenborough,” The Telegraph, 21 Jan. 2013). Dia mengatakan bahwa masalah di Etiopia adalah “terlalu banyak orang di sana,” yang sangatlah konyol. Cina dan India, yang memiliki jauh lebih banyak populasi, tidak terkena masalah kelaparan yang sama.

Densitas populasi Etiopia adalah 83 orang per kilometer kuadrat, sementara di Cina adalah 143 orang dan India 372 orang per km kuadrat, yang adalah empat kali Etiopia. Kelaparan di Etiopia disebabkan oleh perang, pemerintah yang korup dan tidak peduli, ketamakan manusia, statisme, pemukiman ulang yang dipaksakan, dan hal-hal lain. Faktanya, dokumenter BBC sendiri, seperti Planet Earth, membuktikan bahwa kurangnya tempat bukanlah masalahnya. Kebanyakan daerah Bumi yang bisa didiami masih sedikit populasinya. Masalahnya bukanlah terlalu banyak orang, tetapi terlalu banyak dosa.

Memang dalam pengertian tertentu manusia bisa disebut tulah di Bumi, tetapi bukan karena ada terlalu banyak orang; tetapi adalah karena manusia adalah pendosa melawan Allah Penciptanya dan korupsi dan kehancuran mengikuti pemberontakan itu. Sangat aneh bahwa para pendukung “pengurangan populasi” seperti David Attenborough dan Bill Gates tidak pernah mengajukan diri dan merelakan nyawa mereka sendiri untuk mengurangi beban populasi di Bumi. Mereka memiliki mentalitas elitis. Dokumenter-dokumenter BBC tentang alam sangatlah baik untuk membuktikan eksistensi Allah dan kemuliaan ciptaanNya. Sayangnya film-film dokumenter tersebut penuh dengan mitologi evolusi dan pemanasan global yang disebabkan manusia.

Jumat, 04 Januari 2013

Berita Bulan Desember 2012

SEBUAH BATERE BERUSIA 2.300 TAHUN
(Berita Mingguan GITS 29 Desember 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 9 April 2012, www.creationmoments.com: "Kejadian 4:22, 'Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi...' Sementara para sejarahwan evolusionis mengacu kepada zaman-zaman sebelum kelahiran Kristus dengan istilah-istilah seperti zaman Batu, Tembaga, dan Besi, sepertinya teknologi logam yang dimiliki manusia jauh lebih canggih dari yang tergambarkan melalui istilah-istilah ini. Dan hal ini cocok dengan apa yang disampaikan oleh Kejadian 4 tentang sejarah manusia. Sebuah contoh akan hal ini dilaporkan dalam Science Digest edisi April 1957. Pada tahun 1930an, para arkeolog sedang menggali di sebuah reruntuhan kecil di pinggir Baghad, ketika mereka menemukan sesuatu yang kelihatan sangat mirip sebuah batere sel kering modern.

Objek itu dianalisa, dan sebuah model dibuat oleh seorang insinyur di Laboratorium Tegangan Tinggi milik General Electric. Alat itu ternyata adalah sebuah batere sel basah yang memiliki cukup tenaga untuk menyaput perhiasan dengan emas – ini adalah penggunaan listrik yang pertama tercatat dalam sejarah. Batere tersebut dibuat dan dipakai oleh para tukang perak Baghdad dari tahun 250 hingga 224 SM. Ukurannya kira-kira sebesar dua batere senter modern, dan terbuat dari bahan yang mirip dengan yang dipakai hari ini dan yang banyak terdapat di dunia kuno, termasuk tembaga dan solder timah campuran 60 / 40. Penemuan-penemuan ini membuat hampir tidak mungkin untuk mengesampingkan pasal-pasal awal Kejadian sebagai mitos. Gambaran yang disampaikan tentang umat manusia yang kreatif dan pintar terasa benar. Dan pesan Alkitab tentang bagaimana umat manusia memerlukan keselamatan di dalam Yesus Kristus, juga terdengar benar."

Sabtu, 01 Desember 2012

Berita Bulan November 2012

HUKUM SHARIA MULAI BERLAKU DI INGGRIS
Berikut ini disadur dari “Islamic Sharia Law Comes to Great Britain,” CBN News, 15 Nov. 2012: “Dirajam karena perzinahan. Potong tangan karena pencurian. Hukum mati bagi yang murtad. Dan status warga negara kelas dua bagi orang-orang Kristen dan Yahudi. Inilah kehidupan di bawah hukum sharia, sistem Islam yang dipraktekkan di negara-negara seperti Iran, Arab Saudi, dan Inggris Raya. Ya, Inggris Raya. Dilaporkan bahwa ada sekitar 85 pengadilan Sharia di Inggris aat ini, dengan hakim-hakim Islam yang memutuskan kasus-kasus yang berkisar dari masalah finansial hingga percekcokan keluarga di antara orang-orang Islam Inggris. ‘Kami menghadiri beberapa sidang dan ada sepasang hakim Islam yang duduk di atas semua yang lain,’ kata Alan Craig, yang baru-baru ini mundur sebagai pemimpin partai Christian Peoples Alliance. …Craig adalah mantan anggota dewan kota London Timur, tempat beberapa pengadilan Sharia di mana wanita-wanita menghadapi diskriminasi yang jelas. ‘Kesaksian seorang wanita hanyalah senilai setengah kesaksian seorang laki-laki.’ …Wanita-wanita Muslim di Inggris sering menghadapi intimidasi terbuka di dalam komunitas mereka untuk menyelesaikan banyak hal secara Sharia. …Banyak pengadilan Sharia yang telah muncul di beberapa kota Inggris yang memiliki populasi Muslim yang besar, termasuk Birmingham, Bradford, Manchester, dan London. Editor: Hal ini berkaitan juga dengan situasi di Indonesia, dengan beberapa daerah yang menerapkan hukum Sharia. Hal ini sebenarnya bertentangan dengan Undang-Undang Dasar RI, yang tidak memberikan status khusus kepada agama mana pun. Adanya hukum Sharia di berbagai daerah Indonesia selalu menomorduakan penduduk dengan agama non-Islam.

Selasa, 06 November 2012

Berita Bulanan Oktober 2012

TUHAN MELIHAT HATI
(Berita Mingguan GITS 6 Oktober 2012, sumber: www.wayoflife.org)
"Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."" (1 Sam 16:7). Orang-orang yang telah menghambakan diri kepada filosofi kontemporer seringkali menyalahgunakan ayat ini sebagai bukti mereka akan doktrin bahwa hal-hal yang nampak luar tidaklah penting. Khalayak ramai rock Kristen menggunakan ayat ini untuk mempertahankan kebiasaan mereka mengikuti gaya fashion dan cara hidup para rocker sekuler, misalnya memakai tato. Atau ada juga yang menggunakan ayat ini untuk mengatakan bahwa Tuhan tidak peduli dengan baju atau pakaian yang ia pakai. Tetapi 1 Samuel 16 sama sekali tidak ada hubungannya dengan pakaian. Ayat ini adalah tentang tinggi badan dan perawakan (raut wajah). Samuel berpikir bahwa Allah akan memilih Eliab sebagai raja karena penampilannya yang mengesankan, tetapi Allah memberitahunya bahwa Dia tidak memilih orang untuk pelayanan hanya karena penampilan mereka tetapi berdasarkan kondisi hati mereka. Menggunakan ayat ini untuk mendukung ide bahwa apa yang orang Kristen pakai atau bagaimana dia berpenampilan itu tidak penting, adalah tindakan mencabik ayat ini dari konteks dan membuatnya mengatakan hal yang sama sekali tidak ayat ini katakan. Bahkan sebaliknya, ayat ini mengatakan bahwa manusia melihat penampilan luar, dan oleh karena itulah bagaimana cara kita berpakaian adalah hal yang penting. Faktanya adalah bahwa laki-laki sangatlah visual dalam seksualitasnya dan tergoda secara mendalam oleh tubuh wanita, dan ini berarti cara berpakaian itu penting. Jika seorang perempuan tidak berpakaian dengan sopan dan kudus, tetapi berpakaian dalam gaya seorang pelacur untuk menekankan aset-aset fisiknya (Ams. 7:10), entahkah dengan cara memakai terlalu sedikit pakaian atau memakai pakaian yang ketat sehingga bentuk tubuhnya tergambar dengan nyata, maka dia pastinya ada andil di dalam hawa nafsu yang timbul pada seorang lelaki (Mat. 5:28). Sungguh, Tuhan melihat ke dalam hati, tetapi manusia melihat penampilan luar, jadi marilah kita memperhatikan kedua aspek ini. "Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah" (2 Kor. 7:1).

Senin, 01 Oktober 2012

Berita Bulan SEPTEMBER 2012

ALKITAB DAN MASALAH HOMOSEKSUALITAS
(Berita Mingguan GITS 29 September 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Alkitab mengajarkan bahwa hubungan dan aktivitas seksual di luar ikatan kudus pernikahan adalah dosa. “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah” (Ibr. 13:4). Sejak awal, Alkitab mendefinisikan pernikahan yang sah sebagai persatuan kudus antara satu orang lelaki dan satu orang perempuan (Kej. 2:21-25), dan Yesus menegaskan hal ini sebagai standar ilahi (Mat. 19:4-6). Karena hubungan seksual di luar penikahan adalah berdosa dan karena Alkitab tidak pernah mengesahkan pernikahan antara lelaki dengan lelaki atau perempuan dengan perempuan, jelas bahwa homoseksualitas itu dilarang. Homoseksualitas tidak pernah dibenarkan oleh Kitab Suci. Perjanjian Baru memperlakukan homoseksualitas sebagai suatu kekejian moral. Dalam Roma pasal 1, Rasul Paulus menggambarkan homoseksualitas sebagai “hawa nafsu yang memalukan” (ay. 26), “tak wajar” (ay. 26), “kemesuman” (ay. 27), “terkutuk” (ay. 28), dan “tak pantas” (ay. 28). Perikop ini memperingatkan bahwa homoseksualitas adalah hasil korupsi dari imajinasi. Ia adalah hasil dari pikiran yang terkutuk. Paulus menyinggung homoseksualitas di jemaat Korintus dengan menggunakan bahasa masa lampau – “dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu” (1 Kor. 6:11). Anggota-anggota jemaat di Korintus telah bertobat dari dosa-dosa mereka dan menjadi ciptaan baru dalam Kristus. Allah dapat dan akan menyelamatkan setiap pendosa, tetapi ia harus bertobat dari dosa-dosanya dan bukan membenarkan dosa itu, dan ketika Allah menyelamatkan, Ia mengubah (2 Korintus 5:17). Ini tidak berarti bahwa orang percaya sama sekali tidak berdosa lagi; ini berarti ia berubah dan ia menyenangi kebajikan bahkan jika dia tidak selalu memenuhi standar Allah yang kudus. Orang-orang yang percaya Alkitab sama sekali tidak homofobia dalam pengertian apapun, sama seperti mereka tidak fobia terhadap perzinahan atau pencurian atau dusta. Mereka tidak membenci homoseksual. Mereka hanya percaya bahwa Alkitab mengajarkan manusia harus bertobat dari dosa agar diselamatkan dan dapat masuk ke dalam keanggotaan jemaat. Mereka juga tahu bahwa homoseksualitas adalah jenis dosa yang spesial dalam pengertian ini adalah dosa melawan alam sendiri dan dosa yang secara khusus menyerang pernikahan alkitabiah dan oleh karena itu dapat merusak masyarakat secara unik.

Sabtu, 01 September 2012

Berita Bulan AGUSTUS 2012

Peringatan Perjalanan Misionaris Keluarga Judson
(Berita Mingguan GITS 4 Agustus 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Tahun ini adalah peringatan 200 tahun keberangkatan misionaris-misionaris pertama yang dikirim dari gereja-gereja Amerika ke negara asing. Adoniram Judson dan Luther Rice diutus oleh gereja-gereja Kongregasional pada tahun 1811 dan berlayar ke India pada bulan Februari 1812. Judson baru saja menikahi Ann Hasseltine dua minggu sebelumnya. Orang tua Ann tidak akan pernah melihat putri mereka lagi, ataupun cucu-cucu yang akan dilahirkan oleh Ann, tetapi mereka menyerahkan putri mereka itu ke tangan Tuhan, apapun yang terjadi. Dalam perjalanan ke India, pasangan muda tersebut menjadi yakin melalui pembelajaran Alkitab bahwa baptisan hanyalah untuk orang percaya, bukan untuk bayi, dan melalui penyelaman, bukan pemercikan atau penuangan.

Ketika mereka tiba di Serampore, India, mereka diselamkan berdasarkan pengakuan iman mereka dalam Kristus, oleh William Ward, seorang teman sekerja William Carey. Luther Rice secara terpisah tiba pada kesimpulan yang sama dengan keluarga Judson. Dia kembali ke Amerika Serikat dan berperjalanan ke gereja-gereja Baptis untuk menantang mereka untuk bergerak demi misi dunia. Sebagai respons, gereja-gereja Baptis di Amerika membentuk sebuah lembaga misi mereka sendiri. Ayah Judson yang berusia 67 tahun mengundurkan diri dari penggembalaannya di sebuah gereja Kongregasional, dan dibaptis secara alkitabiah, bersama dengan istrinya dan putrinya (adik Adoniram), Abigail.

Jumat, 03 Agustus 2012

Berita Bulan JULI 2012

PENGADILAN JERMAN MEMUTUSKAN UNTUK MELARANG PENYUNATAN
(Berita Mingguan GITS 7 Juli 2012, sumber: http://www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “German Court Makes Circumcision for Religious Reasons a Crime,” CNSNews.com, 27 Juni 2012: “Sebuah pengadilan Jerman telah membuat penyunatan atas anak bayi lelaki untuk alasan agamawi, sebagaimana telah dilakukan khususnya oleh orang Yahudi selama riban tahun, suatu tindakan yang menyebabkan kerusakan tubuh yang parah dan suatu tindakan kriminal, tidak peduli orang tuanya setuju atau tidak. Seorang spesialis kesehatan masyarakat yang juga adalah seorang penyunat Yahudi menyebut keputusan itu ‘tolol,’ dan mengisyaratkan pada hari Rabu bahwa sementara ‘para pemikir modern yang harus selalu tunduk kepada tuntutan politik’ tidak akan terbuka untuk diyakinkan akan nilai-nilai Yahudi, mereka seharusnya mempertimbangkan penelitian-penelitian yang menemukan berbagai keuntungan medis dari prosedur ini. Dalam sebuah keputusan yang pasti akan memicu debat panjang mengenai penyunatan, sebuah pengadilan regional di Cologne mengatakan pada hari Selasa bahwa ‘hak mendasar anak akan integritas tubuh lebih besar daripada hak mendasar dari orang tua.’ … Namun, bagi orang-orang Yahudi, penyunatan bayi-bayi lelaki pada hari ke-delapan telah menjadi poin utama iman selama 4000 tahun. Hal ini diresepkan Allah dalam Kejadian 17.”