Sabtu, 21 November 2009

Iblis Ikutan Beritakan Injil

Yang benar saja, masakan iblis mau memberitakan Injil? Sangat mungkin sebagian orang Kristen akan bereaksi demikian. Tetapi jika anda membaca Kis.16:17, dimana seorang perempuan yang kerasukan iblis mengikuti rasul Paulus dan Silas sambil berseru, "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan."

Dari kalimat yang diucapkan iblis ini, sepertinya idenya bagus sekali. Ia seolah-olah bertindak sebagai promotor Paulus dan Silas selama beberapa hari, memperkenalkan mereka sebagai hamba Allah yang mahatinggi dan bahwa mereka memberitakan jalan keselamatan.

Kalau dinilai dari segi isi kata-kata yang diserukan, siapakah yang berani mengatakan bahwa itu negatif. Seandainya bukan diserukan oleh seorang perempuan petenung, melainkan oleh seorang Pendeta, Majelis, atau song leader,siapakahyang berani berkata bahwa itu bersumber dari iblis.

Tetapi karena Rasul Paulus dan Silas adalah hamba Allah yang penuh dengan Roh Kudus, tentu tahu bahwa itu berasal dari iblis walau dikamuflasekan dengan cara apapun. Tentu cara mereka mengenal bahwa itu bersumber dari iblis sangat penting bagi kita, terutama kita yang hidup di tengah-tengah zaman okultis ini. Bahkan di televisi penuh dengan acara tangkap hantu, usir hantu dan lain sebagainya.

Penulis mendengar ada banyak mantan dukun yang bersaksi di gereja bahkan mendemonstrasikan kemampuan mereka melihat iblis dan berbagai aktivitas okultis. Karena tidak dapat membendung tekad Paulus dalam memberitakan Injil dan membangun jemaat di mana-mana, iblis menyusup agar diikutkan ke dalam team P.I. Rasul Paulus dan Silas sebagai promotor atau pembawa acara.

Jika orang Kristen tidak berhati-hati dan berpikir dengan penuh hikmat dari Allah, sudah pasti akan terjerat ke dalam tipu daya ilbis. Tipu daya adalah sebuah tindakan atau atraksi yang terlihat benar namun sesungguhnya tidak benar. Tidak jarang kita menyaksikan acara sulap di TV yang sangat mengagumkan para penonton. Pesulap bisa memunculkan merpati terus menerus dari tempat yang tidak mungkin memuat merpati sebanyak itu. Ada seorang laki-laki yang dimasukkan ke dalam peti dengan tangan terikat dan dalam hitungan detik tiba-tiba berdiri di atas peti dalam wujud wanita, dan sang wanita yang tadi mengikat serta memasukkannya ke dalam peti justru yang berbalik menjadi yang terikat di dalam peti.

Tipu daya adalah sebuah usaha membodohi seseorang tanpa orang tersebut menyadarinya. Rasul Paulus, karena telah berkali-kali menghadapi tipu daya iblis, menjadi sangat kuatir jemaat yang didirikannya menghadapi hal yang sama sehingga ia memperingatkan jemaat di Tesalonika dengan penuh kesungguhan bahwa pada akkhir zaman iblis akan memutakhirkan tipu dayanya (II Tes.2:10). Tentu yang paling mendapat manfaat dari nasihat Paulus bukanlah jemaat Tesalonika melainkan kita yang hidup di akhir zaman, atau setidaknya yang hidup di zaman tipu daya iblis jauh lebih mutakhir dari pada zaman jemaat Tesalonika.

Akhirnya kembali kita ingin tahu, bagaimanakah caranya untuk membongkar tipu daya iblis itu?

1. Tidak didasarkan HANYA pada Alkitab Alkitab adalah satu-satunya firman Allah. Atas pernyataan ini tidak perlu ada pihak yang tersinggung karena setiap manusia berhak meyakini sesuatu. Kalau seseorang berkeyakinan istrinya adalah wanita tercantik sedunia, tentu para bintang film, miss-world, miss-universe tak perlu menggelar demonstrasi.

Atau jika ada seorang anak menyatakan bahwa pendapat ayahnya adalah satu-satunya kebenaran, anak lain tidak perlu tersinggung.

Pada zaman Rasul Paulus, Alkitab belum dikanonkan. Semua perkataan dan pengajaran Rasul adalah standar kebenaran. Jadi, kalau Rasul Paulus menengking perempuan petenung itu dan menyatakannya iblis, maka itu pasti benar.

Sesudah tidak ada Rasul, maka tulisan Nabi dan Rasul (P.L. & P.B.), adalah satu-satunya standar kebenaran. Segala macam upaya atau tipu daya yang tujuan akhirnya adalah mengganggu kanon P.L. & P.B. sudah pasti adalah tipu daya iblis. Alkitab PL & PB adalah dasar kekristenan, jika ia hancur maka hancurlah seluruh susunan kekristenan yang di atasnya.

Theologi Liberal yang telah menghancurkan kekristenan Eropa adalah theologi yang tersusupi iblis. Dengan Higher Criticism (Kritik Terhadap Introduktori) mereka menyerang latar belakang penulisan dari kitab Kejadian hingga kitab Wahyu. Dan dengan Lower Criticism (Kritik Terhadap Isi) mereka mempertanyakan isi kitab juga dari kitab Kejadian hingga Wahyu. Hasil yang mereka dapatkan adalah kelunturan iman kekristenan Eropa,dan kini bahkan hampir punah. Bisakah kita simpulkan sesungguhnya kekristenan telah tersusupi iblis melalui penempatan antek-anteknya yaitu para theolog Liberal? Jadi, iblis ikutan memberitakan injil bukan?

Selain para theolog Liberal,tentupembaca bisa mengidentifikasi berbagai gereja yang memiliki Extra Biblical Authority (otoritas luar Alkitab), artinya memiliki kitab lain (otoritas lain) selain Alkitab. Ada kelompok yang menambahi Alkitab dengan tradisi, bahkan dengan nubuatan lisan masa kini. Mereka tidak menyadari bahwa tindakan berbahasa lidah dan bernubuat setelah tidak ada Rasul atau setelah Alkitab menjadi sebuah kanon, adalah tindakan menambahi Alkitab.

Penulis sering bertanya kepada mereka, “apakah kalian percaya Alkitab adalah satu-satunya firman Allah?” mereka sering kali menjawab, “betul”. Namun anehnya, mereka tetap percaya proses pewahyuan masih terus berjalan. Mereka sulit memahami bahwa tanpa pewahyuan tidak akan ada nubuatan. Dan banyak diantara mereka yang berkata bahwa nubuatan mereka itu berbeda dengan yang di dalam Alkitab. Tentu inilah yang namanya menambahi Alkitab. Lalu mereka biasanya berkelit dengan berbalik berkata bahwa nubuatan mereka sama dengan yang di dalam Al-kitab.Kalau begitu nubuat itu tidak dibutuhkan karena sudah ada Alkitab. Kesimpulannya, semua upaya yang ujung-ujungnya melawan Alkitab, baik mengurangi atau menambahi, mengerogoti, merendahkan adalah tipudaya iblis terlihat seolah-olah sangat rohani (seperti perempuan petenung), namun ujungnya nanti akan membawa keuntungan bagi iblis.

2. Tidak Didasarkan HANYA Pada Ketulusan Hati Yang Sejati

Perempuan petenung rupanya sebagai mesin pencari uang beberapa orang. Selain tuannya mendapat uang, perempuan itu sendiri pasti juga dapat sekalipun mungkin lebih kecil dari para tuan. Tuan-tuannya marah sekali ketika roh iblis pendatang rezeki mereka diusir Paulus. Anehnya, ketika perempuan itu mengikuti Paulus dan Silas beberapa hari,para tuannya tidak keberatan. Mengapa?

Sebelumnya perempuan ini tentu dikenal sebagai petenung dan sanggup melakukan berbagai hal okultis. Ingat, orang yang kerasukan (petenung) itu waras, berbeda dengan yang sakit jiwa. Jadi, ketika Paulus dan Silas tiba di Filipi, ia pasti turut mendengar tentang hal-hal yang telah mereka lakukan. Bisa jadi ada beberapa penyebab ia mengikuti mereka. Pertama, bisa jadi iblis yang di dalamnya, yang tahu persis siapa Paulus dan Silas, ingin diidentifikasikan sebagai yang berasal dari Allah atau sebaliknya ingin membuat pelayanan Paulus dan Silas identik dengan pekerjaannya. Atau kedua, bisa jadi ini cara untuk memata-matai sekaligus mengganggu pemberitaan Injil. Karena dengan sistem teriak-teriak, Injil sulit dijelaskan secara sistematis dan argumentatif.

Seandainya perempuan petenung tersebut setelah mengikuti Paulus tetap mendatangkan uang, bahkan lebih banyak, maka para tuan maupun si perempuan tersebut akan enjoy aja bahkan bisa lebih semangat. Keikutsertaan iblis ke dalam pelayanan kekristenan dapat terdeteksi jelas melalui faktor ini, yaitu jika ada unsur mementingkan hal-hal duniawi, jasmani, dan materi.

Betapa sulitnya Tuhan mengubah pandangan orang-orang di sekitarnya bahwa kedatangannya sesudah penolakan oleh bangsa Yahudi adalah hanya untuk urusan rohani.

Tadinya Ia datang sebagai Putra Daud dan siap membangun Kerajaan Daud yaitu Kerajaan Sorga yang turun ke bumi (Mat.6:10), dan bersifat jasmani serta materi. Tetapi Ia ditolak oleh bangsa Yahudi, sehingga pendirian Kerajaan Sorga di atas bumi ditunda (Kis.1:67).

Sehingga terbagilah kedatangan Mesias menjadi dua tahap yaitu kedatangan yang pertama (telah terjadi) dan kedatangan kedua (kita nantikan). Kedatangan pertama menyelesaikan penyakit rohani atau urusan rohani, dan kedatangan kedua untuk urusan penyakit jasmani atau urusan jasmani (menghilangkan segala sakit-penyakit jasmani).

Awalnya para Rasul tidak faham,sehingga ada yang meminta duduk di sebelah kanan dan kiri dalam kerajaan Tuhan. Tetapi setelah kematian dan kebangkitan Tuhan, dan terlebih lagi setelah Roh Kudus dicurahkan, mereka sudah faham bahwa kedatangan Tuhan yang pertama HANYA untuk urusan rohani, bukan urusan jasmani.

Namun sepanjang sejarah kekristenan, iblis selalu ikutan dalam pemberitaan Injil,dan iaselalu membelokkan hati seluruh komponen pelayanan dari tertuju pada perkara rohani ke perkara jasmani, duniawi dan materi. Pelayan-pelayan yang disusupkannya ke dalam kekristenan tidak segan-segan menawarkan, mengkhotbahkan, bahkan menjanjikan berkat jasmani kepada hadirin sehingga orang-orang yang hadir adalah parapencari berkat jasmani, materi dan duniawi.

Seandainya Paulus mengkhotbahkan hal yang sama dengan yang dikhotbahkan sebagian “pendeta sukses” zaman sekarang, maka perempuan petenung di Filipi bisa menjadi salah satu anggota team P.I.-nya. Tetapi karena ia penjilat, memuji-muji tidak pada tempatnya, dan hatinya mengharapkan berkat jasmani dan materi, maka Paulus harus cepat bertindak.

Kini, pengkhotbah yang memasang tarif pelayanan sudah tidak asing lagi. Gereja yang menggembar-gemborkan diri sebagai gereja pencurah berkat bagi pengunjungnya juga tidak malu-malu lagi. Tentu orang-orang yang hadir bahkan hampir semua orang Kristen terbawa-bawa menjadi mata-duitan dan menjadikan gereja sumber rezeki. Belum lama ini seorang pengkhotbah TV berkata bahwa ia melihat ada seorang bapak yang akan menyumbang lima ratus juta kepadanya (pelayanannya). Bisa jadi bukan satu bapak yang akan kirim cek lima ratus juta melainkan banyak, karena masing-masing terhipnotis atau terobsesi bahwa dialah orang yang dimaksud, dan tentu diindoktrinasi akan dibalas berkelimpahan. Bagi pelayanan Tuhan yang disusupkan iblis, berkata demikian tidak jadi masalah atau dalam bahasa kerennya nothing to lose karena kalau tidak ada yang kirim ya...tidak rugi apa-apa, tetapi siapa tahu ada yang terhipnotis, maka uang itu bisa sangat berguna, bukan? Jadi, pelayan iblis yang ikut-ikutan ke dalam pelayanan kekristenan bisa dideteksi, salah satunya ialah penuh dengan akal bulus.

Ada yang tidak segan-segan menawarkan berkat jasmani atau istilah rohaninya kesembuhan ilahi. Mereka menafsirkan I Pet.2:24, “oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh” sebagai sembuh dari penyakit jasmani. Bahkan yang berani tidak mau ke dokter sama sekali.

Sebagiannya memang tidak mengerti bahwa pada kedatangan Kristus yang pertama, menyelesaikan kesembuhan penyakit rohani. Dan nanti pada kedatanganNya yang kedua baru akan menyelesaikan penyakit jasmani. Namun sebagiannya kelihatannya sengaja memanfaatkannya untuk menjerat orang. Tentu iblis akan sangat senang ikutan memberikan kesembuhan semu, dan tentang hal ini telah Tuhan nubuatkan (Mat.24:2328).

Fanny Crosby, pengarang sekitar 8000 hymne, salah satu yang terkenal adalah Blessed Assurance, buta sejak minggu kedua setelah lahir. Ketika sudah agak tua di USA kedokteran sudah sanggup menyembuhkan matanya. Tetapi ia menolak, katanya ia ingin matanya terbuka dan yang pertama dilihat adalah Tuhan Yesus. Inilah yang Tuhan Yesus katakan, "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia (Yoh.9). Bukan Fanny, juga bukan orang tuanya yang berdosa sehingga ia buta, tetapi yang jelas melalui kebutaannya nama Tuhan dimuliakan dan pekerjaanNya dilaksanakan.

Tujuan kedatangan Tuhan yang pertama bukan untuk memberikan berkat jasmani, materi dan duniawi, melainkan rohani. Orang yang tidak bekerja tidak boleh makan, kata Paulus (II Tes3:10). Kelimpahan materi adalah efek dari hidup tertib, kerja keras, dan penuh hikmat, atau hidup yang dijalankan dengan menaati firman Tuhan. Tuhan memerintahkan anak-anakNya menaati firmanNya, dan tentu ada upah atas ketaatan itu. Seperti seorang ayah yang menyuruh anak mencangkul lebih giat lagi nanti ayah akan kasih hadiah, dan hadiah itu dibeli dari hasil panen mereka. Bukan duduk-duduk atau doa semalam suntuk dan kemudian akan dapat nasi. Itu namanya menang lotre. Betul sekali bahwa ada banyak janji berkat jasmani dan materi juga di dalam Alkitab, tetapi setelah yang bersangkutan menunjukkan iman yang benar, ketaatan yang tulus, bukan melalui tumpangan tangan yang kotor (Maz.127:1-2). Intinya, berkat jasmani adalah efek dari seluruh sikap terhadap berkat rohani, bukan sesuatu yang ditawarkan dan dikejar.

Mujizat yang dilakukan Tuhan bertujuan untuk membuktikan bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan agar bangsa Yahudi bisa menerimaNya. Dan mujizat yang dilakukan para Rasul bertujuan membuktikan bahwa mereka adalah Rasul yang dipilih Tuhan dan Tuhan sedang memakai mereka sebagai standar kebenaran Perjanjian Baru.

Kini Tuhan tetap bisa melakukan mujizat, namun tidak memakai seseorang atau mengkultuskan seseorang. Artinya kalau sakit doalah sendiri, dan seluruh jemaat mendukung dalam doa. Kalau Tuhan mau menyembuhkan, maka ia akan menyembuhkan. Jika kesembuhan itu diklaim sebagai hasil doa seseorang, maka ketahuilah bahwa itulah utusan iblis. Jadi, tolong jangan salah persepsi tentang penulis, kami sangat percaya pada mujizat, tetapitidakbisapercaya bahwa Tuhan memakai seseorang sebagai tukang buat mujizat, karena Tuhan sudah nubuatkan bahwa itu porsi iblis.

Kesimpulan Kita

Dari uraian di atas dan ditambah dengan pengamatan dilapangan, tidak bisa tidak untuk mengakui bahwa sepanjang sejarah kekristenan iblis selalu berusaha ikutan memberitakan Injil. Salah satu sasarannya ialah, manusia menjadi bingung membedakan Injil yang diberitakan hamba Allah yang benar atau oknum susupan iblis. Tetapi Tuhan Yesus berkata, “domba -domba -Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,” (Yoh 10:27).

Menyadari akan keikutsertaan iblis dalam pemberitaan Injil, sepatutnya membuat setiap orang yang tidak mau disesatkan menjadi siuman, waspada, selalu sadar agar tidak sampai disesatkan. Iblis selalu suruh orang percaya secara membabi buta, mengosongkan pikiran, bahkan mengikuti ucapan mereka tanpa pikir. Tetapi Tuhan selalu suruh kita waspada, berjaga-jaga, siap sedia, yang keseluruhannya bersifat pengaktifan akal budi.***DL.

Sumber:

PEDANG ROH Edisi 42 Tahun X Januari-Februari-Maret 2005

Tidak ada komentar: